JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-0414. , e-ISSN : 2621-6256 . DOI : https://doi. org/10. 51903/pixel. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET KATEGORI ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE AGILE Tranhuji Gumbara1. Zakki Abdillah 2 * Sistem Informasi. Universitas Nasional Karangturi tranhuji@gmail. Sistem Informasi. Universitas Nasional Karangturi abdillah@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 10 Agustus 2024 Accepted 11 Oktober 2024 Published 24 Desember 2024 ABSTRACT Electronic asset management is important to increase operational efficiency and minimize the risk of loss or damage to goods that are company assets. Developed system for managing inventory data, maintenance and asset reporting. The development process follows the Agile stages, starting from gathering requirements through interviews and surveys with users. Next, the interface and system features are designed, as well as iterative testing to ensure the system meets user expectations. The result of this research is an information system that can manage electronic asset data effectively, increase information accuracy, and speed up the decision-making process. It is hoped that the implementation of this system can make a significant contribution to asset management in the organization and increase transparency and accountability in the use of resources. Keywords: asset, agile, web, system, information Introduction Sistem informasi merupakan komponen-komponen yang saling terkait dan saling bekerja satu dengan yang lain berfungsi mengelola, menyimpan, dan memberikan informasi digunakan sebagai pendukung dalam pengambilan keputusan atau koordinasi analisis pengaturan dan visualisasi suatu organisasi (Abdillah, 2. Dengan sistem informasi semakin memudahkan kita dalam pekerjaan di berbagai bidang, termasuk penggunaan sistem infomasi dalam pengelolaan asset (Nawangnugraeni et al. , 2. Di era digital saat ini, pengelolaan aset menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan sebuah organisasi. Khususnya untuk kategori aset elektronik, seperti komputer, perangkat jaringan, dan peralatan elektronik lainnya, manajemen yang efektif diperlukan untuk memastikan efisiensi, keamanan, dan optimalisasi penggunaan sumber Meskipun banyak perusahaan telah mengimplementasikan sistem manajemen aset, masih terdapat tantangan dalam hal pemantauan, pelaporan, dan pemeliharaan aset secara real-time. Dengan menggunakan teknologi informasi, pengembangan sistem informasi manajemen aset yang terintegrasi dapat meningkatkan transparansi dan akurasi dalam pengelolaan aset. Framework Codeigniter dipilih dalam penelitian ini karena kehandalannya dalam membangun aplikasi web yang responsif dan efisien (Abdillah & Nawangnugraeni, 2. (Abdillah, n. Codeigniter memungkinkan pengembang untuk n p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256 membuat sistem yang mudah dioperasikan dan di-maintenance, sehingga memudahkan pengguna dalam melakukan pencatatan dan pemantauan aset elektronik(M. Zakki Abdillah et al. , 2. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dihasilkan sistem informasi manajemen aset yang tidak hanya mampu mengelola informasi aset elektronik dengan baik, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan sumber daya organisasi (Lutfina et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi manajemen aset kategori elektronik yang dapat diimplementasikan di berbagai jenis organisasi, baik itu perusahaan swasta maupun instansi pemerintahan . Unit IT sebagai unit yang sering melakukan pengadaan untuk mendukung digitalisasi tentu menghadapi tantangan dalam mengelola aset mereka secara manual atau menggunakan sistem yang terpisah-pisah. Hal ini dapat menyebabkan ketidakakuratan data, kesulitan dalam pelacakan aset, dan kurang efisien dalam pemeliharaan dan penggunaan aset. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan sebuah sistem informasi manajemen aset yang terintegrasi dan user-friendly (Yonatan & Abdillah, 2. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi manajemen aset kategori elektronik berbasis web menggunakan framework Codeigniter. Sistem ini diharapkan dapat membantu dalam mengelola asetnya dengan lebih efektif, menyediakan informasi real-time, serta mempermudah proses pemantauan dan pelaporan asset (Siska Narulita et al. , 2. (P & Abdillah, 2. Sistem informasi manajemen aset yang dirancang dalam penelitian ini mencakup beberapa modul utama, termasuk: Inventarisasi Aset: Mencatat dan melacak semua aset perusahaan yang berhubungan dengan elektronik. Pemeliharaan dan Perbaikan: Mengelola jadwal pemeliharaan dan mencatat riwayat perbaikan aset elektronik. Pelaporan: Menyediakan laporan terperinci mengenai status aset, termasuk nilai dan kondisi aset elektronik. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Agile, yang meliputi tahapan perencanaan, implementasi, testing, dokumentasi, deployment, dan Framework Codeigniter dipilih karena kemampuannya dalam membangun aplikasi web yang dinamis dan efisien, serta dukungan komunitas yang luas. Dengan implementasi sistem informasi manajemen aset berbasis web diharapkan Meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengelolaan aset. Meminimalkan risiko kehilangan atau kerusakan aset. Mempercepat proses pengambilan keputusan terkait manajemen aset. Mengurangi biaya operasional melalui optimalisasi pemeliharaan dan penggunaan aset. Research Method Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi aset elektronik adalah metode Agile. Metode Agile adalah pendekatan dalam manajemen proyek dan pengembangan perangkat lunak yang menekankan fleksibilitas, kolaborasi, dan respon cepat terhadap perubahan (Indah Melyani et al. , 2. Dibandingkan dengan metode tradisional seperti Waterfall, yang mengikuti pendekatan linier dan sekuensial, metode JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2024 : 43 Ae 54 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Agile ini menawarkan cara yang lebih adaptif dan iteratif dalam merancang dan mengembangkan system (Zakki Abdillah et al. , n. ) (Mudang et al. , 2. Gambar 3. 1 Langkah-langkah Metode Agile Metode Agile terdiri dari serangkaian langkah dan prinsip yang dirancang untuk memfasilitasi pengembangan perangkat lunak secara iteratif dan kolaboratif (Rahmat Halim et al. , 2. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam metode Agile: Perencanaan Proyek (Project Plannin. C Definisi Visi dan Tujuan: Menentukan tujuan proyek, visi produk, dan nilai bisnis yang ingin dicapai. C Pembentukan Tim: Membentuk tim pengembangan yang terdiri dari anggota yang memiliki keterampilan yang diperlukan. C Penentuan Backlog Produk: Mengidentifikasi dan menyusun backlog produk, yaitu daftar fitur, tugas, dan perbaikan yang diinginkan. Perencanaan Iterasi (Iteration Plannin. C Perencanaan Iterasi: Memilih item-item dari backlog produk yang akan dikerjakan dalam iterasi mendatang . Tim menetapkan tujuan dan rencana untuk iterasi tersebut. C Pembuatan Sprint Backlog: Menyusun daftar tugas spesifik yang harus diselesaikan selama iterasi berdasarkan item backlog produk yang Pengembangan dan Implementasi (Development and Implementatio. C Pekerjaan Harian: Tim pengembangan bekerja secara kolaboratif untuk menyelesaikan tugas-tugas yang telah ditentukan dalam sprint backlog. Pekerjaan ini dilakukan dalam sprint, biasanya berlangsung selama dua hingga empat minggu. C Daily Standup Meetings: Pertemuan singkat setiap hari . iasanya berdurasi 15 meni. di mana anggota tim melaporkan kemajuan, membahas rintangan, dan merencanakan pekerjaan untuk hari tersebut. Uji Coba dan Validasi (Testing and Validatio. C Pengujian Fitur: Fitur yang dikembangkan selama iterasi diuji untuk memastikan bahwa mereka memenuhi kriteria penerimaan dan berfungsi sebagaimana mestinya. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET KATEGORI ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE AGILE (Tranhuji Gumbar. n p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256 Penilaian Kualitas: Melakukan pengujian tambahan untuk memeriksa kualitas dan stabilitas sistem secara keseluruhan. Review Iterasi (Iteration Revie. C Demo Produk: Mengadakan pertemuan review di akhir iterasi untuk mendemonstrasikan fitur yang telah selesai dan mendapatkan umpan balik dari stakeholder dan pengguna akhir. C Evaluasi Pencapaian: Menilai apakah tujuan iterasi tercapai dan jika ada masalah yang perlu diatasi. Retrospektif (Retrospectiv. C Evaluasi Proses: Mengadakan pertemuan retrospektif untuk mengevaluasi proses kerja tim selama iterasi. Identifikasi apa yang berjalan baik, apa yang bisa diperbaiki, dan bagaimana tim dapat meningkatkan proses kerja di iterasi berikutnya. C Rencana Perbaikan: Menyusun rencana tindakan untuk menerapkan perbaikan berdasarkan hasil retrospektif. Perencanaan Iterasi Berikutnya (Next Iteration Plannin. C Pembaharuan Backlog: Mengupdate backlog produk berdasarkan umpan balik dari review iterasi dan retrospektif. C Perencanaan Iterasi Berikutnya: Memilih item dari backlog yang akan dikerjakan pada iterasi berikutnya, dan menyusun sprint backlog yang Rilis dan Implementasi (Release and Deploymen. C Persiapan Rilis: Menyusun rencana rilis untuk meluncurkan fitur baru atau versi produk yang telah selesai. C Implementasi dan Penggunaan: Melakukan implementasi sistem pada lingkungan produksi dan memastikan pengguna akhir dapat menggunakan fitur-fitur baru. Pemeliharaan (Maintenanc. C Dukungan dan Perbaikan: Menyediakan dukungan berkelanjutan, memperbaiki bug, dan melakukan pemeliharaan untuk memastikan sistem tetap berfungsi dengan baik. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, metode Agile membantu tim untuk tetap fleksibel, responsif terhadap perubahan, dan fokus pada nilai bisnis dan kebutuhan pengguna akhir sepanjang siklus hidup proyek. JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2024 : 43 Ae 54 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Results and Analysis 1 Use Case Gambar 4. Use Case Diagram Sistem Informasi Manajemen Aset Pada use case diagram di atas ada 3 aktor yang beperan dalam Sistem Informasi Manajemen Aset, yaitu admin, user IT, dan user aktiva. Admin memiliki akses ke seluruh Hal ini diperlukan untuk kontrol terhadap keberlangsungan jalannya sistem Sedangkan user IT memiliki akses ke 4 menu diantaranya maintenance, menu surat kerusakan, surat rekomendasi, dan laporan. Untuk user aktiva hanya dapat mengakses 1 menu dimana dalam menu tersebut hanya melakukan penambahan dan penghapusan aset. 2 Flowchart Flowchart manajemen aset elektronik dimulai user login dengan mengetikkan ID dan password. Sistem akan memverifikasi ID dan password, apabila ID dan password benar maka akan masuk ke sistem manajemen aset. Kemudian user memilih menu maintenance dengan dua pilihan tipe, yaitu maintenance internal atau eksternal. Maintenance internal digunakan untuk perbaikan atau pemeliharaan aset elektronik yang dikerjakan sendiri, sedangkan maintenance eksternal digunakan apabila aset elektronik SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET KATEGORI ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE AGILE (Tranhuji Gumbar. n p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256 tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga atau vendor. Berikut flowchart dari sistem manajemen aset dapat dilihat pada gambar 4. Gambar 4. Desain Flowchart 3 ERD Gambar 4. ERD Sistem Manajemen Aset Elektronik Perancangan ERD digunakan untuk menjelaskan detail hubungan antar entitas pada sistem informasi manajemen aset. User berada dalam 1 unit dimana setiap unit JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2024 : 43 Ae 54 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. memiliki banyak barang. Dan jika barang terkendala maka dilakukan service. Kemudian pada sistem terdapat transaksi atau penginputan data mengenai barang apa yang diservice, barang milik unit apa, keluhan dari barang yang di-service, tanggal pengerjaan, serta siapa yang mengerjakan. 4 Desain Interface 1 Interface Login Gambar Interface Login Sistem Manajemen Aset Elektronik Pada interface login user harus mengetik ID dan password. ID yang digunakan adalah NIK user atau username khusus jika user belum memiliki NIK. Data yang dimasukkan user akan diverifikasi oleh sistem. Jika data cocok dengan data yang ada di database, maka akan diarahkan ke tampilan selanjutnya. Apabila data tidak cocok, maka akan kembali lagi ke interface login dan menampilkan pesan kesalahan. Interface Dashboard Gambar 4. Interface Dashboard Sistem Manajemen Aset Elektronik Pada interface dashboard menampilkan informasi dari sistem manajemen aset Informasi yang ditampilkan antara lain: surat kerusakan, surat rekomendasi. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET KATEGORI ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE AGILE (Tranhuji Gumbar. n p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256 total aset yang di maintenance, total mutasi barang, proses maintenance internal, dan proses maintenance eksternal. 3 Interface Tabel Maintenance 1 Interface Maintenance Internal Gambar 4. Worklist Maintenance Internal Pada interface maintenance internal menampilkan tabel dengan daftar pengerjaan yang dilakukan oleh pihak internal. Gambar 4. Progress Maintenance Internal Pada gambar 4. , menampilkan detail dari proses maintenance yang diinput ke dalam sistem. Detail yang ditampilkan antara lain: aset milik unit apa, keluhan, dan petugas yang melakukan perbaikan. JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2024 : 43 Ae 54 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Gambar 4. Form Maintenance Internal Pada gambar 4. , menampilkan form penginputan maintenance internal yang dilakukan termasuk tanggal input, jenis maintenance, unit pemilik aset, keluhan dan detail aset. 2 Interface Maintenance Eksternal Gambar 4. Worklist Maintenance Eksternal SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET KATEGORI ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE AGILE (Tranhuji Gumbar. n p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256 Gambar 4. Progress Maintenance Eksternal Conclusion Sistem informasi manajemen aset kategori elektronik berbasis web dengan menerapkan metode Agile telah dikembangkan. Proses pengembangan yang adaptif dan iteratif memungkinkan kami untuk memenuhi kebutuhan pengguna secara efektif dan efisien. Melalui pengujian dan evaluasi sistem, kami menemukan bahwa sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan aset, tetapi juga memudahkan akses informasi secara real-time. Kami berharap sistem ini dapat diimplementasikan secara luas, memberikan manfaat bagi organisasi dalam mengelola aset elektronik, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang pengembangan sistem informasi. Dengan demikian, diharapkan sistem ini dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja dan produktivitas organisasi di era digital ini. JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2024 : 43 Ae 54 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penelitian ini, dan semoga temuan ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik di bidang manajemen References