P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3. No 2. Februari 2026. Hal 6-10 DOI : AuPENYULUHAN EDUKASI BAHAYA SEKS BEBAS DI KAMPUNG TUA TELUK MATA IKAN NONGSAAy Ibrahim1. Tafsil2. Wennas3,Yanni Christina4 Fakultas Kedokteran. Program Studi Pendidikan Dokter. Universitas Batam, ibrahim@univbatam. Fakultas Kedokteran. Program Studi Pendidikan Dokter. Universitas Batam, tafsil@univbatam. Fakultas Kedokteran. Program Studi Pendidikan Dokter. Universitas Batam, wennas@univbatam. Fakultas Kedokteran. Program Studi Pendidikan Dokter. Universitas Batam, yannichristina@univbatam. Keywords : Abstract. This study aimed to determine the effectiveness of counseling in free sex, improving adolescentsAo knowledge about the dangers of free sex in Kampung Teluk Mata Ikan. Nongsa. A pre-experimental one group pre-test post-test design was conducted with 30 respondents. The instrument was a knowledge questionnaire covering the definition of free sex, dangers, types of STIs, impact of unwanted pregnancy, prevention methods, and social consequences. The results showed that the average knowledge score increased from 55. 3 in the pre-test to 82. 7 in the post-test. The paired t-test revealed p=0. <0. , indicating a significant difference before and after counseling. It can be concluded that counseling effectively increased adolescentsAo knowledge, and similar programs are recommended to be implemented continuously. Kata Kunci : Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas di Kampung Teluk Mata Ikan. Nongsa. Metode yang digunakan adalah preexperimental one group pre-test post- test design dengan 30 responden. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan yang mencakup pengertian seks bebas, bahaya, jenis IMS, dampak kehamilan tidak diinginkan, pencegahan, dan akibat sosial. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 55,3 pada pre-test menjadi 82,7 pada post-test. Uji paired ttest menghasilkan p=0,000 . <0,. , yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Disimpulkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja, sehingga disarankan program serupa dilaksanakan secara berkesinambungan. Seks bebas. PENDAHULUAN Masa remaja merupakan periode transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada fase ini, remaja seringkali menghadapi rasa ingin tahu yang tinggi, termasuk terkait perilaku seksual. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat mendorong remaja terlibat dalam perilaku berisiko seperti seks bebas (Andriani, 2. Seks bebas di kalangan remaja dapat menimbulkan berbagai konsekuensi serius, antara lain meningkatnya kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi tidak aman, serta penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti HIV/AIDS, sifilis, gonore, dan klamidia (Kementerian Kesehatan RI. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Dampak ini bukan hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga psikologis dan sosial, misalnya stigma masyarakat, putus sekolah, dan masalah dalam hubungan keluarga (BKKBN, 2. Menurut WHO . , pendidikan dan penyuluhan kesehatan reproduksi merupakan strategi penting dalam mencegah perilaku seksual berisiko. Penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap, serta memotivasi remaja untuk menghindari perilaku seks bebas. Hal ini sejalan dengan teori promosi kesehatan Notoatmodjo . , yang menekankan bahwa peningkatan pengetahuan merupakan langkah awal perubahan perilaku kesehatan. Kampung Teluk Mata Ikan, yang berada di wilayah Nongsa, merupakan daerah dengan populasi remaja yang cukup besar. Berdasarkan hasil observasi awal, masih banyak remaja yang belum memahami bahaya seks bebas dan cara pencegahannya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas di wilayah tersebut. METODE PELAKSANAAN kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui edukasi langsung dengan mengumpulkan responden remaja di Kampung Teluk Mata Ikan. Nongsa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan beberapa tahapan sebagai berikut: Kegiatan Pre-test Pre-test dilakukan untuk mengetahui gambaran awal pengetahuan remaja mengenai bahaya seks bebas dan upaya pencegahannya. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berisi beberapa pertanyaan tentang pengertian seks bebas, risiko yang ditimbulkan, jenis infeksi menular seksual (IMS), dampak kehamilan tidak diinginkan, serta cara pencegahan. Kuesioner ini dibagikan oleh tim pengabdi dan diisi secara mandiri oleh responden. Penyampaian Materi Edukasi Materi penyuluhan mengenai bahaya seks bebas dan pencegahannya disampaikan oleh anggota tim pengabdi yang berperan sebagai pemateri. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab untuk melibatkan remaja secara aktif. Media yang digunakan antara lain leaflet berjudul AuWaspada Bahaya Seks Bebas!Ay, poster, serta slide presentasi. Setelah materi selesai disampaikan, responden diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi terkait permasalahan yang dihadapi. Kegiatan Post-test Setelah penyuluhan, responden kembali diberikan kuesioner yang sama dengan pre-test untuk menilai seberapa besar peningkatan pengetahuan mereka. Hasil post-test kemudian dibandingkan dengan hasil pre-test untuk melihat efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahaya seks bebas. Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi dilakukan setelah penyuluhan dengan melibatkan kader kesehatan remaja setempat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui perubahan sikap dan perilaku responden setelah mengikuti edukasi, khususnya dalam hal meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya seks bebas, menghindari pergaulan bebas, serta berpartisipasi dalam kegiatan positif yang mendukung kesehatan reproduksi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini pada 15 Juni 2025 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 30 responden di Kampung Teluk Mata Ikan Nongsa, diperoleh gambaran mengenai tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang bahaya seks Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan responden adalah 55,3 dengan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. standar deviasi 10,2. Hal ini menggambarkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat sebelum penyuluhan masih tergolong rendah, di mana sebagian besar responden belum memahami secara menyeluruh mengenai risiko dan dampak negatif dari perilaku seks bebas. Setelah dilakukan penyuluhan, hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dengan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 82,7 dan standar deviasi 8,5. Uji statistik menggunakan paired t-test menghasilkan nilai p = 0,000 . < 0,. yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil pre-test dan post-test. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden mengenai bahaya seks bebas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan responden setelah diberikan penyuluhan mengenai bahaya seks bebas. Peningkatan ini terlihat dari perbedaan nilai rata-rata sebelum penyuluhan . yang tergolong rendah, menjadi 82,7 setelah penyuluhan, yang termasuk kategori baik. Nilai p = 0,000 menunjukkan bahwa penyuluhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan responden. Hal ini sejalan dengan pendapat Notoatmodjo . yang menyatakan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan salah satu bentuk intervensi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai isu-isu kesehatan tertentu. Peningkatan pengetahuan responden dapat terjadi karena materi yang disampaikan dalam penyuluhan dirancang secara sistematis dan menggunakan metode yang mudah dipahami oleh masyarakat. Penyampaian informasi mengenai dampak negatif seks bebas, seperti risiko kehamilan tidak diinginkan, meningkatnya kasus infeksi menular seksual (IMS), serta risiko penularan HIV/AIDS, membuat responden lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku seksual berisiko. Selain itu, penyuluhan dilakukan dengan pendekatan interaktif sehingga responden dapat berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman, yang pada akhirnya semakin memperkuat pemahaman mereka. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Andriani . yang menemukan bahwa penyuluhan tentang kesehatan reproduksi pada remaja memberikan dampak positif dan signifikan terhadap peningkatan pengetahuan. Temuan ini juga menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan secara langsung kepada masyarakat dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam mencegah perilaku Dengan meningkatnya pengetahuan, diharapkan masyarakat, khususnya remaja, dapat memiliki kesadaran yang lebih tinggi dalam menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan dan memilih perilaku yang sehat. Secara keseluruhan, penyuluhan mengenai bahaya seks bebas di Kampung Teluk Mata Ikan Nongsa terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Peningkatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam perubahan sikap dan perilaku, sehingga masyarakat dapat menghindari perilaku seksual berisiko serta menjaga kesehatan reproduksi mereka. Penyuluhan seperti ini penting dilakukan secara berkesinambungan agar pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat terus dipertahankan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 1 Tabel Tabel 1. Hasil Pre-Test dan Post-Test Penyuluhan Seks Bebas Indikator Mengetahui Pengertian seks bebas Mengetahui yang tidak di Pre-Test (%) Post-Test (%) p-value This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Mengetahui cara pencegahan perilaku seks bebas Mengetahui akibat sosial . utus sekolah, stigma, masalah Menyebutkan bahaya seks bebas . isik, psikis, socia. Mengetahui jenis penyakit IMS (HIV,Sifilis, gonore, 2 Grafik Grafik 1. Hasil Pre-Test dan Post-Test Penyuluhan K3 Nelayan 3 Gambar dan Foto Gambar 1. Leaflet Edukasi This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. KESIMPULAN Penyuluhan tentang bahaya seks bebas di Kampung Teluk Mata Ikan. Nongsa berhasil meningkatkan pengetahuan remaja. Hasil pre-test menunjukkan pengetahuan masih rendah, tetapi setelah diberikan edukasi melalui ceramah, diskusi, dan pembagian leaflet, hasil post-test meningkat signifikan. Artinya, penyuluhan efektif membantu remaja lebih memahami risiko seks bebas dan cara pencegahannya. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada petugas puskesmas pembantu di desa pengiudang, ibu kepada desa pengudang dan pihak kader-kader yang telah memberikan kesempatan dan merealisasikan kegiatan. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan bahwa mereka tidak memiliki konflik kepentingan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA