JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Pengaruh Biaya Operasional. Pendapatan dan Intensitas Research and Development terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Subsektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023 Intan Nuraulia Hajaria,1*. Diana Djuwitab2. Haulah Nakhwatunnisac3 Program Studi Akuntansi Syariah. Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon. Indonesia intannurauliahajari@gmail. *korespondensi penulis Received: 08 Februari 2025. Revised: 07 Maret 2025. Accepted: 13 Maret 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya operasional, pendapatan, dan intensitas Research and Development (R&D) terhadap kinerja keuangan pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019Ae2023. Kinerja keuangan dalam penelitian ini diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model regresi data panel. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI, dengan sampel yang dipilih menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 7 perusahaan dengan total 35 data observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Sementara itu, intensitas R&D tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA, yang mengindikasikan bahwa investasi dalam penelitian dan pengembangan belum memberikan dampak langsung terhadap profitabilitas perusahaan farmasi dalam periode yang diteliti. Namun, secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Kata kunci: Biaya operasional. Pendapatan. Intensitas R&D. Kinerja Keuangan. ROA. Abstract This study aims to analyze the effect of operating costs, revenue, and Research and Development (R&D) intensity on financial performance in pharmaceutical subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2019-2023 period. Financial performance in this study is measured using Return on Assets (ROA). This research uses quantitative methods with panel data regression models. The population in this study were pharmaceutical companies listed on the IDX, with samples selected using purposive sampling method, so that 7 companies were obtained with a total of 35 observation data. The results showed that partially, operating costs have a negative and significant effect on ROA, while revenue has a positive and significant effect on ROA. Meanwhile. R&D intensity has no significant effect on ROA, which indicates that investment in research and development has not had a direct impact on the profitability of pharmaceutical companies in the period studied. However, simultaneously, the three variables have a significant effect on the company's financial performance. Keywords: Operating expenses. Revenue. R&D Intensity. Financial Performance. ROA. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 62 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa PENDAHULUAN Perusahaan merupakan entitas bisnis yang beroperasi dengan serangkaian sasaran strategis, bertujuan untuk mengoptimalkan nilai bagi seluruh pemangku kepentingannya. Dalam rangka mencapai tujuan perusahaan, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, perusahaan secara proaktif merencanakan dan mengimplementasikan berbagai strategi. Peningkatan efisiensi dan efektivitas kinerja menjadi fokus utama dalam upaya mencapai tujuan tersebut (Aryatama & Ismanto. Salah satu sasaran utama perusahaan adalah mencapai tingkat profitabilitas yang optimal. Keuntungan yang diperoleh memiliki peran vital dalam mendukung keberlanjutan eksistensi perusahaan (Zahra et al. , 2. Dalam beberapa dekade terakhir, dunia bisnis telah mengalami transformasi yang signifikan akibat pesatnya perkembangan teknologi. Revolusi industri 4. mendorong perusahaan farmasi untuk beradaptasi agar tetap kompetitif (Shabrian & Hamdani, 2. Kinerja keuangan perusahaan diukur menggunakan berbagai rasio keuangan, salah satunya Return on Assets (ROA). ROA merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimilikinya, di mana semakin tinggi ROA, semakin baik pula peluang perusahaan untuk tumbuh dan menghasilkan keuntungan secara efektif (Desky. , & Harahap, 2. ROA juga digunakan sebagai indikator efisiensi manajemen dalam mengelola aset yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan keuntungan (Faisal. Ahmad et al. , 2. Semakin tinggi nilai ROA, semakin baik pula kinerja keuangan perusahaan. Kelancaran operasional perusahaan sangat bergantung pada biaya operasional. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu mengelola dan mengendalikan biaya operasional secara efektif demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Saripah & Harahap, 2. Laba perusahaan sangat dipengaruhi oleh biaya operasional. Peningkatan biaya operasional akan menurunkan laba, sementara penurunan biaya operasional akan meningkatkan laba (Fathony & Wulandari, 2. Penelitian sebelumnya oleh lara . Suhaemi . dan Rahmawati & Kosasih . menunjukkan bahwa biaya operasional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, tetapi penelitian Marsya & Rijanto . menemukan bahwa biaya operasional tidak berpengaruh terhadap ROA. Pendapatan juga memiliki peran penting dalam kinerja keuangan perusahaan. Pendapatan adalah hasil dari aktivitas operasional utama perusahaan dan menjadi salah satu sumber utama laba (Mutiara, 2. Pendapatan perusahaan berasal dari kegiatan usaha utama . ain busines. dan sumber lain di luar usaha inti (Novalina et al. , 2. Secara teoritis, pendapatan dan biaya operasional merupakan elemen krusial yang memengaruhi besaran laba perusahaan, yang pada gilirannya juga berdampak pada tingkat pengembalian aset. Perusahaan akan mendapatkan keuntungan apabila pendapatan yang diterima melebihi total biaya yang dikeluarkan. Sebaliknya, kerugian akan terjadi jika biaya operasional lebih besar daripada pendapatan (Kasmir, 2. Namun, hubungan antara pendapatan dan ROA tidak selalu linier, karena dipengaruhi oleh efisiensi operasional dan strategi bisnis perusahaan. Penelitian sebelumnya oleh Safitri et al. , . serta Desky. , & Harahap . menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh positif terhadap ROA, sedangkan penelitian Susanti . menyatakan bahwa pendapatan tidak berpengaruh terhadap ROA. Selain itu, intensitas Research and Development (R&D) juga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan, terutama di industri farmasi yang sangat bergantung pada Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 63 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa Biaya R&D adalah investasi yang dilakukan perusahaan untuk mengembangkan produk baru atau meningkatkan proses produksi yang ada (Sugiyono, 2. Penerapan R&D dalam perusahaan berperan penting dalam menghasilkan inovasi produk yang mampu meningkatkan profitabilitas. Dalam jangka panjang, hal ini juga berpotensi meningkatkan persepsi investor terhadap nilai suatu Khususnya, industri farmasi menjadi sektor yang menarik untuk ditinjau dalam konteks R&D, karena memiliki karakteristik khas, seperti biaya R&D yang relatif besar dan tingkat profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan sektor industri lainnya. Penelitian oleh Sulung et al. , . menemukan bahwa intensitas R&D berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, sementara penelitian Rahmadita. Salsabila & Aisjah . menunjukkan bahwa intensitas R&D memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, ditemukan adanya perbedaan hasil penelitian dalam hubungan antara biaya operasional, pendapatan, serta intensitas R&D terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROA). Beberapa penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan, sementara yang lain menunjukkan hasil yang bertentangan atau tidak signifikan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan penelitian yang perlu dikaji lebih lanjut untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi ROA di industri farmasi. Selain itu, penelitian yang ada belum secara spesifik meneliti fenomena dalam subsektor farmasi di Indonesia selama periode 2019-2023, di mana berbagai faktor eksternal, termasuk pandemi COVID-19 dan perubahan regulasi industri farmasi, dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan meneliti hubungan antara biaya operasional, pendapatan, serta intensitas R&D terhadap kinerja keuangan pada perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI. KAJIAN PUSTAKA Kinerja Keuangan Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang bertujuan untuk menilai sejauh mana suatu perusahaan telah mengelola keuangannya secara efektif dan efisien sesuai dengan peraturan-peraturan pelaksanaan keuangan (Tyas, 2. Salah satu cara yang umum digunakan untuk mengukur kinerja keuangan adalah dengan menghitung rasio profitabilitas (Desky. , & Harahap, 2. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan rasio Return on Assets (ROA) sebagai penunjuk untuk mengukur keuntungan atau kinerja keuangan perusahaan. ROA merupakan satu di antara rasio profitabilitas yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba (Faisal. Ahmad. Rande Samben, 2. Di mana semakin besar rasio ROA, maka semakin baik kinerja suatu perusahaan dalam memberikan keuntungan. Biaya Operasional Menurut M. Hasan . biaya operasional memiliki peran penting dan berpengaruh langsung terhadap kesuksesan perusahaan dalam mencapai tujuan utamanya, yaitu menghasilkan keuntungan. Biaya operasional merupakan pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa, dengan harapan dapat menghasilkan keuntungan di masa depan (Harianja & Sari, 2. Pada umumnya biaya operasional terbagi menjadi tiga, di antaranya biaya tetap, biaya variabel dan biaya semi variabel (Khaddafi, 2. Tingginya biaya operasional akan Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 64 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa membuat laba turun begitu pula sebaliknya jika nilai biaya operasional rendah maka biaya laba akan naik (Fathony & Wulandari, 2. Pendapatan Pendapatan merupakan peningkatan jumlah aktiva baik berupa uang tunai, piutang maupun kekayaan lainnya yang berasal dari penjualan barang dagangan, pelayanan jasa kepada pelanggan, penerimaan, bunga bank dan semua usaha lainnya dalam satu periode (Jamil et al. , 2. Selain pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan utama perusahaan, terdapat pula pendapatan yang berasal dari aktivitas lainnya. Berdasarkan sumbernya, pendapatan dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu pendapatan operasional dan pendapatan non-operasional (Paryati et al. , 2. Karakteristik pendapatan dapat dibagi menjadi dua, yaitu apabila saldo bertambah, pencatatan dilakukan di sisi Setiap pencatatan di sisi kredit menunjukkan peningkatan saldo pendapatan tersebut. Sebaliknya, jika saldo berkurang, pencatatannya dilakukan di sisi debit. Pencatatan di sisi debit menunjukkan pengurangan pada saldo pendapatan tersebut (Jamil et al. , 2. Pada umumnya, terdapat hubungan positif antara pendapatan dan kinerja keuangan (ROA) suatu perusahaan. Peningkatan pendapatan sering kali berkorelasi dengan peningkatan laba bersih, yang pada gilirannya dapat meningkatkan ROA. Intensitas Research and Development (R&D) Penelitian dan Pengembangan (Research and Developmen. merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlangsungan dan pertumbuhan perusahaan. Intensitas R&D mencerminkan seberapa aktif suatu perusahaan dalam menciptakan pengetahuan baru dan Semakin tinggi intensitas R&D, semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk Inovasi yang didorong oleh penelitian dan pengembangan tidak hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga meningkatkan daya saing dan profitabilitas perusahaan (Sulung et al. , 2. HIPOTESIS Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Kinerja Keuangan Biaya operasional mencakup seluruh pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan, dan menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi perolehan laba. Contohnya adalah biaya administrasi umum dan pemasaran (Sakdiyah & Amaniyah, 2. Biaya operasional yang tinggi akan mengakibatkan Return on Assets (ROA) menurun, dan sebaliknya biaya operasional yang rendah akan mengakibatkan Return on Assets (ROA) meningkat (Marsya & Rijanto, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Jamil et al. , 2. , (Desky. , & Harahap, 2. , dan (Sumantri dan Mayliza, 2. yang menyatakan bahwa biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA). H1: Biaya Operasional Berpengaruh Negatif dan Signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROA) pada Perusahaan Subsektor Farmasi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023. Pengaruh Pendapatan Terhadap Kinerja Keuangan Pendapatan merupakan hasil yang didapatkan dari penjualan barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Ini mencakup penjualan produk atau layanan kepada pelanggan sebagai bagian dari kegiatan operasional perusahaan, dengan tujuan meningkatkan aset dan mengurangi kewajiban yang Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 65 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa timbul dari proses penyediaan barang atau jasa tersebut (Ningsih & Epi, 2. Ketika target pendapatan tercapai atau bahkan melebihi ekspektasi, kinerja keuangan perusahaan, yang diukur dengan ROA, cenderung meningkat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Irwanto et al. , 2. dan (Hadi et al. , 2. yang menyatakan bahwa pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan berdasarkan Return on Assets (ROA). H2: Pendapatan Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROA) pada Perusahaan Subsektor Farmasi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023. Pengaruh Intensitas Research and Development (R&D) Terhadap Kinerja Keuangan Intensitas riset dan pengembangan dapat dianggap sebagai sarana bagi perusahaan untuk mengakumulasi pengetahuan baru, baik melalui eksplorasi ide-ide inovatif maupun pengembangan lebih lanjut dari ide-ide yang sudah ada. Melalui inovasi teknologi yang didukung oleh kegiatan riset dan pengembangan (R&D), perusahaan dapat menciptakan produk baru, mengurangi biaya produksi, atau bahkan mendominasi pasar baru. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sulung et al. , 2. yang menyatakan bahwa intensitas riset dan pengembangan berpengaruh positif terhadap kinerja H3: Intensitas Research and Development berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROA) pada Perusahaan Subsektor Farmasi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023. Pengaruh Biaya Operasional. Pendapatan dan Intensitas R&D Terhadap Kinerja Keuangan Kinerja keuangan perusahaan, yang diukur melalui Return on Assets (ROA), merupakan hasil dari interaksi kompleks berbagai faktor operasional dan strategis. Dalam konteks ini, biaya operasional, pendapatan, dan intensitas R&D memainkan peran penting dalam menentukan efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimilikinya. Kombinasi dari ketiga faktor ini, jika diimplementasikan dengan strategi yang tepat, dapat menghasilkan peningkatan kinerja keuangan yang diukur melalui ROA. Perusahaan yang mampu mengelola biaya operasionalnya secara efisien, mencapai atau melampaui target pendapatannya, serta melakukan investasi R&D yang tepat, cenderung memiliki posisi yang lebih kuat untuk meningkatkan profitabilitasnya. H4: Biaya Operasional. Pendapatan dan Intensitas R&D berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROA) Pada Perusahaan Subsektor Farmasi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023. Berikut ini adalah kerangka penelitian yang menyajikan hubungan antara biaya operasional, pendapatan, dan intensitas R&D terhadap kinerja keuangan yang diukur melalui Return on Assets (ROA): Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 66 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa Biaya Operasional (X. Pendapatan (X. Kinerja Keuangan (Y) Intensitas R&D (X. Gambar 1. Kerangka Penelitian METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antara variabel independen dan dependen (Sugiyono, 2. Objek penelitian mencakup perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 20192023, dengan data diperoleh dari situs BEI dan laporan keuangan tahunan masing-masing perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan, jurnal, serta literatur terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi dengan mengunduh dan menganalisis laporan keuangan yang telah dipublikasikan. Populasi penelitian mencakup 13 perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI selama periode tersebut. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria perusahaan yang secara konsisten menerbitkan laporan keuangan tahunan lengkap selama 2019-2023. Berdasarkan seleksi ini, diperoleh 7 perusahaan sampel, menghasilkan total 35 data penelitian. Operasional Variabel Variabel Dependen Variabel dependen (Y) adalah variabel yang nilainya dipengaruhi atau bergantung pada variabel Dalam penelitian ini, kinerja keuangan perusahaan berperan sebagai variabel dependen. Kinerja keuangan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah Return on Assets (ROA). ROA atau hasil balik atas aset ialah rasio yang mengalkulasi seberapa besar aset berkontribusi untuk menghasilkan keuntungan bersih. Tingginya ROA, menunjukkan semakin besar keuntungan bersih yang dihasilkan dari tiap dana yang diinvestasikan pada total aset. Adapun rumus ROA yaitu (Prasetya, 2. Return on Assets = yaUyaoyauyao yaAyayayayaya yaeyayayayauyaoya yaayaoyayaoya ycyeayeiyeCyes ycyeiyeiyeIyei Variabel Independen Variabel bebas merupakan faktor yang memiliki kemampuan untuk mengubah atau mempengaruhi variabel lain yang disebut sebagai variabel terikat. Biaya operasional, yang sering kali disebut sebagai biaya komersial, merupakan jenis pengeluaran yang harus ditanggung oleh semua Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 67 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa perusahaan, tanpa terkecuali. Terdapat dua jenis biaya operasional yang umum ditemukan dalam perusahaan, yaitu biaya yang terkait dengan penjualan dan biaya yang berhubungan dengan administrasi serta kegiatan umum perusahaan (Saripah & Harahap, 2. Adapun rumus untuk menghitung biaya operasional adalah (Jumingan, 2. Biaya Operasional = Biaya Penjualan Biaya Administrasi & Umum Pendapatan didefinisikan sebagai peningkatan aset atau penurunan kewajiban yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan selama periode tertentu. Pendapatan ini umumnya diakui ketika barang atau jasa telah diserahkan kepada pelanggan dan nilai wajar transaksi dapat diukur dengan andal (Safitri et al. , 2. Untuk menghitung pendapatan, dapat digunakan formula sebagai berikut (Desky. , & Harahap, 2. Pendapatan = Pendapatan Usaha Pokok Pendapatan di Luar Usaha Pokok Tujuan utama R&D adalah untuk menciptakan pengetahuan baru yang dapat diimplementasikan dalam berbagai aspek perusahaan, mulai dari teknologi dan produk hingga layanan dan internal organisasi. Intensitas R&D menunjukkan seberapa besar komitmen perusahaan terhadap inovasi dan kemajuan. Adapun rumus untuk menghitung intensitas R&D adalah (Kieso. and Weygandt, 2. IRND = Total Pengeluaran R&D/Total Aset PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskripsi digunakan untuk menggambarkan keadaan umum data. Perhitungan statistik deskriptif dari semua variabel penelitian yang terdiri dari Return on Assets (ROA) sebagai variabel dependen, biaya operasional, pendapatan, dan intensitas R&D sebagai variabel independen. Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis ROA LOG_BIAYA_OPERASIONAL LOG_PENDAPATAN LOG_IRND Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations Sumber: Hasil Output Eviews 12 (Data diolah, 2. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 68 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa Variabel Kinerja Keuangan yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA) berperan sebagai variabel dependen. Berdasarkan hasil analisis. ROA memiliki nilai minimum sebesar -10,36000 dan maksimum 18,61000. Rata-rata ROA tercatat sebesar 7,090286 dengan standar deviasi 6,204750, dari total 35 data penelitian. Variabel Biaya Operasional (X. memiliki nilai minimum 25,59000 dan maksimum 29,69000. Rata-rata Biaya Operasional sebesar 27,66400 dengan standar deviasi 1,372178. Variabel Pendapatan (X. menunjukkan nilai minimum 26,23000 dan maksimum 31,05000, dengan ratarata sebesar 28,93429 dan standar deviasi 1,471992. Variabel Intensitas Research and Development (R&D) (X. memiliki nilai minimum -8,980000 dan maksimum -4,060000. Rata-rata variabel ini sebesar 6,109143 dengan standar deviasi 1,603156. Uji Asumsi Klasik Hasil uji asumsi klasik dalam penelitian ini menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan telah memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk analisis lebih lanjut. Pada uji normalitas, hasil pengujian dengan metode Jarque-Bera menunjukkan nilai sebesar 1,429260 dengan probabilitas 0,489373. Karena nilai probabilitas tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa residual dalam model regresi ini terdistribusi secara normal. Selanjutnya, uji multikolinearitas menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki nilai Variance Inflation Factor (VIF) yang lebih kecil dari 10, yaitu Biaya Operasional . ,424. Pendapatan . ,122. , dan Intensitas R&D . ,166. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak terjadi masalah multikolinearitas dalam model ini. Selain itu, uji heteroskedastisitas dilakukan menggunakan metode Glejser menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki nilai probabilitas di atas 0,05, yaitu Biaya Operasional . ,1. Pendapatan . ,0. , dan Intensitas R&D . ,1. Hal ini mengindikasikan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak mengalami masalah heteroskedastisitas, sehingga asumsi kesamaan varians residual antar pengamatan telah terpenuhi. Selanjutnya, uji autokorelasi menunjukkan nilai DurbinWatson (DW) sebesar 1,942689, dengan batas nilai dU sebesar 1,6528 dan 4-dU sebesar 2,3472. Maka diperoleh hasil dengan ketentuan du < dw < 4-du. Karena nilai DW berada di antara kedua batas tersebut . ,6528 < 1,942689 < 2,3. , hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan indikasi adanya autokorelasi. Secara komprehensif, pengujian asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi yang diterapkan memenuhi seluruh kriteria validitas yang dipersyaratkan. Dengan demikian, model ini dapat digunakan untuk analisis regresi dengan hasil yang valid dan tidak bias. Model Regresi Data Panel Setelah melalui serangkaian pengujian, meliputi uji chow, uji hausman, dan uji Lagrange Multiplier, keseluruhan hasil menunjukkan bahwa model Random Effect Model (REM) adalah model regresi yang digunakan pada studi ini. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 69 Dependent Variable: ROA Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Date: 02/12/25 Time: 10:21 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Sample: 2019 2023 Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa Periods included: 5 Cross-sections included: 7 Total panel . observations: 35 Tabel 2. Hasil Uji Regresi Data Panel Swamy and Arora estimator Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. LOG_BIAYA_OPERASIONAL LOG_PENDAPATAN LOG_IRND Effects Specification Sumber: Hasil Output Eviews 12 (Data diolah, 2. Rho Cross-section Berdasarkan hasil ujirandom regresi data panel pada tabel 4. 9 di6. atas, maka persamaan regresi Idiosyncratic random data panel dapat disusun dengan rumus: Weighted Statistics 266153 Mean dependent var ROAR-squared = 41,11 Ae 13,14Biaya Operasional 11,59Pendapatan 0,98IRND Uji Hipotesis Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Uji t Unweighted Statistics Untuk menganalisis kontribusi individual setiap variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen, dilakukan uji statistik t. Mengacu et al. , . Pada kasus koefisien R-squared 007297 pada MeanSihabudin dependent var squared resid positif, pengaruhSum terjadi jika thitung1299. > ttabel atauDurbin-Watson signifikansi stat kurang dari 0,05. Sebaliknya, tidak Dependent Variable: ROA ada pengaruh signifikan jika thitung < ttabel atau signifikansi melebihi 0,05. Pada kasus koefisien negatif. Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Date: terjadi 02/12/25jika Time: 10:21 pengaruh signifikan < -ttabel atau signifikansi di bawah 0,05. Sebaliknya, tidak ada Sample: 2019 2023 pengaruh signifikan jika thitung > -ttabel atau signifikansi di atas 0,05. Periods included: 5 Cross-sections included: 7 Total panel . observations: 35 Tabel 3. Uji Hipotesis Swamy and Arora estimator of Hasil variances (Uji . Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. LOG_BIAYA_OPERASIONAL LOG_PENDAPATAN LOG_IRND Effects Sumber: Hasil Output Eviews 12Specification (Data diolah, 2. Variabel BiayaCross-section Operasional Idiosyncratic random Rho Berdasarkan hasil dari uji t diperoleh nilai t-hitung sebesar -3,194434, sementara nilai t-tabel ( Statistics sebesar -1,69552. Dengan demikian maka = 0,05 dan df = n Ae k Ae 1 sehingga df = 35 Ae 3 Ae 1Weighted = . diperoleh nilai thitung lebih R-squared kecil dari nilai ttabel (-3,194434 < -1,69. Analisisvarstatistik1. tersebut menghasilkan Mean dependent Adjusted R-squared var dan signifikan 845346 terhadap kinerja kesimpulan bahwa biaya operasional of regression F-statistic Prob(F-statisti. Sum squared resid Durbin-Watson stat Temuan ini didukung oleh nilai probabilitas 0,0032 (< 0,. Unweighted Statistics Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. R-squared Sum squared resid Mean dependent var Durbin-Watson stat Hal | 70 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa Variabel Pendapatan Berdasarkan hasil dari uji t diperoleh nilai thitung sebesar 3,271567, sementara nilai t-tabel ( = 0,05 dan df = n Ae k Ae 1 sehingga df = 35 Ae 3 Ae 1 = . diperoleh sebesar 1,69552. Dengan demikian maka nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel . ,271567 > 1,69. Analisis statistik tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa variabel pendapatan memiliki korelasi positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Temuan ini didukung oleh nilai probabilitas 0,0026 (< 0,. Variabel Intensitas Research and Development (R&D) Dependent Variable: ROA Berdasarkan hasil dari t diperoleh nilai t-hitung sebesar 1,085523, sementara nilai t-tabel ( = Method: Paneluji EGLS (Cross-section random effect. 12/25/24 df Time: 15:22 0,05 dan df = n Ae kDate: Ae 1 sehingga = 25 Ae 3 Ae 1 = . diperoleh sebesar 1,69552. Dengan demikian maka Sample: 2019 2023 nilai thitung lebih besar nilai 5ttabel . ,085523 < 1,69. Analisis statistik tersebut menghasilkan Periodsdari Cross-sections included:R&D kesimpulan bahwa variabel intensitas tidak memiliki korelasi yang signifikan terhadap kinerja Total panel . observations: 35 Temuan ini didukung oleh nilaiofprobabilitas 0,2861 (> 0. Swamy and Arora estimator component variances Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Uji F BIAYA_OPERASIONAL yang dianalisis dalam model. PENDAPATAN 0026 Hasil IRND Pengujian F dilaksanakan untuk mengevaluasi pengaruh simultan dari seluruh variabel diinterpretasikan berdasarkan dua kriteria: pertama, jika nilai F hitung > Ftabel dan tingkat Signifikansi kurang dari 0,05, dapat disimpulkanEffects variabel-variabel bebas secara bersama-sama Specification Rho 0,05, maka tidak mempengaruhi variabel terikat. Sebaliknya, jika Fhitung < Ftabel dan Signifikansi terdapat pengaruhCross-section simultan dari variabel bebas terhadap variabel 6. Idiosyncratic random Tabel Hasil Uji F Weighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Sumber: Hasil Output Eviews 12 (Data diolah, 2. Unweighted Statistics R-squared Mean dependent var Berdasarkan uji F pada di atas, diketahui nilai Fstat hitung sebesar 6,746945. Sementara Sum resid tabel 4. Durbin-Watson nilai F tabel untuk = 0,05, df1 = [. umlah variabel Ae . Ae . ] = 3 dan df2 = [. Ae k Ae . Ae 3 Ae . ] = 31 . adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independe. , maka diperoleh sebesar 2,911334. Dengan demikian maka nilai Fhitung lebih besar dari nilai Ftabel . ,747716 > 2,911. Analisis statistik tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa variabel biaya operasional, pendapatan, dan intensitas R&D secara bersamaan memiliki korelasi positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Temuan ini didukung oleh nilai probabilitas 0,02 (< 0,. Uji Koefisien Determinasi (Uji R. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 71 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. BIAYA_OPERASIONAL PENDAPATAN Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. IRND Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa Uji Koefisien Determinasi (R. bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel Effects Specification Rho independen biaya operasional, pendapatan, dan intensitas R&D terhadap terikat Kinerja Keuangan. Berdasarkan hasil analisis berikut: 0. Cross-section random data didapatkan hasil sebagai Idiosyncratic random Tabel 5. Hasil Weighted Uji Koefisien Determinasi (R. Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Sumber: Hasil Output Eviews 12 (Data diolah, 2. Unweighted Statistics R-squared Mean dependent var BerdasarkanSum padaDurbin-Watson 12 di stat atas, diperoleh nilai R 2 yaitu sebesar 0,1951 atau 19,51%. Maka dapat dikatakan bahwa variabel Kinerja Keuangan (ROA) dapat dijelaskan oleh variabel Biaya Operasional. Pendapatan, dan Intensitas Research and Development (R&D) sebesar 19,51%. Untuk sisanya sebesar 80,49% dijelaskan oleh variabel lain yang di luar penelitian ini. DISKUSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya operasional, pendapatan, dan intensitas Research and Developmenyt (R&D) terhadap kinerja keuangan perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di BEI selama periode 2019-2023. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa biaya operasional dan pendapatan memiliki dampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Namun, tidak ditemukan adanya pengaruh yang signifikan antara intensitas R&D dan kinerja Pengaruh Biaya Operasional terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil analisis hipotesis penelitian pada uji t, diketahui bahwa secara parsial biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis satu (H. diterima, artinya biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di BEI periode Adapun biaya operasional yang berpengaruh negatif terhadap Return on Assets (ROA) menunjukkan bahwa semakin besar biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan maka tingkat ROA menurun begitu pun sebaliknya. Semakin kecil biaya operasional yang dikeluarkan oleh perusahaan maka ROA akan meningkat. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan farmasi perlu melakukan evaluasi dan pengendalian yang lebih ketat terhadap biaya operasional untuk mempertahankan profitabilitas. Dalam industri farmasi, komponen biaya operasional seperti beban penjualan dan biaya administrasi & umum perusahaan memiliki porsi yang cukup besar. Ketika biayabiaya ini tidak dikelola dengan efektif, hal tersebut dapat mengurangi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sakdiyah & Amaniyah . dan Jamil et al. , . yang menyatakan bahwa biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA). Konsistensi ini menunjukkan bahwa Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 72 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa fenomena tersebut merupakan pola yang dapat diamati dalam industri farmasi, di mana perusahaanperusahaan yang mampu mengendalikan biaya operasional dengan lebih baik cenderung menunjukkan kinerja keuangan yang lebih optimal. Pengaruh Pendapatan terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil analisis hipotesis penelitian pada uji t, diketahui bahwa secara parsial pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis dua (H. diterima, artinya pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di BEI periode Pengaruh positif ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pendapatan yang diperoleh perusahaan, semakin baik kinerja keuangan yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin rendah pendapatan yang diperoleh perusahaan, semakin buruk pula kinerja keuangan yang dihasilkan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan farmasi telah berhasil dalam strategi peningkatan pendapatan mereka, baik melalui peningkatan volume penjualan maupun penetapan harga yang optimal. Pendapatan yang meningkat memberikan perusahaan lebih banyak sumber daya untuk diinvestasikan kembali dalam operasi, pengembangan produk baru, dan ekspansi pasar, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan Return on Assets (ROA). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Irwanto et al. dan Hadi et al. , . yang menyatakan bahwa pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA). Hal ini menegaskan bahwa strategi peningkatan pendapatan yang efektif merupakan faktor kunci dalam meningkatkan profitabilitas dan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan. Pengaruh Intensitas Research and Development terhadap Kinerja keuangan Berdasarkan hasil analisis hipotesis penelitian pada uji t, diketahui bahwa bahwa secara parsial intensitas R&D tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis tiga (H. ditolak, artinya intensitas R&D tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Tidak adanya pengaruh signifikan ini dapat dijelaskan karena karakteristik investasi R&D yang membutuhkan waktu cukup lama untuk memberikan hasil nyata bagi perusahaan. Investasi dalam penelitian dan pengembangan di industri farmasi umumnya bersifat jangka panjang, di mana hasil dari penelitian dan inovasi produk baru memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum dapat dipasarkan dan menghasilkan pengembalian finansial. Selain itu, tingginya risiko kegagalan dalam proses R&D serta ketatnya regulasi dalam industri farmasi juga dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan sebelum investasi R&D dapat berkontribusi pada kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kusmawati . yang menyatakan bahwa intensitas Research and Development (R&D) tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan (ROA). Hal ini mengindikasikan bahwa dalam periode penelitian 2019-2023, pengeluaran R&D belum menunjukkan dampak langsung terhadap profitabilitas perusahaan farmasi di Indonesia. Faktor-faktor seperti ketidakpastian hasil penelitian, biaya yang besar, serta periode pengembangan yang panjang dapat menjadi penyebab tidak terlihatnya pengaruh langsung intensitas R&D terhadap kinerja keuangan dalam jangka pendek. Meskipun demikian, investasi R&D tetap Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 73 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Hajari. Djuwita. Nakhwatunnisa merupakan komponen penting dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan farmasi, meski dampaknya mungkin baru terlihat dalam periode yang lebih panjang. KESIMPULAN Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh biaya operasional, pendapatan, dan intensitas Research and Development (R&D) terhadap kinerja keuangan perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, biaya operasional memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA), yang berarti semakin tinggi biaya operasional, semakin rendah tingkat profitabilitas Pendapatan ditemukan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan berkontribusi pada peningkatan kinerja keuangan Sementara itu, intensitas R&D tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, yang mengindikasikan bahwa investasi dalam penelitian dan pengembangan belum memberikan dampak langsung terhadap profitabilitas perusahaan dalam periode penelitian ini. Namun, secara simultan, ketiga variabel yakni biaya operasional, pendapatan, dan intensitas R&D berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Meskipun penelitian ini telah dilakukan dengan metode yang sistematis, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Salah satu keterbatasan utama adalah cakupan periode penelitian yang relatif singkat, yaitu hanya lima tahun, sehingga belum dapat menangkap secara menyeluruh dampak jangka panjang dari variabel yang diteliti, terutama terkait investasi Research and Development (R&D). Selain itu, jumlah sampel yang digunakan masih terbatas karena tidak semua perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI memenuhi kriteria seleksi penelitian, sehingga dapat mempengaruhi generalisasi temuan. Keterbatasan lainnya terletak pada data yang digunakan, di mana laporan keuangan perusahaan yang diakses bersifat sekunder dan hanya mencerminkan informasi yang telah dipublikasikan, sehingga tidak dapat menggambarkan faktor internal lain yang mungkin berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hasil studi ini diharapkan bisa dijadikan referensi bagi penelitian selanjutnya dalam mengembangkan studi mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keuangan di industri Selain itu, temuan ini juga dapat dijadikan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dalam mengelola biaya operasional secara lebih efisien dan merancang strategi peningkatan pendapatan guna mendukung pertumbuhan profitabilitas. Dari sisi kebijakan, penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi regulator dalam menetapkan kebijakan yang dapat mendorong efisiensi dan inovasi di sektor farmasi, khususnya terkait dengan efektivitas investasi dalam penelitian dan pengembangan. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat memperluas periode studi, meningkatkan jumlah sampel, serta mempertimbangkan faktor eksternal dan internal lainnya yang berpotensi mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan farmasi secara lebih komprehensif. Daftar Pustaka