AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 129-133 Pendampingan Kelompok Ibu Rumah Tangga Sangat Miskin Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Anak di Desa Percut Eka Kartika Silalahi1*. Dedi Holden Simbolon1 1FKIP. PGSD. Universitas Quality. Medan. Indonesia Email: ekartikasilalahi@gmail. AbstrakOe Desa Percut. Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang merupakan suatu daerah yang paling banyak jumlah masyarakat yang tergolong Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yaitu kurang lebih mencapai 1000 keluarga jika dibandingakan dengan Desa se Kabupaten Deli Serdang lainnya. Dari antara keluarga tersebut kurang lebih 950 orang anak usia sekolah yang mengalami putus sekolah bahkan tidak/belum memasuki pendidikan formal. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yaitu agar mamapu membangun sebuah sistem yang dapat membantu anak yang berasal dari keluarga Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) untuk mendapatkan/memperoleh pendidikan minimal sampai lulus SMA serta pandangan akan pentingnya kesehatan bagi anak dan keluarga, karna pendidikan dan kesehatan merupakan modal anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Metode yang dilakukan adalah . melakukan pembekalan dan sosialisasi kepada ibu RTSM. Pemerintah setempat dan juga anak usia sekolah tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan, . memberikan sosialisasi bagaimana cara memperoleh pendidikan gratis . dan bantuan pemerintah, . melakukan pendampingan dalam memperoleh peluang-peluang dan informsi pendidikan dan kesehatan, bantuan dana pendidikan, bantuan proses pembelajaran berupa bimbingan belajar dan pemberian buku-buku bimbingan belajar maksimal sampai kepada anak lulus SMA, . Mengorganisasi ibu RTSM dan kelompok belajar untuk pelaksanaan rutin dan terprogram, sehingga membangun suatu sistem yang berkelanjutan . Kata Kunci: Kesehatan. Pendidikan. Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Putus Sekolah AbstractOe Percut Village. Percut Sei Tuan District. Deli Serdang Regency is an area with the largest number of people belonging to Very Poor Households (RTSM), namely approximately 1,000 families when compared to other villages in Deli Serdang Regency. From these families, approximately 950 school-age children who have dropped out of school have not even entered formal education. The purpose of Community Service (PKM) is to be able to build a system that can help children from Very Poor Households (RTSM) to get/obtain a minimum education up to high school graduation as well as a view of the importance of health for children and families, because education and Health is a child's capital to achieve a better future. The methods used were . providing training and outreach to RTSM mothers, local government and also school-age children about the importance of education and health, . providing socialization on how to get free education . and government assistance, . providing assistance in obtaining educational and health opportunities and information, educational funding assistance, learning process assistance in the form of tutoring and provision of tutoring books up to children graduating from high school, . Organizing RTSM mothers and study groups for routine and programmed implementation, thereby building a sustainable system . Keywords: Education. Health. School Dropouts. Very Poor Households (RTSM) PENDAHULUAN Salah satu sektor penting yang secara langsung memberikan kontribusi terbesar dalam mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah sektor pendidikan. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan suatu keharusan bagi sebuah bangsa di era globalisasi. Salah satu wahana untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas adalah bidang pendidikan (Febriana. , 2. Pendidikan adalah suatu hak asasi bagi setiap manusia. Pendidikan juga merupakan usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan (Hasbullah, 2. Dengan demikian setiap orang berhak memperoleh pendidikan dan seharusnya secara sadar setiap orang harus menempuh proses pendidikan sebagai bekal hidupnya. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Pendidikan merupakan sarana utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Setiap warga Negara yang berusia tujuh sampai lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan Eka Kartika Silalahi | https://journal. id/index. php/amma | Page 129 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 129-133 dasar (Hafid. , 2. Di Indonesia pendidikan yang diwajibkan bagi seluruh warganya adalah pendidikan dasar 9 tahun. Kesempatan memperoleh pendidikan dasar yang layak merupakan hak bagi setiap warga negara tanpa terkecuali. Hak yang sama dalam memperoleh pendidikan berarti tidak adanya latar belakang sosial, ekonomi, budaya yang membedakan dalam memperoleh pendidikan gabi setiap anak. Di bidang pendidikan. Indonesia telah mencapai kemajuan luar biasa untuk pencapaian MDG di bidang pendidikan dasar universal dan kesetaraan gender. Namun demikian, masih ada sekitar 2,3 juta anak usia 7-15 tahun yang tidak bersekolah. Propinsi Jawa Tengah. Jawa Timur, dan Jawa Barat, dimana terdapat sebagian besar penduduk Indonesia, ada 42% anak putus sekolah (UNICEF, 2. Kemiskinan menjadi sebab utama angka putus sekolah dan tidak melanjutkan ke jenjang Tingginya angka putus sekolah dan siswa yang tidak melanjutkan pendidikan, dinilainya, cermin masih terbatasnya akses pendidikan yang bisa dijangkau masyarakat. Padahal, dari tahun ke tahun, anggaran pendidikan nasional telah mengalami kenaikan yang signifikan. Pada tahun 2015. APBN untuk sektor pendidikan mencapai Rp. 404 triliun, dan pada tahun 2016 meningkat menjadi Rp 419. 2 triliun. Untuk tahun 2017 APBN pendidikan mengalami penurunan menjadi Rp 416. 1 triliun. Kenaikan anggaran pendidikan yang signifikan ternyata tak berbanding lurus dengan upaya penghentian siswa putus sekolah. Desa Percut. Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang merupakan suatu daerah yang paling banyak jumlah masyarakat yang tergolong Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yaitu kurang lebih mencapai 1000 keluarga jika dibandingakan dengan Desa se Kabupaten Deli Serdang Dari antara keluarga tersebut kurang lebih 950 orang anak usia sekolah yang mengalami putus sekolah bahkan tidak/belum memasuki pendidikan formal. Ketika dilakukan observasi terhadap permasalahan pendidikan, ditemukan berbagai faktor yang dapat mengakibatkan fenomena anak putus sekolah. Berbagai indikasi yang menyebabkan anak mengalami putus sekolah karena tidak ada dana, malas sekolah karena terlelap dalam pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan kelurga serta pengaruh lingkungan rumah/keluarga yang tidak terlalu mendukung anak untuk sekolah membuat keputusan tidak melanjutkan pendidikan formal. Gambar 1. Suasana Beberapa Tempat Tinggal Dan Aktivitas Warga Desa Percut Dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia cukup susah, hanya dikarenakan masalahnya kurang biaya. Hal ini menggambarkan bahwa pemerintah belum bisa menyelesaikan masalah kualitas pendidikan. Saran untuk selanjutnya hal yang harus diwajibkan pemerintah untuk dilaksanakan yaitu mewajibkan wajib belajar 12 tahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia selain itu hal yang harus di perbaiki yaitu sistem pendidikan yang masih amburadul dan meningkatkan keberadaan sekolah di daerah - daerah terpencil. Pada masa sekarang ini pendidikan merupakan suatu kebutuhan primer, pendidikan memegang peranan penting. Pada saat orangAeorang berlomba untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin, tetapi disisi lain ada sebagian masyarakat yang tidak dapat menempuh pendidikan secara layak, baik dari tingkat dasar maupun sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu ada juga Eka Kartika Silalahi | https://journal. id/index. php/amma | Page 130 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 129-133 anggota masyarakat yang sudah dapat menempuh pendidikan dasar namun pada akhirnya putus sekolah juga. Kemiskinan karena tingkat pendidikan orang tua rendah merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan keterlantaran pemenuhan hak anak dalam bidang pendidikan formal sehingga anak mengalami putus sekolah. Kemiskinan juga terjadi karena tingkat pendidikan orang tua yang rendah yang mengakibatkan keterlantaran pemenuhan hak anak dalam bidang pendidikan formal sehingga anak mengalami putus sekolah. Menurut Firman. faktor ketidakmampuan membiayai sekolah atau faktor ekonomi menjadi faktor penyebab paling dominan putus sekolah. Kenyataan itu dibuktikan dengan tingginya angka rakyat miskin di Indonesia yang anaknya tidak bersekolah atau putus sekolah berasal dari aspek internalnya, yaitu tidak ada keinginan atau motivasi untuk melanjutkan sekolah dalam diri anak sehingga menyebabkannya memutuskan untuk berhenti Setidaknya ada enam faktor yang menyebabkan terjadinya putus sekolah khususnya pada jenjang pendidikan dasar yaitu faktor ekonomi, minat untuk bersekolah rendah, perhatian orang tua yang kurang, fasilitas belajar yang kurang mendukung, faktor budaya dan lokasi atau jarak sekolah (Febrina. , 2. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah memberikan berbagai jenis bantuan sosial mulai dari jaminan kesehatan hingga pendidikan mulai jari program PKH. KKS. Jamkesmas. KIS dll. Pada dasarnya program pemerintah tersebut sangat mendukung dalam hal keperdulian pemerintah terhadap kesehatan dan pendidikan masyarakat. Dengan adanya saling keterkaitan antara masyarakat dan pemerintah, maka masyarakat harus rutin melakukan pemerikasaan kesehatan ke Puskesmas dan juga berperan aktif dalam memperdulikan pendidikan anak di sekolah, karena hal tersebut sangat berguna bagi kemajuan dan kesejahteraan anak. METODE PELAKSANAAN 1 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang sejak bulan Agustus Ae Desember pada tahun 2022. 2 Mitra Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan kelompok masyarakat dengan kategori Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang dengan kategori ibu hamil, balita, anak sekolah, anak putus sekolah yang masih usia sekolah, serta lansia. 3 Alur Kegiatan Alur kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disajikan dalam Gambar 1 di bawah ini. Gambar 2. Alur Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Eka Kartika Silalahi | https://journal. id/index. php/amma | Page 131 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 129-133 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan acara Sosialisasi dan pemberian motivasi serta pembekalan kepada ibu RTSM tentang pentingnya pendidikan anak, memberikan motivasi kepada anak usia sekolah yang mengalami putus sekolah maupun belum sekolah dan anak sekolah yang tekahir melakukan pendampingan kepada ibu RTSM dalam memperoleh informasi dan solusi dalam setiap permasalahan pendidikan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Percut. Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan dimulai dengan melakukan survei lapangan untuk tahap penyusunan rencana kerja, untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di Desa Percut agar dapat diberikan solusinya dengan melakukan kegiatan masyarakat. Kegiatan masyarakat tersebut menghasilkan kesepakatan dengan pihak Kepala Desa dan Kepala Dusun dalam hal membantu memberitahukan atau menginformasikan kepada masyarakat dengan kategori RTSM (Rumah Tangga Sangat Miski. bahwa akan ada sosialisasi dan pendampingan kepada mereka. Dalam kegiatan sosialisasi ini banyak ibu-ibu RTSM yang antusias untuk berkumpul dan mengikuti kegiatan tersebut dari awal sampai akhir. Harapannya melalui kegiatan tersebut, banyak ibu atau keluarga RTSM yang harus lebih perduli dengan betapa pentingnya pendidikan anak guna mencapai masa depan yang lebih baik. Gambar 3. Keluarga RTSM di Aula Kantor Desa Percut dan . Sosialisasi dan Motivasi bagi Keluarga RTSM Selama mengikuti kegiataan tersebut, banyak sekali keluarga RTSM yang bertanya akan kekeliruan yang dialami selama ini. Dimana mereka banyak sekali mengalami masalah terutama dalam menghadapi anak putus sekolah dan tidak mau sekolah karena kebanyakan bermain dan mencari uang. Melalui kegiatan masyarakat yang telah lakukan, khususnya untuk keluarga RTSM yang mengalami putus sekolah membuka wawasan mereka bagaimana cara menghadapi dan merangkul anak yang putus sekolah. Pada saat kegiatan pemberian motivasi kepada anak usia sekolah, anak-anak ada yang datang meskipun tidak banyak yang mengikuti kegiatan tersebut. Untuk beberapa kali pertemuan, dilakukan kunjungan ke rumah RTSM langsung untuk memberikan arahan dan dorongan kepada anakAeanak yang sudah putus sekolah. Gambar 4. Memberikan Motivasi Kepada Anak Usia Sekolah Eka Kartika Silalahi | https://journal. id/index. php/amma | Page 132 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 129-133 Pada saat kegiatan pemberian motivasi kepada anak usia sekolah, ibu RTSM juga aktif dalam berdiskusi dan mengikuti setiap tahap kegiatan. Selain dilakukannya di jam-jam pulang kerja dari sawah dan berhenti dari aktivitas harian, selain itu kegiatan juga dilakukan pada saat hari libur seperti hari Minggu, agar banyak anak dan orang tua yang bisa ikut kerpartisipasi. Disamping melakukan kunjungan ke rumah RTSM, pemantauan kegiatan pendidikan anak RTSM dilakukan ke sekolah, guna melihat perkembangan studi anak apakah sering absen dan bagaimana nilai sehari-hari anak di sekolah. Gambar 5. Pemantauan Anak RTSM Melalui Kunjungan Ke Sekolah Setelah dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini, banyak ibu atau keluarga RTSM yang termotivasi untuk mendidik anaknya dengan sepenuh hati guna mendapatkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik. Disamping itu dengan kesadaran penuh akan betapa pentingnya pendidikan, membuat orang tua bertekat untuk mendampingi anak-anak mereka untuk belajar dengan giat dengan pantang putus sekolah. REFERENCES