Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas VI SDN 2 Natar Lampung Selatan Nildawati SDN 2 Natar. Lampung Selatan nildawati@gmail. Abstract: The purpose of this study was to determine the increase in activity and learning outcomes using the Inquiry Approach in class VI SDN 2 Natar in the 2019/2020 academic year. The research method uses Classroom Action Research which consists of 3 cycles, in each cycle there are 3 meetings consisting of 4 stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The results showed that the application of the Inquiry approach could improve Civics learning outcomes in Reading Environmental Maps in Class VI students of SDN 2 Natar in the 2019/2020 academic year. Keywords: inquiry, activity and learning achievement PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pendidikan diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara (UU No. 20 Tahun 2003. Bab 1 pasal . Dari hal di atas nampak jelas bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada pada peserta didik, namun pada kenyataan tidak semua peserta didik dapat mengambangkan potensi yang ada pada dirinya, hal ini merupakan salah satu tantangan bagi para pengelola pendidikan. Banyak factor yang dapat menyebabkan peserta didik tidak dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal, salah satu faktornya adalah proses pembelajaran yang dilakukan pendidik kepada peserta didik. Pembelajaran merupakan komunikasi dari dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik sebagai murid (Sagala, 2003:. Kurang tepatnya pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan berdampak pada kurang berkembangnya peserta didik (Wicaksono. Salah satu faktor penyebab tidak berkembangnya peserta didik adalah metode pembelajaran yang kurang tepat. Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran wajib yang harus ditempuh peserta didik dimana mata pelajaran tersebut banyak memuat nilai normative daripada konsep, sehingga pendidik banyak menggunakan metode ceramah. Setelah diberlakukannya kurikulum KTSP, mata pelajaran tersebut banyak mengalami perubahan, dimana muatan materi yang terkandung di dalamnya juga banyak memuat konsep dan tidak lagi bersifat normatif. Sekali pun banyak mengalami perubahan, tetapi pendekatan dan metode yang dilakukan pendidik tidak banyak mengalami perubahan, hal ini mungkin disebabkan kebiasaan pendidik dalam memberikan materi pelajaran, sehingga tampak peserta didik tidak banyak melakukan aktifitas belajar, peserta didik hanya secara pasif mendengarkan ceramah yang diberikan pendidik. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, diperoleh aktivitas belajar siswa pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Natar Lampung Selatan saat mengikuti materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih rendah. Sedangkan dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan diperoleh bahwa hasil nilai ulangan harian yang diperoleh siswa juga rendah. Hal ini mungkin disebabkan karena materi pelajaran tersebut juga masih sangat baru, baik bagi siswa maupun bagi guru, di mana guru itu sendiri harus bekerja keras untuk menguasai materi pelajaran dan pendekatan pembelajaran yang tepat untuk menyampaikan materi pelajaran yang bersifat konsep. Pada kurikulum 2006, yaitu awal tahun, guru dituntut untuk menentukan criteria ketuntasan minimum, untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan criteria ketuntasan khusus untuk kelas VI SDN 2 Natar adalah 6,5 dan apabila ada siswa yang memperoleh nilai di bawah nilai ketuntasan minimum, guru wajib mengadakan remedial sampai peserta didik mencapai nilai ketuntasan minimum, tetapi setelah diadakan ulangan harian didapati banyak siswa kelas VI SD Negeri 2 Natar yang memperoleh nilai di bawah ketuntasan minimum, hal ini mungkin disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang dilakukan kurang sesuai dengan kemampuan siswa. Kebiasaan yang sering dilakukan peserta didik adalah menentukan bahan dan metode pembelajaran, sedangkan siswa menerima begitu saja sehingga aktivitas siswa terbatas hanya pada mendengarkan, mencatat, menjawab pertanyaan jika guru mengajukan pertanyaan. Para siswa hanya bekerja karena atas perintah guru menurut cara yang ditentukan guru, begitu juga cara berpikir siswa bergaris pada apa yang diberikan guru. Pembelajarn semacam ini membuat peserta didik menjadi pasif dan tidak mendorong peserta didik untuk berpikir dan beraktifitas karena yang banyak berkreativitas adalah guru dan guru dapat dengan bebas menentukan segala sesuatu yang dikehendakinya. Hal semacam ini jelas tidak sesuai dengan hakikat peserta didik selaku subjek belajar. Pendekatan inquiri adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat merubah cara pembelajaran yang tradisional. Di mana dalam pendekatan ini tidak hanya menuntut guru yang banyak berkreativitas, tetapi justru menuntut siswa yang Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . banyak melakukan aktivitas belajar dalam proses pembelajaran. Pendekatan inquiri dapat juga dilakukan dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan karena pembelajaran tersebut tidak lagi memuat materi yang bersifat normative, melainkan sudah berupa konsep. Dengan harapan melalui pendekatan inquiri peserta didik akan dapat meningkat aktivitas belajarnya. Berdasarkan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan melalui pendekatan Inquiri pada siswa kelas VI SDN 2 Natar tahun pelajaran 2019/2020. KAJIAN TEORI Hakikat Aktivitas Belajar Aktivitas adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan ke arah yang positif baik dalam unsure kognitif, efektif maupun Menurut Mulyono . , aktivitas artinya Aukegiatan / keaktifanAy. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non-fisik merupakan suatu aktifitas. Sedangkan belajar menurut Oemar Hamalik . , adalah Ausuatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkunganAy. Aspek tingkah laku tersebut adalah pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis ayau budi pekerti, dan sikap. Jika seseorang telah belajar maka akan terlihat terjadinya perubahan pada salah satu atau beberapa aspek tingkah laku Selanjutnya. Sardiman AM mengatakan bahwa pada perinsipnya belajar merupakan berbuat atau melakukan untuk mengubah tingkah laku. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas (Sudirman, 2004:. Winkel . mengatakan bahwa belajar pada manusia merupakan suatu proses psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif subjek dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai, sikap yang bersifat konstan/ menetap. Lebih lanjut. Rousseau dalam Sardiman A. menjelaskan bahwa segala pengetahuan itu harus diperoleh dengan pengamatan sendiri, penyelidikan sendiri dengan fasilitas yang diciptakan sendiri, baik secara rohani maupun teknis. Dari ketiga pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa aktifitas belajar sebagai rangkaian kegiatan fisik dan psikis yang dilakukan oleh seseorang dan mengakibatkan adanya perubahan di dalam dirinya baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Setiap orang yang belajar harus aktif sendiri, tanpa adanya aktivitas maka tidak akan ada belajar. Komponen-komponen Aktivitas Belajar Aktivitas belajar akan berjalan dengan baik apabila memenuhi persyaratan: kesehatan jasmani, . kesehatan rohani, . lingkungan yang tenang, . tempat belajar yang menyenangkan, . tersedianya cukup bahan dan alat yang diperlukan Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . (Judi Al Fasani dan Fauzan Naif, 1984:. Dengan demikian, seseorang akan memiliki aktivitas belajar yang tinggi apabila fisiknya sehat, mentalnya sehat, lingkungannya mendukung, tempat belajarnya menyenangkan, tersedianya bahan dan alat belajar. Paul B. Diedrich dalam Sardiman . menyatakan bahwa kegiatan siswa dapat digolongkan sebagai berikut. Visual activities, yang termasuk di dalamnya misalnya, membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain. Oral activities, seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya, member saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi. Listening activities, sebagai contoh mendengarkai: uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato. Writing activities, seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan, angket. Drawing activities, misalnya: menggambar, membuat grafik, peta, diagram. Motor activities, yang termasuk di dalamnya antara lain: melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun. Mental activities, sebagai contoh misalnya: menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan. Emotional activities, seperti misalnya: menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup. Menurut Soemanto . 8: 107-. , jenis aktivitas belajar adalah: . meraba, mencium, dan mencicip/mengecap. menulis dan mencatat. membuat ikhtisar atau ringkasan dan menggaris bawahi. mengamati tabel-tabel, diagram-diagram, dan bagian-bagian. menyusun paper atau kertas kerja. latihan atau praktik. Dari kedua pendapat tersebut diatas maka dapat disimpulkan jenis-jenis aktivitas belajar sangat kompleks dan bervariasi. Apabila sekolah dapat menciptakan berbagai kegiatan tersebut maka menjadi sekolah tersebut sekolah yang dinamis, tidak membosankan dan menjadikan sekolah tersebut menjadi pusat aktifitas belajar yang optimal serta memperlancar fungsi sekolah sebagai pusat transformasi kebudayaan. Dalam penelitian tindakan kelas ini, aktivitas siswa yang diukur meliputi aktivitas yang relevan dengan pembelajaran . n tas. maupun aktivitas yang tidak relevan dengan pembelajaran . ff tas. Aktivitas yang relevan dengan pembelajaran . n tas. meliputi aktivitas: . mendengarkan/ memperhatikan pertanyaan/mengemukakan pendapat, . berdiskusi dengan kawan, . memperhatikan penjelasan teman, dan . mencatat hal-hal penting. Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . aktivitas yang tidak relevan dengan pembelajaran . ff tas. meliputi aktivitas: . berbicara tidak relevan dengan pelajaran, . tidak memperhatikan penjelasan guru, . tidak berpendapat dalam diskusi, . keluar masuk kelas. Prestasi Belajar Pengertian prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas belajar (Djamarah, 2002:. Selanjutnya, dikatakan oleh Soemanto . bahwa prestasi belajar anak sangat ditentukan olek aktivitas belajar yang dilakukan oleh anak itu sendiri. Jadi tidak mungkin prestasi belajarnya baik jika anak tidak melakukan belajar karena tidak akan tahu banyak tentang materi pelajaran. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah hasil belajar yang diperoleh siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan serta siswa mengikuti pembelajaran. Untuk mengetahui seberapa jauh prestasi belajar telah dicapai peserta didik, maka diadakan kegiatan evaluasi pembelajaran. Tujuan diadakannya kegiatan evaluasi adalah untuk mengetahui keefektifan dan keberhasilan belajar mengajar sehingga dalam pelaksanaannya evaluasi harus dilakukan secara terus-menerus. Zainal Arifin yang dikutip Risnawati . prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi: . Indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai peserta . Lambang pemuasan hasrat ingin tahu. Bahan informasi dalam inovasi . Indikator intern dan ekstern dari suatu institusi pendidikan. Dapat dijadikan sebagai indikator terhadap daya serap anak didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan betapa pentingnya mengetahui prestasi belajar peserta didik, baik individual maupun kelompok karena prestasi belajar tidak hanya seabagai indikator keberhasilan, dan berguna bagi guru yang bersangkutan sebagai umpan balik dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan kewarganegaraan adalah salah satu pelajaran yang wajib diikuti oleh peserta didik. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 Ayat . menyatak bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: . kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah agar peserta didik memiliki kemampuan: . Berpikir kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu . Berpartisipasi secara aktif, bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta anti . Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya: dan . Berinteraksi dengan bangsa lain dalam peraturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Kewarganegaraan, 2005: . Pendekatan Inquiri Pendekatan inquiri merupakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah. Pendekatan ini menempatkan banyak siswa lebih banyak belajar mandiri, mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah. Siswa betul-betul ditempatkan sebagai subyek belajar (Sagala, 2003:. Dari pendapat di atas, peneliti berpendapat bahwa pendekatan inquiri merupakan pendekatan pembelajaran yang modern dan sangat cocok dengan kondisi yang ada pada saat ini dimana kita memandang siswa sebagai subyek dalam belajar bukan sebagai obyek belajar. selain itu pendekatan inquiri dapat merubah paradigm yang selama ini digunakan dimana siswa dituntut untuk menghafal pengetahuan sebagai seperangkat fakta-fakta, kelas masih terfokus kepada guru sebagai sumber utama pengetahuan dan guru lebih banyak menggunakan metode ceramah untuk mentransfer pengetahuan kepada siswanya. Dalam pendekatan inquiri peranan guru hanya sebagai pembimbing atau pemimpin dalam belajar dan sebagai fasilitator belajar. sedangkan siswa lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau berkelompok memecahkan permasalahan dalam bimbingan guru. Dalam sistem pengajaran menggunakan pendekatan inquiri menuntut adanya keterampilan khusus dari seorang guru untuk memilih topik yang akan dijadikan pokok bahasan siswa. Selain itu, guru juga dituntut untuk trampil mnumbuhkan motivasi belajar siswa sehingga siswa dapat berpartisipasi aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar juga harus memadai. Ciri utama strategi pembelajaran inkuiri menurut Hamruni . alam Winanto & Makahube, 2. sebagai berikut. Pertama, strategi inquiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Kedua, seluruh aktivitas siswa yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap perca Ketiga, tujuan penggunaan strategi pembelajaran inquiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Kemudian, ada lima tahapan yang harus ditempuh dalam melaksanakan pendekatan inquiri, yaitu: . perumusan masalah untuk dipecahkan siswa. menetapkan jawaban sementara atau lebih dikenal dengan hipotesis. siswa mencari nformasi, data, fakta yang diperlukan untuk menjawab permasalahan/ . menarik kesimpulan kawaban atau generalisasi. mengaplikasikan kesimpulan/generalisasi dalam situasi baru (Sagala, 2003:. Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Hipotesis Tindakan Hipotesis dalam penelitian ini adalah: AuPendekatan Inquiri dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas VI SDN 2 Natar Tahun pelajaran 2019/2020Ay METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian tindakan kelas (Arikunto, dkk. , 2. Prosedur penelitian ini dilakukan melalui 3 siklus, setiap siklus dilakukan selama 2x35 menit yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 selama tiga bulan yaitu pada bulan Agustus sampai bulan Oktober 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SDN 2 Natar Kecamatan Natar. Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 40 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Siklus I Siklus I dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan pada hari Senin, 5 Agustus 2019, 12 Agustus 2019, dan 19 Agustus 2019 dengan Standar Kompetensi: Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dan Kompetensi Dasar: menerapkan norma-norma, kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat, dan peraturan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Siklus I berlangsung selama 2 jam pelajaran . x40 meni. yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: Tahap Perencanaan Tahap ini meliputi: Membuat rancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas. Membuat scenario pembelajaran dengan pendekatan inquiri. Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Mempersiapkan soal pilihan ganda. Mempersiapkan alat dan media pembelajaran yang diperlukan. Mempersiapkan lembar pengamatan yang diperlukan. Tahap Pelaksanaan Persiapan Pembelajaran . Identifikasi kebutuhan siswa. Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep, dan generalisasi yang akan dipelajari. Seleksi bahan dan tugas-tugas. Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Mempersiapkan setting kelas dan alat yang diperlukan. Membagi siswa dalam delapan kelompok, dimana satu kelompok terdiri dari lima orang dengan kemampuan yang relative sama. Kegiatan Inti Pembelajaran . Guru merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa dengan data secukupnya dan dengan perumusan yang jelas. Membantu memperjelas problem/ tugas yang akan dipelajari, serta peranan siswa masing-masing. Dari data yang diberikan oleh guru siswa mendiskusikannya serta menarik . Guru memperhatikan kemampuan pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan. Guru member kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mengemukakan . Setelah masing-masing kelompok menemukan suatu kesimpulan maka guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikannya. Kelompok yang lain diberi kesempatan untuk menanggapi atau bertanya. Guru merangsang terjadinya interaksi sesama siswa. Guru member pujian terhadap kelompok yang aktif. Guru menyimpulkan tentang bahan diskusi tersebut. Guru memberikan soal pilihan ganda untuk mengetahui prestasi belajar Penutup . Melakukan refleksi atau membuat kesimpulan dengan melibatkan siswa. Melaksanakan evaluasi tingkat lanjut. Tahap Pengamatan dan Penilaian Hasil pengamatan aktivitas guru dalam pembelajaran didapat hasil sebagai Tabel 1. Hasil observasi aktivitas guru siklus I Jenis Aktivitas Skor Membuka pelajaran Menumbuhkan motivasi belajar Mengatur siswa dalam berdiskusi Membimbing siswa dalam mengajukan Membimbing siswa dalam menjawab Member kesampatan kepada siswa Menarik suatu kesimpulan hasil diskusi Mengakhiri pelajaran Jumlah skor Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Persentase kinerja guru 67,5% Kategori kinerja guru Kurang aktif Keterangan: 1 (Sangat tidak akti. 2 (Tidak akti. 3 (Kurang akti. 4: (Akti. 5 (Sangat akti. Hasil pengamatan aktivitas siswa yang sesuai dengan pembelajaran . n Tabel 2. Hasil observasi . n tas. Siklus I Kategori Jumlah Siswa Kurang Aktif 13 siswa Siswa Aktif 27 siswa Jumlah siswa 40 siswa Prosentase 32,5% 67,5% Hasil Pengamatan aktivitas siswa yang tidak sesuai dengan pembelajaran . ff tas. Tabel 3. Hasil observasi . ff tas. siklus I Kategori Jumlah Prosentase 7 siswa 17,5% Sangat Tidak Baik 77,5% 31 siswa Tidak Baik 2 siswa Kurang Baik Hasil Pendidikan Kewarganegaraan Berikut adalah prestasi belajar muatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Tabel 4. Rangkuman prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan Kategori Skor Nilai Terendah Nilai Tertinggi Nilai Rata-rata 61,66 Tahap Refleksi Berdasarkan penelitian tindakan kelas pada siklus I, maka dapat dikatakan Prestasi belajar Kewarganegaraan setelah siswa mengikuti tes didapat hasil nilai tertinggi 70, nilai terendah 55 dan nilai rata-rata 61,3. Dari hasil yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan belum mencapai criteria keberhasilan. Dari hasil yang didapat maka disimpulkan bahwa prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan belum mencapai criteria keberhasilan sebesar 65 . iatas Kriteria Kelulusan Minimu. Berdasarkan hasil pada siklus I maka perlu dilakukan siklus II. Aktifitas belajar siswa pada siklus I mengalami peningkatan tiap Pada pertemuan pertama jumlah siswa yang aktif sebesar 60% Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . dari siswa yang berjumlah 40. Pada pertemuan kedua sebesar 67,5% dan ketiga 67,5%. Siklus II Siklus II dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan pada hari Senin tanggal 26 Agustus 2019 , 2 September 2019 , dan 9 September 2019 dengan standar Kompetensi: mendeskripsikan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama sedangkan Kompetensi dasar: menjelaskan makna proklamasi Siklus II terdiri dari 4 tahap yaitu: Tahap Perencanaan Tahap ini meliputi: Membuat rancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas. Membuat scenario pembelajaran dengan pendekatan inquiri. Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Mempersiapkan soal pilihan ganda. Mempersiapkan alat dan media pembelajaran yang diperlukan. Mempersiapkan lembar pengamatan yang diperlukan. Tahap Pelaksanaan Persiapan Pembelajaran A Identifikasi kebutuhan siswa. A Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep, dan generalisasi yang akan dipelajari. A Seleksi bahan dan tugas-tugas. A Mempersiapkan setting kelas dan alat yang diperlukan. A Membagi siswa dalam delapan kelompok, dimana satu kelompok terdiri dari lima orang dengan kemampuan yang relative sama. Kegiatan Inti Pembelajaran A Guru merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa dengan data secukupnya dan dengan perumusan yang jelas. A Membantu memperjelas problem/ tugas yang akan dipelajari, serta peranan siswa masing-masing. A Dari data yang diberikan oleh guru siswa mendiskusikannya serta menarik kesimpulan. A Guru memperhatikan kemampuan pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan. A Guru member kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. A Setelah masing-masing kelompok menemukan suatu kesimpulan maka guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikannya. A Kelompok yang lain diberi kesempatan untuk menanggapi atau bertanya. Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Guru merangsang terjadinya interaksi sesama siswa. Guru member pujian terhadap kelompok yang aktif. Guru menyimpulkan tentang bahan diskusi tersebut. Guru memberikan soal pilihan ganda untuk mengetahui prestasi belajar Penutup A Melakukan refleksi atau membuat kesimpulan dengan melibatkan siswa. A Melaksanakan evaluasi tingkat lanjut. Tahap Pengamatan dan Penilaian Hasil pengamatan aktivitas guru dalam pembelajaran didapat hasil sebagai Tabel 5. Hasil observasi siklus II Jenis Aktivitas Skor Membuka pelajaran Menumbuhkan motivasi belajar Mengatur siswa dalam berdiskusi Membimbing siswa dalam mengajukan Membimbing siswa dalam menjawab Member kesampatan kepada siswa Menarik suatu kesimpulan hasil diskusi Mengakhiri pelajaran Jumlah skor Persentase kinerja guru 82,5% Kategori kinerja guru Keterangan: 1 (Sangat tidak akti. 2 (Tidak akti. 3 (Kurang akti. 4: (Akti. 5 (Sangat akti. Hasil pengamatan aktivitas siswa yang sesuai dengan pembelajaran . n Tabel 6. Hasil observasi . n tas. Siklus II Kategori Jumlah Prosentase Siswa Kurang Aktif 34 siswa Siswa Aktif 6 siswa Jumlah siswa 40 siswa Tabel 7. Hasil observasi . ff tas. siklus II Kategori Jumlah Siswa Baik 17 siswa Kurang baik 23 siswa Tidak Baik 0 siswa Prosentase 42,5% 57,5% Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Tabel 8. Prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan Kategori Skor Nilai terendah Nilai tertinggi Nilai rata-rata Tahap Refleksi Berdasarkan penelitian tindakan kelas pada siklus II, dapat dikatakan Prestasi belajar Kewarganegaraan setelah siswa mengikuti tes didapat hasil nilai tertinggi 90, nilai terendah 60, dan nilai rata-rata 71. Namun, hanya satu siswa yang mencapai nilai 90, maka perlu dilakukan siklus ke i. Aktivitas belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan tiap Pada pertemuan pertama jumlah siswa yang aktif sebesar 75% dari siswa yang berjumlah 40, pada pertemuan kedua sebesar 75% dan ketiga sebesar 82,5%. Siklus i Siklus i dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan pada hari Senin, 16 September 2019, 23 September 2019, dan 30 September 2019 dengan Standar Kompetensi: mendeskripsikan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama sedangkan Kompetensi Dasar: menjelaskan makna proklamasi Siklus i terdiri dari 4 tahap, yaitu: Tahap Perencanaan Tahap ini meliputi: Membuat rancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas. Membuat scenario pembelajaran dengan pendekatan inquiri. Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Mempersiapkan soal pilihan ganda. Mempersiapkan alat dan media pembelajaran yang diperlukan. Mempersiapkan lembar pengamatan yang diperlukan. Tahap Pelaksanaan Persiapan Pembelajaran A Identifikasi kebutuhan siswa. A Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep, dan generalisasi yang akan dipelajari. A Seleksi bahan dan tugas-tugas. A Mempersiapkan setting kelas dan alat yang diperlukan. A Membagi siswa dalam delapan kelompok, dimana satu kelompok terdiri dari lima orang dengan kemampuan yang relative sama. Kegiatan Inti Pembelajaran Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . A Guru merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa dengan data secukupnya dan dengan perumusan yang jelas. A Membantu memperjelas problem/ tugas yang akan dipelajari, serta peranan siswa masing-masing. A Dari data yang diberikan oleh guru siswa mendiskusikannya serta menarik kesimpulan. A Guru memperhatikan kemampuan pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan. A Guru member kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. A Setelah masing-masing kelompok menemukan suatu kesimpulan maka guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikannya. A Kelompok yang lain diberi kesempatan untuk menanggapi atau bertanya. A Guru merangsang terjadinya interaksi sesama siswa. A Guru member pujian terhadap kelompok yang aktif. A Guru menyimpulkan tentang bahan diskusi tersebut. A Guru memberikan soal pilihan ganda untuk mengetahui prestasi belajar Penutup A Melakukan refleksi atau membuat kesimpulan dengan melibatkan siswa. A Melaksanakan evaluasi tingkat lanjut. Tahap Pengamatan dan Penilaian Hasil pengamatan aktivitas guru dalam pembelajaran didapat hasil sebagai Tabel 9. Hasil observasi siklus i Jenis Aktivitas Skor Membuka pelajaran Menumbuhkan motivasi belajar Mengatur siswa dalam berdiskusi Membimbing siswa dalam mengajukan Membimbing siswa dalam menjawab Member kesampatan kepada siswa Menarik suatu kesimpulan hasil diskusi Mengakhiri pelajaran Jumlah skor Persentase kinerja guru Kategori kinerja guru Sangat aktif Keterangan: 1 (Sangat tidak akti. 2 (Tidak akti. 3 (Kurang akti. 4: (Akti. 5 (Sangat akti. Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Hasil pengamatan aktivitas siswa yang sesuai dengan pembelajaran . n Tabel 10. Hasil observasi . n tas. Siklus i Kategori Siswa Aktif Siswa Sangat Aktif Jumlah siswa Jumlah 5 siswa 35 siswa 40 siswa Tabel 11. Hasil observasi . ff tas. Siklus i Kategori Jumlah Baik 12 siswa Sangat baik 28 siswa Prosentase 12,5% 87,5% Prosentase Tabel 12. Prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan Kategori Skor Nilai terendah Nilai tertinggi Nilai rata-rata Tahap Refleksi Berdasarkan penelitian tindakan kelas pada siklus i, maka dapat dikatakan Dari hasil pengamatan dan penilaian diperoleh data tentang aktifitas guru dalam pembelajaran menunjukkan kategori sangat baik. Dari hasil pengamatan aktifitas siswa yamg sesuai dengan pembelajaran . n tas. menunjukkan peningkatan yang pesat. Dari hasil pengamatan aktifitas siswa yang tidak sesuai dengan pembelajaran . ff tas. menunjukkan hasil sebanyak 17 siswa aktifitasnya dikategorikan baik dan 23 siswa dikategorikan aktifitas belajarnya sangat Prestasi belajar Kewarganegaraan setelah siswa mengikuti tes didapat hasil nilai tertinggi 90, nilai terendah 65 dan nilai rata-rata 76,9. Hal ini menunjukkan keberhasilan sudah tercapai. Oleh karena itu, penelitian ini tidak perlu dilanjutkan lagi. Pembahasan Penelitian ini baru berlangsung sebanyak 3 siklus, maka diharapkan guru lain untuk dapat melanjutkan penelitian ini untuk mendapatkan penemuan yang lebih signifikan. Pendekatan inquiri dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Hal ini dapat dijadikan suatu model pembelajaran untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Nildawati Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar PKn. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Berdasarkan pengamatan dan tes prestasi belajar serta pembahasan dapat disimpulkan bahwa Pendekatan Inquiri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PPKn siswa Kelas VI SD Negeri 2 Natar Lampung Selatan TP 2019/2020. Pendekatan inquiri merupakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah. Pendekatan ini menempatkan siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kekreatifan dalam memecahkan masalah. Siswa betul-betul ditempatkan sebagai subjek belajar. Peran guru dalam pendekatan ini adalah pembimbing belajar dan fasilitator Tugas utama guru adalah memilih masalah yang perlu diberikan ke kelas untuk dipecahkan. Guru juga dituntut untuk menyediakan sumber belajar, mengadakan bimbingan dan pengawasan serta guru tidak boleh ikut campur tangan atau intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah. Tabel 13. Prestasi belajar siswa Pendidikan Kewarganegaraan Kategori Siklus I Siklus II Siklus i Nilai tertinggi Nilai terendah Nilai rata-rata Dalam penelitian tindakan kelas ini yang telah dilakukan dengan tema peningkatan aktivitas belajar dengan pendekatan inquiri pada mata pelajaran kewarganegaraan di kelas VI SDN 2 Natar Kabupaten Lampung Selatan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020, dimana penelitian itu terdiri dari tiga siklus, ternyata dapat meningkatkan aktivitas guru dalam pembelajaran, meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan prestasi belajar siswa. SIMPULAN Hasil analis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa siklus I rata Ae rata % 61,6 siklus II diperoleh 71,0, dan siklus i Rata-rata 76,9 Peningkatan aktivitas siswa siklus I diperoleh 67,5%, siklus II diperoleh 77,5%, dan siklus i diperoleh 82,5%. Dengan demikian, penerapan pendekatan Inquiri dapat meningkatkan hasil belajar PPKn Membaca Peta Lingkungan pada siswa Kelas VI SDN 2 Natar Tahun Pelajaran 2019 /2020. DAFTAR PUSTAKA