Jurnal Semnasdik Vol. No. Desember 2024, hlm. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH) Berbantuan Kartu Uno Dengan LKPD Word Square Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IX Di SMP Negeri 3 Tana Righu Alvivin Umbu Limbu1. Vidriana Oktoviana Bano2. Audrey Louise Makatita3 123Program Studi Pendidikan Biologi. FKIP. Universitas Kristen Wira Wacana Sumba Email Penulis: vivilimbu@gmail. com 1 , vidri. bano@unkriswina. id 2, audreymakatita@unkriswina. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IX B SMP Negeri 3 Tana Righu setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan dua siklus masing-masing yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yang dijadikan sampel adalah peserta didik kelas IX B SMP Negeri 3 Tana Righu Semester Ganjil TA 2024/2025, dengan jumlah 28 orang terdiri dari 17 laki-laki dan 11 perempuan yang dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada siklus I dan II terlihat jelas peserta didik terlibat aktif dalam bertanya, diskusi, maupun memberikan tanggapan yang dibantu dengan media Kartu UNO dan LKPD Word Square dapat meningkatkan Hasil belajar pada materi Sistem Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan. Kondisi awal 25% yang tuntas dan tidak tuntas 75% sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 71% yang tuntas dan tidak tuntas 29% dan pada siklus II meningkat menjadi 89% yang tuntas dan tidak tuntas 11%. Hasil belajar afektif menunjukkan aspek jujur, tanggung jawab, disiplin, dan kerjasama terdapat perbandingan antara siklus I memperoleh nilai 36% kategori baik dan 64% kategori kurang baik, sedangkan siklus II ada peningkatan memperoleh nilai 82% kategori sangat baik dan 18% kategori kurang. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru IPA untuk mencoba menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay berbantuan kartu uno dengan lkpd word square untuk meningkatkan hasil Kata kunci: Course Review Horay (CRH). Kartu Uno. Word Square. Hasil Belajar ABSTRACT The purpose of this study was to determine the improvement in learning outcomes of class IX B students of SMP Negeri 3 Tana Righu after implementing the cooperative learning model of the course review horay type. This type of research is Clasroom Action Research (CAR). This research uses two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects used as sampless were students of class IX B SMP Negeri 3 Tana Righu in the odd semester of the 2024/2025 Academis Year, with a total of 28 people consisting 0f 17 males and 11 females wich was carried out on November 6-8 2024. The data analysis technique used quatitative The results of the study showed that that thu use of the cooperative learning model of the course review horay type in cycles I and II clearly showed that students were actively inloved in asking questions, discussing, and providing responses assisted by UNO Card media and LKPD Word Square can improve learning outcomes in the subject of Plant and Animal Reproduvtive System. The initial condition 25% wich was complete and 75% was not complete, while in cycle I it increased to 71% which was complete and 29% was not complete and in cycle II it increased to 89% which was complete and 11% was not complete. Affective learning outcomes that show aspects of honesty, responsibility, discipline, and cooperation, there is a comparison beetwen cycle I obtaining a value of 36% in the good category and 64% in the less good category, while in cycle II there was an increase in obtaining a value of 82% in the very good category and 18% in the less category. Based on the results of the study, it is recommended for science teachers to try using the cooperative learning model of the course review horay type assisted by uno cards with lkpd word square to improve learning outcomes. Key words: Course Review Horay (CRH). Uno Cards. Word Square. Learning Results PENDAHULUAN Berdasarkan hasil wawancara yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Tana Righu pada tanggal 20 Maret 2024 dengan guru IPA kelas Vi (MSP). Diketahui bahwa hasil belajar PTS pada pembelajaran IPA peserta didik kelas Vi B Semester Genap TA 2023/2024 masih rendah. Adapun hasil belajar peserta didik, yang diambil dari nilai PTS pada semester genap dengan KKM yang ditentukan 63 yaitu dari 28 peserta didik, hanya terdapat 7 orang peserta didik yang mencapai KKM dengan ketuntasan 25% sedangkan 21 orang peserta didik yang tidak mencapai KKM dengan ketuntasan 75%. Pada proses pembelajaran berlangsung hanya terdapat 25-30% peserta didik yang aktif, permasalahan yang dihadapi ialah banyak peserta didik yang jarang bertanya, ini dapat disebabkan oleh kurangnya keragaman model pembelajaran. Hal ini membuat peserta didik tidak dibiasakan belajar secara aktif dalam proses pembelajaran. Terbit online pada laman web: https:// https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Limbu, dkk. Penerapan Model CRH dengan Kartu Uno Salah satu solusi yang dapat diatasi dengan cara menerapkan model kooperatif yang dapat memotivasi peserta didik untuk lebih aktif. Melalui pembelajaran kooperatif, peserta didik dapat memaksimalkan pembelajarannya sehingga meningkatkan pemahamannya dengan baik (Chubbi, 2017:. Sehingga model pembelajaran kooperatif dapat diartikan sebagai model yang pelaksanaannya membutuhkan kerja sama antar kelompok, dengan mengerjakan sesuatu atau menyelesaikan masalah secara bersama-sama dan saling membantu satu sama lainnya dalam satu tim. Menurut Kaharuddin & Hajeniati . pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang memposisikan peserta didik dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari perempuan dan laki-laki untuk saling berkerja sama dalam megikuti pembelajaran maupun menyelesaikan tugas yang diberikan. Salah satu yang mendasari pengembangan pembelajaran kooperatif adalah adanya sinergi yang muncul melalui kerja sama agar dapat meningkatkan motivasi yang jauh lebih besar daripada melalui lingkungan individual. Kelompok-kelompok integratif memiliki pengaruh yang lebih besar daripada kelompok yang dibentuk secara Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang menggunakan kelompok sehingga peserta didik bekerja bersama untuk memaksimalkan kegiatan belajarnya sendiri dan juga teman kelompoknya Anitah et al. Model Course Review Horay merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif. Menurut Kurniansih & Sani . model pembelajaran course review horay adalah model yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap peserta didik yang dapat menjawab dengan benar maka peserta didik tersebut diwajibkan berteriak AuhoreAy atau yel-yel yang disepakati. Selanjutnya Huda . menjelaskan bahwa model pembelajaran course review horay membantu peserta didik untuk memahami konsep dengan baik melalui diskusi kelompok karena dengan model ini akan dilakukan pengujian pemahaman peserta didik pada materi pelajaran dan langsung dibahas sehingga peserta didik dapat mengetahui jawabannya benar atau salah. Model ini melatih peserta didik menyelesaikan masalah, peserta didik yang paling terdahulu mendapatkan tanda benar berteriak hore atau yel-yel lainnya. Menurut Imran dalam (Nur. Malechah, 2. model pembelajaran Course Review Horay merupakan suatu model pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya, yang paling dulu mendapatkan tanda benar vertikal atau horizontal, atau diagonal langsung berteriak horey selaras dengan pendapat tersebut. Dwintara . berpendapat bahwa model pembelajaran Course Review Horay adalah suatu model pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya, yang paling dulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay. Adapun langkah-langkah model course review horay menurut Mannahali & Astuti . langkahlangkah sebagai berikut : Guru menyajikan materi dan memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. Untuk menguji pemahaman, peserta didik disuruh membuat kotak sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka yang ditentukan guru. Guru membaca soal secara acak dan peserta didik menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru. Kemudian guru dan peserta didik mendiskusikan soal yang diberikan tadi. Bagi pertanyaan yang dijawab dengan benar, peserta didik memberi tanda benar (O. dan langsung berteriak Aohoree!!Ao. Nilai peserta didik dihitung dari jawaban yang benar dan banyak berteriak Aohoree!!Ao. Guru memberikan reward pada kelompok yang memperoleh nilai tertinggi atau yang paling sering berteriak Aohoree!!Ao. Menurut Budiyanto . kelebihan model Course Review Horay adalah sebagai berikut: . Pembelajarannya yang menarik dan membuat peserta didik untuk terjun kedalamnya. Pembelajaran yang diselingi sedikit hiburan sehingga peserta didik tidak cepat bosan. Peserta didik lebih semangat belajar karena suasananya menyenangkan. Melatih kekompakan. Menurut Shoimin . kekurangan model course review horay yaitu Au. Adanya peluang untuk curang. Peserta didik aktif dan pasif nilainya disamakanAy . penyamarataan nilai antara peserta didik yang pasif dan aktif. Adanya peluang untuk curang. Beresiko menganggu suasana belajar kelas yang lainAy. Setelah menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari model CRH diatas diperlukan media yang menarik yaitu kartu uno. Pengertian kartu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . adalah kertas tebal yang berbentuk persegi panjang . ntuk berbagai keperluan, hampir sama dengan karci. Permainan kartu merupakan permainan yang melibatkan banyak orang dan biasanya dalam permainan kartu dimainkan berdasarkan giliran main. Untuk jenis permainan ini digunakan dalam sekumpulan kartu yang umumnya berjumlah 52 kartu. Tetapi ada yang menggunakan jumlah kartu yang berbeda, seperti Uno yang berjumlah 108 kartu. Kartu yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kartu Uno sebagai alat evaluasi belajar karena merupakan salah satu permainan kartu yang digemari oleh pelajar. Sedangkan menurut Rohrig . 8: . Uno adalah salah satu permainan keluarga yang terkenal didunia dengan aturan permainan yang cukup mudah untuk dimainkan oleh siapapun dan di atas usia tujuh tahun. Kartu Uno dirancang sebagai alternatif penyampain materi SDA. Adapun manfaat kartu Uno yakni untuk memberi semangat peserta didik dan menarik perhaitan peserta didik dalam mempelajari IPAS, dapat membantu peserta didik supaya terampil berpikir kritis dalam menyelsaikan pertanyaan terkait sumber daya alam, dapat mewujudkan situasi pembelajaran menyenangkan serta dapat mengukur tingkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik menurut (Lutfiyatul, 2022:. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Word Square merupakan suatu media pembelajaran yang didalamnya terdapat kotak-kotak kata dan berisi kumpulan huruf. Huruf-huruf tersebut merupakan jawaban dari Terbit online pada laman web: https:// https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Limbu, dkk. Penerapan Model CRH dengan Kartu Uno pertanyaan yang disajikan kemudian harus ditemukan sendiri oleh peserta didik. LKPD Word Square dapat meningkatkan keaktifan selama proses pembelajaran dan melatih kemampuan peserta didik dalam berpikir secara teliti dan kritis, melatih ketepatan peserta didik dalam menjawab pertanyaan, serta penguat pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan (Rahman et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peningkatan hasil belajar peserta didik diterapkan model pembelajaran Course Review Horay berbantuan media kartu Uno dengan lkpd Word Square untuk peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi Sistem Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan di kelas IX SMP Negeri 3 Tana Righu. Berikut ini yang menjadi manfaat praktis khusunya bagi peserta didik yang bisa meningkatkan hasil belajar dari penerapan model pembelajaran course review horay. Bagi guru penelitian ini dapat memberikan masukan dan dijadikan panduan dalam pengajaran menerapkan model pembelajaran course review horay berbantuan kartu uno dengan lkpd word square. Ruang lingkup yang digunakan untuk memandu penelitian ini yaitu. Materi pembelajaran yang digunakan pada KD3. 2 Menganalisis sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan serta penerapan teknologi pada sistem reproduksi tumbuhan dan hewan. Subjek dalam ini adalah peserta didik kelas IX B SMP Negeri 3 Tana Righu dengan jumlah 28 peserta didik, 17 orang laki-laki dan 11 orang perempuan Semester Ganjil Tahun Ajaran 2024/2025. Hasil belajar yang diukur dibagi menjadi dua bagian kognitif dan afektif. Untuk mengukur ranah afektif yaitu jujur, tanggung jawab, disiplin dan kerja sama. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas . lasroom action researc. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Media yang digunakan adalah media Kartu Uno yang pertama yakni kartu angka. Kartu ini memiliki empat warna yakni merah, kuning, hijau, dan biru. Setiap kartu memiliki angka dari 1 hingga 9 yang terdapat pada 2 kartu disetiap warnanya. Ada angka 0 yang hanya berjumlah satu kartu setiap warnanya dan LKPD Word Square di buat dengan berbentuk kotak ada sejumlah kata yang disusun hingga kata-kata tersebut di baca kedepan, kebelakang, ke atas dan ke bawah agar peserta didik dapat mencocokkan jawaban pada kotak-kotak jawaban yang sudah disediakan oleh Beberapa penelitian yang relevan dapat dikemukakan antara lain penelitian Anggraini et al. , . yang menerapkan model Course Review Horay untuk meningkatkan minat serta hasil belajar. Hasil penelitian tersebut menunjukkan perbaikan pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada mata kuliah Zoologi Vertebrata. Program Studi Pendidikan Biologi. Universitas Bengkulu dapat meningkatkan hasil belajar. Hal ini terlihat pada siklus I hasil belajar mahasiswa dengan kriteia belum tuntas meningkat pada siklus II dengan kriteria tuntas. Penelitian dengan model ini juga pernah dilakukan oleh Fatmawati . yang membandingkan hasil belajar peserta didik melalui model Course Review Horay dengan Index Card Match. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik menggunakan model course review horay lebih besar dibandingkan dengan model Index Card Match. Sama halnya dengan Dewi et al. , . yang menggunakan strategi Course Review Horay untuk meningkatkan etos kerja peserta didik SMA Kelas XI dalam pembelajaran matematika. Hasilnya diketahui bahwa penggunaan model ini menunjukkan adanya peningkatan etos kerja peserta didik sebesar 25%. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Course Review Horay bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik. Terdapat dua penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini. Pertama yaitu penelitian yang dilakukan oleh Khauwak . dengan judul AuPengaruh Penggunaan Media Kartu Uno Terhadap Kemampuan Menulis Kalimat Pinyin pada Peserta didik Kelas XII APH 2 SMK YPM 2 Taman Sidoarjo Tahun Ajaran 2015/2016Ay. Kedua yaitu penelitian yang dilakukan oleh Sulistyo . AuPengaruh Penggunaan Media Kartu Domino terhadap Penguasaan Kosakata dan Penyusunan Kalimat Bahasa Mandarin pada Peserta didik kelas X MIA 5 NU 1 Gresik Tahun Ajaran 2015/2016. Berdasarkan persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian relevan, maka kebaruan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan kartu Uno dengan LKPD Word Square. Yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah AuPenerapan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Berbantuan Kartu Uno Dengan LKPD Word Square Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IX Di SMP Negeri 3 Tana Righu. METODE PENELITIAN Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Clasroom Action Reseach (CAR) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas . tempat ia mengajar dengan tekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran (Aqib & Amrullah,. Sedangkan pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata Pelajaran IPA. Oleh karena itu peneliti bermaksud melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) berbantuan kartu uno dengan lkpd word square untuk meningkatkan hasil belajar. penelitian dua siklus Kemmis dan Mc Taggart, yang menguraikan empat proses yang membentuk satu siklus atau putaran dan mencakup . perencanaan, . pelaksanaan, . observasi, dan . refleksi, digunakan untuk melakukan tindakan kelas. Sebelum menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan kartu uno dengan lkpd word square untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, penelitian melakukan prasiklus guna mengevaluasi hasil Terbit online pada laman web: https:// https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Limbu, dkk. Penerapan Model CRH dengan Kartu Uno belajar peserta didik mencocokan hasil belajar dengan siklus 1 dan 2. Teknik penggumpulan data yaitu: prosedur tes, observasi, dan dokumentasi semuanya akan digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Data yang diperoleh akan diolah dengan mengunakan rumus untuk menentukan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik. Lokasi penelitian ini adalah di SMP Negeri 3 Tana Righu kelas IX. Desa Kalebu Anakaka. Kota Waikabubak. Kabupaten Sumba Barat dan penelitian ini dilakukan di semester Ganjil T. A 2024/2025. Subjek penelitian peserta didik kelas IX B SMP Negeri 3 Tana Righu dengan jumlah peserta didik laki-laki 17 orang dan perempuan 11 orang sehingga total sampel yang digunakan 28 orang peserta didik dengan sasaran utama untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan kartu uno dengan lkpd word square untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay berbantuan kartu uno dengan lkpd word square untuk meningkatkan hasil belaja peserta didik. Hal ini akan memungkinkan peserta didik untuk belajar lebih banyak tentang materi pelajaran, menyuarakan pendapat mereka, berpartisipasi lebih aktif di kelas, dan memahaminya dengan lebih baik. Selain itu, peserta didik akan menjadi tertarik dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sugianto . , bahwa peserta didik dapat berkolaborasi dengan teman sebayanya untuk belajar, mendengar apa yang dikatakan peserta didik lain, serta terlibat dan produktif dalam pendekatan pembelajaran course review horay. Tiga pertemuan dilakukan peneliti untuk melakukan kajian proses belajar mengajar: pra siklus, siklus 1, dan siklus 2. Nilai Hasil posttest dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Nilai Hasil Posttest Prasiklus Rata-Rata 56,78 Jumlah peserta didik yang tuntas Jumlah peserta didik yang tidak Persentase Tuntas Persentase tidak tuntas Dari tabel 1 diketahui rata-rata hasil tes peserta didik untuk prasiklus adalah 56,78 dengan peserta didik yang mengalami ketuntasan sebesar 7 peserta didik . %) rata-rata nilai tersebut masih tergolong rendah karena belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 63. Peneliti belum menggunakan model pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya pada kegiatan prasiklus. Asyafah . , menegaskan bahwa model pembelajaran merupakan unsur krusial dalam pengembangan keberhasilan pembelajaran, menunjang peserta didik sepanjang proses pembelajaran dan memungkinkan mereka mencapai tujuan Karena kegiatan prasiklus tidak menggunakan paradigma pembelajaran, maka dapat dikatakan rendahnya nilai persentasenya disebabkan oleh hal tersebut. Perhatian peserta didik masih tertuju pada guru sepanjang latihan ini, dan mereka masih asyik berbagi cerita dengan teman-temannya. Akibatnya, peserta didik kurang berpartisipasi di kelas dan menerima nilai tugas yang lebih rendah. SIKLUS 1 Kegiatan siklus 1 terdiri dari empat fase: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil belajar peserta didik, peneliti menemukan sejumlah kekurangan dalam siklus I Sementara beberapa peserta didik melakukan pekerjaan mereka dengan baik selama pembelajaran. Peneliti sudah mempersiapkan kegiatan penelahan yakni menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, serta soal permainan kartu Uno dengan LKPD Word Square, di mana peserta didik harus menjawab pertanyaan permainan yang diberikan untuk mengukur kualitas belajar mereka. Untuk menilai hasil belajar peserta didik, peneliti memberikan soal post-test pada akhir Post-test merupakan tugas penilaian yang diselesaikan instruktur setelah penyampaian materi setiap Pelajaran Magdalena et al. , . Rekapan nilai hasil post-test dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Nilai Hasil Siklus I Rata-Rata Jumlah peserta didik yang tuntas Jumlah peserta didik yang tidak Persentase Tuntas Persentase tidak tuntas 68,92 Berdasarkan hasil siklus 1 yang dilakukan di SMP Negeri 3 Tana Righu pada mata Pelajaran IPA kelas IX, 20 orang peserta didik mencapai KKM dengan presentase 71%, maka dari itu penerapan model pembelajaran Terbit online pada laman web: https:// https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Limbu, dkk. Penerapan Model CRH dengan Kartu Uno Kooperatif tipe Course Review Horay Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 3 Tana Righu, dan peneliti akan melanjutkan ke siklus II untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. SIKLUS 2 Tujuan pembelajaran peserta didik siklus 2 sangat berhasil diselesaikan, memberikan hasil yang maksimal sehingga banyak peserta didik yang memperoleh nilai di atas KKM atau 90. Peneliti menemukan bahwa terdapat lebih banyak kemajuan dalam tahap refleksi sehubungan dengan hasil belajar peserta didik dan aktivitas kelas. Oleh karena itu, kegiatan peserta didik siklus II dipaparkan penambahan yang sangat baik, dan peserta didik sangat menyukai pengalaman belajarnya Karena paradigma pembelajaran kooperatif Course review Horay mendorong peserta didik secara aktif mengkomunikasikan ide satu sama lain membantu guru mencapai bagian dari pemahaman konseptual, hasil belajar peserta didik dapat meningkat Esminarto et al. , . Hasil pengamatan terkait dengan aspek penilaian kognitif pada kegiatan siklus 2 yang terdapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Nilai Hasil Siklus II Rata-Rata 78,57 Jumlah peserta didik yang tuntas Jumlah peserta didik yang tidak Persentase Tuntas Persentase tidak tuntas Untuk hasil belajar peserta didik yang ditunjukkan pada tabel . , rata-rata skor aktivitas posttest sebesar 78,57%. Dari peserta didik tersebut, 25 orang menyelesaikan tugas dengan tingkat penyelesaian 89%, dan 3 peserta didik tidak menyelesaikannya dengan tingkat penyelesaian 11%. Peserta didik pada siklus II mencapai tujuan pembelajaran dengan cukup baik dan menghasilkan hasil yang sangat baik. Data peneliti menunjukkan adanya peningkatan nyata dalam penyajian hasil belajar peserta didik pada setiap tugas pembelajaran. Dibandingkan dengan siklus 1 yang sebesar 71%, aktivitas prasiklus dalam memberikan hasil belajar peserta didik sebesar 25%. Dan pada siklus 2 mencapai titik tertinggi yaitu 89%. Hal ini menyatakan bahwa pendekatan penelaahan course review horay telah efisien dalam meluaskan produk belajar peserta didik pada mata pelajaran system perkembangbiakan tumbuhan dan hewan Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tana Righu. Guru menggunakan model pembelajaran kooperatif, seperti tipe Course Review Horay, untuk membantu peserta didik memperoleh komponen pengetahuan konseptual tertentu dengan meminta mereka terlibat dalam diskusi satu sama lain dan memahami isinya. Selain itu, dengan menerapkan model pembelajaran CRH sesuai dengan pedoman serta praktik, sehigga hasil belajar peserta didik meningkat Esminarto, et al. Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik PRASIKLUS SIKLUS 1 Tuntas SIKLUS 2 Tidak Tuntas Gambar 1. Hasil Belajar Peserta Didik Pada Prasiklus. Siklus 1 Dan Siklus 2. Terbit online pada laman web: https:// https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Limbu, dkk. Penerapan Model CRH dengan Kartu Uno Berdasarkan data pada gambar dapat diketahui pada pertemuan pertama sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif Course Review Horay yaitu kegiatan prasiklus. Ditemukan nilai rata-rata seluruh peserta didik adalah 56,78, presentase hasil belajar peserta didik dengan predikat tertinggi 25% dan predikat terendah Hal ini menunjukan bahwa hasil belajar peserta didik sebelum menggunakan model pembelajaran masih rendah, dan pada pertemuan ke dua pada siklus 1 dimana nilai rata-rata seluruh siswa 68,92 yang tuntas 20 orang peserta didik dengan presentase 71% dan peserta didik yang tidak tuntas 8 orang dengan presentase 29%. Sedangkan pada pertemuan ke tiga kegiatan siklus II nilai rata-rata siswa 78,57 dengan jumlah peserta didik yang tuntas 25 orang dengan presentase 89% dan tidak tuntas 3 orang dengan jumlah presentase 11%. Hal ini menunjukan hasil belajar ranah kognitif peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe CRH mengalami peningkatan. Menurut Yusri, et al. , . model Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar pada ranah kognitif. Hasil Belajar Afektif Peserta Didik Siklus I Siklus II Baik Kurang Gambar 2. Pesentase Ranah Afektif Berdasarkan gambar 2 terdapat perbandingan siklus I memperoleh nilai 36% kategori baik, dan 64% di kategorikan kurang baik, sedangkan pada siklus II ada peningkatan atau memperoleh nilai 82% dengan kategori baik dan 18% dikategorikan kurang. Hal ini menunjukkan hasil belajar ranah afektif peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay berbantuan kartu Uno dengan LKPD Word Square mengalami peningkatan. Hasil tes akhir siklus I yang diberikan menunjukkan rata-rata nilai yang diperoleh peserta didik pada siklus I yaitu 70, dalam taraf keberhasilan tindakan diadaptasi dari (Djamarah dan Zain, 2. ketuntasan tersebut berada pada kategori cukup (C). Sedangkan pada siklus II berdasarkan dengan tetap menerapkan model pembelajaran kooperatife tipe course review horay diperoleh hasil tes dengan nilai rata-rata hasil belajar yaitu 42, artinya pada siklus II ini sudah mencapai taraf keberhasilan dengan kategori baik (B). Kriteria yang digunakan untuk mengungkapkan kemampuan peseta didik sesuai yang dikemukakan oleh (Djamarah dan Zain, 2. Berdasarkan kriteria standar tersebut hasil belajar peserta didik menunjukkan ketuntasan Ou 76%, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatife tipe course review horay dapat meningkatkan proses dan hasil belajar matematika tentang penyajian data peserta didik kelas V UPTD SPF SD Negeri 9 Mallanroe Kabupaten Soppeng. Selanjutnya peneliti ini dianggap telah berhasil dan dihentikan di siklus II. Menurut Jusman. et al . Peningkatan hasil belajar peserta didik hingga tercapainya kriteria ketuntasan pada siklus ketiga dipengaruh oleh motivasi belajar. Model pembelajaran CRH dengan media LDS dan power point membuat motivasi belajar meningkat setiap siklusnya aktivitas peserta didik semakin membaik yang terlihat pada kemampuan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik serta dalam memahami materi yang membuat hasil belajar terus meningkat. Penerapan model pembelajaran CRH dapat meningkatka motivasi belajar peserta didik. Dilihat pada hasil penelitian yang semakin meningkat setiap siklusnya yakni 35,69% pada pra siklus dengan kategori rendah, 38,95% pada siklus I dengan kategori rendah, 59,71% pada siklus II dengan kategori sedang dan 78,95% pada siklus i dengan kategori tinggi. Penerapan model pembelajaran CRH dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dilihat pada hasil penelitian yang semakin meningkat setiap siklusnya. Pada siklus I, nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 53,4 dengan daya serap klasikal sebesar 66,75% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 16%. Pada siklus II, nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 72,5 dengan daya serap klasikal sebesar 79,67% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar Terbit online pada laman web: https:// https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Limbu, dkk. Penerapan Model CRH dengan Kartu Uno 57,69%. Pada siklus i, nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 78,7 dengan daya serap klasikal sebesar 87,52% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 84,61%. Penelitian Pungky. Samsusilowati . berjudul AuPengembangan Permainan Kartu Uno Sebagai Alat Evaluasi Pembelajaran Akuntansi di SMK YPKK 2 SlemanAy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media kartu uno sebagai alat evaluasi masuk dalam kategori sangat layak . ,2%) dan sangat baik. Aspek tampilan dan pendukung penyajian dalam kategori sangat layak . %) dan sangat baik. Aspek komunikasi visual dalam kategori sangat layak . Aspek kebermanfaatan dalam kategori sangat layak . dan sangat baik. Secara keseluruhan memperoleh rata-rata skor 76,6 kategori sangat layak . Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan adalah penggunaan media pembelajaran kartu uno sebagai alat evaluasi hasil belajar. Sedangkan perbedaan dengan penelitian ini terletak pada materi, model, dan tempat penelitian. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Nisma. , & Dayanti . dengan judul penelitian AuPenerapan strategi Pembelajaran Word Square Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Peserta Didik kelas IV MI Darrusalam Kuala Nenas Kabupaten KamparAy. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik sebelum tindakan dengan nilai rata-rata sebesar 68,33 dan peserta didik yang tuntas 7 orang dengan persentase 58%. Pada siklus I nilai rata-rata sebesar 73,33 dan peserta didik yang tuntas 8 orang dengan persentase 67%. Sedangkan pada siklus II rata-rata sebesar 90 dan peserta didik yang tuntas sebanyak 11 orang dengan persentase 92%. Persamaan penelitian ini dengan penelitian Nisma adalah samasama meneliti model pembelajaran Word Square pada kelas 4, perbedaannya adalah pada mata pelajaran, dan tempat penelitian. Berdasarkan penelitian Nisma, hikmah yang dapat diambil adalah bahwa penggunaan model Word Square memiliki pengaruh yang kuat terhadap hasil belajar peserta didik. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Course Review Horay (CRH) secara signifikan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA, terbukti dengan adanya peningkatan nilai tes yang nyata dari pra siklus ke siklus I, dan Siklus II. Pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan keterlibatan dan partisipasi peserta didik yang lebih besar namun juga memfasilitasi pemahaman dan potensi materi yang lebih baik. Secara spesifik, 7 peserta didik menyelesaikan materi dengan persentase ketuntasan 25% dan 75% peserta didik gagal memenuhi hasil belajar dengan persentase nilai rata-rata 56,78%. Jika diterapkan pada system ekskresi perkembangbiakan tumbuhan dan hewan, model pembelajaran course review horay pada Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) belajar dengan baik. Peserta didik yang mengalami perkembangan pada siklus I pada aspek afektif terdapat 10 peserta didik yang berpredikat baik, 18 peserta didik berpredikat kurang baik, terlihat dari hasil kerja LKPD word square dan hasil belajarnya. Pada komponen afektif pada siklus II semua peserta didik mendapat nilai tinggi yaitu 90% karena adanya perubahan dalam belajar dan adanya kerja sama dalam kelompok. Peniliti memakai model pembelajaran CRH menggunakan siklus nilai ratarata seluruh peserta didik, terjadi presentase peningkatan hasil belajar peserta didik sebesar 72,32%. 23 orang dengan presentase 82% tuntas, sedangakan 5 orang peserta didik dengan presentase 18% tidak tuntas. Peneliti kemudian menghentikan pembelajaran hingga siklus ke-2, yang Dimana nilai rata-rata seluruh peserta didik adalah 78,57% untuk yang tuntas 25 orang dengan presentase 89% dan 3 orang peserta didik yang tidak tuntas dengan presentase 11%. Peningkatan hasil belajar sudah sesuai dengan standar ketuntasan. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, peneliti menawar rekomendasi yakni: a. Bagi guru: Mengikuti kegiatan musyawara guru mata pelajaran dalam menyusun perangkat perlu memakai model pembelajaran CRH yakni menjadi baik, dapat membantu peserta didik lebih aktif, sehingga memiliki kemampuan yang tinggi mengelola kelas pada saat proses belajar mengajar. Bagi Peneliti: Peneliti diharapkan dapat menggunakan metode dan media pembelajaran yang lebih menarik lagi untuk membuat peserta didik lebih aktif dan menghidupkan suasana belajar dalam kelas. Peneliti diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan model pembelajaran course review horay pada mata pelajaran lain. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kepada kepala sekolah dan guru-guru dan juga peserta didik. SMP Negeri 3 Tana Righu yang sudah mengijinkan dan melakukan penelitian sehingga berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA