Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Efektifitas Stimulasi Putting Terhadap Frekuensi dan Durasi Kontraksi Uterus pada Ibu Hamil Cukup Bulan The Effectiveness of Nipple Stimulation on the Frequency and Duration of Uterine Contractions in Full-Term Pregnant Women Dita Wahyu Kumalasari1*. Septi Tri Aksari2. Norif Didik Nur Imanah3. Dahlia Arif Rantauni4 Mahasiswa Program Studi Di Kebidanan. STIKES Serulingmas Cilacap 2,3,4 Dosen Program Studi Di Kebidanan. STIKES Serulingmas Cilacap *Corresponding : ditawahyukumalasari16@gmail. ABSTRAK Persalinan merupakan proses fisiologis yang kompleks, melibatkan perubahan hormonal dan Salah satu hormon yang berperan penting dalam proses ini adalah oksitosin, yang berfungsi merangsang kontraksi uterus. Salah satu metode non-farmakologis yang telah lama digunakan untuk merangsang pelepasan oksitosin secara alami adalah stimulasi putting (Fajriah & Fadilah, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stimulasi puting terhadap frekuensi kontraksi uterus pada ibu hamil cukup bulan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan, dan observasi pada satu subjek. Ny. W, usia 32 tahun, dengan usia kehamilan 40 1 minggu. Intervensi dilakukan dengan stimulasi puting susu selama 15 menit per sisi sebanyak 3 kali dalam satu hari selama 2 hari berturut-turut yaitu pada tanggal 04-05 April 2025. Hasil menunjukan peningkatan frekuensi kontraksi dari 1 kontraksi/10 menit menjadi 3-4 kontraksi/10 menit setelah stimulasi, sehingga pemberian stimulasi puting efektif untuk meningkatkan frekuensi kontraksi pada ibu hamil cukup bulan. Kata kunci : Stimulasi Puting. Kontraksi Uterus. Oksitosin ABSTRACT Labor is a complex physiological process involving hormonal and mechanical changes. One of the key hormones involved in this process is oxytocin, which functions to stimulate uterine contractions. One non-pharmacological method that has long been used to naturally stimulate the release of oxytocin is nipple stimulation (Fajriah & Fadilah, 2. This study aims to determine the effect of nipple stimulation on the frequency of uterine contractions in full-term pregnant women using a qualitative approach with a case study. Data collection Article History: Received: August 10 ,2025. Revised: September 12, 2025. Accepted: October 18, 2025 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 was conducted through interviews, examinations, and observations of a single subject. Mrs. W, aged 32, with a gestational age of 38 5 weeks. The intervention was carried out by stimulating each nipple for 15 minutes per side, three times a day for two consecutive days. The results showed an increase in the frequency of contractions from 2 contractions/10 minutes to 4Ae5 contractions/10 minutes after stimulation, indicating that nipple stimulation is effective in increasing the frequency of contractions in full-term pregnant Keywords : Nipple Stimulasi. Uterine contraction Oxytocin PENDAHULUAN karena itu, metode non-farmakologis mulai banyak Proses persalinan merupakan fase fisiologis dikembangkan sebagai alternatif induksi persalinan yang kompleks dan penting dalam kehamilan. yang lebih aman, alami, dan minim risiko(Star L Idealnya, persalinan dimulai secara spontan ketika Elizabeth. Atens G Zoe, 2. usia kehamilan mencapai cukup bulan (Ou37 Salah satu metode non-farmakologis yang Namun, tidak semua ibu hamil mengalami mulai mendapat perhatian adalah stimulasi puting. onset persalinan secara alami pada waktunya. Stimulasi puting adalah tindakan merangsang area Keterlambatan terjadinya kontraksi uterus dapat areola dan puting susu secara manual atau mekanik meningkatkan risiko komplikasi obstetri, baik pada dengan tujuan memicu pelepasan hormon oksitosin ibu maupun janin, seperti peningkatan intervensi secara endogen. Prosedur ini meniru rangsangan medis, ketuban pecah dini, hingga gangguan menyusui bayi baru lahir. Ketika puting distimulasi, kesejahteraan janin dalam kandungan (Fajriah & sinyal dihantarkan melalui saraf sensorik menuju Fadilah, 2. hipotalamus, memicu pelepasan oksitosin, sehingga Kondisi ini menimbulkan permasalahan dalam praktik kebidanan terkait upaya mempercepat Efektivitas stimulasi puting sebagai induksi alami terjadinya persalinan secara aman dan efektif. persalinan dinilai dari respons uterus berupa Induksi persalinan dalam praktik kebidanan, sering peningkatan frekuensi dan intensitas kontraksi menjadi pilihan ketika kehamilan sudah cukup (Rasyid, 2. bulan namun belum menunjukkan tanda-tanda Secara fisiologis, stimulasi puting memicu Induksi secara farmakologis, seperti pemberian oksitosin sintetik atau prostaglandin, meskipun efektif, tidak lepas dari efek samping (Ulfiana & Oktafia, 2. Oksitosin inilah yang seperti hiperstimulasi uterus, fetal distress, bahkan berperan merangsang otot polos uterus untuk berujung pada tindakan persalinan operatif. Oleh Selain Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 buku yang membahas mendukung terjadinya persalinan secara spontan terapi komplementer stimulasi putting. Teknik (Yeni Rahmawati et al. , 2. penelitian yaitu memberikan stimulasi putting susu Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini selama 15 menit tiap sisi sebanyak 3 kali dalam 2 dilakukan untuk menjawab permasalahan terkait hari berturut-turut yaitu pada tanggal 04-05 April menawarkan pendekatan non-farmakologis melalui stimulasi puting. Penelitian ini bertujuan untuk HASIL DAN PEMBAHASAN. mengetahui efektivitas stimulasi puting dalam Tabel 1 Perubahan frekuensi dan durasi kontraksi meningkatkan kontraksi uterus pada ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian stimulasi putting susu Secara teoritis, penelitian ini diharapkan intervensi non-farmakologis dalam mempercepat Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam memberikan asuhan meminimalisir risiko bagi ibu dan bayi. (Ulfiana & Oktafia, 2. Kontraksi Durasi Sebelum diberikan stimulasi 10x25Ay Sesudah diberikan stimulasi 3-4x 10x35Ay Berdasarkan hasil observasi pada Ny. W umur 32 tahun dengan usia kehamilan 40 1 minggu menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada frekuensi kontraksi uterus setelah Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan studi kasus yang dilaksanakan pada tanggal 04 bulan April tahun 2025. Subjek dalam penelitian ini yaitu Ny. W usia 32 tahun G2P1A0 usia kehamilan 40 1 minggu dan kontraksi masih jarang. Peneliti memberikan terapi pada responden yaitu Ny. W dengan stimulasi puting susu sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan frekuensi kontraksi pada ibu hamil. Sumber data dan jenis data yang digunakan menggunakan data Data Frekuensi Putting Susu dilakukan stimulasi puting pada ibu hamil cukup METODE PENELITIAN Pemberia Stimulasi wawancara dengan Ny. W serta pengamatan secara Peningkatan ini diduga kuat karena stimulasi puting menyebabkan pelepasan hormon oksitosin secara endogen, yang berperan penting dalam menstimulasi kontraksi uterus. Oksitosin bekerja langsung pada otot polos uterus, meningkatkan frekuensi, durasi, dan intensitas kontraksi (Bilqis Ida Fatmawati Weni Anggraini dkk, 2. Durasi intervensi yang diberikan sejalan dengan penelitian Purnami & Wahyuni . yaitu selama 15 menit (Purnami & Wahyuni, 2. Hasil ini sejalan dengan beberapa studi sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Yeni Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Rahmawati . menunjukkan bahwa nipple DAFTAR PUSTAKA stimulation memberikan efek positif pada kontraksi Bilqis Ida Fatmawati Weni Anggraini Dkk. Pengaruh Rangsangan Puting Susu Terhadap Kontraksi Uterus Pada Persalinan Kala I Fase Aktif Di RS Aura Syifa. Asuhan Kesehatan, 12. , 20Ae23. uterus ibu dan waktu persalinan menjadi lebih Implementasi penelitian tersebut diberikan mulai dari kala satu fase aktif, kala dua dan kala tiga persalinan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kontraksi uterus menjadi lebih meningkat dan waktu yang singkat(Yeni Rahmawati et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian pemberian stimulasi puting secara signifikan meningkatkan frekuensi kontraksi uterus pada ibu hamil cukup bulan, sehingga dapat menjadi alternatif non-farmakologis dalam induksi alami persalinan. Tenaga kesehatan, khususnya Fajriah. , & Fadilah. Pengaruh Nipple Stimulation Terhadap Kemajuan Persalinan Pada Ibu Primipara : Evidence Based Case Report (Ebc. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 3. , 142Ae153. Https://Doi. Org/10. 34011/Jks. V3i1. Purnami. , & Wahyuni. Phoenix Dactylifera Dan Nipple Massage Terhadap Phoenix Dactylifera And Nipple Massage To Accelerate First. Rasyid. Stimulasi Puting Susu Terhadap Lama Pengeluaran Plasenta. Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo, 6 . , 85. Https://Doi. Org/10. 52365/Jm. V6i2. Star L Elizabeth. Atens G Zoe. sebagai bagian dari asuhan kebidanan dengan Intrapartum Nipple Stimulation Therapy For Labor Induction: A Randomized Controlled External Pilot Study Of Acceptability And Feasibility. tetap memperhatikan kondisi ibu dan janin. Bagi Ulfiana. , & Oktafia. Intervensi Nipple bidan, dapat mempertimbangkan intervensi ini peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar serta menggunakan desain penelitian kuantitatif maupun eksperimen, sehingga dapat memperkuat bukti ilmiah terkait efektivitas stimulasi puting terhadap kontraksi uterus dan luaran persalinan. UCAPAN TERIMA KASIH