BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No1 MARET 2022 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 Analisis Potensi Pengembangan Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar Sebagai Desa Wisata Kerajinan Songket Heru PranataA Program Studi Tata Kelola Seni. Pascasarjana ISI Yogyakarta Jl. Suryodiningratan No. Suryodiningratan. Kec. Mantrijeron. Kota. Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta, 55143 Email: herupranata23137@gmail. ABSTRACT Oneform of tourism development that places the local community or community in its management is a tourist village. Pandai Sikek is a craft tourism Kenagarian . located in X Koto District. Tanah Datar Regency. West Sumatra Province as a weaving craft area known by the Minangkabau community as "Songket". This weaving craft has become the icon of Pandai Sikek which is the main destination for tourists visiting this area. This study aims to explore the potential for the development of Pandai Sikek as a songket craft tourism village based on a study of aspects of supply and aspects of demand in order to provide recommendations for the development of Nagari Pandai Sikek in the future. The approach used in this research is a mixed method, namely a qualitative method to examine aspects of supply . , community characteristics, and policies, and a quantitative method to examine aspects of tourism demand . The results show Pandai Sikek has the potential to be developed as a songket craft tourism village, but it needs improvement and optimization related to aspects of supply, namely: elements of accessibility, amenities, promotions, information and institutions. Keywords: Tourism Village. Pandai Sikek. Aspects SupplyAe Demand. Tourism System ABSTRAK Salah satu bentuk pengembangan pariwisata yang menempatkan masyarakat atau komunitas setempat dalam pengelolaannya adalah desa wisata. Pandai Sikek merupakan sebuah Kenagarian . wisata kerajinan yang terdapat di Kecamatan x Koto Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat sebagai daerah penghasil kerajinan tenun yang dikenal oleh masyarakat Minangkabau dengan nama AuSongketAy. Seni kerajinan tenun ini sudah menjadi ikonnya Pandai Sikek yang menjadi tujuan utama wisatawan berkunjung ke daerah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan Pandai Sikek sebagai desa wisata kerajinan songket berdasarkan kajian aspek sedian dan aspek permintaan guna memberikan rekomendasi pengembangan Nagari Pandai Sikek Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran, yaitu metode kualitatif untuk mengkaji aspek sediaan . , karakteristik masyarakat, serta kebijakan, dan metode kuantitatif untuk mengkaji aspek permintaan wisata . Hasil penelitian menunjukan Pandai Sikek memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata kerajinan songket, namun perlu perbaikan serta mengoptimalkan terkait aspek sediaan yaitu: elemen aksesibilitas, amenity, promosi, informasi dan kelembagaan. Kata Kunci: Desa Wisata. Pandai Sikek. Aspek Sediaan Ae Permintaan. Sistem Pariwisata BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No1 MARET 2022 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 sawah dan ladang yang berjejer di kaki gunung membuat mata sulit berpaling akan keindahan dan PENDAHULUAN Indonesia sebagai Negara yang memiliki keberagaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan serta bahasa menjadi suatu identitas yang dimiliki setiap daerah. Keberagaman ini sebagai kekayaan serta keindahan menjadi kontribusi besar terhadap pariwisata di Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa pariwisata mampu meningkatkan devisit Negara serta mampu mensejahterakan masyarakat Indonesia. Selain itu. Pandai Sikek merupakan daerah penghasil kerajinan tenun yang dikenal oleh masyarakat Minangkabau dengan nama AuSongketAy. Seni kerajinan tenun ini sudah menjadi ikonnya Pandai Sikek yang menjadi tujuan utama wisatawan berkunjung ke daerah ini. Keterampilan menenun ini sudah menjadi tradisi turun temurun dari masyarakat Pandai Sikek sejak tahun 1880-an hingga sekarang dan berkembang menjadi industri kecil menengah yang menjadi unggulan di Kabupaten Tanah Datar. Salah satu bentuk pengembangan pariwisata yang menempatkan masyarakat sebagai pemeran utamanyaadalah Community Based Tourism (CBT) atau sering disebut pariwisata berbasis masyarakat. CBT merupakan bentuk pariwisata yang dikelola oleh masyarakat lokal dengan mengutamakan prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial dan budaya untuk membantu wisatawan agar dapat mempelajari serta memahami tata cara hidup masayarakat lokal. CBT ini lebih mengutamakan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat lokal (Suansri, 2. Cara kerja CBT di tengah masyarakat adalah memberi ruang dan memfasilitasi masyarakat atau menjadikan masyarakat sebagai pengelola wisata untuk berinteraksi langsung dengan pengembangan objek wisata dan daya tarik wisata. Hasil dari tenunan songket Pandai Sikek ini memiliki ciri khas seperti penggunaan benang emas dan perak dengan ragam motif yang diterapkan serta digarap secara tradisional, sehingga diakui sebagai tenun songket terbaik dengan corak motif tradisional hasil dari stilisasi bentuk geometris dari flora dan fauna (Anas, 1. Songket dalam tradisi serta kehidupan masyarakat Minangkabau merupakan sebuah perangkat pakaian yang digunakan dalam berbagai upacara adat. Dari pakaian inilah seseorang dapat diketahui seberapa tinggi posisi serta pengaruh mereka di tengah-tengah masyarakat. Selain dari aspek budaya. Nagari Pandai Sikek juga memiliki potensi pengembangan jika ditinjau dari aspek geografis. Berkaitan dengan aspek geografis. Pandai Sikek hanya berjarak sekitar 16 km dari Bukittinggi yang dikenal sebagai the dreamland of Sumatera. Selain itu, dari aspek aksesibilitas Nagari Pandai Sikek juga mudah diakses karena hanya berjarak A4 km dari jalan lintas Padang- Bukittinggi dan A65 km dari Bandar Udara Internasional Minangkabau. Tujuan dari program ini adalah agar terwujudnya pariwisata yang berkelanjutan atau sustainable yang berpihak terhadap masyarakat khususnya mereka yang bermukim di destinasi Agar terwujudnya pariwisata berbasis masyarakat ini maka diperlukan pendampingan baik itu pihak pemerintah maupun pihak swasta . eran masyarakat lokal terkait aspek pengelolaan dan pengembangan objek wisata. Berdasarkan amatan sementara berkaitan dengan pengelolaan yang dilakukan masyarakat maupun pemerintah daerah selama ini terlihat dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat dan Nagari Pandai Sikek merupakan salah satu objek yang menjadi daya tarik wisata, maka perlu adanya studi khusus terkait sistem kepariwisataan melalui aspek sediaan dan aspek permintaan untuk mengeksplorasi potensi yang dimilikiNagari Pandai Sikek, dengan tujuan pengembangan Nagari Pandai Sikek menjadi desa wisata kerajinan songket sebagai media promosi songket baik nasional maupun mancanegara. Pendirian desa wisata merupakan salah satu bentuk penerapan CBT. Pengembangan desa wisata pembangunan ekonomi lokal yang diterapkan di berbagai daerah, hal ini bertumpu pada potensi sumber daya alam, kebudayaan serta masyarakatnya Melalui pengembangan desa wisata ini mampu mensejahterakan masyarakat serta menjaga kelestarian budaya, sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata yang berkesinambungan. Pandai sikek merupakan salah satu Kenagarian . di Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Daerah yang diapit oleh dua gunung yaitu Gunung Marapi dan Gunung Singgalang ini menjadi salah satu wilayah yang memiliki pesona alam yang eksotis serta budaya yang khas sebagai salah satu ceminan daerah Minangkabau yang kental akan adat istiadatnya. Berada di kaki Gunung Singgalang dengan ketinggian sekitar 1200 meter, suhu berkisaran 25A30A Celcius atau beriklim sejuk dengan hamparan 1 KAJIAN PUSTAKA Pariwisata Pada dasarnya, pariwisata muncul karena adanya interaksi antara wisatawan dengan penyedia jasa wisata/ industri wisata dalam menyediakan fasilitas dan layanan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, sehingga interaksi ini saling terhubung satu dengan yang lainnya. Seperti yangdijelaskan oleh (Gunn dan Var, 2. bahwa system pariwisata BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No1 MARET 2022 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 C Mengakui, mendukung dan mengembangkan C Mengikutsertakan anggota komunitas dalam memulai setiap aspek. C Mengembangkan kebanggaan komunitas. C Menjamin keberlanjutan lingkungan. C Mempertahankan keunikan karakter dan budaya di area lokal. C Membantu berkembangnya pembelajaran tentang pertukaran budaya pada komunitas. C Menghargai perbedaan budaya dan martabat C Mendistribusikan keuntungan secara adil pada anggota komunitas. C Berperan pendapatan dalam proyek yang ada di komunitas. Berdasarkan 10 prinsip di atas. Suansri . 3: 21-. mengelompokannya menjadi 5 prinsip yang menjadi aspek utama dalam Community Based Tourim di Tailand yaitu: C Prinsip ekonomi. dengan indikator timbulnya terciptanya lapangan pekerjaan di sector masyarakat lokal. C Prinsip social. dengan indikator adanya peningkatan kualitas hidup, meningkatnya kebanggaan komunitas, pembagian peran yang adil antara laki-laki dan perempuan, generasi muda dan tua, dan terdapat mekanisme penguatan organisasi komunitas. C Prinsip budaya. dengan indikator mendorong masyarakat untuk menghormati budaya yang berbeda, mendorong berkembangnya pertukaran budaya, dan adanya budaya pembangunan yang melekat erat dalam budaya lokal. C Prinsip mempelajari daya dukung daerah tersebut, terdapatnya system pembuangan sampah yang ramah lingkungan, dan adanya kepedulian tentang pentingnya konservasi. C Prinsip politik. dengan indikator adanya upaya peningkatan partisipasi dari penduduk lokal, adanya upaya untuk meningkatkan kekuasaan komunitas yang lebih luas, dan adanya mekanisme yang menjamin hak-hak masyarakat lokal dalam pengelolaan SDA. Desa Wisata Desa wisata merupakan suatu desa yang memiliki potensi serta daya tarik wisata yang khas, baik lingkungan alam maupun kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya yang dikelola secara menarik, alami dan terencana dengan tujuan meningkatkan kunjungan wisatawan dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat (Muliawan, 2. Adapun prinsip pengembangan desa wisata menurut Muliawan . dibedakan menjadi 5 sesungguhnya terbentuk dari aspek sediaan . dan permintaan . Aspek sediaan merupakan aspek-aspek yang terdiri dari daya tarik wisata, akomodasi, trasportasi, pelayanan, informasi dan promosi. Sedangkan aspek permintaan merupakan segala aspek yang berhubungan dengan permintaan dari wisatawan atau sebagai pasar . yang menyediakan kebutuhan serta keinginan dari wisatawan (Gunn dan Var. Gunn dan Var . mengemukan bahwa setidaknya terdapat Sembilan faktor eksternal dalam system pariwisata yang terdiri dari: sumber daya alam, kebudayaan, kewirausahaan, keuangan, tenaga kerja, kompetisi, masyarakat, kebijakan pemerintah, serta organisasi atau kelembagaan seperti terlihat pada gambar 1. Gambar 1. Sistem pariwisata dan faktor eksternal dalam system pariwisata. Sumber: Gunn. &Var. Pariwisata Berbasis Komunitas Anstrand . menerangkan bahwa Community Based Tourism (CBT) merupakan bentuk pariwisata yang menekankan keberlanjutan lingkungan, sosial dan budaya yang keseluruhannya dimiliki, diatur, dikelola, serta diperuntukan bagi komunitas/ masyarakat. Definisi ini kemudian diperkuat oleh (Suansri, 2. bahwa (CBT) sebagai pariwisata yang mementingkan aspek keberlanjutan lingkungan, sosial dan budaya dalam suatu komunitas/ masyarakat serta sebagai alat bagi Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Community Based Tourism merupakan bentuk pariwisata yang berpihak terhadap masyarakat dengan cara melibatkan secara langsung dalam aspek pengelolaan/ manajemen serta pembangunan Sehingga kesempatan berinteraksi langsung dengan wisatawan dalam hal penyediaan dan pengembangan objek yang menjadi daya tarik wisata. Beberapa 10 prinsip dasar Community Based Tourism seperti yang dijelaskan WTO. UNEP. Beberapa prinsip dasar Community Based Tourism seperti yang dijelaskan WTO. UNEP, dalam Suansri . 3: . sebagai berikut: ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No1 MARET 2022 Memiliki lanskap pemandangan alam pedesaan yang kurang Memiliki lanskap pemandangan alam pedesaan yang cukup memiliki lanskap pemandangan alam pedesaan yang sangat tidak memiliki aktivitas aktivitas wisata tidak memiliki aktivitas wisata yang cukup menarik memiliki aktivitas wisata yang sangat menarik, tidak dimiliki destinasi wisata lain Jalan sangat rusak dan sulit dilewati kondisi jalan kurang baik, berlubang, namun masih bisa dilewati kondisi jalan cukup baik dan masih mudah dilewati kondisi jalan sangat baik tidak ada angkutan umum prinsip yaitu. memanfaatkan sarana dan prasarana masyarakat setempat, menguntungkan masyarakat setempat, berskala kecil untuk memudahkan terjalinnya hubungan tibal balik dengan masyarakat setempat, melibatkan masyarakat setempat, serta menerapkan pengembangan produk wisata pedesaan. Muliawan . menjelaskan bahwa, untuk menjadi desa wisata harus memenuhi kriteria sebagai berikut: C Memiliki potensi keunikan dan daya tarik wisata yang khas, baik berupa karakter fisik dari lingkungan alam pedesaan maupun kehidupan social budaya kemasyarakatan. C Memiliki daya dukung dan kesiapan fasilitas kepariwisataan terkait dengan kegiatan wisata berupa, akomodasi/ penginapan, ruang interaksi masyarakat dengan wisatawan, atau fasilitas C Memiliki interaksi dengan pasar . yang terlihat dari kunjungan wisatawan ke desa C Adanya dukungan dan inisiatif dari masyarakat setempat terkait pengembangan desa tersebut sebagai desa wisata. Atraksi/ 2 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode campuran, metode kualitatif untuk mengkaji aspek sediaan, karakteristik masyarakat serta kebijakan, sedangkan metode kuantitatif mengkaji aspek permintaan wisata. Teknik pengumpulan data untuk aspek sediaan melalui observasi dan wawancara, sedangkan untuk aspek permintaan menggunakan Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis scoring dengan masing-masing menggunakan modifikasi skala Likert dengan jenjang skor 4, dengan rumus interval kelas sebagai Kondisi IntervalKelas= Kriteria yang digunakan dalam pemberian skor pada masing-masing elemen dijelaskan pada tabel 1. Klasifikasi skor dalam penilaian aspek sediaan berdasarkan persepsi wisatawan dijelaskan pada tabel 2. Tabel 1. Kriteria penilaiaan persepsi wisatawan aktual terhadap aspek sediaan Pandai Sikek. Sumber: Adaptasi Gunn dan Var . Spillane . Eleme Variabel Lanskap/ Pemandanga Kriteria Tidak memiliki lanskap pemandangan alam pedesaan yang sangat menarik Akomod Rumah Makan cukup tersedia angkutan umum dan sering tersedia banyak angkutan umum dan sering Tidak tersedia Homestay Tersedia hanya 1-2 Homestay Tersedia banyak Homestay namun tidak terawatt memiliki banyak pilihan Homestay dan terawat dengan baik Tidak tersedia rumah angkutan umum terbatas dan jarang melintas hanya tersedia 1-2 rumah ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No1 MARET 2022 Tempat Fasilitas Belanja tersedia tempat parkit namun sempit dan susah tersedia tempat parkir luas dan mudah parkir tersedia tempat parkir luas, mudah parkir serta pelayanan yang ramah tidak tersedia fasilitas tersedia fasilitas belanja namun produk yang dijual tidak lengkap tersedia fasilitas belanja dan produk yang dijual tersedia fasilitas belanja dan produk yang dijual lengkap serta pelayanan yang baik Tidak tersedia promosi wisata baik media cetak . rosur, pamflet/ leafle. atau internet tersedia promosi wisata baik media cetak . rosur, pamflet/ leafle. atau internet namun kurang tersedia promosi wisata baik media cetak . rosur, pamflet/ leafle. atau internet dan sangat Media Promosi Pusat tersedia banyak rumah makan dan terawat dengan tidak tersedia tempat tersedia banyak rumah makan namuntidak terawatt melayani wisatawan di waktu tertentu Tidak tersedia pusat informasi wisata tersedia pusat informasi wisata namun aktif Organisasi Kerama tersedia pusat informasi wisata dan aktif melayani tersedia pusat informasi wisata namun aktif melayani wisatawan kapanpun dengan pelayanan yang baik Tidak tersedia organisasi pengelola wisata tersedia organisasi pengelola wisata namun aktif pada waktu tertentu tersedia organisasi pengelola wisata, aktif melayani wisatawan dengan pelayanan yang tersedia organisasi pengelola wisata dan aktif melayani wisatawan Bersikap sangat tidak bersikap kurang ramah bersikap ramah bersikap sangat ramah Tabel 2. Kasifikasi skor dan kelas. Sumber: Analisis penulis, 2021. Keterangan Elemen Total Skor Penilaian Daya Tarik Wisata tersedia promosi wisata baik media cetak . rosur, pamflet/ leafle. atau internet dan cukup Aksesibil 1 - 1. Sangat tidak 76 - 2. kurang potensial 51 - 3. Potensial 26 Ae 4 sangat potensial 1 - 1. Sangat sulit 76 - 2. sulit dicapai 51 - 3. mudah dicapai 26 Ae 4 sangat mudah BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No1 MARET 2022 1 - 1. Sangat tidak 76 - 2. 51 - 3. Terpenuhi 26 Ae 4 Sangat terpenuhi Promosi, 1 - 1. Sangat tidak Kelembaga 76 - 2. Kurang 51 - 3. Cukup 26 - 4 Sangat Amenity Selanjutnya, untuk mengkaji aspek permintaan wisata menggunakan teknik Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang terdiri dari 30 responden wisatawan aktual dan 70 responden wisatawan potensial. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Gambaran Umum Nagari Pandai Sikek Nagari Pandai Sikek merupakan salah satu Nagari yang berada di wilayah Kabupaten Tanah Datar, yang terletak d sebelah barat Ibukota Kabupaten Tanah Datar- Batusangkar. Tepatnya berada di perbatasan antara Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang. Nagari Pandai Sikek berbatas langsung Sebelah Barat: Gunung Singgalang Sebelah Timur: Nagari Koto Baru dan Nagari Aie Angek. Kab. Tanah Datar Sebelah Selatan: Nagari Koto Laweh Kab. Tanah Datar Sebelah Utara: Nagari Padang Laweh-Kab. Agam Selanjutnya, hasil dari penilaian aspek sediaan berdasarkan persepsi wisatawan aktual dapat diketahui seberapa besar potensi Pandai Sikek dapat dikembangkan sebagai desa wisata kerajinan songket, seperti yang dijelaskan pada Tabel 3. Tabel 3. Kriteria nilai scoring akhir terkait potensi pengembangan Nagari Pandai Sikek sebagai desa wisata kerajinan songket. Sumber: Analisis Penulis. Total Skor Kriteria Penilaian mendukung proses pengembangan Nagari Pandai Sikek sebagai desa wisata kerajinan Songket - 2. Elemen sediaan kurang mendukung proses pengembangan Nagari Pandai Sikek Sebagai desa wisata kerajinan Songket Elemen sediaan cukup mendukung proses pengembangan Nagari Pandai Sikek sebagai desa wisata kerajinan Songket Ae4 Elemen sediaan sangat mendukung proses pengembangan Nagari Pandai Sikek sebagai desa wisata kerajinan Songket ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 Pandai Sikek memiliki iklim sejuk dengan suhu 27 C s/d 30 0C, dengan ketinggian 1. 164 dpl. Nagari Pandai Sikek mempunyai curah hujan yang cukup tinggi dan sangat potensi untuk daerah pertanian, perkebunan, dan perikanan. Sehingga masyaarakat Nagari Pandai Sikek pada umumnya mata pencariannya adalah sebagai petani . %). Disamping pertanian. Nagari Pandai Sikek juga terkenal sebagai daerah penghasil seni kerajinan tradisional yang menjadi identitas Nagari ini di kancah nasional maupun global yaitu Kerajinan Songket dan Ukiran. 2 Karakteristik Masyarakat Nagari Pandai Sikek Nagari Pandai Sikek terbagi dalam 4 . jorong yaitu. Baruah. Tanjuang. Pagu-pagu, dan Koto Tinggi, dengan jumlah penduduk secara 604 jiwa. Karakteristik ekonomi masyarakat Pandai Sikek secara umum adalah sebagai petani . %) dan industry kerajinan . %) yaitu kerajinan Songket dan seni ukir. Namun, industry kerajinan songket masih bertahan dan berkembang sampai sekarang dibandingkan dengan seni ukirnya yang hanya sebagian kecil masyarakat yang masih berprofesi sebagai pengukir. Selain sector pertaniannya. Sektor kerajinan songket juga berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah Nagari Pandai Sikek dengan jumlah UMKM dibidang kerajinan songket sebanyak 300 lebih yang tersebar di Nagari ini. Industri kerajinan songket ini sudah menjadi ikon Nagari Pandai Sikek sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Sumatera Barat. Bukan hanya mengandalkan satu kerajinan saja, kerajinan Tekik yang digunakan untuk mengkaji aspek sediaan wisata dalam penelitian ini adalah teknik sampling (Purposive Sampling dan Snowball Samplin. dengan jumlah sapel atau informan sebanyak 5 orang yang mewakili pemangku kepentingan terkait pengembangan pariwisata di Nagari Pandai Sikek yang terdiri dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar, pelaku usaha/ pengrajin Songket dan kelembagaan masyarakat lokalNagari Pandai Sikek. BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No1 MARET 2022 ukir juga menjadi daya tarik wisatawan berkunjung kedaerah ini. ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 dilakukan oleh pemerintah baik Nagari, kabupaten, provinsi hingga pusat melalui website, pamphlet danbooklet, pameran dan festival daerah. Sedangkan peran masyarakat dalam mempromosikan daerah mereka masih dalam lingkup budaya daerah seperti kerajianan songket dan ukiran yang menjadi daya tarik utama wisatawan belum menuju pariwisata secara umum. Bentuk promosi yang dilakukan masyarakat berupa pameran kerajinan anak Nagari, promosi secara langsung, pelatihan menenun songket dan pelatihan kerajinan ukir. Mengenai informasi. Nagari Pandai Sikek belum memiliki pusat informasi wisata yang resmi dan terkelola. Sejauh ini pemerintah Nagari yang berperan dalam memberikan dan melayani wisatawan terkait informasi dan kebutuhan mereka saat berkunjung ke daerah ini. 3 Analisis Faktor Sediaan wisata Nagari Pandai Sikek 1 Daya Tarik Wisata Nagari Pandai Sikek secara umum hanya dikenal sebagai daerah penghasil kerajinan songket dan ukiran. Namun, banyak daya tarik wisata lain yang jarang diketahui wisatawan pada umumnya. Pertama Nagari Pandai Sikek terletak di lereng gunung Singgalang dengan hamparan persawahan dan perkebunan sayur-mayur yang berjejer dilereng Jalur pendakian Gunung Singgalang dengan pemandangan yang sangat cantik dipuncak gunung yaitu Telaga Dewi dan Hutan Lumut menjadi spot favorit para pendaki. Kemudian Air Terjun Sarasah Lohang yang berada di lereng Gunung Singgalang. 5 Kelembagaan Nagari Pandai Sikek belum memiliki lembaga khusus . yang mengelola pariwisata Peran ini masih di kelola oleh Pemerintah Nagari berkerja sama denganDinas Perindustrian dan Perdagangan,koperasi, dan dinas pariwisata Kabupaten Tanah Datar. 4 Analisis Aspek Permintaan Wisatawan Nagari Pandai Sikek 1 Karakteristik wisatawan Analisis karakteristik wisatawan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi wisatawan serta pasar wisata yang tersedia meningkatkan jumlah wisatawan ke Nagari Pandai Sikek. Dewantoro . menjelaskan bahwa karakteristik wisatawan meliputi banyak indicator dalam menentukan keputusan seseorang untuk berkunjung ke suatu objek wisata yang diinginkan. Penelitian ini memiliki dua sasaran utama dalam analisis karakterristik wisatawan, yaitu wisatawan aktual dan wisatawan potensial. Wisatawan aktual yaitu wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Nagari Pandai Sikek, sedangkan wisatawan potensial yaitu wisatawan lokal yang berpotensi menjadi wisatawan actual. Berdasarkan hasil temuan dilapangan, bahwa wisatawan aktual merupakan wisatawan lokal yang mayoritas berasal dari Kabupaten Tanah Datar . %). Dari keseluruhan wisatawan tersebut mempunyai tujuan utama yang berbeda-beda, sehingga penulis membagi menjadi 2 segmen yaitu segmen umum dan segmen khusus. Segmen umum diketahui tujuan utama wisatawan hanya sekedar berbelanja kain songket, sedangkan secara khusus mereka tidak hanya berbelanja songket tetapi rasa ingin tahu terkait cara pembuatan, bahan baku, jenis motif hingga sejarah perkembangan kerajinan songket Pandai Sikek . %). Terkait wisatawan potensial dimana adanya peluang besar menjadi wisatawan aktual, tidak hanya Kedua yaitu wisata edukasi, selain pesona alamnya Nagari Pandai Sikek juga dikenal sebagai wisata edukasi, diantaranya sanggar ukir. Agro Edu Wisata Pandai Sikek, dan Rumah Tenun Pusako. Ketiga yaitu daya tarik wisata budaya. Tujuan utama wisatawan berkunjung ke Pandai Sikek dikarenakan daerah ini terkenal akan budaya lokal daerahnya yang sudah turun temurun dari nenek moyang masyarakat Pandai Sikek sejak dahulu yaitu seni kerajinan Songket dan kerajinan ukir. 2 Aksesibilitas Nagari Pandai Sikek cukup mudah diakses karena berada di jalur utama perlintasan Bukittinggi menuju Padang. Pandai Sikek hanya berjarak sekitar 16 km dari Bukittinggi yang dikenal sebagai the dreamland of Sumatera. Kondisi jalan yang cukup sempit untuk moda transportasi seperti bus pariwisata, hanya tersedia transportasi umum dan jasa ojekyang menjangkau semua wilayah Nagari Pandai Sikek. 3 Amenity Terkait fasilitas umum yang tersedia untuk wisatawan secara garis besar belum memadai sebagaimana mestinya sebuah objek wisata, seperti lahan parkir, rumah makan, dan tempat penginapan. Berbeda kebutuhan wisatawan berbelanja produk hasil kerajinan anak Nagari Pandai Sikek seperti songket, kejajinan kayu dan aneka souvenir, hampir setiap pengusaha dan pengrajin di daerah ini memiliki galeri masing-masing, sehingga memudahkan para wisatawan berbelanja. 4 Promosi dan informasi Nagari Pandai Sikek sejauh ini dalam mempromosikan pariwisata daerahnya masih ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No1 MARET 2022 berasal dari luar kabupaten tanah datar, bahkan luar provinsi pun cukup besar . %), karena Nagari Pandai Sikek salah satu bagian dari agenda wisata Sumatera Barat, sehingga peluang wisatawan dari luar provinsi untuk berkunjung ke Pandai Sikek sangat besar. Dari keseluruhan wisatawan baik aktual maupun potensial, rata-rata tergolong kalangan menengah keatas dengan penghasilan 3 juta hingga 7 juta Kisaran umur 15 tahun hingga 60 tahun dengan dengan rata-rata pekerjaan sebagai PNS, pengusaha, polri/ TNI, pedagang, mahasiswa dan pelajar. 2 Analisis Persepsi Wisatawan. Berdasarkan hasil penilaian persepsi wisatawan terhadap aspek sediaan Nagari Pandai Sikek . ihat Tabel . , dapat diketahui bahwa ada beberapa elemen yang memiliki penilaian rendah, elemen aksesibilitas . etersediaan mode transportas. , amenity . komodasi, rumah maka. , promosi, informasi dan kelembagaan . rganisasi pengelol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa elemen-elemen tersebut kurang terpenuhi atau elemen sediaan masih buruk. Nagari Pandai Sikek kerajinan Songket Tabel 4. Analisis presepsi wisatawan aktual terhadap aspek sediaan Nagari Pandai Sikek. Sumber: Analisis Penulis, 2021. Varia Lanske Peman Atraks Aktivit Wisata Sangat Elemen sediaan Rata-rata (Sk Potensial Keters u desa Kurang Elemen sediaan Nagari Pandai Sikek sebagai Songket Akom Sangat Rumah Makan Kurang Tempa Parkir Terpenuhi Fasilit Belanj Terpenuhi Papan Penunj Arah Terpenuhi Elemen sediaan Nagari Pandai Sikek sebagai Songket Kurang Rata-rata Sedangkan elemen yang memiliki penilaian yang tinggi dengan nilai skor lebih dari 2. ari skala . Daya . anskap/ pemandangan, atraksi/ aktivitas wisat. , aksesibilitas . ondisi jalan menuju des. Amenity . empat parkir. Fasilitas Belanja, papan penunjuk ara. , dan keramahan masyarakat setempat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa elemen-elemen tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan di Nagari Pandai Sikek sebagai daya tarik wisatawan berkunjung ke daerah Kondis i jalan u desa Kriteria Sangat Rata-rata Media BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No1 MARET 2022 Promo sehingga menjadi pengalaman berharga bagi mereka berkunjung ke Nagari Pandai Sikek. Pusat Inform Wisata Rata-rata Kurang Elemen sediaan Nagari Pandai Sikek Sebagai Songket Organi Pengel Sangat Keram Masya Cukup Elemen sediaan Nagari Pandai Sikek Sebagai Songket Rata-rata Kesimpulan dan saran Berdasarkan hasil analisis data persepsi wisatawanyang berkunjung ke Nagari Pandai Sikek terhadap aspek sediaan,dilihat dari elemen daya tarik wisata ,aksesibilitas dan amenity cukup mendukung untuk pengembangan Nagari Pandai Sikek sebagai desa wisata kerajinan songket, tidak hanya mengandalkan budaya lokal daerahnya . erajinan Songke. namun panorama alam dan atraksi budaya juga menjadi andalan sebagai elemen pendukung pengembangan Nagari Pandai Sikek menjadi desa wisata keajinan yang menyuguhkan bermacam daya tarik bagi wisatawan. Rata-rata ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 Selanjutnya aspek permintaan menunjukan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Pandai Sikek tidak hanya wisatawan lokal . %), namun besar peluang wisatawan regional, nasional, bahkan potensi ini berpeluang besar dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan khususnya desa wisata kerajinan songket, dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai pengusaha songket dan pengrajin songket dimana setiap pengusaha memiliki show room mereka masing-masing yang memberikan layanan berupa wisata edukasi dan wisata belanja bagi wisatawan. Hal inilah yang menjadi embrio dalam pengembangan Nagari Pandai Sikek dari desa kerajinan songket menuju desa wisata kerajinan Saran Agar terwujudnya Nagari Pandai Sikek sebagai desa wisata kerajinan songket maka perlu adanya perbaikan secara menyeluruh terkait aspek sediaan yang kurang terpenuhi dengan semestinya. Hal ini menjadi tantangan serta tanggungjawab bagi para pemangku kepentingan/ stekholdersuntuk sebagaimana yang dicita-citakan, terutama peran masyarakat/ komunitas pengrajin songket sangatlah penting, karena tujuan utama konsep wisata berbasis masyarakat adalah melibatkan langsung masyarakat sebagai pengelola/ manajemen serta pembangunan 3 Analisis Preferensi Wisatawan Berdasarkan hasil temuan di lapangan dari jumlah sampel wisatawan potensial yang ditemui, hampir 70% dari mereka lebih meminati bentuk wisata yang mengarah pada mass tourism, selebihnya menyukai wisata pedesaan atau wisata minat khusus. Berdasarkan hasil penelitian ini, mendasar yang perlu diperbaiki diantaranya: Poin pentingnya adalah keinginan para wisatawan untuk berkunjung kembali sangatlah tinggi . %), hal ini disebabkan karena rasa ingin tahu mereka untuk mempelajari cara pengolahan serta proses pembuatan songket sangat tinggi. 1 Daya tarik wisata Nagari Pandai Sikek harus mengoptimalkan daya tarik utama wisatawan berkunjung yaitu kerajinan songketnya. Perlu adanya gagasan atau ide kreatif yang mengedepankan songket sebagai daya tarik menampilkan kreasi Auanak Ay . nak neger. dalam menghasilkan bermacam kreasi mereka Hal ini menjadi tantangan dalam bagaimana mewujudkan rasa ingin tahu mereka terpenuhi BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No1 MARET 2022 dalam mengolah songket menjadi produkproduk lain yang diminati oleh wisatawan. Aksesibilitas menuju Nagari Pandai Sikek masih perlu perbaikan, diantaranya kondisi jalan yang masih sempit dan berlobang serta ketersedian transportasi menuju objek wisata, karena Nagari Pandai Sikek cukup jauh dari jalan utama jika ditempuh berjalan kaki. Selanjutnya terkait dengan amenity yaitu penginapan, tempat parkir, rumah makan, fasilitas belanja dan sebagainya perlu di optimalkan, karena hal ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar jika wisatawan berkunjung ke suatu objek wisata. Begitu juga halnya dengan promosi, perlu perluasan promosi tidak hanya melalui media cetak, tetapi bisa juga melalui media elektronik bahkan media social serta kerjasama dengan biro perjalanan untuk memperluas target pasar Terkait dengan informasi, perlu adanya pusat informasi serta papan penunjuk arah untuk memudahkan wisatawan menjangkau seluruh objek wisata. Terakhir yaitu kelembagaan atau organisasi yang bertugas dalam pengelolaan serta pengembangan objek wisata dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari pengelola seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdawi. , kelompok kesenian daerah serta kelompok pengrajin songket. ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 sebagai Kawasan Wisata Kerajinan. (Skrips. Jurusan Arsitektur. Universitas Diponegoro Semarang. Suansri. Community Based Tourism Handbook. Tailand: Rest Project. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Tyas. Wahyuning. Ninik. , & Damayanti. Maya. Potensi Pengembangan Desa Kliwonan sebagai Desa Wisata Batik di Kabupaten Sragen. Journal of Regional and Rural Development Planning, 2 . Daftar Pustaka