Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENGELOLA PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH KOTA TASIKMALAYA Yudi Setia Rachmanda1*. Muhamad Zulfikar Bintang Satrio2. Aldy Agustian3. Dede Riswandi4 Universitas Cipasung Tasikmalaya Email:yudirachmanda@uncip. id , zulfikar@uncip. id, aldyagustian@uncip. dederiswandi@uncip. ABSTRACT. This study examines the effect of the work environment on employee performance at the Regional Tax and Retribution Management Agency in Tasikmalaya City. A descriptive method with a quantitative approach was used, gathering data through interviews and questionnaires. Data analysis included validity testing via item analysis and product moment formula, reliability with Cronbach's Alpha, correlation coefficient, t-test, simple linear regression. F-test, and coefficient of determination. Results showed a very low correlation (-0. between the work environment (X) and employee performance (Y), which was not statistically significant. Regression analysis indicated that the work environmentAos effect on performance is minor, as shown by Fcount < Ftable . 50 < 3. The determination coefficient (K. suggesting that 65. 78% of employee performance is influenced by other factors. Keywords: Work Environment and Employee Performance ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui studi lapangan, meliputi wawancara dan pengisian kuesioner. Pengujian data dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu uji validitas instrumen menggunakan analisis butir dan rumus product moment, uji reliabilitas dengan metode Cronbach's Alpha, serta pengujian statistik meliputi uji koefisien korelasi, uji t, regresi linier sederhana, uji F, dan analisis koefisien determinasi. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai -0,185, yang mengindikasikan hubungan sangat rendah antara lingkungan kerja . ariabel X) dan kinerja pegawai . ariabel Y), serta berdasarkan uji t, hubungan ini tidak Uji regresi menunjukkan pengaruh negatif atau tidak signifikan, dibuktikan dengan Fhitung < Ftabel . ,50 < 3,. Hasil uji determinasi menunjukkan Kd = 34,22%, artinya lingkungan kerja hanya berkontribusi sebesar 34,22% terhadap kinerja pegawai, sementara 65,78% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci: Lingkungan Kerja dan Kinerja Pegawai Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 PENDAHULUAN Kinerja adalah pelaksanaan tugas atau aktivitas yang diharapkan dari seseorang, sebuah capaian, atau sebuah pameran keterampilan umum. Kinerja juga menggambarkan kondisi yang perlu diperhatikan dan dilaporkan kepada pihak tertentu agar dapat menilai tingkat pencapaian suatu instansi, dengan mengaitkannya pada visi yang diemban oleh organisasi atau perusahaan. Selain itu, hal ini juga membantu memahami dampak positif maupun negatif dari kebijakan operasional. Kinerja seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu: Faktor individu : Faktor ini mencakup kemampuan, keterampilan, latar belakang, kondisi keluarga, pengalaman, serta aspek sosial dan demografis seseorang. Faktor psikologis : Faktor ini meliputi persepsi, sikap, kepribadian, peran, motivasi, dan tingkat kepuasan kerja. Faktor organisasi : Faktor ini terdiri dari struktur organisasi, desain pekerjaan, gaya kepemimpinan, serta sistem penghargaan yang diterapkan. Jika faktor-faktor yang memengaruhi kinerja dikelola secara optimal, maka kinerja individu dapat meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab manajer atau tim manajemen untuk memastikan bahwa semua elemen pendukung kinerja tersebut tersedia dan berjalan dengan baik dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Untuk mencapai kinerja yang baik, tentunya banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang berpengaruh signifikan adalah lingkungan kerja yang mendukung perkembangan organisasi, sumberdaya manusia yang ada diorganisasi tersebut serta suasana bekerja yang bergairah untuk berprestasi. Sebagai wadah utama bagi aktivitas kerja, organisasi perlu menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung agar karyawan dapat bekerja dengan maksimal. Lingkungan kerja yang kondusif tidak hanya meningkatkan rasa puas karyawan terhadap pekerjaan mereka, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Pada akhirnya, hal ini berperan penting dalam mendorong peningkatan kinerja karyawan. Lingkungan kerja merupakan salah satu elemen krusial yang berdampak pada kinerja karyawan. Ketika lingkungan kerja dirancang untuk mendukung aktivitas karyawan, mereka cenderung lebih produktif dan mampu mencapai hasil yang maksimal. Sebaliknya, lingkungan kerja yang tidak memadai atau kurang mendukung dapat menyebabkan karyawan kehilangan motivasi, mudah merasa lelah, dan akhirnya berdampak negatif pada kinerja mereka. Lingkungan kerja mencakup dua aspek utama: aspek fisik, seperti desain warna ruangan, pencahayaan, kebersihan, dan penataan ruang. serta aspek non-fisik, yang meliputi kesejahteraan karyawan, atmosfer kerja, dan hubungan antar karyawan. Untuk mendukung produktivitas dan Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 kolaborasi yang efektif, baik di antara karyawan maupun antara karyawan dan pimpinan, organisasi harus memastikan bahwa kedua aspek ini dikelola dengan baik guna mencapai tujuan bersama. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya adalah salah satu instansi pemerintah yang berfokus pada pengelolaan pajak. Lembaga ini memiliki visi untuk menjadi akselerator andal dalam pengelolaan pajak daerah, dengan misi meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pajak serta memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, sehingga menuntut peningkatan produktivitas karyawan, seringkali hal tersebut menjadi kendala tersendiri bagi karyawan, dan beberapa faktor lain yang menjadi kendala bagi produktivitas karyawan Hubungan personal antar karyawan kurang harmonis, akibat perilaku yang konsumtif Perbedaan fasilitas kerja yang berbeda antara karyawan lama dan baru Kerjasama antar karyawan yang kurang harmonis Beban kerja yang tidak proporsional diantara karyawan Risiko kecelakaan kerja meningkat karena kurangnya sarana keselamatan kerja Pencapaian target kinerja yang tidak tercapai Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana lingkungan kerja pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya berpengaruh terhadap kinerja mereka. KAJIAN TEORI Kajian Konsep Lingkungan Kerja Pengertian Lingkungan Kerja Lingkungan kerja yang ergonomis dan didukung kepemimpinan suportif berkontribusi signifikan terhadap kepuasan kerja dan keberhasilan organisasi (Febriana et al. , 2. Faktor seperti pencahayaan, sirkulasi udara, dan hubungan harmonis antar individu meningkatkan kenyamanan, motivasi, serta produktivitas karyawan (Sutrisno, 2. Robbins dan Judge . menekankan bahwa lingkungan kerja meliputi aspek fisik dan psikologis, termasuk tata ruang, budaya organisasi, dan interaksi antar karyawan, yang memengaruhi kinerja dan kesejahteraan secara keseluruhan. Manfaat Lingkungan Kerja Lingkungan kerja yang ergonomis dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Lingkungan ini mencakup pencahayaan, tata ruang, dan hubungan interpersonal yang baik, serta secara signifikan memengaruhi motivasi dan kinerja karyawan (Febriana et al. , 2. Faktor lingkungan kerja, seperti suhu udara, pencahayaan, tingkat kebisingan, serta hubungan antar karyawan, memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan kerja. Hal ini terbukti meningkatkan kinerja pegawai ketika elemen-elemen tersebut terjaga dengan baik (Masdani, 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 Lingkungan kerja memegang peranan penting dalam mendukung kinerja optimal pegawai. Menurut Darmawan . , berbagai aspek dapat memengaruhi kualitas lingkungan kerja, di . Pencahayaan yang memadai. Suhu yang nyaman. Kelembaban yang sesuai. Sirkulasi udara yang baik. Tingkat kebisingan. Bau yang tidak menyenangkan. Dekorasi di lingkungan kerja. Musik di area kerja. Fasilitas keselamatan kerja. Jenis-Jenis Lingkungan Kerja Setiana . dan Sutrisno . menjelaskan bahwa lingkungan kerja secara umum dapat dibagi menjadi dua jenis: . lingkungan kerja fisik, dan . lingkungan kerja non-fisik. Lingkungan kerja fisik meliputi berbagai aspek fisik di sekitar tempat kerja yang dapat memengaruhi karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Aspek ini dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori utama: Lingkungan kerja langsung, yang meliputi elemen-elemen yang secara langsung digunakan oleh pegawai, layaknya meja, kursi, atau peralatan kerja yang lain. Lingkungan umum atau perantara, mencakup berbagai faktor yang memengaruhi kondisi kerja, seperti suhu udara, tingkat kelembapan, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanis, aroma tidak sedap, warna, dan elemen sejenis lainnya. Lingkungan kerja non-fisik mencakup segala hal yang memiliki kaitan dengan interaksi sosial dalam pekerjaan, termasuk hubungan antara atasan dan bawahan maupun hubungan antar sesama karyawan. Aspek non-fisik ini juga memegang peranan penting dan tidak boleh diabaikan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Indikator-indikator Lingkungan Kerja Fisik Menurut Sedarmayanti . , indikator-indikator lingkungan kerja fisik meliputi hal-hal Sirkulasi Udara yang baik Pencahayaan yang memadai di area kerja Tingkat Kebisingan yang terkendali Penggunaan Warna yang sesuai Kelembaban udara, yang mengukur kadar uap air dalam udara, biasanya dinyatakan dalam persentase dan dipengaruhi oleh suhu udara. Fasilitas yang tersedia untuk mendukung kegiatan kerja Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Lingkungan Kerja Non Fisik Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja non-fisik meliputi: Dukungan dan perhatian dari pemimpin, yaitu sejauh mana karyawan merasakan bahwa pemimpin memberikan bimbingan, perhatian, dan apresiasi terhadap mereka (Hamidah, 2. Kerja sama antar kelompok, yang mencerminkan sejauh mana karyawan merasakan adanya kolaborasi yang harmonis dan efektif di antara kelompok-kelompok yang ada (Sutrisno, 2. Komunikasi yang lancar, yang menunjukkan sejauh mana karyawan merasa adanya aliran komunikasi yang terbuka, jelas, dan efisien, baik di antara sesama rekan kerja maupun dengan atasan (Purwanto, 2. Kajian Konsep Kinerja Pegawai Pengertian Kinerja Pegawai Ariani . menyoroti bahwa kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh keterampilan dan motivasi pribadi, tetapi juga oleh dukungan organisasi yang baik dan hubungan interpersonal yang positif di tempat kerja. Kinerja individu berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi yang lebih Menurut Kasmir . , kinerja adalah hasil dan perilaku yang dicapai dalam menyelesaikan tugas dalam periode waktu tertentu, sementara Colquitt . alam Kasmir, 2. mendefinisikan kinerja sebagai nilai dari perilaku karyawan yang berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi. Anwar Prabu Mangkunegara . menambahkan bahwa kinerja pegawai mengacu pada hasil kerja yang mencakup kualitas dan kuantitas yang dicapai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Dalam pelaksanaannya, kinerja karyawan seringkali tidak sejalan dengan harapan, baik yang ditetapkan oleh karyawan itu sendiri maupun oleh organisasi. Berbagai faktor dapat memengaruhi kinerja, baik pada tingkat individu maupun organisasi. Oleh karena itu, seorang pemimpin perlu melakukan analisis terlebih dahulu terhadap faktor-faktor yang dapat memengaruhi kinerja karyawan. Kasmir . mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kinerja, baik dari segi hasil maupun perilaku kerja, meliputi hal-hal berikut: Kemampuan dan Keterampilan Pengetahuan yang dimiliki Perancangan pekerjaan Ciri Kepribadian Motivasi untuk Bekerja Pendekatan Kepemimpinan Gaya Kepemimpinan Budaya Organisasi Kepuasan Kerja Kondisi Lingkungan Kerja Tingkat Loyalitas Komitmen terhadap pekerjaan Disiplin dalam Bekerja Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 Tujuan Penilaian Kinerja Tujuan dari penilaian kinerja berdasarkan pendapat dari Sulaiman . pada dasarnya mencakup hal-hal berikut: Meningkatkan produktivitas karyawan. Mengidentifikasi potensi karyawan. Memberikan penghargaan. Meningkatkan komunikasi. Mengembangkan kompetensi. Menilai hasil dan kontribusi individu terhadap tujuan organisasi. Indikator Kinerja Anwar Prabu Mangkunegara . dalam karya tulisnya, mencantumkan beberapa indikator yang digunakan dalam rangka mengukur kinerja, yang meliputi: Kualitas hasil kerja Jumlah pekerjaan yang diselesaikan Tingkat tanggung jawab Kemampuan dalam bekerja sama Kemampuan untuk mengambil inisiatif Kerangka Pemikiran Untuk mencapai kinerja yang optimal, banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor utama yang berperan besar dalam perkembangan organisasi adalah lingkungan kerja yang mendukung, sumber daya manusia yang berkualitas, dan suasana kerja yang mendorong semangat berprestasi. Sebagai pengelola tenaga kerja, organisasi harus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif, yang dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih produktif. Dengan menyediakan suasana yang mendukung, organisasi tidak hanya dapat meningkatkan kepuasan karyawan terhadap pekerjaan mereka, tetapi juga memberikan pengalaman positif yang pada akhirnya mendorong mereka untuk mencapai hasil kerja yang lebih baik. Aji Tri Budianto dan Amelia Katini . pada penelitiannya dalam jurnal ilmiah Prodi Manajemen Universitas Pamulang mengungkapkan bahwasanya lingkungan kerja berpengaruh sebesar 43,56% terhadap kinerja pegawai, sementara faktor lainnya memberikan kontribusi sebesar 56,44%. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 Temuan ini menunjukkan bahwasanya lingkungan kerja secara terbukti memainkan suatu peran yang sangat krusial dalam memengaruhi kinerja karyawan dalam sebuah organisasi. Dari uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya lingkungan kerja memiliki dampak signifikan terhadap kinerja pegawai. Bila lingkungan kerja mendukung dan memadai, semangat kerja karyawan akan meningkat, yang berdampak pada peningkatan produktivitas. Sebaliknya, jika lingkungan kerja tidak memadai, produktivitas karyawan cenderung menurun. Menurut Sedarmayanti . , lingkungan kerja merujuk pada "suatu area yang terdiri dari beberapa kelompok, di mana tersedia fasilitas yang mendukung untuk mencapai tujuan perusahaan yang sejalan dengan visi dan misinya. " Sementara itu. Kasmir . menjelaskan bahwa kinerja adalah "hasil dan perilaku yang dicapai dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini berfokus pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya sebagai objek kajian. Peneliti bertujuan untuk menggambarkan kondisi lingkungan kerja serta kinerja pegawai di instansi tersebut, menganalisis hubungan antara lingkungan kerja dan kinerja pegawai, serta menilai sejauh mana pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya. Tujuan ini selaras dengan temuan penelitian oleh A. Aji Tri Budianto dan Amelia Katini, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lingkungan kerja dan kinerja pegawai. Metode yang dipilih dan dirasa cocok untuk di aplikasikan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi yang ada saat ini dan menganalisis data yang diperoleh melalui alat analisis yang sesuai. Teknik pengolahan data dilakukan dengan pengamatan langsung di instansi, melibatkan wawancara serta distribusi kuisioner kepada 88 pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya. Proses perhitungan kuisioner melibatkan uji validitas, reliabilitas, uji korelasi, uji regresi, uji determinasi, uji non-determinasi, dan pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan petunjuk bahwasanya lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Bila lingkungan kerja mendukung dan memadai, kinerja pegawai dapat meningkat, dan berlaku sebaliknya. Lingkungan kerja yang tidak memadai dapat mengurangi semangat kerja pegawai, yang berdampak pada penurunan kinerja mereka Hipotesis Berdasarkan informasi yang telah di utarakan pada kajian teori, maka penulis dapat mengembangkan hipotesis sebagai berikut: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. :Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada bagian sumber daya manusia di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya, yang beralamat di Jl. Siliwangi No. Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk menggambarkan hubungan antara variabel secara sistematis dan akurat. Data dikumpulkan melalui penelitian lapangan, wawancara langsung dengan responden, kuesioner tertulis, serta kajian literatur. Alat analisis yang digunakan meliputi uji korelasi, uji regresi, dan uji determinasi untuk mengevaluasi hubungan dan pengaruh antara variabel penelitian. Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono . , populasi dapat diartikan sebagai area yang menjadi dasar generalisasi, yang mencakup objek atau subjek dengan kualitas dan karakteristik tertentu. Area ini dipilih oleh peneliti untuk dipelajari dan dianalisis guna menghasilkan kesimpulan. Sugiyono . menjelaskan bahwa "Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Ketika populasi terlalu besar dan peneliti tidak dapat mempelajari semuanya, misalnya karena keterbatasan dana, waktu, atau tenaga, maka peneliti bisa menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebutAy. Karena jumlah populasi relatif kecil, seluruh populasi digunakan sebagai sampel dengan menggunakan metode sensus. Menurut Sugiyono . , metode ini mengambil seluruh anggota populasi sebagai sampel. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah seluruh pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, yang berjumlah 88 orang. Penelitian ini melibatkan dua variabel, yaitu variabel independen yang mencakup lingkungan kerja, dan variabel dependen yang melibatkan kinerja pegawai. Penjelasan lebih lanjut mengenai operasionalisasi variabel-variabel tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1. Operasionalisasi Variabel Variabel Dimensi Indikator Skala Lingkungan Kerja (X) Menurut Sedarmayanti . , lingkungan kerja adalah suatu tempat yang Lingkungan Kerja Fisik Sirkulasi Udara Ordinal Kipas Angin Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 terdiri dari berbagai kelompok yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung pencapaian tujuan perusahaan sesuai dengan visi dan misinya. Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 Pencahayaan di ruang Sinar Matahari Lampu Kebisingan A A Suara Kendaraan Kegaduhan Penggunaan Warna Warna Dinding Warna Bendabenda di sekitar ruang kerja A Ventilasi Kendaraan Fasilitas di ruang Pelatihan Motivasi Studi Banding A Komunikasi dengan atasan Komunikasi dengan rekan Kelembaban udara Fasilitas (Sedarmayanti 2011:. Lingkungan Kerja Non Fisik Perhatian dan dukungan Kerjasama antar Kelancaran komunikasi (Sedarmayanti 2013:. Kualitas kerja Kinerja Pegawai (Y) Menurut Anwar Prabu Mangkunegara . , kinerja pegawai adalah hasil Kuantitas kerja yang dicapai oleh seorang pegawai baik dari segi kualitas maupun kuantitas dalam melaksanakan tugasnya, sesuai dengan tanggung jawab yang c. Tanggung jawab diberikan kepadanya. Kualitas SDM Kualitas Pelayanan/ jasa Volume Produksi Volume Distribusi Dalam Pekerjaan Ordinal Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Kerjasama Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 A Dalam Sarana Prasarana Kerjasama Internal Kerjasama Eksternal Inisiatif (Anwar Prabu Mangkunegara 2013:. A Mengerjakan Pekerjaan Memecahkan Masalah Pekerjaan Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Menurut Prof. Dr. Nyoman Dantes . , validitas dalam penelitian mengacu pada sejauh mana penelitian dapat mengungkapkan dengan akurat apa yang sebenarnya ingin diteliti. Uji validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara setiap item atau pernyataan dengan skor yang diperoleh, dan dilakukan dengan metode Pearson Product Moment. n (OcXY) Ae (OcX . OcY) Oo. OcX2 Ae (OcX). OcY2 Ae (OcY). Keterangan: = Korelasi Product Moment = Jumlah responden = Skor salah satu pernyataan = Total skor pernyataan Uji Reliabilitas Reliabilitas merujuk pada sejauh mana data atau temuan penelitian menunjukkan konsistensi dan stabilitas (Sugiyono 2. Uji reliabilitas bertujuan untuk menilai konsistensi hasil pengukuran dalam mengidentifikasi gejala yang sama. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik Cronbach, dengan rumus sebagai berikut: kAe1 1 - Oc Eb 2 Et 2 Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 Keterangan: = Reliabilitas instrumen = banyak butir pernyataan Oc Eb2 = Varians total Et 2 = Jumlah varians butir Sebelum melakukan uji reliabilitas, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung varians untuk setiap butir, kemudian menjumlahkan hasilnya. Untuk itu, digunakan rumus berikut untuk menghitung varians: (OcX)2 E2 = OcX2 (Husein Umar, 2002:. Keterangan: n = Total responden X = Nilai skor yang dipilih . otal nomor-nomor butir pernyataa. Uji Korelasi Untuk menilai sejauh mana pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai, data yang dikumpulkan selama penelitian akan dianalisis dengan menghitung korelasi antara setiap pernyataan berdasarkan skor, menggunakan metode analisis korelasi Pearson Product Moment. Formulasi yang umum dari Pearson Product Moment adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2. n (Ocx. Ae (Ocx . Oc. Oo . Ocx2 Ae (Oc. Ocy2- (Oc. 2 Keterangan: = Korelasi Product Moment = Jumlah Responden = Skor salah satu pernyataan dari variabel x = Skor salah satu pernyataan dari variabel y Uji Regresi Linier Sederhana Regresi linier sederhana merujuk pada analisis regresi yang melibatkan satu variabel independen (X) dan satu variabel dependen (Y). Dalam uji ini, digunakan persamaan Y = a bX, yang menggambarkan perkiraan hubungan fungsional antara variabel X dan Y dalam satuan periode pengamatan, di mana nilai a dan b dapat dihitung dengan rumus berikut: (Oc #)(Oc % ! )&(Oc %)(Oc %#) '(Oc % ! )&(Oc %)! Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 '(Oc %#)&(Oc %)(Oc #) '(Oc % ! )&(Oc %)! Keterangan: a = Konstanta b = Koefisien Arah Regresi n = Sampel yang diambil x = Lingkungan kerja y = Kinerja pegawai Uji Determinasi Untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel X . ingkungan kerj. terhadap variabel Y . inerja pegawa. , persentase pengaruh dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: yaycc = yc ! y 100% Keterangan: yaycc = Koefisien determinasi r = Koefisien korelasi Uji Non Determinasi Untuk mengukur sejauh mana faktor-faktor lain di luar variabel X . ingkungan kerj. dan variabel Y . inerja pegawa. mempengaruhi, rumus yang digunakan adalah: yaycuycc = . Oe yc ! ) y 100% Keterangan: yaycuycc = Koefisien non determinasi yc = Koefisien korelasi Uji Hipotesis Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji . Mencari Nilai t hitung dan t tabel Nilai thitung dapat diperoleh dengan menghitung nilai r yang telah didapatkan menggunakan rumus berikut (Sugiyono, 2. Oo"#$ thitung= yc Oo%#& ! Keterangan: r = Nilai korelasi n = Banyaknya sampel Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 Nilai ttable dapat ditemukan dalam tabel statistik setelah menetapkan tingkat signifikansi () sebesar 0,05 dan derajat kebebasan . = n - 2 Uji FHitung Uji F bertujuan untuk menguji apakah seluruh variabel independen yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen (Ghozali, 2. Untuk menguji hipotesis secara keseluruhan, digunakan Uji F, dengan rumus sebagai ycI! / yco ya= . Oe ycI! )/. cu Oe yco Oe . Sumber: Priyatno . Keterangan: ycI! = Koefisien determinasi K = Jumlah variabel independen n = Jumlah data atau kasus HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Hasil uji validitas menggunakan metode Product Moment menunjukkan nilai r = 0,783. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan kriteria uji validitas, yang mengindikasikan bahwa r = 0,783 memenuhi syarat validitas. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel X (Lingkungan Kerj. dan variabel Y (Kinerja Pegawa. dinyatakan valid dan dapat diterapkan dalam penelitian ini. Uji Reliabilitas Hasil dari uji reliabilitas memberikan hasil bahwasanya instrumen penelitian dengan menggunakan teknik cronbach diperoleh nilai r11 = 17,850 dari variabel X dan r11 = 17,966 dari variabel Y. Kemudian dibandingkan dengan kriteria uji reliabilitas r11 = 17,850 dan r11 = 17,966 artinya tingkat pengujian sangat reliabel, dengan demikian instrumen penelitian untuk variabel X (Lingkungan Kerj. dan variabel Y (Kinerja Pegawa. dalam penelitian ini memiliki tingkat sangat reliabel. Lingkungan Kerja dan Kinerja Pegawai pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya Lingkungan Kerja pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya, hasil rekap jawaban responden mengenai variabel X (Lingkungan Kerj. disajikan dalam tabel rekapitulasi yang terlampir. Skor total dari jawaban pegawai atau responden terdiri dari kategori Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 sebagai berikut: Tidak Baik = 34. Kurang Baik = 70. Cukup Baik = 302. Baik = 652, dan Sangat Baik = 526. Kinerja Pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya Berdasarkan penelitian pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya, hasil dari jawaban responden tentang variabel Y (Kinerja Pegawa. kemudian di rekap pada tabel rekapitulasi jawaban responden . untuk dilihat skor total dari jawaban pegawai atau responden terdiri dari yang menyatakan Tidak Baik = 16. Kurang Baik = 14. Cukup Baik = 78. Baik = 506. Sangat Baik = 442. Korelasi antara Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya Uji Koefisien Korelasi Berdasarkan hasil uji koefisien korelasi menggunakan Product Moment diperoleh nilai -0,185 selanjutnya dibandingkan dengan kriteria koefisisen korelasi r = - 0,185 artinya berdasarkan tingkat pengujian hubungan antara variabel X dan Y terdapat tingkat hubungan yang sangat rendah. Uji thitung Berdasarkan hasil analisis data menggunakan formulasi thitung = r Oon-2 1 Ae r2 diperoleh nilai Ae 1,775 Kemudian dibandingkan dengan tabel distribusi t diperoleh nilai 1,992. Dengan demikian hasil uji korelasi tidak signifikan karena thitung < ttabel. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya Uji Regresi Linier Sederhana Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka diperoleh nilai dari a dan b adalah a = 457,25 dan b = - 0,239. Dengan demikian selanjutnya dicari persamaan regresi sederhana dengan rumus berikut dengan memasukan nilai dari a dan b yang sudah diketahui dan nilai X adalah nilai yang diprediksikan dari variabel X yaitu X = 291,477: Y = a bX Y = 457,25 (- 0,. 291,477 Y = 457,25 (- 69,663. Y = 387,5869 Jadi nilai Y diperoleh Y = 387,5869 Berdasarkan hasil dari perhitungan diatas nilai Y yang diperoleh adalah Y = 387,5869. Maka selanjutnya menghitung nilai X untuk meyakinkan apakah sama dengan nilai dari variabel X yang diprediksikan atau tidak, yaitu sebagai berikut: Y = a bX 387,5869 = 457,25 (Ae 0,. X Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 0,239 X = 457,25 Ae 387,5869 X = 69,6631 0,239 X = 291,477 Uji Fhitung Berdasarkan hasil Uji Fhitung diperoleh nilai 1,50 kemudian dibandingkan dengan Ftabel = 3,96. Dengan demikian Fhitung< Ftabel atau -1,50<3,96 artinya pengaruh variabel X (Lingkungan Kerj. terhadap Y (Kinerja Pegawa. dinyatakan tidak signifikan, dan mengindikasikan bahwa Hipotesis nol diterima atau Hipotesis alternatif ditolak. Uji Koefisien Determinasi Berdasarkan hasil uji determinasi, diperoleh nilai sebesar 34,22%, yang menandakan bahwasanya variabel X (Lingkungan Kerj. berkontribusi kepada variabel Y (Kinerja Pegawa. dengan total 34,22%. Sementara itu, sebesar 65,78% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya di luar variabel yang diteliti pada penelitian ini atau dianggap sebagai faktor epsilon. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian, lingkungan kerja pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya dinilai baik oleh responden, namun memiliki hubungan yang sangat rendah dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini didukung oleh nilai korelasi -0,185 dan hasil uji t yang menunjukkan hubungan tidak signifikan. Selain itu, uji regresi juga mengindikasikan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan Fhitung lebih kecil dari Ftabel . ,50 < 3,. Dari hasil uji determinasi, diketahui bahwa hanya 34,22% variasi kinerja pegawai dipengaruhi oleh lingkungan kerja, sedangkan 65,78% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Kesimpulannya, meskipun lingkungan kerja dianggap baik, pengaruhnya terhadap kinerja pegawai sangat kecil dan tidak signifikan, menunjukkan bahwa faktor lain lebih dominan dalam menentukan kinerja pegawai di instansi ini. Berikut adalah beberapa saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini: . Agar kepala instansi memberikan keleluasaan kepada pegawai yang menjadi responden untuk memberikan jawaban yang independen. Dipersilahkan kepada peneliti lain untuk melanjutkan penelitian di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tasikmalaya terhadap faktor epsilon. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 86 Ae 101 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:16/11/2024 Diterima:19/11/2024 Diterbitkan:20/11/2024 DAFTAR PUSTAKA