BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 PENGARUH VIRAL MARKETING. HEDONIC SHOPPING MOTIVATION. DAN FLASH SALE TERHADAP IMPULSIVE BUYING PADA PENGGUNA E-COMMERCE SHOPEE DI KABUPATEN SEMARANG Farah Salsabilla Khalda1. Fajar Suryatama2. Sri Rahayu3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDARIS Email: farahsalshabillakhalda@gmail. com, fsuryatama@gmail. com, sri56yayuk@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation dan Flash Sale Terhadap Impulsive Buying pada Pengguna E-commerce Shopee di Kabupaten Semarang. Penelitian ini adalah kuantitatif, teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling dan metode yang digunakan adalah purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kabupaten Semarang yang berbelanja online di e-commerce Shopee. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan berupa: uji validitas, uji reliabilitas, uji korelasi sederhana dan berganda, uji regresi linier sederhana dan berganda, uji koefisien determinasi, uji t dan uji F, dengan program pengolah data yaitu SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . Vraiabel Viral Marketing secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap Impulsive Buying. Hedonic Shopping Motivation secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Impulsive Buying. Flash Sale secara parsial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Impulsive Buying. Secara bersama-sama variabel Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation, dan Flash Sale berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying. Kata kunci: Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation. Flash Sale. Impulsive Buying ABSTRACT This study aims to empirically test the influence of Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation and Flash Sale on Impulsive Buying on Shopee E-commerce Users in Semarang Regency. This study is quantitative, the sampling technique used is nonprobability sampling and the method used is purposive sampling. The population in this study is the people of Semarang regency who shop online on Shopee e-commerce. The sample used was 100 respondents. The data analysis techniques used are: validity test, reliability test, simple and multiple correlation test, simple and multiple linear regression test, determination coefficient test, t test and F test, with a data processing program, namely SPSS The results of this study show that: . Vraiabel Viral Marketing partially has a significant negative effect on Impulsive Buying. Hedonic Shopping Motivation partially has a significant positive effect on Impulsive Buying. Flash Sale partially has a significant positive effect on Impulsive BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 60 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Buying. Together, the variables of Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation, and Flash Sale have a significant effect on Impulse Buying. Keywords: Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation. Flash Sale. Impulsive Buying PENDAHULUAN Era revolusi 4. 0 yang ditandai dengan perkembangan luar biasa di bidang teknologi dan membawa perubahan yang pesat pada aktivitas sehari-hari, salah satunya perkembangan internet dan digitalisasi yang membuat segala hal dilakukan secara online seperti pada sektor bisnis, dimana kecanggihan teknologinya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap dunia transaksi jual beli sekarang ini, seperti pembelian barang yang tidak lagi dilakukan dengan cara mengunjungi tempat jual melainkan menggunakan perdagangan elektrik atau e-commerce. E-commerce sendiri telah berkembang cukup pesat di Indonesia dan perkembangannya diperkirakan dalam jangka waktu dekat tidak akan mengalami penurunan. Dilansir dari databoks. Indonesia menduduki peringkat pertama penggunaan e-commerce tertinggi di dunia. Dapat dikonkulsikan bahwa masyarakat Indonesia sudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memberikan ketertarikan yang tinggi dengan berbelanja online melalui e-commerce. Di lain sisi, sekitar 70 persen transaksi online di Indonesia masih didominasi oleh wilayah urban seperti Jakarta. Bandung. Surabaya, dan Semarang (Warta Ekonomi, 2. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data keseluruhan penduduk Jawa Tengah yaitu sebanyak 37. 410 juta jiwa (BPS Jawa Tengah, 2. Dimana Kabupaten Semarang sebagai salah satu wilayah di Jawa Tengah tercatat memiliki jumlah penduduk sebanyak 1 068 492 jiwa (BPS Jawa Tengah, 2. Berdasarkan hasil survei tersebut, diproyeksikan bahwa jumlah penduduk akan berpengaruh terhadap perilaku masyarakat Kabupaten Semarang dalam menyikapi transaksi online. Dilansir dari databoks. dapat dilihat bahwa Shopee merupakan ecommerce dengan jumlah kunjungan situs terbanyak di Indonesia dengan jumlah 158 juta rata rata kunjungan per bulannya. Penawaran yang ditawarkan Shopee sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia cukup menarik. Selain produk, shopee juga memiliki strategi promosi yang unik dan menarik ada beberapa faktor eksternal seperti viral marketing, hedonic shopping motivation, dan masih banyak lainnya. Promo-promo tersebut menjadi salah satu faktor pendorong terbesar dalam peningkatkan pembelian bahkan dapat menjadikan konsumen melakukan pembelian tidak terencana dan tidak berfikir jangka panjang . mpulsive buyin. Menurut Rook dan Fisher dalam Maulida . Impulsive buying adalah suatu kondisi yang terjadi ketika individu mengalami perasaan terdesak secara tiba-tiba yang tidak dapat dilawan. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 61 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Kecenderugan untuk membeli secara spontan ini umumnya dapat menghasilkan pembelian ketika konsumen percaya bahwa tindakan tersebut adalah hal yang wajar. Impulsive buying biasanya dilakukan tanpa didasari dengan pemikiran yang matang dan cenderung tidak terlalu memperhatikan Viral marketing merupakan aktivitas adversting yang memanfaatkan internet dimana proses penyebarannya seperti AuvirusAy yakni dengan cara menyebarkan pesan elektronik bisa berupa konten foto maupun video sebagai saluran untuk mengkomunikasikan suatu produk kepada khalayak umum secara luas dan berkembang dengan harapan setiap konsumen yang mendapatkan informasi ini terinfeksi . adi pelanggan atau penganju. dan kemudian dapat menginfeksi pengguna lain yang mudah dipengaruhi (Wiludjeng & Nurlela, 2. Hedonic shopping motivation merupakan cerminan nilai yang diterima konsumen dari pengalaman berbelanja yang lebih mengutamakan kepuasan emosional seperti kesenangan pribadi atau sekedar menghilangkan rasa stress dengan mengesampingkan manfaat dari suatu produk yang dibeli (Pasaribu & Dewi, 2. Selain Viral marketing. Hedonic shopping motivation yang notabennya merupakan faktor luar yang mempengaruhi impulsive buying maka ada salah satu faktor lain yang juga dapat mempengaruhi impulsive buying ialah pengaruh promosi dari e-commerce itu sendiri seperti melalui program Flash sale (Rahmawati, 2. Menurut Kotler & Keller . Flash Sale adalah sebuah program promosi penjualan dengan menawarkan barang secara ekslusif disertai potongan harga pada waktu khusus, singkat dan terbatas dan ditampakkan pemberitahuan jumlah stok ketersediaan produk sehingga program promosi ini diharapkan dapat tepat sasaran dengan menjadikan konsumen merasa bahwa kesempatan tersebut tidak akan terulang sehingga ingin segera membeli tanpa berfikir panjang. Persaingan e-commerce di Indonesia cukup pesat karena banyaknya e-commerce baru yang berdatangan, ditambah juga dengan cepatnya siklus tren yang dipengaruhi oleh Viral Marketing. Jika promosi kurang menarik bahkan meninggalkan citra buruk dan tidak tepat sasaran maka Hedonic Shopping Motivation konsumen memudar dan mudah dihindarkan, kemudian secara otomatis Impulsive Buying akan Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dipaparkan di atas, maka dapat dirumusakan masalah yang akan ditelitiyaitu sebai berikut: . Bagaimana pengaruh Viral marketing terhadap Impulsive buying pada pengguna e-commerce Shopee di Kabupaten Semarang? . Bagaimana pengaruh Hedonic shopping motivation terhadap Impulsive buying pada pengguna e-commerce BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 62 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Shopee di Kabupaten Semarang? . Bagaimana pengaruh Flash sale terhadap Impulsive buying pada pengguna e-commerce Shopee di Kabupaten Semarang? . Bagaimana pengaruh Viral marketing. Hedonic shopping motivation dan Flash sale terhadap Impulsive buying pada pengguna e-commerce Shopee di Kabupaten Semarang? Tujuan Penelitian Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini sebagai berikut: . Untuk menganalisis pengaruh Viral marketing terhadap Impulsive buying pada pengguna e-commerce Shopee di Kabupaten Semarang. Untuk meganalisis pengaruh Hedonic shopping motivation terhadap Impulsive buying pada pengguna e-commerce Shopee di Kabupaten Semarang. Untuk menganalisis pengaruh Flash sale terhadap Impulsive buying pada pengguna e-commerce Shopee di Kabupaten Semarang. Untuk menganalisis pengaruh Viral marketing. Hedonic shopping motivation dan Flash sale terhadap Impulsive buying pada pengguna e-commerce Shopee di Kabupaten Semarang. TINJAUAN PUSTAKA Impulsive Buying Impulsive buying adalah suatu kondisi yang terjadi ketika individu mengalami perasaan terdesak secara tiba-tiba yang tidak dapat dilawan. Kecenderugan untuk membeli secara spontan ini umumnya dapat menghasilkan pembelian ketika konsumen percaya bahwa tindakan tersebut adalah hal yang wajar (Rook dan Fisher dalam Maulida, 2. Viral Marketing Viral marketing merupakan aktivitas adversting yang memanfaatkan internet dimana proses penyebarannya seperti virus yakni dengan cara menyebarkan pesan elektronik bisa berupa konten foto maupun video sebagai saluran untuk mengkomunikasikan suatu produk kepada khalayak umum secara luas dan berkembang dengan harapan setiap konsumen yang mendapatkan informasi ini terinfeksi . adi pelanggan atau penganju. dan kemudian dapat menginfeksi pengguna lain yang mudah dipengaruhi (Wiludjeng & Nurlela, 2. Hedonic Shopping Motivation Hedonic shopping motivation merupakan cerminan nilai yang diterima konsumen dari pengalaman berbelanja yang lebih mengutamakan kepuasan emosional seperti kesenangan pribadi atau sekedar menghilangkan rasa stress dengan mengesampingkan manfaat dari suatu produk yang dibeli (Pasaribu & Dewi, 2. Flash Sale BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 63 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Flash sale adalah sebuah program promosi penjualan dengan menawarkan barang secara ekslusif disertai potongan harga pada waktu khusus, singkat dan terbatas dan ditampakkan pemberitahuan jumlah stok ketersediaan produk sehingga program promosi ini diharapka dapat tepat sasaran dengan menjadikan konsumen merasa bahwa kesempatan tersebut tidak akan terulang sehingga ingin segera membeli tanpa berfikir panjang. (Menurut Kotler & Keller, 2. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dikarenakan data yang digunakan adalah data yang berupa angka Ae angka yang diperoleh dari menyebar data yang kemudian diolah menggunakan alat statistic berupa SPSS versi 26 untuk menjawab atas hipotesis yang diajukan. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini peneliti memilih lokasi penelitian di Kabupaten Semarang. Provinsi Jawa Tengah. Indonesia. Populasi. Sempel dan Teknik Sampling Populasi yang digunakan ialah seluruh masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Semarang yang melakukan pembelian pada E-commerce Shopee. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 100 sampel. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan berupa: uji validitas, uji reliabilitas, uji korelasi sederhana dan berganda, uji regresi linier sederhana dan berganda, uji koefisien determinasi, uji t dan uji F, dengan program pengolah data yaitu SPSS versi 26. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Korelasi Korelasi Sederhana Tabe 4. 1 Hasil Uji Korelasi Sederhana Correlations BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 64 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Hedonic Viral Marketing Viral Shopping Marketing Motivation Pearson Correlation Sig. -taile. Flash Impulsive Sale Buying Hedonic Shopping Pearson Correlation Motivation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Flash Sale BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 65 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Impulsive Buying Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Sumber: Data Diolah SPSS 26. Berdasarkaberdasarkan tabel 4. 1 hasil uji korelasi sederhana yang telah disajikan diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut: Hasil pengujian Viral Marketing terhadap Impulsive Buying. Berdasarkan tabel 4. diketahui bahwa variabel Viral Marketing dan Impulsive Buying menghasilkan r hitung (Person Correlatio. sebesar 0,147 yang berarti terdapat tingkat hubungan yang Ausangat lemahAy antara variabel Impulsive Buying dan Viral Marketing. Interpretasi dari koefisien tersebut dimana nilai 0,147 terletak diantara 0,00-0,199. Hasil pengujian Hedonic Shopping Motivation terhadap Impulsive Buying. Berdasarkan 1, diketahui bahwa variabel Hedonic Shopping Motivation dan Impulsive Buying menghasilkan r hitung (Person Correlatio. sebesar 0,441 yang berarti terdapat tingkat hubungan yang AusedangAy antara variabel Impulsive Buying dan Hedomic Shopping Motivation. Interpretasi dari koefisien tersebut dimana nilai 0,441 terletak diantara 0,40 Ae 0,599. Hasil pengujian Flash Sale terhadap Impulsive Buying. Berdasarkan tabel 4. 2, diketahui bahwa variabel Flash Sale dan Impulsive Buying menghasilkan r hitung (Person Correlatio. sebesar 0,423 yang berarti terdapat tingkat hubungan yang AulemahAy antara variabel Impulsive Buying dan Flash Sale. Interpretasi dari koefisien tersebut dimana nilai 0,423 terletak diantara 0,40-0,599. Korelasi Berganda Tabe 4. 2 Hasil Uji Korelasi Berganda Model Summaryb Change Statistics Adjuste Std. Error Mode of the R Square Chang Change Square Square Estimate Sig. Chang BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 66 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Predictors: (Constan. Flash Sale. Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation Dependent Variable: Impulsive Buying Sumber: Data Diolah SPSS 26. Berdasarkan tabel 4. 2 yang telah disajikan di atas, dapat dilihat bahwa nilai R sebesar 0,520 yang artinya AusedangAy dengan interpretasi koefisien korelasi berada diantara 0,40 Ae 0,599 yang dapat dilihat dari tabel 3. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation dan Flash Sale memiliki tingkat korelasi sedang terhadap Impulsive Buying Pada Pengguna E-commerce Shopee di Kabupaten Semarang. Uji Regresi Uji Regresi Sederhana Hasil Regresi sederhana Viral Marketing terhadap Impulsive Buying Tabel 4. 3 Hasil Uji Regresi Sederhana Viral Marketing Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model (Constan. Viral Marketing Std. Error Beta Sig. Dependent Variable: Impulsive Buying Sumber:Data Diolah SPSS 26,2024 Adapun persamaan regresi yang diperoleh ialah sebagai berikut: Y = 12,647 0,205 X1 Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila Viral Marketing bernilai konstan atau nol, maka Impulsive Buying tetap bernilai 12,647. Koefisien regresi X1 sebesar 0,205 menjelaskan apabila Viral Marketing meningkat satu satuan, maka nilai Impulsive Buying berkurang sebesar 0,205 atau menurun sebesar 20,5%. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 67 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Hasil Regresi sederhana Hedonic Shopping Motivation terhadap Impulsive Buying Tabel 4. 4 Hasil Uji Regresi Sederhana Hedonic Shopping Motivation Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. Hedonic Shopping Beta Sig. Motivation BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 68 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 a Dependent Variable: Impulsive Buying Sumber:Data Diolah SPSS 26,2024 Adapun persamaan regresi yang diperoleh ialah sebagai berikut: Y = 5,159 0,558 X2 Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila Hedonic Shopping Motivation bernilai konstan atau nol, maka Impulsive Buying tetap bernilai 5,159. Koefisien regresi X2 sebesar 0,558 menjelaskan apabila Hedonic Shopping Motivation meningkat satu satuan, maka nilai Impulsive Buying berkurang sebesar 0,558 atau menurun sebesar 5,58%. Hasil Regresi sederhana Flash Sale terhadap Impulsive Buying Tabel 4. 4 Hasil Uji Regresi Sederhana Hedonic Shopping Motivation Coefficientsa Standardize Model Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. Flash Sale Beta Sig. Dependent Variable: Impulsive Buying Sumber: Data Diolah SPSS 26,2024 Adapun persamaan regresi yang diperoleh ialah sebagai berikut: Y = 4,241 0,563 X2 Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila Hedonic Shopping Motivation bernilai konstan atau nol, maka Impulsive Buying tetap bernilai 4,241. Koefisien regresi X2 sebesar 0,563 menjelaskan apabila Hedonic Shopping Motivation meningkat satu satuan, maka nilai Impulsive Buying berkurang sebesar 0,563 atau menurun sebesar 5,63%. Uji Regresi Berganda Tabel 4. 5 Hasil Uji Regresi Berganda BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 69 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Sig. (Constan. Viral Marketing Hedonic Shopping Std. Error Beta Motivation Flash Sale Dependent Variable: Impulsive Buying Sumber: Data Diolah SPSS 26, 2024 Berdasarkan tabel 4. 10 di atas, maka dapat disusun persamaan regresi linear berganda yaitu sebagai berikut: Y = 5,062 Oe 0,353 X1 0,488 X2 0,434 X3 yce Keterangan: = Impulsive Buying = Viral Marketing = Hedonic Shopping Motivation = Flash Sale = Error term (Faktor Penggangg. Adapun berikut ini merupakan penjelasan dari persamaan regresi linear berganda di Konstanta senilai 5,062 menunjukkan apabila variabel bebas (Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation, dan Flash Sal. bernilai konstan atau nol, maka pada variabel terikat (Impulsive Buyin. akan bernilai 5,062 Nilai konstanta terkadang memiliki arti yang jelas dan terkadang tidak. Nilai koefisien regresi variabel Viral Marketing (X. sebesar -0,353 dengan arah negatif antara Impulsive Buying dengan Viral Marketing menunjukkan bahwa nilai Viral Marketing setiap kenaikan satu satuan maka akan menurunkan Impulsive Buying sebesar 0,353. Nilai koefisien regresi variabel Hedonic Shopping Motivation (X. sebesar 0,488 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 70 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 dengan arah positif antara Impulsive Buying dengan Hedonic Shopping Motivation menunjukkan bahwa nilai Hedonic Shopping Motivation setiap kenaikan satu satuan maka akan meningkatkan Impulsive Buying sebesar 0,488. Nilai koefisien regresi variabel Flash Sale (X. sebesar 0,434 dengan arah positif antara Impulsive Buying dengan Flash Sale menunjukkan bahwa nilai Flash Sale setiap kenaikan satu satuan maka akan meningkatkan Impulsive Buying sebesar 0,434. Koefisien Determinasi (R. Tabel 4. 6 Hasil Uji R2 Model Summaryb Change Statistics Mod Adjusted Std. Error of R Square Chang Square R Square the Estimate Change Sig. df1 df2 Change Predictors: (Constan. Flash Sale. Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation Dependent Variable: Impulsive Buying Sumber: Data Diolah SPSS 26, 2024 Berdasarkan data olahan pada tabel 4. 6 terdapat nilai koefisien determinasi (R . sebesar 0,248 dengan nilai sig. F adalah 0,000 hal ini menunjukkan bahwa pengaruh variabel bebas yaitu Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation, dan Flash Sale terhadap variabel terikat yaitu Impulsive Buying adalah sebesar 24,8% sedangkan sisanya sebesar 75,2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang telah digunakan dalam penelitian ini. Uji Hipotesis Uji t Pengaruh Viral Marketing terhadap Impulsive Buying BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 71 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Gambar 1. 1 Uji Statistik t Viral Marketing Berdasarkan pengujian hipotesis tabel 4. 10 variabel Viral Marketing menghasilkan thitung -2,266 > ttabel 1,98498 dengan nilai signifikansi 0,02 < 0,05, maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Hal tersebut berarti bahwa Viral Marketing memiliki pengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima. Pengaruh Hedonic Shopping Motivation terhadap Impulsive Buying Gambar 1. 2 Uji Statistik Uji t Hedonic Shopping Motivation Berdasarkan pengujian hipotesis tabel 4. 10 variabel Hedonic Shopping Motivation menghasilkan thitung 3,273 > ttabel 1,98498 dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, maka Ho2 ditolak dan Ha2 diterima. Hal tersebut berarti bahwa Hedonic Shopping Motivation memiliki pengaruh signifikan terhadap Impulaive Buying. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua diterima. Pengaruh Flash Sale terhadap Impulsive Buying Gambar 1. 3 Uji Statistik t Flash Sale Berdasarkan pengujian hipotesis tabel 4. 10 variabel Flash Sale menghasilkan t hitung 2,810 > t tabel 1,98498 dengan nilai signifikansi 0,01 < 0,05, maka Ho 3 ditolak dan Ha3 diterima. Hal tersebut berarti bahwa Flash Sale memiliki pengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 72 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Uji F Tabel 4. Hasil Uji Statistik F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Impulsive Buying Predictors: (Constan. Flash Sale. Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation Gambar 1. 4 Uji Statistik F Berdasarkan hasil uji F pada tabel 4. 12 yang telah disajikan di atas, diperoleh nilai Fhitung sebesar 11,879 > Ftabel 3,09 dengan tingkat signifikansi 0,00 < 0,05, maka Ho4 ditolak dan Ha4 diterima. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dengan judul AuPengaruh Viral Marketing. Hedonic Shopping Motivation. Dan Flash Sale Terhadap Impulsive Buying Pada Pengguna ECommerce Shopee Di Kabupaten SemarangAy yang telah dilakukan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Hasil penelitian menunjukan bahwa Viral Marketing mempunyai hubungan yang Ausangat lemahAy terhadap Impulsive Buying dibuktikan dengan didapatkan nilai korelasi sederhana sebesar 0,147 dan taraf signifikansi 0,14 > 0,05. Variabel Viral Marketing berpengaruh terhadap Impulsive Buying signifikan terhadap Impulsive Buying hal tersebut dapat dilihat variabel Viral Marketing (X. memiliki nilai t hitung sebesar -2,299 yang lebih besar dari t tabel 1,98498 dan nilai signifikansi sebesar 0,02 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 73 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 yang berarti Viral Marketing berpengaruh negatif signifikan terhadap Impulsive Buying pada E-commerce Shopee di Kabupaten Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hedonic Shopping Motivation mempunyai hubungan yang AusedangAy terhadap Impulsive Buying dibuktikan dengan didapatkan nilai korelasi sederhana sebesar 0,441 dan taraf signifikansi 0,00 > 0,05. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa Hedonic Shopping Motivation berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying hal tersebut dapat dilihat variabel Hedonic Shopping Motivation (X. memiliki nilai t hitung sebesar 3,273 yang lebih besar dari t tabel 1,98498 dan nilai signifikansi sebesar 0,00 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 yang berarti Hedonic Shopping Motivation berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying pada E-commerce Shopee di Kabupaten Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Flash Sale mempunyai hubungan yang AusedangAy terhadap Impulsive Buying dibuktikan dengan didapatkan nilai korelasi sederhana sebesar 0,423 dan taraf signifikansi 0,000 > 0,05. Variabel Flash Sale berpengaruh terhadap Impulsive Buying. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa Flash Sale berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying hal tersebut dapat dilihat variabel Flash Sale (X. memiliki nilai thitung sebesar 2,810 yang lebih besar dari ttabel 1,98498 dan nilai signifikansi sebesar 0,01 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 yang berarti Flash Sale berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying pada Ecommerce Shopee di Kabupaten Semarang. Hasil penilitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel Viral Marketing (X. Hedonic Shopping Motivation (X. , dan Flash Sale (X. terhadap Impulsive Buying mempunyai hubungan yang Ausedang atau cukup kuatAy dengan nilai korelasi berganda R sebesar 0,520 dan taraf signifikansi dibawah 0,05. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa variabel Viral Marketing (X. Hedonic Shopping Motivation (X. , dan Falsh Sale (X. secara signifikan mempengaruhi variabel Impulsive buying pada E-commerce Shoppe di Kabupaten Semarang. Dari pengujian statistik F yang telah dilakukan, diperoleh nilai F hitung sebesar 11,879 > F tabel sebesar 3,09 dengan tingkat signifikasi 0,00 < 0,05 menyatakan bahwa variabel Viral Marketing (X. Hedonic Shopping Motivation (X. , dan Falsh Sale (X. berpengaruh secara simultan terhadap Impulsive Buying BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 74 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 pada pengguna E-commerce Shoppe di Kabupaten Semarang. Variabel Viral Marketing (X. Hedonic Shopping Motivation (X. , dan Falsh Sale (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap Impulsive Buying pada E-commerce Shoppe di Kabupaten Semarang, yang ditunjukkan dari hasil uji determinasi sebesar BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 75 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 24,8% artinya terdapat 75,2% variabel diluar variabel Viral Marketing (X. Hedonic Shopping Motivation (X. , dan Falsh Sale (X. yang berpengaruh dan memberikan kontribusi lebih terhadap Impulsive Buying pada E-commerce Shopee di Kabupaten Semarang. Berdasarkan Kesimpulan yang telah diberikan maka terdapat beberapa saran sebagai berikut: Bagi Perusahaan Viral Marketing (X. , seperti data hasil penelitian yang menyatakan bahwa viral marketing berpengaruh negatif terhadap impulsive buying dimana salah satu penyebabnya ialah karena seringkali produk viral hanya sekedar viral tanpa ada keunggulan apapun sehingga kurangnya rasa kepercaya konsumen terhadap sesuatu yang viral, oleh karena itu disarankan untuk pihak shopee tidak hanya sekedar memikirkan strategi bagaimana suatu produk dapat viral namun juga harus tetap mengutamakan keunggulan yang substansial terhadap produk viral tersebut sehingga menarik konsumen berperilaku Impulsive Buying. Hedonic Shopping Motivation (X. Shopee dapat meningkatkan dan mempertahankan kualitas promosi, terutama dalam pelaksanaan program Flash Sale, perlu ditingkatkan. Jenis promosi ini memiliki potensi untuk meningkatkan penjualan dengan cepat melalui Impulsive Buying, yang dapat memberikan dampak positif pada penjualan dan kepuasan konsumen Shopee. Oleh karena itu, strategi promosi terkhusus program Flash Sale, perlu terus dioptimalkan untuk meningkatkan kepuasan konsumen dan memperkuat citra positif Shopee seperti Shopee perlu menjual berbagai macam produk baru yang sesuai dengan trend, yang mana mendorong rasa keinginan dalam dirinya untuk mengikuti trend terbaru sehingga tidak ketinggalan zaman seperti pada fashion, sepatu dan sejenisnya yang sering muncul berbagai model terbaru. Dengan adanya hal ini akan timbul perilaku Hedonic Shopping Motivation dan akibatnya dapat pula meningkatkan Impulse Buying pada konsumen. Flash Sale (X. Shoppe perlu membenahi syarat dan ketentuan produkproduk yang ikut dalam program Flash Sale yang semula barang yang di jadikan Flash Sale merupakan barang cuci gudang atau trend lama dapat BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 76 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 diubah menjadi barang-barang yang memang terbaru atau sedang launching sehingga harapan kedepannya dari program Flash Sale dapat berpengaruh terhadap kunjungan konsumen pada toko tersebut sehigga tidak hanya membeli barang Flash Sale-nya tetapi juga melihat barang barang yang lain dan mengetahui toko yang menyelenggarakan Flash Sale. Bagi Peneliti Selanjutnya Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan model penelitian yang baru dengan menambahkan variable lain diluar variabel penelitian ini yang dapat mempengaruhi Impulsive Buying. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 77 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. Vi No. Bulan Januari Tahun 2025 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 DAFTAR PUSTAKA