E-ISSN: Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Arief Septian 1 . Darmawan 2 1 Program Studi Ilmu Pemerintahan. Universitas Nurdin Hamzah. Jl. Kol. Abunjani. Kota Jambi. Jambi. Indonesia 2 Program Studi Ilmu Pemerintahan. Universitas Nurdin Hamzah. Jl. Kol. Abunjani. Kota Jambi . Jambi. Indonesia Corresponding Author: ariefseptian@gmail. Article History. Received: 2025-02-21 Published: 2025-06-15 Abstract: This research aims to identify the role of BUMDES in supporting increasing the success of fish farming UMKM through community empowerment and to determine the obstacles faced by BUMDES in supporting increasing the success of fish cultivating UMKM in Kota Karang Village. This research uses qualitative research. Data collection techniques were carried out through observation, interviews with dam documentation. Data were analyzed using qualitative descriptive methods starting from data reduction, data presentation, to drawing conclusions. The results of this research show that the role of BUMDES Bangkit Bersama in supporting the increase in fish farming UMKM through empowerment in Kota Karang Village is seen from several aspects of human resource development, capital, technology and marketing as a whole which is not optimal or not going well. The obstacles faced by BUMDES in increasing the success of fish farming UMKM in Kota Karang Village. Kec. Kumpeh Ulu District. Muaro Jambi is caused by a lack of training and assistance in developing human resources, limited capital, limited technology, and limited sales that have not been able to penetrate the market directly. Apart from that, there are several obstacles such as unstable fish prices, expensive feed prices, fish disease due to weather changes, fish weights that do not meet the target, budget limitations, and in regular meetings every time we talk about BUMDES it is always diverted by the village government, so that These obstacles are what hinder the development of fish farming UMKM in Kota Karang Village. Kec. Kumpeh Ulu District. Muaro Jambi. Keyword: BUMDES, fish farming. society empowerment. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran BUMDES dalam mendukung peningkatan keberhasian UMKM budidaya ikan melalui pemberday aan masyarakat serta untuk mengetahui kendala dihadapi BUMDES dalam mendukung peningkatan keberhasilan UMKM budidaya ikan di Desa Kota Karang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan secara observasi, wawancara dam dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif mulai dari reduksi data, pemyajian data, sampai dengan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran BUMDES Bangkit Bersama dalam mendukung peningkatan UMKM budidaya ikan melalui pemberdayaan di Desa Kota Karang dilihat dari beberapa aspek pengembangan sumber daya manusia, permodalan, teknologi dan pemasaran secara keseluruhan belum optimal atau belum berjalan dengan baik. Adapun kendala yang dihadapi BUMDES dalam meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kec. Kumpeh Ulu Kab. Muaro Jambi dikarenakan oleh kurangnya pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan SDM, keterbatasan modal, keterbatas an teknologi, serta penjualan yang terbatas belum mampu menembus pasar secara Selain itu terdapat beberapa kendala seperti harga ikan tidak stabil, harga 78 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 pakan yang mahal, adanya penyakit ikan akibat perubahan cuaca,bobot ikan yang tidak sesuai target, keterbatasan anggaran, dan dalam pertemuan rapat rutin setiap berbica tentang BUMDES selalu dialihkan oleh pihak pemerintah desa, sehingga kendala tersebutlah yang menghambat perkembangan UMKM budidaya ikan di Desa Kota Karang Kec. Kumpeh Ulu Kab. Muaro Jambi. Kata Kunci: budidaya ikan. BUMDES, pemberdayaan masyarakat. PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM ) memiliki peran penting bagi pembangunan nasional. UMKM berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi , menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar serta mengurangi pengangguran (Nuraini et al. , 2. UMKM mampu memperluas pasar, mendorong perdagangan, mengelola sumber daya alam, memerangi kemiskinan, membangun komunitas masyarakat serta menghidupi keluarga (ILO, 1991 dan Reddy et. , 2002 dalam Aqmala, 2013 ). Era globalisasi membawa persaingan yang semakin ketat, sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam Salah satu industri yang menjanjikan dalam meningkatkan perekonomian lokal dan ketahanan pangan adalah budidaya ikan. Budidaya ikan telah berkembang menjadi industri yang penting dalam perekonomian negara, terutama di daerah dengan potensi sumber daya air yang Menurut Akusa. Wilda . mendeskripsikan bahwa budidaya ikan bukan sekedar memberikan kontribusi pada perekonomian nasional, melainkan juga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menyediakan sumber daya gizi yang seimbang dan meningkatkan pendapatan masyarakat, namun budidaya ikan menghadapi sejumlah tantangan, termasuk terbatasnya biaya produksi, kendala teknologi, dan keterbatasan pasar. Upaya dalam meningkatkan keberhasilan budidaya ikan, sangat penting melalui peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa menyatakan bahwa Badan Usaha Milik Desa disebut BUMDES merupakan badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bekerjasama dengan desa lain untuk mengelola usaha, memanfaatkan sumber daya, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan menyediakan jenis usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat desa (Peraturan Presiden, 2. BUMDES adalah suatu lembaga yang di dalamnya terlibat interaksi secara ekonomi antara pemerintah desa dengan masyarakat desa, hal ini juga mempengharuhi hubungan yang terjalin secara alamiah antara pemerintah desa dengan masyarakat (Engkus et al. , 2. Dalam prasyarat pelaksanaan BUMDES secara eksplisit terdapat 2 peran penting yaitu sebagai bisnis ekonomi maupun bisnis sosial (Samadi et al. , 2. Menurut Ratna Aziz Prasetyo . menyatakan bahwa peran sosial BUMDES terlihat dari bagaimana keberadaannya mampu memberdayakan masyarakat serta meningkatkan interaksi dan solidaritas yang telah terbangun melalui kegiatan BUMDES yang dikelola secara kolektif. Peran ekonomi tersebut jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui usaha-usaha yang dikelola oleh BUMDES dan kontribusinya terhadap kas desa atau PADes. BUMDES dioperasikan melalui pengembangan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, dan pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan. Dalam konteks budidaya ikan. BUMDES berperan sebagai penyalur informasi dan teknologi bagi para petani ikan serta pengembang usaha budidaya ikan berbasis lokal. Menurut Hikmah . menyatakan bahwa BUMDES berkontribusi dalam 79 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 meningkatkan keberhasilan budidaya ikan melalui beberapa cara. Pertama. BUMDES dapat membantu para petani ikan dalam menciptakan teknologi budidaya ikan yang lebih maju dan produktif. Kedua. BUMDES dapat meningkatkan pendapatan produsen ikan dengan memberikan mereka akses terhadap pasar yang lebih luas. Ketiga, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di desanya, para petani ikan dapat memanfaatkan bantuan BUMDES dalam menciptakan usaha budidaya ikan berbasis masyarakat. Dalam kaitannya dengan UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. BUMDES dapat berperan sebagai pengembang usaha UMKM budidaya ikan yang berbasis UMKM budidaya ikan dapat berperan sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat desa, serta dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memberikan sumber daya gizi yang seimbang. Oleh karena itu, peran BUMDES dalam meningkatkan keberhasilan UMKM budidaya ikan sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Menurut Nasir . Istilah pemberdayaan masyarakat dikenal sebagai upaya membangun kapasitas masyarakat dan memberdayakan sumber daya manusia (SDM) yang ada melalui pengembangan kelembagaan, sarana dan prasarana serta pengembangan tiga P- . endamping, penyuluhan, dan pelayana. Grand Theory Pemberdayaan menurut Machendrawaty . intinya teori ini menggambarkan bagaimana pemberdayaan masyarakat menghasilkan peningkatan berkelanjutan terhadap kapasitas hidup dan kegiatan yang dimaksudkan untuk mendukung atau mengangkat masyarakat yang kurang beruntung secara finansial guna meningkatkan kesejahteraan finansial keluarga mereka. Beberapa pakar berpendapat bahwa pengertian pemberdayaan dapat dipahami dengan melihat tujuan, tata cara, dan tekniknya dalam buku Edi Suharto . Dalam membangun komunitas yang memberdayakan masyarakat. Jim Life menyatakan bahwa tujuan pemberdayaan adalah untuk memberikan otoritas yang lebih besar kepada mereka yang lemah atau kurang Salah satu daerah di provinsi jambi yang menjalankan program usaha budidaya ikan dan memiliki sumber produksi ikan tertinggi se-Provinsi Jambi adalah Kabupaten Muaro Jambi. Muaro Jambi menduduki peringkat teratas produksi perikanan tambak menurut data Dinas Perikanan Provinsi Jambi. Berdasarkan data dari Dinas Perikanan Kabupaten Muaro Jambi tercatat produksi perikanan budidaya jenis ikan di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2020 sebanyak 25,775,19 ton dan produksi terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023 jumlah produksi ikan budidaya yaitu 27,884,514 ton. Salah satu desa di Kecamatan Kumpeh Ulu yang memiliki potensi untuk pengembangan usaha perikanan yaitu Desa Kota Karang. Budidaya ikan yang dikembangkan di Desa Kota Karang yaitu jenis ikan patin. UMKM budidaya ikan yang berada di Desa Kota Karang berada di naungan BUMDES. Berdasarkan Peraturan yang ditetapkan oleh Kepala Desa Kota Karang yaitu Peraturan Desa Kota Karang Nomor 07 Tahun 2017 Tentang Badan Usaha Milik Desa Bangkit Besama Desa Kota Karang. BUMDES ini terbentuk pada tanggal 28 Agustus 2017 unit usaha yang dikelola BUMDES ini yaitu budidaya ikan patin yang sudah berjalan. Berdasarkan hasil wawancara bersama Sekretaris Desa An. Bapak Murdani pada saat observasi awal bahwa budidaya ikan di Desa Kota Karang terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan UMKM Budidaya ikan seperti . Pertama, banyak pelaku UMKM budidaya ikan yang memiliki keterbatasan modal, sehingga mereka kesulitan untuk membeli bibit ikan, pakan dan peralatan yang Selain itu mereka juga kesulitan untuk mendapatkan akses pembiayaan dari Lembaga keuangan formal. Kedua, harga ikan dipasar seringkali mengalami 80 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 fluktuasi yang tinggi sehingga hal ini menjadi masalah bagi pelaku UMKM budidaya ikan, karena tidak dapat memprediksi dengan pasti keuntungan yang akan mereka dapatkan. Ketiga, kualitas pakan dan benih ikan yang digunakan dalam budidaya ikan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan ikan, namun tidak semua pelaku UMKM budidaya ikan memiliki akses terhadap pakan dan benih ikan yang berkualitas. Keempat, banyak pelaku UMKM budidaya ikan yang masih kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam budidaya ikan seperti pengelolaan kolam, pemberian pakan, dan pencegahan penyakit yang dapat mengakibatkan pada penurunan hasil panen. Kelima, pelaku UMKM budidaya ikan seringkali kesulitan untuk memasarkan hasil panen mereka, dikarenakan lemahnya jaringan pemasaran dan kurangnya akses terhadap pasar yang potensial. Kemudian Bapak Murdani juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa permasalahan terkait BUMDES Desa Kota Karang diantaranya. dikeluhkannya harga pakan ikan yang terus meningkat sehingga kelompok BUMDES memerlukan pendanaan yang cukup besar untuk operasional pengelolaan 1 . kolam ikan, sementara penjualan hasil budidaya ikan patin yang dijual melalui beberapa penampung atau pengepul yang berada di desa belum mengalami kenaikan harga yang signifikan, terkendalanya akses untuk menembus pasar membuat kelompok BUMDES harus menjual hasilnya dengan harga yang standar di pengepul desa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan bantuan dari pemerintah desa melalui BUMDES agar berperan lebih optimal dalam meningkatkan keberhasilan UMKM budidaya ikan di Desa Kota Karang Kab. Muaro Jambi, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian Prasetyo. Ratna Aziz . menunjukkan bahwa keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan BUMDESa masih kurang karena pengetahuan masyarakat terhadap program BUMDES masih cukup rendah. Pola serupa menunjukkan peningkatan penggunaan pembangunan fisik desa, namun kontribusi pemberdayaan masyarakat masih di bawah standar karena sejumlah permasalahan, salah satunya adalah anggaran BUMDES. Sedangkan Prawitno et al. , . dari hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa Peraturan daerah yang menjadi pedoman daerah dalam penyelenggaraan badan usaha milik desa ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa. Peraturan Gowa Nomor 7 Tahun 2015 tentang Protokol Pendirian dan Penyelenggaraan Badan Usaha Milik Desa. Namun pengelolaan usaha milik desa masih menghadapi permasalahan sumber daya manusia yang bersifat lambat dan menurun. Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) memiliki peran penting dalam meningkatkan keberhasilan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa. Namun, dalam praktiknya, terdapat beberapa isu dan masalah yang menghambat peran BUMDES dalam mencapai tujuan tersebut. Berikut beberapa di antaranya: keterbatasan modal dan SDM, lemahnya manajemen dan tata kelola BUMDES, kurangnya koordinasi dan sinergi, kurangnya akses pasar dan promosi serta kurangnya pemahaman dan partisipasi masyarakat (Lubis et al. , 2. Studi ini menggunakan teori irmplermerntasir kerbirjakan yang dirmaknair serbagair mertoder yang dirgunakan agar serbuah kerbirjakan publirk yang dirrumuskan dan dirtertapkan dapat dirlaksanakan dan merncapair tujuan yang dirirngirnkan (Pahrudin HM, 2. Secara spesifik, studi ini menggunakan teori implementasi kebijakan Gerorger C. Erdward IrIrIr yangr merngatakan bahwa serbuah kerbirjakan dalam perlaksanaannya sangat dirperngaruhir olerh berberrapa asperk perntirng dalam 81 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 merngukur kerberrhasirlan suatu irmplermerntasir kerbirjakan (Pahrudin HM, 2. , yaitu: Komunirkasir. Sumberrdaya. Dirsposirsir dan Struktur Organirsasi. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Desa Kota Karang. Kabupaten Muaro Jambi, pada Oktober-November 2024. Sumber data primer berasal dari hasil wawancara terhadap 7 informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari berita di media dan data-data lain yang terkait. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk mengetahui peran BUMDES dalam mendukung peningkatan keberhasilan UMKM budidaya ikan di desa Kota Karang. Maka penulis mengumpulkan data dengan cara wawancara kepada beberapa informan yang terkait dengan penelitian yang akan diteliti. Berdasarkan kegiatan pengumpulan data tersebut maka penulis mendapatkan hasil penelitian sebagau berikut berdasarkan indikator pemberdayaan menurut Dr. Hasdiansyah: Pengembangan Sumber Daya Manusia Keberhasilan suatu usaha tidak terlepas dari sumber daya manusia yang kompeten terampil dan inovatif. Elemen kunci dalam menentukan sukses atau tidaknya operasional usaha adalah sumber daya manusia. Jika kemampuan sumber daya manusia memiliki kinerja yang buruk juga akan mempengaruhi hasil produksi. Sumber daya manusia yang baik tergantung pada tingkat pendidikan atau pelatihan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Sekretaris Desa Kota Karang Bapak Murdani S. Pd. I mengenai bagaimana pengembangan sumber daya manusia dilakukan pelaksanaan usaha UMKM budidaya ikan menyatakan bahwa : Pengembangan SDM penting dilakukan dengan cara pemberian pendampingan, pelatihan untuk meningkatkan kapasitas UMKM. Ada juga pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan SDM seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Dinas Perikanan, pihak desa. BPD. (Wawancara, 29 Oktober 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Perangkat Desa Bapak Abu Kota Karang mengenai pengembangan sumber daya manusia dalam pelaksanaan usaha UMKM budidaya ikan kepada pengurus BUMDES menyatakan bahwa : Untuk kegiatan pengembagan sumber daya manusia ini kita fokuskan terlebih dahulu kepada pengurus BUMDES dengan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pengurus BUMDES, agar mengetahui bagaimana cara pengelolaan usaha BUMDES melalui UMKM budidaya ikan, serta bagaimana manajemen pelaporan dana BUMDES. Harapannya dengan diikutkannya pengurus BUMDES dalam pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan agar dapat diterapkan dengan baik (Wawancara,29 Oktober 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ketua BUMDES Bapak Amin Sodik. Amd mengenai pengembangan sumber daya manusia dalam pelaksanaan usaha UMKM budidaya ikan menyatakan bahwa: 82 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 Ya, waktu itu kami sebagai pengurus BUMDES pernah mengikuti pelatihan dari desa di Hotel Duta. Talang Banjar selama 3 hari pada tahun 2018. Yang memberikan pemaparan dinas PMD tentang tata kelola BUMDES. pendampingan dari desa rutin dilakukan setiap < 1 kali dalam setahun dan ilmu yang didapat dari pelatihan ini kita sebarkan ke anggota lain. (Wawancara, 29 Oktober 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Sekretaris BUMDES Bapak Munawir Kudori S. E mengenai pengembangan sumber daya manusia dalam pelaksanaan usaha UMKM budidaya ikan menyatakan bahwa: Pelatihannya satu kali seingat saya, kalau untuk pendampingan dari desa dahulu rutin rentang tahun 2018-2019, kemudian saat Covid-19 itu sudah jarang lagi dilakukan rapat-rapat pengurus dan anggota BUMDES, sampai saat ini belum ada lagi pelatihan dari desa. Padahal jika diadakan pertemuan rutin, selalu evaluasi setiap kegiatan dan terkoordinasi oleh pihak desa, mungkin BUMDES ini akan sangat bermanfaat bagi pengelola BUMDES atau anggota BUMDES sehingga BUMDESnya (Wawancara, 1 November 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Petani Bapak Iwin mengenai pengembangan sumber daya manusia dalam pelaksanaan usaha UMKM budidaya ikan menyatakan bahwa: Tidak ada pelatihan dan pendampingan yang diberikan BUMDES kepada kami, kami mengelola budidaya ikan secara otodidak dengan keterampilan kami sendiriAy. (Wawancara, 29 Oktober 2. Berdasarkan temuan dari wawancara yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan sumber daya manusia ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman atau pengetahuan maupun keterampilan dalam menjalankan usaha UMKM budidaya ikan. Sekretaris Desa Kota Karang Bapak Murdani S. Pd. I menekankan bahwa pihak yang memberikan pengembangan SDM yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Dinas Perikanan, pihak desa. BPD. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Bapak Abu Bakar, bahwa karena SDM suatu hal yang krusial maka pengembangan SDM ini dimulai dari pengurus BUMDES terlebih dahulu agar usaha UMKM budidaya ikan dapat diterapkan dengan baik. SDM yang kompeten akan menghasilkan pekerjaan yang baik dan dapat menjalankannya sesuai dengan target utamanya. Sebagai ketua BUMDES Bapak Amin Sodik ikut serta dalam kegiatan pelatihan yang difasilitasi oleh desa dengan sadar akan tanggung jawabnya sebagai ketua yang harus memiliki pemahaman, keterampilan dalam mengelola BUMDES. Disisi lain Bapak Munawir Kudori S. E yang menjalankan peran sebagai sekretaris BUMDES merasa bahwa perlunya dilakukan lagi pelatihan dan pendampingan agar selalu terkoordinir antara pengelola BUMDES, anggota BUMDES dan pihak desa agar selalu mengevaluasi tahap demi tahap kegiatan yang telah terlaksana agar pengelolaan UMKM budidaya ikan ini dapat berjalan dengan baik. Sedangkan hasil wawancara dari petani ikan yang mengatakan bahwa belum ada pelatihan dan pendampingan yang dilakukan sehingga indikator pengembangan sumber daya manusia bagi petani ikan belum tercapai. 83 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 Permodalan Bantuan modal bagi pelaku usaha UMKM merupakan hal yang sangat krusial. Karena modal inilah yang merupakan kunci utama bagi sebuah usaha agar dapat menjalankan usahanya secara optimal. Tanpa adanya dana yang cukup akan sulit untuk berkembang dan bertahan bagi pelaku usaha. Di Desa Kota Karang modal usaha BUMDES yaitu langsung berupa uang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Sekretaris Desa Kota Karang Bapak Murdani S. Pd. I mengenai permodalan usaha BUMDES menyatakan: Modal usaha BUMDES berasal dari penyertaan modal desa sebesar 50 Juta berasal dari Dana Desa (DD) dan ada juga dana dari pusat A 50 Juta untuk mengelola budidaya ikan yang dianggarkan sesuai dengan kebutuhan petani seperti: pembuatan kolam baru, mesin sedot air, bibit ikan, dan pakan ikan. (Wawancara, 29 Oktober Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Sekretaris Desa Kota Karang Bapak Murdani S. Pd. I mengenai mekanisme penjaminan dan pengembalian modal menyatakan bahwa: Tidak ada jaminan atau hanya modal kepercayaan dengan system jika untung bagi hasil sesuai ketentuan jika rugi tidak diwajibkan mengembalikan modal. (Wawancara, 29 Oktober 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ketua BUMDES Bapak Amin Sodik. Amd mengenai permodalan usaha BUMDES menyatakan: Kami menerima anggaran yang dialokasikan dari desa ataupun pusat. anggaran ini digunakan untuk mendukung petani ikan dalam meningkatkan hasil produksi ikan. dana tersebut digunakan untuk penambahan jumlah kolam dan pembangunan gudang pakan, sisa uangnya untuk pembelian bibit ikan dan pakan ikan. Namun seiring berjalan waktu dana yang telah dikucurkan belumlah cukup untuk dapat meningkatkan hasil panen yang maksimal karena selama pengelolaan tidak selalu untung bahkan dalam beberapa periode budidaya ikan mengalami kerugian sehingga tidak mampu mengembalikan modal yang terpakai, karena saat ini kondisi tidak stabil, maka usaha kami sekarang berupa penyewaan kolam untuk UMKM budidaya. (Wawancara, 29 Oktober 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan petani ikan Bapak Ramli mengenai permodalan usaha BUMDES menyatakan: Bantuan dari desa sangat membantu dalam menekan biaya produksi. program ini tetap berjalan dan mendukung hasil panen kami, namun 2-3 tahun terakhir ini belum ada lagi bantuan modal dari desa, karena selama ini kami menggunakan dana pribadi dalam pengelolaan usaha ikan. (Wawancara, 29 Oktober Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan petani ikan Bapak Kamal mengenai permodalan usaha BUMDES menyatakan: Dulu memang pernah dapat bantuan bibit ikan dari desa, sekarang sudah tidak pernah lagi mendapat bantuan. Saat ini BUMDESnya berupa jasa sewa kolam ikan per tahun dengan harga lebih murah daripada tempat lain, ini sangat membantu bagi kami yang tidak memiliki kolam pribadi. (Wawancara, 29 Oktober 2. 84 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 Dari hasil wawancara dengan beberapa informan terkait permodalan atau anggaran dalam usaha UMKM budidaya ikan dapat disimpulkan bahwasanya. Alokasi bantuan penyetaraan modal dari Desa untuk budidaya ikan sebesar 50 Juta dan A50 Juta dari pusat. Dana tersebut digunakan untuk membuat kolam baru, pembelian mesin sedot, bibit ikan dan pakan ikan, dan pembangunan gedung pakan. Komitmen antara pengelola BUMDES atau anggota BUMDES budidaya ikan dan pihak desa sangat penting dalam menjamin keberlangsungan usaha budidaya ikan. Berdasarkan pernyataan dari petani ikan, selama 2-3 tahun terakhir mereka tidak mendapatkan bantuan lagi dikarenakan pihak desa tidak memperhatikan usaha budidaya ikan tersebut dan belum ada tindak lanjut dari kejadian tesebut. Sehinga pihak BUMDES saat ini belum mendapatkan bantuan permodalan yang disebabkan kerugian dalam pengelolaan budidaya ikan beberapa waktu Sehingga solusi yang diambil oleh BUMDES saat ini adalah jasa sewa kolam. Teknologi Penggunaan teknologi memberikan kemudahan bagi pelaku usaha agar pekerjaan petani menjadi efisien dan produktif. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan Sekretaris Desa Kota Karang Bapak Murdani S. Pd. I mengenai teknologi menyatakan Guna mendukung UMKM budidaya ikan, kami menyediakan teknologi berupa bantuan mesin sedot air yang bertujuan untuk menjaga kualitas air kolam. (Wawancara, 29 Oktober 2. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan petani Bapak Iwin mengenai teknologi bahwa : Kami sebagai petani bersyukur atas bantuan yang difasilitasi oleh BUMDES, penggunaan mesin sedot air ini dapat menghemat waktu dan tenaga dalam pengelolaan ikan. (Wawancara, 29 Oktober 2. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan petani Bapak Ramli tentang teknologi menyatakan : Hanya ada satu yaitu mesin sedot air, kami juga mengharapkan bantuan alat -alat canggih yang dapat diadopsikan pada anggota UMKM budidaya ikan seperti sensor kualitas air atau teknologi untuk pembenihan sehingga kita dapat membuat benih sendiri dan menjamin kualitas air, hal itu diperlukan karena seringkali banyak bibit yang mati dalam pengelolaan sehingga produksi ikannya menurun. (Wawancara, 29 Oktober 2. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan Ketua BUMDES Bapak Amin Sodik mengenai teknologi bahwa: Kami cepat merespon jika ada WA dari anggota kelompok mengenai keluhan kerusakan alat teknologi atau tanda-tanda yang bisa menyebabkan penurunan produktivitas sehingga dapat ditangani dan dirawat dengan baik, namun untuk pengadaan teknologi baru belum, karena belum ada pihak yang membantu baik dari desa, pemerintah pusat, atau lembaga lainnya. (Wawancara, 29 Oktober Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa informan dapat diketahui bahwa 85 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 teknologi pengelolaan ikan yang dimiliki oleh BUMDES ini berupa mesin sedot air yang bertujuan untuk menjaga kualitas air ungkap Sekretaris Desa Kota Karang. Pengurus BUMDES juga menyikapi permasalahan yang dikeluhkan oleh petani ikan dan berusaha mencari penyelesaiannya. Dan sikap petani dalam menyikapi bantuan teknologi mesin sedot air dari instansi terkait juga baik dan merasa terbantu karena menghemat waktu dan tenaga. Selain itu ada petani yang juga mengharapkan pengadaan teknologi-teknologi yang mendukung pengelolaan ikan agar tidak mengalami kegagalan dan peningkatan produktivitas ikan namun terkendala keterbatasan anggaran dari pihak desa . Pemasaran Pemasaran merupakan puncak dari bisnis yang menentukan untung atau rugi usaha yang dijalankan. Melalui pemasaran inilah produk kita direncanakan, dipromosikan dan didisrtibusikan kepada target pasar yang tepat. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Sekretaris Desa Bapak Murdani S. PdI mengenai pemasaran mengatakan bahwa: Pemasarannya pembeli langsung datang melalui tengkulak atau bekerja sama dengan penyedia pakan dan biasanya dipromosikan pada forum-forum desa yang massanya ramai. (Wawancara, 29 Oktober 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ketua BUMDES Bapak Amin Sodik Amd mengenai pemasaran mengatakan bahwa: Pemasaran dilakukan dengan menjalin kerja sama bersama para pedagang ikan patin yang ada dipasaran maupun menjalin kerja sama dengan para pengusaha rumah makan. namun biasanya pemasarannya diambil langsung oleh tengkulak. (Wawancara, 29 Oktober 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan petani Bapak Iwin mengenai pemasaran mengatakan bahwa: Kami juga mempromosikannya di WhatsApp, namun biasanya BUMDES mengarahkan langsung melalui tengkulak, kalau jual secara pribadi bisa mendapatkan keuntungannya lebih besar namun sulit untuk mengeluarkan produksi ikan dalam jumlah banyak karena terbatasnya jaringan pasar dan permintaan pasar. kalau dengan BUMDES bisa menjual ikan dipasar dengan harga yang cukup miring namun keuntungannya bisa dinikmati sesegera mungkin karena BUMDES ini kan sudah banyak dikenal para penjual ikan. (Wawancara, 29 Oktober 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Sektetaris BUMDES Bapak Nawir Kudori S. E mengenai pemasaran mengatakan bahwa: Biasanya kami hanya menjalankan produksi budidaya ikan untuk menjual langsung ke tengkulak, karena tengkulak ini juga ada yang sebagai penyedia makan sehingga kami bekerjasama dengannya. (Wawancara, 1 November 2. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa informan dapat disimpulkan bahwa BUMDES telah memiliki jaringan pasar sehingga penjualannya tidak sulit yaitu melalui tengkulak . engepul ika. , bekerjasama dengan penyedia pangan, bekerjasama dengan rumah makan, bekerjasama dengan penjual ikan dipasar. namun untuk menjual sendiri di pasar masih mengalami keterbatasan jaringan untuk menembus pasar langsung, 86 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 dikarenakan para penjual dipasar sudah berlangganan dengan para pengepul ikan . Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis mengenai peran BUMDES dalam meningkatkan UMKM budidaya ikan. Pihak pemerintah desa Kota Karang telah melakukan pengembangan sumber daya manusia melalui kegiatan pelatihan yang diikuti oleh pengurus BUMDES selaku anggota UMKM budidaya ikan. Jenis pelatihan yang telah diikuti yaitu tentang pelatihan peningkatan pengurusan BUMDES didalamnya memuat bagaimana tata cara kelola BUMDES dan cara manajemen pengelolaan dana BUMDES. Pelatihan ini dilakukan dengan tujuan agar pengurus BUMDES selaku anggota UMKM budidaya ikan dapat menjadi lebih terampil khususnya dalam tata cara kelola BUMDES dan cara manajemen pengelolaan dana BUMDES serta memiliki skil dalam budidaya ikan. Namun kenyataannya, berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan petani bahwa belum ada pendampingan dan pelatihan yang dilakukan oleh BUMDES kepada petani, sehingga petani ikan memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola budidaya ikan. Menurut Dr. Hasdiansyah . pemberdayaan masyarakat dimulai dari pemberian akses pendidikan melalui pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan atau skill yang harus dimiliki oleh pengelola usaha. Skill atau kemampuan termasuk tentang bagaimana cara pengelolaan BUMDES yang bagus baik dari sisi manajemen, sumber daya manusia, produksi, keuangan, pemasaran dan teknologi. Berdasarkan hasil dari wawancara dari salah satu anggota BUMDES bahwasannya selama berjalannya BUMDES hanya ada satu kali pelatihan sehingga minimnya pengetahuan yang didapatkan dari pengurus BUMDES khususnya tentang budidaya ikan secara spesifik. Hal tersebut tidak sejalan dengan ungkapan Menurut Never Ending Transfusing - Application Training (NET-a. Pelatihan adalah kegiatan belajar dan praktik untuk sesuatu tujuan baik, dilakukan secara berulang-ulang dan terus-menerus untuk meningkatkan kemampuan . ontinuously and never en. manusia, dan fitrahnya. Artinya perlunya melakukan pelatihan secara rutin atau terus menerus dengan tujuan untuk mengurangi kendala dan menoptimalkan kemampuan skill maupun potensi Dengan melakukan langkah-langkah yang tepat mulai dari memeriksa kebutuhan, membuat konsep, melakukan pelatihan dan evaluasi maupun tindak Yang tujuan utama dari pengembangan sumber daya manusia ini adalah agar dapat membantu pencapaian lebih maksimal pada sebuah organisasi khususnya UMKM budidaya ikan. Menurut Subali. Stefanus B. , et. 2023 menyatakan bahwa pendampingan adalah proses memberikan bantuan, bimbingan, dan dukungan kepada individu atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Proses ini melibatkan transfer pengetahuan, keterampilan, dan motivasi untuk mengatasi tantangan dan mencapai potensi maksimal. Berdasarkan hasil wawancara dengan sekretaris BUMDES bahwa saat ini sudah sangat jarang diadakan pertemuan rapat rutin maupun pendampingan dari pemerintah desa terhadap pengurus dan anggota UMKM budidaya ikan, karena terjadinya miskomunikasi antara pengurus BUMDES dengan pemerintah desa. Pengurus BUMDES merasa dibiarkan berjalan dengan sendirinya tanpa ada pendampingan yang khusus dari pemerintah desa. Pengurus BUMDES di Desa Kota Karang masih memerlukan pendampingan dari desa kepada pelaku usaha. Hal ini dikarenakan BUMDES sebagai entitas bisnis yang baru tumbuh seringkali menghadapi berbagai tantangan, baik dari internal maupun eksternal. Pendampingan yang tepat dapat membantu BUMDES mengatasi tantangan, 87 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 meningkatkan keterampilan yang sudah ada, membantu penyelesaian masalah, membantu meningkatkan motivasi dan semangat kepada pelaku UMKM budidaya ikan dalam menjalankan usahanya. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa peran BUMDES UMKM budidaya ikan ini pada aspek pengembangan sumber daya manusia belum optimal dilihat dari keluhan dari anggota UMKM budidaya ikan yang juga sebagai anggota BUMDES yang mana mereka merasa kurangnya pendampingan atau pelatihan usaha dibawah naungan BUMDES sehingga wawasan tentang pengelolaan budidaya ikan ini kurang menyeluruh. Hal tersebut menyebabkan kegagalan usaha yang ada, karena melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan tertentu khususnya budidaya ikan sehingga dapat meminimalisir kegagalan dalam pengembangan Permodalan Modal adalah salah satu aspek yang sangat berperan dalam menjalankan suatu usaha ataupun untuk memulai suatu bisnis. Setiap usaha atau bisnis yang ingin dijalankan pasti memerlukan suatu modal, baik itu dalam bentuk uang, sarana dan prasarana maupun modal yang lainnya guna untuk menjalankan usaha maupun bisnis dan mencapai keuntungan yang diingikan (Firmandas. Megi. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa peran BUMDES dalam aspek permodalan melalui unit usaha budidaya ikan berupa pemberian modal atau penyertaan modal khususnya para petani ikan. Dimana usaha ini ada sekitar 5 orang dalam 1 kelompok yang diberikan bantuan berupa penyertaan modal atau pinjaman modal yang dipergunakan para petani UMKM budidaya ikan untuk keperluan pengelolaan ikan dengan jumlah modal yang diberikan sekitar Rp 50. 000 dari Dana Desa dan Rp. 000 dari dana pusat sehingga usaha ini dapat menjadikan tambahan penghasilan atau tingkat pendapatan beberapa petani ikan. Dengan modal tersebut dianggarkan sesuai kebutuhan petani seperti . penambahan kolam baru sebanyak 2 unit, mesin sedot air, pembelian bibit ikan dan pakan ikan. Unit usaha simpan pinjam atau pinjaman modal ini dimanfaatkan oleh petani UMKM budidaya ikan dengan mengelola 4 . kolam ikan. Seiring berjalannya unit usaha simpan pinjam modal ini, tidak memberikan hasil yang memuaskan seperti tujuan dari terbentuknya BUMDES bahwasanya pada unit ini tidak adanya pemasukan terhadap pendapatan BUMDES, karena beberapa periode budidaya ikan hanya dapat mengembalikan modal saja tidak mendapatkan keuntungan dan pada periode berikutnya sehingga mengalami kerugian hal tersebut dikarenakan dalam pengelolaan budidaya ikan ini dipengaruhi oleh penyakit ikan yang menyebabkan kematian pada ikan dan harga pakan ikan yang mahal. Ditambah terjadinya wabah bencana Covid-19 pada Tahun 2019 yang menyebabkan terhentinya semua sektor aktivitas masyarakat membuat program BUMDES ini terhenti total. Sehingga sampai saat ini masih terkendala dalam pelaksanaannya yang disebabkan oleh keterbatasan modal yang dimiliki oleh BUMDES. sehingga pelaku UMKM budidaya ikan tidak mampu mengembalikan modal yang terpakai, jadi untuk saat ini, program tersebut sudah nonaktif. Berdasarkan penjelasan di atas, menunjukkan bahwa unit usaha simpan pinjam atau penyertaan modal yang telah di programkan oleh BUMDES guna untuk memberdayakan ekonomi masyarakat tidak dapat memberikan perannya untuk mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Saat ini pihak BUMDES, berusaha mengatasi masalah ini melalui pengalihan usaha jasa sewa kolam per-tahun kepada pelaku UMKM budidaya ikan. Dari program 88 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 penyewaan kolam ini dapat membantu pelaku UMKM untuk memanfaatkan kolam Berdasarkan hasil wawancara dengan petani ikan mengatakan bahwa biaya untuk penyewaan kolam tidak begitu memberatkan, lantaran harga penyewaannya yang terbilang murah daripada harga sewa kolam ditempat lain dengan harga Rp 2. per tahun. Peran dari BUMDES secara umum juga dapat dirasakan oleh pelaku UMKM budidaya ikan saat ini melalui program penyewaan kolam tersebut. Karena saat ini program BUMDES hanya berpacu pada jasa penyewaan. Kemudian program yang sudah dijalankan saat ini masih kurang efektif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat karena keterbatasan anggaran sehingga untuk mencapai tujuan dari pemberdayaan masyarakat di perlukan anggaran yang cukup untuk mengelola budidaya ikan agar program-program yang dijalankan lebih efektif dan efesien untuk kedepannya dalam membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. KESIMPULAN Peran BUMDES dalam meningkatkan UMKM budidaya ikan melalui pemberdayaan di Desa Kota Karang dilihat dari beberapa aspek pengembangan sumber daya manusia, permodalan, teknologi dan pemasaran secara keseluruhan belum optimal atau belum berjalan dengan baik. Pengembangan SDM yaitu membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi masalah yang muncul dalam mengembangkan usaha, walaupun pihak desa telah memberikan pelatihan kepada pengurus BUMDES namun pelatihan itu hanya sebatas tentang tata kelola BUMDES dan laporan keuangan BUMDES, belum ada pelatihan yang menaungin BUMDES secara langsung untuk memberikan wawasan dan keterampilan khususnya dalam pembudidayaan ikan sehingga pengembangan sumber daya manusia kurang menyeluruh, selain itu pengurus BUMDES juga masih membutuhkan pendampingan dari pihak pemerintah desa agar dapat membantu penyelesaian masalah, meningkatkan motivasi dan semangat kepada pelaku UMKM budidaya ikan dalam menjalankan usahanya. Kemudian bantuan modal atau permodalan merupakan salah satu program yang dilakukan oleh BUMDES UMKM budidaya ikan melalui unit usaha simpan pinjam yang aktif pada awal terbentuk BUMDES. Akan tetapi unit usaha simpan pinjam untuk UMKM budidaya ikan ini sudah dinonaktifkan karena usaha yang dijalankan tidak lancar disebabkan keterbatasan modal. Peran BUMDES dalam meningkatkan UMKM budidaya ikan melalui pemberdayaan di Desa Kota Karang dari aspek teknologi yaitu pengadaan alat teknologi berupa mesin sedot air yang berguna membantu petani ikan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi serta mempertahankan kualitas air. Peran BUMDES dalam meningkatkan usaha BUMDES pada aspek pemasaran yaitu sebagai jembatan atau penghubung antara petani ikan dengan pasar. Kendala yang dihadapi BUMDES dalam meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kec. Kumpeh Ulu Kab. Muaro Jambi dikarenakan oleh kurangnya pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan SDM, keterbatasan modal, keterbatasan teknologi, serta penjualan yang terbatas belum mampu menembus pasar secara langsung. Selain itu terdapat beberapa kendala seperti harga ikan tidak stabil, harga pakan yang mahal, adanya penyakit ikan akibat perubahan cuaca,bobot ikan yang tidak sesuai target, keterbatasan anggaran, dan dalam pertemuan rapat rutin setiap berbica tentang BUMDES selalu dialihkan oleh pihak pemerintah desa, sehingga kendala tersebutlah yang menghambat perkembangan UMKM budidaya ikan di Desa Kota Karang Kec. Kumpeh Ulu Kab. Muaro Jambi. 89 | Arief Septian 1 . Darmawan 2 Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Keberhasilan UMKM Budidaya Ikan di Desa Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi Vol 1. No 1 . : Page no: 78-91 REFERENSI