Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Dokumentasi Informasi Upacara Adat Kenduri Sko Sebagai Upaya Preservasi Pengetahuan Di Kabupaten Kerinci Genta Hidayat Tullah. Desriyeni Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi FBS Universitas Negeri Padang ghenhidayat48@gmail. com, desriyeni@fbs. ABSTRAK Informasi tentang kearifan lokal menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan kegiatan preservasi pengetahuan. Informasi yang tersebar di dunia setiap harinya mengalami penambahan jumlah informasi sehingga perlahan-lahan informasi lama tertutup oleh informasi yang lebih kekinian atau lebih modern. Berangkat dari informasi tersebut terciptanya sebuah pengetahuan, pengetahuan ini bisa didokumentasikan ke dalam bentuk apa saja, agar pengetahuan ini bisa memenuhi kebutuhan pengguna informasi Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga informasi tentang kearifan lokal terkhususnya pengetahuan adat agar senantiasa ada dan dapat dimanfaatkan kapanpun pengetahuan itu dibutuhkan kembali adalah dengan melakukan preservasi pengetahuan. Upacara adat kenduri sko merupakan salah satu upacara adat di Kabupaten Kerinci yang perlu dilakukan proses kegiatan preservasi pengetahuan agar tradisi ini tetap bertahan hingga generasi yang akan datang. Kata Kunci: Preservasi pengetahuan, kenduri sko, upacara adat, kabupaten kerinci ABSTRACT Information about local wisdom is one of the important things for knowledge preservation activities to carry out. Information that is spread in the world every day experiences an increase in the amount of information so that slowly the old information is covered by more contemporary or more modern Departing from this information creates knowledge, this knowledge can be documented in any form, so that this knowledge can meet the needs of users of the information. One of the efforts that can be made to maintain information about local wisdom, especially indigenous knowledge, so that it is always available and can be used whenever the knowledge is needed again is to do knowledge preservation. The kenduri sko traditional ceremony is one of the traditional ceremonies in Kerinci Regency that needs to be carried out in the process of knowledge preservation activities so that this tradition will last for generations to come. Keyword: Preservation of knowledge, sko kenduri, traditional ceremonies. Kerinci district Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENDAHULUAN Informasi yang tersebar di dunia setiap harinya mengalami penambahan jumlah informasi. Berangkat dari informasi tersebut terciptanya sebuah pengetahuan, pengetahuan ini bisa didokumentasikan ke dalam bentuk apa saja, agar pengetahuan ini bisa memenuhi kebutuhan pengguna informasi Salah satunya informasi ini didokumentasikan ke dalam bentuk buku yang tersebar di berbagai tempat. Setiap manusia mengalami proses kehidupan yang berbeda, ada berbagai macam kejadian yang menambah pengetahuan dan pengalaman dari manusia itu sendiri. Seperti yang dikatakan dalam falsafah Kerinci, baguru kak ngan pandai, ambik tuah kak ngan menang, ambik contoh kak ngan sudah yang secara harfiahnya menjelaskan bahwa mencari ilmu itu bisa melalui siapa saja terutama orang yang lebih pandai, selain itu menjelaskan bahwa pengalaman-pengalaman yang telah dilalui baik diri sendiri maupun dari orang lain, bisa diamalkan menjadi pembelajaran dalam jangka waktu yang lama. Pengalaman inilah yang dialami oleh manusia yang bisa berpotensi menjadi pengetahuan. Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang harusnya bermanfaat bagi orang Manfaat itu juga bisa diperoleh jika pengetahuan yang dimiliki mampu dikelola secara baik dan benar. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki oleh orang tersebut, maka akan semakin banyak pula informasi yang bisa disebarkan ke orang lain. Pengetahuan bisa berpengaruh bagi setiap orang tergantung kebutuhan informasinya dan bagaimana kepekaannya terhadap informasi yang diberikan. Secara garis besar, pengetahuan bisa dibedakan menjadi dua, yaitu . idak Pengetahuan tacit mengarah pada pengetahuan yang ada pada diri pribadi dan sulit untuk didefinisikan dan dijelaskan, sedangkan pengetahuan explicit mengarah pada pengetahuan yang bisa melalui proses kodifikasi ke dalam bentuk nyata, seperti buku atau data yang bisa disebarluaskan (Tamzini, 2. Pengetahuan tacit sangat mudah ditemukan, salah Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 satunya pada masyarakat etnis pada suatu daerah yang berhubungan dengan pengetahuan asli . ndigenous knowledg. dari daerah tersebut yang menjadi produk budaya yang biasanya hanya dimiliki oleh beberapa orang atau golongan tertentu saja. Penyebaran pengetahuan ini pada umumnya dilakukan secara lisan atau dari mulut ke mulut, sehingga memungkinkan terjadinya perubahan bentuk . , pengurangan . , bahkan hilangnya pengetahuan tersebut. Hal ini menyebabkan gangguan pada masyarakat di masa yang akan datang dan identitas daerah itu sendiri. Oleh karena itu, perlu pengorganisasian pengetahuan secara baik agar pengetahuan . nowledge managemen. Lintas generasi hingga perkembangan teknologi saat ini yang makin berkembang hingga memasuki era society 5. 0 menjadi keuntungan dan tantangan tersendiri dalam proses penyebaran pengetahuan asli daerah. Teknologi yang ada saat ini memberikan sebuah kemungkinkan untuk menyimpan informasi dan pengetahuan. Sebagai keuntungannya, proses alih media ini menjadi alternatif menyelamatkan bahan perpustakaan yang bersifat fisik sehingga keberadaannya masih bisa dilihat meski dalam bentuk digital. Sedangkan tantangannya adalah teknologi yang semakin lama menekan kebudayaan tradisional. Terkait dengan pengetahuan asli sebagai produk budaya suatu daerah. Indonesia merupakan negara yang kaya akan adat istiadat dan juga kebudayaan. Negara yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2010 memiliki lebih dari 1. 340 suku bangsa ini mempunyai keunikan tersendiri di setiap daerahnya yang masing-masing daerahnya punya ciri khas. Salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan kebudayaannya adalah Provinsi Jambi yang merupakan daerah yang terletak di bagian tengah pulau Sumatera yang terdiri atas sembilan kabupaten dan dua kota. Terdapat salah satu kabupaten yang memiliki kekayaan produk budaya sehingga ditetapkan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), yaitu Kabupaten Kerinci yang merupakan sebuah kabupaten yang terletak Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 di bagian paling barat Provinsi Jambi dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Barat dan Provinsi Bengkulu. Kabupaten Kerinci memiliki 808 kilometer persegi, yang diresmikan pada 10 November 1958, sebagian masyarakatnya hidup sebagai petani dan pekebun/peladang sebagai mata pencarian utama dan ada juga yang bekerja sebagai nelayan di Danau Kerinci. Salah satu kebudayaan yang perlu dilakukan preservasi atau pelestarian yang merupakan salah satu kebudayaan di Kabupaten Kerinci. Provinsi Jambi adalah upacara adat Kenduri Sko. Kenduri Sko berasal dari kata kenduri pusako . yang merupakan upacara adat paling besar bagi masyarakat Kerinci. Perhelatan ini bisa dilaksanakan dalam jangka waktu tiga atau empat tahun sekali dan paling menyelenggarakan dan ketika berada dalam situasi dan kondisi yang diperlukan untuk melakukan Kenduri Sko ini. Contohnya desa Selampaung mengadakan Kenduri Sko sekali dalam waktu dua tahun. Desa Pulau Tengah mengadakannya sekali dalam waktu tiga tahun, sedangkan Desa Empih melaksanakannya sekali dalam waktu dua puluh tahun. Kenduri Sko dilakukan dengan tujuan untuk pengukuhan orang yang akan mengemban tugas sebagai pemangku adat seperti Depati. Hulubalang. Rio, dan Ninik Mamak untuk mengganti pemangku adat yang sudah berhenti sesuai dengan ketentuan adat. Selain itu Kenduri Sko juga bertujuan sebagai penurunan dan pembersihan benda-benda pusaka, menjalin hubungan keakraban, pembacaan naskah asal-usul yang dinobatkan sebagai pemangku adat, serta memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pengetahuan tentang adat istiadat dan teknologi informasi yang semakin lama semakin maju dan canggih berlomba-lomba pada saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan di daerahnya dan inilah yang menjadikan alasan pentingnya upacara adat Kenduri Sko diketahui dan dipelajari bagi kawula-kawula muda agar kawula-kawula muda senantiasa mengenal keberadaan upacara adat Kenduri Sko ini. Hal ini membuat peneliti menjadi tertarik untuk Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 melakukan sebuah penelitian tentang preservasi pengetahuan upacara adat Kenduri Sko sebagai kearifan lokal di Kabupaten Kerinci. METODE Jenis penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara sebagai teknik pengumpulan data di dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Preservasi Pengetahuan Menurut Fadli, et. preservasi pengetahuan merupakan kegiatan yang menjadi salah satu cara untuk mempertahankan sebuah tradisi di dalam sebuah lingkup masyarakat lokal sehingga pengetahuan yang ada tentang tradisi yang menjadi untur penting dalam masyarakat tersebut senantiasa ada dalam sebuah kebudayaan dan tidak hilang begitu saja (Organizational Memory Los. Menurut Agrifoglio pengetahuan merupakan tahap pendekatan yang lebih dinamis mengenai beberapa elemen yang saling terikat di antaranya pengalaman, informasi, dan keahlian kontekstual. Berkaitan dengan adat istiadat adapun tujuan preservasi pengetahuan ini, yaitu agar pengetahuan mengenai adat . ndegenous knowledg. yang dimiliki oleh suatu komunitas dapat diteruskan kepada generasi muda selanjutnya serta berguna bagi masyarakat akan eksistensi pengetahuan di komunitas tersebut, sehingga pengetahuan adat dapat tetap bertahan dan tidak terlupakan begitu saja. Pengetahuan ini menjadi bagian positif dari identitas masyarakat sehingga membantu mempromosikan kohesi sosial. (Utami, 2. Berdasarkan pengetahuan merupakan sebuah proses yang di dalamnya berlangsung Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 retensi selektif akan sebuah informasi, dokumen, dan pengalaman yang diperlukan untuk dilakukan manajemen sehingga memudahkan generasigenerasi yang akan datang untuk mengakses kembali informasi, dokumen, dan pengalaman tersebut. Proses Preservasi Pengetahuan Menurut Romhardt . alam Putra & Salim, 2. proses preservasi pengetahuan bisa dilakukan dengan tiga tahapan utama, yaitu pemilihan . , penyimpanan . , dan pengaktualisasian . Dari tiga tahapan utama itu bisa dirincikan menjadi enam tahapan, di antaranya pemilihan . , pengumpulan . , penyimpanan . , . , . , pengaksesan . Dokumentasi Informasi Upacara Adat Kenduri Sko Upaya Preservasi Pengetahuan di Kabupaten Kerinci Berdasarkan proses preservasi pengetahuan yang dikemukakan oleh Romhardt yang kemudian diterapkan pada proses wawancara dengan Andi Yalmi a. a Andi Al-Krienciehie yang merupakan pemilik AK-Production Studio sebagai informandi dalam penelitian ini, terdapat beberapa poin pembahasan ketika mewawancarai beliau pada 4 Januari 2023, di Pemilihan (Selectin. Sebagai pemilik studio, informan mengatakan bahwa tidak terlalu banyak terlibat dalam proses preservasi pengetahuan upacara adat kenduri sko ini, dibutuhkan oleh panitia pelaksana kegiatan upacara adat kenduri sko, sehingga keterlibatan informan dalam kegiatan dokumentasi informasi ini masih ditempatkan pada posisi intim. Kegiatan pemilihan yang dilakukan oleh informan biasanya mengikuti susunan acara yang disediakan oleh panitia, kemudian kegiatan yang berada di luar susunan acara seperti kegiatan Ibu-ibu memasak untuk keperluan kenduri sko, dan video sinematik tentang pemandangan alam sekitar sebagai pemanis video. Pengumpulan (Collectin. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Informan menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemilihan bagian-bagian yang akan diliput, pengumpulan informasi dilakukan dengan cara proses perekaman dengan membutuhkan alat seperti kamera, mic, dan juga lighting untuk kegiatan yang berada di dalam ruangan. Penyimpanan (Storin. Informan menyimpan video yang telah melalui tahap edit ke dalam harddisk dan dialih mediakan ke dalam bentuk DVD/VCD. Namun, karena keterbatasan ruang penyimpanan, informan menyatakan bahwa video akan disimpan di dalam harddisk hanya selama tiga bulan saja, kemudian setelah lewat tiga bulan maka file di dalamnya akan dihapus untuk dimuat file baru. Pengaktualisasian (Actuallizin. Kegiatan pengaktualisasian dilakukan dengan cara informan menyerahkan video ke pada pihak pelaksana upacara adat kenduri sko untuk dilakukan pengecekan dan revisi sebanyak satu kali, setelah itu dilakukan tahap finishing dalam pengeditan video. Perlindungan (Protectin. Kegiatan perlindungan informasi menurut informan dilakukan sepenuhnya sebelumnya sudah diubah ke dalam bentuk VCD dan DVD juga diserahkan dalam penyimpanan luar, seperti flashdisk. Sehingga kegiatan perlindungan ini diberikan kepada pihak penyelenggara. Pengaksesan (Accessin. Pengaksesan kembali informasi tentang upacara adat kenduri sko ini hanya dapat diakses oleh masyarakat penyelenggaranya, sehingga pihak yang memerlukan informasi tersebut dapat mengakses secara langsung melalui masyarakat yang memilikinya. Kendala Dokumentasi Informasi Upacara Adat Kenduri Sko sebagai Upaya Preservasi Pengetahuan di Kabupaten Kerinci Adapun kendala yang dihadapi ketika mendokumentasikan kegiatan upacara adat kenduri sko ini adalah cuaca yang tidak menentu sehingga menyulitkan kegiatan pendokumentasian. Selain itu, pandemi covid-19 Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 yang menyebabkan terhentinya kegiatan upacara adat kenduri sko untuk beberapa waktu. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa: Pertama, proses dokumentasi informasi upacara adat kenduri sko sebagai upaya preservasi pengetahuan di Kabupaten Kerinci sudah ada dilaksanakan berupa dokumentasi video yang diambil ketika kegiatan upacara adat kenduri sko di Kabupaten Kerinci sedang berlangsung. Kedua, proses preservasi sebagaimana yang disebutkan oleh Romhardt . alam Putra & Salim, 2. prosesnya bisa dirincikan menjadi enam tahapan, di antaranya pemilihan . , pengumpulan . , . , . , . , dan pengaksesan . Ketiga, kesulitan yang dihadapi ketika proses dokumentasi informasi upacara adat kenduri sko adalah cuaca yang tidak menentu dan pandemi covid-19 sehingga pelaksanaannya diundur ketika kondisi pandemi sudah Saran Agar dapat diakses kembali oleh masyarakat luas, dokumentasi informasi upacara adat kenduri sko di kabupaten kerinci harapannya bisa di upload ke media sosial, baik Meta. YouTube. Instagram atau platform lain yang memungkinkan tersimpannya informasi secara rapi sehingga untuk waktu kapan saja, informasi ini bisa dibutuhkan oleh semua pihak dan bisa dimanfaatkan agar kegiatan upacara adat kenduri sko dari masa ke masa tidak mengalami perubahan. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA