A G R I M E T A JURNAL PERTANIAN BERBASIS KESEIMBANGAN EKOSISTEM http://e-journal. id/index. php/agrimeta Vol . 14 No 1 (APRIL, 2. 45 - 51 e-ISSN : 2721-2556 . p-ISSN : 2088-2531 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JERUK SIAM DI DESA TARO KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR Ni Gst. Ag. Gde Eka Martiningsih. Ni Putu Sukanteri. Rosita Lagut. Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian Dan Bisnis. Universitas Mahasaraswati Denpasar Corresponding Author : putusukanteri@unmas. ABSTRACT Indonesia is a wealthy country with thousands of islands and vast stretches of ocean. Agriculture is a sector that plays a major role and influence in economic growth in Indonesia. The agricultural sector consists of several subsector such as food crops, horticulture, forestry, plantations. livestock and fisheries. Horticulture is a subsector that has quite large potential for development. Orange plant is one of the horticultural commodities. Orange is a type of fruit that is most popular for Indonesian people. The aim of this research is to improve production factors and characteristic factors that influence the production of Siam Oranges in Taro Village. Tegalalang district. Gianyar Regency. This research was carried out in Taro Village. Tegalalang district. Gianyar Regency. The respondents for this research were 30 farmers. The method used in this research were descriptive and quantitative analysis and location selection was carried out by purposive sampling, that is deliberately. The data sources in this research are primary and secondary data. The analysis used in this research are descriptive and quantitative analysis. The results of this research were obtained in Taro Village. Tegalalang District. Gianyar Regency. The production factors that had a significant effect were the variable land area, organic fertilizer, inorganic fertilizer and pesticides, while the labor variable had no significant effect on the production of Siamese Farmer factors, those are age, education, length of farming, number of family members, have no significant effect on Siamese orange production. Keywords: Production Factors. Respondent Characteristics. Siamese Oranges PENDAHULUAN Pertanian merupakan sektor yang berperan dan berpengaruh besar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sektor pertanian terdiri dari beberapa. Subsektor yaitu tanaman pangan. Kehutanan, perkebunan. peternakan dan perikanan. Hortikultura merupakan subsektor yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan. Komoditas hortikultura mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, sehingga usaha agribisnis hortikultura dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan petani karena memiliki keunggulan berupa nilai jual yang tinggi, keragaman jenis, ketersediaan sumberdaya lahan dan teknologi, serta potensi serapan pasar didalam ncgeri dan internasional yang terus meningkat (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2. Tanaman jeruk yang merupakan salah satu komoditas hortikultura. Buah jeruk merupakan salah satu jenis buah-buahan yang paling banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia. Selain itu jeruk merupakan buah yang selalu tersedia sepanjang tahun karena tanaman jeruk tidak mengenal musim berbuah yang Di samping itu tanaman jeruk dapat ditanam dimana saja, baik di dataran rendah maupun di dataran Jeruk merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki prospek cerah dimana pengembangannya saat ini sudah mengikuti pola usaha tani yang bersifat Hal ini disebabkan karena permintaan akan buah ini semakin besar. Dalam mengkonsumsi buah jeruk siam konsumen memperoleh kandungan vitamin, mineral dan serat yang merupakan komponen gizi penting bagi tubuh setiap manusia. Hal ini menunjukkan bahwa buah-buahan memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. (Supriyanto, 2. Jeruk siam banyak dibudidayakan di Indonesia salah satunya di Provinsi Bali khususnya di Kabupaten Gianyar yang merupakan salah satu daerah pengembangan tanaman jeruk siam potensial di Bali. Hal ini disebabkan oleh keadaan lingkungan . anah, iklim, ketinggian tempat dan suh. Kabupaten Gianyar sangat cocok untuk tanaman jeruk siam (Dinas Pertanian Provinsi Bali, 2. Populasi jeruk di AGRIMETA. VOL. 14 NO. APRIL 2024. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Kabupaten Gianyar pada tahun 2012 mencapai 172. Sekitar 99,7 % dari jumlah total populasi tanaman jeruk tersebut terdapat di Kecamatan Tegallalang. Payangan, dan Tampaksiring. Kecamatan Tegallalang memiliki populasi pohon jeruk tertinggi di Kabupaten Gianyar pada tahun 2012 dengan jumlah populasi sebesar 59. 476 pohon. Desa Taro. Kecamatan Tegallalang. Kabupaten Gianyar merupakan suatu desa agraris dan sedang berkembang sehingga mata pencaharian penduduk sangat dipengaruhi oleh keadaan suatu desa. Daerah ini banyak petani yang mengembangkan tanaman jeruk sebagai usahatani. Produksinya dalam bentuk segar sudah banyak di pasar-pasar dalam desa Di Desa Taro terdapat kelompok tani (Pokta. yang bernama Poktan Gunung Mekar terdapat sebuah perkebunan jeruk siam yang diusahakan pada awal tahun 2005 sampai sekarang. Poktan Gunung sejak tahun berdirinya sampai sekarang telah memiliki anggota sebanyak 30 orang petani, yang masingmasing petani memiliki perkebunan tanaman jeruk siam sebagai sumber pendapatan utama rumah tangga. Dimana hasil produksi jeruk siam Poktan Gunung Mekar memasarkan produknya mulai dari pasar tradisional seperti pasar Tegallalang, dan supermarket. Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah Faktor produksi apa saja yang mempengaruhi produksi usahatani Jeruk siam di Desa Taro, kecamatan Tegallalang. Kabupaten Gianyar? dan Faktor karakteristik petani apa saja yang mempengaruhi produksi Jeruk siam di Desa Taro, kecamatan Tegallang. Kabupaten Gianyar? TINJAUAN PUSTAKA Aspek Ekonomi Jeruk Siam Jeruk (Citrus s. merupakan salah satu komoditi buah-buahan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Tingginya kadar vitamin C pada buah jeruk memungkinkan buah jeruk dikonsumsi sebagai pencegah maupun penyembuh penyakit influenza (Andarwulan, 2. Dalam realitas harga selalu berfluktuasi. Menurut Andarwulan, . secara umum ada lima jenis fluktuasi . aik turuny. harga, yaitu : variasi harga musiman, variasi harga tahanan, trend, pergerakan harga sesuai siklus, dan pergerakan harga random. Pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dalam menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Kotler, 2. Aspek Teknis Jeruk Siam Jeruk siam merupakan varietas jeruk yang sangat identik dengan kulit jeruk yang mengkilat dan Bibit yang ditanam adalah bibit yang sehat, segar dan sempurna perakarannya. Jarak tanam sekitar 3 sampai 5 meter antara satu pohon dengan pohon Pemeliharaan dilakukan dengan pembuatan parit drainase, yakni pembuatan parit yang memanjang di antara baris-baris tanaman dengan lebar dan kedalaman 30 cm. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari. Pada waktu hujan penyiraman tidak perlu Penyiangan dilakukan sebulan sekali bersamaan dengan pemangkasan, pemetikan buah yang terserang hama dan penyakit, atau penjarangan buah. Pemupukan minimalnya dilakukan 2 kali setahun. Idealnya menggunakan pupuk kandang atau dikombinasikan dengan pupuk lain seperti urea. Biasanya tanaman jeruk siam mulai berproduksi ketika umur tiga tahun. Buah pertama tersebut, sebaiknya dibuang. Jika ingin memeliharanya sebaiknya cukup 40% saja. Maksud pembuangan buah pertama adalah mempersiapkan pohon agar benar-benar kuat ada musim berikutnya. Tanaman muda yang dibiarkan berbuah lebat akan menjadi lemah sehingga muda terserang hama dan penyakit (Hernanto. Jeruk siam dapat tumbuh di sembarang Namun, tanaman ini akan memberikan hasil opti-mum bila ditanam di lokasi yang sesuai. Buah jeruk yang sudah matang di pohon harus segera di panen, pemanenan dilakukan pada saat tanaman jeruk sudah masak secara optimal. Produksi dan Faktor-Produksi dalam Usahatani Produksi merupakan suatu kegiatan atau proses yang mengubah faktor-faktor produk . menjadi suatu produk . Sedangkan fungsi produksi adalah suatu yang menunjukan hubungan antara hasil produk fisik . dengan faktor-faktor produksi . , (Mubyarto, 2. Soetrisno . mengemukakan agar usahatani bisa lebih maju, produktif, dan lebih efisien, maka hal itu dapat di capai dengan cara mengatur dan mengelola factor produksi yang berpengaruh di dalamnya dengan sebaik-baiknya. Soekartawi . menyatakan bahwa barang -barang dan tenaga kerja yang di kombinasikan untuk memproduksi barang-barang baru dalam suatu proses produksi di sebut faktor produksi. Faktor produksi dalam usahatani meliputi: tanah, bibit. pestisida, modal, dan tenaga kerja. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Taro. Kecamatan Tegallalang. Kabupaten Gianyar, peneitian ini berlangsung dari bulan Juni sampai akhir bulan 2021 penentuan lokasi penelitian ini ditentukan dengan metode dengan purposive samplnging yaitu penentuan lokasi secara sengaja dengan dasar pertimbangan tertentu yaitu Desa Taro merupakan salah satu daerah yang penduduknya sebagian besar berusatani komoditas jeruk siam, produksi jeruk di Kecamatan Tegallalang. Kabupaten Gianyar dan Belum pernah diadakan penelitian serupa tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Kentang di Desa Taro Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini meliputi luas lahan, jumlah produksi, tenaga kerja, modal, serta umur dan AGRIMETA. VOL. 14 NO. APRIL 2024. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 pendidikan responden. Data kualitatif dalam penelitian ini meliputi, gambaran daerah penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani yang melakukan usahatani jeruk siam di Desa Taro. Kecamatan Tegalalang. Kabupaten Gianyar, sebanyak 30 orang. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan metode penelitian Sensus. Jadi sampel yang di gunakan sebanyak 30 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk menampilkan data dan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dan kuisioner yang di susun dalam suatu tabulasi data. Penganalisaan data dengan menggunakan model fungsi Cobb-Douglas sebagai berikut. Untuk menjawab tujuan pertama data penulis ini digunakan alat analisis fungsi Cobb- Gouglas Y= aycU1yca1 ycU2yca2 ycU3yca3 ycU4yca4 ycU5yca5 ycU6yca6 Keterangan: Y (Produksi jeruk sia. X 1. 1 (Luas Laha. X 1. 2 (Tenaga Kerj. X 1. 3 ( Moda. X 1. 4 (Pupuk Organi. X 1. 5 (Pupuk Ure. X 1. 6 (Pupuk Ponsk. Untuk mencari parameter faktor produksi akan di duga maka model tersebut di ubah dalam bentuk linear berganda kemudian parameternya di tentukan dengan menggunakan metode jumlah kuadrat terkecil (Ordinary Least Square. OLS) sebagai berikut: Untuk memudahkan pendugaan hasil, fungsi coob-douglas diturunkan menjadi bentuk linier sebagai Ln Y = LnA0 A1Ln X1 A2Ln X2 A3Ln X3 A4Ln X4 A5Ln X5 Output koefisien regresi yang diperoleh selanjutnya diuji kelayakannya dengan uji-F, uji-t dan koefisien determinasi berganda R2. Untuk menjawab tujuan data kedua penulis menggunakan analisis regresi berganda : Y = a b CC. 1 X CC. 1 b CC. CC X CC. CC bCC. CEXCC. CE b CC. CE X CC. CE e Keterangan. Y (Produksi ) X 2. 1 (Umur Petan. X 2. 2 (Pendidika. X 2. ama berusaha tan. X 2. 4 (Jumlah anggota Keluarga HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian Desa Taro merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Tegallalang. Kabupaten GianyarBali. Desa Taro adalah salah satu Desa tertua yang ada di Bali yang diperkirakan ada sejak masa perundagian yang merupakan akhir dari masa prasejarah. Hal ini dapat dilihat dari penemuan-penemuan penduduk desa berupa Gerabah. Cawan. Seiring dengan berjalannya waktu, saat ini Desa Taro telah berkembang dimana jumlah penduduk Desa Taro juga semakin bertambah. Agrowisata Chelsea yang didirikan sejak tahun 2012 dan aktif sampai sekarang ini terletak di Desa Taro yang sekarang akan dikembangkan menjadi eduwisata jeruk. Agrowisata Chelsea memiliki lahan pertanian seluas 4 ha yang dimiliki oleh tujuh orang petani dengan luas lahan masing-masing petani berkisar antara 30-60 are. Sekitar 70% lahannya diisi oleh tanaman jeruk sedangkan sisanya adalah diisi oleh tanaman kopi dan berbagai jenis tanaman lainnya seperti Nanas, dan pepaya, manggis dan berbagai jenis tanaman obat-obatan seperti jahe, tamulawak dan Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah petani jeruk siam di Desa Taro. Kecamatan Teggalalang. Kabupaten Gianyar Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang responden, dimana karakteristik responden dapat di jelaskan sebagai berikut: Menurut Hasyim . , umur merupakan salah satu faktor yang berzaitan erat dengan kemampuan kerja dalam melaksanakan kegiatan usahatani, umur dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam melihat aktivitas seseorang dalam bekerja. Kriteria umur petani di Desa Taro semua usia Hal ini sangat berpengaruh dalam peningkatan produksi jeruk siam. Tingkat pendidikan petani cenderung tamat SD, sebanyak 13 orang dengan presentase 42,00% hal ini sangat mempengaruhi tingkat adaptasi untuk meningkatkan produksi yang pada akhirnya mempengaruhi produksi jeruk itu sendiri. Luas lahan petani di Desa Banua Sebagian besar lahan pertanian jeruk siam berkisar 50 - 100 are yaitu berjumlah 13 orang dengan presentase 43,33 %. Hal ini menunjukan bahwa menguasai lahan jeruk siam cukup luas, yang akan berdampak pada produksi jeruk Hal tersebut dijelaskan oleh (Tobing, 2. bahwa luas lahan berpengaruh positif pada produksi, yang berarti semakin luas lahan maka semakin produktivitas dan peroduksi usaha jeruk siam. Sebagian besar petani responden memiliki pengalaman berusaha jeruk siam yang lama, 11-20 tahun sebanyak 13 orang petani dengan presentasi 43,4 Pengalaman seseorang dalam berusahatani berpengaruh dalam menerima inovasi dari luar. Petani yang sudah lebih lama bertani akan lebih mudah menerapkan inovasi dari pada petani pemula. Petani yang sudah lebih lama bertani akan lebih mudah menerapkan anjuran penyuluh dari pada petani pemula, hal ini dikarenakan pengalaman yang lebih banyak sehingga sudah dapat membuat perbandingan dalam mengambil keputusan. Jumlah anggota keluarga petani jeruk siam yang lebih dominan berjumlah 4-6 orang sebanyak 23 orang dengan persentase 76,66%. Hal ini berpengaruh AGRIMETA. VOL. 14 NO. APRIL 2024. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 terhadap pemakaian tenaga kerja luar, karena jumlah anggota keluarga yang lebih besar dapat meminimalisirkan biaya tenaga kerja luar, sehingga dengan menghematnya biaya tenaga kerja luar maka berpengaruh terhadap peningkatan produksi jeruk siam Jumlah keluarga berpengaruh positif pada peningkatan produksi jeruk siam, karena semakin banyak anggota keluarga maka semakin giat seorang petani untuk bekerja. Tabel 2. Analisis Sidik Ragam Regresi Fungsi Produksi Jeruk Siam di Desa Taro. Kecamatan Tegalalang. Kabupaten Gianyar Sumber Jumlah Derajat Kwadrat Sig. Keragaman Kwadrat Bebas Tengah Regresi 37,318 67 6,220 1421,97 . Acak 0,101 23 0,004 Total 37,319 30 R2 = 0,997 Sumber : Analisis Data Primer Faktor Produksi yang mempengaruhi Produksi Jeruk Siam di Desa Taro. Kecamatan Tegalalang. Kabupaten Gianyar Menurut Soekartawi . faktor produksi adalah segala sesuatu yang digunakan dalam menghasilkan suatu produk atau output, faktor produksi ini dapat disebut sebagai sumberdaya atau input yang dibutuhkan dalam proses produksi. Rata-rata penggunaan faktor produksi. Hasil Analisis Sidik Ragam dari regresi Fungsi produksi jeruk siam yang tercantum pada Tabel 2, menunjukkan bahwa pengaruh variable luas lahan (X. , variable tenaga kerja (X. , variable modal (X. , variable pupuk organik (X. , variable pupuk Urea (X. , dan variable Ponska (X. secara bersama-sama berpengaruh sangat nyata terhadap variabel produksi jeruk siam (Y), yang ditunjukkan oleh nilai F sama dengan 926 dengan signifikansi 0,4646. Di lihat dari hasil pendugaan model fungsi produksi jeruk siam, ditunjukan bahwa nilai R-square sebesar 0,997, dan nilai determinasi terkorelasi (R-square adjuste. sebesar 0,997. Nilai Resquare 0,997 menunjukkan bahwa variasi fungsi produksi jeruk siam dapat dijelaskan oleh variable luas lahan (X. , variabel tenaga kerja (X. , variable modal (X. , variabel pupuk organik (X. , variable pupuk urea (X. , dan variable ponska (X. , sebesar 89,00%, sedangkan 11,00% lagi dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model. Ln Produksi = Ln -2. 479 0,914 Ln luas lahan 0,118 Ln tenaga kerja 0,369 Ln modal 0,516 Ln pupuk organik 0,015 Ln pupuk Urea 0,005 Ln Ponska. Atau dalam model Cobb-Douglas Y = -11,93X10,914 X20,118 X3369 X40,516 X50,015 X6 0,00 Tabel 1. Rata-Rata Penggunaan Faktor per Satu Musim Produksi Jeruk siam di Desa Taro. Kecamatan Tegalalang. Kabupaten Gianyar No Faktor Produksi Jumal Satuan Produksi Luas Laan Are Tenaga Kerja Hok Modal Pupuk Oranik Pupuk Urea Pupuk Ponska Sumber: Analisis Data Primer Pada Tabel 1, nampak bahwa faktor produksi per satu musim jeruk siam sebesar 1. 73 kg, per rata-rata luas lahan tanaman jeruk 67. 13 are. Modal usaha perkebunan jeruk siam per musim sama dengan Rp 22. 666 rata-rata luas 67. Tabel 3. Hasil Uji-t Masing-Masing Koefisien Regresi Fungsi Produksi Jeruk Siam di Desa Taro. Kecamatan Tegalalang. Kabupaten Gianyar Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Statistics Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta Tolerance VIF (Constan. Ln_X1* Ln_X2 1 Ln_X3 Ln_X4* Ln_X5 Ln_X6 Dependent Variable: Ln_Y * = Berbeda nyata pada taraf nyata 5% ( Sig. < 0,. Sumber: Analisis Data Primer Nilai total koefisien regresi dari semua faktor -faktor produksi sama dengan -634. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan usahatani jeruk siam berada pada increasing return to scale yang berarti bahwa peningkatan penggunaan seluruh faktor-faktor produksi sebesar 100% akan memberikan peningkatan pendapatan jeruk siam sebesar 101,28% . ebih dari 100%). Faktor-faktor produksi jeruk siam yang berpengaruh nyata secara statistik . <0,. variabel luas lahan (X. , variable pupuk organik (X. , pupuk Urea(X. , dan ponska (X. , sedangkan variabel AGRIMETA. VOL. 14 NO. APRIL 2024. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 tenaga kerja (X. , variabel modal (X. berpengaruh tidak nyata . > 0,. dalam usaha tani jeruk siam Desa Taro. Kecamatan Tegalalang. Kabupaten Gianyar, secara rinci disajikan sebagai berikut. Faktor Luas Lahan terhadap Produksi Jeruk Siam Berdasarkan hasil uji t Pengaruh Luas Lahan (X. terhadap faktor produksi Jeruk siam (Y) diperoleh nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien regresi 0,913. Nilai koefisien regresi positif menunjukan bahwa setiap penambahan satu persen penggunaan luas lahan menyebabkan peningkatan produksi sebesar 0,913 %. Hal ini menunjukan bahwa luas lahan berpengaruh nyata atau signifikan terhadap produksi jeruk siam. Dengan demikian dikatakan bahwa peningkatan penggunaan luas lahan dalam budidaya jeruk siam dapat mempengaruhi peningkatan produksi jeruk siam. Faktor Tenaga Kerja Terhadap Produksi Jeruk Siam Berdasarkan hasil uji t Pengaruh Tenaga Kerja (X. terhadap faktor produksi Jeruk siam (Y) diperoleh nilai sig sebesar 0,522 > 0,05 dengan nilai koefisien 0,005. Hasil ini menunjukan bahwa tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap produksi jeruk siam. Secara teori jumlah tenaga kerja mempengaruhi hari kerja terhadap produksi jeruk siam. Namun hasil penelitian ini menunjukan jumlah tenaga kerja tidak mempengaruhi produksi jeruk siam. Faktor Modal Terhadap Produksi Jeruk Siam Berdasarkan hasil uji t Pengaruh Modal (X. terhadap faktor produksi Jeruk siam (Y) diperoleh nilai sig sebesar 0,522 > 0,05 dengan nilai koefisien 0,118. Hasil ini menunjukan bahwa modal berpengaruh tidak nyata terhadap produksi jeruk siam. Besar kecilnya modal yang di gunakan atau di perlukan dalam produksi tidak berpengaruh terhadap produksi jeruk Menurut Suprioyo . modal adalah sebagai uang pokok atau uang yang dipakai sebagai induk untuk berniaga, melepas uang dan sebagainya. Definisi itu pun memperkuat teori lama ekonomi mikro, dimana modal yang berbentuk uang adalah salah satu dari faktor produksi, maka dari itu besar kecilnya modal adalah sangat relatif. Faktor Pupuk Organik terhadap Produksi Jeruk Siam Berdasarkan hasil uji t Pengaruh Pupuk Organik (X. terhadap faktor produksi Jeruk siam (Y) diperoleh nilai sig sebesar 0,347 < 0,05 dengan nilai koefisien 0,516. Hasil ini menunjukan bahwa pupuk organik berpengaruh nyata terhadap produksi juruk Artinya Penambahan variabel pupuk organik secara signifikan dapat meningkatkan produksi jeruk Adanya pengaruh yang signifikan ini disebabkan penggunaan pupuk organik di lahan pertanian dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap kesuburan tanaman jeruk siam. Menurut Handiuwito . Pupuk Organik yaitu, pupuk yang berasal dari sisa tanaman, hewan atau manusia seperti pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos . berbentuk cair maupun padatan yang antara lain dapat memperbaiki sifat fisik dan struktur tanah, dapat meningkatkan daya menahan air, kimia tanah. Faktor Pupuk Urea Terhadap Produksi Jeruk Siam Berdasarkan hasil uji t Pengaruh Pupuk Urea (X. terhadap faktor produksi Jeruk siam (Y) diperoleh nilai sig sebesar 0,347 < 0,05 dengan nilai koefisien 0,516. Hasil ini menunjukan bahwa pupuk Urea berpengaruh terhadap produksi jeruk siam. Artinya kandungan pupuk Urea sangat berperan penting dalam menyuburkan tanah sehingga produksi yang dihasilkan Karena semakin banyak penggunaan pupuk Urea . esuai dengan kebutuhan dan standar dosis yang dianjurka. akan meningkatkan produksi. Faktor Ponska Terhadap Produksi Jeruk Siam Berdasarkan hasil uji t Pengaruh Ponska (X. terhadap faktor produksi Jeruk siam (Y) diperoleh nilai sig sebesar 0,973< 0,05 dengan nilai koefisien 0,015. Hasil ini menunjukan bahwa pestisida berpengaruh tidak nyata terhadap produksi juruk siam. Artinya bahwa penyemprotan tidak di lakukan secara terjadwal atau membabi buta, tetapi mereka melakukan penyemprotan apabila sudah terjadi gejala serangan, serta Ponska yang digunakan sesuai dengan dosis yang Pengaruh Faktor Karakteristik Responden terhadap Produksi Jeruk Siam di Taro. Kecamatan Tegalalang. Kabupaten Gianyar Karakteristik responden . adalah suatu gambaran tentang latar belakang petani beserta keluarga, sumberdaya yang dikuasai dan pengalamannya dalam berusahatani. Berdasarkan hasil Analisis Ragam dari regresi Fungsi produksi jeruk siam menunjukkan bahwa pengaruh variable umur (X. , lama pendidikan (X. , lama berusahatani (X. , jumlah anggota keluarga (X. , secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap faktor produksi jeruk siam (Y), yang ditunjukkan oleh nilai F sama dengan 1421. 970, dengan signifiknasi 0,000. Dilihat dari hasil pendugaan model fungsi produksi jeruk siam, ditunjukan bahwa nilai R-square sebesar 0,997, dan nilai determinasi terkorelasi (Rsquare adjuste. sebesar 0,001. Nilai Rsquare 0,997 menunjukkan bahwa variasi fungsi produksi jeruk siam dapat dijelaskan oleh variable umur (X. , lama pendidikan (X. , lama berusahatani (X. , jumlah anggota keluarga (X. , hanya 9,10%, sedangkan 90,90% lagi dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar Hasil Uji-t masing-masing koefisien regresi fungsi produksi jeruk siam disajikan pada Tabel 4. dapat dirumuskan seperti berikut AGRIMETA. VOL. 14 NO. APRIL 2024. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Tabel 4. Hasil Uji Regresi Pengaruh Karakteristik Responden Terhadap Produksi Jeruk Siam di Desa Taro. Kecamatan Tegalalang. Kabupatan Gianyar Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Umur Pendidikan Lama Berusahatani Jumlah Anggota 131. Keluarga Dependent Variable: Produksi Standardized Coefficients Correlations Sig. Beta Faktor karakteristik responden memiliki pengaruh tidak nyata secara statistik . ig > 0,05, tidak signifikan atau tidak nyata secara statisti. yaitu: umur (X. , lama pendidikan (X. , lama berusahatani (X. , jumlah anggota keluarga (X. , dalam produksi jeruk siam Desa Taro. Kecamatan Tegalalang. Kabupaten Gianyar, secara rinci disajikan sebagai berikut. Faktor Umur Petani (X. Terhadap Faktor Produksi Jeruk Siam (Y) Berdasarkan hasil uji regrensi pengaruh karakteristik responden pada variable umur (X . terhadap faktor produksi jeruk siam (Y) diperoleh nilai sig sebesar 0,167> 0,05 dengan nilai koefisien regresi Nilai koefisien regresi negatif menunjukan bahwa setiap penambahan satu persen penggunaan luas lahan menyebabkan penurunan produksi sebesar -63. 260 satuan. Hal ini menunjukan bahwa umur (X. , berpengaruh tidak nyata terhadap faktor produksi jeruk. Pengaruh Lama Pendidikan (X. Terhadap Faktor Produksi Jeruk Siam(Y) Berdasarkan hasil uji regrensi pengaruh karakteristik responden pada variable pendidikan (X . terhadap faktor produksi jeruk siam (Y) diperoleh nilai sig sebesar 0,584 > 0,05 dengan nilai koefisien 73. Hasil ini menunjukkan bahwa pendidikan (X. berpengaruh tidak nyata terhadap produksi jeruk siam. Hal ini menunjukan bahwa tingginya tingkat pendidikan tidak mempengaruhi produksi jeruk siam. Hal tersebut menunjukan bahwa variabel tingkat pendidikan tidak berkorelasi dan signifikan terhadap keputusan petani. Karena tingkat pendidikan rata-rata tamatan SD. Rendahnya pendidikan formal dapat di kurangi dengan mengikuti banyak pendidikan informal (Saparyati, 2. Petani yang memiliki pendidikan lebih tinggi baik formal ataupun informal mempunyai wawasan yang lebih luas terutama dalam pemahaman pentingnya produktivitas. Kesadaran akan pentingnya produktivitas berperan penting untuk mendorong meningkatkan produksi pertanian (Mahendra, 2. ZeroPartial Part Tolerance 167 -. Collinearity Statistics VIF 274 -. Pengaruh Lama Berusahatani (X. Terhadap Faktor Produksi Jeruk Siam (Y) Berdasarkan hasil uji t pengaruh karakteristik responden pada variable lama berusahatani (X. terhadap faktor produksi jeruk siam (Y) diperoleh nilai sebesar 0,196 > 0,05 dengan nilai koefisien 52. hasil ini mempunyai arti bahwa variable lama berusahatani (X. berpengaruh tidak nyata signifikan Hal mengindikasikan bahwa semakin lama berusaha tani tidak mempengaruhi tingginya produksi jeruk siam. Menurut Riski. Bayu . Berdasarkan hasil analisis tersebut bahwa faktor lama berusahatani terbukti tidak memiliki kaitan dengan keputusan petani. Tidak adanya kaitan yang signifikan antara pengalaman dan keputusan diduga karena baik petani yang mengadopsi memiliki sebaran yang hampir sama pada setiap kategori umur, dan lama berusaha tani. Dengan demikian pengalaman tidak berhubungan secara signifikan dengan keputusan petani Karena, sebagian besar petani lebih merujuk ke sosial atau lingkungan sekitarnya di bandingkan menurut pengalaman berusaha tani mereka. Pengaruh Jumlah Anggota Keluarga (X. Terhadap Faktor Produksi Jeruk Siam (Y) Berdasarkan hasil uji regrensi pengaruh karakteristik responden pada variable jumlah anggota keluarga (X. terhadap faktor produksi jeruk siam (Y) diperoleh nilai sig 0,616 > 0,05 dengan nilai koefisien 058 Hasil ini mempunyai arti jumlah anggota keluarga (X. berpengaruh tidak nyata terhadap faktor produksi jeruk. Hal ini banyaknya jumlah anggota keluarga tidak terpengaruh terhadap tingginya faktor produksi jeruk siam. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan pendapat Rizka . dan Susanti . yang menyatakan dukungan sosial terbukti berhubungan nyata, hal ini di duga karena mendapat dukungan sosial yang tinggi terutama dukungan dari penyuluh dan dukungan yang berasal dari dukungan kelurga dan rekan tani, dukungan sosial yang tinggi memungkinkan seseorang individu lebih terbuka terhadap informasi. AGRIMETA. VOL. 14 NO. APRIL 2024. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Faktor produksi yang berpengaruh secara nyata terhadap produksi jeruk siam yang tidak berpengaruh secara tidak nyata adalah faktor tenaga kerja, pupuk organik, pupuk urea dan pupuk ponska. Faktor karakteristik petani yaitu umur, pendidikan, lama berusaha tani, jumlah anggota keluarga berpengaruh tidak nyata terhadap produksi jeruk siam. Saran Adapun saran yang dapat penulis sampaikan sehubungan dengan penelitian ini adalah luas lahan di Desa Taro Kecamatan Tegalalang tergolong dalam luas lahan yang sempit, oleh karena itu perlu peningkatan luas lahan agar ada peningkatan jumlah produksi, pemasaran buah jeruk juga sebaiknya langsung pada konsumen karena harga yang lebih menguntungkan. Peran pemerintah juga sangat penting pengaruhnya, tidak hanya masalah harga dan pemasaran yang melatarbelakangi petani tetap menanam jeruk. Dengan adanya campur tangan pemerintah, di harapkan petani akan lebih giat membudidayakan tanaman jeruk sehingga akan berpengaruh positif pada kehidupan Dinas Pertanian Provinsi Bali. Data Produksi Jeruk Siam. Dinas Pertanian Provinsi Bali. Hernanto. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya. Kotler. Markeling Management Millenium Edition. (Prentice Hall, 2. The Kusmayadi dan Sugiarto. , 2000. Metodologi Penelitian dalam Bidang Kepariwisataan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Mubyarto. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: Penerbit LP3ES Sari. Kartika. Pengaruh luas lahan, biaya produksi, dan harga jual terhadap pendapatan petani jeruk di Desa Sukamandi Kecamatan Merek Kabupaten Karo. Diss. UNIMED. Soekartawi. Teori Ekonomi Produksi. Jakarta :Raja Grafindo Persada. REFERENSI