JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 176-186 PENGARUH LEADERSHIP. COMPENSATION. REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP WORK DISCIPLINE KARYAWAN PT ANTARMITRA SEMBADA PALEMBANG Fisok Afriansyah1. Faitullah2. Iin Hendrayani3. Nurul Mardiyyah Pratiwi4. Gokmanto Siringoringo5 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mulia Darma Pratama1,4 Akademi Keuangan dan Perbankan Mulia Darma Pratama2,3,5 fisokafriansyahaf@gmail. com1, anang. faitullah@gmail. com2, iin. hendrayani@gmail. com3, tiwikpratiwi661@gmail. gokmantosirigoringo@gmail. ABSTRAK Work discipline merupakan faktor penting dalam menunjang efektivitas organisasi dan pencapaian tujuan perusahaan, yang dipengaruhi oleh leadership, compensation, reward, dan punishment. Faktor- faktor yang mempengaruhi work discipline, yaitu: kemampuan, leadership, compensation, sanksi hukum, dan pengawasan, tujuan yang jelas dari organisasi, adanya peraturan yang di miliki organisasi, perilaku kedisiplinan atasan, adanya perhatian dan pengarahan kepada pegawai, adanya reward dan punishment. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh leadership, compensation, reward dan punishment secara simultan terhadap work discipline pada PT. Antarmitra Sembada Palembang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 51 karyawan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif. Hasil uji t secara parsial mengenai pengaruh leadership (X. , compensation (X. dan punishment (X. mempunyai pengaruh signifikan terhadap work discipline (Y), sementara reward (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap work discipline (Y) pada PT. Antarmitra Sembada Palembang. Hasil uji f secara simultan mengenai pengaruh leadership (X. , compensation (X. , reward (X. dan punishment (X. terhadap work discipline (Y) pada PT. Antarmitra Sembada Palembang. Hasil pengujian yang diperoleh untuk Ftabel sebesar 2,57. Jadi Fhitung . > Ftabel . dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak dan menerima hipotesis alternatif, artinya variabel leadership (X. , compensation (X. , reward (X. dan punishment (X. , secara bersamaAesama berpengaruh signifikan terhadap work discipline (Y) Pada PT. Antarmitra Sembada Palembang. Kata Kunci: Kepemimpinan. Kompensasi. Penghargaan. Hukuman. Disiplin Kerja ABSTRACT Work discipline is an important factor in supporting organizational effectiveness and achieving company goals, which is influenced by leadership, compensation, reward, and punishment. Factors that influence work discipline, namely: ability, leadership, compensation, legal sanctions, and supervision, clear goals of the organization, the existence of regulations owned by the organization, disciplinary behavior of superiors, attention and direction to employees, the existence of rewards and punishments. The purpose of this study is to determine the influence of leadership, compensation, reward and punishment simultaneously on work discipline at PT. Antarmitra Sembada Palembang. The sample in this study amounted to 51 employees. This research method uses quantitative methods. The data analysis method used is descriptive and verification methods. The results of the partial t test regarding the influence of leadership (X. , compensation (X. and punishment (X. have a significant influence on work discipline (Y), while reward (X. does not have a significant effect on work discipline (Y) at PT. Antarmitra Sembada Palembang. The results of the simultaneous f test regarding the influence of leadership (X. , compensation (X. , reward (X. and punishment (X. on work discipline (Y) at PT. Antarmitra Sembada Palembang. The test results obtained for Ftable were 2. So Fcount . > Ftable . and the significant value was 0. 000 < 0. 05, so it can be concluded that the null hypothesis is rejected and the alternative hypothesis is accepted, meaning that the leadership variables (X. , compensation (X. , reward (X. and punishment (X. , together have a significant effect on work discipline (Y) at PT. Antarmitra Sembada Palembang. Keywords: Leadership. Compensation. Reward. Punishment. Work Discipline JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 176-186 PENDAHULUAN Latar Belakang Disiplin kerja merupakan salah satu aspek kunci dalam pengelolaan sumber daya manusia karena berperan penting dalam memastikan efektivitas aktivitas operasional organisasi. Kedisiplinan yang tinggi mencerminkan kepatuhan, kesadaran, dan kesediaan karyawan untuk menaati aturan serta bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Perusahaan tidak akan mampu mencapai tujuan secara optimal tanpa adanya disiplin kerja yang konsisten dari seluruh karyawan (Romadhon & Priyanto, 2. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa kinerja organisasi yang efisien dan efektif menjadi prasyarat bagi pencapaian keuntungan perusahaan, sehingga kedisiplinan kerja perlu mendapat perhatian khusus dalam pengelolaan tenaga kerja (Hamzah et al. , 2. Berberapa bahwa disiplin kerja dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal organisasi, di antaranya kepemimpinan, kompensasi, reward dan Kepemimpinan berperan penting memengaruhi perilaku karyawan agar bersedia bekerja dengan komitmen tinggi tanpa adanya paksaan (Prayudi et al. , 2. Selain itu, kompensasi yang adil dan proporsional dapat meningkatkan motivasi serta menumbuhkan rasa keadilan karyawan terhadap organisasi, sehingga memperkuat kedisiplinan kerja (Sinambela, 2021. Komara et al. , 2. Di sisi lain, reward berfungsi sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan kontribusi karyawan yang dapat mendorong perilaku positif dan menaikkan tingkat kedisiplinan (Ghanitri & Hakim, 2. Punishment, bila diterapkan secara tepat dan adil, dapat menjadi alat edukatif untuk memperbaiki perilaku dan menumbuhkan tanggung jawab karyawan terhadap aturan perusahaan (Sudjud. Keempat faktor ini secara teoritis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap terbentuknya disiplin kerja. Namun, praktik yang terjadi di PT Antarmitra Sembada Palembang menunjukkan sejumlah permasalahan terkait kedisiplinan kerja. Berdasarkan informasi dengan beberapa karyawan, ditemukan bahwa penugasan tambahan sering diberikan secara mendadak tanpa koordinasi yang jelas. Karyawan juga mengeluhkan kompensasi yang dianggap tidak sesuai dengan beban kerja, serta minimnya pemberian reward meskipun target telah dicapai. Selain itu, penerapan punishment dinilai tidak konsisten, di mana pelanggaran tertentu hanya mendapat teguran lisan sementara kesalahan lain langsung dikenai sanksi tertulis. Fenomena ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara praktik manajemen perusahaan dengan prinsip dasar pembentukan disiplin kerja. Sejumlah menunjukkan hasil yang beragam sehingga membuka ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Aryani et al. menemukan bahwa kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap disiplin kerja, sementara motivasi dan kompensasi berpengaruh positif. Sementara itu, penelitian Masruroh & Wahjunianto . menunjukkan bahwa reward dan punishment berpengaruh positif terhadap disiplin kerja. Perbedaan temuan ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan pengaruh variabel-variabel tersebut pada berbagai konteks organisasi. Selain itu, penelitian terkait pengaruh simultan punishment terhadap disiplin kerja pada industri distribusi obat-obatan masih sangat terbatas. Kondisi ini menimbulkan research gap yang penting untuk dikaji, khususnya pada perusahaan dengan karakteristik operasional yang kompleks seperti PT Antarmitra Sembada Palembang. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: . mengetahui gambaran leadership, compensation, reward, punishment, dan work discipline karyawan PT Antarmitra Sembada Palembang. menganalisis pengaruh leadership, compensation, reward, dan punishment secara parsial maupun simultan terhadap work discipline karyawan PT Antarmitra Sembada Palembang. II. METODOLOGI PENELITIAN Locus Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT Antarmitra Sembada Palembang yang berlokasi di Jalan Irigasi No. RT 009/RW 003. Kelurahan Karya Baru. Kecamatan Alang-Alang Lebar. Kota Palembang. Sumatera Selatan 30151. Indonesia. Objek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada karyawan yang bekerja di PT Antarmitra Sembada Palembang. Populasi dan Sampel Menurut (Sugiyono, 2. menyatakan bahwa populasi didefinisikan sebagai wilayah JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 176-186 generalisasi yang mencakup objek atau subjek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk ditelaah serta ditarik Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan tetap PT Antarmitra Sembada Palembang yang berjumlah 61 orang. Menurut (Sugiyono, 2. sampel merupakan sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki dari suatu populasi. Metode menggunakan teknik purposive sampling, dimana penentuan dan pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan Adapun kriteria yang digunakan dalam penentuan sampel antara lain: Karyawan yang aktif bekerja dengan masa kerja minimal 6 bulan pada saat penelitian berlangsung, karyawan yang bersedia menjadi responden dari berbagai divisi (Operasional, pemasaran, busines. dan dapat memberikan jawaban secara objektif sesuai dengan kebutuhan penelitian. Berdasarkan kriteria pemilihan sampel maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 51 karyawan. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah Kuesioner Kuesioner merupakan instrumen penelitian yang memuat sejumlah pernyataan terkait dengan permasalahan yang diteliti. Pertanyaan yang diajukan disusun sesuai dengan fokus penelitian, dan jawaban yang bersifat kategoris selanjutnya dikonversi ke dalam bentuk nilai dengan menggunakan skala Skala yang digunakan adalah skala likert yang digunakan 1 sampai 5. Adapun skala likert yang digunakan untuk mendapatkan data adalah sebagai berikut : Tabel 1. Skala yang Digunakan Skala Keterangan Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skor Studi Pustaka Metode ini bertujuan mengumpulkan data sekunder melalui studi kepustakaan dengan mencari berbagai literatur yang mendukung penulisan penelitian, sehingga dapat diperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan sasaran penelitian. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. (Sugiono, 2. menjelaskan pendekatan kuantitatif berlandaskan positivisme, menggunakan data konkret dalam bentuk angka, yang selanjutnya dianalisis melalui prosedur statistik agar diperoleh kesimpulan sesuai dengan isu penelitian. Metode Analisis Data Metode analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan Metode deskriptif merupakan pendekatan penelitian yang diawali dengan proses pengumpulan, pencatatan, serta analisis data sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan, untuk kemudian ditarik suatu Sementara itu, metode verifikatif adalah metode penelitian yang berfokus pada pembuktian, yaitu menguji hipotesis yang diperoleh dari penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis statistik, sehingga dapat diketahui apakah hipotesis diterima atau ditolak (Sugiyono, 2021:. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Pengujian ini dilaksanakan untuk menilai data yang diperoleh setelah proses penelitian selesai dilakukan. Validitas berhubungan dengan ketepatan alat ukur melakukan tugasnya mencapai sasarannya. Data yang diperoleh melalui kuesioner digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Agar hasil yang diperoleh lebih terarah, ditetapkan kriteria sebagai berikut: Apabila rhitung > rtabel, pernyataan dinyatakan Apabila rhitung < rtabel, pernyataan dinyatakan tidak valid. Adapun hasil dari pengujian validitas dalam penelitian ini disajikan pada tabel berikut: Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Leadership (X. Variabel X1 Nilai Nilai rtabel Ket Pernyataan 1 0,275 Valid Pernyataan 2 0,710 0,275 Valid JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 176-186 Pernyataan 3 0,748 0,275 Valid Pernyataan 4 0,275 Valid Pernyataan 5 0,275 Valid Pernyataan 6 0,275 Valid Pernyataan 7 0,275 Valid Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Tabel 2 menunjukkan bahwa seluruh nilai rhitung item pernyataan melebihi rtabel yang sebesar 0,275. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan 51 sampel untuk menilai validitas Nilai rtabel ditetapkan berdasarkan df = 51 Ae 2 = 49. Berdasarkan tabel distribusi untuk df 49 dan taraf signifikansi 5%, nilai rtabel yang digunakan adalah 0,275. Dengan demikian, semua pernyataan pada variabel leadership dapat dinyatakan valid. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Compensation (X. Variabel X2 Nilai Nilai Ket Pernyataan 1 0,763 0,275 Valid Pernyataan 2 0,727 0,275 Valid Pernyataan 3 0,729 0,275 Valid Pernyataan 4 0,716 0,275 Valid Pernyataan 5 0,767 0,275 Valid Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Tabel 3 di atas menunjukkan bahwa semua nilai r hitung item pernyataan lebih besar dari rtabel yang bernilai 0,275. Pengujian validitas instrumen dilakukan menggunakan 51 sampel. Nilai rtabel ditetapkan berdasarkan df = 51 Ae 2 = Berdasarkan tabel distribusi pada df 49 dan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai rtabel 0,275. Dengan demikian, seluruh item pada variabel compensation terbukti valid. Pernyataan 5 0,503 0,275 Valid 0,757 0,275 Valid Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Berdasarkan tabel 4, dapat dilihat bahwa nilai rhitung untuk seluruh item pernyataan lebih besar dibandingkan rtabel sebesar 0,275. Penelitian ini menggunakan 51 sampel untuk menguji validitas instrumen. Nilai rtabel ditentukan dengan derajat kebebasan . = 51 Ae 2 = 49. Berdasarkan tabel distribusi, pada df 49 dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh rtabel 0,275. Dengan demikian, seluruh item pernyataan pada variabel reward dapat dinyatakan valid. Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Punishment(X. Variabel X4 Nilai Nilai rtabel Ket Pernyataan 1 0,275 Valid Pernyataan 2 0,729 0,275 Valid Pernyataan 3 0,688 0,275 Valid Pernyataan 4 0,275 Valid Pernyataan 5 0,275 Valid Pernyataan 6 0,275 Valid Pernyataan 7 0,275 Valid Pernyataan 8 0,275 Valid Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Berdasarkan Tabel 5, terlihat bahwa nilai rhitung seluruh item pernyataan lebih tinggi daripada rtabel sebesar 0,275. Penelitian ini menggunakan 51 sampel untuk menguji validitas Nilai rtabel ditentukan dengan derajat kebebasan . = 51 Ae 2 = 49. Berdasarkan tabel distribusi pada df 49 dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai rtabel 0,275. Dengan demikian, seluruh item pernyataan pada variabel punishment dapat dinyatakan valid. Tabel 6. Hasil Uji Validitas Variabel Work Discipline(Y) Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Reward (X. Variabel Y Nilai Nilai Ket Nilai 0,639 0,733 0,731 0,682 Pernyataan 1 0,724 0,275 Valid Pernyataan 2 0,464 0,275 Valid Pernyataan 3 0,541 0,275 Valid Pernyataan 4 0,722 0,275 Valid Pernyataan 5 0,785 0,275 Valid Variabel X3 Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 4 Nilai Rtabel 0,275 0,275 0,275 0,275 Ket Valid Valid Valid Valid JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 176-186 Pernyataan 6 0,613 0,275 Valid Pernyataan 7 0,593 0,275 Valid Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai rhitung semua item pernyataan melebihi rtabel 0,275. Uji validitas instrumen dilakukan menggunakan 51 sampel. Nilai rtabel dihitung dengan df = 51 Ae 2 = 49. Berdasarkan tabel distribusi pada df 49 dan taraf signifikansi 5%, diperoleh rtabel sebesar 0,275. Oleh karena itu, seluruh item pada variabel work discipline terbukti valid. Hasil Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas pada penelitian dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Minimal Nilai Cronhbac hAos Alpha Nilai Cronbach Alpha Ket (X. 0,60 0,839 Reliabel (X. 0,60 0,790 Reliabel (X. 0,60 0,761 Reliabel (X. 0,60 0,860 Reliabel (Y) 0,60 0,752 Reliabel Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Hasil pengujian reliabilitas yang disajikan pada tabel menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki CronbachAos alpha di atas 0,60. Oleh karena itu, variabel leadership (X. , compensation (X. , reward (X. , punishment (X. , serta work discipline (Y) terbukti reliabel dan dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data yang valid untuk penelitian ini. Hasil Uji Normalitas Metode yang akan digunakan untuk uji normalitas pada penelitian ini adalah Kolmogorof-Smirnof. Jika angka signifikansi uji One Sample Kolmogorof-Smirnof Sig, > 0. maka mengindikasikan bahwa data berdistribusi Berikut ini adalah tabel hasil uji Tabel 8. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Unstandardized Residual Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. adalah 0,200, lebih besar daripada 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel residual pada penelitian ini terdistribusi secara normal. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Regresi linear berganda diterapkan untuk menganalisis pengaruh linear antara dua variabel atau lebih, di mana variabel independen memengaruhi satu variabel dependen. Hasil perhitungan regresi linear berganda menggunakan SPSS Statistics versi 27 disajikan sebagai berikut: Tabel 9. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Standar Unstandardize Coeffici d Coefficients Std. Error Beta Model Sig. (Con (X. (X. (X. (X. Dependent Variable: Work Discipline Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Dari hasil regresi linear berganda yang diteliti pada leadership (X. , compensation (X. , reward (X. dan punishment (X. terhadap work discipline (Y) dapat digambarkan sebagai JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 176-186 Berdasarkan perhitungan persamaan regresi linear berganda diatas menunjukkan Y = 8,865 0,242X1 0,270X2 - 0,068X3 0,181X4 e Nilai konstanta . sebesar 8,865 berarti. Leadership (X. Compensation (X. Reward (X. Punishment (X. bernilai 0, maka variabel dependen Work Discipline (Y) akan berada pada titik dasar yaitu sebesar 8,865. Nilai koefisien regresi Leadership (X. sebesar 0,242 nilai tersebut memberikan arti jika Leadership (X. meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan Work Discipline (Y) sebesar 0,242 dengan asumsi variabel lain bersifat konstan. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara Work Discipline dengan Leadership. Nilai koefisien regresi Compensation (X. sebesar 0,270 nilai tersebut memberikan arti jika Compensation (X. meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan Work Discipline (Y) sebesar 0,270 dengan asumsi variabel lain bersifat konstan. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara Work Discipline dengan Compensation. Nilai koefisien regresi Reward (X. sebesar 0,068 nilai tersebut memberikan arti jika Reward (X. meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan Work Discipline (Y) sebesar 0,068 dengan asumsi variabel lain bersifat konstan. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara Work Discipline dengan Reward. Nilai koefisien regresi Punishment (X. sebesar 0,181 nilai tersebut memberikan arti jika Punishment (X. meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan Work Discipline (Y) sebesar 0,181 dengan asumsi variabel lain bersifat konstan. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara Work Discipline dengan Punishment (X. Hasil Uji t (Parsia. Uji t dilakukan untuk mengevaluasi apakah setiap variabel independen memberikan pengaruh secara parsial terhadap variabel Hasil pengujian tersebut ditampilkan pada tabel berikut: Tabel 10. Hasil Uji t (Parsia. Coefficientsa Sta Coe Unstandardiz ffici Coefficients Std. Bet Model Error Sig. 1 (Constan. Leadership Compensat Reward Punishmen Dependent Variable: Work Discipline Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Kriteria pengambilan keputusan: Ho diterima dan Ha ditolak jika ttabel < thitung Ha diterima dan Ho ditolak jika thitung < ttabel Berdasarkan tabel 10 diatas hasil uji parsial . di atas dapat dijelaskan bahwa: Variabel Leadership (X. Hasil pengujian diperoleh thitung sebesar 2,947 dengan nilai signifikan sebesar 0,005. Dengan tingkat kesalahan 0,05 dengan . f = n Ae k Ae . Ae 4 Ae 1 = . , didapatkan nilai ttabel sebesar A 2,012 . ihat pada lampiran tabel . , jadi nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan 0,005 < 0,05, maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang artinya bahwa variabel Leadership (X. , secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline (Y). Variabel Compensation (X. Hasil pengujian diperoleh thitung sebesar 2,750 dengan nilai signifikan sebesar 0,008. Dengan tingkat kesalahan 0,05 dengan . f = n Ae k Ae . Ae 4 Ae 1 = . , didapatkan nilai ttabel sebesar A 2,012 . ihat pada lampiran tabel . , jadi nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan 0,008 < 0,05, maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang artinya bahwa variabel Compensation (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline (Y). JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 176-186 Variabel reward (X. Hasil pengujian diperoleh thitung sebesar 0,631 dengan nilai signifikan sebesar 0,531. Dengan tingkat kesalahan 0,05 dengan . f = n Ae k Ae . Ae 4 Ae 1 = . , didapatkan nilai ttabel sebesar A 2,012 . ihat pada lampiran tabel . , jadi nilai thitung . < ttabel . dan nilai signifikan 0,531 > 0,05, maka hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima yang artinya bahwa variabel Reward (X. secara parsial tidak berpengaruh terhadap Work Discipline (Y). Variabel punishment (X. Hasil pengujian diperoleh thitung sebesar 2,559 dengan nilai signifikan sebesar 0,014. Dengan tingkat kesalahan 0,05 dengan . f = n Ae k Ae . Ae 4 Ae 1 = . , didapatkan nilai ttabel sebesar A 2,012 . ihat pada lampiran tabel . , jadi nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan 0,014 < 0,05, maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang artinya bahwa variabel Punishment (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline (Y). Hasil Uji Simultan (F) Hasil pengujian secara simultan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 11. Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVA Sum of Mean Model Squares df Square Sig. 1 Regression 60. 682 4 15. Residual 298 46 2. Total Dependent Variable: Work Discipline Predictors: (Constan. Punishment. Reward. Compensation. Leadership Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Kriterianya yaitu: Ho diterima dan Ha ditolak jika Fhitung < Ftabel Ha diterima dan Ho ditolak jika Fhitung > Ftabel Berdasarkan hasil uji F pada tabel diperoleh nilai Fhitung sebesar 7,247 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai kesalahan 0,05 dengan df 1 . umlah variabe. atau 5 Ae 1 = 4, dan df 2 . Ae k Ae . atau 51 Ae 4 Ae 1 = 46 . adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independe. , hasil yang diperoleh untuk Ftabel sebesar 2,57 . ihat pada lampiran tabel F). Jadi dapat disimpulkan Fhitung > Ftabel . ,247 > 2,. , sig 0,000 < 0. maka hipotesis nol (HCA), yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh simultan antara X1. X2. X3 dan X4 terhadap Y ditolak. Sebaliknya, hipotesis alternatif (H. diterima, yang menyatakan bahwa keempat variabel independen Leadership (X. Compensation (X. Reward (X. , dan Punishment (X. secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline (Y) pada PT Antarmitra Sembada Palembang. Hasil Analisis Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi dari lima variabel dapat diukur menggunakan Adjusted R Square, dengan hasil sebagai berikut. Tabel 12. Hasil Analisis Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Punishment. Reward. Compensation. Leadership Dependent Variable: Work Discipline Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Berdasarkan tabel 12 diatas dari nilai Adjusted R Square sebesar 0,333 atau . ,3%), yang berarti bahwa keempat variabel independen secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi perubahan pada Work Discipline sebesar 33,3%. Adapun sisanya, yaitu sebesar 66,7%, dapat dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian dan diharapkan dapat diteliti lebih lanjut oleh peneliti selanjutnya. Pembahasan Hasil pengujian secara parsial diperoleh thitung sebesar 2,947 dengan nilai signifikan sebesar 0,005. Dengan tingkat kesalahan 0,05 dengan . Ae 4 Ae 1 = . , didapatkan nilai ttabel sebesar A 2,012 . ihat pada lampiran tabel . , jadi nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan 0,005 < 0,05, maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang artinya bahwa variabel Leadership (X. , secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline (Y) pada PT Antarmitra Sembada Palembang. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh R. Romadhon et JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 176-186 Kompensasi. Kepemimpinan dan Komitmen terhadap Disiplin Kerja (Studi Kasus pada BMT Sejahtera Trucu. Hasilnya menunjukkan bahwa kompensasi tidak kepemimpinan dan komitmen mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap disiplin Hasil pengujian secara parsial diperoleh thitung sebesar 2,750 dengan nilai signifikan sebesar 0,008. Dengan tingkat kesalahan 0,05 dengan . Ae 4 Ae 1 = . , didapatkan nilai ttabel sebesar A 2,012 . ihat pada lampiran tabel . , jadi nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan 0,008 < 0,05, maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang artinya bahwa variabel Compensation (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline (Y) pada PT Antarmitra Sembada Palembang. Penelitian yang pernah dilakukan oleh (Erifebriani, 2. dan (Aryani et al. , 2. Hasilnya menunjukkan bahwa compensation berpengaruh positif terhadap disiplin. Hasil pengujian secara parsial diperoleh thitung sebesar 0,631 dengan nilai signifikan sebesar 0,531. Dengan tingkat kesalahan 0,05 dengan . Ae 4 Ae 1 = . , didapatkan nilai ttabel sebesar A 2,012 . ihat pada lampiran tabel . , jadi nilai thitung . < ttabel . dan nilai signifikan 0,531 > 0,05, maka hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima yang artinya bahwa variabel Reward (X. secara parsial tidak berpengaruh terhadap Work Discipline (Y) pada PT Antarmitra Sembada Palembang. Penelitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sakinah & Palupi, 2. dan (Utami, 2. Hasilnya menunjukkan bahwa bahwa reward tidak berpengaruh terhadap disiplin kerja. Hasil pengujian secara parsial diperoleh thitung sebesar 2,559 dengan nilai signifikan sebesar 0,014. Dengan tingkat kesalahan 0,05 dengan . Ae 4 Ae 1 = . , didapatkan nilai ttabel sebesar A 2,012 . ihat pada lampiran tabel . , jadi nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan 0,014 < 0,05, maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang artinya bahwa variabel Punishment (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline (Y) pada PT Antarmitra Sembada Palembang. Penelitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wati, 2. , (Masruroh & Wahjunianto, 2. , (Sudjud, 2. dan (Sakinah & Palupi, 2. Hasilnya menunjukkan punishment berpengaruh positif signifikan terhadap disiplin kerja. Hasil pengujian secara simultan. Dapat diketahui Fhitung sebesar 7,247 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai kesalahan 0,05 dengan df 1 . umlah variabe. atau 5 Ae 1 = 4, dan df 2 . Ae k Ae . atau 51 Ae 4 Ae 1 = 46 . adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independe. , hasil yang diperoleh untuk Ftabel sebesar 2,57 . ihat pada lampiran tabel F). Jadi dapat disimpulkan Fhitung > Ftabel . ,247 > 2,. , sig 0,000 < 0. 05 maka hipotesis nol (HCA), yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh simultan antara X1. X2. X3 dan X4 terhadap Y Sebaliknya, hipotesis alternatif (H. diterima, yang menyatakan bahwa keempat Leadership (X. Compensation (X. Reward (X. , dan Punishment (X. secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline (Y) pada PT Antarmitra Sembada Palembang. Hasil penelitian ini sejalan dengan sejumlah penelitian sebelumnya (Wati, 2. , (Masruroh & Wahjunianto, 2. , (Utami, 2. , (Sudjud, 2. dan (Sakinah & Palupi. Dengan ini, maka disimpulkan bahwa secara simultan Leadership. Compensation. Reward dan Punishment secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan guna Leadership (X. Compensation (X. Reward (X. , dan Punishment (X. terhadap Work Discipline (Y) pada PT. Antarmitra Sembada Palembang sebagai berikut: Gambaran Leadership (X. Compensation (X. Reward (X. Punishment (X. dan Work Discipline (Y): Variabel Leadership (X. Dapat disimpulkan nilai rata-rata total 3,10 menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan netral dengan pernyataan-pernyataan tentang pimpinan. Artinya, nilai leadership perlu ditingkatkan, menunjukkan bahwa responden masih merasakan adanya kekurangan dalam praktik leadership di perusahaan. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 176-186 Variabel Compensation (X. Dapat disimpulkan nilai rata-rata total 3,80 menunjukkan bahwa sebagian besar responden netral dengan pernyataanpernyataan tentang compensation. Artinya, nilai compensation juga perlu ditingkatkan, masih terdapat beberapa aspek compensation yang di nilai belum optimal oleh responden. Variabel Reward (X. Dilihat dari data kuesioner mengenai reward yang menunjukkan nilai rata-rata total 4,15 menunjukkan bahwa Sebagian besar responden menyatakan setuju terhadap reward yang diberikan perusahaan, namun pemberian reward perlu ditingkatkan lagi agar tingkat work discipline karyawan terhadap perusahaan meningkat. Variabel Punishment (X. Dilihat dari data kuesioner mengenai punishment dapat disimpulkan meskipun persentasenya berada dalam kategori netral, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden belum sepenuhnya merasakan penerapan punishment secara efektif. Artinya, punishment yang diterapkan di perusahaan masih dianggap kurang optimal oleh responden. Variabel Work Discipline (Y) Dapat disimpulkan nilai rata-rata total 4. menunjukkan bahwa sebagian besar responden setuju dengan pernyataanpernyataan tentang work discipline. Artinya, persepsi terhadap work discipline cenderung positif, hal ini menunjukkan leadership masih perlu ditingkatkan. Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial Leadership (X. Diperoleh nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan 0,005 < 0,05, hingga hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang artinya bahwa variabel Leadership (X. , secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline (Y) pada PT Antarmitra Sembada Palembang. Compensation (X. Diperoleh nilai nthitung . > ttabel . dan nilai signifikan 0,008 < 0,05, hingga hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang artinya bahwa variabel Compensation (X. secara signifikan terhadap Work Discipline (Y) Antarmitra Sembada Palembang. Reward (X. Diperoleh nilai thitung . < ttabel . dan nilai signifikan 0,531 > 0,05, hingga hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima yang artinya bahwa variabel Reward (X. secara parsial tidak berpengaruh terhadap Work Discipline (Y) pada PT Antarmitra Sembada Palembang. Punishment (X. Diperoleh nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan 0,014 < 0,05, hingga hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang artinya bahwa variabel Punishment (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline (Y) pada PT Antarmitra Sembada Palembang. Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan Diperoleh nilai Fhitung > Ftabel . ,247 > 2,. , sig 0,000 < 0. 05 maka hipotesis nol (HCA), yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh simultan antara X1. X2. X3 dan X4 terhadap Y ditolak. Sebaliknya, hipotesis alternatif (H. diterima, yang menyatakan bahwa keempat variabel independen Leadership (X. Compensation (X. Reward (X. , dan Punishment (X. secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Discipline (Y) pada PT Antarmitra Sembada Palembang. Saran Hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya menjadi dasar bagi penelitian ini untuk memberikan saran sebagai berikut: Untuk pihak PT Antarmitra Sembada Palembang agar kedepannya Pemimpin perlu memperbaiki, mengevaluasi komunikasi dan hubungan dengan para karyawan serta memberikan perlakuan yang adil terhadap Reward dan punishment untuk setiap Disarankan memberikan pelatihan kepemimpinan untuk para manajer atau atasan perusahaan. Pelatihan ini bertujuan guna meningkatkan kemampuan manajer dalam menyelesaikan masalah, mengelola tim serta berkomunikasi dengan baik dan adil kepada karyawan. Memperbaiki compensation kepada karyawan, dengan memberikan compensation tepat waktu serta adil dan transparan pada setiap karyawan. Pemberian compensation yang sesuai dengan JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 176-186 beban kerja karyawan akan berdampak positif terhadap work discipline karyawan PT. Antarrmitra Sembada Palembang. Bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lain yang belum dibahas dalam penelitian ini agar model penelitian menjadi lebih komprehensif, memperkaya analisis serta memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai faktor-faktor yang memengaruhi disiplin kerja karyawan. Peneliti dapat menggunakan variabel motivasi kerja, kepuasan kerja, lingkungan kerja, atau gaya kepemimpinan tertentu. DAFTAR PUSTAKA