JTERA - Jurnal Teknologi Rekayasa. Vol. No. Desember 2016. Hal. ISSN 2548-737X Perancangan Enterprise Architecture Berbasis Service Menggunakan Zachman Framework: Studi Kasus PDAM Kota Sukabumi Samirah Rahayu1. Ana Hadiana2,3 Program Studi Teknik Komputer. Politeknik Sukabumi Jl. Babakan Sirna No. 25 Kota Sukabumi. Indonesia Program Magister Sistem Informasi. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. Juanda No. 96 Bandung. Indonesia Pusat Penelitian Informatika. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Komplek LIPI. Jl. Cisitu No. 21/154D Bandung. Indonesia samirah@polteksmi. Abstrak Sebagai perusahaan. PDAM bertanggung jawab memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Proses pelayanan pelanggan mencakup registrasi pelanggan, pencatatan angka meter, pengaduan pelanggan, pengajuan perubahan pelanggan, pembayaran rekening, monitoring jaringan pipa, pemeliharaan meter air sampai monitoring penerimaan dan tunggakan. Karena pertukaran data melibatkan bagian-bagian yang ada, maka perlu dibangun suatu integrator services yang mengintegrasikan semua aplikasi dan data. Untuk realisasi pengembangan Customer Services Information System dalam skala enterprise, maka terlebih dahulu harus dirancang Enterprise Architecture berdasarkan proses bisnis yang dimiliki PDAM terkait. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Zachman sebagai acuan perancangan karena memiliki berbagai perspektif, yaitu: planner, owner, designer, builder, implementer dan worker. Penelitian ini menghasilkan model Customer Services Information System yang terdiri dari front-office system dan backoffice system. Kata kunci: Customer Services Information System, enterprise, architecture enterprise, services, kerangka kerja Zachman Abstract As a company. PDAM is responsible for providing good service to customers. Customer service process include customer registration, registration number meter, customer complaints, customer change request, account payments, monitoring of pipelines, maintenance of water meters, until monitor receipts and arrears. Due to the data exchange involves these processes, it is necessary to build a services integrator that integrates all applications and data. For the realization of the development of Customer Services Information System in the enterprise scale, the first must be designed Enterprise Architecture based on business processes that owned by PDAM. This study uses the Zachman framework as a reference design because it has a variety of perspectives, namely: planner, owner, designer, builder, implementer, and worker. This research results is a model Customer Services Information System that consists of a front-office system and back-office system. Keywords: Customer Services Information System, enterprise, enterprise architecture, services. Zachman PENDAHULUAN Pelanggan merupakan salah satu sumber utama bagi PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi. Pembangunan dan pengembangan suatu sistem yang handal, mudah diakses dan cepat sangat diperlukan demi menjaga kualitas pelayanan terhadap pelanggan terus berjalan. Dalam prosedur pelayanan tidak semua bagian dalam organisasi terlibat, namun hanya sebagian saja. Secara garis besar, fungsi bisnis yang terjadi dalam kegiatan pelayanan dapat dibagi menjadi beberapa unit, yaitu unit distribusi dan unit pelayanan, dimana unit pelayanan terbagi menjadi dua sub unit yaitu sub Diterima: 21 November 2016. Direvisi: 25 November 2016. Disetujui: Desember 2016 JTERA. Vol. No. Desember 2016 A Politeknik Sukabumi Samirah Rahayu: Perancangan Enterprise Architecture Berbasis Service A unit pelayanan pelanggan dan pembacaan meter air, serta sub unit rekening dan penagihan. Proses yang terlibat dalam sistem pelayanan pelanggan tersebut adalah pemasangan sambungan baru, pembuatan rekening air, mutasi data pelanggan, penutupan sambungan, serta pelayanan langsung yang terdiri dari pelayanan air limbah dan penjualan langsung air bersih. Proses pelayanan tersebut dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2. Penerapan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi hanya mampu dijawab dengan memperhatikan faktor integrasi didalam perencanaannya. Tujuan integrasi yang sebenarnya adalah untuk mengurangi Untuk kesenjangan tersebut, maka diperlukan sebuah paradigma dalam merencanakan, merancang dan mengelola sistem informasi. Paradigma tersebut adalah enterprise architecture yang merupakan sebuah pendekatan logis, komprehensif dan holistik untuk merancang dan mengimplementasikan sistem komponen sistem secara bersamaan. Enterprise Architecture (EA) merupakan deskripsi dari misi stakeholder yang didalamnya termasuk informasi, fungsionalitas/kegunaan, lokasi menggambarkan rencana untuk mengembangkan sebuah sistem atau sekumpulan sistem . Untuk dapat memaksimalkan peran EA, diperlukan sebuah framework yang memiliki model simbolis untuk menspesifikasikan berbagai fase EA. Dari sebuah model simbolis diinterprestasikan mengekspresikan makna dari masing-masing simbol pada sebuah model. Untuk dapat mengerti antara model semantik dengan arsitektur, maka harus dipahami tujuan dari modeling yaitu untuk memprediksi realitas dari keadaan yang sebenarnya. Pemilihan kerangka kerja Zachman karena adanya kebutuhan terhadap arsitektur bisnis, arsitektur informasi, arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi yang hanya dibahas perbagian oleh kerangka kerja lain. Selain itu kerangka kerja Zachman dapat menyediakan struktur dasar organisasi yang mendukung akses, integrasi, interpretasi, pengembangan, pengelolaan, dan perubahan perangkat arsitektural dari sistem informasi organisasi. II. LANDASAN TEORI Enterprise Architecture (EA) Arsitektur lazimnya biasa dihubungkan dengan pekerjaan merancang bangunan. Pengertian arsitektur tidak terbatas akan rancangan bangunan. Arsitektur . adalah cara dimana sebuah sistem yang terdiri dari network, hardware, dan software distrukturkan. Arsitektur pada dasarnya menceritakan bagaimana bentuk konstruksi sebuah sistem, bagaimana setiap komponen sistem disusun, dan bagaimana semua aturan dan interface . enghubung mengitegrasikan seluruh komponen yang ada Arsitektur juga mendefinisikan fungsi, deskripsi dari format data dan prosedur yang digunakan komunikasi diantara setiap node dan workstation (Gambar . Berikut ini adalah beberapa definisi atau pemahaman mengenai arsitektur: Arsitektur merupakan komponen-komponen sebuah sistem yang terdiri dari jaringan, perangkat keras dan lunak yang distrukturkan . Rancangan untuk segala tipe struktur, baik fisik maupun konsekstual, nyata maupun tidak . Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa arsitektur pada dasarnya mengambarkan bentuk kostruksi sistem yang diwujudkan dalam sebuah model . lue prin. yang dilihat dari beberapa sudut pandang. EA Framework Framework bisa diartikan sebagai sejumlah pemikiran, konsep, ide, atau asumsi yang digunakan untuk mengorganisasi proses pemikiran tentang sesuatu atau situasi. Kerangka kerja ini juga dapat representasi sebuah perusahaan yang penting bagi manajemen perusahaan dan pengembangan sistem Menggunakan sebuah mengembangkan EA maka, perlu diperhatikan kriteria-kriteria apa saja yang dipenuhi oleh framework tersebut. Adapun beberapa kriteria yang dijadikan sebagai pertimbangan dalam memilih framework, yaitu: Taxonomy completeness, mengacu pada mengklasifikasikan arsitektur aplikasi. Process completeness, mengacu pada bagaimana sebuah framework memberikan panduan dalam bentuk proses . angkah demi langka. untuk menciptakan suatu EA. Practice guidance, mengacu pada seberapa banyak sebuah framework membantu mindset pengguna . asy usin. didalam organisasi untuk memahami pengembangan EA. Maturity model, mengacu pada seberapa banyak sebuah framework memberikan panduan dalam Samirah Rahayu: Perancangan Enterprise Architecture Berbasis Service A memberi penilaian atau evaluasi terhadap organisasi yang menggunakan EA. Governance guidance, mengacu pada sejauh mana sebuah memberikan pemahaman serta membuat model tata kelola yang efektif untuk EA. Partioning guidance, mengacu pada seberapa baik sebuah framework akan membimbing partisi otonomi yang efektif pada perusahaan sehingga menjadi sebuah pendekatan penting untuk mengelola kompleksitas. Vendor neutrality, mengacu pada seberapa besar kemungkinan EA untuk bergantung pada sebuah organisasi konsultasi khusus ketika menggunakan framework tersebut. Information availability, mengacu pada seberapa besar sebuah framework dalam menghasilkan kuantitas dan kualitas informasi. Time is value, megacu pada seberapa lama sebuah framework memerlukan waktu yang digunakan untuk membangun solusi yang memberikan nilai bisnis. Berbagai macam paradigma dan metode bisa digunakan dalam perancangan EA, diantaranya adalah Zachman Framework. TOGAF. DoDAF dan TEAF. Sebelum masuk ke dalam pemilihan kerangka kerja tersebut ada beberapa tabel perbandingan antar kerangka kerja Enterprise Architecture berdasarkan . yang ditunjukkan pada Tabel 1-Tabel 3. Tabel 1. Perbandingan framework berdasarkan sudut pandang Framework Planner Owner Designer Builder Subcontractor User Zachman Scope Business Model System Model Technology Model Detailed Representations Functioning System DoDAF All View Operational View System View Technical View FEAF Objective Scope PlannerAo s View Enterprise Model OwnerAos View Information System Model DesignerAos View Technology Model BuilderAos View TEAF Planner Owner Business Architecture View Designer TOGAF Detailed Specifications SubcontractorAos View Builder Technical Architecture Views Tabel 2. Perbandingan framework berdasarkan abstraksi Framework What How Where Who When Why Zachman Data Function Network People Time Motivation DoDAF Decision Making Guidance FEAF Data. Logical Model Function/ traceab ility Physical plus availab ility of off-theself solution Organizational TEAF Information Functional Infrastructure Organizational IT Resource Guidance TOGAF Samirah Rahayu: Perancangan Enterprise Architecture Berbasis Service A Tabel 3. Perbandingan framework berdasarkan fase siklus hidup pengembangan perangkat lunak Framework Planning Analysis Design Implementation Maintenance Zachman Yes Yes Yes Yes Principles that support decision making across guidance of IT principles for design and implementaion TOGAF DoDAF Yes Yes Yes Describes final TEAF Yes OwnerAos Analysis Yes Yes Tabel 4. Zachman framework DATA What FUNCTION How NETWORK Where TIME When MOTIVATION Why List of Organizations List of Events List of Business Goal and Strategies Objective/Scope (Contextua. Role: Planner List of thing important In the Business List of Business Processes Business Model (Conceptua. Role: Owner Conceptual Data/Object Model Business Business Logistics Process Model System Work Flow Model Master Schedule Business Plan System Model (Logica. Role: Designer Logical Data Model System Architecture Model Distributed Systems Architecture Human Interface Architecture Processing Structure Business Rule Model Technology Model (Physica. Role: Builder Physical Data/ Class Model Technology Design Model Technology Architecture Presentation Architecture Control Structure Rule Design Detail Representation (Out of Contex. Role: Programmer Data Definition Program Network Architecture Security Architecture Timing Definition Rule Specification Functioning Enterprise Role: User Usable Data Usable Network Functioning Organization Implemented Schedule Working Strategy Working Function Dari perbandingan sisi views atau perspectives, abstraction dan SDLC Phases terlihat bahwa Zachman Framework memiliki perspective yang paling komprehensif dibandingkan dengan DoDAF. FEAF. TEAF, dan TOGAF. Zachman Framework unggul di sisi ini karena dari awal Zachman Framework sudah menekankan kepada taxonomi secara rinci yang dipetakan kepada semua stakeholder yang ada. Selain itu Zachman Framework mampu menklasifikasikan framework dalam klasifikasi yang komprehensif dengan List of Business Locations PEOPLE Who pertanyaan 5W 1H . hat, who, where, when, why, dan ho. Zachman Framework Zachman Framework dibuat oleh John Zachman yang dimuat dalam tulisan IBM Systems Journal. Framework bisa diartikan sebagai sejumlah pemikiran, konsep, ide, atau asumsi digunakan untuk mengorganisasikan proses pemikiran tentang sesuatu atau situasi. Tabel 4 menunjukan baris dan kolom yang terdapat pada Zachman Framework. Samirah Rahayu: Perancangan Enterprise Architecture Berbasis Service A i. HASIL PERANCANGAN Pengidentifikasian proses bisnis dari Customer Service Information System ini dimaksudkan untuk mengetahui proses-proses apa yang sudah ada dan belum ada di lingkungan PDAM Tirta Bumi Wibawa dalam kaitannya dengan pelayanan pelanggan ini. Karena tujuan penelitian ini Enterprise Architecture untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Pelayanan Pelanggan, maka proses bisnis dari Customer Service Information Information System ini harus dapat diidentifikasikan. Baris 4 kolom 2 (R4-C. dari Zachman Framework menjelaskan fungsi yang terkait dengan solusi bisnis yang memiliki tanggung jawab bagi penerapan teknologi di belakang sistem . bagian ini bisa digambarkan dengan platform server model atau dengan technology architecture. Baris 4 Kolom 3 (R4-C. dari Zachman Framework membahas tentang sistem network. Bagian ini merupakan sudut pandang dari lead developer yang memiliki tanggung jawab dalam menangkap detail dari sistem network yang akan dijelaskan pada arsitektur sistem dengan istilah hardware dan software . Model hasil Customer Service Information System yakni front-office system dan back-office system (Gambar . Front-office system merupakan aplikasi yang berinteraksi langsung dengan entitas eksternal yang dalam penelitian ini adalah Portal Customer Service Information System ini menyediakan informasi yang diperoleh dari hasil pengolahan data back-office system. Backoffice system terdiri dari aplikasi bisnis yang dimiliki oleh masing masing bagian. Manajemen Keuangan Manajemen Pengadaan dan Perawatan Fasilitas Manajemen Teknologi Informasi Penerimaan Distribusi Air Pelanggan Baru Pelayanan Pelanggan Standar Layanan PDAM Aktivitas Pendukung Penagihan Rekening Air Aktivitas Utama Gambar 1. Value Chain Proses Pelayanan Pelanggan PDAM Kota Sukabumi Samirah Rahayu: Perancangan Enterprise Architecture Berbasis Service A Presentation Interfaces Services Presentation Layer Web Form Portal Application Form Menajemen Registrasi dan Pembayaran Pemasangan Application Form Pelayanan dan Pengaduan Pelanggan Application Form Tagihan dan Pembayaran Rekening Application Form Monitoring Keuangan Application Form Monitoring Jaringan Pipa Application Form Pencatatan Meter Air User Channels Mail Data Transfer Telepon Internal/External Access Security Service Application Layer Application and Common Application Services Registrasi Application Service Pembayaran dan Aktivasi Sambungan Application Service Angka Meter Application Service Pengajuan Perubahan Application Service Pengaduan Application Service Rekening Application Service Keuangan Application Service Jarin gan Application Service Workflow/Business Process Management Customer Services Information System Sistem Informasi Manajemen Registrasi Pelanggan Sistem Informasi Manajemen Angka Meter Sistem Informasi Manajemen Pengajuan Perubahan Data Sambungan Sistem Informasi Manajemen Pengaduan Pelanggan Sistem Informasi Manajemen Pembayaran Rekening Sistem Informasi Manajemen Monitoring Penerim aan & Tunggakan Sistem Informasi Manajemen Monitoring Jaringan Pipa Sistem Informasi Manajemen Meteran Air Meter Air Application Service Networking & System Management Service Online Enterprise Application Integration Base Layer Data Layer Portal Customer Service Information System Data Source (Database and File Syste. Business Application Database Enterprise Database Common System Services Network Services Platform Services Gambar 2. Platform service Samirah Rahayu: Perancangan Enterprise Architecture Berbasis Service A Pelanggan Pelanggan BAG. PERENCANAAN TEKNIK Pelanggan BAG. KEUANGAN Hub AKSES PUBLIK Hub Internet Modem BAG. HUBUNGAN PELANGGAN Router Switch BAG. DISTRIBUSI & METER AIR Server Utama Applicati on Server Database Server Hub Hub Gambar 3. Network node FRONT-OFFICE SYSTEM Portal Customer Service Information System Bagian Hublang Bagian Distribusi & Meter Air Sistem Informasi Manajemen Registrasi Pelanggan Sistem Informasi Manajemen Angka Meter Sistem Informasi Manajemen Pengajuan Perubahan Data Sambungan Sistem Informasi Manajemen Meteran Air Bagian Perencanaan Teknik Sistem Informasi Manajemen Monitoring Jaringan Pipa Bagian Keuangan Sistem Informasi Manajemen Monitoring Penerimaan & Tunggakan Sistem Informasi Manajemen Pengaduan Pelanggan Sistem Informasi Manajemen Pembayaran Rekening Customer Service Information System Gambar 4. Pemodelan Customer Service Information System Samirah Rahayu: Perancangan Enterprise Architecture Berbasis Service A IV. KESIMPULAN Setelah melakukan penelitian di PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi berkaitan dengan perancangan Enterprise Architecture untuk mendukung Customer Service Information System, maka kesimpulan dari hasil penelitian tersebut adalah sebagai berikut: Customer Service Information System telah sesuai dengan proses bisnis dan kebutuhan PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi. Hal ini didasarkan pada hasil perancangan enterprise architecture yang telah mengidentifikasi frontoffice system dan back-office system sebagai aplikasi-aplikasi yang mendukung proses bisnis di bagian pelayanan pelanggan PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi. Adapun proses bisnis yang ada pada perancangan enterprise architecture adalah proses bisnis penerimaan pelanggan baru, proses bisnis pelayanan pelanggan, proses bisnis penagihan rekening air, proses bisnis pelayanan pengaduan, proses bisnis distribusi air dan proses bisnis meter air. Sedangkan aplikasi yang dihasilkan adalah Portal Customer Service Information System. Manajemen Registrasi Pelanggan. Manajemen Pengajuan Perubahan Data Sambungan. Manajemen Pengaduan Pelanggan. Manajemen Pembayaran Rekening. Manajemen Angka Meter. Manajemen Mete Air. Manajemen Monitoring Jaringan Pipa dan Manajemen Monitoring Penerimaan dan Tunggakan. Hasil perancangan Enterprise Architecture telah dimodelkan dengan dukungan layanan-layanan . yang terdiri dari application service (Registrasi Application Service. Pembayaran dan Aktivasi Application Service. Angka Meter Application Service. Pengajuan Perubahan Application Service. Pengaduan Application Service. Rekening Application Service. Keuangan Application Service. Jaringan Pipa Application Serice dan Angka Meter Application Servic. dan data service (Registrasi Data Service. Pembayaran dan Aktivasi Data Service. Angka Meter Data Service. Pengajuan Perubahan Data Service. Pengaduan Application Service. Rekening Data Service. Keuangan Data Service. Jaringan Pipa Data Serice dan Angka Meter Data Servic. REFERENSI