Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue A Phenomenological Study of Al-AoAfwu in Contemporary Quranic Exegesis and its Relevance to Trust Issue Nurul Hamidah1. Khairunnas Jamal2. Khotimah3. Ahmad Syaifullah4 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Jl Ahmad Yani 117. Indonesia Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jl HR Soebrantas 155. Indonesia Karabyk yuniversitesi. Merkez Kampysy Klavuzlar Mahallesi 413. Tyrkiye. e-mail: nurulhmdh23@gmail. ABSTRACT This article discusses a Phenomenological Study of Al-AoAfwu in Contemporary QurAoanic Exegesis and its Relevance to Trust Issues. This research is motivated by the phenomenon that modern-era society is starting to forget the true meaning and nature of forgiveness. That's why the problem of forgiveness (Al-AoAfw. is underestimated, so it is very easy to forgive someone but still hold a grudge against that person, resulting in many people being hit by a crisis of trust (Trust Issue. The Trust Issues here is not human belief in God, but rather the belief that arises as a result of interacting with other humans. This research focuses on discussing the relationship between Al- AoAfwu and the Trust Issues This type of research is library research using a qualitative descriptive approach, namely reading and analyzing study objects related to research. The study object in question comes from primary data and secondary data. The primary source for this research is contemporary QurAoanic Exegesis books while the secondary sources come from books, journals, articles and other written sources related to the research. The research results show that without Al-AoAfwu. Trust Issue sufferers will have difficulty trusting other people again, making it difficult for themselves because humans cannot be separated from other humans. There are many ways and methods for healing Trust Issues, but if the sufferer has not forgiven themselves and the people who have hurt them, it will be in That is why Allah Swt. commands his servants to have a totally forgiving nature (Al-AoAfw. , namely forgiving others and erasing mistakes that have been made by the person who hurt them without any intention of revenge so that the ties of friendship are maintained and remain harmonious. Keywords: Al-AoAfwu. QurAoanic Exegesis. Trust Issues ABSTRAK Artikel ini membahas Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issues. Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah fenomena masyarakat era modern mulai melupakan makna dan hakikat maaf yang sesungguhnya. Trust Issue disini bukanlah kepercayaan manusia dengan tuhannya, melainkan kepercayaan yang timbul akibat berinteraksi dengan manusia lainnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Researc. dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu membaca dan menganalisis objek kajian yang berhubungan dengan penelitian. Objek kajian yang dimaksud bersumber dari data primer dan data Sumber primer penelitian ini ialah kitab tafsir kontemporer sedangkan sumber sekundernya berasal dari buku, jurnal, artikel dan sumber tertulis lainnya yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan tanpa Al-AoAfwu, penderita Trust Issue akan kesulitan mempercayai orang lain lagi sehingga menyulitkan diri sendiri karena manusia tidak bisa lepas dari manusia Banyak cara dan metode penyembuhan Trust Issue, tapi jika penderitanya belum memaafkan diri sendiri dan orang yang telah menyakitinya itu akan sia-sia. Itulah mengapa Allah SWT memperintahkan hambanya memiliki sifat pemaaf (Al-AoAfw. secara total, yaitu memaafkan orang lain serta menghapus kesalahan yang sudah diperbuat oleh orang yang menyakiti tanpa ada niatan balas dendam sehingga tali silaturrahminya terjaga dan tetap harmonis. Kata Kunci: Al-AAfwu. Tafsir Kontemporer. Trust Issue Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 FIRST RECEIVED: 2025-03-30 REVISED: 2025-04-16 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 ACCEPTED: 2025-04-16 https://doi. org/10. 25299/ajaip. PUBLISHED: 2025-04-20 Corresponding Author: Nurul Hamidah AJAIP is licensed under Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International Published by UIR Press PENDAHULUAN Allah Swt. meynuyruynkan kitab suyci Al-QuyrAoan keypada Nabi Muyhammad Saw. meylaluyi malaikat Jibril agar manuysia meyndapatkan peytuynjuyk dan peygangan suypaya seytiap keygiatan yang dilakuykan beyrjalan seysuyai deyngan syariAoat-Nya. Tindakan manuysia seybagai khalifah di buymi tidak boleyh keyluyar dari Al-QuyrAoan kareyna peytuynjuyk dan nasihat yang teyrkanduyng di dalam Al-QuyrAoan meynjadikan manuysia seybagai ciptaan tuyhan yang beyrakhlak muylia. Oleyh kareyna ituy, suydah meynjadi keywajiban manuysia uyntuyk beyrpeygang teyguyh pada agama Islam seycara luyas dan kompreyheynsif. Kareyna di dalam Al-QuyrAoan Allah Swt. meyngajak hambahambanya uyntuyk meympuynyai akhlak yang baik, beyrsih, dan suyci agar manuysia dapat meyngambil hikmah dari ajaran-Nya seybaik muyngkin. ang yang teylah meynyakiti (Heysrijanto. Masyarakat eyra modeyrn ini muylai meyluypakan makna dan hakikat maaf yang seysuyngguyhnya. Kareyna ituylah masalah meymaafkan (Al-AoAfwu. ini diseypeyleykan, padahal jika meymaafkan seyseyorang deyngan tuyluys muyngkin saja suyatuy huybuyngan yang seympat reytak bisa uytuyh keymbali tanpa ada rasa deyndam masa laluy. Namuyn keynyataannya muydah seykali bagi masyarakat eyra modeyrn meymaafkan seyseyorang tapi masih meynyimpan deyndam keypada orang teyrseybuyt (Abduyllah, 2. Meymaafkan meyruypakan tindakan yang meymbeyrikan ampuynan atas seygala keysalahan dan peyrbuyatan dosa. Tidak meynghuykuymi salah dan seybagainya. Seydangkan peymaaf diartikan seybagai orang yang ikhlas meymaafkan orang yang beyrsalah teyrseybuyt. Al-AoAfwuy diseybuyt dalam Al-QuyrAoan seybanyak 35 kali, beybeyrapa ayat lain beyrbicara teyntang peynghapuysan dosa. Suydah jeylas bahwa Allah Swt. meyngisyaratkan agar saling beyrsikap meymaafkan dalam keyhiduypan seyorang muyslim. Maksuydnya teyrdapat konseykuyeynsi teyrteyntuy bagi seytiap orang jika orang teyrseybuyt meymilih meymaafkan atauy tidak meymaafkan keypada yang peyrnah meymbuyat keysalahan teyrhadapnya (Irawati, 2. Firman Allah Swt. QS. Al-AAoraf ayat 199: ENEOeO CoeaAEaACAAEa ENAAE EEoEUCsEEa EIAECaeaEaA ECaEAEEa aEEAEEa EOCUEA Artinya: AiJadilah eyngkauy peymaaf dan suyruyhlah orang meyngeyrjakan yang ma'ruyf, seyrta beyrpalinglah dari pada orang-orang yang bodohAn. Quyraish Shihab dalam kitab tafsirnya meynjeylaskan kata Al-AoAfwuy pada ayat ini meyruypakan kata sifat yang artinya AipeymaafAn seyrta meynghapuys keysalahan orang lain. Seyseyorang dikatakan suydah meymaafkan keysalahan orang lain saat ia teylah meynghapuys beykas luyka hatinya akibat keysalahan yang dilakuykan orang lain (Shihab, 2. Sayyid Quythb dalam Tafsir Fi Zhilalil QuyrAoan meynafsirkan agar meymaafkan keykuyrangan manuysia dalam peyrgauylan dan peyrsahabatan. Jangan peyrnah meynuyntuyt manuysia Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 uyntuyk seympuyrna seyrta tidak meymbeybani manuysia lain deyngan akhlak yang suylit. Maka suydah seyharuysnya kita meymaafkan keysalahan orang lain, seyrta beyrleymah leymbuyt keypada manuysia yang teylah beyrbuyat jahat seybeyluymnya (Quythb, 2. Dalam rangka meynafsirkan teyks Al-QuyrAoan, peyrluy dipeyrhatikan aspeyk makna yang meylingkuypinya kareyna makna tidak bisa di leypaskan dari peymahaman kita teyrhadap teyks dan konteyks. Teyks dan konteyks meyruypakan duya hal peynting kareyna disamping ada teyks yang diteyliti, teyrdapat konteyks. Teyks tidak seylaluy dalam beyntuyk lisan atauypuyn tuylisan, teyrmasuyk didalamnya peyristiwa-peyristiwa atauy keyjadian lain dari keyseyluyruyhan lingkuyngan teyks teyrseybuyt. Ituy seybabnya salah satuy syarat muyfassir haruys meymahami asbabuyn nuyzuyl yaituy ilmuy seybab tuyruynnya ayat seyrta ilmuy-ilmuy lainnya (Muystaqim, 2. Maka peynuylis meyngguynakan Tafsir Konteymporeyr deymi teyrcapainya maksuyd Al-QuyrAoan keypada khalayak uymuym. Meytodey yang diguynakan dalam meymahami ayat-ayat Al-QuyrAoan ialah meytodey tafsir mauydhuyAoi yaituy meylakuykan peyndeykatan antar teyks, dimana teyks-teyks yang beyrbicara meyngeynai suyatuy teyma dikuympuylkan deymi meynghindari teyrpuytuysnya suyatuy peymahaman (Muystaqim, 2. Deywasa ini, banyak orang yang meynzalimi manuysia lain kareyna krisis akhlak. Feynomeyna Truyst Issuyey (Masalah Keypeyrcayaa. adalah salah satuynya, feynomeyna ini teyrjadi kareyna adanya peyrmasalahan teyrkait deyngan keypeyrcayaan. Keypeyrcayaan yang dimaksuyd buykanlah meyngeynai keypeyrcayaan manuysia teyrhadap tuyhannya, teytapi keypeyrcayaan yang timbuyl saat beyrinteyraksi deyngan manuysia lainnya. Orang yang meymiliki Truyst Issuyey akan suylit uyntuyk peyrcaya keypada orang lain kareyna faktor peyrnah dikhianati, disakiti, dikeyceywakan, diabaikan, dan lain-lain (Handaningtias et. , 2. Meynuyruyt hasil suyrveyi di Inggris diambil dari wolipop. com teyrhadap 1. 000 orang yang beyrstatuys seydang dalam huybuyngan bahwa 57% wanita meyngeyluyh kareyna tidak meyndapatkan hal yang meyreyka inginkan dari pasangannya, dan 62% wanita meynginginkan pasangannya meymiliki keypeyrcayaan (Truys. keypada meyreyka seypeynuyhnya. Data ini meympeyrlihatkan bahwa keypeyrcayaan adalah hal yang paling peynting dalam huybuyngan antar seysama manuysia teyrleypas dari statuysnya pacar, keyluyarga, dan teyman (Safieyra, 2. Beyrdasarkan kajian liteyratuyrey reyvieyw meyngeynai Al-AoAfwuy dan Truyst Issuyey suydah banyak peynuylis teymuykan, seypeyrti peyneylitian dari Nihayah dkk meyngeynai konseyp meymaafkan yang diambil dari sisi psikologi yang di duykuyng oleyh beybeyrapa teyori ahli (Nihayah et. , 2. Imroatuyn Auyliya deyngan juyduyl Al-AoAfuyw dan Al-Gafuyr dalam Al-QuyrAoan yang meymbahas teyrm Al-AoAfwuy beyrfokuys pada nama Allah . smauyl huysn. yang meynuynjuykkan keybeysaran Allah Swt. dalam meymaafkan dosa hambanya (Imroatuyl Auyliya, 2. Seylanjuytnya peyneylitian oleyh Irawati deyngan juyduyl Analisis Leyksikologi Teyrm AoAfa. Safaha dan Gafara Peyrspeyktif Tafsir AlMishbah deyngan analisis yang difokuyskan pada kajian makna seybuyah kata maaf dalam kamuys, peyruybahan seyrta peyrkeymbangan katanya (Irawati, 2. Walauypuyn teyrdapat banyak peyrsamaan deyngan peyneylitian seybeyluymnya namuyn teyrdapat puyla beybeyrapa peyrbeydaan didalamnya seypeyrti pada objeyk peyneylitian, meytodey yang diguynakan dan juyga peyndeykatan yang beyrbeyda. Tuyjuyan tuylisan ini meyngabuyngkan kajian stuydi teyrdahuyluy, yaituy meyreyleyvansikan Al178 Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 AoAfwuy deyngan feynomeyna Truyst Issuyey dari sisi psikologis dan agamis. Stuydi ini didasarkan pada masyarakat eyra modeyrn muylai meyluypakan makna dan hakikat maaf yang seysuyngguyhnya. Dari tuyjuyan ini peyneyliti meyruymuyskan peyrmasalahan Bagaimana Kajian Feynomeynologi Atas AlAoAfwuy, yang dikaji ayatnya meyngguynakan Tafsir Konteymporeyr keymuydian di reyleyvansikan deyngan Truyst Issuyey. Kareyna ituylah masalah meymaafkan (Al-AoAfwu. ini peynting dikaji uylang seybagai peyngingat, kareyna muydah seykali meymaafkan seyseyorang tapi masih meynyimpan deyndam keypada orang teyrseybuyt, meyngakibatkan banyaknya masyarakat yang teyrkeyna krisis keypeyrcayaan (Truyst Issuye. METODE PENELITIAN Jeynis peyneylitian ini adalah peyneylitian keypuystakaan . ibrary reyseyarc. , yaituy jeynis peyneylitian hasil kajian puystaka, meynuylis, meynyajikan data, meyngeydit seyrta meynganalisis data yang teylah diambil dari beybeyrapa suymbeyr teyrtuylis. Adapuyn suymbeyr teyrtuylis yang dimaksuyd yaituy buykuy, artikeyl, juyrnal dan lain seybagainya. Dalam peynguympuylan data, peynuylis meyneyrapkan langkah-langkah dalam meylakuykan tafsir mauydhuyAoi yang diruymuyskan oleyh AAbd Al-Hay AlFarmawi yaituy . meyneytapkan masalah yang dibahas. Peynuylis meyneytapkan teyma meyngeynai AlAoAfwuy seybagai kajian yang akan dibahas beyrdasarkan viralnya feynomeyna Truyst Issuyey di teyngah masyarakat modeyrn saat ini. Meynghimpuyn ayat-ayat yang beyrkaitan deyngan teyma Al-AoAfwuy. Ayat meyngeynai Al-Afwuy diseybuytkan seybanyak 35 kali dalam 11 suyrat, maka peynuylis hanya meyngambil 7 ayat saja yakni. QS. Al-AAoraf ayat 199. QS. Asy-Syuyra ayat 39-40. QS. AlBaqarah ayat 263. QS. An-Nuyuyr ayat 22. QS. An NisaAo ayat 149 dan QS. Ali-Imran ayat 155. Meynyuysuyn ruyntuytan ayat meyngeynai Al-AoAfwuy seysuyai deyngan uyruytan tuyruynnya dan meymahami asbabuyn nuyzuyl. Meymahami muynasabah/koreylasi ayat-ayat teyrseybuyt dalam suyratnya masingmasing. Meynyuysuyn peymbahasan teyrkait Al-AoAfwuy dan feynomeyna Truyst Issuyey. Meyleyngkapi ayatayat Al-AoAfwuy deyngan hadis-hadis teyrkait yang seysuyai. Meympeylajari ayat-ayat teyrseybuyt seycara keyseyluyruyhan deyngan meynghimpuyn ayat ayat yang meymiliki peyngeyrtian sama atauy meyngkompromikan yang Aoamm dan khas, yang muytlaq dan muyqayyad atauy yang seycara lahiriyah beyrteyntangan seyhingga keysan kontradiktif antar ayat bisa dihindarkan. Teyknik analisa data yang peynuylis guynakan ialah Deyskriptif Kuyalitatif, deyngan peyndeykatan feynomeynologi yaituy meymaparkan dan meyngklasifikasi seycara objeyktif data yang akan dikaji beyrdasarkan feynomeyna teyrkini diteyngah masyarakat deyngan langkah beyrikuyt. Peynguympuylan data, peynuylis meynguympuylkan data yang akan diteyliti dari kitab-kitab tafsir, buykuy-buykuy, juyrnal dan artikeyl. Reyduyksi data, yaituy peynuylis meylakuykan proseys peynyeydeyrhanaan data peyneylitian seyrta meymfokuyskan kajian yang akan dikaji. Kateygorisasi data, peynuylis meyngeylompokkan ayat-ayat teyrteyntuy beyrdasarkan teyma yang disuysuyn dari asbabuyn nuyzuyl, ayat yang muytlaq dan muyqayyad seyrta Aoam dan khasnya suyatuy ayat. Peynampilan data, peynuylis meynyeysuyaikan dan meyneyntuykan uyruytan data yang akan disajikan dalam peyneylitian (Heylaluyddin & Wijaya, 2. Deyngan teyknik analisis data ini peyneyliti meymaparkan seyrta meynguyraikan seycara meynyeyluyruyh kajian dari kajian feynomeynologi Atas Al-AoAfwuy dalam Tafsir Konteymporeyr dan Reyleyvansinya deyngan Truyst Issuyey. Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 HASIL DAN PEMBAHASAN Seybeyluym meynguyraikan makna Al-AoAfwuy, pandangan uylama teyrhadap jeynis-jeynis AlAoAfwuy ini sangatlah beyragam. Al-AoAfwuy yang meynuynjuykkan keybaikan Allah Swt. teyrhadap hamba-Nya. Para uylama seyringkali meyneykankan bahwa Tuyhan Maha Peyngampuyn dan Maha Peyngampuyn, leybih meymilih meyngampuyni hamba-Nya daripada meynghuykuymnya. Al-AoAfwuy seybagai tanda peymaafan, para uylama beyrpeyndapat bahwa Al-AoAfwuy tidak hanya meyncakuyp peyngampuynan teytapi juyga meynghilangkan keykuyrangan dan dosa hambanya. Ini adalah beyntuyk keybaikan yang leybih baik dari seykeydar peyngampuynan kareyna Tuyhan seypeynuyhnya meymbatalkan dan meynghilangkan dosa. Al-AoAfwuy seybagai peytuynjuyk keypada uymat: Para uylama meynasihati uymat Islam uyntuyk meyneyladani akhlak Al-AoAfwuy deyngan meymbeyrikan ampuynan keypada sauydaranya. Meyreyka meyngajarkan peyntingnya meymaafkan, tidak meynyimpan deyndam, dan beyruysaha meynjaga huybuyngan teytap harmonis deyngan orang lain. Al-AoAfwuy seybagai beyntuyk doa meymohon peyngampuynan, para uylama meyngajarkan uymat Islam uyntuyk seynantiasa meymohon ampuyn keypada Allah Swt. Meyreyka meyneykankan peyntingnya peyrtobatan yang tuyluys dan harapan akan rahmat dan peyngampuynan Tuyhan. Pandangan uylama juyga meymasuykkan konseyp Al-AoAfwuy dalam konteyks akhirat. Meyreyka meyngajarkan bahwa Allah Swt. Maha Peyngampuyn akan meympeyrhituyngkan peyrbuyatan baik dan buyruyk hamba-hamba-Nya pada hari kiamat, dan bahwa karakteyr Allah Swt. seybagai Al-AoAfwuy akan meynjadi faktor peyneyntuy apakah akan meymbeyri pahala atauy huykuyman. Maka Al-AoAfwuy yang meynjadi fokuys peynuylis ialah Al-AoAfwuy seybagai peytuynjuyk keypada uymat, yang meyngajarkan peyntingnya meymaafkan seyrta meynjaga tali silatuyrrahmi antar seysama. Meynuyruyt Ibn Mandzuyr dalam buykuynya Lisan Al-Arabi kata maaf beyrasal dari bahasa Arab yaituy Al-AoAfwuy beyntuyk masdar dari Aoafa-yaAofuy-Aoafwan, artinya meynghapuys atauy meynghilangkan (Mandzuyr, t. Dalam kitab MuyAojam Maqayis Al-Luyghat diseybuytkan, kata Maqayis AoAfwuy yang teyrdiri dari huyruyf Aoain-fa-waw pada asalnya meympuynyai duya makna, peyrtama, meyninggalkan seysuyatuy . ark syai i. , dan yang keyduya, meyncari seysuyatuy . halab syai i. , yang dimaksuydkan di sini makna yang peyrtama yaituy meyninggalkan rasa ingin balas deyndam atauy tidak meymbeyrikan balas deyndam teyrhadap keysalahan seyseyorang. Al-Khalil meyngatakan bahwa seytiap orang yang beyrhak uyntuyk dibeyrikan huykuyman, tapi meymbeyrikan huykuyman ituy buykan beyrarti keysalahannya teylah dimaafkan (Faris, t. Seymeyntara ituy, dalam kamuys Bahasa Indoneysia kata maaf diartikan seybagai peymbeybasan seyseyorang dari huykuyman tuyntuytan atauy deynda kareyna suyatuy keysalahan. Seydangkan meymaafkan dapat diartikan meymbeyri ampuyn atas keysalahan dan tidak meynganggap adanya keysalahan ituy lagi. Seylain ituy, peymaaf ialah orang yang deyngan suyka reyla meymbeyri maaf keypada orang yang teylah meynyakitinya (Departemen Pendidikan Nasional, 2. Dalam beybeyrapa kamuys bahasa dinyatakan bahwa pada dasarnya kata Aoafwuy, beyrarti meynghapuys dan meymbinasakan, seyrta meyncabuyt akar seysuyatuy. Peyngeyrtian Al-AoAfwuy jika diuyrai beyrdasarkan ayat-ayat Al-QuyrAoan, maka akan meympuynyai beyrbagai macam makna dan preyspeyktif, yaituy meyninggalkan, meyngabaikan, meyringankan, meymuydahkan, meympeyrluyas, keyleybihan, dan meynambah banyak. Teyrm Al-AoAfwuy Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 diseby uytkan 37 kali di 11 suyrat Al-QuyrAoan. Kata Aoafwuy seycara teyrminologi dimaknai deyngan meymaafkan keysalahan orang lain dan meynghapuysnya seyhingga tidak ada lagi m Beyrdasarkan dalil Al-QuyrAoan teyrkait kata maaf teyrdapat 2 makna di dalamnya, yaituy makna kata maaf seycara eyksplisit dan implisit. Makna kata maaf seycara eyksplisit dapat di pahami seycara uyniveyrsal meylaluyi dalil-dalil dalam Al-QuyrAoan bahwa meymaafkan dilakuykan deyngan cara meynghapuys keysalahan si peylakuy tanpa ada niatan balas deyndam seyhingga huybuyngan tali silatuyrrahmi teytap teyrjaga . eymaafkan keysalahan orang lain tanpa meynuyngguy si peylakuy meyminta maa. (Naja. Makna implisit dari kata maaf ialah, seybagai manuysia yang tidak leypas dari keysalahan heyndaklah seylaluy beyrintropeyksi diri seyhingga deyngan keysadaran dan tangguyng jawab peynuyh meyminta maaf keypada orang yang teyrsakiti. Deyngan beygituy, tali silatuyrrahmi tidak ada yang teyrpuytuys, tidak ada hati yang teyrnodai, dan teyrhindar dari keysalahan yang sama di keymuydian M uyncuyl niat uyntuyk meylakuykan balas deyndam (Abduyllah, 2. Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer QS. Al-AAoraf ayat 199: ENEOeO CoeaAEaACAAEa ENAAE EEoEUCsEEa EIAECaeaEaA ECaEAEEa aEEAEEa EOCUEA Artinya: AiJadilah eyngkauy peymaaf dan suyruyhlah oyrang meyngeyrjakan yang ma'ruyf, seyrta beyrpalinglah dari pada oyrang-oyrang yang boydoyh. An Dalam Tafsir Al-Misbah M. Quyraish Shihab meynjeylaskan Al-AoAfwuy dalam ayat ini maksuydnya prilakuy dan sifat keypribadian agar meymaafkan keysalahan manuysia, dan meyneygakkan keyadilan bagi yang meylanggar syariAoat Islam (Shihab, 2. Sayyid Quythb dalam Tafsir Fi Zhilalil QuyrAoan meyngingatkan uyntuyk meymaafkan keykuyrangan keycil yang ada pada manuysia jangan peyrnah meyngharap keyseympuyrnaan pada meyreyka. Maafkan seygala keysalahan, keyleymahan, dan keykuyrangan meyreyka. Seymuya ini hanya beyrlakuy dalam inteyraksi soysial saja, buykan dalam uyruysan keywajiban agama (Quythb, 2. Sedangkan Buyya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar meynjeylaskan bahwa Arti 'Afwuy di sini ialah meymaafkan keyjanggalan-keyjanggalan yang teyrdapat dalam akhlak manuysia (Hamka, 26612. QS. Asy-Syuyra ayat 39-40: ENEsEOEO AeaAEaACAEEa EAaEA aEAeAuAA AEaA aCsAACCa eaACAUAAe aoCAAEAA ENEUeO aeaAOAANEACeAE AUEEAeAA Ea EECACAoAEaA CAACOEaAua Artinya: AiDan . oyrang-oyrang yang apabila meyreyka dipeyrlakuykan deyngan zalim meyreyka meymbeyla diri. Dan balasan suyatuy keyjahatan adalah keyjahatan yang seyruypa, maka barang siapa meymaafkan dan beyrbuyat baik maka pahalanya atas . Allah. Seysuyngguyhnya Dia tidak meynyuykai oyrang-oyrang yang zalim. An Dalam Tafsir Al-Misbah. Quyraish Shihab meynjeylaskan bahwa ayat ini beyrisi Anjuyran meymaafkan dan beyrbuyat baik ituy adalah agar tidak teyrjadi peylampauyan batas atauy peyneympatan seysuyatuy buykan pada teympatnya (Shihab, 2. Kemudian Sayyid Quythb dalam Tafsir Fi Zhilalil QuyrAoan dijelaskan ayat ini meynganjuyrkan uyntuyk meynahan diri dari meymbalas atauy meymaafkan dan tidak meymbalas deyngan meylampauyi batas (Quythb, 2. Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Buyya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar meynjeylaskan bahwa Meymbeyri maaf dan meyncari jalan damai dari pihak yang teyraniaya ialah kareyna timbuyl dari keykuyatan jiwanya, buykan kareyna keyleymahannya (Hamka, 2. QS. Al-Baqarah ayat 263: ENEUEaEUEO EeAaCOEa AesAAE Ca A CeAyCUAA aEEAAEAUACE auACOAC AEaC ECaECsAA EAACsEaeAACa EiAAECsEECAC EAAEau A Artinya: AiPeyrkataan yang baik dan peymbeyrian maaf leybih baik dari seydeykah yang diiringi deyngan seysuyatuy yang meynyakitkan . eyrasaan si peyneyrim. Allah Maha Kaya lagi Maha Peynyantuyn. An Quyraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah ayat ini meyneykankan Peyntingnya uycapan yang meynyeynangkan dan peymaafan. Bahkan yang deymikian ituy leybih baik dari seydeykah yang meynyakitkan (Shihab, 2. Sayyid Quythb dalam Tafsir Fi Zhilalil QuyrAoan meynjeylaskan bahwa peymbeyrian maaf yang dapat meyncuyci deyndam dan keybeyncian dalam jiwa dan meynggantinya deyngan peyrsauydaraan dan peyrsahabatan (Quythb, 2. Buyya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar meynjeylaskan maksuyd ayat ini ialah Qauyluyn Ma' ruyfuyn dan keytika seyseyoyrang beyrbuyat salah heyndaknya tidak langsuyng meynghuykuym, meylainkan maafkanlah keysalahan oyrang teyrseybuyt (Hamka, 2. QS. An-Nuyuyr ayat 22: A Ca EOAACUEaCo CeEaE CoeUCsEOACAAEAOEa AeIACACAAOEa ACeAAECsEAEa CeEsaEA AAEAEAEAECE a EaECCa EAaEAAoEaAC EOAAeAEEa aEaEA EOaEAACE Ca ENEUEUEO EAUEEaAc EnCcAEEAE Ca A EAaEa Ca ACsEaeACE a aCoAEaAEAC Ca A AAEAEAAeaCUEa aeAACUEa Artinya: AiDan janganlah oyrang-oyrang yang meympuynyai keyleybihan dan keylapangan di antara kamuy beyrsuympah bahwa meyreyka . akan meymbeyri . keypada kauym keyrabat. , oyrang-oyrang yang miskin dan oyrang-oyrang yang beyrhijrah pada jalan Allah, dan heyndaklah meyreyka meymaafkan dan beyrlapang dada. Apakah kamuy tidak ingin bahwa Allah Swt. meyngampuynimuy? Dan Allah adalah Maha Peyngampuyn lagi Maha PeynyayangAn. Quyraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah meynjeylaskan bahwa pada ayat ini teyrdapat Peyrintah meyminta maaf bisa jadi meymbeyri keysan peymaksaan uyntuyk meymintanya, seydang peyrmintaan maaf heyndaklah dilakuykan deyngan tuyluys dan peynuyh keysadaran teyntang keysalahan yang dilakuykan (Shihab, 2. Sedangkan Sayyid Quythb meynjeylaskan bahwa ayat ini beyrisi anjuyran agar saling meymaafkan duyluy seysama meyreyka. Heyndaknya jangan sampai beyrsuympah uyntuyk meynceygah diri seyndiri dari peyrbuyatan keybaktian keypada oyrang-oyrang yang beyrhak meyneyrimanya, walauypuyn meyreyka teylah beyrsalah dan beyrlakuy buyruyk (Quythb, 2. Sementara Buyya Hamka meyneykankan bahwa yang leybih baik ialah meymbeyri maaf. Meynguyluyrkan tangan keypada yang beyrsalah dan menghapuskan yang lama dari ingatan. Dan sikap yang seypeyrti ini sangatlah beysar keysannya bagi jiwa seyndiri (Hamka, 2. QS. An-NisaAo ayat 149: ENEOEseO ACCsCEEaCOAAu aEEAE auAA Ca CAEaE AEEAECo AAE aeAA Ea EAAeCEEAC Ea ACCaECsAA aECOEAEA AEaA Artinya: AiJika kamuy meylahirkan seysuyatuy keybaikan atauy meynyeymbuynyikan atauy meymaafkan seysuyatuy keysalahan . yrang lai. , maka seysuyngguyhnya Allah Maha Peymaaf lagi Maha Kuyasa. An Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Quyraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah meynjeylaskan bahwa ayat ini meynganjuyrkan manuysia agar Meymaafkan keysalahan yang dilakuykan oyrang lain, padahal kamuy mampuy dan diizinkan puyla oyleyh Allah meymbalasnya maka seysuyngguyhnya Allah puyn akan meymaafkan keysalahan kamuy, kareyna Dia Maha Peymaaf lagi Maha Kuyasa (Shihab, 2. Sayyid Quythb dalam Tafsir Fi Zhilalil QuyrAoan meynjeylaskan bahwa Keypeymaafan ituy heyndaknya dari oyrang yang mampuy meylakuykan peymbalasan namuyn ia meymaafkannya, buykan timbuyl dari keytidakmampuyan. Heyndaklah yang deymikian ituy dilakuykan kareyna meyniruy akhlak Allah, yang beyrkuyasa meylakuykan peymbalasan teytapi Dia meymilih uyntuyk meymaafkan hambanya (Quythb, 2. Buyya Hamka dalam tafsir Al-Azhar meynjeylaskan Jika seyseyoyrang meymbeyri maaf buykanlah kareyna keyleymahan, teytapi kareyna keykuyasaan. Beygituylah sifat Allah. Inilah heyndaknya yang dipeygang oyleyh Muy'min, yaituy Aimeymbeyri maaf dalam keyadaan beyrkuyasa uyntuyk meymbalasAn (Hamka, 2. QS. Ali-Imran ayat 155: Ca AAEAE ECOa A aEAACAA aC ENEoEEAAEaA EACAEuECUCCa EAaEACaCiAAOECoAA aOCAeEaA EOaEEAOAAEa CcaNEa aEAACE EAaEAAoEaAC AAEACa AeaAuCa CAEaA ENEOEaEaEO EeAaCOEa ECcAEEAE Ca CAEaA A EAaEuAEAyAE Artinya: AiSeysuyngguyhnya oyrang-oyrang yang beyrpaling di antaramuy pada hari beyrteymuy duya pasuykan ituy, hanya saja meyreyka digeylincirkan oyleyh syaitan, diseybabkan seybagian keysalahan yang teylah meyreyka peyrbuyat . i masa lampau. dan seysuyngguyhnya Allah teylah meymbeyri maaf keypada meyreyka. Seysuyngguyhnya Allah Maha Peyngampuyn lagi Maha Peynyantuyn. An Quyraish Shihab dalm tafsir Al-Misbah meynjeylaskan bahwa Peymaafan adalah meynghapuys doysa, seyhingga habis dan hilang sama seykali, seydang maghfirah adalah meynuytuyp doysa atauy aib ituy, seyhingga tidak teyrlihat dan tidak dimuyncuylkan Allah keypeyrmuykaan keylak di hari Keymuydian (Shihab, 2. Sayyid Quythb dalam Tafsir Fi Zhilalil QuyrAoan meyneykankan bahwa Beyntuyk peymaafan pada ayat ini ialah deyngan tidak meynoylak yang beyrbuyat salah keymuydian teyrgeysa meynghuykuymnya padahal jiwanya masih ingin keymbali keypada Allah Swt. (Quythb, 2. Buyya Hamka juga dalam tafsir Al-Azhar meynjeylaskan bahwa Peymaafan yang dimaksuyd ialah oyrang yang beyrsalah dibeyri keyseympatan uyntuyk meympeyrbaiki diri deyngan sangat sabar, dan meynahan muyrka (Hamka, 2. Fenomenologi Al-AoAfwu dalam Konteks Trust Issue Dalam keyrangka feynoymeynoyloygi. Al-AoAfwuy buykanlah seykeydar peymaafan atas tindakan pihak lain yang beyrsalah, meylainkan suyatuy peyngalaman hiduyp yang meynceyrminkan dialoyg inteyrnal antara luyka dan harapan. Individuy yang meyngalami Truyst Issuyey meyngaruyngi peyrjalanan peynuyh keybimbangan antara keyinginan uyntuyk seymbuyh dan keyceyndeyruyngan meympeyrtahankan luyka seybagai beyntuyk peyrtahanan dan tidak teyrbuyka lagi pada aktifitas soysial. Di eyra digital saat ini, ruysaknya keypeyrcayaan tidak hanya teyrjadi dalam inteyraksi langsuyng, teytapi juyga bisa meylaluyi meydia soysial dan koymuynikasi oynliney. Koyrban cybeyrbuyllying, misalnya, seyring meyngalami luyka hati yang meyndalam akibat seyrangan veyrbal atauy peynyeybaran infoyrmasi Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 pribadi tanpa izin. Dalam stuydi yang dilakuykan oyleyh Varadifta dan Paryoyntri . , dijeylaskan bahwa proyseys peymuylihan dari peyngalaman meynjadi koyrban cybeyrbuyllying sangat koympleyks dan tidak linieyr. Salah satuy teymuyan meynarik dari peyneylitian teyrseybuyt adalah bahwa individuy yang mampuy meymaafkan peylakuy cybeyrbuyllying ceyndeyruyng meyngalami keyteynangan jiwa . nneyr peyace. yang leybih beysar. Namuyn, proyseys meymaafkan ini buykanlah seysuyatuy yang teyrjadi seykeytika. ia meylaluyi tahapan-tahapan eymoysioynal yang meyndalam seypeyrti marah, keyceywa, puytuys asa, hingga akhirnya muyncuyl peyneyrimaan dan keyseydiaan uyntuyk meyleypaskan deyndam (Choyey, 2. Varadifta dan Paryoyntri meyneykankan bahwa keymampuyan meymaafkan . dalam koynteyks ini buykan beyrarti meymbeynarkan tindakan peylakuy atauy meynghapuys dampak dari peyrbuyatan teyrseybuyt, meylainkan seybagai bagian dari proyseys peynyeymbuyhan koyrban seyndiri. Meymaafkan meynjadi meykanismey peyrsoynal uyntuyk meyreybuyt keymbali keyndali atas peyrasaan dan koyndisi psikoyloygis yang seympat teyrgangguy. Dalam istilah psikoyloygi poysitif, ini dikeynal seybagai beyntuyk reykoynsiliasi inteyrnal yang beyrkoyntribuysi pada keyseyhatan meyntal. Leybih lanjuyt, peyneylitian teyrseybuyt juyga meynuynjuykkan bahwa individuy yang meymiliki latar beylakang reyligiuys atauy spirituyal teyrteyntuy seyring kali leybih teyrbuyka teyrhadap proyseys meymaafkan, kareyna nilai-nilai seypeyrti kasih sayang, sabar, dan rahmatAiyang diajarkan dalam agama-beyrpeyran seybagai landasan dalam meyngeyloyla luyka batin akibat peyngkhianatan atauy keykeyrasan veyrbal digital (Varadifta & Paryoyntri, t. Al-AoAfwuy dalam koynteyks Truyst Issuyey tidak hanya meyngeynai tindakan akhlak, meylainkan proyseys peyruybahan dan peynyeymbuyhan diri seycara meynyeyluyruyh. Seypeyrti dari hasil Peyneylitian meyngeynai foyrgiveyneyss pada anak koyrban peyrceyraian teylah dilakuykan oyleyh Adheylia Rachma. Deyvi Puyspitasari, dan Rahma Kuysuymandari meyngguynakan peyndeykatan deyskriptif feynoymeynoyloygis uyntuyk meymahami makna dan proyseys peymaafan pada individuy deywasa awal yang meyngalami peyrceyraian oyrang tuya. Meymaafkan buykanlah tindakan instan, meylainkan proyseys eymoysioynal yang koympleyks dan beyrlapis. Individuy meyngalami tahapan seypeyrti peynguyngkapan eymoysi, peyngambilan keypuytuysan uyntuyk meymaafkan, tindakan nyata, dan meymaafkan diri seyndiri. Anak-anak yang meyngalami peyrceyraian oyrang tuya meynuynjuykkan peyrbeydaan dalam meyntalitas dan cara meynguyngkapkan eymoysi. Hal ini meympeyngaruyhi bagaimana meyreyka meymaknai dan meynjalani proyseys meymaafkan kareyna ada yang meymaafkan deyngan lapang dada, ada juyga yang beyluym bisa meymaafkan kareyna masih meyrasa teyrluyka. Kuyalitas huybuyngan deyngan oyrang tuya dan duykuyngan soysial dari lingkuyngan seykitar meymainkan peyran peynting dalam meympeyrceypat atauy meynghambat proyseys peymaafan. Peymahaman yang meyndalam teyntang peyngalaman eymoysioynal anak koyrban peyrceyraian seyrta peyndampingan yang teypat dapat meymbantuy meyreyka dalam proyseys peynyeymbuyhan dan peymaafan (Pramasti et. Relevansi Al-AoAfwu dengan Trust Issue Dalam beyrhuybuyngan antar manuysia kita teymuyi banyak kasuys seyseyoyrang meyruysak keypeyrcayaan (Truys. oyrang lain baik di masa laluynya atuypuyn dimasa seykarang, rasa sakit dikhianati ini akan meymbeykas dan teyruys teyrbawa seyoylah-oylah tidak peyrnah peyrgi. Keypeyrcayaan Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 (Truys. yang suydah diluykai ini meympeyngaruyhi seyseyoyrang di masa yang akan datang kareyna jika dibiarkan teyrlaluy lama akan meympeyngaruyhi kuyalitas hiduyp seyrta keyseyhatan meyntalnya. Truyst dalam kamuys teyrjeymahan Eychoyls dan Hasan diartikan keypeyrcayan atauy peyrcaya. Doyneyy dan Cannoyn . meynyatakan bahwa Truyst . di anggap ada jika salah satuy pihak peyrcaya bahwa pihak lain juyjuyr. Moyrgan dan Huynt . meynyatakan bahwa Truyst adalah adanya uysaha seyseyoyrang uyntuyk peyrcaya dan meympuynyai keyyakinan teyrhadap partneyrnya yang beyrinteygritas dan dapat diandalkan yang meyndoyroyng keyarah hasil poysitif. Seydangkan dalam KBBI, keypeyrcayaan (Truys. ialah meynganggap atauy yakin bahwa seyseyoyrang ituy juyjuyr . idak jahat dan seybagainy. Meynuyruyt Richoy, ada lima jeynis keypeyrcayaan (Truys. yaituy peyrhatian . , teyrjadi saat meympeyrcayai seyseyoyrang tuymbuyh rasa ingin meympeyrhatikan agar seyseyoyrang teyrseybuyt tidak meyngalami hal buyruyk. Peyneyrimaan . , meyneyrima keyleybihan dan keykuyrangan seyseyoyrang kareyna peyrcaya bahwa oyrang teyrseybuyt juyga meyneyrima apa adanya. Apreysiasi . , meynghargai seytiap tingkah dan eyffoyrt yang dilakuykan oyleyh seyseyoyrang kareyna keypeyrcayaan dibanguyn atas dasar saling meynghargai satuy sama lain. Afeyksi . , keypeyrcayaan meynuymbuyhkan rasa kasih sayang, dan meyngizinkan . yaituy meyngizinkan oyrang yang suydah kita peyrcaya uyntuyk masuyk key zoyna nyaman, dan meyngizinkan oyrang teyrseybuyt uyntuyk meyngeynal leybih dalam. Jika salah satuy dari lima hal diatas yang dikhianati atauy diluykai, maka Truyst Issuyey tidak dapat dihindari. Seydangkan Truyst Issuyeys (Masalah Keypeyrcayaa. adalah adanya peyrmasalahan teyrkait deyngan keypeyrcayaan atauy bisa diseybuyt krisis keypeyrcayaan. Peyrmasalahan teyrkait deyngan krisis keypeyrcayaan disini buykanlah meyngeynai keyimanan seyseyoyrang deyngan tuyhannya, meylainkan rasa keypeyrcayaan yang tuymbuyh saat meynjalin huybuyngan deyngan seysama manuysia. Truyst Issuyey (Masalah Keypeyrcayaa. teyrjadi kareyna ruysaknya keypeyrcayaan keypada manuysia yang meynyakitinya, seyhingga di masa meyndatang peymilik Truyst Issuyey suylit uyntuyk meympeyrcayai oyrang lain. Saat manuysia meylakuykan inteyraksi soysial deyngan manuysia lainnya maka seycara oytoymatis akan lahir ikatan saling peyrcaya meyskipuyn seydikit. Rasa keypeyrcayaan ini akan teyruys meyningkat seyiring beyrjalannya waktuy, dan seyringnya freykuyeynsi peyrteymuyan. Namuyn seypeyrti yang kita keytahuyi, manuysia tida teyrleypas dari khilafnya, teyrkadang sampai meyngahancuyrkan Truyst . yang suydah di peyrcayakan oyrang lain deyngan harapan kita akan meynjaga keypeyrcayaan ituy deyngan baik. Dari sinilah timbuylnya Truyst Issuyey. Seylain suylit meynaruyh keypeyrcayaan teyrhadap oyrang lain, ciri-ciri uymuym yang dialami oyleyh peymilik Truyst Issuyeys (Masalah Keypeyrcayaa. Muydah meyrasa ceymbuyruy hingga takuyt ditinggalkan, meyrasa cuyriga teyruys meyneyruys, seylaluy beyrasuymsi buyruyk teyrhadap oyrang lain, seylaluy meynjaga jarak deyngan oyrang lain, suylit meymaafkan dan meyluypakan keysalahan oyrang lain, meymiliki rasa khawatir beyrleybih keytika meynjalin huybuyngan (Hoyspitals, 2. Tanda-tanda di atas akhirnya meymbuyat peymilik Truyst Issuyey (Masalah Keypeyrcayaa. meynjadi pribadi yang leybih teyrtuytuyp dan ceyndeyruyng meynguycilkan diri seyhingga meymbuyatnya meyrasa keyseypian. Jika dibiarkan dalam jangka panjang. Truyst Issuyey (Masalah Keypeyrcayaa. Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 yang di deyrita seyseyoyrang dapat meympeyngaruyhi kuyalitas hiduypnya. Tery dapat lima cara meyngatasi Truyst Issuyey (Masalah Keypeyrcayaa. yaituy: . Meylakuykan koymuynikasi deyngan santai tanpa beyrfikiran neygatif. Teyrbuyka dan beyrifat juyjuyr saat meynyampaikan keyluyh keysah keypada oyrang teyrdeykat yang teyrpeyrcaya. Muylai beylajar meympeyrcayai oyrang yang ada di seykitar. Meymaafkan diri seyndiri dan oyrang yang peyrnah meynyakiti. Beylajar uyntuyk meymbeyrikan keyseympatan keyduya pada meyreyka yang peyrnah meyngeyceywakan (Rileysy, 2. Masalah Truyst Issuyey ialah keytika seyseyoyrang beyrada di koyndisi tidak muydah meympeyrcayai oyrang lain. Seylain ituy, oyrang yang meymiliki Truyst Issuyey ceyndeyruyng meyrasa cuyriga keytika oyrang lain beyruysaha meyndeykatinya. Keytika beyrinteyraksi deyngan oyrang lain, peymilik Truyst Issuyey akan meyrasa tidak nyaman keymuydian meyninggalkan keyhiduypan soysialnya. Peyrasaan dikuycilkan, dimanfaatkan, ditindas, dan seybagainya meymbuyat peymilik Truyst Issuyey suylit meymaafkan si peylakuy kareyna peyrbuyatannya membuat trauyma (Deyvi & Indryawati, 2. Memaafkan oyrang lain meyruypakan akhlak muylia yang dimiliki Allah Swt. agar hambanya dapat meyngambil coyntoyh. Maka peymilik Truyst Issuyey dapat meyngikuyti langkah-langkah dalam meymaafkan seysuyai deyngan tuyntuynan Al-QuyrAoan yaitu. Meymaafkan dan meymakluymi keysalahan peylakuy, kareyna dalam beyrkeyhiduypan soysial tidak akan ada manuysia yang seympuyrna. Maafkanlah peylakuy deyngan tuyluys dan peynuyh keyikhlasan seyrta meynjaga lisan agar huybuyngan silatuyrahmi teytap teyrjaga seyhingga teytap bisa saling toyloyng meynoyloyng. Agar tidak teyrkeysan leymah. Allah Swt. meympeyrboyleyhkan hambanya uyntuyk meymbalas peyrbuyatan peylakuy seytara deyngan yang dipeyrbuyat, tapi seybaik-baik hamba Allah Swt. adalah yang tidak meymbalas peyrbuyatan si peylakuy meyskipuyn ia sangguyp keymuydian meymaafkannya. Peyran meymaafkan seylain meynjaga tali silatuyrahmi, ialah seybagai tanda bahwa peylakuy meyndapatkan keyseympatan keyduya uyntuyk meyreynuyngi keymbali keysalahannya seyhingga tidak teyrjadi keysalahan yang sama di keymuydian hari (Handaningtias et. , 2. Uyntuyk meymaafkan seyseyoyrang yang suydah meluykai dan membuat trauyma meymang tidaklah muydah kareyna di saat-saat teyrteyntuy keynangan trauyma ituy akan teyrkeynang. Manuysia meymang dipeyrintahkan uyntuyk seylaluy meyngingat, buykan meyluypakan. Ituylah meyngapa Allah Swt. meynginginkan hambanya uyntuyk meynghiasi dirinya deyngan akhlak yang teyrpuyji, salah satuynya ialah Al-AoAfwuy (Hamka, 2. Meynuytuyp diri dari keyhiduypan soysial buykanlah soyluysi uyntuyk meynghindari Truyst Issuyey. Peymilik Truyst Issuyey bisa meymuylai peynyeymbuyhannya deyngan meymaafkan diri seyndiri dan muylai teyrbuyka meymbeyrikan keyseympatan keypada peylakuy meyminta maaf dan meynjalin keymbali huybuyngan yang reytak (Shihab, 2. Seyteylah meyneyliti leybih lanjuyt peynafsiran ayat meyngeynai Al-AoAfwuy, diteymuykan reyleyvansinya deyngan feynoymeyna Truyst Issuyey ialah seybagai beyrikuyt: Teyrbuyka dan Juyjuyr Saat Meynyampaikan Keyluyh Keysah Keypada Oyrang Teyrdeykat Truyst Issuyey tidak bisa di seymbuyhkan meylaluyi faktoyr inteyrnal saja, peyrluy faktoyr eyksteyrnal uyntuyk meymicuy seymangat seymbuyh peymilik Truyst Issuyey. Maka heyndaknya peymilik Truyst Issuyey teyrbuyka keypada oyrang-oyrang seykitar dan meymbicarakan proybleym yang teyngah di hadapi keypada oyrang yang teyrpeyrcaya (Heysrliana et. , 2. Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 QS. Al-Baqarah ayat 263 meyngingatkan agar teytap meynjaga lisan yang teyrpuyji dan tidak meynyingguyng hati oyrang lain. Maka saat peymilik Truyst Issuyey ingin beyrkeyluyh keysah deyngan oyrang lain heyndaklah deyngan bahasa yang soypan lagi santuyn. Seyrta bagi oyrang yang meynjadi peyndeyngar heyndaklah meymbeyrikan reyspoyn yang poysitif dan meynduykuyng deymi keyseymbuyhan si peymilik Truyst Issuyey. Muylai Beylajar Meympeyrcayai Oyrang yang Ada di Seykitar Proyseys meympeyrcayai oyrang lain meyruypakan langkah yang beygituy beysar bagi peymilik Truyst Issuyey. Peymilik Truyst Issuyey tidak bisa meympeyrcayai oyrang lain seylain dirinya seyndiri, kareyna trauyma akan keyjadian peyngkhianatan, ditinggalkan, dan lain seybagainya. Meyski seymuya suydah teyrjadi di masa lampauy, dan suydah buykan deyngan peylakuy yang sama, peymilik Truyst Issuyey teytap cuyriga bahwa oyrang baruy ini akan meylakuykan hal yang sama seypeyrti oyrang seybeyluymnya (Keysan L. , 2. Namuyn beyrada di situyasi ini uyntuyk waktuy yang lama juyga buykan jawabannya, maka peymiliki Truyst Issuyey haruys muylai meympeyrcayai oyrang lain seycara peyrlahan kareyna manuysia tidak bisa tanpa manuysia lainnya (Toybias and Schilleysr, 2. Firman Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah ayat 263 dan Asy-Syuyra ayat 40 meyngingatkan kita bahwa beyrprilakuy dan beyrbuydaya teyrpuyji deyngan lisan yang tidak meynyakiti, akan meynjaga diri seyndiri dan oyrang lain dari Truyst Issuyey. Kareyna ada yang meynjaga lisan dan peyrbuyatannya, maka seyseyoyrang teyroybati atauy bahkan teyrjaga dari Truyst Issuyey. Tapi jika suydah teyrjadi, maka QS. Asy- Syuyra meyngingatkan kita uyntuyk teytap beyrbuyat baik dan meymaafkan oyrang yang suydah meylakuykan keysalahan, seyhingga tidak ada tali silatuyrrahmi yang ruysak. Meymaafkan Diri Seyndiri dan Oyrang yang Peyrnah Meynyakiti Oybat bagi yang teyrkeyna peynyakit Truyst Issuyey ialah meymaafkan diri seyndiri mauypuyn oyrang lain yang peyrnah meynyakiti. Tidak dapat dipuyngkiri teyrkadang suylit uyntuyk meyluypakan masa laluy apalagi yang meynyeybabkan trauyma dan luyka meyndalam (Rileysy, 2. Namuyn bagi uymat Islam yang beyriman dan mauy meyngambil soyluysi dari Al-QuyrAoan, maka jawabannya dapat diteymuykan dalam QS. Al-AAoraf ayat 199 dan Asy-Syuyra ayat 40. y aafkan adalah soly usy i QS. Al-AAoraf ayat 199 tery seby uty meny gajarkan kita bahwa mem jalan teyngah keytika meynghadapi masalah. Seyhingga tidak ada lagi luyka di hati dan niat ingin balas deyndam. Dalam QS. Asy-Syuyra ayat 40 meylanjuytkan peynjeylasan deyngan meymaafkan diri seyndiri dan oyrang lain dapat meynghindari kita dari sikap meylampauyi batas dan meyneympatkan seysuyatuy yang buykan pada teympatnya. Seyhingga deyngan meymaafkan diri seyndiri dan oyrang lain akan meynimbuylkan peyrbuyatan baik dan tidak meymuytuys silatuyrrahmi deyngan oyrang yang meynyakiti. Beylajar Uyntuyk Meymbeyrikan Keyseympatan Keyduya Pada Meyreyka yang Peyrnah Meyngeyceywakan Deyngan meyneyrapkan Al-AoAfwuy dalam beyrinteyraksi deyngan seysama manuysia lain seylain seylain meynjadi oybat bagi peymilik Truyst Issuyey bisa juyga meynjadi tindakan peynceygahan Truyst Issuyey kareyna suydah meynjadi buydaya kita meymaafkan keysalahan oyrang lain. Seypeyrti yang ada pada QS. Ali-Imran ayat 155 dan QS. An-NisaAo ayat 149. Hikmah dari ayat ini ialah teyrnyata Al-AoAfwuy tidak hanya meyngajari kita uyntuyk meymaafkan seyseyoyrang saja, teytapi juyga mauy Nurul Hamidah. Khairunnas Jamal. Khotimah. Ahmad Syaifullah: Kajian Fenomenologi atas Al-AoAfwu dalam Tafsir Kontemporer dan Relevansinya dengan Trust Issue Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 meny gikhlaskan, meymakluymi, dan meymbeyrikan keyseympatan keyduya bagi meyreyka uyntuyk meyreynuyngkan keysalahan yang dipeyrbuyat. Deyngan meymaafkan (Al-AoAfwu. keysalahan oyrang lain maka teylah kita teyladani sifat Allah Swt. yang seympuyrna. SIMPULAN Koynseyp Al-AoAfwuy . ifat peymaa. dalam Islam meymiliki peyran peynting dalam meynjaga keyharmoynisan huybuyngan soysial seyrta meymbantuy seyseyoyrang meyngatasi Truyst Issuyey. Meymaafkan buykan hanya seykadar meyluypakan keysalahan oyrang lain, teytapi juyga meynghapuys deyndam dan meymbuyka hati uyntuyk keymbali meynjalin silatuyrahmi. Dalam keyhiduypan soysial, manuysia tidak bisa meynghindari koynflik atauy keysalahan, namuyn tanpa sikap meymaafkan, luyka dan keytidakpeyrcayaan akan teyruys tuymbuyh, meynyeybabkan jarak dalam huybuyngan dan keysuylitan dalam meymbanguyn keypeyrcayaan baruy. y aafkan dapat meny jadi peny ghalang uty ama Bagi peny dery ita Trusy t Issuey ,y kesy uly itan mem dalam proyseys peynyeymbuyhan. Meyreyka ceyndeyruyng teyrjeybak dalam trauyma masa laluy, suylit meymbuyka diri, dan takuyt dikhianati keymbali. Islam meyngajarkan bahwa meymaafkan haruys dilakuykan deyngan peynuyh keyikhlasan, tidak hanya seybagai beyntuyk keybaikan keypada oyrang lain teytapi juyga seybagai cara uyntuyk meyneynangkan hati dan meymbeybaskan diri dari beyleyngguy eymoysi neygatif. Deyngan meympraktikkan Al-AoAfwuy seycara toytal, seyseyoyrang tidak hanya mampuy meynjaga huybuyngan soysial teytap harmoynis teytapi juyga meyraih keyteynangan batin. Meymaafkan meymbantuy meynghapuys rasa sakit, meyngeymbalikan rasa peyrcaya, dan meymuyngkinkan seyseyoyrang uyntuyk meylangkah majuy tanpa dibeybani oyleyh masa laluy. Inilah meyngapa Islam sangat meyneykankan sifat peymaaf kareyna di dalamnya teyrdapat keykuyatan uyntuyk meynciptakan keydamaian, baik dalam huybuyngan antar manuysia mauypuyn dalam diri seyndiri. DAFTAR PUSTAKA