Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februri 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 Hal. 105 : 115 RANCANG BANGUN MEKANISME PENINGKAT PUTARAN BERTENAGA SEPEDA STATIS DENGAN KELUARAN 2700 RPM PADA SISTEM ALTERNATOR Gede Andhika Sindhu Artha. Djoko Herwanto. Amal Fatkhulloh. 1,2,3 Politeknik Penerbangan Indonesia Curug e-mail: 1gedeandhikasinduartha. ppicurug@gmail. herwanto@ppicurug. id, 3amal. fatkhulloh@ppicurug. Abstrak: Dalam engine run, dapat disimulasikan memanfaatkan putaran roda sepeda statis untuk memenuhi kebutuhan putaran alternator. Namun, keterbatasan kayuhan otot kaki manusia belum mampu mencapai rpm yang diinginkan. Dengan demikian dibutuhkan mekanisme peningkat Berdasarkan beberapa identifikasi masalah yang akan menjadi batasan masalah adalah bagaimana merancang mekanisme peningkat putaran bertenaga sepeda statis dengan keluaran 2700 rpm. Dari hasil rancangan ini, didapatkan knurling wheel dengan permukaan diamond pattern knurling berdiameter 60 mm sebagai penerus putaran roda sepeda berdiameter 660 mm. Roda gigi yang dipilih adalah roda gigi lurus dimana roda gigi penggerak berjarak bagi 120 mm, jumlah gigi 60 dan roda gigi yang digerakkan berjarak bagi 60 mm dengan jumlah gigi 30 untuk menaikkan putaran dari knurling wheel. Poros yang digunakan berdiameter 20 mm dengan ukuran pasak 7x7. Bearing yang digunakan adalah tipe ball bearing dengan nomor bantalan 6004. Pada sabuk dan puli, perancang memilih sabuk v tipe A nomor 35 dengan panjang keliling sabuk 889 mm dan puli penggerak berdiameter 127 mm. Penyangga . oda gigi, puli dan alternato. yang digunakan bermaterial S45C dengan yield strength 343 N/mm2. Dari hasil perhitungan dan perancangan yang telah dilakukan, alat yang dibuat bekerja dengan baik sesuai kriteria perancang. Sehingga rancangan ini dapat digunakan untuk membantu menaikkan putaran dari input putaran roda sepeda. Kata Kunci: Alternator, peningkat putaran. Sepeda statis. Abstract: Manufacturing of gas turbine engine was started by identification of some components and systems involve in building the gas turbine engine. turbocharger which consist of turbine and compressor as the main part was taken to make a turbine and compressor in Gas turbine engine. Those component is also the essential part of the machine. To operate the gas turbine engine, it is important to design some system such as Oil system, http://journal. id/index. php/jurnal-langit-biru Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 fuel System. Ignition System, combustion chamber, and others. In this design project the writer obtains the task to design the oil system that fit and suitable for this type of gas turbine engine. Any issue related to this design such as how to decide the viscosity of the oil, calculate critical pressure of bearing, calculate mass of the oil fluid, head pressure of the pump and reservoir capacity. The final outcome of this design is correct supply of the oil flow which is used to lubricate shaft bearing in gas turbine engine. This system also prevent the machine from over heating that can degrade components of the engine due to metal to metal contact. From the final calculation found 37 psi oil pressure is needed to lubricate shaft bearing and can maintain the continuous operation of the engine. Keyword: Alternator, rotation enhancer. Static bike. PENDAHULUAN Latar Belakang Sistem alternator berfungsi mengisi battery dan mensuplai arus listrik ke sistem kelistrikan pesawat. Sebagai sumber tenaga listrik, alternator harus menanggung berbagai jenis keadaan mulai dari iddle, taxy, take-off, climbing, cruising, descend, landing approach, dan landing roll. Tiap tahapan penerbangan tersebut memiliki langkah kerja terkait dengan beban listrik. Sehingga penambahan beban listrik berakibat semakin kecil nilai total hambatan sekaligus bertambah nilai arus totalnya dan keluaran tenaga alternator. Pada Program Studi Teknik Pesawat Udara Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia melakukan praktek engine run. Pada praktek tersebut dilakukan pemutaran engine dari 1000 rpm sampai 2000 rpm. Sebagai contoh dalam memastikan nilai voltage pada saat 2000 rpm sebesar 28 /1 volt. Dengan pembebanan maksimal saat take off sebesar 24 ampere mengakibatkan berkurangnya putaran engine dalam sesaat dikarenakan kebutuhan torsi meningkat. Dalam engine run, dapat disimulasikan memanfaatkan putaran roda sepeda statis untuk memenuhi kebutuhan putaran alternator. Namun, keterbatasan kayuhan otot kaki manusia belum mampu mencapai rpm yang Hal tersebut tercantum dalam hasil penelitian analisa tingkat kekuatan otot kaki manusia bersepeda oleh Erick Rinaldi, dimana variasi tinggi badan dan berat badan memengaruhi kekuatan otot kaki manusia. Oleh karena itu dibutuhkan mekanisme penaik Dari permasalahan tersebut, perancang tertarik untuk membuat rancang bangun sistem penggerak alternator dengan mekanisme kerjanya menggunakan penaik putaran. Oleh karena itu, perancang membuat karya dengan judul: RANCANG BANGUN MEKANISME PENINGKAT PUTARAN BERTENAGA SEPEDA STATIS DENGAN KELUARAN 2700 RPM PADA SISTEM ALTERNATOR Rancang Bangun Mekanisme Peningkat Putaran Bertenaga Sepeda Statis Dengan Keluaran 2700 Rpm Pada Sistem Alternator METODOLOGI PERANCANGAN Desain Perancangan Kondisi saat ini Hangar 01 Program Studi Teknik Pesawat Udara Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia terdapat ruangan electrical shop. Di ruangan tersebut dimanfaatkan dengan baik. Perancang ingin membuat suatu inovasi dengan memanfaatkan sepeda untuk memutar alternator sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Namun, kekuatan otot kaki manusia mengayuh sepeda terbatas dan tidak dapat mencapai minimum rpm Oleh karena itu dibutuhkan mekanisme penaik putaran. Kondisi yang diinginkan Untuk menyelesaikan permasalah di atas dan untuk mengimplementasikan teori mekanime peningkat putaran bertenaga sepeda statis. Dengan terciptanya diharapkan mampu mencapai minimum putaran alternator dan mampu merasakan beban torsi dan putaran selama memutar Gambar 1. Mekanisme Peningkat Putaran Bertenaga Sepeda Statis Tahapan Perancangan Pada tahapan perancangan ini, akan dibahas mengenai perhitungan yang mendasari rancangan bangun mekanisme peningkat putaran roda gigi dengan keluaran 2700 rpm. Perhitunganperhitungan disesuaikan dengan rumusan masalah : Memilih dudukan sepeda jenis friction bicycle trainer Berdasarkan data spesifikasi sepeda yang digunakan dan data spesifikasi dudukan sepeda . riction bicycle traine. , maka kriteria pemilihan dudukan sepeda jenis friction bicycle trainer adalah: Mampu menahan beban sepeda sebesar 15 kg Mampu menahan beban orang yang mengayuh sepeda, disini perancang membatasi 70 kg Ukuran dimensi bicycle trainer sesuai untuk ukuran roda sepeda 26Ay dan rear wheel axle sepeda 7Ay Merancang adjustment penghubung penyangga roda gigi Untuk merencanakan baut . atang hubung antara dudukan sepeda dan penyangga roda gig. , maka beban yang diterima adalah massa dari sepeda sebesar 15 kg merupakan beban yang ditanggung oleh dudukan Beban rencana Jika faktor keamanan 8 maka beban rencana w sebagai patokan W = fs x w Dengan W : Beban rencana . fs : Faktor keamanan w : beban asli . Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 W = 8 x 15 kg W = 120 kg Menentukan diameter dOu AEa y 0,64 Dengan d = Diameter luar . W= Beban rencana . Ea = Tegangan yang dizinkan Ou 4 y 120 3,14 y 4,8 y 0,64 Ou 49,8 Ou 7,05 mm Karena diameter ulir menyesuaikan dengan diameter batang penghubung penyangga roda gigi penggerak sebesar 16 mm, maka perancang memilih ulir metris kasar M16 dengan bahan baja yang tersedia di d = 16,000 mm, d2 = 14,701 mm, d1 = 13,835 mm, p = 2 mm. Panjang baut sebesar 400 mm dan sepanjang baut dibuat berulir dengan jumlah ulirnya 180. Menentukan knurling wheel jenis diamond pattern knurling Menentukan diameter knurling wheel dengan permukaan diamond pattern permukaannya memiliki grip yang lebih baik untuk meneruskan putaran dari roda sepeda dimana putaran roda sepeda berdasarkan lampiran 24. Kecepatan mengayuh roda sepeda adalah 16,7 km/jam dikonversi menurut diameter roda sepeda sebesar 660 mm . Spesikasi Sepeda United Miami XC 02 menjadi 134,3 rpm (N. , kecepatan yang akan dicapai sebesar 1477,3 rpm (N. = 60 mm Jadi, diameter knurling wheel ( ) adalah 60 mm. Merancang roda gigi penggerak . igi luru. dan roda gigi yang digerakkan . igi luru. Roda gigi ini digunakan untuk meneruskan putaran dari roda sepeda melalui knurling wheel. Roda gigi lurus ini terdiri dari 2 buah roda gigi lurus, dimana roda gigi 1 sebagai roda gigi penggerak dimana satu poros dengan knurling wheel dan roda gigi 2 sebagai roda gigi yang digerakkan mendapat putaran dari roda gigi 1. Menghitung daya rencana. Pd = fc x P = 1,2 x 0,98 = 1,176 kW Menghitung diameter lingkaran jarak bagi roda gigi besar dAo1 = ( dAo1 = ( , ) dAo1 = ( , ) = 120mm Menghitung diameter lingkaran jarak bagi roda gigi pinion dAo2 = ( dAo2 = ( = 60mm , ) Pemilihan modul, m = 2. Ce = 20A Menentukan jumlah gigi z1,z2 dan perbandingan roda gigi i z1 = 120/2 = 60 z2 = 60/2 = 30 Rancang Bangun Mekanisme Peningkat Putaran Bertenaga Sepeda Statis Dengan Keluaran 2700 Rpm Pada Sistem Alternator i = 30/60 = 0,5 . oda gigi peningkat putaran 2. Menghitung diameter lingkaran jarak bagi d01, d02 dan jarak sumbu poros aCe d01 = 60 x 2 = 120 mm d02 = 30 x 2 = 60 mm aCe = . /2 = 90 mm Diameter kepala dk1, dk2: dk1 = . x 2 = 124 mm dk2 = . x 2 = 64 mm Merancang poros Sebuah poros akan mendapatkan pembebanan utama berupa torsi, disamping beban lenturan yang diakibatkan oleh roda gigi, sehingga beban tersebut akan diperhitungkan sebagai pembebanan tambahan dalam faktor keamanan yang diambil. Daya : 980 Watt . ,98 kW). Putaran 1477,3 RPM Faktor Koreksi . = 1,2 . aktor berdasarkan daya yang akan Daya yang direncanakan berdasarkan Pd = fc . P = 1,2 x 0,98 = 1,176 . W) Jika daya yang direncanakan adalah 1,176 kW maka momen puntir rencana (T) adalah T = 9,74 x 105 x " = 9,74 x 105 x , #$ %##,& 775,35 Bahan poros yang digunakan adalah Baja SNCM 1 (Chrom Nikel Molibdenu. Mempunyai kekuatan tarik. EB 85 . Sf1 = 6,0. Sf2 = 1,3. ))* Tegangan geser yang diizinkan. = ,- AE(. / 0 . / ) = 85AE. ,001,. = 10,90 ))* Faktor koreksi momen puntir. Kt = 1,5 . eban yang dikenakan secara tiba-tib. , faktor koreksi untuk beban lentur. Cb = 2,0. Setelah diketahui tegangan geser yang diizinkan, diameter poros dapat ds = 2 3 56 78 9: AE& 0 1,5 0 2,0 0 775,35: AE& = . 1088,335< AE& = 10,28 mm = 10,3 mm jari-jari filet = . ,5-10,. /2 = 1,1 mm Alur pasak 5 x 3 x filet 0,16 Tegangan geser , = = !? = , (## ,& ) ( , $)? 3,61 (@AAEBB ) , % C . Dan membandingkan apakah DG F* > CD. EF* : 56 . H ,& :1,5 0 2,0 0 3,61 5,45 : 10,83 . arena perbandingan tidak mendapatkan CD . EF* > 56 . maka ulangi langkah sebelumny. Anggaplah diameter ds = 20 mm Diameter bagian bantalan 22 mm Jari-jari filet . /2 = 1,0 mm Alur pasak 7 x 4,0 x 0,4 Memilih bearing Jenis ball bearing dipilih karena beban utama yang didapatkan oleh alat penggerak adalah beban dorong . hrust loa. Bahan poros adalah Steel Nickel Chrom Molybdenum (SNCM) 1 dengan tegangan lentur Ea = 80 kg/mm2 dan tegangan tarik EB = 85 . g/mm. Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 Berdasarkan perhitungan beban dinamis dan beban statis roda gigi lurus, telah diketahui beban dinamis sebesar 511,0389 kg dan beban dinamis sebesar 466,64 kg maka penulis memilih tipe ball ball bearing dengan nomor bantalan 6004 dengan kapasitas nominal dinamis sebesar 735 kg dan kapasitas nominal statis sebesar 456 kg. Memilih sabuk dan puli Perhitungan daya yang akan ditransmisikan P . W), putaran poros N1 . , perbandingan putaran i, dan jarak sumbu poros C . P = 980 watt = 0,98 kW N1 = 2954,6 rpm N2 = 6000 rpm . utaran alternator I= $ %,$ i = 0,4924 C = 290 mm Perhitungan daya rencana Pd . W) Pd = fc x P = 1,2 x 0,98 = 1,176 kW Pemilihan penampang sabuk Berdasarkan lampiran dan kondisi pasaran dengan ukuran untuk putaran 6000 rpm, maka penampang sabuk V yang dipilih bertipe A. Perhitungan diameter puli d1 adalah diameter puli penggerak d2 adalah diameter puli yang Karena berpatokan pada puli alternator yang ada sebesar 65 mm maka perhitungan menjadi : = !K %,$ = $ ,K & d1 = 375180/2954,6 d1 = 126,98 mm 127 mm Perhitungan kecepatan linier sabuk ! . v = $ HK K < 30 m/s &, %H #H kecepatan linier sabuk %,$ = 19,63 m/s < 30 Perhitungan Panjang keliling sabuk L . L = 2C . 2 d. %M . 2 Ae L = 2. &, % Ae 62,. 2 L = 580 297,56 3,58 L = 881,14 mm Nomor nominal dan Panjang sabuk V dalam perdagangan Sabuk V Tipe A No. 35 dengan L = 889 mm Merancang penyangga . oda gigi, puli dan alternato. Merancang penyangga . oda gigi penggerak dan knurling whee. Menentukan momen gaya yang bekerja pada perancangan. Untuk mendapatkan gaya berat. Diketahui massa roda gigi penggerak adalah 1279,69 gr = 1,27969 kg. Massa roda gigi penggerak, massa knurling wheel adalah 1145,57 gr = 1,14557 kg Massa knurling wheel dan massa total keduanya adalah 2,42526 kg, gravitasi adalah 9,8 m/s2. W=mxg W = 2,42526 x 9,8 Rancang Bangun Mekanisme Peningkat Putaran Bertenaga Sepeda Statis Dengan Keluaran 2700 Rpm Pada Sistem Alternator W = 23,76 N Gaya tangensial roda gigi diperoleh sebesar 134,14 N. Jadi, total beban yang diterima adalah 23,76 134,14 = 157,9 N. Menentukan Faktor keamanan diperlukan dalam proses perancangan, maka perancang menentukan faktor keamanan sebesar 8 karena menggunakan material steel dan menerima beban hidup, sehingga N OP! Q6RO". S Eallow = T M6UR UT Q TO6N &%& = 42,875 N/mmA Merancang penyangga . oda gigi yang digerakkan dan pul. Menentukan momen gaya yang bekerja pada perancangan. Untuk mendapatkan gaya berat. Diketahui massa roda gigi yang digerakkan adalah 287,25 gr = 0,28725 kg, massa puli adalah 1686,29 gr = 1,68629 kg lihat lampiran 23 dan massa total keduanya adalah1,97354 kg, gravitasi adalah 9,8 m/s2. W=mxg W = 1,97354 x 9,8 W = 19,34 N Gaya tangensial roda gigi diperoleh sebesar 134,14 N. Jadi, total beban yang diterima adalah 19,34 134,14 = 153,5 N. Menentukan Faktor keamanan diperlukan dalam proses perancangan, maka perancang menentukan faktor keamanan sebesar 8 karena menggunakan material steel dan menerima beban hidup, sehingga N OP! Q6RO". S Eallow = T M6UR UT Q TO6N &%& = 42,875 N/mmA Merancang penyangga alternator Menentukan momen gaya yang bekerja pada perancangan. Untuk mendapatkan gaya berat. Diketahui massa alternator adalah 13 lbs = 5,89 kg, gravitasi adalah 9,8 m/s2. W=mxg W = 5,89 x 9,8 W = 57,72 N Menentukan Faktor keamanan diperlukan dalam proses perancangan, maka perancang menentukan faktor keamanan sebesar 8 karena menggunakan material steel dan menerima beban hidup, sehingga N OP! Q6RO". S Eallow = T M6UR UT Q TO6N &%& = 42,875 N/mmA Uji Coba Rancangan Setelah perancangan, selanjutnya dilakukan uji coba rancangan dengan objek uji sesuai dengan kriteria yang diinginkan. melakukan uji coba terhadap alat yang telah dibuat. Uji coba rancangan terdiri dari uji coba blok rancangan dan uji coba Berikut disampaikan hasil pengujian rancang bangun mekanisme peningkat putaran bertenaga sepeda statis dengan keluaran 2700 rpm. Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 Uji Coba Blok Rancangan Tabel 1. Uji Coba blok rancangan No. Blok Rancangan Hasil Indikator Keterangan Dudukan Sepeda jenis friction bicycle trainer A Mampu menahan beban sepeda sebesar 15 kg A Mampu menahan beban pengayuh 70 Kg A Kompatibel dengan ukuran roda sepeda 26Ay dan rear wheel axle 7Ay A Mampu menahan beban sepeda sebesar 15 kg A Mampu menahan beban pengayuh 70 Kg A Kompatibel dengan ukuran roda sepeda 26Ay dan rear wheel axle 7Ay Sesuai Ulir metris kasar M16 dengan diameter luar (D) 16 mm dan diameter dalam (D. 13,835 Ulir metris kasar M16 dengan diameter luar (D) 16 mm dan diameter dalam (D. 13,835 Sesuai Adjustment antara dudukan sepeda dan penyangga roda Ulir Pengikat Knurling wheel jenis diamond pattern knurling Diameter 60,20 mm Diameter 60 mm Roda gigi lurus Roda gigi Diameter kepala . 124,20 mm, diameter jarak bagi . 120 mm jumlah gigi (Z. = 60 Diameter kepala . 124 mm, diameter jarak bagi . 120 mm jumlah gigi (Z. Roda gigi Diameter kepala . 64 mm, diameter jarak bagi . 60 mm jumlah gigi (Z. = 30 Diameter kepala . 64 mm, diameter jarak bagi . 60 mm jumlah gigi (Z. Poros Diameter 20 mm Diameter 20 mm Poros yang Diameter 20 mm Diameter 20 mm Diameter dalam 20 mm, tipe ball bearing nomor Diameter dalam 20 mm, tipe ball bearing nomor Sesuai Panjang keliling sabuk 889 mm, sabuk v tipe A Panjang keliling sabuk 889 mm, sabuk v tipe A nomor Sesuai Diameter 127,00 Diameter 127,00 mm Poros Bearing Sabuk dan puli Sabuk Puli Sesuai Sesuai Sesuai Rancang Bangun Mekanisme Peningkat Putaran Bertenaga Sepeda Statis Dengan Keluaran 2700 Rpm Pada Sistem Alternator No. Blok Rancangan Penyangga roda gigi, puli dan Hasil Indikator Keterangan Penyangga roda gigi dan knurling A Tegangan normal (E) 0,0147 N/mm A Tegangan yang diijinkan (E) 42,875 N/mm A Tegangan material S45C (E) 343 N/mm A Tegangan normal (E) 0,0147 N/mm A Tegangan yang diijinkan (E) 42,875 N/mm A Tegangan material S45C (E) 343 N/mm Sesuai Penyangga roda gigi dan puli A Tegangan normal (E) 0,0143 N/mm A Tegangan yang diijinkan (E) 42,875 N/mm A Tegangan material S45C (E) 343 N/mm A Tegangan normal (E) 0,0143 N/mm A Tegangan yang diijinkan (E) 42,875 N/mm A Tegangan material S45C (E) 343 N/mm Sesuai Penyangga A Tegangan normal (E) 0,0109 N/mm A Tegangan yang diijinkan (E) 42,875 N/mm A Tegangan material S45C (E) 343 N/mm A Tegangan normal (E) 0,0109 N/mm A Tegangan yang diijinkan (E) 42,875 N/mm A Tegangan material S45C (E) 343 N/mm Sesuai Uji Fungsi Rancangan Tabel 2. Uji fungsi rancangan No. Uji Fungsi Rancangan Referensi Hasil Indikator Tahap Penerbangan Keterangan Standard Operating Prosedure Piper Archer i PA-28-181 . hapter 2 Power Settin. 800 rpm 750 rpm Idle Tercapai Uji Putaran sepeda statis 1300 rpm 1000-1200 rpm Taxi Tercapai 2200 rpm 2700 rpm Take off Tidak tercapai 2200 rpm 2400 rpm Cruising Tidak tercapai 1300 rpm 1000-1200 rpm Tercapai Interpretasi Hasil Uji Rancangan Pengujian teoritis dilakukan dengan cara membandingkan hasil rancangan dengan kriteria rancangan. Kriteria tersebut didapat berdasarkan beberapa standar untuk merancang mekanisme peningkat putaran bertenaga sepeda statis untuk mencapai putaran maksimum 2700 rpm, dalam hal ini standar yang dijadikan acuan pada perancangan masih belum bisa terpenuhi sehingga alat yang dibuat belum tersertifikasi laik untuk digunakan di hangar 01 Teknik Pesawat Udara Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Dari tabel . Berdasarkan hasil pengujian yang sudah dilakukan pada rancangan tersebut secara umum dapat Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 bekerja sesuai desain perancangan namun belum dapat mencapai putaran maksimum yang diinginkan karena tenaga otot kaki manusia mengayuh sepeda terbatas Kesimpulan dan saran Kesimpulan Dari tahapan perancangan dapat disimpulkan sebagai berikut : Dalam memilih dudukan sepeda jenis friction bicycle trainer dapat disimpulkan bahwa dudukan sepeda mampu menahan beban sepeda 15 kg, mampu menahan beban pengayuh 70 kg dan sesuai untuk ukuran roda sepeda 26Ay dengan rear wheel axle 7Ay. Dalam penghubung antara dudukan sepeda dan penyangga roda gigi dapat disimpulkan bahwa panjang batang berulir yang digunakan 400 mm, ulir kasar metris M16 dengan diameter luar 16 mm, diameter dalam 13,835 Dalam menentukan knurling wheel jenis diamond pattern knurling dapat disimpulkan bahwa diameter yang digunakan 60 mm dengan permukaan diamond pattern knurling. Dalam penggerak . igi luru. dan roda gigi yang digerakkan . igi luru. dapat disimpulkan bahwa roda gigi penggerak yang digunakan memiliki diameter kepala 124 mm, diameter jarak bagi 120 mm, jumlah gigi 60 dan roda gigi yang digerakkan dengan diameter kepala 64 mm, diameter jarak bagi 60 mm, jumlah gigi 30. Dalam merancang poros . oda gigi, puli dan knurling whee. dapat disimpulkan bahwa diameter poros yang digunakan 20 mm dengan ukuran pasak 7x7. Dalam memilih bearing dapat disimpulkan bahwa tipe bearing yang digunakan adalah ball bearing dengan nomor bantalan 6004 diameter dalam 20 mm dan diameter luar 42 mm. Dalam memilih sabuk dan puli dapat disimpulkan bahwa sabuk yang digunakan adalah sabuk v tipe A nomor 35 dengan panjang keliling sabuk 889 mm dan diameter puli 127 Dalam merancang penyangga . oda gigi, puli dan alternato. dapat disimpulkan bahwa penyangga . oda gigi penggerak dan knurling whee. memiliki tegangan normal E 0,0147 N/mm2, penyangga . oda gigi yang digerakkan dan puli penggera. memiliki tegangan normal E 0,0143 N/mm2 dan penyangga alternator memiliki tegangan normal E 0,0109 N/mm2 masing-masing penyangga menggunakan material S45C dengan tegangan ijin material 42,875 N/mm2 dan tegangan material 343 N/mm2. Saran Adapun saran yang diberikan oleh penulis sebagai berikut : Dalam menentukan knurling wheel jenis diamond pattern knurling disarankan melapisi permukaan knurling wheel dengan bahan yang sesuai dengan bahan ban sepeda agar ban sepeda tidak terkikis atau mengganti knurling wheel dengan sprocket dan rantai yang terhubung dengan sprocket sepeda agar tidak Rancang Bangun Mekanisme Peningkat Putaran Bertenaga Sepeda Statis Dengan Keluaran 2700 Rpm Pada Sistem Alternator permukaan ban sepeda sehingga permukaan ban sepeda tidak terkikis. Dalam penggerak . igi luru. dan roda gigi yang digerakkan . igi luru. disarankan memilih jenis roda gigi dengan getaran yang minimum dan tidak berisik saat mengalami putaran yang tinggi. Dalam memilih sabuk dan puli disarankan memilih jenis sabuk yang tidak mudah aus karena gesekan akibat putaran yang tinggi dan memilih diameter puli penggerak dengan ukuran yang lebih besar agar nilai rpm yang diinginkan dapat Dalam proses memutar knurling bicycle trainer dan penyangga roda gigi agar permukaan ban sepeda dan meminimalisir pengikisan permukaan ban sepeda dan atur tekanan ban yang mengayuh sepeda saat memutar knurling wheel tidak terlalu berat. Delhi: Eurasia Publishing House Ltd. Lycoming. OperatorAos Manual Lycoming O-360. HO-360. IO360. AIO-360. HIO-360 & TIO360 Series . th editio. Mocanu. Ungureanu. , & Varbanescu. Bike Powered Electricity Generator. Asia Fasific Journal Multidicinary Research. Vol. Mott. Machine Element in Mechanical Design . Upper Saddle River. New Jersey Colombus. Uhio: Pearson. Nurdjito, & Arifin. Handout Pemesinan Bubut. Yogyakarta. Sularso, & Suga. Dasar Perencanaan Dan Pemilihan Elemen Mesin. Jakarta: Pradnya Paramita. Young. , & Freedman. Fisika Universitas Edisi Kesepuluh Jilid 1. Jakarta: Erlangga. DAFTAR PUSTAKA