TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Kepatuhan Minum Obat Berbasis Teori Model Imogene King pada Pasien Hipertensi Widyasih Sunaringtyas1*. Diana Binti Tri Habibah2 1,2D3 Keperawatan. STIKES Karya Husada Kediri Email: sihwidya123@gmail. Abstract Hypertension is still an important problem for elderly. Most of those who suffer from hypertension are elderly, the aging process which has an impact on weakening brain function can cause mild memory problems or dementia so that most elderly people are disobedient to drinking, because they forget. The family as a companion to the elderly plays a role in reminding them through communication and function as a support The aim of this study was to determine adherence to taking hypertension medication based on the Imogene King model theory. The research design used is quantitative descriptive. The population in this study was 45 respondents, while the sample used was 40 respondents, using a purposive sampling technique in the UPTD Work Area of the Bendo Health Center. Pare District. Kediri Regency. Research variables on medication adherence based on Imogene King's model theory in hypertensive patients. This research instrument uses a Data analysis uses percentages and is interpreted quantitatively. The results of the research from 40 respondents, the majority of respondents, namely 28 . %) were obedient to taking hypertension medication and a small portion of respondents, 12 . %) were quite obedient in taking hypertension The research results showed that the majority of respondents adhered to taking hypertension It is hoped that the Imogene King model's theoretical interaction system can become a model for increasing medication adherence for families who have elderly family members who suffer from hypertension so that blood pressure is well controlled. Keyword: Compliance. Hypertenstion. Imogene King Theory. Abstrak Hipertensi masih menjadi permasalahan penting pada usia lanjut. Dimana sebagian besar yang menderita hipertensi adalah lansia, proses penuaan yang berdampak pada melemahnya fungsi otak dapat menimbulkan gangguan memori ringan atau demensia sehingga sebagian besar lansia mengalami tidak patuh minum, karena lupa. Keluarga sebagai pendamping lansia berperan untuk mengingatkan melalui komunikasi dan berfungsi sebagai support system. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepatuhan minum obat hipertensi berbasis teori model Imogene King. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 45 responden sedangkan sampel yang digunakan adalah sejumlah 40 responden, dengan tekning sampling purphosive sampling di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Variabel penelitian kepatuhan minum obat berbasis teori model Imogene King pada pasien hipertensi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 40 responden, sebagian besar responden yaitu sebanyak 28 . %) patuh minum obat hipertensi dan sebagian kecil dari responden sebanyak 12 . %) cukup patuh minum obat hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden patuh minum obat hipertensi. Diharapkan sistem interaksi teori model Imogene King dapat menjadi model dalam peningkatan kepatuhan minum obat bagi keluarga yang mempunya anggota keluarga lansia yang menderita hipertensi sehingga tekanan darah terkontrol dengan baik. Kata Kunci: Kepatuhan. Hipertensi. Teori Imogene King. Pendahuluan Hipertensi masih menjadi permasalahan penting pada usia lanjut. Dimana sebagian besar yang menderita hipertensi adalah lansia, dikarenakan proses penuaan yang berdampak pada melemahnya fungsi otak dapat menimbulkan gangguan memori ringan atau demensia sehingga sebagian besar lansia mengalami tidak patuh minum obat, karena pasien tersebut lupa . Kepatuhan minum obat, diperlukan agar tekanan darah tetap terkontrol. Penderita hipertensi perlu mengkonsumsi obat oral secara teratur setiap harinya, sehingga kepatuhan minum obat membutuhkan support sistem dari orang lain, yakni keluarga yang memberikan dukungannya dengan mengingatkan saat pasien lupa minum obat. Bagi penderita Hipertensi minum obat sangat penting karena bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah melalui interaksi antara penderita dan keluarga dengan cara komunikasi yang baik. Akan tetapi, seringkali anggota TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 keluarga mengabaikan atau bahkan tidak terlibat dalam pengobatan penderita Hipertensi. Kepatuhan merupakan bentuk keterlibatan atas kesadaran individu sebagai penderita hipertensi dalam penyembuhan dirinya. Kepatuhan pasien dalam menggunakan obat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi karena dapat mengendalikan tekanan darah dalam batas normal . Sebuah model yang melibatkan interaksi antara perawat dan klien terutama dalam hal mengontrol tekanan darah adalah teori yang dikemukakan oleh Imogene King . Teori model keperawatan ini bisa kita aplikasikan ketika keluarga memerlukan interaksi dengan anggota keluarga yang sakit salah satunya yaitu sistem interaksi Imogene King. Di Indonesia jumlah penderita Hipertensi mencapai 70 juta orang dan 24% diantaranya dengan hipertensi terkontrol. Presentase sebesar 32,3% penderita tidak patuh minum obat dan 59,8% alasan paling sering dilakukan oleh penderita bahwa merasa dirinya sudah sehat (Kementrian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2. Menurut data Riskesdas tahun 2018 prevalensi kepatuhan penderita hipertensi terhadap pengobatan yaitu sebanyak 54,4%. Sementara 32,27% diantaranya tidak patuh dalam pengobatan dan 13,33% tidak minum obat sama sekali. Penderita hipetensi sebanyak 50% yang terdeteksi hanya sekitar 25% yang mendapat pengobatan dan hanya 12,5% bisa diobati dengan baik . Pada daerah Jawa Timur, angka prevalensi hipertensi mencapai 11. 334 orang dengan jumlah presentase laki - laki sebanyak 48,83% dan perempuan 51,17% (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2. Berdasarkan profil kesehatan kabupaten Kediri tahun 2020, jumlah penduduk usia lebih dari 15 tahun di Kabupaten Kediri yang telah melakukan pengukuran tekanan darah 683 . ,4%) orang, dengan jumlah laki - laki 51. ,2%) dan perempuan 541 . ,5%). Hasil pemeriksaan tekanan darah terdapat penderita hipertensi sebanyak 063 . ,7%) orang dengan jumlah presentase laki - laki 18. ,2%) dan perempuan 29. ,2%). Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan secara rutin dan pengontrolan secara teratur, maka hal ini akan membawa penderita ke dalam kasus serius bahkan kematian. Hipertensi dapat terjadi komplikasi, seperti gangguan fungsi jantung koroner, fungsi ginjal, gangguan fungsi kognitif/stroke . Salah satu penatalaksanaan Hipertensi ini yaitu minum obat antihipertensi seumur hidup agar tekanan darahnya dapat terkontrol dengan menggunakan interaksi dan komunikasi antara pasien dan keluarga. Interaksi dan komunikasi yang diperlukan keluarga kepada penderita hipertensi ketika minum obat yang perlu dianjurkan sesuai dengan cara yang dapat diterapkan diantaranya minum obat sesuai waktu yang telah ditentukan, mengkonsumsi obat sesuai dosis yang dianjurkan, menggunakan sesuai cara yang telah direkomendasikan oleh tim medis, dan memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersamaan dengan obat sesuai dengan memperhatikan 5T dan 1W, yaitu tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara dan waspada efek Adapun faktor-faktor kepatuhan minum obat ini ada 6 . Pertama yaitu usia, berdasarkan Riskesdas 2018 menyebutkan bahwa mayoritas penderita hipertensi terjadi pada usia . hingga 64 tahu. Yang kedua yaitu pendidikan, dimana kepatuhan minum obat dapat kita lihat dari pendidikan pasien, maka penggunaan kaset dan buku - buku sebagai literatur secara mandiri menjadi sistem pendukung proses penyembuhan. Ketiga yaitu penghasilan atau Keempat pengetahuan, kurangnya pengetahuan menjadi penyebab ketidakpatuhan pasien pada resep medis yang diberikan, (Leventhal et al 1984 dalam Rankin & Stallings, 2. Kelima yaitu sikap, dan terakhir peran PMO (Pengawas Minum Oba. Keluarga sebagai care giver pada saat melakukan perawatan di rumah berperan melakukan komunikasi dan intervensi serta terlibat secara langsung pada lansia hipertensi . Intervensi pada penobatan ketika dirumah, keluarga dapat melakukan penjadwalan minum obat karena terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dan dukungan keluarga. Mayoritas pasien yang kurang aktif minum obat disebabkan sikap buruk dan motivasi rendah dari sistem pendukung. Mengenai pengaruh dukungan keluarga diatas maka pentingnya pemberian pendidikan kesehatan dan dukungan emosial terhadap pasien hipertensi . Dukungan melalui komunikasi yang baik akan memberikan gambaran diri pada seorang penderita tentang kondisi yang sedang dialami. Dalam teori model Imogene King terdapat asumsi dasar menyatakan bahwa TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 keperawatan adalah proses yang melibatkan perawat - klien dengan kesehatan menjadi tujuan akhir meningkatkan atau mempengaruhi kualitas hidup. Terdapat tiga sistem yang membentuk kerangka konseptual King memberikan dasar bagi pengembangan (Theory of Goal attainmen. Sistem pribadi, mengacu pada individu dan mendasar dalam memahami manusia diantaranya gambaran diri, pertumbuhan dan perkembangan, persepsi, diri sendiri, waktu dan ruang . Sistem interpersonal, melibatkan individu yang berinteraksi satu sama lain . iad, triad dan empat atau lebih individ. sebagai kelompok kecil atau besar . Konsep yang terkait dengan sistem interpersonal diantaranya komunikasi, interaksi, peran, stress dan transaksi. Interaksi dan transaksi yang terjadi antara perawat dan klien, atau pasangan, merupakan contoh dari sistem Sistem sosial, sekelompok orang dalam komunitas atau masyarakat yang memiliki tujuan, minat, dan nilai yang sama dan terbentuk suatu keyakinan, sikap, nilai dan kebiasaan Konsep terkait dengan sistem sosial diantaranya otoritas, pengambilan keputusan, organisasi dan status. Untuk mengumpulkan informasi hubungan antara perawat - klien dalam perawatan dengan sistem interaksi maka King menggunakan metode observasi non partisipan, hal ini perawat tanpa ikut dalam penderita secara terpisah sebagai pengamat. Jenis dari interaksi dapat diamati baik komunikasi secara verbal maupun nonverbal sebagai dapat yang mendasar yang telah disepakati untuk mencapai tujuan . Keluarga dengan anggota keluarga sakit maka anggota keluarga lain sebagai care giver diperlukan interaksi dan komunikasi untuk dapat merawat dengan baik. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan mengetahui kepatuhan minum obat berbasis teori model Imogene King pada pasien hipertensi. Metode Desain penelitian deskriptif kuantitatif, variabel penelitian ini adalah kepatuhan minum obat berbasis teori model sistem interaksi imogene king pada pasien hipertensi. Definisi operasional pada varibel kepatuhan adalah tingkat keterlibatan minum obat berdasarkan pendekatan sistem personal, inerpersonal dan sosial pada lansia penderita hipertensi. Populasi penelitian ini semua penderita Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sejumlah 45 responden. Teknik sampling menggunakan purphosive sampling, dengan kriteria lansia yang tidak mengalami komplikasi dan masih dapat melakukan activity daily living, berjumlah 40 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan persentase. Penelitian dilaksanakan tanggal 20 Maret- 20 April 2023. Persetujuan etik penelitian ini dilakukan komite etik Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Karya Husada Kediri dan dinyatakan laik etik nomor: 072/EC/LPPM/STIKES/KH/i/2023. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan Tabel 1 dibawah dari 40 responden menunjukkan bahwa 42% responden berumur 56-65 tahun, 48% pendidikan terakhir SMA, 65% jenis kelamin Perempuan, 82% kawin, 43% sebagai ibu rumah tangga, 72% tinggal Bersama keluarga inti, dan kepatuhan minum obat pada kategori patuh 70% responden. Tabel 1. Distribusi frekuensi responden berdasar umur, usia, pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan, tinggal bersama, lamanya hipertensi, komplikasi No. Variabel Jumlah Presentase Umur 46-55 Tahun 56-65 Tahun > 65 Tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan No. Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Tabel 1. Lanjutan Variabel Pekerjaan Ibu rumah tangga Petani Wiraswasta PNS Tinggal dengan keluarga Inti Besar Lama Hipertensi < 1Tahun > 1 Tahun Kepatuhan Minum Obat Cukup Patuh Patuh Jumlah Presentase Kepatuhan minum obat merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi tekanan darah agar terkontrol sebagai peningkatan perilaku dimana pasien menggunakan obat, mentaati semua aturan dan nasihat serta dilanjutkan oleh tenaga kesehatan. Kepatuhan pasien hipertensi dalam meminum obat merupakan kunci utama tercapainya tujuan pasien hipertensi Kepatuhan ini dibedakan menjadi dua yaitu kepatuhan penuh . otal complianc. dimana pada kondisi ini penderita penyakit hipertensi patuh secara sungguh - sungguh terhadap minum obat antihipertensi dan penderita yang tidak patuh . dimana pada keadaan ini penderita tidak minum obat antihipertensi secara teratur . Medication compliance . epatuhan pengobata. adalah aksi yang dilakukan pasien untuk mengonsumsi obat sesuai jadwal minumnya atau sesuai yang diresepkan dokter. Sedangkan medication adherence . etaatan pengobata. adalah sebuah aksi pasien untuk mengambil obat atau pengulangan resep obat tepat Dalam praktiknya akan melibatkan komunikasi dua arah antara pasien dan tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan keberhasilan terapi pasien . Ketidakpatuhan dalam pengobatan adalah perilaku pasien yang sulit mengontrol diri mereka masing-masing untuk melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan dalam pengobatan demi tercapainya keberhasilan pengobatan. Ketidakpatuhan minum obat antihipertensi mengakibatkan berkurangnya penggunaan suatu obat sehingga pasien dapat kehilangan manfaat terapi dan memungkinkan kondisinya memburuk secara bertahap, hal ini menjadi faktor utama dalam kegagalan terapi hipertensi. Sebuah model yang melibatkan interaksi antara perawat dan klien terutama dalam hal mengontrol tekanan darah adalah teori yang dikemukakan oleh Imogene King. Teori model keperawatan ini bisa kita aplikasikan ketika keluarga memerlukan interaksi dengan anggota keluarga yang sakit salah satunya yaitu sistem interaksi Imogene King. Kepatuhan minum obat antihipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya usia. Pada data umum terdapat hampir setengah dari responden berjumlah 17 responden berusia 5665 tahun dengan persentase 42%. Umur dikaitkan dengan perilaku patuh, karena umur mempengaruhi perubahan fungsi organ tubuh. Semakin tua penderita maka akan cenderung lupa minum obat, begitu pula sebaliknya . Namun hasil penelitian ini tidak menemukan hal demikian, sebab responden lansia cenderung patuh minum obat. Berdasarkan teori konseptual Imogene King sistem personal yang mengemukakan bahwa masing-masing individu adalah personal dan konsep gambaran diri, pertumbuhan dan perkembangan perlu pemahaman dan penyesuaian terus-menerus sehingga mencapai potensi maksimal untuk hidup sehari-hari (King, 1. Menurut pendapat peneliti bahwa usia 56-65 tahun memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dan memiliki pemikiran yang dewasa untuk menentukan pengobatan yang dijalani. Sehingga semakin tua usianya maka semakin tinggi pula kesadaran seseorang akan pentingnya Faktor jenis kelamin juga mempengaruhi kepatuhan minum obat, terdapat sebagian besar dari responden berjumlah 26 responden berjenis kelamin perempuan dengan persentase 65%. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Gender adalah gambaran pola perilaku dari laki-laki atau perempuan yang diakui dalam kehidupan sosial. Menurut Suhardin, 2016 mengatakan bahwa laki - laki memiliki kepribadian yang agresif, sombong, kompetitif, kasar, kejam, dominan, independen dan tidak emosional sedangkan perempuan itu lebih mesra, cemas, penuh kasih, bergantung, emosional, lembut, sensitif dan tunduk. Kepribadian yang dimiliki perempuan itulah yang nampaknya membuat perempuan lebih peduli dengan kesehatan dibandingkan laki - laki sehingga kepatuhan berobat hipertensi lebih banyak didapatkan pada Perempuan . Sedangkan analisa peneliti, hal tersebut memungkinkan perempuan lebih aktif untuk mencari informasi dan memperhatikan hal-hal kecil sehingga lebih patuh dalam pengobatan hipertensi. Faktor selanjutnya yaitu status perkawinan, terdapat hampir seluruh responden berjumlah 33 responden berstatus kawin dengan persentase 82%. Menurut Maimunah S, 2019 faktor status pernikahan dan dukungan keluarga yang diterima oleh lansia hipertensi dari keluarga adalah memberikan dukungan semangat. mendengar keluh kesah lansia selama menjalani pengobatan, selalu mengingatkan agar tetap sabar dan bersyukur kepada Tuhan. Menurut Toulasik YA, 2019 dukungan keluarga juga di pengaruhi oleh status pernikahan karena dengan status pernikahan dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam melakukan pengobatan, sehingga keluarga dapat meningkatkan semangat dan motivasi untuk berperilaku sehat . Dalam status perkawinan terdapat peran pada sistem interpersonal. Alligood, 2014 mengemukakan peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan dari individu yang memiliki peraturan yang menjelaskan hak dan kewajiban. Jika harapan peran berbeda dan tidak sesuai dengan yang terjadi, dapat menimbulkan konflik . Dan hal ini berdampak pada penurunan keefektifan asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat. Berdasarkan pendapat peneliti peristiwa kehidupan yang terjadi seperti kehilangan pasangan hidup atau orang yang dicintai,dapat menimbulkan reaksi tubuh seseorang yang berdampak pada fungsi psikologisnya. Misalnya seseorang tersebut menjadi menolak kondisi saat ini, menjadi pendiam, pemarah, pemurung dan pencemas sampai depresi. Hal tersebut berpengaruh pada kualitas hidupnya untuk minum obat hipertensi sehari-hari, karena dengan tidak adanya teman hidup seseorang menjadi berfikir bahwa dirinya tidak berharga bagi oranglain, tidak ada teman bicara, teman curhat dan berkeluh kesah tentang penyakit yang sedang dialaminya. Faktor kepatuhan minum obat selanjutnya yaitu status pekerjaan, dimana baik responden yang bekerja maupun tidak bekerja memiliki peluang yang sama untuk patuh minum obat. Terdapat hampir setengah dari responden berjumlah 17 responden bekerja sebagai IRT dengan persentase 43%. Pekerjaan dikatakan mempengaruhi kepatuhan minum obat karena dengan adanya kesibukan yang membuat penderita sulit meluangkan waktu untuk kontrol dan sering lupa minum obat . Sebagai ibu rumah, yang mempunyai waktu lebih banyak di rumah, akan punya kesempatan datang berobat ke fasilitas kesehatan daripada laki-laki yang cenderung memiliki sedikit waktu karena bekerja. Menurut Alligood, 2014 kesehatan berarti penyesuaian berkelanjutan di dalam lingkungan internal dan eksternal melalui penggunaan yang optimal dari sumber dayanya untuk mencapai potensi maksimum untuk kegiatan sehari-hari . Peneliti berpendapat bahwa ibu rumah tangga sering datang untuk berobat ke fasilitas kesehatan karena lebih banyak menghabiskan waktu dirumah sehingga patuh terhadap pengobatan hipertensi yang Kesimpulan Kepatuhan Minum Obat Berbasis Teori Model Sistem Interaksi Imogene King pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar responden patuh minum obat hipertensi. Ucapan Terima Kasih Kami sampaikan terimakasih kepada Ketua Prodi D3 Keperawatan dan Ketua STIKES Karya Husada Kediri yang telah memberikan kesempatan dan menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan Kami sampaikan terimakasih kepada pengelola jurnal sehingga dapat dipublikasikan artikel ini sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak yang membutuhkan. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Daftar Pustaka