CARMIN Journal of Community Service Vol. 4 No. Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan untuk Menaikkan Taraf Hidup Masyarakat Yusnita La Goa1*. Ratna Prabawati2. Nurul Alia Ulfa2. Chanva G. Matias Matias R. Manggaprouw2. Fauzia Sahlan2, dan Jumardi Wugaje2 Teknik Kimia/Fakultas Teknik. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Sorong. Indonesia Pendidikan Biologi/Fakultas Pendidikan Eksakta. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Sorong. Indonesia Akuakultur/Fakultas Sains Terapan. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Sorong. Indonesia *yusnitalagoa@unimudasorong. ABSTRACT The majority of people's jobs and economic resources in Urbinasopen Village are fishermen. far, the people of Urbinasopen Village sell fish in fresh form to capital owners who come to Urbinasopen Village and buy it at relatively cheap prices. Therefore, they were given training in fish processing in the form of fish balls with the aim of raising the standard of living of the people in Urbinasopen village. The results of the meatball making training will be developed by the community, of course with government assistance so that the community has a production house so they can develop meatball products as a mainstay product from Urbinasopen village. Keywords: Fishballs. Raja ampat. Urbinasopen ABSTRAK Mayoritas pekerjaan dan sumber ekonomi masyarakat di Kampung Urbinasopen adalah nelayan. Selama ini masyarakat Kampung Urbinasopen menjual ikan dalam bentuk segar pada pemilik modal yang datang ke Kampung Urbinasopen dan dibeli dengan harga yang relatif murah. Oleh karena itu diberi pelatihan pengolahan ikan dalam bentuk bakso ikan dengan tujuan menaikkan taraf hidup masyarakat di kampung Urbinasopen. Hasil pelatihan pembuatan bakso akan dikembangkan masyarakat tentunya dengan bantuan pemerintah agar masyarakat mempunyai rumah produksi sehingga bisa mengembangkan produk bakso sebagai produk andalan dari kampung Urbinasopen. Kata kunci: Bakso ikan. Raja ampat. Urbinasopen How to cite: Goa. Prabawati. Ulfa. Manggaprouw. Sahlan. & Wugaje. Pelatihan pembuatan bakso ikan untuk menaikkan taraf hidup masyarakat. Carmin: Journal of Community Service, 4. , 110-115. PENDAHULUAN Kampung Urbinasopen merupakan kampung yang berada di Kecamatan Waigeo Timur. Kabupaten Raja Ampat yang memiliki banyak potensi sumber daya alam. Kampung ini dikaruniai banyak aset dan potensi alam yang begitu melimpah, seperti halnya ikan yang luar biasa karena berada di wilayah laut dan pantai (Pradana & Syalviana, 2. Jumlah penduduk Kecamatan Waigeo Timur adalah 1720 jiwa menurut BPS Kabupaten Raja Ampat tahun 2023 dan Kampung Urbinosopen adalah 400 jiwa. Mayoritas pekerjaan dan sumber ekonomi masyarakat di Kampung Urbinasopen adalah nelayan. Selama ini masyarakat Kampung This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. A2024 Carmin: Journal of Community Service Goa et al. , 2024 Urbinasopen menjual ikan dalam bentuk segar pada pemilik modal yang datang ke Kampung Urbinasopen dan dibeli dengan harga yang relatif murah. Jika hasil tangkapan tidak laku maka masyarakat membuat olahan ikan asin atau bahkan dibuang karena sudah busuk. Hal ini terjadi karena kampung Urbinasopen merupakan kampung yang jarang di lewati oleh kapalkapal besar, sehingga para nelayan sulit menjual hasil tangkapannya. Untuk menjual hasil tangkapan ikan keluar pulau, biasanya ikan harus dimasukkan ke dalam coolbox, namun hal ini tidak bisa bertahan dalam jangka waktuyang lama. Ikan termasuk bahan pangan yang sangat cepat membusuk . igh perishable foo. Sebagai bahan pangan yang cepat rusak, maka kualitas ikan harus dipertahankan semaksimal mungkin hingga sampai ke tangan konsumen. Untuk itu perlu adanya penanganan yang baik seperti pengawetan dan pengolahan menjadi produk yang siap dimakan tetapi daya awetnya lebih lama (Faiz & Sarih. , 2021. Mentari & Sahara, 2017. Wittriansyah et al. , 2. Bakso ikan merupakan salah satu bentuk olahan hasil perikanan berupa makanan yang diperoleh dari campuran daging ikan yang telah dihaluskan dengan cara digiling. Dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lainnya, dan atau bahan tambahan pangan yang berbentuk bulat atau bentuk lainnya dimatangkan (Korah et al. , 2019. Mamuaja & Lumoindong, 2017. Sukmawati A. et al. , 2. Di Kampung Urbinasopen sendiri bakso ikan belum ada yang jual, dan masih jarang yang menjual bakso padahal masyarakat menggemari makanan ini. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan maupun pengemasan dan pemasaran olahan bakso Maka dari itu dibutuhkan upaya pemberdayaan kepada masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan tentang bagaimana pengolahan bakso ikan, pengawetan, pengemasan serta pemasaran produk agar masyarakat lebih inovatif dan kreatif dalam pengolahan produk khususnya bakso ikan, serta dapat memberdayakan masyarakat untuk memiliki peluang dalam berwirausaha. Tujuan yang ingin dicapai dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu: agar masyarakat Kampung Urbinasopen lebih inovatif dan kreatif dalam pengolahan produk hasil laut khususnya bakso ikan, serta dapat memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi dan memiliki peluang dalam berwirausaha. METODE Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat di kampung Urbinasopen adalah sebagai Sosialisasi Kegiatan Mengadakan workshop tentang tujuan program pelatihan pembuatan bakso ikan agar masyarakat bersedia mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan bakso ikan. Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Penyampaian materi bagaimana cara mengolah ikan menjadi bakso, mengemas, mengawetkan dan memasarkannya. Praktik membuat bakso dari ikan menggunakan metode demonstrasi yang dipraktekkan secara langsung serta mengajarkan masyarakat menggunakan alat pencetak bakso dan mesin pengemasan bakso. Evaluasi Pendampingan dan pemantauan sejauhmana keberhasilan program dalam mengolahan bakso ikan sampai ke pemasarannya. Evaluasi yang diawali dengan mencari pembeli dan membuat target produksi setelah itu dilakukan evaluasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi dilakukan kepada masyarakat kampung Urbinasopen dengan tujuan agar masyarakat mengetahui maksud dan tujuan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unimuda Sorong. Kegiatan ini di awali dengan kunjungan tim dengan menggunakan perahu bermotor dan menempuh perjalanan laut kurang lebih 68 km selama kurang lebih 3 jam. Map posisi Kampung Urbinasopen dan Kampung Urbinasopen tertera pada Gambar 1. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kegiatan kepada masyarakat kampung Urbinasopen. Maksud kegiatan sosialisasi adalah untuk mengabarkan tentang kegiatan dan tujuan pelatihan yang akan dilakukan. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 23 orang ibu rumah tangga di kampung Urbinasopen. Pada sosialisasi ini tim PKM Unimuda Sorong memberikan arahan tentang sumber Carmin: Journal of Community Service, 4. 2024 | 111 Goa et al. , 2024 daya alam yang dimiliki kampung Urbinasopen yaitu ikan dan masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dengan mengolah ikan menjadi bakso. Gambar 1 . Map posisi Kampung Urbinasopen . Kampung Urbinasopen Berikut dokumentasi perjalanan ke Urbinasopen tertera pada Gambar 2. Gambar 2 Perjalanan ke Urbinasopen Bakso merupakan salah satu produk diversifikasi pangan. Ada berbagai macam bakso salah satunya adalah bakso ikan. Bakso ikan adalah salah satu produk olahan pangan yag terbuat dari daging yang dihaluskan, ditambahkan dengan berbagai macam bumbu, tepung tapioka, dan bahan tambahan pangan yang kemudian dilakukan proses pembuatan adonan, pencetakan, dan perebusan (Junaidi, 2024. Muttaqin et al. , 2. Pengolahan ikan memiliki banyak manfaat diantaranya meningkatkan nilai ekonomis, memperlambat pembusukan, menjaga kualitas ikan, memudahkan distribusi, meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi risiko keracunan dengan pengolahan yang tepat. Kegiatan pelatihan pembuatan bakso ikan di kampung Urbinasopen berjalan dengan baik dan diikuti dengan antusias oleh peserta yang merupakan ibu-ibu rumah tangga yang sebagian tergabung dalam bumdes kampung Urbinasopen. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan trainer menjelaskan komposisi dan bumbu yang digunakan. Selanjutnya dilakukan pembersihan ikan dan dilatih cara mengambil dan memilah bagian ikan yang baik untuk membuat bakso. Bagian ikan yang diambil adalah bagian daging yang bersih agar warna bakso putih dan terlihat menarik. Setelah itu proses pengilingan daging ikan dan pencampuran dengan tepung dan bumbu. Selanjutnya proses pencetakan bakso dan perebusan bakso. Proses terakhir adalah packaging bakso ikan. Proses pelatihan pembuatan bakso dapat dilihat pada Gambar 3. Bahan utama pembuatan bakso adalah tepung tapioka dan daging ikan. Salah satu karakteristik tepung Tapioka adalah kadar amilopektinnya yang tinggi sehingga daya ikat airnya yang lebih meningkat dan dapat mempengaruhi tekstur pada pembuatan bakso ikan (Dethan et al. , 2022. Dewi et al. , 2022. Primadini et al. , 2. Sedangkan bumbu-bumbu dan tepung pengenyal merupakan bahan pengisi pada pembuatan bakso. Penambahan bahan pengisi ini dapat memberikan cita rasa yang meningkat, biaya produksi menurun, dan penyusutan selama proses pemasakan dapat diperkecil (Sovyani et al. Carmin: Journal of Community Service, 4. 2024 | 112 Goa et al. , 2024 Mulai Pengambilan daging Penimbangan daging Penggilingan daging Bumbu: bawang putih, lada, garam, penyedap rasa, pengenyal Pencampuran daging ikan dan tepung tapioka :1/. Pencetakan bakso dan perebusan bakso Pendinginan bakso dan packaging Selesai Gambar 3 Diagram proses pembuatan bakso ikan Proses pembuatan bakso dilakukan sendiri oleh peserta sehingga diharapkan setelah pelatihan ini masyarakat dapat melanjutkan dan dapat mengolah bakso ikan sendiri. Menurut Ridwan & Wahyudi . bahwa adanya kemauan dan kemampuan yang kuat dari pelaku usaha merupakan modal besar dalam menghadirkan bentuk-bentuk olahan ikan yang lebih menarik daya beli Tujuan pengabdian masyarakat dari Tim PKM Unimuda Sorong dengan melakukan pelatihan pembuatan bakso ikan bagi masyarakat kampung Urbinasopen adalah sebagai berikut : Pelatihan ini diharapkan memiliki pengaruh dalam meningkatkan keterampilan hidup dan meningkatkan perekonomian. Hal ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan kesatu yaitu tidak ada kemiskinan. Kegiatan ini diharapkan mengakhiri kemiskinan di semua bentuk di seluruh dunia. Dengan meningkatnya perekonomian akan meningkatkan tingkat pendidikan penduduk terutama generasi penerus. Ketika masyarakat memiliki keterampilan dalam mengolah ikan secara bervariasi akan menambah pengetahuan dan gizi sehingga masyarakat akan lebih mudah memanfaatkan ikan hasil tangkapan para nelayan kampung Urbinasopen. Sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan ketiga yaitu memastikan kesehatan yang baik dan mempromosikan kesejahteraan untuk semua pada semua usia. Masyarakat yang terlibat adalah kaum perempuan maka kegiatan ini sesuai dengan tujuan Carmin: Journal of Community Service, 4. 2024 | 113 Goa et al. , 2024 pembangunan berkelanjutan kelima yaitu kesetaraan gender. Pelatihan pembuatan bakso tertera pada Gambar 4. Gambar 4 Pelatihan pembuatan bakso ikan Berdasarkan hasil evaluasi terhadap peserta pelatihan melalui kuesioner diperoleh hasil bahwa kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan ibu-ibu kampung Urbinasopen. Dimana hasil evaluasi ini menggambarkan 80 % dari peserta mengerti dan dapat memahami proses pembuatan bakso ikan. Sehingga diharapkan masyarakat dapat meneruskan kegiatan ini sehingga tujuan pelatihan ini membawa dampak yang nyata bagi kampung Urbinasopen. Berikut dokumentasi kegiatan sosialisasi tertera pada Gambar 5. Gambar 5 Kegiatan sosialisasi SIMPULAN Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Tim PKM Unimuda Sorong di kampung Urbinasopen dapat disimpulkan masyarakat terutama kaum ibu dapat mengolah ikan menjadi bakso ikan dengan baik. Ini terlihat dari hasil evaluasi yang diperoleh 80% peserta mengerti cara mengolah bakso ikan. Dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan masyarakat kampung Urbinasopen. Carmin: Journal of Community Service, 4. 2024 | 114 Goa et al. , 2024 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang telah memberi dukungan moral dan dana terhadap program pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA