ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH MERGER PADA BANK SYARIAH INDONESIA TBK. Clara Devy Yulvia Ratna Sary. Miptaqul Rohma. Alviani Kharisma R. Universitas Pawyatan Daha Kediri ), claradevy10@gmail. , rahmamipta@gmail. , alvianikharismar30@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh merger terhadap Bank Syariah Indonesia. Dari hasil analisis menunjukkan adanya kenaikan aset pada pos kas sebesar 0,3%, yang mengarah kedalam peningkatan aset berupa kas, dapat di indikasikan bahwa minat masyarakat terhadap Bank Syariah Indonesia juga bertambah. Kenaikan tingkat pendapatan paling besar terjadi pada pos pendapatan usaha lainnya yang mengalami kenaikan hampir 4,1%. Pendapatan bagi hasil sebelum merger paling besar dimiliki oleh Bank Mandiri Syariah secara aktual, namun secara persentase paling besar dimiliki oleh Bank BRI Syariah dari hasil pembahasan di dapat bahwa analisis common size dan perbandingan persentase pada laporan keuangan diketahui bahwa secara keseluruhan kemampuan Bank Syariah Indonesia setelah merger semakin meningkat yang ditunjukkan dengan kenaikan beberapa pos aktiva, pasiva, maupun pendapatan operasional. Kata Kunci: Merger Abstract This study aims to determine the effect of mergers on Bank Syariah Indonesia. The results of the analysis show an increase in assets in the cash post by 0. 3%, which leads to an increase in assets in the form of cash, it can be indicated that public interest in Bank Syariah Indonesia has also The largest increase in income levels occurred in other business income posts which increased by almost 4. The largest profit sharing income before the merger was actually owned by Bank Mandiri Syariah, but in terms of percentage, the largest was owned by Bank BRI Syariah from the results of the discussion it was found that the common size analysis and percentage comparison in the financial statements showed that overall the ability of Bank Syariah Indonesia after the merger increased as indicated by an increase in several asset, liability, and operating income posts. Keywords: Merger Pendahuluan Dunia perbankan Indonesia mencatat sejarah baru dengan hadirnya PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang secara resmi lahir pada 1 Februari 2021 atau 19 Jumadil Akhir 1442 H. Presiden Joko Widodo secara langsung meresmikan bank syariah terbesar di Indonesia tersebut di Istana Negara. BSI merupakan bank hasil merger antara PT Bank BRIsyariah Tbk. PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mengeluarkan izin merger tiga usaha bank syariah tersebut pada 27 Januari 2021 melalui surat Nomor SR-3/PB. 1/2021. Selanjutnya, pada 1 Februari 2021. Presiden Joko Widodo meresmikan kehadiran BSI. Daftar pemegang saham BSI adalah: PT Bank Mandiri (Perser. Tbk 50,83%. PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk 24,85%. PT Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk 17,25%. Sisanya adalah pemegang saham yang masing-masing di bawah 5%. Penggabungan ini menyatukan kelebihan dari ketiga bank syariah tersebut, sehingga menghadirkan layanan yang lebih lengkap, jangkauan lebih luas, serta memiliki kapasitas permodalan yang lebih Didukung sinergi dengan perusahaan serta komitmen pemerintah melalui Kementerian BUMN. BSI didorong untuk dapat bersaing di tingkat global. BSI merupakan ikhtiar atas lahirnya bank syariah kebanggaan umat, yang diharapkan menjadi energi baru pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Keberadaan BSI juga menjadi cermin wajah perbankan Syariah di Indonesia yang modern, universal, dan memberikan kebaikan bagi segenap alam (Rahmatan Lil AoAalamii. Potensi BSI untuk terus berkembang dan menjadi bagian dari kelompok bank syariah terkemuka di tingkat global sangat terbuka. Selain kinerja yang tumbuh positif, dukungan iklim bahwa pemerintah Indonesia memiliki misi lahirnya ekosistem industri halal dan memiliki bank syariah nasional yang besar serta kuat, fakta bahwa Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ikut membuka Dalam konteks inilah kehadiran BSI menjadi sangat penting. Bukan hanya mampu memainkan peran penting sebagai fasilitator pada seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal, tetapi juga sebuah ikhtiar mewujudkan harapan Negeri. Merger ini dilakukan oleh tiga Bank Syariah yakni Bank Mandiri Syariah. Bank BNI Syariah, dan Bank BRI Syariah. Tujuan dari merger ketiga bank ini adalah untuk meningkatkan posisi Bank Syariah di Indonesia (RifaAoi et al. , 2. Diketahui bahwa perkembangan industri keuangan Syariah saat itu masih diangka 6% (Fauzi, 2. Sehingga perlu dilakukan peningkatan kualitas perbankan Syariah untuk meningkatkan pangsa pasar bank Syariah di Indonesia. Persaingan ketat antara bank konvensional dan bank Syariah dalam menguasai pangsa pasar dapat dipengaruhi oleh kualitas perbankan tersebut. Peningkatan kualitas Perbankan Syariah di Indonesia dapat dilihat melalui laporan keuangan yang dikeluarkan oleh Bank Syariah. Sehingga perbankan Syariah dituntut untuk meningkatkan kualitas kinerja keuangan melalui laporan keuangan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah masuk dalam jajaran 5 besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau anak BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia setidaknya per Juli 2024. Kapitalisasi pasar emiten bank berkode saham BRIS tersebut mencapai Rp 116 triliun. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menuturkan, capaian BSI ini sejalan dengan cita-cita awal merger BSI untuk menciptakan bank syariah yang inklusif, modern, dan digital. AuBSI milik Bank BUMN yang sekarang menjadi salah satu best performing di market. BSI tentunya menjadi salah satu star selama beberapa tahun Dari awal pada waktu merger konsepnya sangat clear bahwa kita ingin membangun bank syariah yang inklusif, modern, dan digital. Ay Sebagai gambaran. BSI pun sempat membukukan kapitalisasi pasar lebih besar dari angka yang diungkapkan pria yang karib disapa Tiko tersebut. Pada 30 April 2024, kapitalisasi BSI sempat mencapai Rp 121,78 triliun. Alhasil, pada kurun waktu tersebut BRIS menjadi saham paling berharga di urutan ke-13 yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya. BSI resmi masuk jajaran Top 10 Global Islamic Bank dari sisi kapitalisasi pasar pada 14 Maret 2024. Saat itu kapitalisasi pasar BRIS mencapai Rp 131,47 triliun. Raihan tersebut lebih cepat dari target yang ingin dicapai untuk menjadi Top 10 Global Islamic Bank Penggabungan ketiga bank mengakibatkan perubahan kualitas laporan keuangan. Peningkatan kualitas keuangan perbankan menjadi tolak ukur kinerja keuangan Lembaga Pengukuran tingkat kualitas keuangan bank dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan bank. Analisis laporan keuangan dilakukan dengan menganalisis setiap pos laporan keuangan sehingga dapat disimpulkan kondisi keuangan lembaga keuangan. Salah satu teknik dalam menganalisis laporan keuangan adalah teknik common size. Analisis ini dilakukan dengan membandingkan satu pos akun dengan total pos Analisis common size membandingkan rasio setiap pos akun sehingga memberikan gambaran posisi keuangan. Analisis common size dapat dilakukan pada neraca untuk mengetahui posisi aktiva seta pasiva perusahaan. Selain itu analisis common size pada laporan laba rugi dapat menunjukkan distribusi penjualan, biaya, serta laba perusahaan (Rifardi et al. , 2019. Sari, 2. Serta proporsi kredit mengalami fluktuasi pada setiap pos. Sedangkan penelitian RifaAoi et al. pada Bank Syariah Indonesia pasca merger menunjukkan pengelolaan keuangan yang tidak optimal ditunjukkan dengan tingkat persentase pos pada neraca dan laba rugi yang mengalami fluktuasi. Berdasarkan penelitianpenelitian di atas maka peneliti akan menganalisis Laporan Keuangan Sebelum dan Sesudah Merger pada Bank Syariah Indonesia Tbk. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun dan disajikan perusahaan dalam bentuk laporan laba rugi, neraca, laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Agar informasi keuangan bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan Berikut ini beberapa pengertian laporan keuangan yang penulis kutip dari beberapa sumber: Menurut AuLaporan keuangan adalah hasil dari kegiatan pencatatan seluruh transaksi keuangan di perusahaanAy. Laporan keuangan menggambarkan transaksi yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karateristik ekonominya. Kelompok besar ini merupakan unsur laporan keuangan. Unsur yang berkaitan langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban, dan ekuitas, sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi adalah pengahasilan dan Laporan perubahaan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca. Dengan demikian, kerangka dasar ini tidak mengidentifikasikan unsur laporan perubahaan posisi keuangan secara khusus. Tujuan Laporan Keuangan Seperti diketahui bahwa setiap laporan keuangan yang dibuat sudah pasti memiliki tujuan tertentu. Dalam praktiknya terdapat beberapa tujuan yang hendak dicapai, terutama bagi pemilik perusahaan dan manajemen perusahaan. Secara rinci Kasmir . , mengungkapkan bahwa laporan keuangan bertujuan untuk: Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva . yang dimiliki perusahaan pada saat ini. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Memberikan informasi tentang perubahaan Ae perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan. Memberikan informasi tentnang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan. Informasi keuangan lainnya. Jadi, dengan memperoleh laporan keuangan suatu perusahaan, akan dapat diketahui kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh. Sifat Laporan Keuangan Pencatatan yang dilakukan dalam penyusunan laporan keuangan harus dilakukan dengan kaidah Ae kaidah yang berlaku demikian pula dalam hal penyusunan laporan keuangan didasarkan kepada sifat laporan keuangan itu sendiri. Menurut Kasmir . Dalam praktiknya sifat laporan keuangan dibuat: Bersifat historis, dan Menyeluruh. Bersifat historis artinya bahwa laporan keuangan dibuat dan disusun dari data masa lalu atau masa yang sudah lewat dari masa sekarang. Misalnya laporan keuangan disusun berdasarkan data satu atau beberapa tahun ke belakang ( tahun atau periode sebelumny. Kemudian bersifat menyeluruh maksudnya laporan keuangan dibuat selengkap mungkin. Artinya laporan disusun sesuai standar yang telah ditetapkan. Pembuatan atau penyusunan yang hanya sebagian-sebagian . idak lengka. tidak akan memberikan informasi yang lengkap tentang keuangan suatu perusahaan. Merger Menurut Budi Untung . pengertian Merger adalah proses difusi atau penggabungan dua Perseroan dengan salah satu diantaranya tetap berdiri dengan nama Perseroannya, sedangkan yang lain lenyap dengan segala nama dan kekayaannya dimasukkan dalam Perseroan yang tetap berdiri tersebut. Alasan- alasan Melakukan Merger Menjelaskan tentang alasan Ae alasan melakukan Merger sebagai berikut: Pertumbuhan atau diversifikasi . erusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi persainga. Sinergi. Meningkatkan dan. Menambah keterampilan manajemen atau teknologi. Pertimbangan pajak. Meningkatkan likuiditas pemilik. Melindungi diri dari pengambilalihan. Manfaat Merger Menurut Budi Untung . 9: . tentang manfaat Merger bagi perusahaan adalah sebagai . Mendapatkan cashflow dengan cepat, karena produk dan pasar sudah jelas. Memperoleh kemudahan dana/pembiayaan, karena kreditur lebih percaya dengan perusahaan yang telah berdiri dan mapan. Memperoleh karyawan yang telah berpengalaman. Mendapatkan pelanggan yang telah mapan tanpa harus merintis dariawal. Memperoleh sistem operasional dan administrative yang mapan. Mengurangi risiko kegagalan bisnis, karena tidak harus mencari konsumen baru. Menghemat waktu untuk memasuki bisnis baru. Memperoleh infrastruktur untuk mencapai pertumbuhan yang lebih cepat. Merupakan investasi yang menguntungkan. Memperoleh kendali atas perusahaan lain. Menguasai pasokan bahan baku dan bahan penolong. Melakukan diversifikasi usaha. Memperbesar ukuran perusahaan. Memperkecil risiko usaha. Memperkecil tingkat persaingan usaha. Memperoleh teknologi baru milik perusahaan lain. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian dengan menggunakan data berupa angka baik berupa rasio maupun skala (Agustian et al. , 2. Penelitian ini menggunakan data dari laporan tahunan Bank Syariah Indonesia. Bank Mandiri Syariah. Bank BNI Syariah, dan Bank BRI Syariah, yang selanjutnya dideskripsikan dan dibandingkan. Analisis dilakukan menggunakan metode commond size dengan menghitung setiap pos dari neraca dan laporan laba rugi ketiga bank. Kemudian hasil perhitungan dibandingkan untuk diambil kesimpulan mengenai kualitas keuangan ketiga bank. Objek Menurut Sugiyono . pengertian objek penelitian adalah Ausuatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetakan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Objek peneliatiannya bersumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) melalui situs resmi w. Teknik Pengumpulan Data Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh data, maka metode pengumpulan data merupakan langkah yang paling vital dalam suatu penelitian. Peneliti yang melakukan penelitian tidak akan mendapatkan data yang diinginkan jika tidak mengetahui metode dalam pengumpulan data. Menurut Sugiyono . pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada dasarnya penelitian ini menggunakan analisis common size yang analisis laporan keuangan dengan membandingkan setiap pos dalam neraca dan laporan laba rugi yang telah dihitung dalam bentuk presentasi yang selanjutnya akan dibandingkan dengan tahun sebelumnya (RifaAoi et al. , 2. Penghitungan common size dilakukan dengan rumus (Rininda et al. , 2. Neraca = ycuycyycuycuycu ycayca X 100% ycuyca ycoycnyca ycaycayc ycaycnyca Laba rugi = ycuycyycuycuycu ycayca ycycn X 100% ycuycaycuycaycyycaycaycu Tabel. 1 Laporan Keuangan BRI Syariah BNI Syariah Mandiri Syariah Kas 2,0% Giro Pada Bank Indonesia Total BSI RataRata 0,8% 0,9% 1,2% 1,5% 2,8% 12,4% 7,6% 7,6% 7,7% Giro pada Bank Lain 3,2% 1,1% 3,5% 2,6% 0,7% Investasi pada Surat Berharga 22,7% 24,8% 12,9% 20,1% 25,3% Tagihan akseptasi 0,1% 0,2% 0,1% 0,2% 0,6% Piutang Murabahah 39,5% 36,0% 26,3% 33,9% 38,1% Piutang Istishna 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% Piutang Ijarah 0,1% 0,0% 26,3% 8,8% 0,1% Piutang Qard 0,5% 2,7% 4,2% 2,5% 3,4% Pembiayaan mudharobah 0,5% 2,7% 0,5% 1,2% 0,6% Pembiayaan musyarakah 24,7% 16,3% 16,0% 19,0% 20,2% Aset ijarah 1,9% 0,4% 0,1% 0,8% 0,3% Aset tetap dan hak guna 0,8% 2,2% 1,0% 1,3% 1,5% Aset lain-lain 1,3% 0,6% 0,7% 0,9% 0,6% Liabilitas segera 1,5% 0,3% 1,5% 1,1% 1,0% Bagi hasil yang harus dibagikan 0,4% 0,2% 0,3% 0,9% 0,3% Akun. Asset Liabilitas Simpanan WadiAoah 89,2% 96,4% 91,9% 92,5% Simpanan dari Bank lain 4,0% 0,1% 0,3% 1,5% 0,2% Kewajiban akseptasi 0,3% 0,5% 0,8% 0,5% 0,8% Utang pajak 1,2% 0,5% 0,8% 0,8% 0,8% Liabilitas imbalan kerja 0,3% 0,5% 0,0% 1,4% Liabilitas lain-lain 3,1% 1,5% 4,8% 3,1% 3,6% Sumber: Data Laporan Keuangan yang diolah Dalam perhitungan data yang telah diolah menunjukkan bahwa Tabel 1. 1 memiliki posisi keuangan, dimana Bank BRI Syariah. Bank BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah, serta Bank BSI. Dapat diketahui terdapat kenaikan aset pada pos kas sebesar 0,3%. Dari data tersebut menunjukkan peningkatan aset yang berupa kas mengindikasikan minat masyarakat terhadap Bank Syariah Indonesia juga semakin bertambah. Tidak hanya dalam peningkatan giro pada Bank Indonesia peningkatan aset berupa kas dan peningkatan liabilitas juga mempengaruhi meningkatnya piutang murabahah dan pembiayaan musyarakah yang diberikan kepada nasabah. Investasi juga mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dari total aset yang dimiliki oleh Bank sebelum adanya merger. Dalam pemerolehan data yang diolah dimana Tingginya tingkat piutang, pembiayaan, serta investasi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, sehingga memungkinkan perusahaan dapat memperoleh keuntungan lebih tinggi. Tabel. 2 Laporan Laba Rugi BRI Syariah BNI Syariah Mandiri Syariah Pendapatan jual beli 46,6% Pendapatan bagi hasil Total BSI RataRata 50,8% 44,8% 47,4% 48,9% 28,8% 21,5% 22,2% 24,2% 21,4% Pendapatan ijarah 3,2% 0,4% 0,4% 1,3% 0,4% Pendapatan operasional lainnya 13,9% 23,2% 13,1% 16,7% 14,9% Pendapatan usaha lainnya 7,7% 4,1% 19,5% 10,4% 14,5% Gaji dan Tunjangan 43,0% 58,8% 15,5% 39,1% 51,1% Administrasi 42,9% 28,9% 34,8% 45,2% Bonus WadiAoah 3,0% 0,0% 3,4% 2,1% 1,4% Lain-lain 11,3% 12,4% 6,3% 10,0% 2,4% Laba . ibagi total pendapata. 9,2% 16,7% 18,4% 19,7% Laba usaha 8,6% 16,1% 18,3% 14,3% 22,1% Laba Rugi Pendapatan Opersaional Beban Usaha Laba sebelum Zakat 5,3% 11,8% 13,4% 10,2% 14,5% Laba bersih 9,2% 16,7% 18,4% 14,8% 19,7% Sumber: Data Laporan Keuangan yang diolah Berdasarkan hasil analisis di atas diketahui bahwa beberapa pos pendapatan Bank Syariah Indonesia mengalami peningkatan jika dibandingkan total pendapatan usaha lainnya sebelum dilakukan merger. Setelah dilakukan merger menujukkan bahwa kenaikan tingkat pendapatan paling besar terjadi pada pos pendapatan usaha lainnya yang mengalami kenaikan hampir 4,1% sedangkan pendapatan bagi hasil sebelum merger paling besar dimiliki oleh Bank Mandiri Syariah secara aktual, namun secara persentase paling besar dimiliki oleh Bank BRI Syariah. Dapat dilihat dari pos beban usaha secara keseluruhan mengalami kenaikan utamanya pada pos gaji dan tunjangan sehingga menimbulkan banyak beban yang dikeluarkan oleh cabang dan karyawan gabungan. Dapat diartikan bahwa naiknya beban usaha Bank Syariah Indonesia diikuti dengan kenaikan laba perusahaan. Terdapat peningkatan kualitas keuangan sehingga berdampak pada kemampuan Bank Syariah dalam memenuhi permintaan keuangan masyarakat. Dengan adanya peningkatan ini juga menunjukkan peran Bank Syariah dalam prospek kualitas hidup masyarakat melalui pembiayaan baik konsumsi maupun kerja sama. Kesimpulan Dalam penelitian diatas dapat diketahui adanya kenaikan aset pada pos kas sebesar 0,3%, yang menunjukkan adanya peningkatan aset berupa kas sehingga dapat di indikasikan bahwa minat masyarakat terhadap Bank Syariah Indonesia juga bertambah. Kenaikan tingkat pendapatan paling besar terjadi pada pos pendapatan usaha lainnya yang mengalami kenaikan hampir 4,1%. Pendapatan bagi hasil sebelum merger paling besar dimiliki oleh Bank Mandiri Syariah secara aktual, namun secara persentase paling besar dimiliki oleh Bank BRI Syariah dari hasil pembahasan di dapat bahwa analisis common size dan perbandingan persentase pada laporan keuangan diketahui bahwa secara keseluruhan kemampuan Bank Syariah Indonesia setelah merger semakin meningkat yang ditunjukkan dengan kenaikan beberapa pos aktiva, pasiva, maupun pendapatan operasional. Daftar Pustaka