Hambatan dalam Menciptakan Lingkungan Bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Munawaroh Pekanbaru Alfitri Universitas Islam Riau Email: alfitrizulkifli2017@gmail. Harif Supriyady Universitas Islam Riau Email: harifsupriady@fis. Saproni Universitas Islam Riau Email: safroni. ahmad@edu. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi hambatan dalam menciptakan lingkungan bahasa arab di Pesantren Al-Munawaroh Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hambatan dalam menciptakan lingkungan bahasa di Pesantren Al-Munawaroh Pekanbaru. Kerangka teori yang digunakan adalah teori Lingkungan bahasa arab dengan indicator lingkungan formal dan informal, dengan indikator adanya pengajian kitab salaf, ada kurikulum modern, mempunyai indepedensi dalam menuntukan kebijakan dan ada ruang kreativitas. Hasil penelitian menunjukkan, pelaksanaan menciptakan lingkungan bahasa arab belum berjalan maksimal. Hal ini dikarenakan beberapa alasan, seperti bukan tujuan utama dalam program madrasah, belum dibuatnya Regulasi tentang lingkungan bahasa arab, tidak adanya saling melakukan koordinasi antar penggerak bahasa dalam menciptakan lingkungan bahasa arab, minimnya tenaga penggerak dan pengajar bahasa arab yang kompeten, dan tidak adanya fasilitas yang mendukung dalam menciptakan lingkungan bahasa arab. Kata Kunci: Hambatan. Lingkungan Bahasa. Pesantren Al-Munawaroh Pekanbaru Abstract This research is motivated by obstacles in creating an Arabic language environment in the Al-Munawaroh Islamic Boarding School in Pekanbaru. The purpose of this study is to identify and analyze obstacles in creating a language environment in the Al-Munawaroh Islamic Boarding School in Pekanbaru. The theoretical framework used is Arabic language environmental theory with formal and informal environmental indicators, with indicators of the study of the Salaf, there is a modern curriculum, has independence in setting policy and there is room for creativity. The results showed, the implementation of creating an Arabic language environment was not running optimally. This is due to several reasons, such as not the main objective in the madrasa program, the regulation of the Arabic language environment has not been made, the lack of coordination between language movers in creating an Arabic language environment, the lack of competent Arabic language movers and instructors, and the lack of facilities which supports the creation of an Arabic language Keywords: Obstacles. Language Environment. Pesantren Al-Munawaroh Pekanbaru Alfitri. Harif Supriyady. Saproni Pendahuluan Bahasa merupakan rangkaian kebiasaan yang saling berhubungan. Suatu perbuatan akan menjadi kebiasaan apabila perbuatan tersebut dilakukan berkali-kali. Oleh karena itu, dalam meningkatkan kebiasaan tersebut sangat penting untuk memberikan sitimulus khusus, sehingga kemahiran berbahasa dapat berkembang menjadi lebih baik. Dalam hal pembelajaran bahasa, lingkungan bahasa dipandang penting karena menjadi wahana pemerolehan bahasa bagi pembelajar Lingkungan bahasa perlu dibentuk guna mengasah keterampilan berbahasa secara alami. Mengenai pentingnya lingkungan bahasa. Muhbib dalam penelitiannya menyatakan, bahwa penciptaan lingkungan bahasa dapat membiasakan keterampilan berbahasa aktif, yang merupakan proyek masa depan keberbahasaan. Dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa lingkungan adalah sumber yang sangat berpengaruh untuk membantu siswa dalam mahir dalam berbahasa Arab. Sebagaimana yang telah diterapkan pada pesantren-pesantren modern di kota Pekanbaru. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pondok pesantren modern dinilai berhasil dalam menciptakan lingkungan berbahasa. Namun di sisi lain pesantren salaf tidak terlalu fokus dalam penciptaan lingkungan berbahasa. Lalu, bagaimanakah pesantren Al-Munawaroh sebagai pesantren semi salaf-semi modern dalam menciptakan lingkungan berbahasa Arab di kalangan para santrinya. Artikel ini mengungkapkan hambatan apa saja dalam persoalan lingkungan bahasa pada pesantren Al-Munawaroh sebagai pesantren semi salaf-semi modern. Lingkungan Bahasa Muljanto. Pengajaran bahasa asing: sebuah tinjauan dari segi metodologi. (Jakarta: Bulan Bintang, 2. Hal. Muhbib Abdul Wahhab. Epistemologi & Metodologi Pembelajaran Bahas Arab. (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN, 2. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Alfitri. Harif Supriyady. Saproni Lingkungan bahasa sangat penting bagi seorang pembelajar bahasa, untuk bisa berhasil dalam belajar bahasa baru. Pengenalan yang dilakukan oleh guru di dalam kelas akan menentukan proses belajar bahasa yang dialami oleh pembelajar. Roekhan menyebutkan. Lingkungan Bahasa dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk, yaitu: Lingkungan Formal, dan Lingkungan Informal. Untuk Lingkungan Formal, itu didefinisikan sebagai salah satu lingkungan belajar bahasa, yang memfokuskan pada penguasaan kaidah atau aturan bahasa secara sadar dalam bahasa target. Lingkungan Formal memiliki beberapa ciri, yaitu: . bersifat artifisial, dan . di dalamnya pembelajar bahasa diarahkan untuk melakukan aktivitas bahasa, yang menampilkan kaidah-kaidah bahasa yang telah dipelajarinya, dan telah diberikan umpan balik oleh guru. Serta . , menjadi bagian dari keseluruhan pengajaran bahasa di sekolah. Menurut Tengsoe, ada empat hal dari lingkungan bahasa yang berpengaruh dalam Pembelajaran bahasa kedua, yaitu : . sifat alami bahasa sasaran, . cara pembelajar dalam berkomunikasi, . persediaan acuan kongkret, dan . model bahasa sasaran. Bahasa Arab di Pesantren Bahasa Arab yaitu alat komunikasi yang berupa kata atau ucapan secara lisan diucapkan oleh orang bangsa Arab dalam mengungkapkan hal yang ada di hati, otak, dan benak mereka. Dengan turunnya AlQurAoan membawa kosa kata baru dengan jumlah yang luar biasa banyaknya menjadikan bahasa arab menjadi suatu bahasa yang paling sempurna, baik dalam kosa kata, makna, gramatikal, dan ilmu lainnya. Di Indonesia bahasa Arab bisa jadi sebagai bahasa kedua . lLughah at-Tsaniya. , dan bisa juga sebagai bahasa asing. Bahasa Arab bukan merupakan bahasa pergaulan sehari-hari, maka bagi lingkungan atau masyarakat pada umumnya bahasa Arab merupakan bahasa asing. Di sekolah-sekolah bahasa Arab, tidak digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran, tetapi sebagai mata pelajaran yang Nurhadi dan Roekhan. Peranan Lingkungan Formal Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua. (Bandung: Penerbit Sinar Baru Algensindo. Septermber 2. Cet-2. Hal. Nurhadi dan Roekhan. Peranan Lingkungan Formal Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua. (Bandung: Penerbit Sinar Baru Algensindo. Septermber 2. Cet-2. Hal. Nurhadi dan Roekhan. Peranan Lingkungan Formal Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua. (Bandung: Penerbit Sinar Baru Algensindo. Septermber 2. Cet-2. Hal. Nurhadi dan Roekhan. Peranan Lingkungan Formal Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua. (Bandung: Penerbit Sinar Baru Algensindo. Septermber 2. Cet-2. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Alfitri. Harif Supriyady. Saproni terdiri dari beberapa materi. Secara formal, bahasa Arab merupakan bahasa asing. Karena sebagai bahasa yang tergolong asing, sistem pembelajaran bahasa Arab adalah bahasa asing, mulai dari tujuan, materi, sampai kepada metode pembelajaran. Dengan demikian, pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa asing . l-Lughah al-Ajnabiyya. Jika terdapat kalangan tertentu di Indonesia yang menganggap bahasa Arab bukan bahasa asing, maka hal itu tidak resmi karena di luar patokan yang telah ditetapkan. Sama halnya dengan pembelajaran bahasa pada umumnya, bahasa Arab juga memiliki empat keterampilan. yaitu: . keterampilan menyimak, . keterampilan berbicara, . keterampilan membaca, dan . keterampilan menulis. Mata pelajaran bahasa arab merupakan suatu mata pelajaran yang diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan dan membina kemampuan serta menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa arab baik Reseptif maupun Produktif. Kemampuan Resertif yaitu kemampuan untuk memahami pembicaraan orang lain dan memahami bacaan. Kemampuan Produktif adalah kemampuan dalam menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, baik secara lisan atau tulisan. Kemampuan berbahasa Arab serta sikap positif terhadap bahasa Arab tersebut sangat penting dalam membantu memahami Al-QurAoan. Hadits, dan kitab-kitab bahasa Arab yang berkenaan dengan Islam bagi peserta didik. Pengertian pesantren berasal dari kata santri dengan imbuhan pean, sehingga berarti tempat tinggal santri. Soegarda Poerbakawatja yang dikutip oleh Haidar Putra Daulay, mengatakan pesantren berasal dari kata santri, yaitu seseorang yang belajar agama Islam, sehingga dengan demikian pesantren mempunyai arti, tempat orang berkumpul untuk belajar agama Islam. Dan ada juga yang mengartikan pesantren sebagai suatu lembaga pendidikan Islam Indonesia yang bersifat tradisional untuk mendalami ilmu tentang agama Islam dan mengamalkannya sebagai pedoman hidup keseharian. Acep Hermawan. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. (Bandung: Rosda. April Cet-4. Hal. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional. (Bandung: Rosda, 2. Hal. Haidar Putra Daulay. Pendidikan Islam di Indonesia. (Jakarta: Prenadamedia Group. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Alfitri. Harif Supriyady. Saproni Seiring dengan laju perkembangan masyarakat, pendidikan pesantren baik tempat, bentuk hingga substansinya telah jauh mengalami perubahan. Pesantren tidak lagi sesederhana seperti apa yang digambarkan seseorang, akan tetapi pesantren dapat mengalami perubahan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan zaman. Menurut Yacub yang dikutip oleh Khozin, mengatakan bahwa ada beberapa pembagian pondok pesantren dan tipologinya, yaitu:10 Pesantren Salafi, yaitu pesantren yang tetap mempertahankan pelajarannya dengan kitab-kitab klasik dan tanpa diberikan pengetahuan umum. Model pengajarannya juga sebagaimana yang lazim diterapkan dalam pesantren salaf, yaitu dengan metode sorogan dan weton. Pesantren Khalafi, yaitu pesantren yang menerapkan sistem pengajaran klasikal . , memberikan ilmu umum dan ilmu agama, serta juga memberikan pendidikan keterampilan. Pesantren Kilat, yaitu pesantren yang berbentuk semacam training dalam waktu relatif singkat, dan biasanya dilaksanakan pada waktu libur sekolah. Pesantren ini menitik beratkan pada keterampilan ibadah dan kepemimpinan. Sedangkan santrinya terdiri dari siswa sekolah yang dipandang perlu mengikuti kegiatan keagamaan dipesantren kilat. Pesantren terintegrasi, yaitu pesantren yang lebih menekankan pada pendidikan vocasional atau kejuruan, sebagaimana balai latihan kerja di Departemen Tenaga Kerja, dengan program yang Sedangkan santrinya mayoritas berasal dari kalangan anak putus sekolah atau para pencari kerja. Menurut Jamal MaAomur Asmani . alam M. Affan, dkk. 3:7-. Pesantren semi salaf-semi modern, seperti Pesantren Tebuireng dan Mathaliul Falah Kajen. Karakteristik pesantren model ini adalah sebagai berikut, yaitu: Adanya pengajian kitab salaf . eperti taqrib, jurumiyah, dan taAolimul mutaAoalim. Ada kurikulum modern . eperti bahasa Inggris, fisika, matematika dan Mempunyai independensi dalam menentukan arah dan kebijakan. Khozin. Jejak-jejak Pendidikan Islam di Indonesia. (Malang: UMM Press, 2. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Alfitri. Harif Supriyady. Saproni Ada ruang kreativitas yang terbuka lebar untuk para santri . eperti berorganisasi, membuat buletin, majalah, mengadakan seminar, diskusi, dan bedah buk. Kelemahan dari pesantren model ini yaitu: Santri kurang menguasai secara mendalam terhadap khazanah klasik. Bergesernya keyakinan terhadap barakah, tawadhu, dan zuhud, dan orientasi ukhrawi. Perjuangan kepada masyarakat menjadi berkurang. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Al-Munawaroh Pekanbaru. Untuk melengkapi data yang diperlukan dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah: Metode observasi. Interview atau wawancara dan Dokumentasi. Teknik Analisis Data dalam penelitian ini menggunakan analisa data deskriptif kualitatif. Sejarah Singkat Pondok Pesantren Al-Munawaroh C Pendirian Pondok Pesantren Al-Munawwarah adalah lembaga pendidikan islam yang didirikan oleh Yayasan Syekh Burhanuddin pada tanggal 15 syawal 1406 H/ 21 Juni 1986 dengan maksud dan tujuan : Ay untuk mencetak ulama yang intelektual dan pemimpin ummat, berilmu dan kreatif, terampil dan mandiri, serta beriman dan bertaqwa kepada ALLAH SWTAy. C Visi AuMENGHASILKAN LULUSAN YANG BERILMU. BERIMAN. BERTAQWA. BERAKHLAQ MULIA. MANDIRI DAN TERAMPILAy C Misi Memberikan ilmu dan pendidikan yang akan membentuk pribadi yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia dan mandiri. Menanamkan sikap disiplin, aktif, dan kreatif. Menanamkan rasa persaudaraan yang mendalam dengan C Tingkat masa pendidikan Jenjang pendidikan yang berlangsung di pondok pesantren AlMunawwarah terdiri dari 2 jenis, yaitu : tahun program MTs dan MA 1 . tahun program takhassus. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Alfitri. Harif Supriyady. Saproni C Kurikulum Kurikulum DEPAG Kurikulum DIKNAS Kurikulum Pondok . husus mempelajari kitab-kitab kuning/ kutubut turat. Tenaga pengajar di pondok pesantren Al-Munawwarah datang dari berbagai lembaga pendidikan dan disiplin ilmu, sebagai bidang studi agama. Ustadz dan Ustadzah lulusan pondok pesantren dari jawa, sumatera, alumni pondok pesantren AlMunawwarah dan para sarjana lulusan dari berbagai perguruan tinggi agama bidang studi umum, tenaga pengajar lulusan perguruan tinggi umum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pondok Pesantren Al-Munawwarah sebagai berikut: Ijazah MTs . erakreditasi A) dan MA . erakreditasi B) diberikan bagi santri yang lulus mengikuti UN Ijazah pondok diberikan pada akhir jenjang pendidikan pondok . amat kelas VII). Lingkungan Berbahasa Lingkungan bahasa arab merupakan sebuah wadah yang sangat penting bagi santriwan untuk mendukung mereka agar mampu berkomunikasi dalam berbahasa arab sehingga terciptalah lingkungan bahasa arab yang baik. Lingkungan bahasa arab merupakan sebuah wadah yang sangat penting bagi santriwan untuk mendukung mereka agar mampu berkomunikasi dalam berbahasa Arab sehingga terciptalah lingkungan bahasa arab yang baik. Berdasarkan wawancara dengan Kepala MTs Pesantren AlMunawaroh Ustadz Khairisyadi. Pd, pelaksanaan menciptakan Lingkungan bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Munawaroh belum maksimal berjalan karena ini bukan menjadi tujuan utama dalam program madrasah. Tetapi dalam hal ini, beliau tetap memberikan dukungan sangat penuh untuk menciptakan lingkungan bahasa arab walaupun beliau bukan berasal dari latar pendidikan jurusan bahasa Arab. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Alfitri. Harif Supriyady. Saproni Pelaksanaan menciptakan lingkungan bahasa arab belum maksimal berjalan karena masih kurangya tenaga pengajar yang Namun upaya dalam bentuk dukungan menciptakan lingkungan bahasa Arab terus dilakukan meski dengan beragam kendala yang ada. Secara Formal Salah satu bentuk dukungan Kepala Sekolah Mts Al-munawarah adalah membuat program untuk santriwan dalam berpidato dan muhaddasah dengan berbahasa arab di depan kantor setiap pagi selain jumAoat dan minggu sebelum masuk proses pembelajaran sekolah. Sayangnya terobosan untuk menciptakan lingkungan bahasa arab belum ada dan belum dilakukan di pesantren alMunawaroh. Minimnya pengetahuan akan bahasa Arab dan tidak semua guru paham bahasa Arab menjadikan kendala utama dalam melakukan terobosan. Selain itu, regulasi yang tidak ada terkait lingkungan berbahasa menghambat percepatan penciptaan lingkungan berbahasa di pesantren al-Munawaroh. Reward and punishment bagi para pelanggar bahasa memang Mereka yang melanggar mendapatkan hukuman, sedang yang tidak melanggar mendapatkan pujian. Untuk menjaga stabilitas budaya Reward and punishment di pesantren AlMunawaroh diberlakukanlah jasus atau mata-mata sesama santri atau siswa. Program jasus ini terus berjalan setiap harinya dengan jumlah jasus yang ditentukan oleh guru bahasa Arab dan penggerak bahasa Arab. Keseriusan pesantren al-Munawaroh dalam menciptakan lingkungan berbahasa bukan isapan jempl. Dana untuk menciptakan lingkungan berbahasa Arab di pesantren ini digelontorkan dalam jumlah yang cukup besar. Dana ini diupayakan untuk melengkapi fasilitas lingkungan berbahasa baik sarana belajar, rujukan atau referensi, dan asesoris lingkungan berbahasa lainnya. Catatan penulis, sumber daya guru dalam menciptakan lingkungan berbahasa sangat penting dan utama. Dapat dikatakan mustahil lingkungan berbahasa akan tercipta jika guru dan para pengurus asrama masih rendah kompetensinya dalam bahasa Arab. Sebab, pesantren itu lembaga pendidikan yang menekankan uswah hasanah dan disiplin. Bahasa tidak akan berjalan tanpa disiplin dan El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Alfitri. Harif Supriyady. Saproni disiplin akan sia-sia jika tidak ada suri taudalan yang baik dari para guru dan pengurus atau penggerak bahasa di asrama. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian beserta pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hambatan-hambatan dalam menciptakan lingkungan bahasa Arab di Pondok Pesantren semi salaf dan semi modern bahwa pelaksanaan menciptakan Lingkungan bahasa arab belum maksimal berjalan karena ini bukan menjadi tujuan utama dalam program madrasah. Hal ini disebabkan belum adanya regulasi tentang lingkungan bahasa arab, tidak adanya saling melakukan koordinasi antar penggerak bahasa dalam menciptakan lingkungan bahasa Arab, tenaga penggerak dan pengajar bahasa Arab yang kompeten, dan tidak adanya fasilitas yang mendukung dalam menciptakan lingkungan bahasa Arab. Daftar Pustaka