PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . ISSN . COMPASSIONATE CARE DALAM LAYANAN KESEHATAN: ANALISIS BIBLIOMETRIK, TREN PENELITIAN. DAN KOLABORASI INTERNASIONAL COMPASSIONATE CARE IN HEALTH SERVICES: BIBLIOMETRIC ANALYSIS. RESEARCH TRENDS. AND INTERNATIONAL COLLABORATION Rina Jayanti1,2. Sri Lestari1 1Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, rinajayanti@umpku. sl262@ums. ABSTRAK Meningkatnya perhatian terhadap compassionate care menunjukkan pentingnya pendekatan ini dalam sistem layanan kesehatan. Namun demikian, studi komprehensif tentang penelitian dan tren kolaborasi internasional dalam tema ini masih terbatas. Penelitian ini merupakan kajian bibliometrik dengan pendekatan gabungan metode VOSviewer dan Biblioshiny yang memetakan tren penelitian, kata kunci, kolaborasi internasional yang disertasi pengelompokan tema riset serta relevansinya terhadap pengembangan kebijakan kesehatan di negara berkembang. Analisis bibliometrik diambil dari 1. 884 artikel Scopus. 576 artikel terpilih dari tahun 1986 hingga 2024 dianalisis secara mendalam. Hasil menunjukkan tren peningkatan publikasi sejak 2004 dengan rerata kenaikan 11,99% per tahun dengan 2. 538 penulis dan 2. 012 institusi Tema penelitian terbagi dalam lima klaster yakni compassionate care dan kesejahteraan, perawatan paliatif dan komunikasi akhir hayat, etika, tantangan era pandemi, serta empati. Amerika Serikat . %) dan Inggris . %) menjadi negara dengan kontribusi penelitian terbesar. Hasil penelitian terkait compassionate care menunjukan bukti pentingnya membangun sistem kesehatan yang bermartabat dan berkelanjutan. Kata Kunci: bibliometric, compassionate care, healthcare, nurses ABSTRACT The increasing attention to compassionate care shows the important role of this approach in the health care system. However, comprehensive studies on research and international collaboration trends on this theme are still limited. This study is the first bibliometric study with a combined approach of the VOSviewer and Biblioshiny methods that maps research trends, keywords, international collaborations, dissertations, research theme groups and their relevance to health policy development in developing countries. The bibliometric analysis was carried out using Scopus data covering 1,884 articles. 576 selected articles were analyzed in depth from 1986 to 2024. The results show an increasing trend in publications since 2004 with an average increase of 11. 99% per year. A total of 2,538 authors and 2,012 institutions contributed. The research themes are divided into five clusters: compassionate care and well-being, palliative care and end-of-life communication, ethics, challenges in the pandemic era, and empathy. The United States . %) and the United Kingdom . %) are the countries with the largest research contributions. The results of the study on compassionate care show evidence of the importance of building a dignified and sustainable health system. Keywords: bibliometric, compassionate care, healthcare, nurse http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . ISSN . PENDAHULUAN Dalam bidang kesehatan, perhatian terhadap perawatan compassionate care telah meningkat dalam sepuluh tahun terakhir. Compassionate care melibatkan tindakan empati dan perhatian terhadap penderitaan pasien serta usaha untuk mengurangi atau menghilangkan penderitaan tersebut. Pendekatan ini tidak hanya mengutamakan perawatan fisik namun juga kesejahteraan mental dan emosional pasien (Sinclair et ,2. Compassionate care adalah pendekatan perawatan yang mengedepankan empati, perhatian, dan pemahaman terhadap kebutuhan emosional pasien selain perawatan medis yang diberikan. Pentingnya compassionate care dalam bidang kesehatan menekankan bahwa perawatan ini memperhatikan kualitas pelayanan medis dan kebutuhan emosional pasien (Delaney, 2. Untuk menjaga martabat pasien dan memberikan rasa aman dan dihargai selama proses perawatan, compassionate care adalah cara yang dapat dilakukan. Akibatnya, perawatan yang tulus tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan pengalaman pasien, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat antara tenaga kesehatan dan pasien. Dengan membantu tenaga kesehatan mempertahankan hubungan positif dengan pasien dan mengurangi perasaan terpisah, compassionate care dapat berfungsi sebagai sarana perlindungan terhadap kelelahan emosional ini (Hunsaker et al. , 2. Penelitian tentang compassionate care penting untuk dilakukan karena ada bukti bahwa metode ini menawarkan banyak manfaat bagi penyedia layanan kesehatan maupun pasien. Compassionate care meningkatkan kepuasan pasien dan kenyamanan selama perawatan, yang dapat mempercepat proses penyembuhan fisik dan emosional pasien (Sinclair et al. ,2. Di sisi lain, tenaga kesehatan yang penuh kasih juga dapat mencegah atau mengurangi kelelahan emosional, karena mereka menciptakan lingkungan kerja yang lebih empatik dan mendukung (Sinclair et al. , 2016. Delaney, 2018. Hunsaker et al. , 2. Meskipun literatur tentang compassionate care telah berkembang, namun hingga saat ini belum ada kajian komprehensif yang memetakan kolaborasi riset internasional dan tren penelitian compassionate care di negara berkembang sebagai dasar pengembangan kebijakan kesehatan. Hal ini menimbulkan kesenjangan pemahaman mengenai posisi riset ini dalam konteks global. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur tentang compassionate care dengan menggunakan analisis bibliometri untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai tren penelitian terkait compassionate care berdasarkan jumlah publikasi, penulis, keyword dengan tema, negara, dan institusi yang berpartisipasi dalam penelitian, sumber publikasi hingga referensi yang dihasilkan. Penelitian ini juga mengeksploras perkembangan tema compassionate care dan implikasinya terhadap kebijakan kesehatan di negara-negara berkembang. Dengan menggunakan metode bibliometrik, peneliti melakukan analisis literatur terbaru tentang compassionate care yang dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional. METODE PENELITIAN Sumber data dan strategi pencarian Penelitian ini menggunakan analisa bibliometrik mengikuti rekomendasi dari Garza-Reyes . Proses ini dilakukan secara sistematis dan menggunakan tahaptahap yang eksplisit, sehingga prosesnya dapat diulang oleh peneliti lain. Metode ini mengambil artikel tentang compassionate care dari basis data Scopus meskipun database seperti PubMed. Lens, dan Web of Science menawarkan beberapa keuntungan. Scopus adalah basis data kutipan ilmiah terbesar di dunia dan terkemuka karena mencakup literatur ilmiah dari semua disiplin ilmu, termasuk psikologi, serta berbagai jenis jurnal, termasuk jurnal yang telah melalui proses tinjauan sejawat, prosiding konferensi, dan publikasi ilmiah. Scopus juga dikenal karena kriteria seleksi yang ketat dan prosedur pengendalian kualitasnya, yang memastikan bahwa sumber artikelnya terkini dan berdampak besar. Selain itu, scopus menawarkan metadata dan terminologi pengindeksan yang terstandar sehingga memudahkan pengumpulan dan analisis data. Untuk mencegah bias yang disebabkan oleh pembaruan harian scopus, penulis menyelesaikan pencarian literatur pada tanggal 23 November 2024. Sebanyak 1. artikel ditemukan sebagai hasil dari pencarian awal di database scopus dengan keyword "compassion*care". Peneliti hanya memilih artikel dalam bentuk jurnal yang digunakan sebagai data penelitian ini untuk mendapatkan artikel terbaru dan mengeksplorasi tren penelitian, dengan search query sebagai berikut: http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 TITLE-ABS-KEY ("compassion*care") AND (LIMIT TO(SRCTYPE,"j")) AND (LIMITTO(OA "all")) AND (LIMIT-TO(DOCTYPE,"ar")) AND (LIMIT-TO(LANGUAGE , "English")). Dengan menggunakan search query diatas, diperoleh setidaknya 576 artikel asli dan dalam bahasa Inggris yang berjenis open acces. Literatur non-bahasa Inggris dan grey literature seperti laporan, buku, dan preprint dikecualikan untuk menjaga validitas dan keterbandingan antar dokumen peer-reviewed. Hal ini mengikuti standar bibliometrik yang digunakan dalam penelitian terdahulu (Garza-Reyes, 2. Untuk mencegah bias dalam analisis, data dari artikel yang telah dikumpulkan, dilakukan cleaning data. Proses cleaning data dilakukan dengan menghapus duplikasi artikel, standardisasi nama penulis, standardisasi institusi dan pengelompokan keyword menggunakan Open Refine. Setelah diperbaiki, artikel dalam file yang memiliki ekstensi excel dan bibtex digunakan untuk analisis bibliometri dan visualisasi. Bibliometrik digunakan untuk mengekstrak informasi seperti angka, sitasi, negara, institusi, penulis, jurnal, referensi, dan keyword. Dalam penelitian ini, analisis didasarkan pada data awal yang diekstraksi. Untuk analisis keyword, penulis menggunakan platform open refine untuk menggabungkan keyword dengan sinonimnya masing-masing dalam memastikan Analisis bibliometrik menggunakan vosviewer dan biblioshiny sebagai langkah selanjutnya. Analisis grafik kolom dan garis digunakan untuk menganalisis tren publikasi tahunan dan total sitasi. Platform analisis bibliometrik dan biblioshiny digunakan untuk memetakan hasil publikasi dalam dua bentuk yang berbeda. Analisis co-occurance bibliometric, analisis cluster, analisis co-citation, dan analisis tren penelitian dapat dilakukan dengan vosviewer. Hubungan antara elemen ditunjukkan oleh garis antara Garis yang lebih tebal menunjukkan bahwa hubungan antar elemen semakin dekat. Vosviewer digunakan untuk melakukan analisis visualisasi. Peta visualisasi jaringan yang menggabungkan 26 keyword dalam lima klaster ditunjukan pada gambar 4. Hasil klasterisasi divalidasi dengan merujuk literatur utama serta melalui diskusi terbatas dengan pakar bidang keperawatan dan psikologi kesehatan. Focus grup discussion ( FGD) bersama lima orang yang terdiri dari tiga orang perawat senior dan dua orang tenaga medis yang merupakan praktisi bidang kesehatan dan unsur manajemen di http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 rumah sakit. Validasi ini bertujuan memastikan bahwa hasil klaster memiliki relevansi teoritis dan praktis dalam ranah yang diteliti (Donthu et al. , 2. HASIL Tren global umum Studi bibliometrik ini mencakup publikasi dari tahun 1986 hingga 2024 dan menunjukkan perkembangan literatur selama hampir empat puluh tahun. Selama periode ini, 576 dokumen dari 338 sumber jurnal diterbitkan. Tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata literatur dalam bidang ini tercatat sebesar 11,99%. Ini menunjukkan tren yang signifikan mengenai tema compassionate care. Penelitian terdahulu melibatkan 538 penulis, dan hanya 52 artikel dengan penulis tunggal. Jumlah rata-rata penulis per dokumen adalah 4,95, yang menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi ilmiah dalam topik ini. Selain itu, proporsi kolaborasi internasional yang signifikan sebesar 20,31% menunjukkan perhatian global terhadap masalah ini. Dokumen-dokumen yang dikaji rata-rata berusia 4,84 tahun dalam hal kedalaman penelitian, menunjukkan bahwa topik ini cukup berkembang dan relevan saat ini. Setiap dokumen memperoleh rata-rata 16,64 kutipan, menunjukkan pengaruh akademis yang signifikan dari penelitian yang Keseluruhan informasi diatas dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Informasi biblioshiny mengenai tren penelitian compassionate care Penelitian tentang compassionate care telah dimulai sejak tahun 1986 dengan satu publikasi dan beberapa publikasi sampai tahun 2003, jumlah artikel masih sangat sedikit, dengan hanya 7 artikel per 5 tahun. Namun, setelah tahun 2004, tren penelitian tren terus http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 berkembang, dalam hal jumlah publikasi. Tren penelitian tentang compassionate care berdasarkan jumlah artikel yang diterbitkan setiap tahun ditunjukan pada gambar 2. Gambar 2. Tren riset compassionate care Analisis penulis Sebanyak 2. 538 penulis berkontribusi terhadap 576 artikel. 10 penulis terbanyak sinclair, shane . Calcalzadilla-nyyez. Aracelis . Kemper. Kathi j. Reyes-reyes. Alejandro . Dyaz-narvyez. Vyctor Patricio . Tierney. Stephanie . Sansy. Noemi . Lown. Beth a . Galiana. Laura . Williams. Allison . Trzeciak. Stephen . penulis terbagi menjadi 3 cluster ketika minimum jumlah dokumen setiap penulis adalah 2 dan terdapat 177 penulis yang menerbitkan lebih dari 2 artikel. Perbedaan ini disebabkan karena beberapa penulis tidak terhubung satu dengan yang lain, yang menunjukkan kurangnya hubungan kerja sama antar penulis. Visualisasi analisis penulis dapat dilihat pada gambar 3. Sepuluh penulis tertinggi yang aktif menulis dengan tema compassionate care ditunjukkan pada tabel 1. Gambar 3. Visualisasi analisis penulis http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 1. Sepuluh besar penulis artikel dengan tema compassionate care Penulis Jumlah dokumen Sinclair. Shane Calzadilla-Nyyez. Aracelis Kemper. Kathi J. Reyes-Reyes. Alejandro Dyaz-Narvyez. Vyctor Patricio Tierney. Stephanie Sansy. Noemy Lown. Beth A. Galiana. Laura Williams. Allison Trzeciak. Stephen Jumlah total kekuatan Analisis keyword Berdasarkan 1. 578 kata kunci dengan minimal co-occurance of keyword 10, didapatkan 26 keyword yang terseleksi. Vosviewer digunakan untuk melakukan analisis Peneliti melakukan diskusi terkait hasil klaster dengan pakar bidang keperawatan dan psikologi kesehatan sebagai validasi dalam memastikan hasil klaster memiliki relevansi teoritis dan praktis dalam ranah compassionate care. Klaster merah terbesar memiliki 8 keywords, dan terdiri dari empat klaster. Klaster pertama fokus pada compassionate care dan kesejahteraan emosional, klaster kedua fokus pada perawatan paliatif dan akhir hidup, klaster ketiga fokus pada komunikasi dan pendidikan dalam pelayanan kesehatan, klaster keempat fokus pada etika dan tantangan dalam konteks pandemi, dan klaster kelima fokus pada empati dan perkembangan profesional dalam layanan kesehatan. Peta visualisasi jaringan yang menggabungkan 26 keyword dalam lima cluster ditunjukan pada gambar 4. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Gambar 4. Visualisasi author keyword Analisis Tematik Tema tema penelitian tentang compassionate care berkaitan dengan beberapa keywords diantaranya empathy, self-compassion, mindfulness, palliative care, patient experience, medical education, burnout, end of life. Dua keyword utama yang paling sering muncul adalah compassion dan compassionate care, ini merupakan fokus utama dari penelitian penelitian ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran compassionate care menjadi perhatian bagi tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang lebih bermartabat. Tema tentang empati dan pendidikan kesehatan menjadi perhatian karena mengindikasikan pentingnya compassionate care sejak masa pendidikan. Tema tentang kesehatan mental juga muncul dalam berbagai penelitian compassionate care. Gambar 5. Visualiasi overlay author keyword http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Sejak tahun 2021, penelitian compassionate care lebih banyak dikaitkan dengan Covid 19, perawat, kesehatan mental, medical education. Penelitian terkini bergeser ke arah kesejahteraan tenaga kesehatan, implikasi etis selama pandemi, dan pentingnya pelatihan empati dalam pendidikan kedokteran. Hal ini mencerminkan evolusi pendekatan perawatan yang lebih holistik dan berpusat pada manusia. Analisis negara Negara-negara dengan kontribusi ilmiah yang signifikan dalam topik compassionate care, lebih banyak terletak di belahan dunia Barat, khususnya di Amerika Utara dan Eropa. Peta yang menunjukkan negara penghasil produksi ilmiah di seluruh dunia dapat dilihat pada gambar 6. Gambar 6. Peta produksi artikel berdasarkan negara Amerika Serikat (AS) memiliki produksi ilmiah tertinggi dalam bidang compassionate care, mencapai 33%, dan merupakan pusat kolaborasi internasional. Selain itu. Eropa, yang terdiri dari Inggris . %). Jerman . %). Spanyol . %), dan Belanda . %), memberikan kontribusi yang signifikan untuk penelitian ilmiah global. Meskipun dengan tingkat yang lebih rendah. Kanada . %) dan Australia . %) beberapa negara Asia dan Amerika Latin, seperti China . %) dan Iran . %), turut berkontribusi. Namun, wilayah Afrika Sub-Sahara, beberapa bagian Asia dan Oseania, termasuk Ethiopia . %), memiliki kontribusi ilmiah yang lebih rendah, hal tersebut kemungkinan mencerminkan tantangan mendapatkan akses ke sumber daya dan fasilitas riset. Secara http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 umum, negara dengan ekonomi dan infrastruktur riset yang lebih maju, terutama di Amerika Utara dan Eropa, memiliki kontribusi ilmiah yang lebih besar, sementara negara dengan keterbatasan sumber daya cenderung memiliki produksi ilmiah yang lebih Tabel 2 menunjukkan 10 besar negara dengan produksi ilmiah terbanyak. Tabel 2. Sepuluh besar negara dengan produksi ilmiah terbanyak Peringkat Negara Amerika Serikat Inggris Kanada Australia Iran Ethiopia China Belanda Jerman Spanyol Frekuensi Persentase Penerbitan artikel penelitian terkait compassionate care dapat dilakukan oleh satu negara dan juga kolaborasi antar negara. Terdapat 39 negara yang melakukan kolaborasi penulisan dengan tema compassionate care yaitu : Inggris . Amerika Serikat . Netherland . Australia . Norwegia . Spanyol . Italia . Yunani . , dan Canada . Negara negara tersebut banyak berkolaborasi dengan berbagai negara sebagaimana yang terdapat gambar 7. Gambar 7. Peta kolaborasi penulisan artikel antar negara http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Sepuluh besar negara yang terlibat dalam kolaborasi penelitian tentang compassionate care dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. 10 besar negara dalam kolaborasi penulisan Peringkat Negara Inggris Amerika Serikat Belanda Australia Norwegia Spanyol Italia Yunani Kanada Israel Frekuensi Jumlah negara kolaborasi Gambar 8. Pola kolaborasi antar negara Visualisasi dalam Gambar 8 menunjukkan bahwa kontribusi penelitian masih terpusat pada negara-negara maju, sedangkan negara berkembang mulai muncul dalam jaringan kolaboratif namun belum dominan. Ukuran node yang besar dan jumlah koneksi yang luas menunjukkan bahwa kedua negara tersebut merupakan pusat jaringan kolaborasi ilmiah global, menjadi mitra utama bagi banyak negara lain, baik negara maju http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 maupun negara berkembang. Ini menegaskan posisi negara maju sebagai pemimpin dalam produksi pengetahuan dan pengaruh ilmiah. Di sisi lain, negara-negara berkembang seperti India. Iran. Etiopia, dan Afrika Selatan mulai menunjukkan keterlibatan dalam jaringan kolaboratif global, meskipun dengan intensitas yang masih Negara-negara di Asia Tenggara khususnya Indonesia belum menunjukkan adanya kolaborasi penelitian tentang compassionate care. Koneksi negara-negara ini tampak bergantung pada kemitraan dengan negara maju, seperti hubungan Iran dan Ethiopia dengan Kanada dan Amerika Serikat, atau koneksi India dengan Inggris. Analisis institusi Setidaknya terdapat 2. 012 institusi berkontribusi dalam penelitian tentang topik compassionate care. Ekstraksi data dengan masing masing 2 dokumen terdapat 53 organisasi yang terseleksi. Beberapa institusi seperti Department of Oncology. Cumming School of Medicine dan Faculty of Nursing. University of Calgary memiliki kontribusi signifikan, dengan masing-masing 4 dokumen dan 157 sitasi. Namun, organisasi lain seperti Balearic Islands Health Research Institute memiliki 4 dokumen tetapi hanya 28 sitasi, menunjukkan dampak yang lebih rendah. Beberapa organisasi lainnya, seperti Department of Methodology for the Behavioral Sciences dan Department of Geography. Simon Fraser University, memiliki sedikit dokumen dan sitasi yang lebih rendah, mengindikasikan pengaruh yang terbatas. 10 besar institusi sebagai penghasil publikasi terbanyak dapat dilihat pada tabel 4. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 4. 10 besar institusi penghasil publikasi Institusi Balearic Islands Health Research Institute . Palma, 07120. Spain Department of Geography. Simon Fraser University. Burnaby. BC. Canada Department of Methodology for The Behavioral Sciences. University of Valencia. Valencia, 46010. Spain Department of Oncology. Cumming School of Medicine. University of Calgary. Calgary. AB. Canada Faculty of Health Sciences. University of Southampton. Southampton. United Kingdom Faculty of Nursing. University of Calgary. Calgary. AB. Canada Faculty of Nursing. University of Calgary. Calgary. AB. Canada Glasgow Caledonian University. Glasgow. United Kingdom Institute for Better Health. Trillium Health Partners. Mississauga, on. Canada The Ohio State University. Columbus, oh. United States Jumlah Artikel Sitasi Total Kekuatan Link Analisis referensi Jumlah sitasi dapat mencerminkan pengaruh sebuah artikel. Semakin banyak sitasi maka semakin penting artikel tersebut dianggap. Tabel 5 menunjukan 10 artikel yang paling banyak di sitasi. Dokumen yang paling banyak di citasi adalah Pain education in North American Medical Schools sebanyak 278 kali. 10 besar negara yang paling banyak disitasi adalah USA. United Kingdom. Canada. Australia. Japan. Iran. Brazil. Netherland dan Spain. 10 besar penulis yang paling banyak dicitasi adalah Mezei L. Murinson B. Kataoka H. Wartman S. Zhang Y. -Y. Aringer M. Hojat M. Ben-Harush A. Beaumont E. Crawford P. Brown B. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 5. 10 besar penulis dengan sitasi terbanyak Penulis Judul Artikel Pain education in North Mezei L. Murinson B. American Medical Schools Measurement of empathy Kataoka H. Koide N. among Japanese medical Ochi K. Hojat M. students: Psychometrics and Gonnella J. score differences by gender and level of medical education Medical education must move Wartman S. Donald from the information age to the Combs C. age of artificial intelligence Zhang Y. -Y. Zhang C. Determinants of compassion Han X. -R. Li W. Wang satisfaction, compassion -L. fatigue and burn out in nursing Adverse events and efficacy of Aringer M. Houssiau TNF-alpha blockade with Gordon C. infliximab in patients with Graninger W. Voll systemic lupus erythematosus: Rath E. Steiner G. long-term follow-up of 13 Smolen J. The Jefferson Scale of Empathy: Hojat M. DeSantis J. a nationwide study of Shannon S. measurement properties. Mortensen L. underlying components, latent Speicher M. Bragan variable structure, and LaNoue M. national norms in medical Calabrese L. Patterson. Situational judgement tests in Zibarras,L. Ashworth, medical education and training: Research, theory and Tahun Sumber data Journal of Pain Jumlah sitasi Academic Medicine Academic Medicine Medicine Rheumatolo Advances in Health Sciences Education Medical Teacher practice: AMEE Guide No. Ben-Harush A. Shiovitz-Ezra S. Doron Alon S. Leibovitz A. Golander H. Haron Y. Ayalon L. Ageism among physicians, nurses, and social workers: findings from a qualitative European Journal of Ageing Beaumont E. Durkin Hollins Martin C. Carson J. Compassion for others, selfcompassion, quality of life and mental well-being measures and their association with compassion fatigue and burnout in student midwives: A quantitative survey Midwifery Crawford P. Brown B. Kvangarsnes M. Gilbert P. The design of compassionate Journal of Clinical Nursing http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . ISSN . DISKUSI Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan, pemahaman, dan penerapan compassionate care dalam konteks kesehatan global. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplor perkembangan topik penelitian compassionate care dan implikasinya terhadap kebijakan kesehatan di negara-negara berkembang. Untuk mencapai tujuan ini, dilakukan kajian literatur selama empat dekade terakhir. Hasil analisis bibliometrik menunjukkan konsep compassionate care telah ada sejak lama, namun kajian ilmiah baru meningkat selama 20 tahun terakhir. Terlihat peningkatan yang signifikan dalam penelitian tentang compassion care pada 38 tahun terakhir (Sinclair et al. , 2. Salah satu temuan yang menarik dari penelitian ini adalah variasi geografis yang signifikan dalam cara aplikasi dan tempat studi compassionate care dilakukan. Studi tentang compassionate care masih dominan di negara Eropa dan Amerika (Malefant, et al 2. Penelitian terkait compassionate care di negara-negara berkembang menunjukkan tantangan dan peluang unik dibandingkan dengan negara-negara Eropa dan Amerika. Meskipun adanya pengakuan terhadap pentingnya compassionate care dalam praktik kesehatan, implementasinya di negara berkembang sering kali terhambat oleh faktor budaya, infrastruktur, dan sumber daya. Compassionate care diakui sebagai standar perawatan dan komponen inti dari perawatan kesehatan pasien, namun dalam implementasinya masih belum optimal (Tarberg, et al 2. Negara-negara dengan sistem kesehatan yang maju, seperti Amerika Serikat. Kanada, dan beberapa negara Eropa, lebih banyak berbicara tentang mengintegrasikan compassionate care ke dalam pendidikan dan kebijakan kesehatan. Sebaliknya, di negaranegara berkembang, penelitian lebih fokus pada masalah praktis yang dihadapi dalam penerapan compassionate care, seperti kekurangan sumber daya, jumlah tenaga medis yang terbatas, dan kesenjangan kebutuhan emosional pasien dan kebutuhan mereka. Penelitian Malenfant et al. menunjukkan bahwa sumber daya yang terbatas dan konteks budaya yang mempengaruhi penyampaian perawatan di negara berkembang. Kolaborasi penelitian tentang compassionate care telah dipetakan. Peran peneliti negara negara berkembang di Asia Tenggara khususnya Indonesia belum tampak padahal pada faktanya. Indonesia memiliki jumlah fasilitas layanan kesehatan yang http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 cukup besar. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada bulan November 2024, mengungkap ada setidaknya 10. 212 layanan kesehatan primer dan 3. 216 rumah sakit (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. 937 institusi pendidikan tinggi (Biro Pusat Statistik, 2. Hal ini merupakan peluang besar bagi pengembangan penelitian tentang compassionate care di layanan kesehatan. Indonesia perlu mendorong kolaborasi penelitian dengan institusi seperti University of Calgary dan University of Southampton yang menjadi pusat pengembangan kajian compassionate care. Tenaga kesehatan mengakui compassion melibatkan keinginan batin untuk ingin meringankan penderitaan seseorang (Sinclair, et al. , 2018. Brennan, et al. , 2020 ) dan sebagai respons berdasarkan kepekaan terhadap preferensi pasien (Burridge L, et al. Malenfant et al. menyatakan bahwa compassion dalam pelayanan kesehatan dapat meminimalkan penderitaan pasien, meningkatkan kesejahteraan emosional secara keseluruhan, dan memperkuat hubungan pasien dengan tenaga Perawatan medis yang tepat harus disertai dengan kehadiran empati dan kepedulian yang mendalam dari petugas kesehatan (Brito-Pons & Flores, 2. Dalam konteks perawatan paliatif, compassionate care dapat memperbaiki tuntutan kebutuhan emosional pasien. Lebih lanjut, perawat dan dokter dapat memainkan peran penting dalam memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan oleh pasien dan keluarganya untuk menghadapi akhir hidup (Robinson et al. , 2. Perawatan yang didasarkan pada empati tidak hanya meningkatkan pengalaman pasien tetapi juga menghasilkan kondisi kesehatan yang lebih baik (Sinclair. , et al. , 2. Hal ini sekaligus menjadi peluang bagi pemangku kepentingan di bidang layanan kesehatan untuk mengintegrasikan compassionate care dalam proses asuhan kepada pasien, mulai dari fasilitas kesehatan di layanan primer sampai tingkat lanjut. Pengetahuan tentang compassionate care dalam pendidikan tenaga kesehatan. pendidikan yang berfokus pada pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip perawatan penuh kasih dapat mempengaruhi hasil pasien secara langsung dan meningkatkan pengalaman mereka di fasilitas kesehatan (Bramley & Matiti, 2014. Habib et al. , 2023. Vang'ota & Masika, 2. Lebih lanjut. Younas dan Maddigan . menyarankan sebuah kerangka kerja kebijakan untuk pendidikan keperawatan yang berfokus pada http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 pengembangan peluang untuk mengembangkan compassionate care di kalangan mahasiswa keperawatan (Younas et al. , 2. Studi dari Coffey et al. menyoroti dampak pendidikan compassionate care pada perawat menunjukkan keterlibatan perawat dari berbagai level dalam program pendidikan compassionate care secara signifikan meningkatkan budaya compassionate care dalam organisasi layanan kesehatan. Latihan dalam membangun kapasitas untuk memberikan perawatan yang penuh kasih harus melampaui pengajaran keterampilan Ini perlu didukung oleh kebijakan sistemik yang memfasilitasi kesejahteraan emosional tenaga kesehatan (Leach et al. , 2025. Patel et al. , 2. Untuk mencapai hasil yang optimal, penting untuk menciptakan keterampilan komunikasi dan kepekaan terhadap kebutuhan pasien sebagai bagian dari kurikulum pendidikan (Landers et al. Lindow et al. , 2. Tingkat adopsi program pendidikan compassionate care di negara-negara dengan infrastruktur kesehatan yang kuat, seperti Eropa dan Amerika, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara yang sedang berkembang, di mana tantangan finansial dan logistik lebih mendominasi (Coffey et al. , 2. Dari penelitian penelitian tersebut menguatkan pentingnya compassionate care diajarkan di pendidikan Hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan bagi Kementerian Kesehatan untuk memasukkan modul compassionate care ke dalam kurikulum pendidikan profesi tenaga kesehatan. Pemangku kepentingan dalam pendidikan kesehatan perlu mengintegrasikan compassionate care dalam kurikulum pendidikan tenaga kesehatan. Program compassionate care, seperti "Leaders for Compassionate Care Programme" (LCCP), dapat meningkatkan kolaborasi dalam tim dan menghasilkan perawatan yang lebih empatik pada pasien (Bridges & Fuller, 2. Intervensi pelatihan di bidang self-compassion, kecerdasan emosional, dan mindfulness terbukti meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan dan kemampuan mereka untuk memberikan compassionate care (Sinclair et , 2. Pentingnya integrasi pelatihan compassionate care dalam program pelatihan praktik klinis untuk memastikan tenaga kesehatan mengembangkan sikap dan keterampilan yang mendukung perawatan pasien yang empatik dan penuh kasih (Guzmyn et al. , 2. Pelatihan compassionate care dapat menghasilkan perubahan http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 yang mendalam dalam interaksi tersebut, meningkatkan kepuasan baik di kalangan pasien maupun tenaga kesehatan (Heaney et al. , 2. Salah satu aspek etis yang sangat penting adalah kewajiban moral untuk memberikan perawatan yang penuh belas kasihan, yang mengharuskan para profesional kesehatan untuk menyeimbangkan kompetensi teknis dengan keterlibatan emosional. Menurut Vidal-Blanco et al. , compassion muncul dari kerangka moral yang mendorong pekerja kesehatan untuk terlibat secara bermakna dengan pasien, sehingga mengintegrasikan dukungan emosional dan psikologis dalam praktik mereka. Mengintegrasikan compassionate care ke dalam paradigma layanan kesehatan yang ada sering kali memerlukan perubahan budaya di dalam institusi. Para pemimpin dalam layanan kesehatan harus mewujudkan dan mempromosikan "budaya welas asih" untuk mendorong tim dalam mengutamakan interaksi yang penuh belas kasih dengan pasien (Cochrane et al. , 2019. ynstergyurd et al. , 2. Ini menandakan bahwa kepemimpinan yang etis dan strategi organisasi yang tepat sangat penting dalam mengatasi hambatan sistemik dan membina perawatan yang penuh belas kasih di dalam tim layanan kesehatan. Perlunya regulasi yang mengatur tentang mutu layanan kesehatan dengan memasukkan unsur compassionate care membuka peluang peningkatan kualitas layanan di bidang kesehatan. Diperlukan advokasi kepada penyusun kebijakan layanan kesehatan untuk merealisasikannya. Rekomendasi lebih lanjut bagi pendidikan medis dan kebijakan kesehatan untuk semakin menekankan pentingnya pelatihan keterampilan interpersonal, mengingat perkembangan tren compassionate care dalam literatur. Dampak dari rekomendasi ini akan meningkatkan pengalaman pasien, juga memperkuat hubungan dokter-pasien, yang dapat menghasilkan kondisi klinis yang lebih baik. Untuk mewujudkan compassionate care secara efektif dan berkelanjutan, inovasi dalam pelatihan berbasis empati dan peningkatan kesejahteraan emosional tenaga medis harus diterapkan. Salah satu intervensi peningkatan kesejahteraan psikologis perawat. Pelatihan psikologi positif Islam dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis perawat (Yuliatun & Karyani, 2. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan compassionate care memiliki potensi untuk menjadi pilar utama dalam membangun http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 sistem kesehatan yang lebih bermartabat dan efektif, meskipun masih ada banyak tantangan besar untuk menerapkan compassionate care. KESIMPULAN DAN SARAN Analisis bibliometrik menunjukkan bahwa penelitian mengenai compassionate care mengalami pertumbuhan signifikan sejak 2004, dengan rata-rata peningkatan publikasi 11,99% per tahun. Negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan Inggris, mendominasi kontribusi publikasi dan kolaborasi internasional. Lima klaster utama yang teridentifikasi meliputi kesejahteraan dan compassionate care, perawatan paliatif, komunikasi medis, isu etika selama pandemi, dan empati dalam pelayanan kesehatan. Meskipun negara-negara berkembang menunjukkan peningkatan partisipasi, kontribusi mereka dalam jaringan kolaborasi global masih terbatas. Penelitian ini menekankan perlu adanya kebijakan nasional yang mendorong dilakukannya pelatihan tentang compassionate care bagi tenaga kesehatan baik yang masih menjalani pendidikan maupun yang telah bekerja di fasilitas layanan kesehatan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan khususnya tenaga kesehatan yang bekerja di pelayanan palliatif dan layanan primer. Oleh karena itu, compassionate care seharusnya diintegrasikan dalam kebijakan pelayanan kesehatan sebagai prinsip etik Kolaborasi compassionate care telah dilakukan, namun peran peneliti di negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia belum tampak dalam kolaborasi penelitian tentang compassionate care ini. Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk mulai berperan dalam pengembangan riset tentang compassionate care. Penelitian pengalaman implementasi compassionate care, menguji efektivitas program pelatihan, serta melakukan kajian lintas budaya dan analisis kebijakan kesehatan. Studi ini juga menyarankan penggunaan basis data elektronik yang lebih beragam untuk memperluas kontribusi ilmiah di masa depan. Studi ini hanya menggunakan satu dataset dari Scopus, oleh karena itu, untuk meningkatkan kontribusi ilmiah maka diperlukan penelitian lanjutan dengan menggunakan berbagai basis data elektronik seperti Web of Science. Springer. Pubmed, dan lainnya. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN . ISSN . Daftar Pustaka