EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 8-13 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/p3m/index PELATIHAN KEDISIPLINAN SISWA DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) DI MTs AL- QURAoAN JABALKAT TULUNGAGUNG Retno Intan Kuswari1. Muhammad Fathur RoAouf2. Moh NashihudinA. Filzatun NafsiA. Kamim Tohari 5 Sekolah Tinggi Agama Islam KH. Muhammad Ali Shodiq Tulungagung12345 intanretno900@gmail. com 1, fathurrouf567@gmail. comA, mohnashihudin@stai-mas. idA, nafsifilzatun@gmail. comA, toharikamim94@gmail. Abstrak: Pelanggaran kedisiplinan sering terjadi di sekolah. Perlu adanya penguatan pendidikan karakter untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik. Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode Service Learning(SL). Service-Learning atau SL merupakan aktivitas yang melibatkan pengalaman praktis, pembelajaran akademik dan keterlibatan Masyarakat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peserta didik di MTs Al- QurAoan Jabalkat Tulungagung. Sehingga mereka bisa mendapatkan manfaat langsung dari PkM tersebut. Hasil pertama dari PkM ini adalah peserta didik menjadi pribadi yang disiplin dan mematuhi peraturan Peserta didik yang sering terlambat datang ke sekolah menjadi berkurang, mereka juga lebih rajin mengerjakan tugas dan bersikap sopan santun terhadap guru dan teman- teman di sekolah. Hasil kedua adalah peserta didik saling mengingatkan jika ada temannya yang kurang disiplin. Kata Kunci: Pendidikan. Karakter. Disiplin Abstract: Disciplinary violations often occur in schools. There is a need to strengthen character education to improve student discipline. The method applied in implementing community service is the Service Learning (SL) method. Service-Learning or SL is an activity that involves practical experience, academic learning and community involvement. The community referred to in this research are students at MTs AlQur'an Jabalkat Tulungagung. So they can get direct benefits from the PkM. The first result of this PkM is that students become individuals who are disciplined and obey school regulations. There are fewer students who often come to school late, they are also more diligent in doing their assignments and being polite towards teachers and friends at school. The second result is that students remind each other if there are friends who lack discipline. Keywords: Education. Character. Discipline PENDAHULUAN Penguatan pendidikan karakter di era sekarang merupakan hal yang penting untuk dilakukan mengingat banyaknya peristiwa yang menunjukkan terjadinya krisis moral baik di kalangan anak-anak, remaja, maupun orang tua. Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter perlu dilaksanakan sedini mungkin dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan meluas ke dalam lingkungan masyarakat. Salah satu nilai dari pendidikan karakter ialah kedisiplinan. Nilai karakter kedisiplinan sangat penting dimiliki oleh manusia agar kemudian muncul nilai-nilai karakter yang baik lainnya. Pentingnya penguatan nilai karakter disiplin didasarkan pada alasan bahwa sekarang banyak terjadi perilaku menyimpang yang bertentangan dengan norma kedisiplinan. Perilaku tidak disiplin yang lain contohnya adalah membuang EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 8-13 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x sampah sembarangan, parkir tidak di tempat yang telah ditentukan, tidak mematuhi perizinan mendirikan bangunan, dan sebagainya. Adanya perilaku melanggar tersebut menunjukkan bahwa belum adanya kesadaran masyarakat untuk berperilaku disiplin terhadap aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Perilaku tidak disiplin juga sering ditemui di lingkungan sekolah, termasuk di MTs Al- QurAoan Jabalkat Tulungagung. Sebagai contoh perilaku tidak disiplin tersebut antara lain datang ke sekolah tidak tepat waktu, tidak memakai seragam yang lengkap sesuai dengan yang tercantum dalam tata tertib sekolah, membuang sampah sembarangan, mencorat coret dinding sekolah, membolos sekolah, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, dan lain-lain. Terjadinya perilaku tidak disiplin di sekolah tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi permasalahan serius dalam hal pendidikan karakter disiplin. Munculnya perilaku tidak disiplin menunjukkan bahwa pengetahuan yang terkait dengan karakter yang didapatkan siswa di sekolah tidak membawa dampak positif terhadap perubahan perilaku siswa sehari-hari. Pada dasarnya siswa tahu bahwa perilakunya tidak benar tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk membiasakan diri menghindari perilaku yang salah tersebut. Hal ini merupakan dalam proses pendidikan karakter yang terjadi. Bisa jadi pendidikan karakter yang dilakukan selama ini baru pada tahap pengetahuan saja, belum sampai pada perasaan dan perilaku yang berkarakter. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan, kondisi subjek adalah kurangnya penguatan pendidikan karakter terutama dalam hal kedisiplinan. Sehingga banyak siswa yang melanggar peraturan- peraturan yang sudah ditetapkan di Siswa membutuhkan penekanan lebih tentang pentingnya pendidikan karakter terutama pada kedisiplinan yang akan bermanfaat bagi mereka di masa depan. METODE PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat iniadalah metode Service Learning(SL). Service-Learning atau SL merupakan aktivitas yang melibatkan pengalaman praktis, pembelajaran akademik dan keterlibatan masyarakat. Jenis metode Service Learning (SL) yang digunakan adalah Direct Service (Pelayanan Langsun. Direct Service (Pelayanan Langsun. adalah praktik yang paling umum dalam Service-Learning, dimana pelaksana PkM langsung berkegiatan di Komunitas/Instansi dan melakukan program dan pembelajaran langsung di tengah Terdiri dari Langkah-langkah: . tahap persiapan meliputi proposal, observasi, dan penyusunan jadwal kegiatan, . tahap pelaksanaan, . tahap pendampingan yakni penguatan materi yang telah disampaikan, . tahap monitoring ddan evaluasi yakni peninjauan keberhasilan program, mengukur tingkat kebermanfaatan, kekurangan dan kelemahan dari kegiatan yang telah terlaksana untuk kebaikan pada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada masa mendatang. Agus Afandi. Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat, n. RETNO INTAN KUSWARI. MUHAMMAD FATHUR ROAoUF. MOH NASHIHUDIN. FILZATUN NAFSI. KAMIM TOHARI EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 8-13 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x HASIL DAN PEMBAHASAN Secara etimologis, kata karakter berasal dari bahasa Yunani, yaitu charassein yang berarti membuat tajam atau dalam. Makna ini dapat dikaitkan dengan persepsi bahwa karakter adalah lukisan jiwa yang termanifestasi dalam perilaku2. Karakter dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan dengan tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Orang berkarakter berarti orang yang berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, atau berwatak. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penamaan nilai-nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan3. Pengembangan karakter bangsa dapat dilakukan melalui perkembangan karakter individu seseorang. Akan tetapi, karena manusia hidup dalam lingkungan sosial dan budaya tertentu, maka perkembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang bersangkutan4. Artinya, perkembangan budaya dan karakter dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial, budaya masyarakat, dan budaya bangsa. Pembentukan karakter peserta didik perlu dimulai sejak dini dalam setiap lingkungan peserta didik berada baik di lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan juga lingkungan masyarakat5. Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun MTs menjadi bagian dari penanaman Pendidikan karakter dalam tingkat satuan Pendidikan. Karena fase sekolah ini merupakan fase dimana peserta didik masih memiliki potensi yang besar dalam membentuk dan mengembangkan karakter pribadi. Menanamkan karakter kepada anak harus dilakukan sedini mungkin. Hal tersebut dilaksanakan supaya proses penanaman karakter kepada anak akan mudah terserap saat kita mulai memberikan pendidikan karakter pada usia dini, karena pada masa-masa itulah anak sedang pada tahap meniru dan mengamati apa yang dilakukan oleh orang disekitarnya 6. Senada dengan hal tersebut Umah menyatakan bahwa karakter peserta didik yang dibentuk Nur Tri Atika. Husni Wakhuyudin, and Khusnul Fajriyah. AuPELAKSANAAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MEMBENTUK KARAKTER CINTA TANAH AIR,Ay Mimbar Ilmu 24, no. https://doi. org/10. 23887/mi. Tri Purwanti. AuPenguatan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Di Sd Islam Al-Iman Kota Magelang,Ay PROSIDING SEMINAR NASIONAL AuInovasi Pembelajaran Dan Strategi Asesmen Di Masa Pandemic,Ay 2021. Agustinus Tanggu Daga. AuImplementation of Character Education During the Covid-19 Pandemic in Elementary School,Ay Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 10, no. : 836, https://doi. org/10. 33578/jpfkip. Retno Intan Kuswari and Choiruddin Choiruddin. AuTHE DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEET BASED ON HIGHER ORDER THINKING SKILLS IN IMPROVING MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES,Ay JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Educatio. 5, no. , https://doi. org/10. 32934/jmie. Mira Silfia. AuPenguatan Pendidikan Karakter Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4 . 0,Ay Prosiding Seminar Nasional FIS 2 . RETNO INTAN KUSWARI. MUHAMMAD FATHUR ROAoUF. MOH NASHIHUDIN. FILZATUN NAFSI. KAMIM TOHARI EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 8-13 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x sedari dini akan lebih memiliki dampak terhadap pembentukan karakter peserta didik7. Namun hal tersebut harus didukung dari peran orang-orang sekitar lingkungan peserta didik, seperti orangutan, keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Salah satu nilai karakter penting yang sangat perlu untuk dibentuk sejak dini adalah karakter disiplin. Disiplin merupakan karakter yang penting bagi setiap pribadi manusia, hal ini dikarenakan karakter disiplin merupakan karakter pemicu timbulnya karakter yang lain8. Perilaku menyimpang yang terjadi dikalangan remaja saat ini kebanyakan yang terjadi merupakan kasus-kasus yang berhubungan dengan Beberapa contoh kasus-kasus pelanggaran perilaku displin, diantaranya adalah, parkir tidak di tempat yang sudah ditentukan, tidak menjaga kebersihan lingkungan, melanggar rambu-rambu lalu lintas, tidak tepat waktu dalam berbagai hal, dan lain sebagainya. Perilaku-perilaku tersebut menandakan bahwa belum adanya kesadaran masyarakat terhadap perilaku disiplin. Dari kasus-kasus tersebut maka sudah barang tentu karakter disiplin menjadi karakter utama yang perlu ditanamkan dan dikembang sejak dini kepada peserta didik. Menurut Nugroho karakter disiplin yang merupakan salah satu karakter dari 18 karakter yang ada didalam kurikulum sekolah, memiliki nilai peranan penting dalam rangka mengembangkan sikap sosial peserta didik9. Karakter disiplin akan tampak dari perbuatan dan tingkah laku keseharian peserta didik baik disekolah, dirumah, dan dilingkungan masyarakat. Jika disiplin telah terbentuk sejak dini maka akan terbentuklah kepribadian disiplin yang saat peserta didik dewasa nanti akan terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Jika dikaitkan dengan pembentukan karakter disiplin, maka sekolah sebagai satuan pendidikan harusnya dapat memberikan arahan kepada peserta didik untuk dapat bersikap, melaksanakan, dan mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter terutama karakter disiplin. Kegiatan pengabdian yang dilakukan di MTs Al- QurAoan Jabalkat Tulungagung ini bertujuan untuk memberikan penguatan dalam pendidikan karakter disiplin yang dimiliki oleh peserta didik. Hasil yang didapat dalam pengabdian ini cukup baik. Peserta didik menjadi pribadi yang disiplin dan mematuhi peraturan sekolah. Peserta didik yang sering terlambat datang ke sekolah menjadi berkurang, mereka juga lebih rajin mengerjakan tugas dan bersikap sopan santun terhadap guru dan teman- teman di Hasil kedua adalah peserta didik saling mengingatkan jika ada temannya yang kurang disiplin. Hal ini tampak dari observasi keberlanjutan oleh guru yang memberikan laporan kepada pelaksana PKM. Sebagai tindak lanjut kegiatan PKM adalah terjalinnya kerja yang baik antara MTs Al- QurAoan Jabalkat Tulungagung dengan STAI KH. Muhammad Ali Shodiq. Yang nantinya akan Enik Chairul Umah. Retno Intan Kuswari, and Ade Eka Anggraini. AuFORMATION OF RELIGIOUS CHARACTER THROUGH HABITUATION DHUHA PRAYER ON LIMITED FACE-TO-FACE LEARNING IN PRIMARY SCHOOL,Ay The 2nd International Conference on Government Education Management and Tourism (ICoGEMT) TECH, 2022. Hardika Saputra et al. AuModel Pembentukan Karakter Disiplin Pada Peserta Didik Sekolah Dasar Aisyiyah Kalianda Lampung Selatan,Ay Jurnal Didika : Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar 8, no. : 18Ae29, https://doi. org/10. 29408/didika. Sekolah Menengah Pertama et al. AuAnalisis Faktor-Faktor Pembentuk Karakter Smart Siswa Di Sekolah Islam Terpadu,Ay Jurnal Pendidikan Karakter 8, no. : 62Ae73, https://doi. org/10. 21831/jpk. RETNO INTAN KUSWARI. MUHAMMAD FATHUR ROAoUF. MOH NASHIHUDIN. FILZATUN NAFSI. KAMIM TOHARI EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 8-13 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x memberikan symbiosis saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Sehingga dengan adanya PKM ini diharapkan akan membawa kemajuan untuk kedua lembaga Pendidikan. Gambar 1. Pelatihan Kedisiplinan Siswa dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di MTs Al- QurAoan Jabalkat Tulungagung KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat bagus dan dapat memberikan pengalam baru kepada dua belah pihak yaitu antara MTs Al- QurAoan Jabalkat Tulungagung dengan STAI KH. Muhammad Ali Shodiq. Kesimpulan dari semua rangkaian pengabdian kepada masyarakat ini adalah kemampuan peserta didik dalam menerapkan sikap disiplin pada dirinya, dan mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh sekolah. Memahami pentingnya sikap disiplin dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari. Dengan adanya pelatihan kedisiplinan siswa dalam penguatan pendidikan karakter (PPK) di MTs Al- QurAoan Jabalkat Tulungagung ini dapat meningkatkan sikap disiplin siswa yang berada disana. DAFTAR PUSTAKA