[VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Analisa Penerimaan Teknologi Cloud Computing pada Infrastruktur Data Center PT. Sentral Link Solutions Kaka Mulyana1. Nita Merlina2 Abstract -- Utilization of cloud computing by the enterprise information technology has not a new thing anymore because cloud computing technology proven to deliver efficiency in reducing cost in data centers large and complex. However the use of cloud computing technology with different task and functions as virtual information. Be found to the primary three main factors: perceived usefulness, perceived ease of use, and behavioral intention to use. Testing the hypothesis in this research model using a varince-based Partial Least Square (PLS) with trimming model technique, and proven five hypothesis is accepted. There is a relationship that proved significant following: . behavioral intention to use and actual technology use, . perceived ease of use and behavioral intention to use, . perceived ease of use and perceived usefulness, . perceived usefulness and actual technology use, . perceived usefulness and behavioral intention to use. Intisari -- Pemanfaatan teknologi cloud computing oleh perusahaan teknologi informasi sudah bukan hal baru lagi karena teknlogi cloud computing terbukti memberikan efisiensi dalam menurunkan biaya pada pusat data yang besar dan kompleks. Meskipun demikian pemanfaatan teknologi cloud computing dengan tugas dan fungsi yang berbeda dari sebelumnya, yaitu sebagai lingkungan infrastruktur teknologi informasi virtual akan mempengaruhi keputusan perilaku pengguna untuk mengadopsi dan memanfaatkan teknologi Terdapat tiga faktor utama, yaitu perceived usefulness, perceived ease of use, dan behavioral intention to Pengujian hipotesis dalam model penelitian ini menggunakan variance-based Partial Least Squares (PLS) dengan trimming model, dan terbukti lima hipotesis yang diajukan diterima. Terdapat hubungan berikut yang terbukti signifikan yaitu: . behavioral intention to use dengan actual technology use, . perceived ease of use dengan behavioral intention to use, . perceived ease of use dengan perceived usefulness, . perceived usefulness dengan actual technology use, . perceived usefulness dengan behavioral intention to use. Kata Kunci: Teknologi. Cloud Computing. Technology Acceptance Model (TAM). Partial Least Square (PLS). II. KAJIAN LITERATUR PENDAHULUAN Teknologi Cloud Computing ini bertujuan untuk menghindari pemborosan daya proses yang mahal atau dengan kata lain meningkatkan efisiensi serta mengoptimalkan penggunaan processor berinti lebih dari Penghematan lain adalah biaya listrik karena hanya menggunakan satu atau sedikit server saja. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi yatiu IT Services. Consulting Services dan Managed Services pada perusahaan berskala besar yaitu Group Artha Graha. PT Sentral Link Solutions memiliki visi menjadi perusahaan IT terbaik dengan inovasi terdepan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi PT Sentral Link Solutions menerapkan strategi efisiensi menyeluruh pada setiap unit kerjanya, dengan melakukan pengalokasian sumber daya yang dimiliki secara optimal agar memiliki produk denga harga yang kompetitif namun tetap berkualitas. Pemilihan TI yang tepat guna akan memberikan peluang untuk mendapatkan penghematan biaya tetap, seperti halnya teknologi cloud computing ini menggunakan teknologi virtualisasi yang menyediakan perpanjangan sumber daya virtual secara terpisah dengan memanfaatkan sistem fisik yang sudah tersedia. PT Sentral Link Solutions telah memanfaatkan teknologi virtualisasi untuk cloud computing menggunakan produk Hypervisor VMware vSphere (ESX. VMware vCenter Server dan VMware vCloud Suite selama hampir dua tahun dengan tujuan mendapatkan manfaat efisiensi dalam teknologi tersebut. Pekerjaan operasional TI PT Sentral Link Solutions dilakukan secara terpusat oleh karyawan bagian TI operasioanal melalui unit kerja Infrastructure Technology Data Center (ITDC). Divisi ITDC operasional sebagai bagian unit kerja yang tugasnya membuat infrastruktur data center berbentuk cloud computing dengan memanfaatkan teknologi virtualisasi Hypervisor VMware vSphere (ESX. yang telah digunakan oleh PT Sentral Link Solutions. Hypervisor VMware vSphere (ESX. dimanfaatkan pada infrastruktur data center yang dapat membantu karyawan bagian ITDC dalam melakukan monitoring server, permasalahan TI. Program Studi Sistem Informasi. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Nusa Mandiri. Jl. Damai No. Warung Jati Barat (Margasatw. Jakarta Selatan. Indonesia . kakamuly1406@nusamandiri. Cloud Computing merupakan sebuah evolusi dari teknologi informasi yang menyediakan layanan dan produk sesuai dengan permintaan pengguna. Pengembangan ide-ide yang baru dan inovatif untuk sebuah layanan internet yang baru tidak lagi membutuhkan modal yang besar pada layanan tersebut maupun biaya sumber daya manusia yang mahal untuk mengoperasikannya. Kunci utama dari cloud computing adalah virtualisasi infrastruktur yang menyediakan dan memelihara server virtual yang dapat ditingkatkan dan diturunkan sesuai permintaan . ISSN 2098-8711 | Analisa Penerimaan TeknologiA JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Infrastruktur cloud diyakini dapat mengurangi jumlah luasan data center yang digunakan, jumlah penggunaan tempat rak server, daya listrik, sistem pendingin, perkabelan jaringan, media penyimpanan serta beberapa komponen jaringan komputer dengan pengurangan jumlah mesinmesin fisik. Penggunaan teknologi cloud computing juga dapat mengubah cara deployment server-server yang akan Staff Departemen TI tidak perlu menunggu pengadaan hardware atau instalasi perkabelan . aringan dan daya listri. , seperti pada infrastruktur fisik. Deployment mesin cloud dapat dilakukan dengan antar muka grafis yang mudah, sehingga deployment mesin cloud dapat dilakukan dalam hitungan menit, berbeda halnya dengan deployment mesin fisik. Keuntungan Cloud Computing Keuntungan operasional dan finansial dari cloud computing adalah kunci dari komputasi enterprise dan lingkungan pengembangan perangkat lunak dapat disediakan oleh cloud computing. Menurut Furth, teknologi cloud computing memberikan keuntungan sebagai berikut . Flexibility Mereka dapat memutuskan berapa banyak ruang penyimpanan untuk digunakan, dan berapa banyak kekuatan pemrosesan yang diperlukan. Ketika bekerja untuk memperbarui aplikasi perangkat lunak, proses dapat didorong keluar lebih cepat dan lebih efficiently. Administrators memperbarui application enterprise-wide semua secara real time. Terserah mereka dan berapa banyak mereka ingin menghabiskan pada Teknologi Informasi dengan teknologi cloud. Scalability Dengan cloud computing seseorang bisa berubah dari kecil menjadi besar dengan cepat. Capital Investment Dengan cloud computing, banyak pembelian alat-alat informatika seperti perangkat keras pendukung, dapat diminimalisir, karena semua proses komputerisasi dilakukan di cloud, sehingga menghemat biaya. Portability Dengan teknologi cloud computing, organisasi dapat menggunakan daya komputasi mereka dimana pun orang-orang mereka yang selama pengguna dapat mengkases thin client. Akses thin client cukup banyak tersedia dimana-mana bahwa perusahaan melakukan bisnis hari ini, jadi ini seharusnya tidak menjadi Dengan thin client teknologi skala geografis dan waktu variasi diratakan dan ini memungkinkan perusahaan yang mencoba untuk mengintegrasikan secara global untuk dapat lebih fleksibel daripada VMware vSphere (ESX. Pada saat ini banyak pilihan produk teknologi cloud computing yang dapat digunakan sebagai lingkungan simulasi cloud, mulai dari berbasi open-source dan gratis, sampai dengan produk yang berbayar atau melalui subscription based support. Menurut Santoso . AuVMware vSphere adalah suatu infrastruktur virtualisasi, manajemen, optimasi sumber daya, ketersediaan aplikasi dan kemampuan otomasi operasional ITAy. Manajemen virtualisasi/cloud yang tersentral diperlukan untuk memudahkan sistem administrator atau staff TI pada organisasi/perusahaan yang menggunakan infrastruktur cloud tersebut. Pada cloud computing diperlukan dua perangkat bantu untuk manajemen cloud computing, yaitu: VMware vCenter Server : Server untuk manajemen infrastruktur cloud computing dengan VMware, menangani host-host ESXi berikut mesin-mesin server cloud yang berjalan. VMware vSphere Client : Perangkat bantu, diinstal pada PC client / sistem administrator / staff TI, untuk menangani satu host ESXi pada mesin server cloud yang Pada halaman login VMware vSphere Client, user dihadapakan pada tiga isian, yaitu IP Address Hostname . ari VMware vCenter Serve. , username . ntuk masuk ke perangkat bantu manajemen clou. , password . ntuk fungsi keamanan pada perangkat bantu manajemen clou. Apabila check box use windows session credentials dipilih, maka pengguna dapat menggunakan login username dan password yang digunakan untuk masuk ke sistem operasi Microsoft Windows, sehingga tidak perlu lagi memasukkan ketiga isian diatas untuk masuk ke sistem VMware vSphere Client. Model Penerimaan Teknologi Salah satu teori tentang penggunaan sistem teknologi informasi yang dianggap sangat berpengaruh dan umumnya digunakan untuk menjelaskan penerimaan individual terhadap pengguna sistem teknologi informasi adalah model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Mode. Teori ini pertama kali dikenalkan oleh davis . Teori ini dikembangkan dari Theory of Reasoned Action (TRA) oleh Ajzen dan Fishbein . Menurut Mustakini . AuModel penerimaan teknologi (Technology Acceptance Mode. merupakan suatu model penerimaan sistem teknologi informasi yang akan digunakan oleh pemakaiAy. Model TRA dapat diterapkan karena keputusan yang dilakukan oleh individu untuk menerima suatu teknologi sistem informasi merupakan tindakan sadar yang dapat dijelaskan dan diprediksi oleh niat prilakunya. TAM menambahkan dua konstruk utama kedalam model TRA. Dua konstruk utama ini adalah kegunaan persepsian (Preceived Usefulnes. dan kemudahan penggunaan persepsian (Perceived Ease of Us. TAM berargumentasi bahwa penerimaan individual terhadap sistem teknologi informasi ditentukan oleh dua konstruk tersebut. ISSN 2098-8711 | Analisa Penerimaan TeknologiA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Structural Equation Modeling (SEM) Menurut Wright . AuSEM adalah suatu teknik statistika untuk menguji dan mengestimasi hubungan kausal dengan mengintegrasikan analisis faktor dan analisis jalurAy . Partial Least Square (PLS) AuAnalisis Partial Least Square (PLS) adalah teknik statistika multivariat yang melakukan pembandingan antara variabel dependen berganda dan variabel independen bergandaAy . METODE PENELITIAN Karena metode penelitian ilmiah dilakukan sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan Adapun langkah-langkah metode ilmiah sebagai Ide Masalah Penelitian Menetapkan ide permasalahan yang ingin kita angkat dalam suatu penelitian. Penetapan ide masalah berisikan pertanyaan yang bersifat umum terhadap permasalahan yang akan diamati. Studi Pendahuluan Melakukan studi terhadap teori, penelitian dan metodologi yang relevan dengan topik permasalahan Perumusan Masalah dan Hipotesis Melakukan identifikasi tentang masalah apa yang akan dibahas berkaitan dengan penerimaan teknologi cloud Perumusan hipotesis dilakukan dengan acuan variabel-variabel yang akan di jadikan model Perumusan hipotesis dilakukan dengan acuan variabel-variabel yang akan di jadikan model Desain Penelitian Penentuan desain penelitian dilakukan dengan cara membandingkan dan mencari persamaan dengan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penerimaan teknologi. Menyusun Instrumen Menyusun kuesioner berdasarkan variabel-variabel yang terbentuk pada desain penelitian, dengan harapan instrumen dapat menghasilkan data yang dapat diolah dan dapat menjawab kebutuhan penelitian ini. Mengumpulkan Data Menyebarkan kuesioner kepada pengguna cloud computing pada divisi ITDC untuk mendapatkan data yang nantinya akan diolah. Analisis Data Melakukan analisis data dengan menggunakan analisis PLS-SEM untuk mendapatkan interpretasi terhadap hasil analisis dan pembahasan. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Uji Hipotesis Menguji hipotesis terhadap hasil analisis dan Menarik Kesimpulan Menarik hasil kesimpulan dari hasil analisis dan Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang akan disebarkan kepada responden untuk diisi dan kemudian dianalisa lebih lanjut. Indikator yang digunakan untuk mengukur varibel . penelitian ini adalah indikator yang pernah digunakan dalam penelitianpenelitian sebelumnya, sehingga memungkinkan untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas pengukuran. Pengukuran masing-masing variabel menggunakan skala Likert 1 sampai 5 yang masing-masing mempunyai arti sebagai berikut : TABEL 1. SKALA LIKERT PENELITIAN Nilai Arti Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Berikut merupakan penjabaran dari masing-masing Perceived Usefulness (Kegunaan Persepsia. Menurut Davis . kegunaan persepsian atau Perceived Usefulness didefinisikan sebagai sejauh mana seorang percaya bahwa menggunakan sesuatu akan meningkatkan pekerjaannya. Perceived Ease of Use (Kemudahan Persepsia. Perceived Ease of Use dalam penelitian ini diartikan sebagai tingkat kepercayaan bahwa menggunakan Cloud Computing VMware vSphere sebagai perangkat lunak lingkungan simulasi infrastruktur teknologi data center virtual membebaskan mereka dari usaha keras dari mengerjakan pengujian konfigurasi dan menganalisis permasalahan infrastruktur data center. Behavioral Intention to Use (Minat Perilaku Menggunakan Teknolog. Dalam penelitian ini Behavioral Intention to Use diartikan sebagai keinginan karyawan TI ITDC untuk menggunakan Cloud Computing VMware vSphere sebagai perangkat lunak infrastruktur teknologi data center virtual pada saat mereka membutuhkan teknologi tersebut. Actual Technology Use (Penggunaan Teknologi Cloud Computing ) Dalam penelitian ini Actual Technology Use diartikan kondisi nyata penggunaan suatu sistem. Seseorang akan puas menggunakan Cloud Computing VMware ISSN 2098-8711 | Analisa Penerimaan TeknologiA JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. vSphere sebagai perangkat lunak infrastruktur teknologi data center virtual jika mereka meyakini bahwa teknologi tersebut mudah digunakan dan akan meningkatkan produktivitas mereka, yang tercermin dari seberapa sering atau lama pengguna menggunakan teknologi tersebut untuk menunjang produktivitas mereka. Rancangan Metode Penelitian Pengembangan model penelitian berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan terdahulu sehingga membantu untuk memberikan validitas dan reliabilitas terhadap instrumen pengukuran yang akan digunakan. Penggunaan model TAM didasarkan pada pendapat Davis . yang menyatakan bahwa sejauh ini TAM merupakan sebuah konsep yang dianggap paling baik dalam menjelaskan perilaku pengguna terhadap penerimaan teknologi informasi Model variabel didalam konsep TAM cukup fleksibel untuk dikembangkan karena lebih bersifat minimal tetapi terbukti mampu menjelaskan hubungan terhadap varibel laten lain yang akan mempengaruhi model tersebut. TAM menyatakan bahwa behavioral intention ditentukan oleh perceived usefulness yang didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang yakin bahwa menggunakan teknologi akan meningkatkan kinerjanya. Sedangkan perceived ease of use yang didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang yakin bahwa penggunaan teknologi adalah Perceived Usefulness (PU) Behavioral Intention to Use (BIU) Actual Technology Use (ATU) Perceived Ease of Use (PEU) Sumber : Davis et al. H2 : H0: Diduga persepsi kemudahan . erceived ease of us. tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap minat perilaku menggunakan teknologi . ehavioral intention to us. cloud computing. H1: Diduga persepsi kemudahan . erceived ease of us. mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat perilaku menggunakan teknologi . ehavioral intention to us. cloud computing. H3 : H0: Diduga persepsi kemudahan . erceived ease of us. tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap persepsi kegunaan . erceived usefulnes. cloud H1: Diduga persepsi kemudahan . erceived ease of us. mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap persepsi kegunaan . erceived usefulnes. cloud H4 : H0: Diduga persepsi kegunaan . erceived usefulnes. tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap terhadap penggunaan teknologi cloud computing . ctual technology us. H1: Diduga persepsi kegunaan . erceived usefulnes. mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap terhadap penggunaan teknologi cloud computing . ctual technology us. H5 : H0: Diduga persepsi kegunaan . erceived usefulnes. tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap minat perilaku menggunakan teknologi . ehavioral intention to us. cloud computing. H1: Diduga persepsi kegunaan . erceived usefulnes. mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat perilaku menggunakan teknologi . ehavioral intention to us. cloud computing. IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gbr 1. Model TAM Davis Berdasarkan model penelitian sebagaimana Gbr 1 maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut : H1 : H0 : Diduga minat perilaku menggunakan teknologi . ehavioral intention to us. tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap penggunaan teknologi cloud computing . ctual technology us. H1 : Diduga minat perilaku menggunakan teknologi . ehavioral intention to us. mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap penggunaan teknologi cloud computing . ctual technology us. Deskripsi Responden Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa analisa yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis PLS-SEM. Analisis statistik deskriptif berguna untuk menggambarkan respon jawaban responden dalam rata-rata dan standar deviasi. Analisis jalur dengan PLSSEM akan digunakan untuk menguji model penelitian melalui pengukuran pengaruh antara variabel secara Dari penyebaran kuesioner sebanyak 70 dari total responden didalam populasi, namun demikian hanya sebanyak 60 kuesioner yang dinyatakan layak untuk diolah dan dianalisa ISSN 2098-8711 | Analisa Penerimaan TeknologiA JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Usia TABEL 2 DATA BERDASARKAN USIA Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 20-25 Tahun 26-30 Tahun > 30 Tahun Total Sumber :Data Penelitian Pengalaman TABEL 3 DATA BERDASARKAN PENGALAMAN Frequency < 1Tahun Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent 1-2 Tahun 2-3Tahun > 3Tahun Total Sumber :Data Penelitian Jenis Kelamin TABEL 4 DATA BERDASARKAN JENIS KELAMIN Frequency Valid Percent Valid Percent Sumber :Data primer yang diolah . Gbr 2. Hasil Uji Validitas Konvergen 1 Uji Validitas Konvergen Tahap 2 Setelah dilakukan pengolahan data kedua terlihat nilai loading factor pada semua indikator yang digunakan sudah sesuai dengan nilai yang diharapkan seperti terlihat pada TABEL6 UJI VALIDITAS KONVERGEN 2 Cumulative Percent ATU < 1Tahun 1-2 Tahun ATU1 0,888877 2-3Tahun ATU2 0,844458 > 3Tahun Total ATU3 0,903932 ATU5 0,864554 Sumber :Data Penelitian Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Uji Validitas Konvergen Tahap Satu Dari hasil proses pengolahan data pertama beberapa indikator PU6. PEU1. PEU3. BIU1, dan ATU4 dianggap tidak memiliki tingkat validitas yang baik dengan nilai LF rendah, seperti terlihat pada tabel TABEL 5 UJI VALIDITAS KONVERGEN 1 BIU BIU2 0,858131 BIU3 0,774507 BIU4 0,908476 PEU PEU2 0,955537 PEU4 0,880260 PEU5 0,849106 PEU6 0,955537 PU1 0,928530 PU2 0,925290 PU3 0,895713 PU4 0,893586 PU5 0,914738 Sumber :Data primer yang diolah . Sumber :Data primer yang diolah . Sumber :Data primer yang diolah . Gbr 2. Hasil Uji Validitas Konvergen 2 ISSN 2098-8711 | Analisa Penerimaan TeknologiA JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Uji Validitas Diskriminan AVE Tahap lain dalam pemeriksaan validitas diskriminan adalah membandingkan nilai korelasi antara variabel laten dengan akar AVE. Suatu variabel laten memiliki validitas diskriminan yang baik jika korelasi antara variabel laten dengan variabel laten lainnya lebih rendah dari akar AVE. output path coefficient dari hasil resampling bootstrap dapat dilihat pada tabel berikut ini: TABEL10 HASIL TABEL7 UJI VALIDITAS DISKRIMINASI AVE Sumber :Data primer yang diolah . KESIMPULAN Sumber :Data primer yang diolah . Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan composite reliability karena dinilai lebih baik dalam mengestimasi konsistensi internal suatu konstruk refleksi pengukuran . TABEL8 UJI RELIABILITAS Sumber :Data primer yang diolah . Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Dalam menilai model struktural dengan PLS dimulai dengan melihat R-square untuk setiap variabel laten Nilai R-Squares dapat menunjukkan kekuatan dari model dimana nilai 0,67, 0,33 dan 0,19 akan menunjukkan model tersebut kuat, moderate, atau lemah. TABEL 9 R SQUARE Sumber :Data primer yang diolah . Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat output path coefficient dari hasil resampling bootstrap. Menurut Hartono . dalam Abdillah dan Mustakini . Ukuran signifikansi keterdukunagan hipotesis dapat digunakan perbandinagn nilai T-table dan T-statistic. Jika nilai Tstatistic lebih tinggi dari pada T-table, berarti hipotesis Untuk tingkat keyakinan 95% . lpha 5 perse. adalah 1,96. Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa : Model penelitian ini menggunakan technology acceptance model (TAM) dengan empat konstruk utama TAM yang menghasilkan lima hipotesis diterima. Dari keempat konstruk utama itu terdapat 5 indikator yang dianggap tidak memiliki tingkat validitas yang baik dengan nilai loading factor dibawah 0,7 diantaranya: PU6 dengan nilai loading factor 0,448634 PEU1 dengan nilai loading factor 0,281103 PEU3 dengan nilai loading factor 0,406933 BIU1 dengan nilai loading factor 0,226774 ATU 4 dengan nilai loading factor 0,459921 Hasil penelitian ini menemukan bahwa minat perilaku menggunakan teknologi (BIU) cloud computing berpengaruh terhadap penggunaan teknologi cloud computing (ATU). Penelitian ini dibuktikan dengan nilai t-statistic dari konstruk BIU terhadap ATU diatas 1,96 yaitu 3,965543. Sehingga hasil penelitian ini Hal ini berarti minat menggunakan teknologi cloud computing akan mempengaruhi pengguna untuk menggunakan teknologi cloud computing. Hasil penelitian ini menemukan bahwa persepsi kemudahan (PEU) berpengaruh terhadap minat perilaku menggunakan teknologi (BIU) cloud computing. Penelitian ini dibuktikan dengan nilai t-statistic dari konstruk PEU terhadap BIU diatas 1,96 yaitu 2,052157. Sehingga hasil penelitian ini didukung. Hal ini berarti persepsi kemudahan akan mempengaruhi minat perilaku menggunakan teknologi cloud computing. Hasil penelitian ini menemukan bahwa persepsi kemudahan (PEU) berpengaruh terhadap persepsi kegunaan teknologi (PU) cloud computing. Penelitian ini dibuktikan dengan nilai t-statistic dari konstruk PEU terhadap PU diatas 1,96 yaitu 25,485381. Sehingga hasil penelitian ini didukung. Hal ini berarti persepsi kemudahan akan mempengaruhi persepsi kegunaan teknologi cloud computing. Hasil penelitian ini menemukan bahwa persepsi kegunaan teknologi (PU) cloud computing berpengaruh terhadap penggunaan teknologi cloud computing (ATU). ISSN 2098-8711 | Analisa Penerimaan TeknologiA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Penelitian ini dibuktikan dengan nilai t-statistic dari konstruk PU terhadap ATU diatas 1,96 yaitu 3,390330. Sehingga hasil penelitian ini didukung. Hal ini berarti persepsi kegunaan teknologi cloud computing akan mempengaruhi pengguna untuk menggunakan teknologi cloud computing. Hasil penelitian ini menemukan bahwa persepsi kegunaan teknologi (PU) cloud computing berpengaruh terhadap minat perilaku menggunakan teknologi (BIU) cloud computing. Penelitian ini dibuktikan dengan nilai t-statistic dari konstruk PU terhadap BIU diatas 1,96 yaitu 2,646728. Sehingga hasil penelitian ini didukung. Hal ini berarti persepsi kegunaan teknologi cloud computing akan mempengaruhi minat perilaku untuk menggunakan teknologi cloud computing. Saran Penelitian yang dilakukan pada skripsi ini masih memiliki beberapa kekurangan. Saran yang dapat diberikan peneliti kedepannya sebagai berikut : Melakukan penelitian yang sama mengenai penerimaan teknologi cloud computing namun dengan lingkup skala yang lebih luas, tidak hanya sebatas pada lingkup organisasi tetapi bisa dikembangkan ke lingkup Untuk penelitian selanjutnya perlu ditambahkan variabel-variabel baru yang merujuk pada penerimaan teknologi cloud computing agar penelitian lebih Penelitian lanjutan atau penyempurnaan baik dengan metodologi maupun pada aspek yang berbeda. REFERENSI