Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Dampak Pembangunan Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Semarang Dwi Mahroji Sekolah Tinggi Manajemen IMMI. Indonesia dwimahroji@stimaimmi. ABSTRACT. This study aims to determine the effect of infrastructure development on economic growth in Semarang City. The data used in this study are secondary data in the form of time series data from 2010-2019 period consisting of constant price GRDP data, electricity, water and transportation data in Semarang City. This study uses quantitative descriptive analysis and multiple linear regression. The software used is SPSS 24. The results of this study indicate that electricity infrastructure and water infrastructure have a significant influence on economic growth in Semarang City with a significant value of 0. 000 <0. While Electricity Infrastructure partially has a positive and significant influence on economic growth significant value = 0. 000 <0. 05 and water infrastructure partially has a positive and significant effect on economic growth with a significant value = 0. <0. From the results of the study it is concluded that infrastructure development has a very important role in increasing and encouraging economic growth in a region, the development that occurs can have a good impact on the process of economic activity. Especially for transportation infrastructure must be studied by another model of economy. Keywords: Electricity Infrastructure. Water Infrastructure. Transportation Infrastructure and Economic Growth ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data time series periode 2010-2019 yang terdiri dari data PDRB harga konstan, data kelistrikan, air dan transportasi di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan regresi linier berganda. Perangkat lunak yang digunakan adalah SPSS 24. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prasarana kelistrikan dan prasarana air mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang dengan nilai signifikan 0,000 <0,05. Sedangkan Infrastruktur Ketenagalistrikan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nilai signifikan = 0,000 <0,05 dan infrastruktur air secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikan = 0,000 <0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah, pembangunan yang terjadi dapat berdampak baik terhadap proses kegiatan perekonomian. Khusus untuk infrastruktur transportasi harus dikaji oleh model ekonomi yang lain. 3070 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Kata Kunci: infrastruktur Kelistrikan. Infrastruktur Kelistrikan. Infrastruktur Transportasi, dan Pertumbuhan Ekonomi PENDAHULUAN Lembaga Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki berbagai potensi ekonomi yang baik. Pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang terus menunjukkan peningkatan. Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang. Tumbuhnya perekonomian di Kota Semarang dikarenakan Letak Semarang yang cukup strategis, yakni pada jalur lintasan yang ramai untuk lalu lintas darat, laut, dan udara. Kota Semarang memiliki Bandara Ahmad Yani. Terminal Induk Terboyo. Stasiun Kereta Api Tawang, serta Pelabuhan Tanjung Emas. Letak Goegrafi yang sangat unik dan indah, yakni dataran tinggi di bagian selatan dan dataran rendah di bagian utara tepi pantai Laut Jawa. Dengan adanya hal demikian, maka menarik berbagai perusahaan yang memilih Kota Semarang sebagai tempat bisnis menjajakan bisnisnya di Kota Semarang. Sibrani . menemukan bahwa infrastruktur, dalam hal ini listrik dan pendidikan, memberikan pengaruh yang positif dan signifikan pada pendapatan per kapita masyarakat Indonesia, sedangkan variabel jalan dan telepon tidak signifikan. Lebih lanjut. Yanuar . dengan menggunakan data panel 26 provinsi menunjukkan bahwa modal fisik, infrastruktur jalan, telepon, kesehatan, dan pendidikan memberikan pengaruh positif pada output perekonomian. Sementara itu. Prasetyo . menyimpulkan bahwa listrik, panjang jalan, stok modal, dan otoritas daerah berpengaruh positif terhadap pembangunan ekonomi Kawasan Indonesia Barat, sementara variabel air bersih tidak signifikan. Penelitian oleh Prasetyo dan Firdaus . menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur, di antaranya elektrifikasi, jalan beraspal, dan air bersih. Berdasarkan laporan BPS Kota Semarang terkait dengan perkembangan infrastruktur di Kota Semarang yang meliputi infrastruktur jalan, listrik dan air menunjukkan bahwa selama kurun waktu 2010-2019 menunjukkan adanya perkembangan yang cukup signifikan setiap tahunnya,. Hal ini sebagaimana yang terlihat pada Tabel 1. 1 berikut : Tabel 1 PDRB Kota Semarang Berdasarkan harga konstan dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Periode 2010-2019 LIST_GAS AIRS_LDU TRAN_GUD PDRB LPE Tahun (Rp Jut. (Rp Jut. (Rp Jut. (Rp Jut. (%) 3071 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. 242,25 631,29 452,69 099,97 331,08 218,39 537,13 966,70 6,581 145,68 153,46 053,55 029,07 5,966 476,63 275,16 481,73 402,04 6,248 772,63 774,11 981,43 874,91 6,315 605,68 151,38 353,73 689,61 5,820 287,72 996,06 313,58 560,57 5,895 250,03 513,45 252,35 891,91 6,697 535,48 494,74 426,76 362,57 6,478 164,61 682,92 390,25 392,66 6,813 LIST_GAS : Sektor Pengadaan Listrik dan Gas AIRS_LDU : Sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang TRAN_GUD : Sektor Transportasi dan Pergudangan Sumber: BPS Kota Semarang tahun 2021 Sebagaimana yang terlihat pada Tabel 1. di atas maka dapat terlihat bahwa perkembangan infrastruktur yakni listrik, air dan transportasi setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, begitu juga PDRB yang dari tahun ketahun juga Akan tetapi kondisi pertumbuhan ekonomi selama kurun waktu 2010-2019 yang menunjukkan perkembangan pertumbuhan ekonomi yang cenderung berfluktuasi, terlebih lagi di Tahun 2011 sebesar 6,581, sempat turun menjadi 5,82 persen di tahun 2015 dan naik lagi tahun 2019 sebesar 6,813. Menurut Prasetyo dan Firdaus . permasalahan infrastruktur masih menjadi permasalahan penting, tidak hanya di Indonesia akan tetapi di beberapa daerahdaerah lainnya. Hal ini penting, dikarenakan urgensinya sebagai salah satu variabel yang dapat merangsang kegiatan-kegiatan ekonomi dalam berjalan lancar terlebih lagi dalam perannya untuk menarik investor agar menginvestasikan dananya guna meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Diuraikan pula lebih lanjut bahwa salah satu yang menghambat investasi adalah dikarenakan kurangnya ketersediaan infrastruktur yang ada dalam suatu daerah Padahal jika ditinjau secara lebih mendalam, infrastruktur meskipun tidak 3072 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. menjadi variabel utama akan tetapi memiliki peran penting dalam mendukung dan merangsang perekonomian untuk dapat mempercepat lajut pertumbuhannya. Sehingga berdasarkan uraian tersebut, maka dalam hal ini peneliti tertarik untuk mengkaji secara lebih mendalam mengenai pengaruh infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang dengan formulasi judul penelitian AuDampak Pembangunan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota SemarangAy. METODE PENELITIAN Adapun yang menjadi lokasi penelitian, dalam penelitian ini adalah Kota Semarang. Lokasi ini dipilih dikarenakan sejalan dengan permasalahan atau isu yang peneliti teliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis data kuantitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk memberikan suatu gambaran atau deskripsi tentang suatu objek yang objektif (Ghozali. Adapun yang akan digambarkan dalam penelitian ini adalah terkait dampak pembangunan infrastruktur terutama listrik dan gas, pengelolaan air serta transportasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data rentan waktu . ime serie. dengan periode waktu 2010Ae 2019. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, yakni berupa : Sektor Pengadaan Listrik dan Gas. Sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang. Sektor Transportasi dan Pergudangan dan data PDRB atas dasar harga Konstan tahun 2010. Sumber data dalam penelitian ini seluruhnya adalah dari Badan Pusat Statistik Kota Semarang dan beberapa dari litelatur pendukung Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, yaitu mencatat dan menelaah dokumen yang selanjutnya diinterpretasi lalu ditarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian ini. Model yang digunakan adalah: Ln_PDRB = 0 1Ln_LG 2Ln_ASLD 3Ln_TRGD A Ln_PDRB = Ln dari Nilai PDRB Kota Semarang Per tahun Ln_LG = Ln dari nilai PDRB Sektor Pengadaan Listrik dan Gas Ln_ASLD = Ln dari nilai PDRB Sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang Ln_TRGD = Ln dari nilai PDRB sektor Transportasi dan Pergudangan 0 = Nilai intercept 1, 2,3 = Nilai coefficient regressi = Error term 3073 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Normalitas Uji normalitas menurut Hair et al . 0 : . adalah untuk mengetahui sejauh mana distribusi data sampel sesuai dengan distribusi normal. Distribusi normal yang dimaksud adalah secara teoritis distribusi probabilitas kontinu di mana sumbu horizontal mewakili semua nilai dari variable dan sumbu vertical merupakan probabilitas grafis dari nilai observasi. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah variable bebas dan terikat mempunyai distribusi data yang normal atau tidak melalui pengujian metode grafis, dimana bila data menyebar disekitar dan mengikuti garis diagonal maka, model regresi memenuhi sumbu normalitas (Solimun, 2. Model regresi yang baik adalah yang mempunyai distribusi data normal atau mendekati normal. Hasil pengujian normalitas dapat dilihat dalam gambar, berikut : Gambar 1 Uji Normalitas Sumber : Hasil Olahan SPSS 24,0, 2021 Berdasarkan gambar diatas, dapat diketahui sebaran data berada di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal oleh arena itu model regresi dalam penelitian ini memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas 3074 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable bebas . ndependen variabl. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variable bebas. Untuk mengujinya yaitu dengan melihat Variance Inflation Factor (VIF). Pedoman suatu model regresi yang bebas multikolinearitas adalah mempunyai VIF disekitar angka 1, sedangkan batas VIF adalah 10 dan mempunyai angka dan mempunyai tolerance mendekati 1. Hasil Pengujian multikolinearitas dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini Tabel 2 Hasil Pengujian Multikolinieritas Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constan. Ln_LG ,005 184,960 Ln_ASLD ,085 11,760 Ln_TRGD ,004 251,777 Sumber : Hasil Olahan SPSS 24,0, 2021 Dari Tabel 2 terlihat nilai tolerance variable kurang dari 0,1 yaitu 0. 05 untuk Listrik dan Gas, 0,085 untuk infrastruktur Air serta transportasi sebesar 0,004. Sedangkan nilai VIF dari masing- masing variable lebih dari 10 yaitu masing-masing 184,960 untuk infrastruktur listrik dan sebesar 11,760 untuk infrastruktur air serta 251,777. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi pada penelitian ini terjadi multikolinearitas. Salah satu solusi menghilangkan gejala multikolinearitas adalah dengan menghilangkan salah satu variabel dengan pertimbangan Nilai VIF Statistic yang paling tinggi atau Nilai Collinearity Tolerance yang paling rendah. Dari Tabel 2 terlihat bahwa dengan kriteria tersebut, nilai Ln_TRGD paling rendah, sehingga variabel tersebut kita keluarkan dari model. Hasil respesifikasi model adalah sebagai berikut: Ln_PDRB = 0 1Ln_LG 2Ln_ASLD A Ln_PDRB = Ln dari Nilai PDRB Kota Semarang Per tahun Ln_LG = Ln dari nilai PDRB Sektor Pengadaan Listrik dan Gas 3075 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Ln_ASLD 0 1, 2 = Ln dari nilai PDRB Sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang = Nilai intercept = Nilai coefficient regressi = Error term Dengan menghitung kembali nilai collinerity tolerance diperoleh Tabel 3 Hasil Pengujian Multikolinieritas setelah Respesifikasi Model Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constan. Ln_LG ,214 4,669 Ln_ASLD ,214 4,669 Sumber : Hasil Olahan SPSS 24,0, 2021 Uji Heterokedastisitas Uji Heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regesi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain, tetap disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah heterokedastisitas tidak terjadi heterokedastisitas. Untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu dalam grafik. Pengujian asumsi heterokedastisitas menyimpulkan bahwa model regresi diatas tidak terdapat pola, sehingga menunjukkan bahwa tidak adanya gejala heterokedastisitas (Ghozali, 2. Dalam penelitian ini, untuk menguji ada atau tidaknya heteroksedastisitas menggunakan Uji Gletser. Uji Glejser dilakukan dengan meregresikan variabel-variabel bebas terhadap nilai absolut residualnya (Gujarati, 2. Sebagai pengertian dasar, residual adalah selisih antara nilai observasi dengan nilai prediksi. absolut adalah nilai mutlaknya. Tabel 4 Uji Glester Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. ,060 ,058 1,035 ,335 Ln_LG ,004 ,003 1,042 1,457 ,189 Ln_ASLD -,009 ,007 -,891 -1,246 ,253 3076 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Sumber : Hasil Olahan SPSS 24,0, 2021 Dari hasil di atas dapat dilihat bahwa nilai sig regressi dengan nilai Abs_Res lebih besar dari 0,01, maka secara statistik tidak ada gejala heteroskedastisitas. Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya, dimana untuk mengetahui pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang, maka akan digunakan dengan analisa metode statistik. Peralatan analisis statistik yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda, sedangkan data yang digunakan pada analisis ini adalah Pengadaan Listrik dan Gas. Pengadaan Air. Transportasi dan Pergudangan serta PDRB dari periode 2010-2019 sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. Setelah melewati proses pengecekan asumsi klassik dan respesifikasi model diperoleh hasil estimasi sebagai berikut: Tabel 5 Hasil Estimasi Regresi Linear Berganda Analisis Pengaruh Pembangunan Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Semarang . ada = 0,. Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constan. 2,566 ,816 3,146 ,016 Ln_LG ,798 ,036 ,812 21,919 ,000 Ln_ASLD ,562 ,101 ,206 5,551 ,001 Sumber : Hasil Olahan SPSS 24,0, 2021 Berdasarkan hasil estimasi pada tabel dengan menggunakan program SPSS 24,0 diperoleh nilai koefisien sebagai berikut : Ln_PDRB = 2. 798Ln_LG 0,562Ln_ASLD Hasil regresi menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel bebas mengandung arti sebagai berikut : Koefesien 0 = 2,566 artinya jika variabel independent tidak mengalami perubahan, maka nilai pertumbuhan ekonomi secara rata-rata akan mengalami kenaikan sebesar 2,566 dengan asumsi semua variabel lain dalam penelitian ini dianggap konsta. Koefesien 1 = 0,798 artinya jika variabel Listrik dan Gas mengalami peningkatan, maka pertumbuhan ekonomi juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,798 dengan asumsi semua variabel dalam penelitian ini dianggap konstan. Koefisien 3 = 0,562 artinya jika variabel Infrastruktur Air mengalami peningkatan, maka pertumbuhan ekonomi juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,562 dengan asumsi semua variabel dalam penelitian ini dianggap konstan. 3077 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Model Sumary Angka R sebesar 0. 999 menunjukkan bahwa korelasi/hubungan antara Pertumbuhan PDRB dengan variabel independentnya yakni Infrastruktur Listrik dan Gas serta Pengelolaan Air adalah korelasi/hubungan yang sangat kuat. Tabel 6 Ringkasan Model Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate ,999 ,998 ,997 ,00943 Predictors: (Constan. Ln_ASLD. Ln_LG Dependent Variable: Ln_PDRB Guna mengetahui ini lain koefesien determinasi, berdasarkan hasil estimasi pada tabel, dapat dilihat bahwa nilai koefesien determinasi (R. yaitu sebesar 0. 998 atau sekitar 99,8 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi variabel Independent terhadap variabel Dependent sebesar 99,8 persen adapun sisanya 0,2 persen lainnya adalah kontribusi dari variabel lain yang belum masuk dalam penelitian. Standard Error of Estimate (SEE) dalam penelitian ini adalah 0,009 yang berarti bahwa makin kecil nilai SEE akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel dependent. Uji Signifikan Bersama Berdasarkan hasil estimasi diatas, maka kita akan melakukan pengujian hipotesis sebagai berikut ini: Uji Simultan . ji-F) Sebelum melakukan pengujian, terlebih dahulu kita rumuskan hipotesis statistiknya yaitu : H0 : b1 = 0 H1 : b1 O 0 Pengujian hipotesis dapat pula dilakukan dengan membandingkan nilai F-sign dengan = 0,05. Apabila F-sign < dari = 0,05, maka terima H1 atau tolak H0. Sebaliknya, apabila F-sign > dari = 0,05, maka tolak H1 atau terima H0. Tabel 6 Uji F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square F Sig. Regression ,302 ,151 1697,027 ,000b Residual ,001 ,000 Total ,303 Dependent Variable: Ln_PDRB 3078 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Predictors: (Constan. Ln_ASLD. Ln_LG Sumber : Hasil Olahan SPSS 24,0, 2021 Berdasarkan Tabel 6 diatas, diperoleh nilai F-hitung yaitu sebesar 1697,027 atau dengan tingkat signifikan F sebesar 0,000 < pada = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel independent secara bersama-sama . yakni Infrastruktur Listrik dan Gasdan Infrastruktur Pengadaan Air berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Uji Parsial . Sebelum melakukan pengujian, terlebih dahulu dirumuskan hipotesis statistiknya yaitu : H0 : i = 0 . = Infrastruktur Listrik dan Infrastruktur Ai. H1 : i O 0 Pengujian hipotesis dapat pula dilakukan dengan membandingkan nilai t-sign dengan = 0,05. Apabila t-sign < dari = 0,05, maka terima H1 atau tolak H0. Sebaliknya, apabila tsign > dari = 0,05 maka tolak H1 atau terima H0. Berdasarkan tabel di atas, diperoleh thitung untuk Infrastruktur Listrik yaitu sebesar 21,919 atau dengan tingkat signifikan t 000 < pada = 0,05, maka tolak H0 atau H1 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa infrastruktur pengadaan listrik dan gas secara terpisah berpengaruh signifikan pertumbuhan PDRB Kota Semarang. Selanjutnya berdasarkan tabel di atas, diperoleh t-hitung untuk Infrastruktur air yaitu sebesar 5,551 atau dengan tingkat signifikan t sebesar 0. 001 < pada = 0,05, maka tolak H0 atau H1 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa infrastruktur pengadaan air secara terpisah berpengaruh signifikan terhadap PDRB di Kota Semarang. Pembahasan Konsumsi energi listrik Kota Semarang pada sektor komersial terus mengalami peningkatan hingga 2015 dengan nilai tertinggi 795. 033 MWh pada tahun 2015 dan ratarata 719. 177 MWh. Laju pertumbuhan konsumsi energi listrik tertingi pada sektor komersial adalah pada tahun 2015 dengan 13%, dan terendah adalah pada tahun 2011 dengan 2,91%. Pertumbuhan yang positif menunjukkan adanya permintaan yang meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas pada sektor komersial. Jumlah pelanggan listrik PLN pada sektor komersial mengalami peningkatan yang signifikan dan stabil sejak tahun 2012. Jumlah konsumsi listrik per-pelanggan mengalami cenderung mengalami penurunan karena nilai tertinggi justru diraih pada tahun 2012 dengan 176 KWH, dan mecapai titik terendah pada tahun 2014 dengan 10. 406 KWH. Hal ini dikarenakan jumlah pelanggan yang banyak namun konsumsi listrik yang dibutuhkan tidak begitu besar. Selain itu, banyak perdagangan dan jasa di Kota Semarang yang belum stabil sehingga berpengaruh pada konsumsi listrik yang digunakan. Kebutuhan energi di Kota Semarang terutama kelistrikan disuplai oleh PLTU (Tambak Lorok. Semarang Utar. PLTA . alam perencanaa. , serta 9 gardu induk dalam jaringan listrik nasional Jawa Ae Bali. 3079 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PDAM Tirta Moedal Kota Semarang merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak dalam bidang pelayanan penyedia air bersih Daerah Kota Semarang. Keberadaan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang sangat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi kehidupaan sehari-hari masyarakat di Kota Semarang. Salah satu tugas pokok yang paling utama PDAM Tirta Moedal Semarang adalah mendistibukan air bersih dan memberikan pelayanan kepada pelanggan, terkait dengan kepuasan sebagai pengguna layanan (Listanti, 2. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang adalah TPA terbesar di Jawa Tengah yang terletak di Kota Semarang. TPA Jatibarang ini adalah TPA utama yang menampung 70% dari limbah Kota Semarang, dimana TPA Jatibarang mampu menampung 800 ton sampah per hari. Kota Semarang mencoba mengkaji beberapa kemungkinan untuk mengalihkan penggunaan energi ke sumber Ae sumber baru terbarukan lewat beberapa pilot project yang mungkin atau telah dikembangkan sesuai potensi wilayah, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS. di TPA Jatibarang. Biogas di Sumurejo. Cepoko, dan Kedungpane maupun pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on grid pada beberapa gedung pemerintahan. Hal ini juga sebagai bentuk antisipasi terhadap isu energi dimana sumber energi tak terbarukan tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan energi perkotaan karena pertambahan penduduk di masa mendatang. Sektor Transportasi memiliki kontribusi terhadap total PDRB paling tinggi dibandingkan dengan Sektor LISGAS dan Sektor ASLD sebagaimaan tergambar dalam tabel 7 berikut Tabel 7 Persentase Kontribusi Sektor terhadap PDRB Kota Semarang LIST_GAS AIRS_LDU TRAN_GUD TAHUN 0,12 0,12 3,39 0,12 0,12 3,34 0,13 0,11 3,40 0,13 0,10 3,52 0,13 0,10 3,64 0,12 0,10 3,62 0,12 0,09 3,63 3080 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. 0,12 0,09 3,64 0,12 0,09 3,69 0,12 0,09 3,81 Rerata 0,12 0,10 3,57 Sumber: Data BPS Kota Semarang diolah Dari tabel terlihat bahwa sektor Tranportasi dan Pergudangan memiliki kontribusi yang paling besar dibandingkan dengan Pengadaan Listrik dan Air. Mengingat juga lokasi Kota Semarang yang berada di seputaran pergerakan penumpang dan barang dengan adanya Tol Transjawa. Jalur Kereta Api dan Jalan Non Tol, maka dicoba kembali analisis pengaruh Infrastruktur Transportasi dan Pergudangan menggunakan model persamaan tunggal yaitu Regressi Linear Sederhana dengan rumus sebagai berikut: Ln_PDRB = 0 1Ln_TRGD A Ln_PDRB = Ln dari Nilai PDRB Kota Semarang Per tahun Ln_TRGD = Ln dari nilai PDRB sektor Transportasi dan Pergudangan 0 = Nilai intercept = Nilai coefficient regressi = Error term diperoleh hasil output SPSS sebagai berikut: Tabel 8 Estimasi Parameter Sektor Transportasi dan Pergudangan Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error (Constan. -,011 ,015 Ln_TRGD ,001 ,001 Beta ,262 Sig. -,724 ,489 ,767 ,465 Secara statitik terlihat bahwa variabel sektor Transportasi dan Pergudangan tidak berpengaruh terhadap perubahan pada PDRB Kota Semarang. Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa secara statistik Sektor Transportasi tidak berpengaruh secara signifikan coba dilihat dari perilaku pertumbuhan nilai sektoralnya yang tersaji dalam tabel 9 berikut ini. 3081 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 9 Pertumbuhan PDRB per sektor LIST_GAS AIRS_LDU TRAN_GUD PDRB (Rp Jut. 7,290 1,593 5,041 6,581 9,407 -2,040 7,698 5,966 8,175 0,123 10,081 6,248 6,719 3,524 10,157 6,315 2,150 1,340 5,013 5,820 7,193 2,731 6,207 5,895 6,211 3,287 7,132 6,697 5,406 3,603 7,954 6,478 5,961 5,405 10,128 6,813 Tahun Dari tabel terlihat bahwa Sektor Transportasi dan Pergudangan memiliki pertumbuhan yang cukup tingga dan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan PDRB Total, sehingga secara statistik tidak bisa dilihat signifikansi keterpengaruhannya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan penelitian terkait AuAnalisis Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kota SemarangAy, maka dapat disimpulkan bahwa :, . Terdapat pengaruh positif signifikan antara Pengadaan Listrik dan Gas terhadap PDRB di Kota Semarang. Pengaruh positif siginifikan ini mengindikasi bahwa peningkatan yang terjadi pada pengadaan listrik dan gas akan berimplikasi terhadap peningkatan PDRB di Kota Semarang, . Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pengadaan air, sampah limbah dan daur ulang terhadap pertumbuhan PDRB di Kota Semarang. Pengaruh positif siginifikan ini mengindikasi bahwa peningkatan yang terjadi pada pembangunan Infrastruktur pengadaan air akan berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang, . Pembangunan infrastruktur melalui transportasi dan pergudangan walaupun memiliki kontribusi lebih 3082 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 3070 -3084 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. tinggi dan pertumbuhan yang juga lebih tinggi dibandingkan total PDRB, sektor ini belum dapat digambarkan keterpengaruhannya terhadap perubahan pada PDRB Kota Semarang secara statistik dan . Secara bersama-sama, infrastruktrur listrik dair mempengaruhi PDRB Kota Semarang. REFERENSI