DARMA CENDEKIA e-ISSN 2963-167X Vol. No. Desember 2025, hlm. http://w. com/index. php/darmacendekia/index DOI: https://doi. org/10. 60012/dc. PELATIHAN SINTAKSIS FUNGSIONAL BASIC STRUCTURE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SPEAKING DAN WRITING GURU SMK Ziyaul Haq1*. Tarmizi Rasul2. Laode Hampu3. Mulya Burhan4 Universitas Indraprasta PRGI Jakarta1,2,3,4 unindra@gmail. com1*, tarmiziguchi@gmail. com2, hampulaode75@gmail. mulyaburhan@gmail. Kata Kunci: Sintaksis Fungsional. Basic structure. Speaking. Writing. Guru Bahasa Inggris. SMK, Partisipatif. Abstrak: Bahasa Inggris merupakan keterampilan kunci bagi lulusan SMK untuk menghadapi tantangan global, namun kemampuan produktif seperti speaking dan writing masih Hasil observasi menunjukkan sebagian besar siswa belum percaya diri menggunakan bahasa Inggris karena lemahnya pemahaman terhadap struktur dasar kalimat. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara kurikulum yang ada dan kompetensi faktual siswa. Kegiatan Pelatihan Sintaksis Fungsional pada Level Basic structure dirancang sebagai upaya pemberdayaan profesional guru Bahasa Inggris SMK melalui peningkatan pemahaman konsep sintaksis fungsional, kemampuan analisis struktur kalimat, serta penerapan dalam pembelajaran speaking dan writing. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis problem-based learning dengan 30 guru peserta dari MGMP Bahasa Inggris Kota Bekasi. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan interaktif, dan evaluasi-refleksi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap fungsi gramatikal unsur kalimat, penggunaan tenses, dan penerapan struktur kalimat secara Guru lebih mampu mengaitkan unsur gramatikal dengan makna dalam konteks sosial, serta merancang kegiatan berbicara dan menulis yang lebih kontekstual. Pelatihan ini juga mendorong terbentuknya komunitas guru yang kompeten, kolaboratif, dan inovatif dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris berbasis fungsi kalimat. Kesimpulannya, pendekatan SFL berbasis pelatihan partisipatif efektif meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar speaking dan writing secara fungsional, sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan komunikasi siswa SMK secara bermakna. Keyword: Functional Syntax. Basic Speaking. Writing. English Teachers. Vocational High School. Participatory. Abstract: English is a crucial skill for vocational high school (SMK) graduates in facing global challenges, yet studentsAo productive skills, particularly speaking and writing, remain low. Classroom observations reveal that many students lack confidence in using English due to limited understanding of basic sentence structures, indicating a gap between curriculum demands and actual learner To address this issue. Functional Syntax Training at the Basic structure Level was designed to strengthen English teachersAo pedagogical capacity. The program focused on enhancing teachersAo understanding of functional syntax, sentence structure analysis, and classroom application for speaking and Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Ziyaul Haq. Tarmizi Rasul. Laode Hampu. Mulya Burhan Pelatihan Sintaksis Fungsional Basic Structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru SMK writing instruction. Using a participatory, problem-based learning approach, the training involved 30 English teachers from the MGMP in Bekasi City and was conducted in three stages: preparation, interactive training, and evaluation-reflection. The results show improved teacher comprehension of grammatical functions, tense usage, and contextual sentence construction. Teachers became more skilled in linking grammar to meaning in social contexts and designing communicative speaking and writing Overall. SFL-based participatory training effectively enhances teachersAo functional teaching competence and supports the development of meaningful English communication skills. Diserahkan: 14-10-2025 Direvisi: 29-12-2025 Diterima: 29-12=2025 PENDAHULUAN Bahasa Inggris merupakan salah satu keterampilan kunci dalam menghadapi tantangan global, terutama bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja. Namun, capaian keterampilan produktif seperti speaking dan writing siswa SMK masih tergolong rendah. Hasil observasi menunjukkan bahwa sekitar 80Ae85% siswa SMP. SMA, dan SMK di beberapa wilayah, termasuk Kota Bekasi, belum percaya diri menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi dasar karena lemahnya pemahaman terhadap struktur dasar kalimat . asic structur. yang menjadi fondasi keterampilan berbahasa (Cornelius, 1. Kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara kurikulum yang telah diperbarui, seperti Kurikulum Merdeka yang dicanangkan pada tahun 2022, dengan kompetensi faktual siswa di lapangan yang belum menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikatif. Dalam konteks tersebut. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kota Bekasi menjadi wadah strategis bagi para guru untuk berkolaborasi meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan hasil diskusi dan observasi awal, sebagian besar guru Bahasa Inggris SMK di bawah MGMP Bekasi masih menghadapi kesulitan dalam mengajarkan speaking dan writing secara fungsional karena pembelajaran yang dilakukan masih berorientasi pada hafalan struktur, bukan pada fungsi komunikatif. Padahal, dalam kerangka Systemic Functional Linguistics (SFL), bahasa dipahami bukan semata sebagai sistem gramatikal, melainkan sebagai sistem makna yang berfungsi dalam konteks sosial (Eggins, 2004. Halliday, 2. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pelatihan yang mampu mengaitkan teori struktur dasar kalimat dengan fungsi komunikatif bahasa untuk mendukung kemampuan berbicara dan menulis siswa SMK secara kontekstual. Isu utama yang dihadapi mitra berkaitan dengan keterbatasan pemahaman guru terhadap Sintaksis Fungsional pada level Basic structure, kurangnya kemampuan analisis struktur kalimat sederhana, serta minimnya kolaborasi dalam pengembangan materi ajar berbasis fungsi kalimat. Hal ini berdampak pada pembelajaran yang kurang aplikatif dan tidak memberikan ruang bagi siswa untuk membangun kemampuan komunikatif yang bermakna. Sejalan dengan pandangan Jufri et al. , peningkatan kompetensi guru dalam memahami dan mengajarkan bahasa secara fungsional sangat penting agar mereka dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris di berbagai situasi komunikasi nyata. Dengan demikian, peningkatan Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Ziyaul Haq. Tarmizi Rasul. Laode Hampu. Mulya Burhan Pelatihan Sintaksis Fungsional Basic Structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru SMK kapasitas guru melalui pelatihan berbasis SFL menjadi langkah strategis untuk memperbaiki mutu pembelajaran di SMK. Kegiatan Pelatihan Sintaksis Fungsional pada Level Basic structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru Bahasa Inggris SMK ini dirancang sebagai bentuk pemberdayaan profesional bagi guru anggota MGMP Bahasa Inggris Kota Bekasi. Tujuan kegiatan ini meliputi peningkatan pemahaman guru terhadap konsep dasar sintaksis fungsional, pelatihan analisis struktur fungsional kalimat sederhana, serta penerapan hasil pelatihan dalam pembelajaran produktif bahasa Inggris. Perubahan sosial yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbangunnya komunitas guru bahasa Inggris yang kompeten, kolaboratif, dan inovatif dalam mengembangkan pembelajaran berbasis fungsi bahasa, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa SMK secara efektif, bermakna, dan METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif . articipatory training approac. yang berorientasi pada problem-based Pendekatan ini dipilih agar peserta pelatihan, yaitu guru-guru Bahasa Inggris SMK, dapat berpartisipasi aktif dalam memahami dan menerapkan konsep Sintaksis Fungsional pada level basic structure secara langsung dalam konteks pembelajaran speaking dan writing. Mitra kegiatan adalah MGMP Bahasa Inggris Kota Bekasi, yang berperan dalam mengoordinasikan peserta pelatihan dari berbagai SMK di Kota Bekasi serta memfasilitasi komunikasi antara tim pelaksana dan sekolah mitra. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 11 Kota Bekasi yang menjadi lokasi utama pelatihan. Peserta yang terlibat berjumlah 30 guru Bahasa Inggris dari perwakilan SMK di Kota Bekasi. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu . tahap persiapan, . tahap pelaksanaan pelatihan, dan . tahap evaluasi dan refleksi. Tahap Persiapan Pada tahap ini, tim pelaksana melakukan survei lokasi dan analisis situasi bersama MGMP untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta, khususnya terkait pemahaman struktur dasar kalimat dan penerapannya dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dilakukan perencanaan materi pelatihan yang disusun berdasarkan teori Systemic Functional Linguistics (SFL) dengan fokus pada basic structure serta contoh penerapannya dalam aktivitas speaking dan writing. Tahap Pelaksanaan Pelatihan Kegiatan dilaksanakan melalui sesi tatap muka interaktif yang mencakup ceramah singkat, analisis struktur kalimat berdasarkan fungsi gramatikal, latihan mengidentifikasi process type dan clause element, serta praktik menyusun kalimat kontekstual untuk kegiatan menulis dan berbicara. Pada tahap ini, peserta terlibat aktif dalam diskusi dan praktik untuk memperkuat pemahaman konseptual maupun Tahap Evaluasi dan Refleksi Evaluasi dilakukan melalui diskusi terbimbing, umpan balik peserta, serta penilaian terhadap tugas praktik. Tahap ini juga mencakup refleksi terhadap proses pelaksanaan kegiatan, identifikasi peningkatan pemahaman peserta terhadap Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Ziyaul Haq. Tarmizi Rasul. Laode Hampu. Mulya Burhan Pelatihan Sintaksis Fungsional Basic Structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru SMK struktur fungsional kalimat, serta penyusunan laporan hasil kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi PKM. Tahap Persiapan: a. Survey. Analisis Situasi Tahap Pelaksanaan: Tatap muka interaktif Tahap Evaluasi & Refleksi: diskusi, bimbingan, dan laporan Diagram 1 Tahapan Pelaksanaan HASIL Hasil pelaksanaan kegiatan Pelatihan Sintaksis Fungsional pada Level Basic structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru Bahasa Inggris SMK menunjukkan bahwa para guru mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep sintaksis fungsional dalam kerangka Systemic Functional Linguistics (SFL). Sebelum pelatihan, sebagian besar guru masih memahami tata bahasa secara tradisional yang hanya menekankan bentuk kalimat dan aturan struktural. Melalui pelatihan ini, mereka mulai memahami bahwa setiap unsur dalam kalimat memiliki fungsi tertentu yang membangun makna sesuai konteks komunikasi. Guru juga mulai melihat hubungan antara struktur kalimat dan fungsi sosial bahasa dalam proses pembelajaran keterampilan speaking dan writing. Selama kegiatan berlangsung, guru dilatih untuk mengenali sifat-sifat kata berdasarkan fungsi gramatikalnya. Beberapa kata dapat berpindah kelas karena perubahan fungsi dalam kalimat. Mereka diperkenalkan pada berbagai elemen predicate seperti linking verb dan auxiliary verb, khususnya kata kerja to be yang dapat berfungsi dalam dua kelas tersebut tergantung pada pola dan makna kalimat. Selain itu, peserta memahami bentuk-bentuk kata atau frasa yang dapat berperan sebagai subjek maupun komplemen, serta mempelajari unsur complement yang mencakup object, direct object, indirect object, attribute, dan value. Guru juga mengenal letak adjunct berdasarkan jenisnya dan memahami peran masing-masing dalam struktur kalimat. Pemahaman ini membantu mereka mengaitkan fungsi unsur gramatikal dengan makna kalimat secara Dalam tahap berikutnya, guru diperkuat pemahamannya tentang tenses dengan menelaah fungsi waktu dan hubungan antarklausa. Mereka belajar membedakan penggunaan tenses berdasarkan penanda waktu dan memahami keterkaitannya pada compound sentence dan complex sentence. Pendekatan ini membantu guru melihat bahwa tenses bukan hanya bentuk gramatikal, tetapi juga penanda fungsi temporal dan hubungan logis antarperistiwa. Pelaksanaan pelatihan berjalan dengan lancar karena peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan diskusi, latihan analisis kalimat, dan praktik pengembangan materi ajar. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan sangat membantu guru dalam memahami struktur dasar kalimat secara fungsional serta mengaplikasikannya dalam pembelajaran speaking dan writing yang lebih komunikatif dan kontekstual. PEMBAHASAN Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Ziyaul Haq. Tarmizi Rasul. Laode Hampu. Mulya Burhan Pelatihan Sintaksis Fungsional Basic Structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru SMK Hasil kegiatan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran berbasis partisipatif dalam pengajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan keterampilan berbicara secara alami dan komunikatif. Pendekatan partisipatif dinilai efektif karena mampu membangun keberanian awal peserta, melibatkan mereka secara aktif, serta menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan tidak menekan, sesuai dengan prinsip pembelajaran partisipatif yang menekankan keterlibatan peserta sebagai subjek aktif (Aprianto et al. , 2025. Simaremare et al. , 2. Dalam konteks pelatihan guru bahasa Inggris, partisipasi aktif tidak hanya meningkatkan keberanian berkomunikasi, tetapi juga memperdalam pemahaman terhadap fungsi bahasa dalam interaksi sosial, selaras dengan pandangan Halliday . dan Martin & Rose . mengenai bahasa sebagai sumber makna dalam interaksi sosial. Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting di era globalisasi, yang relevan tidak hanya untuk kebutuhan akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari serta dunia kerja yang menuntut daya saing Kemampuan ini memungkinkan siswa mengekspresikan ide dan gagasan secara efektif sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dan penguasaan bahasa secara keseluruhan (Septiyana et al. , 2021. Antika et al. , 2. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keterampilan berbicara harus menjadi fokus dalam berbagai program pengembangan bahasa, baik bagi siswa maupun guru, sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi sosial peserta. Sejalan dengan hal tersebut. Whisnubrata et al. membuktikan efektivitas kegiatan English Conversation Club dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa sekolah menengah melalui aktivitas seperti percakapan dasar, debat sederhana, permainan peran, dan diskusi kelompok. Aktivitas berbasis percakapan ini terbukti tidak hanya meningkatkan kelancaran berbahasa dan penguasaan kosakata, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran, yang mencerminkan keterkaitan langsung antara praktik partisipatif dan teori pembelajaran bahasa. Gambar 1 Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Selain itu, pelatihan peningkatan keterampilan berbicara bagi guru SMA dan sederajat yang dilakukan secara daring oleh tim pengabdian menunjukkan hasil yang Peserta mampu membedakan intonasi naik-turun pada kalimat interogatif serta Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Ziyaul Haq. Tarmizi Rasul. Laode Hampu. Mulya Burhan Pelatihan Sintaksis Fungsional Basic Structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru SMK mengalami peningkatan kosakata, pengucapan, dan penggunaan tata bahasa yang tepat dalam mengekspresikan gagasan (Merrita & Iswandari, 2. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan partisipatif, baik bagi guru maupun siswa, efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara melalui praktik kolaboratif dan reflektif sehingga berpotensi menghasilkan perubahan sosial berupa peningkatan kualitas interaksi belajar di Berdasarkan hal tersebut, kegiatan yang berorientasi pada partisipasi dan interaksi nyata memberikan peluang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan berbicara dalam konteks komunikatif yang lebih otentik dan bermakna. Kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa keberhasilan pembelajaran bahasa tidak hanya bergantung pada materi ajar, tetapi juga pada lingkungan belajar yang mendorong eksplorasi, kolaborasi, dan pengembangan kompetensi sosial peserta secara menyeluruh. Kegiatan pengabdian serupa juga dilakukan oleh Tambunsaribu dan Danisha . melalui pelatihan Creative Writing bagi siswa SMP English Club di Pasar Minggu. Kegiatan ini mengintegrasikan pendekatan fun learning dan aktivitas menulis kreatif untuk menumbuhkan ekspresi diri dalam bahasa Inggris. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan menampilkan hasil tulisannya melalui media sosial sebagai bentuk apresiasi karya, menunjukkan dampak sosial berupa peningkatan keberanian dan partisipasi dalam interaksi sosial digital. Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan menulis, tetapi juga memperkuat keberanian dan partisipasi dalam berbicara. Hal ini menunjukkan bahwa metode berbasis kreativitas dan interaksi sosial dapat memfasilitasi pengembangan kemampuan bahasa secara komprehensif, terutama bagi remaja yang belajar di lingkungan nonformal. Melalui kegiatan semacam ini, peserta memperoleh kesempatan mengekspresikan identitas dan ide mereka secara lebih terbuka dalam bahasa asing, sesuai dengan prinsip pengembangan kompetensi sosial dan afektif dalam pembelajaran Lebih lanjut, hasil penelitian pengabdian Isu et al. memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan menulis melalui cerpen efektif meningkatkan kemampuan siswa kelas XI SMA N Amanuban Timur dalam menulis, berbicara, serta berpikir kreatif. Melalui tahapan analisis struktur cerita, pemilihan tema, hingga kegiatan peer review, siswa menjadi lebih mampu menyusun ide, memperkaya kosakata, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis dan berbicara bahasa Inggris, yang mencerminkan integrasi antara praktik pengabdian dan teori pembelajaran berbasis proyek kreatif. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Ziyaul Haq. Tarmizi Rasul. Laode Hampu. Mulya Burhan Pelatihan Sintaksis Fungsional Basic Structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru SMK Gambar 2 Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Model pembelajaran yang dikembangkan Isu et al. menegaskan bahwa pendekatan berbasis proyek kreatif dapat membangun motivasi intrinsik dan memperluas pengalaman berbahasa siswa dalam konteks yang bermakna. Dengan demikian, baik kegiatan Tambunsaribu dan Danisha . maupun Isu et al. menunjukkan bahwa aktivitas menulis kreatif tidak hanya memperkuat aspek linguistik, tetapi juga menumbuhkan aspek afektif dan sosial dalam pembelajaran bahasa Inggris, sehingga memiliki kontribusi terhadap perubahan sosial di lingkungan sekolah. Kegiatan serupa yang berfokus pada penguatan kemampuan berbicara juga dilakukan oleh Risan et al. melalui Pelatihan Speaking for Everyday Communication bagi pemuda di Makassar. Program ini berhasil meningkatkan kemampuan berbicara peserta sekaligus membangun kepercayaan diri dan kesadaran kolektif akan pentingnya bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya komunitas belajar yang berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat, menunjukkan dampak sosial yang signifikan dari kegiatan pengabdian. Program English Club di Universitas Islam Indragiri yang dilaporkan oleh Salmiati et al. memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan kemampuan berbicara mahasiswa. Melalui pendekatan partisipatif yang memadukan teori, praktik, diskusi, dan unjuk kerja, kegiatan ini menunjukkan bahwa English Club dapat menjadi sarana efektif bagi mahasiswa dari berbagai jurusan untuk melatih kemampuan berbicara secara terstruktur dan menyenangkan. Aktivitas seperti permainan bahasa, simulasi presentasi, dan diskusi terarah terbukti meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi verbal, serta pemahaman lintas budaya, yang sekaligus mendukung pengembangan kompetensi sosial dan afektif peserta. Lebih dari itu, pendekatan bilingual yang digunakan dalam kegiatan Salmiati et . memperlihatkan kepekaan terhadap kebutuhan peserta yang memiliki latar belakang kemampuan bahasa Inggris yang beragam. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai pendukung proses pembelajaran memungkinkan mahasiswa memahami materi secara lebih baik, sehingga mereka dapat berpartisipasi aktif dalam setiap sesi latihan Hal ini menegaskan bahwa fleksibilitas linguistik dan pendekatan partisipatif merupakan kunci keberhasilan program peningkatan keterampilan berbicara di perguruan tinggi. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Ziyaul Haq. Tarmizi Rasul. Laode Hampu. Mulya Burhan Pelatihan Sintaksis Fungsional Basic Structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru SMK Gambar 3 Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Selaras dengan itu. Novitasari . juga menegaskan efektivitas strategi diskusi kelompok kecil dalam meningkatkan keterampilan speaking siswa SMA melalui program Kampung Bahasa di Situbondo. Strategi ini terbukti membantu siswa memperbaiki pengucapan, tata bahasa, kosakata, dan kelancaran berbicara melalui praktik kolaboratif yang memberi ruang bagi mereka untuk saling memberi masukan dan belajar menghargai pendapat orang lain. Dengan model ini, peserta tidak hanya memperoleh peningkatan kompetensi linguistik, tetapi juga kepercayaan diri dan kemampuan berinteraksi sosial secara demokratis. Pendekatan berbasis diskusi kelompok kecil sebagaimana diterapkan oleh Novitasari . sejalan dengan prinsip partisipatif dalam kegiatan PKM lainnya yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif peserta. Diskusi interaktif dalam kelompok kecil dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih setara dan terbuka, sehingga setiap peserta merasa aman untuk berekspresi dan berpartisipasi. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan berbicara dapat dicapai lebih optimal ketika strategi pembelajaran menempatkan peserta sebagai subjek aktif pembelajaran, sesuai dengan teori pembelajaran partisipatif. Sementara itu. Agustina et al. menerapkan pendekatan serupa dalam pelatihan pengembangan materi speaking skills bagi guru sekolah dasar di Kampung Inggris. Agam. Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kemampuan guru dalam merancang bahan ajar kreatif yang sesuai dengan konteks peserta didik. Hasil refleksi menunjukkan bahwa guru tidak hanya memperoleh peningkatan kompetensi pedagogis, tetapi juga menumbuhkan komitmen untuk menerapkan pembelajaran partisipatif di Pendekatan ini memperlihatkan bahwa strategi partisipatif tidak hanya efektif bagi siswa, tetapi juga relevan bagi pengembangan profesional guru. Temuan Aprianto et al. yang menyoroti efektivitas pendekatan partisipatif dalam meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa sejalan dengan hasil pengabdian Simaremare et al. Whisnubrata et al. Merrita & Iswandari . Tambunsaribu dan Danisha . Isu et al. Risan et al. Salmiati et al. , dan Novitasari . yang menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan peserta dalam proses pembelajaran bahasa. Dalam konteks pelatihan guru, prinsip ini menjadi dasar bagi upaya mengembangkan pemahaman struktur bahasa yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif dalam situasi komunikasi nyata. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Ziyaul Haq. Tarmizi Rasul. Laode Hampu. Mulya Burhan Pelatihan Sintaksis Fungsional Basic Structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru SMK Gambar 4 Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Berdasarkan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat terdahulu tersebut, pelatihan sintaksis fungsional dalam kegiatan PKM ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat pemahaman terhadap basic structure, tetapi juga untuk menumbuhkan kemampuan berbicara dan menulis secara kontekstual melalui kegiatan reflektif, kolaboratif, dan partisipatif. Pelatihan ini menggunakan pendekatan Systemic Functional Linguistics (SFL) yang memandang bahasa sebagai sumber makna dalam interaksi sosial (Halliday, 1994. Martin & Rose, 2. Melalui latihan analisis struktur kalimat dan fungsi gramatikal seperti predikasi, komplemen, dan adjunct, peserta memahami bahwa struktur kalimat memiliki fungsi interpersonal dan tekstual (Eggins, 2004. Thompson. Dengan demikian, kegiatan PKM ini memperkuat keterkaitan antara teori linguistik dan praktik komunikatif sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai kegiatan pengabdian sebelumnya, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan kompetensi sosial dan afektif peserta. SIMPULAN Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan sintaksis berbasis fungsional telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman guru mengenai struktur dan fungsi unsur-unsur gramatikal dalam bahasa Inggris. Guru mampu membedakan jenis kata berdasarkan fungsi gramatikalnya, memahami peran unsur predikat seperti linking verb dan auxiliary verb, serta mengenali bentuk-bentuk frasa yang dapat berfungsi sebagai subjek dan komplemen. Selain itu, pemahaman guru tentang penggunaan tenses berdasarkan fungsi waktu dan hubungannya dalam klausa majemuk juga meningkat secara signifikan. Secara teoretis, kegiatan ini memperlihatkan bahwa pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik (SFL) dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pengajaran sintaksis di tingkat guru bahasa Inggris. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada aturan tata bahasa secara struktural, tetapi juga pada fungsi dan makna yang direalisasikan dalam konteks komunikasi. Dengan demikian, pemahaman terhadap struktur kalimat menjadi lebih bermakna karena berkaitan langsung dengan tujuan komunikatif dalam penulisan. Sebagai tindak lanjut, pelatihan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kegiatan pendampingan yang memfokuskan pada penerapan analisis fungsional dalam teks siswa. Selain itu, disarankan agar dikembangkan modul dan perangkat Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Ziyaul Haq. Tarmizi Rasul. Laode Hampu. Mulya Burhan Pelatihan Sintaksis Fungsional Basic Structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru SMK pembelajaran berbasis SFL yang dapat digunakan guru sebagai panduan praktis di kelas. Keberlanjutan kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi pedagogis guru dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis secara lebih akurat dan bermakna. UCAPAN TERIMA KASIH Tim PKM-PM mengucapkan terima kasih kepada Bapak Suhandi. Pd. , selaku Ketua MGMP Bahasa Inggris se-Kota Bekasi, atas dukungan dan kerja samanya dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Sekolah SMKN 11 Kota Bekasi yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan bagi tim untuk melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas guru bahasa Inggris. Tidak lupa, apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah membantu mensukseskan kegiatan pelatihan bagi para guru bahasa Inggris SMK se-Kota Bekasi sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang optimal. REFERENSI