Fropil Vol 10 No. 1, (Jun. 2022 DOI: https://doi. org/10. 33019/fropil. EVALUASI KERUSAKAN JALAN LINTAS TIMUR DI KABUPATEN BANGKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA (Studi Kasus: Jalan Lintas Timur STA 10 000 Ae 11 . Iqbal ABRIANSYAH1*. Desy YOFIANTI1. Revy SAFITRI1 Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Bangka Belitung. Bangka. Indonesia *Email korespondensi: iqbalabriansyah0510@gmail. iterima: 14 Mei 2022, disetujui: 10 Agustus 2. ABSTRACT Jalan Lintas Timur . he East Highwa. serves as an alternative road to divert traffic from the main Pangkalpinang-Sungailiat road. The East Highway is prioritized for industrial or heavy vehicles. The damaged road found in the East HighwayAos STA 10 000 to STA 11 000 has reduced the ability to serve the traffic optimally. Therefore, a study on this road damage is imperative. Bina Marga Method is used for the road damage assessment (TP3JK No. 018/T/BNKT/1. The road is divided into 20 segments, each 50 meters long. Road damage identification is carried out for each segment, untilizing several indicators consisting of level of damage, type of damage, and dimension of damage. The analysis result showed that the damage occurred in East Highway consists of rutting . 967%), potholes . 015%), raveling . 283%), hair crack . 078%), alligator crack . 459%), edge crack . 001%), slippage crack . 399%), shoving . 128%), and patching . 669%). The assessment result of road condition in the East Highway has the average value of 5, with the average number of road damage of 13. The Priority Order obtained is 10, indicating that the road has mild damage. Therefore, to overcome the road damage on the East Highway, a routine maintenance program is needed. Key words: East Highway, road damage, bina marga method, road condition, priority order, maintenance INTISARI Jalan Lintas Timur berfungsi sebagai jalan alternatif untuk mengalihkan arus lalu lintas dari jalan utama Pangkalpinang-Sungailiat. Jalan Lintas Timur diprioritaskan untuk kendaraan industri atau kendaraan Kerusakan jalan di Lintas Timur terjadi di STA 10 000 sampai dengan STA 11 000 yang berdampak terhadap kenyamanan berkendara. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian terhadap kerusakan jalan yang terjadi di Jalan Lintas Timur. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kerusakan jalan adalah Metode Bina Marga (TP3JK No. 018/T/BNKT/1. Jalan ini dibagi menjadi 20 segmen dimana setiap segmen jalan panjangnya 50 meter. Identifikasi kerusakan jalan dilakukan per segmen jalan dengan menggunakan indikator yang terdiri dari: jenis kerusakan, tipe kerusakan, dan dimensi kerusakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis kerusakan yang terjadi pada Jalan Lintas Timur terdiri dari kerusakan alur . ,967%), lubang . ,015%), pelepasan butir . ,283%), retak halus . ,078%), retak kulit buaya . ,459%), retak pinggir . ,001%), retak slip . ,399%), sungkur . ,128%), dan tambalan . ,669%). Jumlah angka kerusakan Jalan Lintas Timur adalah 13,6 dengan nilai kondisi jalan yaitu 5. Nilai Urutan Prioritas (UP) yang diperoleh sebesar 10 dengan kategori kerusakan ringan. Oleh karena itu, penanganan yang diperlukan untuk mengatasi kerusakan Jalan Lintas Timur adalah program pemeliharaan rutin. Kata kunci: Jalan Lintas Timur, kerusakan jalan, metode bina marga, kondisi jalan, urutan prioritas, program pemeliharaan. Abriansyah et al. Evaluasi Kerusakan JalanA. PENDAHULUAN terletak di sepanjang garis pantai sisi timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jalan Lintas Timur orientasinya adalah untuk akses pariwisata dan berfungsi sebagai jalan alternatif kedua setelah jalan utama Pangkalpinang - Sungailiat, terutama untuk kendaraan-kendaraan industri sehingga tidak terjadi penumpukan volume lalu lintas pada jalan utama Pangkalpinang - Sungailiat. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Apriani . pada ruas jalan yang sama, beban berat dari kendaraankendaraan industri yang melintas merupakan faktor penyebab terjadinya kerusakan Jalan Lintas Timur terutama di STA 10 000 sampai dengan 11 000 seperti pada Gambar 1. 1 dan Gambar 1. 2 yang tentu saja mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Kedua kerusakan berupa lubang dan alur pada gambar diatas merupakan kerusakan yang terjadi di Jalan Lintas Timur. Ada beberapa macam metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kerusakan jalan, diantaranya adalah Metode PCI dan Metode Bina Marga. Evaluasi kerusakan jalan di Jalan Lintas Timur sudah pernah dilakukan oleh Apriani . dengan menggunakan Metode PCI. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi di jalan ini termasuk kategori sangat jelek . ery poo. dengan nilai 37,8. Metode PCI yang digunakan pada penelitian tersebut memiliki beberapa kelemahan, antara lain penilaian kerusakan secara visual dan tidak menentukan jenis program untuk perbaikan kerusakan. Namun, kelemahan dari metode ini dapat diatasi dengan menggunakan Metode Bina Marga (BM), karena Metode ini memperhitungkan lalu lintas harian rata-rata (LHR) untuk menganalisis kerusakan jalan yang terjadi. Nilai LHR digunakan untuk menentukan nilai urutan prioritas (UP) dalam perbaikan kerusakan Metode Bina Marga juga digunakan untuk menganalisis kerusakan jalan di tempat lain, seperti: Jalan Ujung Beurasok (Agusmaniza Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi yang sedang Hal ini ditandai dengan perkembangan perekonomian daerah di berbagai sektor kehidupan. Menurut data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jumlah penduduk di provinsi ini pada tahun 2020 sebesar 180 jiwa dengan jumlah kepemilikan Tingkat kepemilikan kendaraan dapat menunjukkan pergerakan kendaraan yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Adanya pergerakan kendaraan perlu didukung dengan ketersediaan infrastruktur jalan yang baik. Peranan jalan menjadi sangat penting untuk memfasilitasi besarnya pergerakan yang terjadi, sehingga jalan dapat mengakomodir pelayanan tertentu. Untuk itu, perlu dilakukan tindakan untuk menjaga kualitas pelayanan jalan tersebut. Salah satu tindakan tersebut adalah mengevaluasi kondisi permukaan atau perkerasan jalan eksisting secara kontinyu. Kerusakan jalan yang terjadi seperti retak . , . , . , . olished aggregat. , kegemukan . , dan penurunan pada bekas-bekas penanaman utilitas . tility cut depressio. dapat menimbulkan permasalahan bagi pengguna jalan seperti waktu tempuh yang lama, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas. Salah satu faktor penyebab kerusakan-kerusakan tersebut adalah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana kendaraan angkut dan meningkatnya beban volume kendaraan yang melampaui batas kelas jalan yang sudah direncanakan (Sumantri, 2. , sebagaimana yang terjadi pada Jalan Lintas Timur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jalan Lintas Timur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan jalan penghubung Kota Pangkalpinang dan Kota Sungailiat yang Abriansyah et al. Evaluasi Kerusakan JalanA. dan Fadila, 2. Jalan AMD Projakal Kariangau. Kota Balikpapan (Putra. Sulistyo dan Huda, 2. Jalan Kalimas Baru Kota Surabaya (Muryanto dan Santosa, 2. Jalan Raya Lintas Labuan Bajo Ae Lembor Flores Nusa Tenggara Timur (Jehadus, 2. Jalan Haluoleo di Kota Kendari (Azikin. Welendo dan Tawaqqal, 2. Jalan Harapan Jaya Kota Pontianak (Daryoto. Widodo, dan Mayuni. Oleh karena itu, penelitian untuk mengevaluasi kerusakan jalan di lokasi yang sama dengan metode yang berbeda perlu dilakukan, yaitu dengan menggunakan Metode Bina Marga. Kementerian Pekerjaan Umum. Pada Metode Bina Marga, kerusakan yang terjadi dievaluasi berdasarkan setiap jenis Gambar 1. Lokasi penelitian Pengumpulan Data Data Sekunder Data sekunder yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah data geometrik Jalan Lintas Timur yang terdiri dari: tipe jalan, lebar jalur, lebar lajur, fungsi jalan, dan status jalan. Data ini diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai penelitian ini adalah sebagai berikut: Mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada Jalan Lintas Timur di Kabupaten Bangka STA 10 000 sampai dengan STA 11 000. Data Primer Data primer diperoleh dengan metode observasi lapangan. Data-data yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: Menghitung nilai kondisi perkerasan lentur pada Jalan Lintas Timur di Kabupaten Bangka STA 10 000 sampai dengan STA Data jumlah kendaraan pada saat ini . yang melintas pada Jalan Lintas Timur di Kabupaten Bangka pada hari kerja yaitu hari senin dan kamis serta hari libur yaitu pada hari minggu dari jam 06. 00 WIB sampai dengan 18. 00 WIB. Menentukan urutan prioritas dan jenis program pemeliharaan Jalan Lintas Timur di Kabupaten Bangka STA 10 000 sampai dengan STA 11 000. Data jenis dan dimensi kerusakan. Data jenis kerusakan didapatkan dengan pengamatan visual, pengambilan data ini mengacu kepada Manual Pemeliharaan Jalan No. 03/MN/B/1983 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Sedangkan dimensi kerusakan, terdiri dari panjang, lebar, dan kedalaman kerusakan. Dimensi kerusakan ini dihitung untuk setiap jenis kerusakan yang terjadi. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di ruas jalan Lintas Timur di Kabupaten Bangka sepanjang 1 km dari STA 10 000 sampai dengan STA 11 000 yang dibagi menjadi 20 segmen dengan panjang setiap segmen yaitu 50 m seperti Gambar 1. Abriansyah et al. Evaluasi Kerusakan JalanA. Tahapan Evaluasi Metode Bina Marga Kerusakan dikelompokkan berdasarkan jenis kendaraan, yaitu kendaraan berat . eavy vehicle-HV), kendaraan ringan . ight vehicle-LV) dan motorcycle (MC). Data tersebut kemudian dikalikan dengan masing-masing nilai emp jenis kendaraan tersebut dan hasil dari ketiga jenis kendaraan dijumlahkan sehingga didapatkan jumlah kendaraan dalam satuan mobil penumpang . Jumlah kendaraan dalam satuan mobil penumpang . dibagi dengan lamanya waktu pengambilan data volume lalu lintas dan didapatkan nilai LHR. Nilai LHR digunakan untuk menentukan kelas lalu lintas 0 sampai dengan 8. Penentuan kelas LHR. Penentuan LHR mengacu kepada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997, nilai LHR diperoleh dengan cara jumlah kendaraan dalam satuan mobil penumpang . dibagi dengan lamanya waktu survei . Pengelompokan berdasarkan LHR yang akan digunakan untuk menentukan Urutan Prioritas (UP) dan jenis program pemeliharaan. Penentuanjenis dan pengukuran dimensi kerusakan jalan. Data jenis dan dimensi kerusakan didapatkan langsung dari lokasi penelitian yaitu Jalan Lintas Timur STA 10 000 sampai dengan STA 11 000 yang dibagi menjadi 20 segmen, dimana satu segmen mempunyai panjang 50 meter. Data jenis dan dimensi kerusakan diambil per segmen dengan mengacu pada jenis-jenis kerusakan menurut Manual Pemeliharaan Jalan No. 03/MN/B/1983 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Penilaian kondisi jalan. Nilai kondisi jalan ditentukan dengan menjumlahkan nilai keseluruhan dari setiap kondisi kerusakan yang didapatkan dari masing-masing jenis atau tipe kerusakan dengan mengacu kepada TP3JK No. 018/T/BNKT/1990. Perhitungan urutan prioritas. Urutan prioritas (UP) dihitung berdasarkan nilainilai kelas LHR dan kondisi jalan, dimana angka 17 . ujuh bela. dikurang dengan hasil penjumlahan kelas LHR dengan nilai kondisi jalan dengan berpedoman kepada TP3JK No. 018/T/BNKT/1990. Pengolahan Data Kerusakan Jalan Data kerusakan berupa dimensi kerusakan yang terdiri dari panjang, lebar, dan kedalaman kerusakan yang didapatkan dari masingmasing segmen dikelompokkan berdasarkan jenis kerusakan yang kemudian dilakukan penilaian berupa angka sesuai cara penilaian masing-masing jenis kerusakan. Angka dari setiap kerusakan diolah menggunakan Microsoft Excel kemudian dijumlahkan, dari jumlah angka kerusakan tersebut digunakan untuk menentukan nilai kondisi jalan dengan rentang nilai 1 sampai dengan 9. Pengolahan data kerusakan jalan ini mengacu pada Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Kota (TP3JK) No. 018/T/BNKT/1990. Analisis Data Dari data sekunder yang terdiri dari data geometrik Jalan Lintas Timur dan data jumlah mendapatkan nilai lalu lintas harian rata-rata (LHR) menggunakan persamaan . Nilai LHR tersebut digunakan untuk menentukan kelas lalu lintas Jalan Lintas Timur sesuai dengan Tabel 1. Nilai kelas jalan juga ditentukan menggunakan nilai LHR hasil perhitungan dari data jumlah kendaraan dan lamanya waktu survei yang didapatkan langsung dilapangan. Pengolahan Data Data primer yang didapatkan dari survei di menggunakan Microsoft Excel. Pengolahan Data LHR Data volume lalu lintas terbaru pada tahun 2021 yang diperoleh langsung dari lapangan Abriansyah et al. Evaluasi Kerusakan JalanA. Dari data primer berupa data jenis dan memperoleh angka dari setiap jenis kerusakan, angka tersebut digunakan untuk mendapatkan nilai kondisi jalan. Nilai kondisi jalan kemudian dianalisis menggunakan persamaan . sehingga mendapatkan Urutan Prioritas (UP) untuk menentukan jenis program. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Geometrik Jalan Lintas Timur Tabel 1. Geometrik Jalan Lintas Timur Geometrik Jalan Keterangan Lebar Jalur 7 meter Lebar Lajur 3,5 meter Diagram Alir Penelitian Tipe Jalan 2/2 UD Diagram alir penelitian ini dapat dilihat pada gambar 2 berikut: Status Jalan Jalan Provinsi Fungsi Jalan Kolektor Primer Sumber: Dinas PU Provinsi Bangka Belitung, 2020 Perhitungan Nilai LHR Hasil survei lalu lintas yang berupa jumlah kendaraan/jam kemudian diubah menjadi satuan smp/jam dengan cara mengalikan jumlah kendaraan/jam dengan emp masingmasing jenis kendaraan. Gambar 3. Grafik arus lalu lintas Jalan Lintas Timur pada hari Minggu Setelah dikonversikan ke satuan smp/jam, dapat diketahui arus lalu lintas Jalan Lintas Timur pada hari Minggu yaitu 2561 smp. Gambar 2. Diagram alir penelitian Gambar 4. Grafik arus lalu lintas Jalan Lintas Timur pada hari Senin Abriansyah et al. Evaluasi Kerusakan JalanA. Setelah dikonversikan ke satuan smp/jam, dapat diketahui arus lalu lintas Jalan Lintas Timur pada hari Senin yaitu 1661 smp. Tabel 3. Jenis dan Luas Kerusakan Jalan STA 10 00010 025 10 02510 050 10 05010 075 10 07510 100 10 10010 125 Gambar 5. Grafik arus lalu lintas Jalan Lintas Timur pada hari Kamis Setelah dikonversikan ke satuan smp/jam, dapat diketahui arus lalu lintas Jalan Lintas Timur pada hari Kamis yaitu 2037 smp. 10 12510 150 10 15010 175 10 17510 200 10 20010 225 Kemudian, data arus lalu lintas digunakan untuk menghitung Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) dengan berdasarkan persamaan . seperti dibawah ini. Tabel 2. LHR di Jalan Lintas Timur Hari LHR . mp/ja. Minggu Senin Kamis LHR rata-rata 10 2210 250 Alur Kedalaman 8 N/A N/A N/A N/A Pelepasan Butir Alur Kedalaman 5 Identifikasi Jenis-Jenis Kerusakan Jalan 10 375 10 400 10 400 10 425 10 425 10 450 0,912 8,16 Sungkur 14,16 Pelepasan Butir Alur Kedalaman 7 10 27510 300 10 35010 375 Tambalan Alur Kedalaman 9 Retak Halus Lebar 5 mm . 10 32510 350 0,63 Lubang 10 30010 325 Luas Kerusakan . Pelepasan Butir 10 25010 275 Berdasarkan hasil perhitungan diatas. Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) Jalan Lintas Timur adalah 175 smp/jam. Pada Tabel 1, nilai Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) Jalan Lintas Timur sebesar 175 smp/jam masuk ke dalam rentang LHR 50 - 200 dengan kelas lalu lintas Hasil identifikasi jenis-jenis kerusakan jalan dan luas kerusakan yang terjadi dapat dilihat pada Tabel 3. Jenis Kerusakan N/A Retak Halus Lebar 3 mm . Retak Halus Lebar 6 mm . Retak Halus Lebar 5 mm . Retak Halus Lebar 5 mm . Retak Halus Lebar 5 mm . 1,96 0,72 0,033 0,45 0,026 N/A 0,0072 0,033 0,014 0,02375 0,0195 Abriansyah et al. Evaluasi Kerusakan JalanA. STA 10 450 10 475 10 475 10 500 10 500 10 525 10 525 10 550 10 550 10 575 10 575 10 600 10 600 10 625 10 625 10 650 10 650 10 675 10 675 10 700 10 700 10 725 10 725 10 750 10 750 10 775 10 775 10 800 Jenis Kerusakan Alur Kedalaman 8 Retak Pinggir Lebar 5 mm Pelepasan Butir Alur Kedalaman 5 Retak Halus Lebar 7 mm . Retak Halus Lebar 10 mm . Retak Halus Lebar 5 mm . Retak Halus Lebar 4 mm . Alur Kedalaman 3 Alur Kedalaman 3 Tambalan Retak Slip Lebar 4 mm Tambalan Alur Kedalaman 15 mm Alur Kedalaman 10 mm Luas Kerusakan . STA 0,208 10 800 10 825 0,00275 0,481 1,128 0,0126 Jenis Kerusakan Pelepasan Butir Pelepasan Butir Alur 0,0385 0,0096 14,25 0,25 10 825 10 850 Tambalan 13,325 10 850 10 875 Tambalan Tambalan Tambalan 15,54 33,25 10 875 Tambalan Tambalan 10 900 10 925 Tambalan 10 925 Tambalan 10 950 Tambalan 10 975 Tambalan Sumber: Hasil Analisis, 2021 0,037 Luas Kerusakan . 15,455 23,36 26,25 10,92 32,29 0,189 Perhitungan Nilai Kondisi Jalan Lintas Timur 0,15 Penilaian kondisi Jalan Lintas Timur menggunakan Metode Bina Marga yang melakukan penilaian kondisi jalan dengan mengelompokkan jenis kerusakan dan kemudian dilakukan penentuan angka dari masing-masing jenis kerusakan yang mengacu pada petunjuk teknis Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Kota No. 018/T/BNKT/1990 Direktorat Jenderal Bina Marga. Berdasarkan angka-angka didapatkan masing-masing angka sesuai tipe kerusakan seperti berikut ini. 6,92 6,08 0,644 1,096 Tambalan 10,71 Tambalan 6,5625 Lubang Retak Halus Lebar 9 mm . Pelepasan Butir Tambalan Tambalan Tambalan 0,02 Penentuan angka dari jumlah kerusakan Persentase luas kerusakan terhadap luas tinjauan jalan sebesar 4,9%. Luas kerusakan 4,9% masuk kategori luas kerusakan <10% dengan angka penilaian adalah 1. 0,0468 5,44 Penentuan angka dari tipe kerusakan retakretak 4,55 2,56 Abriansyah et al. Evaluasi Kerusakan JalanA. Hasil penentuan angka dari tipe kerusakan retak-retak menunjukkan angka yang diperoleh ada 2 kategori yaitu angka berdasarkan tipe kerusakan adalah 1,4 dan angka berdasarkan lebar kerusakan adalah 2,9. Berdasarkan Tabel 2, angka kerusakan 13,6 masuk pada rentang angka 13-15 dengan nilai kondisi jalan adalah 5. Analisis Penentuan Urutan Prioritas (UP) Nilai Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) dan nilai kondisi jalan yang sudah diperoleh dari hasil pengolahan data sekunder maupun data primer akan digunakan untuk menentukan Urutan Prioritas (UP) dengan menggunakan persamaan . seperti berikut ini. Penentuan angka dari tipe kerusakan alur Kerusakan alur yang terjadi pada Jalan Lintas Timur terdiri dari 11 kerusakan dengan angka rata-rata yaitu 2,3. Penentuan angka dari tipe kerusakan tambalan dan lubang Hasil persentase luas kerusakan untuk menentukan angka dari tipe kerusakan tambalan dan lubang adalah persentase seluruh tambalan dan lubang terhadap kerusakan total yaitu 78,684% dari luas seluruh kerusakan sebesar 343 m2, hasil 78,684% masuk ke dalam kategori luas kerusakan >30% dengan angka A UP = 17 Ae (Kelas LHR Nilai Kondisi Jala. A UP = 17 Ae . A UP = 17 Ae 7 A UP = 10 Nilai Urutan Prioritas (UP) 10 menunjukkan bahwa kondisi kerusakan yang terjadi pada Jalan Lintas Timur termasuk kategori kerusakan ringan. Penentuan angka dari tipe kerusakan kekasaran permukaan Angka yang didapatkan dari penentuan angka dari tipe kekasaran permukaan pada Jalan Lintas Timur adalah 3. Analisis Penentuan Pemeliharaan Jenis Program Pada Jalan Lintas Timur diketahui Urutan Prioritas (UP) yang didapatkan adalah 10. Artinya. Jalan Lintas Timur masuk ke dalam program pemeliharaan rutin. Program pemeliharaan rutin adalah penanganan yang diberikan hanya terhadap lapis permukaan yang sifatnya untuk meningkatkan kualitas (Riding Qualit. , meningkatkan kekuatan struktural, dan dilakukan sepanjang tahun. Hasil ini sesuai dengan jenis kerusakan yang terjadi pada Jalan Lintas Timur dengan persentase jenis kerusakan sebagai berikut. Penentuan angka dari tipe kerusakan amblas Pada Jalan Lintas Timur STA 10 000 sampai dengan 11 000 tidak ditemukan jenis kerusakan amblas sehingga angka yang didapatkan untuk penentuan angka dari tipe kerusakan amblas adalah 0. Berdasarkan hasil penentuan angka-angka tersebut didapatkan masing-masing angka sesuai tipe kerusakan seperti berikut ini. Angka dari jumlah kerusakan = 1 Angka dari tipe kerusakan retak-retak A Berdasarkan tipe retak = 1,4 A Berdasarkan lebar retak = 2,9 Angka dari tipe kerusakan alur = 2,3 Angka dari tipe kerusakan tambalan dan lubang = 3 Angka dari tipe kerusakan kekasaran permukaan = 3 Angka dari tipe kerusakan amblas = 0 Jadi, jumlah angka kerusakan = 13,6 Abriansyah et al. Evaluasi Kerusakan JalanA. tersedia di Perpustakaan Bangka Belitung. Universitas Azikin. Welendo. L, dan Tawaqqal. Analisa Teknis Perbaikan Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Haluoleo di Kota Kendari. STABILITA Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Haluoleo Kendari, 09 . , 1-7, http://ojs. id/index. php/stabilita_jts uho/article/view/6216/4575, diakses pada tanggal 03 Februari 2020. Gambar 6. Grafik persentase luas kerusakan Jalan Lintas Timur Daryoto. Widodo. S, dan Mayuni. S, 2014. Studi Kondisi Kerusakan Jalan Pada Lapis Permukaan Dengan Menggunakan Metode Bina Marga (Studi Kasus Ruas Jalan Harapan Jay. Kota Pontianak. Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjung pura, hal 1-9, https://media. com/media/publicatio ns/191624-ID-studi-kondisi-kerusakanjalan-pada-lapis. pdf, diakses pada tanggal 03 Februari 2020. KESIMPULAN Jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada perkerasan Jalan Lintas Timur di Kabupaten Bangka terdiri dari kerusakan alur . ,967%), lubang . ,015%), pelepasan butir . ,283%), retak halus . ,078%), retak kulit buaya . ,459%), retak pinggir . ,001%), retak slip . ,399%), sungkur . ,128%), dan tambalan . ,669%). jumlah angka kerusakan dari tipetipe kerusakan yang terjadi pada Jalan Lintas Timur adalah 13,6 yang berada pada rentang angka 13-15 dengan nilai kondisi jalan yaitu 5. dan nilai Urutan Prioritas (UP) Jalan Lintas Timur berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini adalah 10 dengan kategori kerusakan ringan dan masuk ke dalam program pemeliharaan rutin. Departemen Pekerjaan Umum, 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Direktorat Jenderal Bina Marga. Jakarta, https://w. net/harsantyseran/ manual-kapasitas-jalan-indonesia-1997, diakses pada tanggal 03 Februari 2020. Departemen Pekerjaan Umum, 1990. Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Kota (TP3JK) No: 018/T/BNKT/1990. Direktorat Jenderal Bina Marga. Jakarta, tersedia di https://mafiadoc. com/tata-carapenyusunan-program-pemeliharaan-jalankota_5a050bef1723dd6f02ae5883. diakses pada tanggal 03 Februari 2020. DAFTAR PUSTAKA