Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 237-245 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Dukungan Psikososial Keluarga bagi Ibu Hamil dan Menyusui di Wilayah Terdampak Erupsi Semeru melalui Program Mother Support Group Family Psychosocial Support for Pregnant and Breastfeeding Mothers in Areas Affected by Semeru Eruption through of Mother Support Group Program Nurul Hayati1. Novela Eka Candra Dewi*2. Musviro3 1,2,3Fakultas Keperawatan. Universitas Jember *Correspondence: novelaecd7@unej. Abstrak Ibu hamil dan menyusui merupakan kelompok rentan yang mengalami tekanan psikososial tinggi pada situasi pascabencana. Erupsi Gunung Semeru menyebabkan disrupsi sosial, emosional, dan akses layanan kesehatan yang berdampak pada kesejahteraan ibu dan bayi. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan psikososial ibu hamil dan menyusui melalui penguatan dukungan keluarga berbasis Mother Support Group (MSG). Metode: Kegiatan dilaksanakan di Desa Supiturang. Kecamatan Pronojiwo. Kabupaten Lumajang dengan melibatkan 6 peserta . bu hamil, ibu menyusui, dan keluarg. Metode yang digunakan meliputi sharing discussion, penggunaan emotion cards, edukasi dukungan psikososial keluarga, serta latihan teknik relaksasi nonfarmakologis. Hasil: Program MSG meningkatkan keterbukaan komunikasi emosional antara ibu dan keluarga, menurunkan kecemasan, serta meningkatkan rasa tenang dan bahagia pada peserta. Keluarga menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterlibatan sebagai sistem pendukung utama. Kesimpulan: Program Mother Support Group efektif sebagai model pengabdian masyarakat berbasis komunitas untuk memperkuat dukungan psikososial keluarga pada ibu hamil dan menyusui di wilayah terdampak bencana. Kata kunci: dukungan psikososial, ibu hamil, ibu menyusui, bencana, mother support group Abstract Pregnant and breastfeeding mothers are vulnerable groups experiencing significant psychosocial stress in post-disaster situations. The Semeru eruption disrupted social, emotional, and health service access, affecting maternal and infant well-being. Objective: This community service aimed to improve psychosocial well-being of pregnant and breastfeeding mothers through strengthening family support using the Mother Support Group (MSG) Methods: The program was conducted in Supiturang Village. Pronojiwo District. Lumajang Regency, involving six participants . regnant mothers, breastfeeding mothers, and family member. Activities included sharing discussions, emotion card facilitation, family psychosocial education, and non-pharmacological relaxation techniques. Results: The MSG program enhanced emotional communication, reduced anxiety, and increased feelings of calmness and happiness among participants. Families demonstrated improved understanding and active involvement as key support systems. Conclusion: The Mother Support Group is an A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 237-245 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 effective community-based intervention model to strengthen family psychosocial support for pregnant and breastfeeding mothers in disaster-affected areas. Keywords: psychosocial support, pregnant mothers, breastfeeding mothers, disaster, mother support group PENDAHULUAN Bencana erupsi Gunung Semeru merupakan salah satu kejadian krisis kemanusiaan yang memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui . Pada situasi pascabencana, perempuan dalam masa kehamilan dan menyusui menghadapi tantangan berlapis mulai dari keterbatasan akses pelayanan kesehatan, ketidakstabilan kondisi lingkungan, hingga tekanan psikologis yang sering kali tidak terlihat namun sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak . Gangguan psikososial pada ibu hamil dan menyusui cenderung meningkat pada kondisi bencana, yang dapat memicu kecemasan, stres, penurunan kemampuan adaptasi, bahkan gangguan dalam proses laktasi . Kondisi ini berpotensi menghambat capaian kesehatan maternal dan neonatal serta menurunkan kualitas pengasuhan pada masa-masa kritis awal kehidupan anak. Meskipun beberapa intervensi penanganan bencana telah dilakukan, dukungan psikososial khusus bagi ibu hamil dan menyusui kerap luput dari perhatian . Program bantuan biasanya lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar fisik, sementara aspek psikologis dan sosial yang menjadi fondasi ketahanan keluarga tidak tersentuh secara optimal. Padahal, keluarga memegang peran strategis sebagai sistem pendukung utama bagi ibu selama kehamilan dan masa menyusui . Dalam konteks pascabencana, penguatan dukungan keluarga menjadi semakin penting untuk meminimalkan dampak psikologis berkepanjangan serta mendorong pemulihan yang lebih cepat dan berkelanjutan. Melihat kebutuhan tersebut, program Mother Support Group (MSG) hadir sebagai pendekatan yang relevan dan adaptif untuk memberikan ruang bagi ibu hamil dan menyusui serta keluarganya untuk berbagi pengalaman, memperoleh edukasi, membangun jejaring sosial, dan memperkuat kapasitas menghadapi tekanan Berbasis prinsip pemberdayaan. MSG memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah dan peer support yang terbukti efektif meningkatkan rasa percaya diri, kesiapan menghadapi persalinan, serta keberhasilan pemberian ASI. Dalam konteks wilayah terdampak erupsi Semeru, pendekatan ini menjadi sangat penting karena mampu menjembatani kebutuhan psikososial yang sering kali diabaikan oleh intervensi berbasis klinis . Pembaruan dari kegiatan pengabdian ini terletak pada integrasi antara dukungan psikososial keluarga dengan model kelompok sebaya (MSG) yang dikontekstualisasikan secara spesifik pada situasi pascabencana erupsi Semeru. Tidak hanya menyasar ibu hamil dan menyusui sebagai individu, program ini secara strategis melibatkan keluarga sebagai aktor utama pendukung pemulihan A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 226-236 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 psikologis dan kesehatan maternal. Intervensi yang diberikan tidak terbatas pada edukasi kesehatan, tetapi juga pada penguatan kapasitas emosional, peningkatan resiliensi keluarga, serta penataan kembali lingkungan sosial yang sempat terdisrupsi akibat bencana. Pendekatan ini memberikan kontribusi baru dalam upaya pemulihan berbasis komunitas karena menggabungkan aspek kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan dinamika dukungan keluarga secara holistik dalam satu model layanan. Selain itu, pelaksanaan program MSG dalam pengabdian ini memanfaatkan prinsip evidence-based practice dengan materi yang disesuaikan pada kebutuhan psikososial pascabencana. Kegiatan juga mengedepankan pemantauan berkelanjutan sehingga perubahan perilaku dan kondisi psikologis dapat terukur secara jelas. Pendekatan ini dianggap baru karena mengintegrasikan pemulihan psikososial dengan intervensi kesehatan maternal dalam satu program yang Dengan demikian, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui program Mother Support Group di wilayah terdampak erupsi Semeru diharapkan dapat menjadi model intervensi yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan pascabencana, tetapi juga penguatan ketahanan keluarga untuk jangka panjang. Upaya ini menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ibu hamil dan menyusui, sekaligus memberikan fondasi kuat bagi tumbuh kembang anak terutama pada periode emas kehidupan. METODE 1 Lokasi dan Subjek Pengabdian Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Supiturang. Kecamatan Pronojiwo. Kabupaten Lumajang. Subjek pengabdian berjumlah 6 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anggota keluarga pendamping. 2 Metode dan Tahapan Kegiatan Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang saling berkesinambungan, dimulai dari tahap persiapan hingga evaluasi akhir. Tahapan ini dirancang berdasarkan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan dukungan psikososial berbasis keluarga. Tahapan kegiatan meliputi: Identifikasi Masalah dan Analisis Kebutuhan Tim pengabdian melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan tenaga kesehatan setempat untuk mengidentifikasi kondisi psikososial ibu hamil dan ibu menyusui pascabencana erupsi Semeru, serta kebutuhan dukungan yang Perencanaan Program A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 237-245 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Penyusunan rencana kegiatan MSG meliputi penentuan materi edukasi, media yang digunakan . odul MSG, emotion card. , metode pelaksanaan, serta jadwal Pembentukan Kelompok Mother Support Group (MSG) Ibu hamil, ibu menyusui, dan anggota keluarga dikumpulkan dalam satu kelompok kecil untuk menciptakan suasana aman, nyaman, dan partisipatif. Pelaksanaan Kegiatan Inti Kegiatan inti meliputi: Sharing discussion pengalaman psikososial pascabencana Fasilitasi ekspresi emosi menggunakan emotion cards Edukasi dukungan psikososial keluarga Latihan teknik relaksasi nonfarmakologis . ernapasan dalam dan distraksi Evaluasi dan Refleksi Evaluasi dilakukan untuk menilai perubahan kondisi emosional peserta, pemahaman keluarga, serta efektivitas kegiatan MSG. 3 Diagram Alir (Flowchar. Identifikasi Masalah dan Kebutuhan Perencanaan Program MSG Pelaksanaan Kegiatan Sharing Discussion Emotion Card Diskusi Refleksi Evaluasi & Refleksi Gambar 1. Diagram Alir 4 Metode Pengambilan Data Pengambilan data dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, meliputi: Observasi Langsung A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 226-236 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Observasi dilakukan selama kegiatan berlangsung untuk menilai keterlibatan peserta, ekspresi emosional, interaksi ibu dan keluarga, serta respon terhadap materi dan aktivitas MSG. Umpan Balik Verbal (Verbal Feedbac. Peserta diminta menyampaikan perasaan, pengalaman, dan perubahan yang dirasakan sebelum dan setelah mengikuti kegiatan MSG. Dokumentasi Kegiatan Dokumentasi berupa foto kegiatan digunakan sebagai data pendukung pelaksanaan pengabdian. 5 Evaluasi Pengujian keberhasilan kegiatan pengabdian dilakukan melalui evaluasi proses dan hasil, yaitu: Evaluasi Proses Menilai kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan rencana yang telah disusun, termasuk kehadiran peserta, kelancaran kegiatan, dan ketercapaian setiap Evaluasi Hasil Evaluasi hasil dilakukan secara kualitatif berdasarkan: Penurunan ekspresi kecemasan dan ketegangan pada ibu hamil dan menyusui Peningkatan keterbukaan komunikasi emosional antara ibu dan keluarga Peningkatan pemahaman keluarga tentang pentingnya dukungan psikososial HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Mother Support Group (MSG) di Desa Supiturang. Kecamatan Pronojiwo. Kabupaten Lumajang diikuti oleh 6 orang peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, serta anggota keluarga yang mendampingi. Meskipun jumlah peserta terbatas, kegiatan berlangsung dengan suasana yang hangat, partisipatif, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Gambar 2. Dokumentasi Bumil & Busui A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 237-245 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Selama kegiatan berlangsung, para ibu dan keluarga tampak aktif mengikuti sesi sharing discussion, edukasi, serta praktik dukungan psikososial yang diberikan oleh tim pengabdian. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam menyampaikan pengalaman, mengungkapkan perasaan, serta berdiskusi mengenai kondisi yang mereka alami selama berada di wilayah terdampak erupsi Semeru. Sebagian besar peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan karena memberikan ruang aman untuk berbagi tanpa rasa takut atau tertekan. Gambar 3. Pemilihan Emotion Card Penggunaan emotion card menjadi salah satu bagian yang paling menarik dan bermakna bagi peserta. Ibu hamil dan ibu menyusui memilih emoticon yang menggambarkan kondisi emosional mereka, seperti rasa cemas, sedih, takut, namun juga harapan dan kebahagiaan. Sementara itu, anggota keluarga memilih emoticon yang mencerminkan harapan mereka terhadap kondisi ibu, seperti keinginan agar ibu merasa lebih tenang, sehat, dan kuat. Proses ini membantu peserta mengekspresikan emosi yang selama ini terpendam dan memfasilitasi komunikasi emosional antara ibu dan keluarga. Gambar 4. Peserta menuliskan harapannya A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 226-236 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Selain memilih emoticon, peserta juga diminta untuk menuliskan harapan mereka di selembar kertas. Harapan yang dituliskan antara lain keinginan agar kondisi segera membaik, ibu dan bayi tetap sehat, serta keluarga dapat hidup lebih tenang tanpa rasa khawatir berlebihan. Kegiatan ini terbukti mampu membantu peserta merilekskan pikiran dan meminimalisir kekhawatiran, terutama pada ibu hamil dan ibu menyusui yang sebelumnya mengalami kecemasan akibat situasi pascabencana. Berdasarkan hasil evaluasi secara observasional dan respons verbal peserta, kegiatan MSG memberikan dampak positif terhadap kondisi psikososial ibu dan Peserta menyatakan merasa lebih bahagia, lega, dan tenang setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, keluarga juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya dukungan emosional dan pendampingan bagi ibu hamil dan menyusui, terutama dalam situasi krisis. Kehamilan dan masa menyusui merupakan fase yang secara biologis maupun emosional memerlukan stabilitas, dukungan, dan rasa aman . Ketika bencana mengganggu kondisi tersebut, ibu hamil dan menyusui menghadapi risiko yang meningkat terhadap stres psikologis, kecemasan, ketidakpastian, serta gangguan fungsi sosial dan keluarga . Kondisi-kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan maternal, menghambat proses kehamilan yang sehat, dan menurunkan kualitas pemberian ASI yang merupakan kebutuhan penting bagi bayi, terutama dalam kondisi darurat. Dalam konteks pascabencana, sebagian besar intervensi biasanya berfokus pada penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan layanan medis darurat . Namun, tekanan emosional dan psikososial yang dialami ibu sering kali tidak terlihat sebagai prioritas, padahal dampaknya jangka panjang dan berpotensi mengganggu ketahanan keluarga . Ketiadaan wadah untuk berbagi pengalaman, minimnya akses pada konseling psikologis, serta hilangnya struktur sosial yang biasanya menopang keseharian ibu menyebabkan proses pemulihan berjalan Keluarga yang seharusnya menjadi pendukung utama pun sering kali terjebak dalam masalah serupa, seperti kehilangan mata pencaharian, perubahan lingkungan hidup, dan tekanan ekonomi, sehingga dukungan psikososial bagi ibu menjadi kurang optimal . Dukungan psikososial merupakan bentuk bantuan yang mengintegrasikan aspek emosional, sosial, dan praktis untuk membantu individu menghadapi tekanan atau perubahan hidup yang signifikan . Pada ibu hamil dan menyusui, dukungan ini menjadi sangat penting karena masa kehamilan dan laktasi merupakan periode yang penuh dinamika fisik maupun psikologis . Kehadiran keluarga sebagai lingkungan terdekat memiliki peran besar dalam menentukan kesejahteraan emosional ibu, terutama dalam situasi penuh tantangan seperti pascabencana erupsi Semeru. Dalam kondisi tersebut, ibu sering kali mengalami kegelisahan, ketakutan, dan rasa tidak aman, sehingga keluarga perlu hadir sebagai sumber kenyamanan dan ketenangan . Dukungan keluarga dapat diwujudkan melalui suasana rumah yang harmonis, komunikasi yang hangat, serta kesediaan untuk mendampingi ibu dalam A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Desember 2025: 237-245 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 menghadapi perubahan yang dialaminya . Melalui pendekatan emosional yang empatik, keluarga dapat menunjukkan penerimaan tanpa menghakimi dan menjadi tempat bagi ibu untuk mengungkapkan perasaan maupun kekhawatirannya . Bentuk dukungan ini membantu ibu merasa dihargai dan tidak sendirian dalam proses kehamilan atau menyusui, terutama ketika menghadapi trauma atau tekanan psikologis pascabencana. KESIMPULAN Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat melalui Program Mother Support Group (MSG) menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dalam skala program maupun sebagai dasar kajian ilmiah berikutnya. Keberhasilan kegiatan ini dalam meningkatkan kesejahteraan psikososial ibu hamil dan menyusui serta memperkuat peran keluarga membuka peluang pengembangan DAFTAR PUSTAKA