E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 195-204 IKAN KARANG FAMILI CHAETODONTIDAE DI KEPULAUAN AYAU, KABUPATEN RAJA AMPAT. PAPUA BARAT Bonifacius Arbanto1. Aditano Yani Retawimbi2. Ana Faricha3. Gina Puspita Setia Rifani4 Departemen Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro. Semarang. Indonesia Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo,Yogyakarta. Indonesia Pusat Penelitian Oseanografi Ae LIPI. Jakarta. Indonesia Departemen Sumberdaya Akuatik. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro. Semarang. Indonesia E-mail : bonifacius. arbanto@gmail. Received July 2020. Accepted August 2020 ABSTRAK Kepulauan Ayau adalah salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang masih belum banyak dieksplorasi terkait data penelitian ilmiah khususnya data ikan karang. Ikan karang yang berhubungan erat dengan terumbu karang adalah famili Chaetodontidae. Hal ini dikarenakan Chaetodontidae termasuk ikan corallivorous atau pemakan polip karang. Sehingga keberadaannya sangat berkaitan dengan kesehatan terumbu Masih sedikitnya informasi mengenai kelimpahan ikan Chaetodontidae di ekosistem terumbu karang Kepulauan Ayau melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis, distribusi, dan kelimpahan Chaetodontidae di Kepulauan Ayau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018. Terdapat 4 lokasi penelitian yaitu Pulau Abidon. Channel 1 dan 2 Kepulauan Ayau dan Pulau Dorehkar. Metode pengamatan ikan Chaetodontidae dilakukan denganMetode Sensus Visual dengan panjang transek 70 m, lebar pengamatan 2,5 m ke kiri dan 2,5 m ke kanan. Famili Chaetodontidae yang ditemukan sebanyak 26 jenis dari 3 genera (Chaetodon. Forcipiger dan Heniochu. Kelimpahan ikan Chaetodontidae di Pulau Abidon sebesar 41 ind/350m2. Channel 1 Kepulauan Ayau sebesar27 ind/350m 2. Channel 2 Kepulauan Ayau sebesar. 57 ind/350m 2 dan Pulau Dorehkar 79 ind/350m2. Keanekaragaman jenisikan Chaetodontidae yang termasuk dalam ketegori tinggi (H>. ditemukan di Pulau Dorehkar. Kelimpahan ikan Chaetodontidae tertinggi ditemukan di Pulau Dorehkar. Terdapat 2 jenis ikan Famili Chaetodontidae yang terdistribusi secara merata diseluruh stasiun pengamatan yaitu jenis Chaetodon lunulatus dan Chaetodon ulietensis. Kata Kunci : Ikan Karang. Chaetodontidae. Kepulauan Ayau DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 195-204 ABSTRACT THE CORAL FISHES OF CHAETODONTIDAE FAMILY IN AYAU ISLANDS. RAJA AMPAT REGENCY. WEST PAPUA. Ayau Island is one of outer small island of Indonesia that have not been much explored to research data, especially coral fish. Coral fish that is closely related to coral reefs is Chaetodontidae. Chaetodontidae is polip eater that its closely related to the health of coral reefs. The lack of information regarding abundance of Chaetodontidae in the Ayau Island is the background of this study. The purpose of this study was to determine species, distribution, and abundance of Chaetodontidae. The study was conducted in December 2018. There were 4 research sites. Abidon Island. Channel 1 and 2 Ayau Island and Dorehkar Island. The method of observing Chaetodontidae fish was Visual Census method with a 70 mtransect, width 2. 5 m to left and 2. 5 m to the right. The Chaetodontidae family was found in 26 species from 3 genera (Chaetodon. Forcipiger and Heniochu. Abundance of Chaetodontidae on Abidon Island was. ind/350m2. Channel 1 Ayau Island was 27 ind/350m2. Channel 2 Ayau Island was 57 ind/350m2 and Dorehkar Island 79 ind/350m2. Diversity of Chaetodontidae fish species that were included in the high category (H> . found on Dorehkar Island. The highest abundance of Chaetodontidae fish was found on Dorehkar Island. Chaetodon lunulatus and Chaetodon ulietensis were species of the Chaetodontidae family that was evenly distributed throughout the observation station. Keywords : Coralfishes,Chaetodontidae. Ayau Islands PENDAHULUAN Salah satu negara Kepulauan Terbesar di dunia adalah Indonesia dimana memiliki kurang lebih 17000 pulau yang sudah didaftarkan ke PBB. Berdasarkan Keppres RI No. Tahun 2017 dari ribuan pulau tersebut terdapat 111 pulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan negara lain dimana pulau pulau tersebut diistilahkan dengan kawasan Pulau Pulau Kecil Terluar (PPKT). PPKT tersebut belum sepenuhnya dieksplorasi dan diberikan prioritas kebijakan nasional dimana hal tersebut tertuang dalam PP No. 26 Tahun 2008 Kawasan Strategis Nasional. Salah satu PPKT yang belum sepenuhnya dieksplorasi dan diinventarisasi terkait data penelitian ilmiah khususnya mengenai data ikan karang dan terumbu karang adalah Kepulauan Ayau yang berada di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Indonesia. Raja Ampat yang terkenal akan keindahan Ikan karang dan Terumbu karangnya terletak pada posisi antara 0045Ay Lintang Utara hingga 2015Ay Lintang Selatan dan antara 129015Ay hingga 132000Ay Bujur Timur. Kepulauan Ayau sendiri memiliki perairan seluas 5. 568,69 km2 (BPS Raja Ampat, 2. Berdasarkan Luas Perairan yang berada di Kepulauan Ayau Tersebut menandakan bahwa di Kepulauan tersebut memiliki potensi DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 195-204 sumberdaya perikanan yang cukup tinggi mencapai 1. 082 kg pada tahun 2017 kurun waktu Januari-Juli (BPS Raja Ampat, 2. Salah satu penyumbang hasil produksi perikanan yang cukup tinggi tersebut adalah berbagai macam varietas ikan yang berasal dari ekosistem terumbu Salah satu potensi sumberdaya ikan terumbu karang yang menarik untuk dikaji adalah ikan karang famili Chaetodontidae (Butterflyfis. Ikan ini disebut butterflyfish karena berwarna warni dan bentuknya beranekaragam dan gaya berenang yang anggun, selain itu daerah persebarannta sangat luassehinggaseringdijadikan obyek untuk dilihat oleh para penyelam wisata (Laikun et al. , 2. Ikan famili Chaetodontidae juga merupakan salah satu ikan indikator pada ekosistem terumbu karang yang berhubungan erat secara langsung dengan ekosistem tersebut, karena ikan Chaetodontidae merupakan kelompok ikan karang yang mengkonsumsi polip yang terdapat pada karang (Coralivor. sehingga perubahan yang terjadi pada ekosistem terumbu karang akan berpengaruh juga terhadap kondisi dan keberadan dari ikan Chaetodontidae (Nurjirana & Andi, 2. Indikator utama yang menyatakan bahwa suatu ekosistem terumbu karang tersebut dalam keadaan baik atau tidak adalah dengan cara melihat kelimpahan dan kehadiran ikan famili Chaetodontidae (Maddupa, 2. Belum adanya informasi dan inventarisasi mengenai kelimpahan ikan famili Chaetodontidae di ekosistem terumbu karang Kepulauan Ayau merupakan salah satu hal yang melatarbelakangi dilakukannya kajian mengenai kelimpahan ikan tersebut dan hubungannya dengan kondisi Ekosistem terumbu karang. Hasil kajian inidiharapkan dapat memberikan informasi data terbaru terkait kondisi ikan Chaetodontidae, dan juga sebagai bahan masukan pemerintah pusat dalam kebijakanpengelolaan PPKT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, distribusi dan kelimpahan ikan famili Chaetodontidae di Kepulauan Ayau. Raja Ampat. Papua Barat. MATERI DAN METODE Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 di 4 stasiun penelitian yang tersebar di sekitar Kepulauan Ayau Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat yang diinisiasi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui AuEkspedisi Nusa Manggala Pulau Pulau Kecil TerluarAy. Stasiun Penelitian dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Stasiun penelitian Stasiun Latitude (LU) Longitude (BT) 106' E 299' E 230' E 284' E Lokasi Pulau Abidon Channel 1 Kep. Ayau Channel 2 Kep. Ayau Pulau Dorehkar DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 195-204 Gambar 1. Peta lokasi penelitian Metode pengamatan ikan famili Chaetodontidae dilakukan dengan metode Underwater Visual Census (English et al. , 1. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyelam dengan menggunakan peralatan SCUBA. Panjang garis transek 70 meter dengan lebar pengamatan 2,5 mke kiri dan 2,5 m ke kanan. Teknis pengamatan ikan dilakukan 5-15 menit setelah transek diletakkan, hal ini bertujuan agar memungkinkan ikan untuk dapat berperilaku normal kembali. Keanekaragaman Jenis Keanekaragaman jenis adalah total dari spesies ikan karang yang diamati selama monitoring di suatu lokasi ekosistem terumbu karang. Menurut Suhartiet al . , kelompok ikan Chaetodontidae dalam suatu kawasan atau ekosistem terumbu karang di Indonesia dikategorikan: DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 195-204 Keanekaragaman jenis rendah Keanekaragaman jenis sedang Keanekaragaman jenis tinggi : H < 10 Jenis : 10 jenis O H O 20 Jenis : H > 20 Jenis Densitas (Kelimpaha. Ikan Densitas (D) adalah jumlah individu seluruh spesies ikan per famili Pendataan Chaetodontidaedimasukan berdasarkan data visual sensus transek sepanjang 70 m dengan lebar 5 m . x 5 = 350 mA) dihitung dengan menggunakan rumus (Suharti et al, 2. D = Oc individu (Ikan Corallivor. setiap famil. = x individu/ 350 m2 350 m2 HASIL DAN PEMBAHASAN Parameter lingkungan yang diukur berupa parameter fisika dan Parameter kimia berupa pH, sedangkan parameter fisika berupa salinitas, temperatur. TDS dan konduktivitas. Hasil pengukuran salinitas 5-35A masih berada pada kondisi optimum. Baku mutu salinitas untuk kehidupan ikan adalah 25-34A. Perubahan salinitas dapat menyebabkan perubahan kualitas ekosistem akuatik, terutama ditinjau dari tipe-tipe dan kelimpahan organisme (Mainassy, 2. Temperatur yang didapatkan dari hasil pengukuran di insitu adalah 30-31oC dimana masih berada pada kondisi yang optimum yaitu 27-33 Suhu sangat mempengaruhi keberadaan ikan. Apabila suhu terlalu tinggi maka akan menimbulkan kondisi stress pada tubuh ikan. Peningkatan suhu juga dapat meningkatkan laju metabolisme (Mainassy. Pengukuran derajat keasaman masih berada dalam kondisi yang optimal yaitu berkisar 8. Organisme perairan seperti ikan tidak dapat bertahan pada kisaran pH terlalu asam maupun terlalu basa. Titik kematian ikan pada pH asam 4 dan pH basa 11 (Andria dan Rahmaningsih, 2. Kondisi pH rendah menyebabkan perairan bersifat korosif sehingga terhentinya proses nitrifikasi. Kondisi pH terlalu tinggi pada perairan menyebabkan senyawa ammonium menjadi tidak terionisasi sehingga menyebabkan perairan menjadi toksik (Yulius et al. Hasil pengukuran TDS tergolong tinggi hal ini dikarenakan secara umum TDS air laut memiliki nilai yang tinggi karena mengandung senyawa kimia yang memengaruhi nilai salinitas dan konduktivitas perairan (Yulius et al. , 2. Semakin tinggi nilai temperatur maka akan meningkatkan nilai konduktivitas namun akan semakin berkurang dengan bertambahnya Peristiwa teraduknya substrat perairan menyebabkan penurunan nilai konduktivitas akibat dari meningkatnya nilai resistensi DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 195-204 elektrolit ( Wibawa dan Lutfi, 2. Hasil pengukuran parameter lingkungan secara lengkap tersaji dalam Tabel 2 dibawah ini: Tabel 2. Parameter lingkungan lokasi penelitian Lokasi Depth Salinitas Suhu . (AC) TDS Konduktivitas . s/c. Pulau Abidon Channel 1 Kep. Ayau Channel 2 Kep. Ayau Pulau Dorehkar Jumlah jenis ikan famili Chaetodontidae paling banyak ditemukan di keempat stasiun penelitian adalah jenis Chaetodon lunulatus. Hal ini dikarenakan distribusi ikan Chaetodontidae jenis ini tersebar luas di Samudera Pasifik seperti Jepang. Australia. Kepulauan Tuamoto dan Hawaii . Jumlah jenis ikan famili Chaetodontidae berkaitan dengan kesehatan terumbu karang. Hal ini dikarenakan ikan Chaetodontidae merupakan ikan pemakan polip karang atau disebut juga ikan korallivor. Sehingga, ikan ini membutuhkan terumbu karang tidak hanya sebagai tempat berlindung namun juga sebagai sumber makanan (Riansyah et al. , 2. Selain itu terdapat jenis ikan Chaetodontidae yang termasuk kategori omnivore,sepertiChaetodoncollare. kleinni dan C. Selain itu. kleinni dan C. vagabundus merupakan jenis ikan yang menyukai daerah yang hangat dengan tingkat kecerahan tinggi (Riansyah et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian dari 4 stasiun pengamatan ditemukan total 26 jenis ikan famili Chaetodontidae. Pulau Dorekar merupakan stasiun dengan jumlah jenis ikan famili Chaetodontidae terbanyak yaitu 21 Sedangkan yang paling sedikit adalah Pulau Abidon . Chaetodon lunulatus dan C. ulietensis merupakan species Chaetodontidae yang selalu ditemukan pada semua stasiun pengamatan (Gambar . Kedua jenistersebut mampu bertahan terhadap perubahan kondisi lingkungan dan cocok terhadap kondisi terumbu karang di seluruh lokasi penelitian (Rondonuwu et al. , 2. Selain ditemukan pada setiap stasiun ikan Chaetodon lunulatus jugamemiliki jumlah total terbanyak yang DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 195-204 Jumlah Individu Pulau Dorehkar Channel 1 Kep. Ayau Channel 2 Kep. Ayau Pulau Abidon Gambar 2. Grafik jumlah individu ikan famili Chaetodontidae yang dijumpai di masing-masing stasiun Keanekaragaman jenis ikan Chaetodontidae seperti yang terlihat pada gambar 2. Keanekaragaman jenis yang termasuk dalam ketegori tinggi ditemukan di Pulau Dorehkar, kategori sedang ditemukan di Channel 2 Kep. Ayau sedangkan yang masuk dalam kategori rendah ditemukan pada Pulau Abidon dan Channel 1 Kep. Ayau. Perbedaan keanekaragaman jenis ikan Chaetodontidae pada masing-masing stasiun penelitian dimungkinkna karena ada perbedaan keanekaragaman jenis ikan Chaetodontidae dipengaruhi oleh kondisi tutupan karang hidup yang merupakan makanan bagi ikan korallivor (Riansyah et al. , 2. Keanekaragaman Jenis Ikan Chaetodontidae Rendah Pulau Abidon Rendah Sedang Channel 1 Kep. Ayau Channel 2 Kep. Ayau Tinggi Pulau Dorehkar Gambar 3. Keanekaragaman jenis ikan Chaetodontidae DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 195-204 Rata-rata kepadatan dari 4 stasiun pengamatan adalah 51 individu/350m2 dengan urutan stasiun terpadat dimulai dari Pulau Dorehkar. Channel 2 Kep. Ayau. Pulau Abidon dan terakhir Channel 1 Kep. Ayau (Gambar . kelimpahan ikan karang di Pulau Dorehkar sebanyak 79 individu/350m2. Channel 2 Kepulauan Ayau sebanyak 57 individu/350m2. Pulau Abidon sebanyak 41 individu/350m 2, dan Channel 1 Kep. Ayau sebanyak 27 individu/350m 2. Tingginya kelimpahan ikan Chaetodontidae di Pulau Dorehkar dikarenakan pulau ini termasuk pulau kecil terluar dengan tekanan ekologis relatif rendah. Kesehatan karang turut memengaruhi kelimpahan ikan Chaetodontidae di suatu perairan. Hal ini sejalan dengan ikan Chaetodontidae yang menjadi indikator kesehatan terumbu karang (Mujiyanto dan Syam, 2. Rendahnya kepadatan ikan karang Chaetodontidae di stasiun Channel 1 Kep. Ayau diduga karena tekanan ekologi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pulau Dorehkar. Besarnya tekanan terhadap perairan salah satunya disebabkan oleh faktor antropogenik. Hal ini tidak lepas dari berbagai aktivitas manusia seperti kegiatan penangkapan ikan hingga limbah rumah tangga yang kurang dikelola di sekitar Kep. Ayau (Wibawa dan Luthfi, 2. Perbedaan jumlah jenis dan jumlah individu antar stasiun mengindikasikan bahwa niche terumbu karang di keempat stasiun bervariasi. Hubungan positif selalu terjadi antara keragaman jenis dengan kelimpahan individu ikan karang dengan niche sebagai habitat hidup ikan karang (Rondonuwu et , 2. Rerata Kelimpahan (Individu/350m. Rerata Kelimpahan (Individu/350 Pulau Abidon Channel 1 Kep. Ayau Channel 2 Kep. Ayau Pulau Dorehkar Gambar 4. Rerata kelimpahan (Individu/350m. Perairan Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kelimpahan Ikan Chaetodontidae cukup banyak. Jenis ikan Chaetodontidae yang tercatat di Indonesia diperkirakan sekitar 50 jenis sedangkan jumlah total jenis ikan karang Chaetodontidae di dunia berkisar sebanyak 120 jenis (Mujiyanto dan Syam, 2. Jenis Chaetodontidae yang ditemukan diseluruh stasiun penelitian adalah jenis Chaetodon lunulatus dan C. Kedua jenis ikan ini mediami daerah yang dengan keanekaragaman terumbu karang yang tinggi serta jarang ditemukan di laut lepas . Chaetodontidae jenis ini cenderung DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 195-204 hidup soliter, berpasangan atau dalam kelompok kecil (Rondonuwu et al. Gambar 5. Chaetodon lunulatus dan Chaetodon ulietensis ditemukan pada semua stasiun KESIMPULAN Ikan Famili Chaetodontidae yang ditemukan terdiri dari 3 genera yakni Chaetodon. Forcipiger dan Heniochus dengan 26 jenis spesies. Keanekaragaman jenisikan Chaetodontidae yang termasuk dalam ketegori tinggi ditemukan di Pulau Dorehkar. Kelimpahan ikan Chaetodontidae tertinggi ditemukan di Pulau Dorehkar. Terdapat 2 jenis ikan Chaetodontidae yang terdistribusi secara merata diseluruh stasiun pengamatan yaitu jenis Chaetodon lunulatus dan Chaetodon ulietensis. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kegiatan Ekspedisi Nusa Manggala Ae LIPI. Pusat Penelitian Oseanografi Ae LIPI. Coral Reef Rehabilitation and Management Program - Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) yang telah mendukung dan memfasilitasi penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA