e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 IMPLEMENTASI TEKNIK PRE-TEST UNTUK EVALUASI MATA PELAJARAN AQIDAH DI SMP AL-ISLAM KARTASURA Fitriana Laila Nur Rohmah1. Maharani Trianur Rosyida2. Inatsa Zulfa Nabila3. Muhammad Fauzan Al Mumtaz Sidharta4. Nurul Latifatul Inayati5 1,2,3,4,5 Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Surakarta E-mail: g000220124@student. id1 , g000220136@student. g000220155@student. id3 , g000220170@student. id4 , nl122@ums. Submitted: 16 May 2025 Accepted: 20 June 2025 Published: 23 June 2025 ABSTRAK Evaluasi memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Tidak hanya sebagai suatu hasil, tapi juga sebagai suatu proses. Terdapat banyak teknik yang dipakai dalam menerapkan evaluasi, salah satunya yaitu dengan pre-test. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi teknik pre-test dalam evaluasi pembelajaran Aqidah di SMP Al Islam Kartasura, termasuk tujuan, strategi, tantangan dan solusi yang diterapkan di dalamnya. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu field research atau kajian Dengan menggunakan paradigma penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data yang diterapkan yaitu metode wawancara. Data diperoleh dari sumber informasi yang meliputi hasil wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran Aqidah di SMP Al Islam Kartasura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pre-test bertujuan untuk mengetahui ataupun menguji kemampuan peserta didik sebelum penyampaian materi di dalam kelas. Menggunakan metode tanya jawab dan juga kuis yang diberikan secara Penerapan pre-test terbukti sangat efektif sebagai penentuan metode yang cocok digunakan dalam pembelajaran di kelas. Setiap peserta didik memiliki kemampuan dalam pemahaman materi yang berbedabeda di mana hal tersebut menjadi tantangan dalam penerapan pre-test ini. Kata Kunci: Evaluasi. Pembelajaran. Pre-test -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRACT Evaluation has an important role in the learning process. Not only as a result, but also as a process. There are many techniques used in implementing evaluation, one of which is pre-test. This research aims to describe how the pre-test technique is implemented in evaluating Aqidah learning at Al Islam Kartasura Middle School, including the objectives, strategies, challenges and solutions implemented in it. The type of research used is field research or field studies. Using a qualitative research paradigm and data collection techniques using the interview method. Data was obtained from information sources which included the results of an interview with one of the teachers who taught the Aqidah subject at Al Islam Kartasura Middle School. The research results show that the pre-test aims to find out or test students' abilities before delivering the material in class. Using the question and answer method and also quizzes given orally. The application of the pre-test has proven to be very effective in determining methods that are suitable for use in classroom learning. Each student has different abilities in understanding the material, this becomes a challenge in implementing the pre-test. Keywords: Evaluation. Learning. Pre-test e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 PENDAHULUAN Latar Belakang Evaluasi merupakan salah satu tahap yang penting untuk diberikan perhatian lebih dalam pelaksanaan pendidikan di suatu negara agar dapat mencetak sumber daya manusia yang baik dan bernilai tinggi. Dalam pembelajaran, penguasaan aspek evaluasi pembelajaran oleh guru termasuk dalam lingkup kompetensi pedagogik (Hidayat & Asyafah, 2. Selain itu, penguasaan dalam mengevaluasi proses pembelajaran juga termasuk dalam lingkup kompetensi profesional guru. Guru harus mampu menerapkan evaluasi pembelajaran dengan transparan dan adil yang dibuktikan dengan keterampilan dalam pengukuran, penilaian dan pengembalian hasil evaluasi kepada siswanya (Aly & Inayati, 2. Selain itu, evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat kemampuan peserta didik dan berfungsi untuk mengatur keberlangsungan aktivitas dalam pembelajaran (Fauzi & Inayati, 2. Evaluasi juga bermanfaat bagi guru dalam memilih, menentukan dan menerapkan metode yang sesuai dan tepat dalam proses pembelajaran (Ramandani et , 2. Hal ini menandakan bahwa tahap evaluasi dalam pembelajaran harus dikuasai dengan baik oleh guru didalam kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran, perlu adanya suatu strategi agar waktunya tepat dan sesuai dengan harapan serta hasilnya pun tepat baik dari sasaran maupun tujuannya (Saputra, 2. Salah satu bentuk strategi evaluasi yang umumnya diadakan oleh sekolah-sekolah yaitu tes. Menurut Sumardi dan Chalib Toha, tes adalah serangkaian pertanyaan dan perintah yang harus dijawab dan dijalankan oleh testee (Saputra, 2. Di sisi lain, dijelaskan bahwa tes termasuk dalam instrumen evaluasi yang berarti suatu alat untuk mengukur perkembangan hasil belajar siswa. Selain itu, tes juga dapat mengukur keberhasilan proses pembelajaran dan ketercapaian program tertentu (Aly & Inayati. Salah satu jenis tes yang dapat dilaksanakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran diantaranya pre-test. Pre-test adalah jenis tes yang dilaksanakan didalam proses pembelajaran dan diberikan sebelum pemaparan materi oleh guru kepada siswa. Berdasarkan waktu pelaksanaannya, pre-test termasuk dalam jenis dilaksanakan ketika kegiatan pembelajaran sedang berlangsung (Risnawati et al. , 2. Tujuannya yaitu agar guru dapat mengetahui dan menilai sejauh mana kemampuan kognitif siswa sebelum memasuki proses pembelajaran yang telah direncanakan (Magdalena et al. , 2. Selain itu, hasil dari pre-test juga dapat membantu guru untuk mengembangkan soal yang lebih akurat dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, pre-test termasuk dalam tahapan yang perlu dilaksanakan oleh guru di setiap proses pembelajaran dan dapat menjadi suatu topik yang menarik untuk dapat dibahas secara lebih lanjut mengenai implementasinya di suatu sekolah. Adapun salah satu sekolah yang telah menerapkan teknik pre-test ini yaitu SMP Al Islam Kartasura, khususnya pada mata pelajaran Aqidah. Rumusan Masalah Penelitian ini membahas tentang cara implementasi teknik pre-test dalam evaluasi pembelajaran Aqidah di SMP Al Islam Kartasura termasuk tujuan, strategi, tantangan dan solusi yang diterapkan di Adapun tujuannya yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi teknik pre-test dalam evaluasi pembelajaran Aqidah di SMP Al Islam Kartasura. Kegunaan Penelitian Penelitian ini dibuat dengan harapan dapat menambah wawasan lebih luas bagi guru dan sekolah dalam menerapkan teknik pre-test dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di sekolah. Selain itu, dapat menjadi referensi tambahan bagi masyarakat khususnya peneliti dalam implementasi evaluasi pembelajaran di sekolah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan paradigma penelitian kualitatif, yaitu proses penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif seperti tulisan, ucapan, dan tingkah laku dari sekelompok orang yang diamati. Penelitian ini menggunakan jenis field research atau kajian lapangan. Adapun teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan metode wawancara yang dilakukan secara langsung. Data diperoleh dari sumber informasi yang meliputi hasil wawancara dengan guru pengajar mata pelajaran Aqidah di SMP Al Islam Kartasura. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data dari berbagai e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 ketercapaian tujuan pembelajaran oleh peserta didik yang dapat disingkat menjadi suatu langkah dalam mengilustrasikan peserta didik dan menimbanya melalui segi nilai dan juga arti (Aly & Inayati. Adapun fungsi dari adanya evaluasi diantaranya untuk memperbaiki kualitas program pembelajaran, sehingga evaluasi pembelajaran digolongkan dalam suatu penilaian ataupun evaluasi formatif (Riadi, 2. Selain itu, evaluasi juga memiliki peran yang sangat krusial dalam proses pembelajaran, sebab guru mampu mengetahui keefektifan program yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran (Faradhiba & Inayati. Pre-test merupakan tes yang dilakukan di berlangsungnya pemaparan materi oleh guru. Adapun tujuannya yaitu untuk mengetahui seberapa jauh materi yang akan dibahas telah dikuasai dengan baik oleh peserta didik. Berkaitan dengan hal ini, tes yang diberikan pun berkaitan dengan materi yang akan dibahas (Magdalena et al. , 2. Berdasarkan pelaksanaanya, pre-test termasuk dalam evaluasi formatif, yaitu penilaian yang dilaksanakan pada saat proses pembelajaran sedang Implementasi Teknik Pre-Test untuk Evaluasi Mata Pelajaran Aqidah di SMP Al-Islam Kartasura Teknik pre-test adalah salah satu teknik yang hampir diterapkan di semua jenjang sekolah, baik itu jenjang SD. SMP. SMA. Teknik ini tentunya juga diimplementasikan di SMP Al Islam Kartasura, dengan tujuan mengetahui ataupun menguji kemampuan peserta didik di SMP Al Islam Kartasura sebelum penyampaian materi di dalam Dari hasil wawancara, pelaksanaan teknik pre-test dalam pembelajaran aqidah di SMP Al Islam Kartasura selalu dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Pre-test dilakukan setelah me-review materi yang sebelumnya dipelajari dan dilaksanakan sekitar 15 menit sebelum memasuki kegiatan inti pembelajaran. Dalam pelaksanaan pretest ini, guru menerapkan metode tanya jawab dan juga kuis yang diberikan secara lisan. Pertanyaan pre-test memuat materi yang akan disampaikan, sehingga guru mengetahui seberapa jauh kemampuan peserta didik terkait pemahamannya mengenai materi yang akan dibahas. Teknik pre-test juga dapat membantu guru dalam memilih dan menentukan metode pembelajaran di kelas, sumber dan waktu untuk memeriksa validitas data. Penelitian ini melaksanakan analisis data dengan metode Miles dan Huberman yang dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu pertama reduksi data, dilanjutkan penyajian data dan langkah terakhir yaitu penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut Permendikbudriset No. 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan, evaluasi hasil belajar diartikan sebagai proses akumulasi data terkait capaian pembelajaran oleh peserta didik melalui tiga aspek yaitu aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan guna mengawasi proses belajar, progres belajar, dan memperbaiki hasil belajar yang mana dilaksanakan secara sistematis dan terencana (Kemendikbudriset, 2. Beberapa tokoh evaluasi juga memiliki gagasan yang beragam mengenai arti evaluasi Cross menyatakan bahwa evaluasi yaitu suatu proses yang menentukan ketercapaian suatu tujuan. Pengertian ini secara langsung menerangkan korelasi antara evaluasi dengan suatu aktivitas yang bertujuan mengukur derajat, di mana suatu tujuan dapat tercapai (Suwardi, 2. Penjelasan serupa juga dikemukakan oleh Stufflebeam, menurutnya evaluasi adalah proses mendapatkan, menggambarkan, dan menyajikan sebuah informasi yang digunakan untuk merumuskan suatu keputusan (Nukhbatillah et al. Selaras juga dengan ini. Bloom menyatakan bahwa evaluasi yaitu pengumpulan kenyataan secara terstruktur guna menetapkan terjadinya perubahan pada diri peserta didik dalam kenyataannya dan juga menetapkan seberapa jauh taraf perubahan pada diri peserta didik (Musarwan & Warsah, 2. Penjelasan oleh tiga tokoh di atas mengenai pengertian evaluasi pembelajaran kemudian diperjelas oleh para ahli evaluasi asal Indonesia. Zainul dan Nasution mengungkapkan bahwa evaluasi yaitu sebagai tahap di mana keputusan diambil dengan menentukan data yang didapatkan dari pengukuran hasil belajar, baik dengan menggunakan instrumen tes maupun nontes (Zainal, 2. Arikunto pun memaparkan bahwasannya evaluasi dapat diartikan sebagai suatu rangkaian aktivitas yang bertujuan guna mengukur kesuksesan program pendidikan (Aly & Inayati. Berdasarkan definisi di atas, dapat diartikan bahwa evaluasi pembelajaran sebagai suatu proses yang sistematis guna menentukan e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 penentuan metode dapat ditentukan dari hasil respon peserta didik ketika diberikan sebuah pertanyaan terkait materi yang akan dipelajari, juga sebagai tolak ukur penyampaian materi dimulai dari mana, jika sebagian besar peserta didik telah mampu memahami materi secara luas, maka dalam penyampaian materinya guru tidak perlu menjelaskan terlalu detail. Berdasarkan hasil wawancara, penerapan teknik pre-test di SMP Al Islam Kartasura terbukti sangat efektif, karena teknik pretest sangat diperlukan di SMP Al Islam Kartasura sebagai langkah awal dalam proses pembelajaran. Langkah awal tersebut sebagai upaya untuk melihat seberapa jauh peserta didik mengenal materi baru yang akan dipaparkan oleh guru. Bahkan teknik pre-test juga dapat digunakan sebagai penentuan metode yang cocok digunakan dalam pembelajaran di kelas, agar proses belajar mengajar berjalan dengan lancar dan penyampaian materi sesuai target Setiap peserta didik memiliki kemampuan pemahaman materi yang berbeda-beda. Dalam pelaksanaan pre-test di SMP Al Islam Kartasura yang dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran, mampu menggali pengetahuan yang dimiliki peserta didik terhadap apa yang telah ia ketahui terkait materi yang akan dipahami. Sehingga peserta didik lebih kritis dalam berfikir. Namun, hal tersebut menjadi tantangan dalam penerapan pretest, dikarenakan tidak semua peserta didik mampu menguasai materi secara detail. KESIMPULAN Berdasarkan data hasil wawancara, penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan pre test dalam pembelajaran aqidah bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman yang dimiliki peserta didik. Melalui penerapan metode tanya jawab dan kuis sebagai strategi dalam pelaksanaan pre test, sehingga mampu menjadi tolak ukur dalam Namun pemahaman peserta didik dalam menguasai materi sehingga menjadi tantangan guru dalam penerapan teknik pre test. DAFTAR PUSTAKA