KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 51-55 Pendampingan Implementasi Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P. Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Asriadi1*. Muhammad Awal Nur2. Muhammad Ikhsan Sukaria3 . Rosmalah4. Abd. Hafid5 1,2,3,4,5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Negeri Makassar. Makassar *e-mail: asriadi@unm. https://doi. org/10. 46367/khidmah. Info Artikel Abstrak Riwayat: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan Dikirim : 08 Oktober 2024 pendampingan dan pelatihan kepada guru-guru SD Negeri Direvisi: 01 November 2024 Kampuno Kabupaten Bone dalam rangka meningkatkan Diterima: 20 November 2024 profesionalisme mereka terkait Implementasi penguatan proyek profil pelajar pancasila (P. dalam Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar. Sebanyak 8 guru dari SD Negeri 217 Kampuno Kata Kunci: Pendampingan, menjadi peserta dalam kegiatan ini, yang berlangsung pada 30 Implementasi. P5. Guru September 2024. Pelatihan ini menggunakan beberapa tahapan antara lain :, . Persiapan, . Pelaksanaan (Penyampaian materi P5 dan Praktik penyusunan program P. , . Evaluasi . Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini telah terlaksana sesuai rencana dan berjalan dengan baik. Narasumber menyampaikan materi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, dan materi tersebut dapat dipahami dengan baik oleh para guru peserta Peserta memperoleh pengetahuan tentang pembuatan modul P5 dan langsung mempraktikkan pembuatan modul P5 selama pelatihan. Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini berupa modul P5 untuk setiap fase, yaitu fase A, fase B, dan fase C. Korespondensi: Asriadi asriadi@unm. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Profil Pelajar Pancasila merupakan karakter dan keterampilan yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap peserta didik, yang diperkuat melalui budaya sekolah, pembelajaran di dalam kurikulum, serta melalui Pengenalan Eksplorasi Lingkungan Jelajah Nusantara (PELJN) dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. (Sulistiyaningrum, 2. Profil Pelajar Pancasila dalam pendidikan di Indonesia dijelaskan melalui enam dimensi, yaitu: . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. gotong royong. memiliki wawasan kebhinekaan global. berpikir kritis. (Melia, erica, 2. P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk mendukung pencapaian kompetensi serta membentuk karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (Novitasari dkk. , 2. Penerapan P5 ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat atau tantangan yang ada di lingkungan pendidikan. Ini berarti bahwa pelajar diajak untuk belajar dari lingkungan sekitar mereka, sehingga mereka dapat 'mengalami pengetahuan'. (Autila , 2. Pada Kurikulum Merdeka, penerapan Profil Pelajar Pancasila diwujudkan melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler (Vhalery et al. , 2. Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam kegiatan kokurikuler dilakukan melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Kegiatan P5 dirancang untuk memperkuat karakter Profil Pelajar Pancasila pada peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek. Dengan penerapan P5, diharapkan peserta didik dapat memberikan kontribusi pada lingkungan sekitar, menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta menjadi individu yang kompeten, cerdas, dan berkarakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (Wulandari dkk. , 2. (Ulandari & Dwi, 2. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 51-55 Selain itu. Profil pelajar Pancasila yang diharapkan adalah individu yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia, memiliki wawasan kebhinekaan global, mampu bekerja sama, mandiri, berpikir kritis, dan kreatif. Dimensi-dimensi ini menegaskan bahwa profil tersebut tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif, tetapi juga pada sikap dan perilaku yang mencerminkan identitas sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia. (Autila dkk. , 2. Namun. Pelaksanaan P5 di sekolah masih menghadapi tantangan yang kompleks. Hal ini disebabkan oleh program yang masih baru dan masih dalam tahap pencarian model yang tepat untuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, baik di tingkat sekolah maupun oleh para pembimbing. Karena pembelajaran P5 terpisah dari capaian pembelajaran setiap mata pelajaran, pelaporan hasil belajarnya juga terpisah dan belum ada kejelasan mengenai format pelaporan yang seharusnya digunakan. (Defianti dkk. Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SD Negeri 217 Kampuno Kabupaten Bone menunjukkan bahwa pihak sekolah dan guru masih mengalami kebingungan dalam melaksanakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Guru-guru kesulitan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi projek tersebut. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh keterbatasan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, sehingga pelaksanaan projek tidak berjalan optimal. Selain itu, guru dan kepala sekolah juga belum sepenuhnya menguasai teknik dan prosedur implementasi projek secara menyeluruh dan Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan kompetensi dan melakukan persiapan yang lebih matang. Sekolah dapat bekerja sama dengan narasumber pengayaan projek, seperti masyarakat, komunitas, universitas, dan praktisi (Pusat Informasi Guru Kemdikbudristek, 2. , untuk mempersiapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi kepala sekolah dan guru (Yusuf dkk. , 2. Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan, maka perlu diadakan kegiatan pengabdian dengan tema Pendampingan Implementasi Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila (P. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. METODE Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SD Negeri 217 Kampuno Kabupaten Bone pada tanggal 30 September 2024. Sasaran kegiatan ini adalah 8 orang yang terdiri atas guru dan kepala sekolah SD Negeri 217 Kampuno. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini meliputi: . Persiapan, . Pelaksanaan (Penyampaian materi P5 dan Praktik penyusunan program P. , . Evaluasi. Tahapan persiapan dalam kegiatan pelatihan implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SD Negeri 217 Kampuno dimulai dengan koordinasi bersama kepala sekolah dan guru-guru SD Negeri 217 kampuno. Koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan waktu pelatihan dengan ketersediaan dan kesiapan pihak sekolah. Setelah koordinasi dilakukan, tim pengabdian akan menyiapkan berbagai hal yang mendukung pelaksanaan kegiatan, seperti jadwal pelatihan, narasumber, materi, dan aspek teknis lainnya. Tahap pelaksanaan pelatihan merupakan bagian inti dari kegiatan pengabdian, yaitu pelaksanaan Pelatihan Penyusunan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SD Negeri 217 Kampuno. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pengetahuan mengenai cara menyusun Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Setelah itu, peserta diberi kesempatan untuk menyusun Proyek tersebut secara mandiri dengan Tahap evaluasi. Pada tahap ini akan dilakukan evaluasi terhadap proyek yang telah disusun oleh peserta, serta pengamatan terhadap pelaksanaan penelitian. Proyek yang dihasilkan akan ditinjau untuk melihat apakah sudah sesuai dengan karakteristik Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau belum. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian terkait pendampingan implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila di SD Negeri 217 Kampuno telah dilaksanakan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru sekolah dasar dalam menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah. Hal ini sejalan dengan tuntutan yang harus dihadapi guru dalam menghadapi perkembangan zaman, peraturan, dan kurikulum terbaru. Kegiatan Pengabdian ini diharapkan dapat mendukung penerapan peraturan baru terkait Implementasi Kurikulum Merdeka. Kendala yang ditemukan adalah guru masih merasa bingung dalam menyusun projek P5, padahal sekolah sangat membutuhkan pengetahuan dan keterampilan mengenai P5. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan membantu guru dalam menyusun projek penguatan profil pelajar Pancasila (P. dan mengoptimalkan kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila yang berdampak E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 51-55 kepada murid. Kegiatan pelatihan penguatan profil pelajar Pancasila (P. dilaksanakan pada hari senin, 30 September 2024. Pelatihan dimulai pukul 11. 00 hingga 17. 00 WITA secara tatap muka. Pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan kesepakatan dengan pihak sekolah agar tidak mengganggu aktivitas sekolah. Pelatihan ini diikuti oleh 8 guru. Sebelum pemateri menyampaikan materi, terlebih dahulu dilakukan pengecekan pengetahuan awal peserta tentang projek penguatan profil pelajar Pancasila melalui pertanyaan langsung. Pertanyaan mencakup apa yang mereka ketahui tentang P5, sumber informasi mengenai P5, hingga bentuk modul P5. Hanya 2 hingga 3 peserta yang memiliki pengetahuan umum tentang P5, sementara banyak peserta lainnya masih bingung ketika tim pengabdian memberikan Gambar 1. Pelaksanan Pengabdian Pemateri kemudian menyampaikan materi dengan menjelaskan tentang pentingnya projek penguatan profil pelajar Pancasila, serta memberikan gambaran umum mengenai karakteristik dan manfaat dari projek tersebut. Pada setiap sesi, para guru terlihat sangat antusias dan menyimak materi hingga selesai. Gambar 2. Penyampaian Materi Gambar 4. Materi Pelatihan Gambar 3. Materi Pelatihan Gambar 5. Materi Pelatihan Setelah sesi penyampaian materi dan tanya-jawab selesai, peserta diminta untuk membuat rancangan atau draft sederhana modul projek penguatan profil pelajar Pancasila. Mereka dibagi menjadi kelompok kecil yang terdiri dari 2 orang. Pembagian kelompok juga disesuaikan berdasarkan fase tertentu E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 51-55 untuk memudahkan para guru dalam menyusun P5. Pada sesi ini, tim pengabdian mendampingi para guru dengan membentuk kelompok berdasarkan fase seperti yang terlihat pada gambar 6. Pendampingan dilakukan sejak awal penyusunan rancangan modul sederhana, terutama dalam menentukan projek yang akan dibuat. Gambar 6. Pendampingan Tim Pengabdi Kepada Guru Tim pengabdian membimbing para guru dan kepala sekolah dalam mendiskusikan tema utama dari projek, yang kemudian akan menjadi acuan untuk dikembangkan lebih lanjut dalam kelompokkelompok kecil. Hasil dari penyusunan draft modul P5 dapat dilihat pada gambar 7. Gambar 7. Hasil Rancangan Modul P5 Peserta pelatihan mendapatkan informasi dan pemahaman mengenai cara menyusun projek penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah. Selain itu, mereka juga memahami tahapan penyusunan P5 serta contoh modul projek penguatan profil pelajar Pancasila (P. Peserta pelatihan mampu membuat rancangan sederhana modul projek penguatan profil pelajar Pancasila. Rancangan modul tersebut disusun dalam bentuk lembar kerja untuk penyusunan P5. Pembagian kelompok kecil dilakukan berdasarkan fase atau kelas. Lembar kerja tersebut mencakup fase/kelas, tema, topik, dimensi, elemen, sub elemen, target pencapaian akhir fase, serta alokasi waktu. Permasalahan yang dihadapi dalam penyusunan P5 adalah para guru mengalami kesulitan dalam menyusun modul projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kesulitan ini disebabkan oleh kurangnya informasi serta belum terbentuknya panitia inti di sekolah yang bertanggung jawab atas projek tersebut. Selain itu, sekolah masih kebingungan dalam memilih dan merealisasikan projek yang akan digunakan untuk menyusun modul projek penguatan profil pelajar Pancasila. KESIMPULAN Pelaksanaan pelatihan penyusunan projek penguatan profil pelajar Pancasila memberikan tambahan informasi dan pemahaman bagi guru-guru di SD Negeri 217 Kampuno tentang cara menyusun projek tersebut. Selain itu, praktik langsung dalam membuat rancangan sederhana projek penguatan profil pelajar Pancasila membantu guru-guru semakin memahami proses penyusunan P5. Setelah mengikuti pelatihan P5, para guru-guru SD Negeri 217 Kampuno mampu membuat E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 51-55 rancangan sederhana modul projek penguatan profil pelajar Pancasila sesuai fase A, fase B dan fase C dan diharapkan di masa mendatang akan ada lebih banyak pelatihan untuk guru mengenai Kurikulum Merdeka yang dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Tim Pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri Makassar yang telah memberikan izin pengabdian, serta kepada kepala sekolah dan guru-guru di SD Negeri 217 Kampuno yang telah menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat. DAFTAR PUSTAKA