PENGARUH MANAGERIAL OWNERSHIP. RETURN ON ASSET. CURRENT RATIO. DAN FIRM SIZE TERHADAP FIRM VALUE PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN OLAHAN DI BURSA EFEK INDONESIA Plagia Priscilla Elsti email: plagiapriscillaelsti20@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari managerial ownership, return on asset, current ratio dan firm size terhadap firm value. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk penelitian asosiatif dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Populasi pada penelitian ini berjumlah sembilan belas perusahaan yang tergabung dalam Sub Sektor Makanan Olahan di Bursa Efek Indonesia. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria perusahaan yang telah IPO (Initial Public Offerin. sebelum tahun 2015 sehingga didapatkan sampel berjumlah tiga belas Tahapan analisis data yang dilakukan dengan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi dan determinasi, uji F, dan uji t dengan menggunakan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) Versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa managerial ownership dan return on asset berpengaruh positif terhadap firm value sedangkan current ratio dan firm size tidak berpengaruh terhadap firm value. Kata Kunci: managerial ownership, return on asset, current ratio, firm size, firm value PENDAHULUAN Setiap perusahaan menginginkan firm value yang tinggi. Manajer perlu mengelola keuangan perusahaan agar menghasilkan nilai perusahaan yang tinggi dengan melalui berbagai macam cara dan kebijakan. Salah satunya adalah dengan memberikan kepemilikan saham kepada para manajer dalam mengelola perusahaan. Saham yang dimiliki oleh para manajer dapat meningkatkan kinerja para manajer dalam mengoptimalkan nilai perusahaan, karena para manajer secara langsung akan merasakan dampak dari managerial ownership tersebut. Dengan kata lain semakin tinggi jumlah kepemilikan saham maka semakin tinggi pula nilai perusahaan yang dihasilkan. Manajer bertanggung jawab untuk meningkatkan nilai perusahaan dengan menghasilkan laba perusahaan yang tinggi. Laba yang tinggi mengindikasikan perusahaan memiliki kinerja keuangan yang baik. Dengan adanya laba yang tinggi, perusahaan memiliki kesempatan dalam memberikan signal kepada para investor untuk berinvestasi sehingga meningkatkan nilai perusahaan. Semakin tinggi return on asset yang dihasilkan, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan yang dihasilkan. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Profit yang dihasilkan dan kepemilikan manajerial yang dimiliki oleh pihak manajemen dalam meningkatkan nilai perusahaan tidak terlepas dari sumber pendanaan dari luar. Dalam hal ini apabila perusahaan mampu mengelola current ratio maka para investor menilai perusahaan tersebut baik. Semakin besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya, maka semakin efisien perusahaan dalam menggunakan aset lancar perusahaan dan akan mendorong nilai perusahaan karena kinerjanya yang baik, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan. Faktor lain dalam meningkatkan nilai perusahaan tidak hanya dilihat dari sisi perusahaan dalam melunasi kewajibannya, tetapi juga dilihat dari besar atau kecilnya sebuah perusahaan. Semakin besar firm size maka perusahaan akan semakin mudah dalam memperoleh sumber dana dan perusahaan mampu mengendalikan atas aset yang dimiliki untuk meningkatkan Firm size yang besar akan memberikan sinyal yang positif terhadap investor untuk menanamkan modalnya dan dapat meningkatkan harga saham perusahaan di pasar modal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh managerial ownership, return on asset, current ratio, dan firm size terhadap firm value. KAJIAN PUSTAKA Firm Value Firm value atau nilai perusahaan adalah pandangan investor pada perusahaan atau nilai yang diberikan oleh pasar saham kepada manajemen perusahaan. Menurut Harmono . 1: . AuNilai perusahaan dapat diukur melalui nilai harga saham di pasar, berdasarkan terbentuknya harga saham perusahaan di pasar yang merupakan refleksi penilaian oleh publik terhadap kinerja perusahaan secara riilAy. Menurut Kahfi, et al. 8: . nilai perusahaan akan menjadi fokus utama dalam penilaian bagi investor untuk berinvestasi di suatu perusahaan, investor bisa mengetahui baik atau buruknya sebuah perusahaan dengan melihat harga saham perusahaan. Apabila nilai perusahaan yang diperoleh tinggi, maka tinggi pula minat para investor untuk membeli saham Dalam mengukur firm value menggunakan perhitungan rasio Price to Book Value (PBV) untuk mengetahui nilai perusahaan yang dihasilkan. Menurut Fitri, et al. , . PBV adalah rasio yang dapat digunakan untuk membandingkan antara nilai buku perusahaan dengan harga pasar saat ini. Nilai buku didapatkan dari jumlah ekuitas dibagi dengan saham yang beredar dan harga pasar didapatkan dari harga saham penutupan. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Nilai PBV yang meningkat menunjukkan bahwa adanya peningkatan terhadap harga Apabila harga saham tinggi, maka menunjukkan nilai perusahaan tersebut baik dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk investor. Teori keagenan dan teori sinyal sangat berperan penting bagi perusahaan dalam aktivitas perusahaan untuk menunjang nilai perusahaan, di mana teori sinyal memberikan sinyal untuk meminimalisir masalah Kedua teori ini harus diterapkan dengan bersamaan agar terciptanya hasil yang maksimal dalam menarik minat investor. Apabila banyak investor yang menanamkan modalnya dengan menganalisa dari kedua teori ini maka akan meningkat pula nilai Ini menunjukkan bahwa teori agent dan teori signal sangat berpengaruh terhadap firm value. Agency Theory Agency theory atau teori keagenan adalah teori yang pertama kali dicetus oleh Jensen dan Meckling pada tahun 1976 yang membahas tentang hubungan antara prinsipal dan agent. Menurut Sari & Wulandari . 1: . hubungan keagenan dengan principal mendorong dalam melakukan interaksi agar memberikan wewenang dalam membuat peraturan atau kebijakan bagi prinsipal. Masalah dalam teori keagenan merujuk pada informasi yang tidak seimbang. Salah satu cara untuk meminimalisir masalah keagenan ini yaitu dengan melihat sisi utang dari sebuah perusahaan. Menurut Aldi, et al. , . ada tindakan pengawasan dari pihak kreditur terhadap manajemen perusahaan yang disebabkan karena adanya kebijakan utang. Terjadinya konflik keagenan berpengaruh pada minat investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan yang akan berakibat pada penurunan nilai perusahaan. Sebaliknya, apabila manajer dapat menyetarakan kepentingan antara principal dengan agent maka manajer dapat dikatakan berhasil dalam pengambilan keputusan dan dapat bertanggung jawab atas wewenang yang telah Ini menunjukkan keberhasilan pihak manajemen yang dapat meningkatkan nilai perusahaan. Signalling Theory Teori signalling pertama kali dikemukakan oleh Spence pada tahun 1973 yang merupakan sebuah kode atau sinyal yang diberikan kepada para investor untuk melihat potensi dari perusahaan. Menurut Liestyasih & Wiagustini . 7: 3. signalling theory menjelaskan bagaimana tindakan perusahaan dalam memberi sinyal kepada pihak luar seperti investor maupun kreditur. Banyak informasi yang berasal dari pihak eksternal. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 tetapi pihak internal perusahaan memiliki informasi yang jauh lebih baik. Memberikan sinyal kepada pihak investor merupakan langkah untuk memperlihatkan keunggulan Menurut Dolontelide & Wangkar . 9: 3. manajer memberikan sinyal untuk meminimalisir asimetri informasi, sehingga informasi keuangan yang dimiliki perusahaan dan sinyal tersebut akan mendorong minat investor untuk berinvestasi pada Informasi yang diberikan perusahaan penting bagi investor dan pelaku bisnis dalam mengambil keputusan, informasi ini menyajikan gambaran tentang keadaan perusahaan di masa lalu, saat ini, dan di masa depan perusahaan. Menurut Inayah & Wiajayanto . 0: . teori signal menjelaskan tentang alasan perusahaan mendorong dalam memberikan informasi pada pihak luar perusahaan, kurangnya informasi bagi pihak luar akan beranggapan bahwa perusahaan memiliki nilai yang rendah. Apabila investor tertarik untuk menanamkan modal dengan melihat informasi dari perusahaan, maka perusahaan berhasil dalam meningkatkan nilai perusahaan. Managerial Ownership Perusahaan pada umumnya memiliki kontrol terhadap pelaksanaan tugas pihak manajemen untuk mempermudah keberlangsungan hidup perusahaan, di mana dalam pelaksanaan tersebut terdapat kepentingan yang berbeda antara pihak manajemen dan Pelaksanaan tugas manajemen tersebut dapat berpotensi menimbulkan konflik akibat adanya perbedaan kepentingan. Tetapi, permasalahan ini dapat diatasi dengan memberikan kepercayaan atas kepemilikan saham kepada pihak manajemen. Managerial ownership atau kepemilikan manajerial yaitu kepemilikan saham yang dipegang oleh pihak manajemen perusahaan agar menciptakan keseimbangan pada Kepemilikan saham yang diberikan kepada manajemen dapat memberikan potensi yang baik bagi persaingan antar pemegang saham dan manajemen. Menurut Agnova & Muid . 5: . antara pihak direksi dan manajemen memiliki peran ganda, selain memiliki peran dalam mengambil sebuah keputusan, seorang manajer juga mempunyai peran untuk bergabung dalam mengelola saham. Ini menunjukkan dengan adanya kepemilikan saham yang diberikan kepada manajemen dapat memperbaiki struktur modal pada perusahaan. Kepemilikan saham akan menyetarakan kepentingan manajemen dan pemegang saham agar tidak terjadi agency problem. Kepemilikan manajerial dapat memberikan pandangan yang baik bagi investor, sehingga pihak investor dapat melihat dari pengukuran antara kepemilikan saham manajerial dan jumlah Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 saham yang beredar. Apabila perusahaan menghasilkan managerial ownership yang tinggi, maka perusahaan mampu menyetarakan kepentingan di dalam lingkup Penerapan kepemilikan manajerial pada perusahaan dapat memberikan feedback yang baik atas kinerja manajer selaku pemilik saham dan berguna untuk mengawasi manajer agar tidak menyimpang. Proporsi yang besar pada managerial ownership di suatu perusahaan akan cenderung memberi tingkat kinerja yang tinggi sehingga dapat mengurangi risiko konflik antara manajer dan pemegang saham. Terealisasinya kepentingan tersebut akan meningkatkan motivasi kerja sehingga manajer akan berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan firm value. Adanya struktur kepemilikan di suatu perusahaan dapat mengoptimalkan firm value. Managerial ownership dipercaya mampu memengaruhi jalannya perusahaan sehingga dapat mendorong kinerja pihak manajemen dalam mengelola perusahaan dan meningkatkan minat kerja para karyawan dalam mencapai suatu tujuan. Managerial ownership akan berdampak positif pada firm value dengan peningkatan kepemilikan saham oleh pihak manajemen yang berpengaruh pula pada peningkatan aktivitas manajemen, sebaliknya apabila kepemilikan saham pihak manajemen rendah, maka firm value akan turun. Hasil ini sejalan dengan penelitian Sholekah & Venusita . Anita & Yulianto . Suastini, et al. , . Dewi & Sanica . Jayaningrat, et al. , . serta Christiani & Herawati . yang menunjukkan bahwa managerial ownership berpengaruh positif terhadap firm value. H1: Managerial ownership berpengaruh positif terhadap firm value. Profitability Profitabilitas merupakan salah satu dari rasio keuangan. Profitabilitas mengukur tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan terhadap pendapatan, aset, biaya operasi dan ekuitas pemegang saham pada periode tertentu. Profitabilitas perusahaan menunjukkan ukuran efektivitas pengelolaan manajemen perusahaan dan kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba. Laba yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai kinerja yang baik, sehingga menjadi suatu sinyal bagi para pemilik modal untuk berinvestasi. Menurut Harjito & Martono . 3 : . AuRasio profitabilitas terdiri dari dua jenis rasio yang menunjukkan laba dalam hubungannya dengan penjualan dan rasio yang menunjukkan laba dalam hubungannya dengan investasiAy. Perhitungan profitabilitas menggunakan Return on Asset (ROA) sebagai Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 indikator untuk menghitung efektivitas manajemen yang diperoleh dengan penjualan maupun investasi. Menurut Chasanah . 8: . perhitungan ROA merupakan perbandingan antara laba setelah pajak atau laba bersih dengan total aset. Apabila semakin tinggi nilai ROA yang diperoleh, maka semakin baik dalam menggunakan aset yang dimiliki dalam memperoleh laba. Sebaliknya, apabila semakin rendah nilai ROA yang diperoleh, maka semakin rendah pula perusahaan menggunakan aset untuk memperoleh laba. Meningkatnya laba bersih yang dihasilkan maka meningkat pula aset yang dimiliki Ini akan menjadi pertimbangan pihak eksternal dalam melihat suatu kinerja Investor sangat memperhatikan perkembangan return on asset. Apabila nilai return on asset meningkat, maka kepercayaan atas pengembalian yang telah diinvestasikan juga meningkat. Dalam menarik perhatian calon investor tentu saja perusahaan memerlukan peran dalam memberikan signal terhadap calon investor. Sinyal tersebut dapat berupa informasi yang menunjukkan suatu keadaan perusahaan yaitu berupa laporan keuangan, lebih tepatnya investor melihat nilai return on asset yang dimiliki perusahaan sehingga investor dapat mengetahui besar atau kecil return on asset perusahaan dalam menunjang firm value. Return on asset yang tinggi akan berdampak positif pada firm value dengan meningkatnya laba yang dihasilkan perusahaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Pantow, et al. , . Ayem & Nugroho . Astutik . Astuti & Yahnya . Ramdhonah, et al. , . Suliastawan & Purwanti . serta Satrio . yang menunjukkan bahwa nilai return on asset berpengaruh positif terhadap firm value. H2: Return on asset berpengaruh positif terhadap firm value. Liquidity Likuiditas adalah rasio keuangan yang berhubungan dengan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya. Menurut Harjito & Martono . AuLikuiditas merupakan indikator kemampuan perusahaan untuk membayar atau melunasi kewajiban finansialnya pada saat jatuh tempo dengan mempergunakan aset lancar yang tersediaAy. Perusahaan yang memperoleh laba yang optimal akan cenderung semakin lancar dalam pembiayaan dan pendanaan. Perusahaan yang mampu memenuhi kewajibannya menandakan bahwa perusahaan tersebut baik, sehingga dapat memberikan sinyal yang positif untuk calon investor untuk berinvestasi. Banyaknya investor yang Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 berinvestasi, maka akan meningkatkan harga saham sehingga nilai perusahaan cenderung akan meningkat. Perhitungan likuiditas menggunakan Current Ratio (CR) yang merupakan perbandingan antara aset lancar dengan utang lancar. Apabila semakin tinggi nilai CR yang diperoleh, maka semakin baik perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Sebaliknya, apabila nilai CR yang diperoleh semakin rendah, maka perusahaan tidak mampu dalam memenuhi aset lancar untuk melunasi kewajibannya. Menurut Kasmir . 8: . CR pada umumnya digunakan atas solvensi jangka pendek yaitu kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan utang ketika jatuh tempo. Dana dari pihak eksternal menggambarkan suatu kebutuhan untuk menunjang keberlangsungan hidup perusahaan. Apabila perusahaan ingin mendapatkan sumber dana dari kreditur, maka perusahaan harus memberikan signal dengan memperlihatkan aset lancarnya sehingga pihak kreditur percaya kepada perusahaan dan apabila kepercayaan tersebut terealisasi, maka investor cenderung akan percaya juga terhadap perusahaan sehingga dengan adanya sinyal ini dapat meningkatkan firm value. Apabila banyak investor yang menanamkan modalnya, maka akan meningkatkan harga saham Sebaliknya, apabila current ratio rendah, maka akan menurunkan harga saham perusahaan. Ini dapat mengurangi minat investor untuk menanamkan modalnya di Hasil ini sejalan dengan penelitian Rompas . Lumoly, et al. , . Oktaviarni, et al. , . Pardede, et al. , . Dwipa, et al. , . serta Listyawati & Kristiana . , yang menunjukkan bahwa current ratio berpengaruh positif terhadap firm value. H3: Current ratio berpengaruh positif terhadap firm value. Firm Size Suatu perusahaan pastinya memerlukan sumber dana untuk menunjang kegiatan di Memperoleh sumber dana tersebut, perusahaan cenderung mempercayai dana yang berasal dari perusahaan itu sendiri. Dana yang berasal dari pihak internal akan lebih mudah untuk dikontrol. Salah satu sumber dana internal dapat dilihat dari total aset yang dimiliki perusahaan. Nilai dari total aset dapat mencerminkan ukuran perusahaan itu sendiri, sehingga dapat dikatakan bahwa firm size adalah suatu skala dalam mengukur tingkat besar atau kecilnya sebuah perusahaan. Firm size yang besar artinya perusahaan tersebut memiliki prospek yang baik dalam menjalankan upaya kemajuan perusahaan. Menurut Rajagukguk, et al. , . 9: . besar kecil sebuah perusahaan akan memengaruhi Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 kemampuan dalam menanggung risiko. Total aset tinggi menunjukkan tingginya ukuran perusahaan, sehingga dapat diasumsikan bahwa perusahaan tersebut mampu dalam mengelola asetnya. Total aset akan cenderung memiliki pandangan yang baik bagi para investor, di mana investor akan lebih yakin dengan adanya total aset yang tinggi. Sebaliknya, apabila total aset rendah, maka kurangnya minat investor untuk berinvestasi. Menurut Prasetyorini . 3: . perusahaan yang besar cenderung memiliki risiko yang lebih rendah daripada perusahaan kecil karena perusahaan besar memiliki kontrol yang lebih baik terhadap kondisi persaingan pasar. Menurut Putra & Lestari . 6: 4. perusahaan yang besar cenderung mudah untuk masuk ke dalam pasar modal dan dapat mempermudah perusahaan dalam memperoleh dana. Firm size dapat menunjukkan besar atau kecilnya suatu perusahaan sehingga adanya prospek yang bagus untuk masa depan perusahaan karena memiliki aliran kas yang baik serta lebih baik dibandingkan perusahaan kecil. Firm size yang besar menjamin tingkat firm value yang tinggi dan mencerminkan bahwa perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan yang baik sehingga perusahaan berani dalam melakukan investasi baru terkait dengan ekspansi. Besar kecilnya firm size merupakan salah satu bentuk signal suatu perusahaan terhadap calon investor, di mana calon investor terlebih dulu melihat firm size suatu perusahaan sehingga investor mengasumsikan bahwa sinyal yang mereka dapatkan dapat memperlihatkan kondisi perusahaan. Investor cenderung percaya terhadap perusahaan tersebut untuk mengelola modal yang mereka tanamkan. Adanya kepercayaan ini dapat meningkatkan minat investor yang lainnya sehingga otomatis dapat meningkatkan firm value. Semakin besar perusahaan, maka menunjukkan suatu perkembangan pada perusahaan yang akan berdampak pada peningkatan saham. Apabila saham meningkat, maka meningkat pula kepercayaan investor dalam menanamkan Hasil ini sejalan dengan penelitian Chasanah . Jayanti . Yanti & Darmayanti . Putri & Wahyuningsih . Wahyuni & Purwaningsih . serta Yenny . yang menunjukkan bahwa firm size berpengaruh positif terhadap firm H4: Firm size berpengaruh positif terhadap firm value. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan penelitian asosiatif . , untuk meneliti pengaruh managerial ownership, return on asset, current ratio, dan firm size dan firm Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Pada penelitian ini berfokus pada Perusahaan Sub Sektor Makanan Olahan yang melakukan produksi atau distribusi makanan dan minuman produk susu dalam kemasan dan perusahaan yang melakukan produksi dan pengemasan makanan dalam kemasan. Pada pengumpulan data dari penelitian ini, menggunakan teknik studi dokumenter dengan sumber data sekunder dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi sebanyak sembilan belas dan sampel tiga belas sampel perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Kriteria sampling pada penelitian ini adalah perusahaan yang telah melakukan IPO (Initial Public Offerin. sebelum tahun 2015. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Berikut hasil uji statistik deskriptif yang disajikan pada Tabel 1: Tabel 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif X1_MOWN X2_ROA X3_CR X4_SIZE Y_PBV Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data Olahan SPSS 25, 2022 Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa terdapat terdapat 65 data dari tiga belas perusahaan mulai periode 2016 s. Valid N menunjukkan terdapat 65 data pada penelitian ini. Variabel managerial ownership memiliki nilai rata-rata sebesar 3,0963 persen dengan standar deviasi sebesar 6,8166 persen yang menunjukkan bahwa sebesaran data sangat bervariasi. Variabel return on asset memiliki nilai minimum sebesar -9,71 persen, hasil tersebut diperoleh karena adanya kerugian pada perusahaan. Variabel current ratio memiliki nilai minimum 15,24 persen, hasil tersebut diperoleh karena nilai aset lancar yang dimiliki perusahaan cenderung rendah dan utang lancar yang cenderung Variabel firm value memiliki nilai rata-rata sebesar 2,253755 kali yang menunjukkan bahwa sebesaran data tidak bervariasi. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Uji Asumsi Klasik Hasil pengujian asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Hasil setelah eliminasi data outlier menunjukkan bahwa keempat pengujian telah terpenuhi. Analisis Regresi Linear Berganda Berikut hasil uji regresi linear berganda yang disajikan pada Tabel 2: Tabel 2 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Unstandardized Coefficients Std. Model Error 1 (Constan. X1_MOWN 13. X2_ROA X3_CR X4_SIZE Dependent Variable: Y_PBV Coefficientsa Standardized Coefficients Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber: Data Olahan SPSS 25, 2022. Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat persamaan regresi linear berganda sebegai Y= -2,714 13,877X1 15,830X2 Ae 0,064X3 0,129X4 Analisis Koefisien Korelasi dan Determinasi Tabel 3 Hasil Uji Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. X4_SIZE. X3_CR. X1_MOWN. X2_ROA Dependent Variable: Y_PBV Sumber: Data Olahan SPSS 25, 2022. Koefisien korelasi (R) dengan nilai sebesar 0,640 artinya terdapat korelasi yang kuat antara variabel managerial ownership, return on asset, current ratio, firm size dengan variabel firm value. Adjusted R Square dengan nilai sebesar 0,364 artinya Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 penelitian ini menggambarkan bahwa kemampuan variabel managerial ownership, return on asset, current ratio, firm size dalam menjelaskan perubahan terhadap variabel firm value sebesar 36,4 persen sedangkan sisanya 63,6 persen dijelaskan pada faktor lain. Uji F Berikut hasil uji F yang disajikan pada Tabel 4: Tabel 4 Hasil Uji F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Y_PBV Predictors: (Constan. X4_SIZE. X1_MOWN. X2_ROA. X3_CR Sig. Sumber: Data Olahan SPSS 25, 2022 Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan bahwa Fhitung dengan nilai sebesar 11,068. Hasil ini menunjukkan bahwa managerial ownership, return on asset, current ratio, firm size, terhadap firm value dinyatakan layak untuk digunakan dalam penelitian. Uji t dan Pengaruh Pengujian berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Sebagai berikut: Pengaruh Managerial Ownership terhadap Firm Value Variabel managerial ownership memiliki nilai thitung yaitu sebesar 3,863 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa managerial ownership berpengaruh positif terhadap firm Hasil ini sejalan dengan penelitian Sholekah & Venusita . Anita & Yulianto . Suastini, et al. , . Dewi & Sanica . Jayaningrat, et al. , . serta Christiani & Herawati . dan sejalan dengan hipotesis yang diajukan. Managerial ownership dapat menurunkan tingkat agency cost karena kepemilikan saham dapat membantu menyeimbangkan kepentingan antara manajer dan pemegang saham. Tingkat managerial ownership yang tinggi dapat mendorong manajemen untuk lebih baik dalam bekerja, sehingga banyaknya minat dari investor untuk berinvestasi pada perusahaan. Hal ini dapat meningkatkan harga saham yang mencerminkan managerial ownership sudah diterapkan dengan baik oleh pihak perusahaan dan dapat meningkatkan firm value. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Pengaruh Return on Asset terhadap Firm value Variabel return on asset memiliki nilai thitung dengan nilai sebesar 4,395 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa return on asset berpengaruh positif terhadap firm value. Hasil ini sejalan dengan penelitian Pantow, et al. , . Ayem & Nugroho . Astutik . Astuti & Yahnya . Ramdhonah, et al. , . Suliastawan & Purwanti . Suliastawan & Purwanti . serta Satrio . dan sejalan dengan hipotesis yang diajukan. Return on asset merupakan indikator untuk menunjukkan seberapa efisien pihak manajemen dalam mengelola aset perusahaan sehingga dapat memberikan keuntungan yang besar dan cenderung memiliki perspektif positif dari Apabila return on asset yang dihasilkan tinggi artinya perusahaan mampu mengelola modalnya, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendapatkan respon yang positif oleh pasar serta dengan harga saham yang naik akan meningkatkan firm value. Pengaruh Current Ratio terhadap Firm Value Variabel current ratio memiliki nilai thitung dengan nilai sebesar -0,320 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa current ratio tidak berpengaruh terhadap firm value. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian Rompas . Lumoly, et al. , . Oktaviarni, et al. , . Pardede, et al. , . Dwipa, et al. , . serta Listyawati & Kristiana . dan tidak sejalan dengan hipotesis yang diajukan. Current ratio yang tinggi dianggap memiliki signal yang kurang baik karena menunjukkan banyaknya dana yang menganggur yang tidak dimanfaatkan oleh pihak manajemen, sehingga dapat memengaruhi kemampuan dalam memperoleh laba dan menyebabkan turunnya harga saham sehingga menurunnya firm value. Pengaruh Firm Size terhadap Firm Value Variabel firm size memiliki nilai thitung dengan nilai sebesar 1,132 sehingga dapat disimpulkan bahwa firm size tidak berpengaruh terhadap firm value. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian Chasanah . Jayanti . Yanti & Darmayanti . Putri & Wahyuningsih . Wahyuni & Purwaningsih . serta Yenny & Juwita . dan tidak sejalan dengan hipotesis yang diajukan. Total aset yang tinggi cenderung memicu pihak manajemen lebih leluasa menggunakan aset perusahaan, sehingga timbulnya kekhawatiran oleh pemilik aset perusahaan sehingga dapat terjadi perbedaan kepentingan yang dapat memicu terjadinya konflik agency. Besarnya total aset dianggap Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 menetapkan laba ditahan lebih besar dibandingkan dengan dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dan dapat menurunkan harga saham sehingga menurun pula firm value. PENUTUP Hasil penelitian menunjukkan bahwa managerial ownership dan return on asset berpengaruh positif terhadap firm value, sedangkan current ratio dan firm size tidak berpengaruh terhadap firm value. Semakin tinggi nilai managerial ownership dan return on asset memiliki persepsi yang positif oleh investor untuk mendapatkan dividen atas modal yang ditanamkan sehingga dapat meningkatkan firm value. Tetapi, tinggi atau rendahnya nilai current ratio dan firm size tidak menjadi tolok ukur bagi investor untuk Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan menambah variabel independen seperti total asset turnover, menambah sampel penelitian serta menggunakan proksi lain untuk mengukur variabel dependen. DAFTAR PUSTAKA