Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 205-214 Email: nurasjournal@gmail. SOSIALISASI KEGIATAN WEBINAR: SEDIAAN FARMASI BENTUK SIRUP UNTUK MENGATASI PENYAKIT MAAG Herman Widjaja1*. Aryanilo2. Fazri Andini3. Junaida Pramesti4. Ihsan Abdurohim WK5, & Syifa Nur Khoiriza6 1,2,3,4,5,&6 Program Studi Ilmu Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. Jalan Sunter Permai Raya. Jakarta Utara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14350. Indonesia *Email: hermanwijaya0303@gmail. Submit: 14-08-2025. Revised: 26-08-2025. Accepted: 27-08-2025. Published: 02-10-2025 ABSTRAK: Penyakit maag atau gastritis merupakan peradangan pada lambung yang disebabkan oleh peningkatan asam lambung atau iritasi mukosa yang umumnya dipicu oleh pola makan tidak teratur, stres, kebiasaan merokok, maupun konsumsi alkohol. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan sediaan farmasi bentuk sirup dalam terapi gastritis. Webinar dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan jumlah peserta sebanyak 32 orang, terdiri atas 24 perempuan dan 8 laki-laki yang merupakan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, serta masyarakat umum. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan lima soal pilihan ganda yang mengukur pemahaman mengenai keunggulan sediaan sirup, fungsi zat aktif . ntasida dan sukralfa. , pemilihan sediaan pada pasien disfagia, mekanisme kerja, dan komponen formulasi. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, di antaranya 100% peserta menjawab benar mengenai keunggulan sediaan sirup dibandingkan tablet, 88% memahami fungsi antasida, 92% mengetahui mekanisme kerja sukralfat, serta 76% memahami pemilihan sediaan pada pasien disfagia. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penggunaan sediaan sirup untuk pengobatan gastritis. Namun, diperlukan penekanan lebih lanjut pada aspek pemilihan sediaan untuk pasien disfagia dan pemahaman terkait komponen formulasi. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan. Gastritis. Pengabdian Masyarakat. Sediaan Farmasi. Sirup. ABSTRACT: Ulcer or gastritis is an inflammation of the stomach caused by increased stomach acid or mucosal irritation which is generally triggered by irregular diet, stress, smoking habits, and alcohol consumption. This activity aims to increase public understanding of the use of syrupform pharmaceutical preparations in gastritis therapy. The webinar was held online through Zoom Meeting with a total of 32 participants, consisting of 24 women and 8 men who are students of the University of August 17, 1945 Jakarta, as well as the general public. Evaluation was carried out through pre-test and post-test using five multiple-choice questions that measured understanding of the advantages of syrup preparations, the function of active substances . ntacids and sucralfate. , the selection of preparations in dysphagia patients, the mechanism of action, and the components of the formulation. The results of the post-test showed an increase in participants' understanding, including 100% of participants answered correctly about the advantages of syrup preparations over tablets, 88% understood the function of antacids, 92% knew the mechanism of action of sucralfate, and 76% understood the selection of preparations in dysphagia patients. Thus, this activity has proven to be effective in increasing participants' knowledge about the use of syrup preparations for the treatment of gastritis. Emphasis is needed on the aspect of preparing preparation for dysphagia patients and an understanding of the components of the formulation. Keywords: Health Education. Gastritis. Community Service. Pharmaceutical Preparations. Syrup. How to Cite: Widjaja. Aryanilo. Andini. Pramesti. Abdurohim. , & Khoiriza. Sosialisasi Kegiatan Webinar: Sediaan Farmasi Bentuk Sirup untuk Mengatasi Penyakit Maag. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 205-214. https://doi. org/10. 36312/nuras. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 205-214 Email: nurasjournal@gmail. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is Licensed Under a CC BY-SA Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Gastritis, atau yang sering disebut penyakit maag, merupakan peradangan pada lambung yang ditandai dengan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, muntah, penurunan nafsu makan, dan pada kondisi berat dapat menyebabkan muntah darah (Simbolon et al. , 2. Penyakit ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan bahkan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan baik. Secara epidemiologis, gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang memiliki prevalensi cukup tinggi di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa gastritis termasuk dalam sepuluh besar penyakit terbanyak pada pasien rawat inap di rumah sakit maupun puskesmas (Sinapoy et al. , 2. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada kelompok usia produktif yang umumnya dipengaruhi oleh pola hidup tidak sehat, tingkat stres tinggi, serta aktivitas dan kesibukan yang padat (Jusuf et al. , 2022. Safnowandi, 2. Faktor risiko gastritis terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor Faktor internal meliputi produksi asam lambung yang berlebihan, sedangkan faktor eksternal meliputi konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), pola makan yang buruk, serta infeksi Helicobacter pylori (Sinaga et al. , 2022. Siregar et al. , 2. Selain itu, stres emosional juga dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga memperburuk kondisi gastritis (Herliyanti et al. , 2023. Pangestu et al. , 2. Tersedia berbagai bentuk sediaan farmasi untuk penatalaksanaan gastritis, salah satunya adalah sirup. Dibandingkan dengan tablet atau kapsul, sediaan sirup lebih mudah ditelan, memiliki rasa yang lebih dapat diterima, dan memberikan onset kerja yang lebih cepat, karena berada dalam bentuk larutan. Namun demikian, pemahaman masyarakat terkait penggunaan sediaan sirup, terutama mengenai dosis, cara penyimpanan, dan potensi interaksi obat masih terbatas (Dewi et al. , 2023. Fickri, 2. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan sediaan farmasi bentuk sirup dalam terapi gastritis. METODE Lokasi dan Waktu Kegiatan Kegiatan webinar dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meet pada Sabtu, 12 Juli tahun 2025. Peserta Kegiatan Jumlah peserta sebanyak 32 orang dengan latar belakang profesi kesehatan dan mahasiswa yang memiliki ketertarikan di bidang farmasi. Peserta dipilih berdasarkan kriteria kehadiran, kesediaan mengikuti kegiatan, serta pengisian instrumen evaluasi. Prosedur Kegiatan Kegiatan diawali dengan penyampaian materi presentasi berupa slide mengenai sediaan farmasi bentuk sirup untuk mengatasi penyakit maag. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 205-214 Email: nurasjournal@gmail. Selanjutnya, peserta mengikuti diskusi interaktif dan sesi tanya jawab guna memperdalam pemahaman. Sebelum dan sesudah sesi materi, dilakukan pengisian pre-test dan post-test secara daring untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Instrumen Evaluasi Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan: Pre-test dan Post-test Masing-masing terdiri atas 5 soal pilihan ganda yang mengukur pengetahuan terkait: . keunggulan sediaan sirup dibandingkan bentuk sediaan . fungsi zat aktif . ntasida dan sukralfa. pemilihan sediaan pada pasien dengan disfagia. mekanisme kerja sediaan sirup tertentu. komponen formulasi dasar sirup. Umpan Balik Peserta Umpan balik peserta melalui Google Form untuk menilai efektivitas materi dan metode pelaksanaan webinar. Teknik Analisis Data Data pre-test dan post-test dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase jawaban benar sebelum dan sesudah kegiatan. Tingkat peningkatan pemahaman peserta ditentukan melalui perbandingan nilai rata-rata skor pre-test dan post-test (Magdalena et al. , 2. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik untuk memperlihatkan perubahan pemahaman peserta. Selain itu, data kualitatif berupa umpan balik dari peserta mengenai materi dan metode pelaksanaan digunakan sebagai dasar evaluasi keberhasilan kegiatan (Banuwa & Susanti, 2. HASIL DAN DISKUSI Hasil Hasil evaluasi kegiatan webinar menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai sediaan farmasi berbentuk sirup pada pengobatan gastritis. Dari 25 peserta yang mengikuti post-test, seluruhnya . %) mampu menjawab dengan benar soal terkait keunggulan utama sediaan sirup dibandingkan tablet . Selain itu, sebanyak 88% peserta memahami fungsi zat aktif dalam sediaan sirup, seperti antasida dan sukralfat . , serta 88% peserta juga mengetahui mekanisme kerja sukralfat dalam melapisi permukaan luka pada lambung . Pada aspek pemilihan sediaan untuk pasien dengan disfagia, 76% peserta menjawab benar bahwa sediaan sirup merupakan pilihan yang tepat, karena berbentuk cair dan tidak memerlukan proses mengunyah . Sementara itu, pada aspek komponen formulasi dasar sirup, sebanyak 88% peserta memahami bahwa pelapis enterik bukan termasuk komponen utama. Namun, masih terdapat 12% peserta yang kurang tepat dalam memahami konsep ini, karena menganggap eksipien pada sediaan padat termasuk dalam formulasi dasar sirup . Secara kuantitatif, rata-rata skor pre-test adalah 2,5 dari skala 5, sedangkan setelah kegiatan rata-rata skor meningkat menjadi 4,3. Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 72% yang mengindikasikan keberhasilan kegiatan edukasi ini. Data hasil evaluasi tersebut disajikan pada Tabel 1. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 205-214 Email: nurasjournal@gmail. Tabel 1. Hasil Evaluasi Pemahaman Peserta Webinar terhadap Sediaan Sirup pada Pengobatan Gastritis. Jumlah Persentase Rata-rata Jumlah Peserta No. Soal Peserta Benar (%) Skor Salah Keunggulan sirup vs 25 Fungsi zat aktif . ntasida, sukralfa. Pemilihan sediaan untuk disfagia. Mekanisme kerja Komponen formulasi 22 dasar sirup. Diskusi Hasil post-test dari kegiatan webinar menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta mengenai sediaan farmasi berbentuk sirup untuk pengobatan gastritis. Rata-rata skor peserta meningkat dari 2,5 menjadi 4,3 yang mengindikasikan bahwa kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Temuan ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa edukasi kesehatan berbasis digital dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat (Hasibuan et al. , 2. Keunggulan utama sediaan sirup, yaitu mudah ditelan dan cepat diserap, dan dipahami dengan baik oleh seluruh peserta. Hal ini tercermin dari 100% peserta yang menjawab benar pada soal terkait keunggulan sediaan sirup. Temuan ini juga sejalan dengan literatur yang menyebutkan bahwa sediaan sirup merupakan pilihan utama dalam terapi penyakit maag karena memiliki kelebihan dibandingkan dengan sediaan tablet. Namun demikian, masih terdapat kekurangan pemahaman pada aspek klinis, khususnya dalam pemilihan sediaan bagi pasien dengan disfagia. Hanya 76% peserta yang menjawab benar pada soal tersebut. Meskipun persentase ini tergolong tinggi, potensi kekeliruan tersebut menunjukkan perlunya penajaman materi dan diskusi lebih mendalam mengenai pertimbangan klinis dalam pemilihan sediaan obat. Selain itu, pemahaman mengenai komponen formulasi dasar sirup juga masih perlu ditingkatkan, mengingat sebagian peserta masih keliru dalam membedakan pelapis enterik dengan eksipien pada sediaan padat. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa edukasi berbasis daring efektif meningkatkan pengetahuan, namun perlu dilengkapi dengan metode interaktif yang menekankan praktik dan studi kasus terkait formulasi serta pemilihan sediaan. Oleh karena itu, kegiatan selanjutnya disarankan untuk memperbanyak latihan soal dan simulasi praktik dalam materi Secara umum, temuan ini mengindikasikan bahwa webinar dan edukasi berbasis digital efektif dalam meningkatkan pengetahuan klinis dan farmasi Untuk mendukung keberlanjutan dan meningkatkan kompetensi, penguatan materi pada aspek klinis dan formulasi perlu dijadikan prioritas dalam kegiatan edukasi berikutnya. Berdasarkan kegiatan webinar yang telah Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 205-214 Email: nurasjournal@gmail. dilaksanakan dengan cara menyebarkan post-test, maka hasil yang didapat sebagai Gambar 1. Jumlah Peserta yang Mengikuti Webinar. Dari 32 peserta yang hadir . wanita dan 8 pri. , 25 peserta mengisi posttest . wanita dan 7 pri. Gambar 2. Hasil Post-Test Webinar. Chart diatas menunjukkan keseluruhan hasil post test pada setiap pertanyaan yang dijawab benar oleh para peserta dengan rincian berikut: Berdasarkan data chart pada soal nomor 1 diatas jumlah yang memilih benar . dan Salah . , maka pada pertanyaan ini dari seluruh peserta yang mengisi post test menjawab benar. Gambar 3. Persentase Jawaban Soal Nomor 1. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 205-214 Email: nurasjournal@gmail. Berdasarkan data chart pada soal nomor 1 di atas, jumlah yang memilih benar . dan Salah . , maka pada pertanyaan ini dari seluruh peserta yang mengisi post-test menjawab benar. Gambar 4. Persentase Jawaban Soal Nomor 2. Berdasarkan data chart pada soal nomor 2 diatas jumlah yang memilih benar . dan Salah . , maka pada pertanyaan ini mayoritas menjawab benar meskipun ada beberapa responden yang salah. Gambar 5. Persentase Jawaban Soal Nomor 3. Berdasarkan data chart pada soal nomor 3 di atas, jumlah yang memilih benar . dan Salah . , maka pada pertanyaan ini mayoritas menjawab benar meskipun ada beberapa responden yang salah. Gambar 6. Persentase Jawaban Soal Nomor 4. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 205-214 Email: nurasjournal@gmail. Gambar 7. Persentase Jawaban Soal Nomor 5. Berdasarkan data chart pada soal nomor 5 di atas, jumlah yang memilih benar . dan Salah . , maka pada pertanyaan ini mayoritas menjawab benar meskipun ada beberapa responden yang salah. Gambar 8. Pembagian Link Post-test. Gambar 9. Sesi Tanya Jawab. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 205-214 Email: nurasjournal@gmail. Gambar 10. Presentasi dengan Media PowerPoint. SIMPULAN Berdasarkan hasil penyuluhan melalui webinar kepada mahasiswa dan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terkait keunggulan sediaan sirup dalam terapi gastritis, termasuk pemahaman terhadap fungsi zat aktif yang terkandung di dalamnya. Sebagian besar peserta mampu menjelaskan dengan tepat kombinasi antasida . agnesium hidroksida dan aluminium hidroksid. serta mekanisme kerja Meskipun masih terdapat kekeliruan pada pemahaman mengenai pemilihan sediaan untuk pasien dengan disfagia dan pengenalan eksipien, temuan ini menjadi dasar penting untuk penguatan materi pada kegiatan selanjutnya. Secara praktis, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan keterampilan peserta dalam memilih sediaan obat yang sesuai dengan kondisi pasien, sehingga mendukung penerapan terapi rasional di masyarakat. Untuk keberlanjutan, kegiatan serupa disarankan dilaksanakan secara berkala dengan penekanan pada pembahasan kasus praktik klinis, sehingga pemahaman peserta menjadi lebih aplikatif dan memberikan manfaat jangka panjang. SARAN Untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan di masa mendatang, materi perlu difokuskan pada aspek yang masih menimbulkan kesalahan pemahaman, khususnya terkait pemilihan sediaan obat untuk pasien disfagia serta penjelasan mengenai eksipien. Pendekatan berbasis studi kasus klinis dapat digunakan agar peserta lebih mudah mengaitkan teori dengan praktik nyata. Selain itu, penyuluhan sebaiknya dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan, sehingga peningkatan pengetahuan peserta tidak bersifat sementara, tetapi dapat diterapkan dalam pelayanan maupun edukasi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berpotensi memberikan dampak praktis yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas penggunaan obat di masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih atas perhatian dan partisipasi aktif seluruh peserta selama kegiatan ini. Semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dalam pembelajaran maupun praktik profesi farmasi ke depannya. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 205-214 Email: nurasjournal@gmail. REFERENSI