JURNAL SATYA WIDYA - VOL. 38 NO. 1 (JUNI, 2. Available online at: https://ejournal. edu/satyawidya PENGGUNAAN METODE BERNYANYI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN TEMATIK Syifa Wafirotul Khusna1. Nislam 2. Wahyu Purwasih 3. Siti Sarah 4 1,3,4 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. UIN Prof. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Indonesia. Email: wafirotulsyifa@gmail. com, wahyupurwasih@uinsaizu. id, sitisarah@uinsaizu. MI MaAoarif NU 1 Cilongok. Indonesia. E-mail: nislam741@gmail. INFORMASI ARTIKEL A B S T R A C T Submitted Review Accepted Published This study was to improve student learning outcomes by using the singing method in thematic learning in VA MI Ma'arif NU 1 Cilongok class. This study used the class action research method using the Kurt Lewin model in two cycles which consist of four stages, preparation, action, observation, and reflection. The subjects in this study were 22 students of grade VA MI Ma'arif NU I Cilongok. The data analysis technique in this research was descriptive quantitative. The data source in this study was information about learning outcomes after applying the singing The results of this study indicate that the application of the singing method can improve learning outcomes in the form of students' mastery and understanding. Based on this research there 9% of students did not pass the assessment standards in cycle I. While in cycle II there were 81. 36% of students were pass the assessment standard. The behavior changes in this research, such as students feeling happy, cheerful, active, and more enthusiastic in learning thematic learning. : 2023-XX-14 : 2023-XX-15 : 2023-XX-21 : 2023-06-30 KEYWORDS Learning Outcome. Singing Method. Thematic Learning. KORESPONDENSI Phone: 6288222488460 E-mail: wafirotulsyifa@gmail. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode bernyanyi dalam pembelajaran tematik di kelas VA MI MaAoarif NU 1 Cilongok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas menggunakan model Kurt Lewin yang dilakukan dengan dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari beberapa tahapan yaitu persiapan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas VA MI MaAoarif NU I Cilongok yang berjumlah 22 anak. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah deskriptif Sumber data pada penelitian ini adalah informasi tentang hasil belajar setelah melakukan penerapan dengan metode Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan metode bernyanyi dapat meningkatkan hasil belajar berupa penguasaan dan pemahaman siswa. Hal itu dapat dibuktikan dengan siklus I dimana hasil belajar siswa memiliki rata-rata 70,9 % yang dapat dikategorikan belum memenuhi standar penilaian, sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa menunjukan rata-rata 81,36 % dan dapat dikategorikan tuntas. Perubahan tingkah laku yang ditunjukan dalam proses pembelajaran dengan metode bernyanyi ini yaitu siswa merasa senang, ceria, aktif, dan lebih antusias dalam belajar pembelajaran tematik. Satya Widya | 11 Penggunaan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Hasil A PENDAHULUAN Pengajaran merupakan hal penting dan dapat mempengaruhi perubahan peristiwa dan kemajuan suatu negara (Malik et al. , 2. Pelatihan adalah interaksi kalangan muda guna memiliki pilihan untuk menjalankan hidup mereka dan memenuhi tujuan hidup mereka dengan lebih sukses dan efektif. Dalam UU No. 20 tahun 2003 pendidikan adalah sebuah tindakan sadar dan terencana bertujuan untuk mewujudkan kondisi belajar dan proses kegiatan belajar yang menjadikan peserta didik secara aktif mengembangkan potensi pada kemampuan peserta didik memiliki kompetensi spiritual keagamaan, mengontrol diri, kepribadian, kecerdasan, ahlakul karimah, serta keterampilan yang diperlukan dari dalam dirinya, sosial, bangsa dan negara. Pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dan pendidik dengan lingkungan sebagai tempat terjadinya proses pembelajaran sebagai proses pengiriman ilmu. Aktivitas belajar yang terencana akan mendapatkan hasil belajar peserta didik yang memuaskan. Ketika aktivitas belajar sudah dilakukan dengan semestinya, hasil yang didapatkan peserta didik akan optimal sesuai yang diharapkan. Belajar merupakan proses perubahan dari ketidaktahuan menjadi sebuah kemampuan yang sudah tercapai oleh peserta didik melalui proses yang bernama kegiatan belajar. Perubahan yang diperoleh tidak berlangsung secara ilmiah. Hasil belajar merupakan hasil dari perubahan itu sendiri baik nilai, perilaku, pengertian, keterampilan dan apresiasi dari peserta didik (Sapitri et al. , 2. Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan tidak hanya pada kesehatan, namun dapat dirasakan juga pada sektor pertanian, perekonomian, dan pendidikan. Selama wabah, pendidikan menyediakan solusi untuk melakukan pembelajaran secara daring selama kurang lebih dua tahun. Akibatnya banyak yang mengalami kemunduran kualitas pengetahuan dikarenakan berkurangnya interaksi pembelajaran di sekolah bahkan banyak sekolah yang menerapkan sistem full online dengan media WhatsApp. Tidak semua anak yang belajar di rumah selalu didampingi oleh orang tua. Banyak dari orang tua peserta didik yang belum bisa menggunakan teknologi untuk pembelajaran. Selain itu minat kemampuan baca peserta didik semakin menurun (Soesilo et al. , 2. Hasil belajar tematik siswa masih dibawah nilai rata-rata yang telah ditentukan oleh pemerintah, hal ini dapat dibuktikan dengan melihat hasil ulangan harian siswa. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah rendahnya minat dan kemampuan baca dalam pembelajaran. Siswa kesulitan memahami materi karena dampak rendahnya minat dan kemampuan baca. Faktor yang dapat mempengaruhi kegagalan dalam rendahnya minat baca bisa disebabkan karena banyak faktor seperti faktor siswa, faktor dari guru, maupun faktor lainnya (Zulkarnaen & Handoyo, 2. Dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan selama prasiklus, sebanyak 81,81% siswa berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) hasil belajar. Pada pembelajaran secara online menjadikan suasana pembelajaran menjadi Ketika pembeljaran luring, kegiatan pembelajaran peserta didik dapat dipantau langsung oleh guru sehingga guru lebih optimal dalam menyajikan materi pembelajaran. Namun ketika pembelajaran dilakukan secara daring, guru kesulitan untuk melibatkan emosi sosial kepada peserta didik karena tidak bisa melihat secara langsung dengan peserta didiknya ditempat yang sama (Soesilo, 2. Dalam pelaksanaan pembelajaran di MI MaAoarif NU 1 Cilongok juga terkena dampak dari pandemi covid-19. Kesenjangan yang membuat peserta didik megalami kemunduran belajar dapat di sebabkan oleh: . Penggunaan metode yang tidak sesuai konvensional. Pada saat 12 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 39 No. 1 (Juni, 2. 11 Ae 20 guru menjelaskan pembelajaran tidak ada yang berminat untuk mengajukan pertanyaan. Peserta didik kurang aktif dan antusias dalam prroses pembelajaran. Siswa cepat merasa bosan saat guru menjelaskan di depan kelas. Adanya pembiasaan akibat dampak pandemi covid-19 (Trisnawaty, 2. Pentingnya peranan pendidikan ini perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan dengan dibantu oleh perkembangan sistem dari pendidikan itu sendiri. Berbagai macam solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan cara meningkatkan taraf pembelajaran dengan melakukan perubahan pada pendekatan, dan metode mengajar. Metode mengajar dikatakan berhasil membuat perubahan dalam pendidikan jika metode tersebut berhasil meningkatkan taraf pembelajaran. Sekolah memiliki tujuan utama untuk mencerdaskan anak dan menjadikannya sebagai orang dewasa secara sosialnya (Willis, 2. Tujuan tersebut dapat terwujud jika perancangan yang dilakukan dengan pemilihan metode yang tepat guna mewujudkan lingkungan belajar yang diharapkan. Seperti halnya metode belajar dengan bernyanyi akan meningkatkan hasil belajar siswa. Metode pembelajaran merupakan tahap operasional atau dapat dikatakan sebuah langkah ajar yang diterapkan oleh pendidik berdasarkan prinsip dan sistem tertentu. Dalam metode pembelajaran terdapat aturan yang mengatur semua aktivitas yang akan dilakukan guru dan murid selama proses pembelajaran itu berlangsung guna menciptakan suasa sebagai mana tujuan yang ingin dicapai (Sani, 2. Alasan peneliti menggunakan metode bernyanyi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hasil belajar karena metode ini merupakan salah satu ekspresi Anak usia sekolah dasar memiliki hakekat senang bernyanyi, bergerak, dan Menyanyikan lagu, membacakan puisi, bermain sajak merupakan kombinasi pembelajaran yang sangat mudah dan sangat dikenal anak-anak. Peserta didik dengan mudah mengulanginya karena kata-katanya singkat, jelas berirama dan Dengan adanya nyanyian pesan atau misi dalam pembelajaran dapat tersampaikan dengan suasana gembira. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar pembelajaran tematik dengan menggunakan metode bernyanyi pada siswa kelas VA MI MaAoarif NU 1 Cilongok. Pada penelitian ini dikaji teori tentang metode bernyanyi dan hasil belajar. Metode mengajar adalah sebuah cara untuk berinteraksi dengan siswa pada saat proses pembelajaran (Arifin, 2. Metode mengajar adalah jalan yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses Pengertian lain dari metode mengajar adalah pemahaman bagaimana cara mengajar yang baik dan benar yang digunakan oleh guru dan instruktur. Metode mengajar dapat digunakan dalam menyampaikan informasi yang berbeda dan cara yang ditempuh untuk memperoleh pemahaman, keterampilan dan sikap. Dengan demikian metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proses pembelajaran. Pemilihan metode yang tepat dapat memberikan guru untuk menciptakan atmosfer belajar (Tanu. Dalam pendidikan, metode, strategi, teknik memiliki peranan dan kedudukan yang penting dalam mencapai tujuan pendidikan karena metode merupakan alat untuk menyampaikan pembelajaran yang sudah di kaji dalam kurikulum dan dapat menjadi alat bantu untuk memperudah penyampaian materi kepada peserta didik. Metode bernyanyi adalah suatu metode dalam proses pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak agar mereka lebih semangat, antusias belajar dan tidak cepat bosan dalam belajar. Aktivitas bernyanyi dengan anak-anak memiliki hubungan yang erat dengan dunia anak-anak. Pada umumnya anak-anak akan menyukai aktivitas Satya Widya | 13 Penggunaan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Hasil A Bernyanyi bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti bernyanyi aktif, yaitu dengan ikut langsung berpartisipasi aktif dalam bernyanyi baik bernyanyi sendiri maupun bernyanyi bersama. Bernyanyi pasif, yaitu dengan cara anak-anak menyimak, mendengarkan dan menikmati suara tanpa ikut bernyanyi. Bernyanyi adalah suatu aktivitas bermain nada yang menghasilkan musik dengan menggunakan suara. Bernyanyi sangat disukai oleh anak-anak (Yusriana, 2. Metode bernyanyi dapat diterapkan dengan mengenal lirik nyanyian terlebih dahulu kemudian menyanyikan lirik tersebut dan menyanyikan dari bait per bait secara Metode bernyanyi yang dimaksud adalah sebuah metode penunjang proses pembelajaran untuk tercapainya tujuan dengan mengubah suasana menjadi menarik dan menyenangkan yaitu dengan belajar sambil bernyanyi. Hasil belajar merupakan peningkatan kemampuan peserta didik setelah melakukan belajar baik dari tertulis maupun lisan (Saragih et al. , 2. Kemampuan peserta didik dapat dibagi menjadi tiga tahapan yaitu kognitif, sikap, dan psikomotorik. Belajar merupakan proses untuk memperoleh perubahan prilaku yang relaif menetap. Manusia memiliki kemampuan untuk meningkatkan potensi prilaku untuk mengubah dan mendidik kejiwaan lebih terdidik. Beberapa ahli yang mengemukakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dikelompokan menjadi tiga macam yaitu faktor internal, eksternal, dan faktor pendekatan pembelajaran yang digunakan pendidik (Kurniawan, 2. Proses belajar bukanlah kegiatan yang dapat berdiri sendiri, melainkan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi yaitu Raw input. Learning teaching process. Autput. Inviromental input, dan Instrumental input (Irrijal et al. , 2. Secara khusus faktor-faktor yang dapat mengakibatkan rendahnya hasil dari belajar yaitu sindrom psikologis seperti learning disability Sindrom merupakan fenomena yang terjadi akibat adanya ketidaknormalan psikis yang menimbulkan anak menjadi sulit untuk belajar seperti disleksia . eampuan pada belajar membac. , disgrafia . elum adanya kemampuan menuli. , diskalkulia . emampuan dalam belajar dan memahami matematik. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang artinya peneliti bertindak secara langsung dari awal sampai tindakan penelitian berakhir. PTK dilakukan langsung oleh guru di dalam kelasnya melalui gambaran diri dengan maksud untuk memperbaiki kinerja guru dan meningkatkan hasil pembelajaran siswa (Afandi, 2. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan model Kurt Lewin yang dilakukan dengan empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menjabarkan pada bentuk yang sebenarnya sesuai dengan kenyataan yang ada (Taufiqillah, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara kepada pendidik dan peserta didik kelas VA MI MaAoarif NU 1 Cilongok, dokumentasi baik berbentuk tulisan maupun gambar tentang proses pembelajaran tematik, literasi, dan test yang dilakukan dibagi menjadi dua tahap yaitu tes lisan dan tes tulis. Fokus kajian pada penelitian kali ini yaitu penggunaan metode bernyanyi untuk meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran tematik. Sumber data yang diambil berasal dari kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan metode bernyanyi untuk meningkatkan hasil belajar pada 14 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 39 No. 1 (Juni, 2. 11 Ae 20 pembelajaran tematik. Selain itu beberapa dokumen pendukung yang diperlukan untuk mendukung penelitian memperoleh data yang diperlukan. Adapun subjek dalam penelitian tindakan kelas ini merupakan siswa kelas VA MI MaAoarif NU I Cilongok yang berjumlah 22 peserta didik. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan, dimulai pada tanggal 15 September 2022 sampai 15 Oktober 2022. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan dengan Classroom Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memahmi kejadiankejadian dalam pembelajaran di ruang kelas dan bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran supaya lebih berkualitas dalam prosesnya dan dapat meningkatkan hasil pembelajaran yang sudah dilakukan (Bahri, 2. PTK dikatakan berhasil jika pembelajaran yang dilakukan terdapat perubahan dan meningkatnya kualitas pembelajaran dengan apa yang diharapkan. Jika penelitian yang dilakukan belum optimal maka peneliti perlu menambah beberapa siklus. Penelitian ini menggunakan dua siklus. Pada setiap siklus terdapat empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sebelum peneliti melakukan kegiatan siklus I, maka terlebih dahulu melakukan kegiatan prasiklus. Prasiklus ini berisi beberapa uraian kegiatan, diantaranya mencari permasalahan yang akan diteliti, memilih salah satu dari beberapa permasalahan, mengumpulkan data penilaian hasil belajar peserta didik sebelum diterapkan metode yang akan peneliti gunakan sebagai perbandingan untuk mengukur siklus I. Berdasarkan hasil tes pada prasiklus jumlah siswa yang hadir ada 22 dari 24 siswa. Terdapat empat siswa yang dikatakan tuntas memenuhi KKM, dan 14 siswa belum memenuhi standar KKM yang Tabel 1. Nilai Prasiklus Hasil Belajar Siswa Kelas VA MI MaAoarif NU 1 Cilongok 2022/2023 Nilai/Kriteria Jumlah Siswa Persentase 93Ae100 = Sangat baik 4,545% 84Ae92 = Baik 75Ae83 = Cukup <75 = Kurang Jumlah Siswa Rata-rata AeAa Ou A5 9,09% 4,545% 81,81% 18,181% Satya Widya | 15 Penggunaan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Hasil A Pada tabel prasiklus dapat diketahui sebanyak 81,81% siswa yang belum tuntas memenuhi KKM hasil belajar. Sebanyak 18,18% siswa yang sudah memenuhi standar nilai KKM hasil belajar. Kemudian peneliti melakukan siklus I dan siklus II dengan menerapkan metode bernyanyi untuk meningkatkan hasil belajar pada pelajaran Hasil yang didapatkan pada siklus I ini dapat dilihat dalam tabel 2. Tabel 2 Nilai Siklus I Hasil Belajar Siswa Kelas VA MI MaAoarif NU 1 Cilongok 2022/2023 Nilai/Kriteria Jumlah Siswa Persentase 93Ae100 = Sangat baik 9,090% 84Ae92 = Baik 75Ae83 = Cukup <75 = Kurang Jumlah Siswa Rata-rata AeAa Ou A5 13,636% 27,272% 72,727% Berdasarkan tabel 2, hasil belajar siswa kelas VA MI MaAoarif Nu 1 Cilongok yang terdiri dari 22 peserta didik bahwa terdapat 16 siswa yang sudah mencapai standar KKM dan terdapat 6 siswa yang belum memenuhi nilai KKM. Sesuai dengan perhitungan yang dilakukan bahwa nilai rata-rata ketuntasan siswa pada siklus I hanya Dan siswa yang belum tuntas memiliki nilai rata-rata ketuntasan belajar sekitar 9,5%. Karena pada siklus I ini peneliti belum memperoleh nilai yang diinginkan maka melakukan siklus II. Pada siklus II hasil belajar mengalami peningkatan dengan menerapkan metode bernyanyi. Untuk nilai rata-rata siswa yang belum tuntas pada siklus II ada 13,6%. Tabel 3 Nilai Siklus II Hasil Belajar Siswa Kelas VA MI MaAoarif NU 1 Cilongok 2022/2023 Nilai/Kriteria Jumlah Siswa Persentase 93Ae100 = Sangat baik 18,181% 84Ae92 = Baik 75Ae83 = Cukup <75 = Kurang Jumlah Siswa Rata-rata AeAa Ou A5 22,727% 36,363% 22,727% 77,272% 16 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 39 No. 1 (Juni, 2. 11 Ae 20 Berdasarkan tabel 3, hasil belajar siswa kelas VA MI MaAoarif Nu 1 Cilongok yang terdiri dari 22 peserta didik bahwa terdapat 20 siswa yang sudah memenuhi nilai KKM. Dan ada 2 siswa yang belum memenuhi nilai KKM. Sesuai dengan perhitungan yang dilakukan bahwa nilai rata-rata ketuntasan siswa pada siklus II hanya 81,36%. Siswa yang belum tuntas memiliki nilai rata-rata ketuntasan belajar sekitar 13,6%. Hal tersebut menunjukan bahwa penelitian ini dikatakan berhasil dengan dibuktikan pada peningkatan hasil masing masing siklus. Peningkatan hasil belajar pada siklus I mencapai 15,9 % dan pada siklus II meningkat 10,46 %. Pembelajarann dengan penerapan metode bernyanyi pada pembelajaran tematik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VA MI MaAoarif NU 1 Cilongok. Hali ini dapat dilihat dari data analisis yang diperoleh peneliti pada siklus I siswa yang tuntas ada 16 siswa dengan presentase 70,9 %. Selanjutnya pada siklus II jumlah siswa yang tuntas ada 17 siswa dengan presentase 81,36 %. Gambar 1. Jumlah siswa yang memenuhi KKM dan kurang dari KKM pada prasiklus, siklus I, dan siklus II Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi, dan literasi, dan test. Peneliti melakukan penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu prasiklus dimana peneliti melihat kemampuan dasar sebelum menerapkan metode bernyanyi untuk membandingkan hasil penlingkatan belajar. Kemudian setelah itu peneliti melakukan siklus I dan siklus II dengan menerapkan metode bernyanyi. Berdasarkan observasi yang dilakukan dengan kolaborator peneliti dapat mengetahui bahwa ada beberapa siswa yang belum bisa membaca dikarenakan dampak covid-19 selain itu rendahnya kemampuan membaca sehingga menghambat proses Peneliti bersama kolaborator bersama-sama untuk melakukan penerapan metode bernyanyi agar memudahkan siswa pada kelas VA untuk memahami materi yang akan diajarkan dengan metode bernyanyi. Setelah menerapkan metode bernyanyi pada siklus I peneliti akan membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk diisi oleh masing-masing peserta didik. Satya Widya | 17 Penggunaan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Hasil A Hasil yang didapatkan pada siklus I menunjukan bahwa penerapan metode bernyanyi dapat meningkatkan belajar dengan dibuktikan hasil presentase bahwa terdapat 16 siswa yang sudah mencapai standar KKM dan terdapat 6 siswa yang belum memenuhi nilai KKM. Sesuai dengan perhitungan yang dilakukan bahwa nilai rata-rata ketuntasan siswa pada siklus I hanya 70,9%. Dan siswa yang belum tuntas memiliki nilai rata-rata ketuntasan belajar sekitar 9,5%. Dengan hasil tersebut peneliti belum puas untuk menghentikan penelitan ini karena belum mencapai standar ketuntasan. Maka peneliti menambah satu siklus untuk menerapkan metode bernyanyi. Tindakan siklus II dilakukan karena nilai ketuntasan siswa pada siklus I masih kurang untuk memenuhi nilai KKM, selain itu beberapa siswa masih banyak yang kurang aktif dalam pembelajaran. Maka siklus II ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan pada siklus I sampai nilai ketuntasan yang diharapkan sudah diperoleh. Pada siklus II ini, peneliti merubah format penilaian . ost-tes. yang akan di kerjakan siswa pada akhir sesi pembelajaran untuk mengukur kemampuan belajar. Karena beberapa siswa masih ada yang belum lancar membaca maka peneliti membuatkan soal posttest berupa gambar namun bobot soal antar siklus tetap disamakan. Hasil siklus II menunjukan hasil ketuntasan belajar pada siswa 81,36%. Dan siswa yang belum tuntas memiliki nilai rata-rata ketuntasan belajar sekitar 13,6%. Hal tersebut menunjukan bahwa penelitian ini dikatakan berhasil dengan dibuktikan pada peningkatan hasil masing masing siklus. Peningkatan hasil belajar pada siklus I mencapai 15,9 % dan pada siklus II meningkat 10,46 %. Pembelajarann dengan penerapan metode bernyanyi pada pembelajaran tematik dapat meingkatkan hasil belajar siswa kelas VA MI MaAoarif NU 1 Cilongok. Dari hasil siklus II ini peneliti merasa cukup hanya sampai siklus II karena hasil belajar dengan metode bernyanyi sudah meningkat dan memenuhi KKM yang ditentukan pihak sekolah. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat diketahui bahwa perkembangan aktivitas belajar peserta didik yang terus meningkat dengan diterapkannya metode Pembelajaran dengan menggunakan model bernyanyi dalam pembelajaran tematik dapat membuat pembelajaran tematik lebih menyenangkan, dan membuat peserta didik lebih aktif untuk mengikuti pembelajaran. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijaya et al. yaitu metode pembelajaran yang diterapkan dapat mempengaruhi minat belajar peserta didik sehingga hasil belajar yang diharapkan mudah untuk dicapai. Selain itu penelitian ini juga selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Malik et al. yang menyimpulkan bahwa metode bernyanyi dapat meningkatkan hasil belajar pelajaran pendidikan Agama Islam. Metode bernyanyi ini dikemas sesuai materi yang akan dipelajari. Selain itu siswa menerapkan belajar sambil bermain. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Yusmanto . bahwa pembelajaran dengan metode bernyanyi dapat meningkatkan hasil belajar, karena dengan bernyanyi dapat menumbuhkan rasa semangat pada jiwa peserta didik maka kondisi tersebut dapat menumbuhkan minat belajar sehingga berdampak meningkatnya hasil belajar. Manfaat yang dapat diperoleh dari menerapkan metode bernyanyi adalah meningkatkan antusias peserta didik, meningkatkan rasa senang untuk belajar bagi seorang peserta didik, membantu penguatan pemahaman materi dalam pembelajaran, menimbulkan suasana belajar yang menyenangkan sehingga peserta didik akan senang belajar, menjadi alternatif untuk mengatasi kebosanan peserta didik. Honig . alam Susiyati et al. , 2. mengungkapkan bahwa banyak sekali manfaat yang dapat didapatkan dari penerapan metode bernyanyi untuk penerapan pembelajaran didalam 18 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 39 No. 1 (Juni, 2. 11 Ae 20 Peserta didik dapat mengembangkan kepribadiannya secara luas karena kegiatan bernyanyi bersifat menggembirakan, bernyanyi dapat digunakan untuk mencegah kecemasan, dengan bernyanyi sebagai media pembelajaran dapat pula menjadi ajang ekspresi perasaan, bernyanyi dapat meningkatkan tingkat rasa percaya diri anak, bernyanyi dapat membantu daya ingat anak, bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor, dapat membantu perkembangan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak, bernyanyi dapat meningkatan saling kenal dalam sebuah kelompok. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode bernyanyi dalam penelitian ini dilaksanakan dengan guru mempelajari materi yang akan diajarkan pada siswa, guru mengambil inti sari dari materi yang akan diajarkan pada siswa, guru menyusun materi yang akan diberikan kepada siswa dengan bentuk nyanyian, lirik lagu yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari, guru memberi intruksi terlebih dahulu dan mempraktikan nyanyian yang telah dibuat, guru menyanyikan bersama dengan peserta didik secara berulang-ulang, guru dapat menambah variasi gerakan atau tepuk tangan sesuai dengan tempo nada yang sedang dinyanyikan, mengecek peserta didik dengan melalui nyanyian tersebut apakah materi yang dipelajari sudah dipahami. Kendala dialami guru dalam menerapkan metode bernyanyi yaitu ketidak hadiran maupun keterlambatan peserta didik sehingga harus mengulang kembali pelajaran dan guru yang masih kurang ekspresif untuk mengajar dengan cara bernyanyi (Ansari, 2. Selain itu kendala yang terjadi adalah penerapan metode bernyanyi di dalam kelas besar, metode bernyanyi akan kurang efektif pada anak yang tidak suka bernyanyi, suasana yang ramai dapat mengganggu kelas yang lain. Pada penelitian ini, peneliti kurang mendapatkan data tetap karena beberapa siswa ada yang tidak masuk kelas untuk persiapan lomba antarsekolah. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat ditarik simpulan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan metode bernyanyi dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran tematik siswa kelas VA MI MaAoarif NU 1 Cilongok. Dari 22 peserta didik, hanya terdapat 18,18% siswa yang mencapai KKM pada prasiklus. Terjadi peningkatan sebesar 52,7% pada siklus satu sehingga terdapat 70,9 % peserta didik yang sudah mencapai KKM siklus I. Pada siklus II, terdapat 81,36 % peserta didik yang sudah mencapai nilai KKM atau dapat dikatakan terjadi peningkatan jumlah siswa tuntas KKM sebesar 10,5% dari siklus 1 ke siklus 2. Dari penelitian ini, siswa yang belum tuntas disebabkan karena faktor dari internal siswa tersebut diantaranya kurangnya kemampuan menangkap informasi yang disampaikan, dan faktor belum lancar membaca. DAFTAR PUSTAKA