AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 123-131 Pelatihan Menulis Karya Ilmiah Berbasis Systematic Literature Review (SLR) Untuk Meningkatkan Publikasi Mahasiswa STMIK Kreatindo Manokwari Juni Syaputra1*. Elvi Rahmi2. Risma Petrus3 1,2Fakultas FKIP. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Papua Barat. Manokwari. Indonesia 3Teknologi Informasi STMIK Kreatindo Manokwari. Manokwari. Indonesia Email: 1*junisyaputra@umpb. id, 2elvhirasamad@gmail. com, 3rismapetrus676@gmail. (* : junisyaputra@umpb. Abstrak Oe Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas publikasi mahasiswa melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan karya ilmiah berbasis Systematic Literature Review (SLR). Tantangan utama yang dihadapi mahasiswa, rendah kemampuan untuk menulis sebuah artikel ilmiah yang sistematis dan kurang pengalaman dalam publikasi ilmiah. Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari persiapan, pelatihan, pendampingan intensif dan evaluasi. Pelatihan akan diberikan difokuskan pada struktur artikel ilmiah, strategi pencarian sumber literatur ilmiah ber-reputasi, dan penerapan metode SLR. Pendampingan dilaksanakan berkelanjutan sampai dengan mahasiswa menghasilkan draft artikel ilmiah. Hasil kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah dilihat dari naiknya skor post test sebesar 35 % dibandingkan dengan nilai pre Ae test. Selain itu, 30% di antaranya telah siap untuk disubmit ke jurnal nasional. Kegiatan ini sangat berkontribusi positif bagi peningkatan budaya akademik dan kesiapan mahasiswa dalam publikasi Kata Kunci: Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah. Berbasis SLR. Meningkatkan Produktivitas Publikasi. Mahasiswa. Abstract Oe This community service activity was conducted to increase the productivity of student publications through training and mentoring in compiling scientific papers based on Systematic Literature Review (SLR). The main challenges faced by students are their low ability to write systematic scientific articles and their lack of experience in scientific publications. The implementation stages of the activity consist of preparation, training, intensive mentoring, and evaluation. Training will be provided focused on the structure of scientific articles, strategies for finding reputable scientific literature sources, and the application of the SLR method. Mentoring is carried out continuously until students produce a draft of a scientific article. The results of the PKM activity show a significant increase in students' understanding and skills in producing scientific papers as seen from the increase in post-test scores by 35% compared to the pre-test score. In addition, 30% of them are ready to be submitted to national journals. This activity has made a very positive contribution to improving academic culture and student readiness in scientific publication. Keywords: Scientific Writing Training. SLR-Based. Increasing Publication Productivity. Students. PENDAHULUAN Publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kualitas akademik mahasiswa di perguruan tinggi. Menulis karya ilmiah tidak hanya sekedar syarat administratif untuk menyelesaikan studi, namun juga merupakan cerminan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global berbasis pengetahuan. Dalam kerangka pendidikan tinggi abad ke-21, penulisan ilmiah juga memiliki peran strategis dalam pembentukan budaya akademik serta dalam meningkatkan daya saing lulusan baik di tingkat nasional maupun internasional (Hyland, 2. Selain itu, kemampuan menulis ilmiah juga berkontribusi terhadap peningkatan literasi akademik mahasiswa yang merupakan fondasi dalam pengembangan penelitian lebih lanjut (Wingate, 2. Akan tetapi, berbagai penelitian mengemukakan bahwa kemampuan menulis ilmiah mahasiswa masih tergolong rendah, khususnya dalam hal pengorganisasian gagasan, penggunaan bahasa akademik, dan pengintegrasian sumber referensi secara kritis. Mahasiswa kerap kali kesulitan untuk menyusun argumen yang logis dan sistematis serta juga kesulitan untuk menghubungkan teori dengan temuan penelitian (Defazio dkk. , 2. Situasi ini diperparah dengan Juni Syaputra | https://journal. id/index. php/amma | Page 123 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 123-131 lemahnya literasi informasi, yang didapati mahasiswa belum mampu mencari, menilai, dan menggunakan dengan baik sumber ilmiah yang relevan (Head dkk. , 2. Isu penting lainnya adalah produktivitas publikasi mahasiswa yang rendah. Sebagian besar mahasiswa menulis makalah hanya sebagai persyaratan untuk suatu mata kuliah dan tidak melanjutkannya ke tahap publikasi. Padahal, publikasi ilmiah memberikan manfaat signifikan bagi mahasiswa dalam hal meningkatkan rekam jejak akademik mereka dan reputasi universitas . ihat Brew dkk. , 2. Produktivitas yang rendah ini dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk kurangnya motivasi dan sedikit pengalaman menulis, serta keterbatasan dukungan dalam proses penulisan hingga publikasi (Aitchison & Lee, 2. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penulisan ilmiah mahasiswa adalah metode Tinjauan Literatur Sistematis (SLR). Metode ini merupakan pendekatan penelitian dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis hasil penelitian secara sistematis melalui proses yang terstruktur dan transparan. SLR memungkinkan peneliti untuk menghasilkan tinjauan literatur yang komprehensif dan berbasis bukti, sehingga sangat cocok untuk diterapkan dalam konteks penulisan ilmiah mahasiswa (Snyder, 2. Lebih lanjut, penerapan SLR memberikan bantuan kepada mahasiswa untuk menawarkan wawasan yang lebih dalam tentang evolusi penelitian di bidang domain tertentu (Xiao & Watson, 2. Keunggulan lain dari metode SLR adalah kontribusinya dalam meningkatkan pemikiran kritis mahasiswa. Selama proses SLR, mahasiswa diharuskan untuk menganalisis sejumlah literatur, membandingkan temuan penelitian, dan menghasilkan sintesis yang logis dan sistematis. Perlakuan ini secara tidak langsung melatih analisis dan evaluasi, yang merupakan aspek penting dari penulisan ilmiah (Petticrew & Roberts, 2. Selain itu, bagi peneliti yang terbatas dalam melakukan kerja lapangan. SLR juga dapat berfungsi sebagai alternatif karena metode ini tidak melibatkan pengumpulan data primer secara langsung (Okoli, 2. Era digital, akses terhadap sumber-sumber informasi ilmiah semakin terbuka luas melalui berbagai layanan basis data dan platform online. Namun kemudahan akses tidak selalu diikuti dengan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan sumber tersebut secara optimal. Meskipun demikian masih banyak masalah yang dihadapi mahasiswa dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah: masih sulit bagi mahasiswa untuk menyusun kata kunci pencarian yang efektif, menilai kredibilitas sumber, maupun mengelola referensi secara sistematik (Nicholas et al. , 2. Hal ini menandakan bahwa peningkatan keterampilan literasi informasi perlu menjadi perhatian bagi pengembangan kemampuan penulisan ilmiah mahasiswa. Oleh karena itu sudah sepantasnya segala permasalahan tersebut diantisipasi dengan sebuah pendekatan yang komprehensif melalui pelatihan dan pendampingan penulisan karya ilmiah. Pelatihan berfungsi untuk memberikan pemahaman konseptual tentang struktur dan kaidah penulisan ilmiah, sedangkan bimbingan bertujuan untuk bimbingan memastikan siswa dapat menerapkan pengetahuan tersebut secara nyata. Proses pendampingan yang berkelanjutan dapat memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk langsung mendapatkan umpan balik, sehingga secara bertahap dapat memperbaiki kualitas tulisannya (Murray, 2. Pendekatan dan pendampingan berbasis praktik dengan konsisten dengan teori pembelajaran konstruktivis, yang menyatakan bahwa mahasiswa belajar sambil melakukan dan merefleksikan apa yang mereka lakukan melalui pembelajaran berdasarkan pengalaman. Temuan penelitian telah mengidentifikasi bahwa pembelajaran berbasis praktik dapat mengarah pada peningkatan keterampilan menulis mahasiswa, terutama jika didukung dengan umpan balik yang konstruktif (Carless & Boud, 2. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan merupakan sebuah kombinasi tepat dan strategi sangat baik untuk meningkatkan kompetensi menulis karya ilmiah mahasiswa. Selain itu, produktivitas publikasi mahasiswa tidak hanya diukur dari jumlah karyanya, melainkan juga dari kualitas dan keinginan publikasi tersebut. Produktivitas menulis erat mencakup dengan seberapa banyak seorang siswa menghasilkan karya yang sesuai dengan standar akademik sekaligus membawakan topik yang menonjol dalam perkembangan saya ilmu pengetahuan. Untuk itu, program pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan pada peningkatan mampu produktif Juni Syaputra | https://journal. id/index. php/amma | Page 124 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 123-131 dari publikasi mahasiswa harus dirancang secara sistematis dan berkelanjutan (Lee & Kamler. STMIK Kreatindo Manokwari sebagai perguruan tinggi yang bergerak di bidang teknologi informasi tentu cukup besar peluangnya dalam menghasilkan karya ilmiah yang inovatif dan kreatif. Namun dari pengamatan awal, ternyata potensi tersebut masih ada disparitas dengan realitas jumlah publikasi mahasiswa. Ini menyiratkan bahwa intervensi dalam bentuk program pelatihan dan pendampingan yang terstruktur sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan penulisan ilmiah mahasiswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dirancang dalam bentuk pelatihan dan pendampingan penulisan karya ilmiah dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempromosikan pemahaman, skill, dan produktivitas publikasi mahasiswa secara berkelanjutan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mampu dan terbiasa menulis karya ilmiah berkualitas, tetapi juga memiliki motivasi dan kepercayaan diri untuk mempublikasikan hasil karyanya dalam jurnal ilmiah. METODE PELAKSANAAN 1 Metode Pelaksanaan PKM Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis praktikum, untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah berbasis Systematic Literature Review (SLR). Pendekatan ini dipilih berdasarkan bukti efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan akademik melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran (Prince & Felder, 2. Mitra dan Lokasi Kegiatan Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa aktif STMIK Kreatindo yang menjadi mitra selama kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan. Kegiatan dilaksanakan secara langsung di STMIK Kreatindo Manokwari dengan melibatkan mahasiswa yang didukung oleh sarana yang ada di kamus. Mahasiswa yang dilibatkan dalam kegiatan ini didasari oleh kebutuhan peningkatan kapasitas akademik khususnya penulisan karya ilmiah dan publikasi. Desain Kegiatan Desain kegiatan ini menggunakan model pelatihan dan pendampingan, yang terdiri dari pelatihan intensif dan pendampingan berkelanjutan. Model ini dianggap efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis karena peserta tidak hanya diberikan materi tetapi juga menerapkannya langsung dengan bimbingan fasilitator (Hattie, 2. Kegiatan diadakan selama empat minggu sebagai berikut:. Pelatihan dasar tentang penulisan makalah ilmiah, . Pelatihan tentang metode SLR dan penelusuran literatur, . Menulis artikel dalam praktik, . Supervisi dan revisi artikel. Tahap Pelaksanaan Tahap Persiapan Tahap ini melibatkan identifikasi kebutuhan peserta, pengembangan modul pelatihan, dan koordinasi dengan universitas. Analisis kebutuhan dilakukan melalui survei awal untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Temuan survei akan digunakan sebagai dasar untuk pengembangan materi pelatihan yang relevan dan kontekstual (Brown, 2. Tahap Pelatihan Pelatihan dilakukan melalui kuliah interaktif, diskusi, dan praktik langsung. Konten yang disampaikan meliputi:. Komposisi dan struktur skematis artikel akademik . Keterampilan menulis akademik, . Pengantar metode SLR, . Strategi pencarian literatur ilmiah, . Penggunaan alat manajemen referensi. Pendekatan pembelajaran aktif diadopsi dan peserta dimotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam pelatihan. Studi menunjukkan bahwa metode pengajaran aktif berpotensi untuk secara signifikan meningkatkan retensi pengetahuan dan keterampilan mahasiswa (Freeman et al. , 2. Juni Syaputra | https://journal. id/index. php/amma | Page 125 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 123-131 Tahap Pendampingan Pada tahap pendampingan, mahasiswa dibagi kedalam beberapa kelompok kecil kemudian dilakukan pendampingan secara intensif dengan melakukan langkah-langkah berikut: . Menentukan topik penelitian, . menyusun pertanyaan penelitian, . menyusun kriteria artikel yang digunakan berdasarkan inklusi dan eksklusi, selanjutnya menyusun bagian hasil dan pembahasan. Tahap Evaluasi Evaluasi kegiatan PKM dilakukan untuk mengukur sejauh mana pelaksanaan kegiatan telah terlaksana dengan baik dan bagaimana dampaknya terhadap mitra. Adapun instrumen yang digunakan dalam tahapan evaluasi: . Pretes dan postes dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa, . penilaian terhadap draf artikel yang dihasilkan oleh mahasiswa dilakukan untuk mengukur keterampilan praktis mahasiswa, . kuesioner dilakukan untuk mengetahui respon mahasiswa setelah mengikuti kegiatan PKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama empat minggu, melibatkan 30 mahasiswa STMIK Kreatindo Manokwari. Para peserta berasal dari berbagai program studi dan memiliki beragam pengetahuan sebelumnya tentang penulisan ilmiah. 1 Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Terhadap Penulisan Karya Ilmiah Penilaian awal dilakukan dengan tes pendahuluan untuk mengukur pengetahuan dasar siswa tentang:Struktur karya ilmiah, teknik sitasi, metodologi SLR. Hasil tes pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada dalam kelompok rendah-menengah dengan nilai rata-rata 55. Setelah pelatihan, tes akhir dilakukan dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 75, atau peningkatan sebesar 36%. Tabel 1. Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Aspek Penilaian Pre-test Post-test Peningkatan Struktur Artikel Sitasi & Referensi Pemahaman SLR Rata-rata 20 . %) Aspek Penilaian Pre-test Post-test Peningkatan Berdasarkan tabel 1 di atas menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan mahasiswa terhadap penulisan karya ilmiah setelah mengikuti pelatihan, pendampingan dan praktek terhadap penulisan karya ilmiah dengan metodologi SLR. 2 Peningkatan Keterampilan Menulis Berbasis SLR Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mengetahui teori tetapi juga dapat menerapkan metode SLR dalam penulisan. 80% mahasiswa dapat menghasilkan draf artikel SLR 65% mahasiswa dapat melakukan analisis literatur sistematis 50% mahasiswa menghasilkan artikel lengkap (IMRAD). Mahasiswa menunjukkan peningkatan dalam merumuskan pertanyaan penelitian, mengidentifikasi istilah pencarian yang sesuai, melakukan seleksi artikel (PRISMA sederhan. , menyajikan sintesis literatur. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan belajar sambil praktek sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan akademik. Juni Syaputra | https://journal. id/index. php/amma | Page 126 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 123-131 3 Produktivitas Publikasi Mahasiswa Tabel 2. Output Publikasi Mahasiswa Kategori Output Jumlah Persentase Draft artikel Artikel lengkap Siap submit Kegiatan PKM ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga memengaruhi perubahan perilaku akademik siswa, antara lain: Meningkatnya minat untuk menulis makalah ilmiah, terbentuknya kelompok diskusi akademik, mahasiswa lebih percaya diri, memakin sadar akan pentingnya publikasi, mahasiswa lebih aktif dalam: Mencari artikel jurnal, diskusi akademik, mengembangkan ide penelitian ini menandai pergeseran dari pembelajaran pasif mahasiswaIe keterlibatan akademik aktif. Gambar 1. Penyampaia Materi Pelatihan Gambar 2. Proses Penulisan Karya Ilmiah dengan SLR Juni Syaputra | https://journal. id/index. php/amma | Page 127 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 123-131 Gambar 3. Proses Penulisan Karya Ilmiah dengan SLR Gambar 4. Proses Penulisan Karya Ilmiah dengan SLR Gambar 5. Contoh Judul. Identitas. Abstrak Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Setelah Mengikuti PKM Juni Syaputra | https://journal. id/index. php/amma | Page 128 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 123-131 Gambar 6. Contoh Bagian Pendahuluan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Setelah Mengikuti PKM Gambar 7. Contoh Bagian Metologi Yang Digunakan Dalam Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Setelah Mengikuti PKM Gambar 8. Contoh Bagian Hasil Dalam Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Setelah Mengikuti PKM Juni Syaputra | https://journal. id/index. php/amma | Page 129 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 123-131 Gambar 9. Contoh Bagian Simpulan Dalam Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Setelah Mengikuti PKM Gambar 10. Contoh bagian daftar pustaka dalam karya tulis ilmiah mahasiswa setelah mengikuti PKM KESIMPULAN Pelatihan dan pendampingan penulisan karya ilmiah berbasis Systematic Literature Review (SLR) di STMIK Kreatindo Manokwari berdampak pada peningkatan kapasitas akademik mahasiswa, khususnya dalam hal penulisan ilmiah dan produktivitas publikasi. Peningkatan ini tercermin dalam hasil evaluasi yang menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman konseptual mahasiswa sebagai hasil perbandingan pre-test dan post-test. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa dalam menulis makalah ilmiah. Mayoritas peserta berhasil menghasilkan draf artikel berbasis SLR, sementara beberapa di antaranya telah mencapai tahap artikel lengkap yang rencananya akan mereka kirimkan ke jurnal nasional. Ini berarti pendekatan terpadu antara pelatihan dan pendampingan intensif dapat menghasilkan hasil yang Dampak dari kegiatan ini juga berkontribusi pada pembangunan budaya akademik di kalangan mahasiswa. Terdapat peningkatan minat dalam menulis, aktivitas dalam diskusi ilmiah, dan kesadaran akan pentingnya publikasi sebagai bagian dari pengembangan diri akademik. Pendampingan berkelanjutan juga terbukti menjadi elemen kunci dalam membantu mahasiswa mengatasi kesulitan selama proses penulisan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model pelatihan dan pendampingan berbasis SLR merupakan pendekatan yang efektif dan relevan untuk meningkatkan produktivitas publikasi mahasiswa. Aktivitas ini tidak hanya memiliki efek jangka pendek yang luar biasa pada peningkatan kompetensi, tetapi juga berpotensi untuk berkontribusi pada efek berkelanjutan jangka panjang dalam pengembangan budaya penulisan ilmiah di lembaga pendidikan tinggi. Juni Syaputra | https://journal. id/index. php/amma | Page 130 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 123-131 REFERENCES