AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 60-64 Pelatihan Program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Melalui Pemberdayaan Masyarakat Di Daerah Rawan Bencana Kecamatan Dringu Kab. Probolinggo Widya Addiarto1. Achmad Kusyairi1 1Program Studi D3 Keperawatan. STIKES Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan. Probolinggo. Indonesia Email: 1*addiartowidya@gmail. com, 2 kusyerachmad@gmail. Abstrak-Besarnya potensi ancaman bencana banjir yang dapat berulang maka diperlukan sebuah kesadaran dalam memahami resiko bencana yang dapat terjadi. Sikap kesiapsiagaan dan kewaspadaan sangat diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat mengingat bahwa kerugian dalam bentuk korban jiwa dan kehilangan materi yang cukup besar di setiap kejadian bencana. Target utama dalam pengabdian ini adalah mendapatkan nilai tingkat kemampuan pengurangan resiko bencana pada seluruh lapisan masyarakat, kesadaran dan bagaimana bersikap dalam menghadapi bencana. Selain itu, untuk mengetahui bagaimana implementasi pengetahuan terhadap bencana dari masing-masing individu masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Pemilihan sasaran dari kegitan ini berdasarkan pada kebutuhan mitra pengabdian dimana daerah rawan bencana banjir berulang dari tahun ke tahun yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat sekitar jika tidak segera dilakukan perbaikan sikap dan kebiasaan di seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan studi pendahuluan untuk mengetahui kondisi pengetahuan dan sikap dari masing-masing individu masyarakat apa yang diketahui tentang manajemen bencana. Kemudian setelah data didapatkan kemudian dilakukan pelatihan untuk mendapatkan meningkatkan tingkat kemampuan dalam pengurangan resiko bencana khususnya bencana banjir. Luaran yang didapatkan adalah berupa keterampilan dalam penatalaksanaan bencana seperti evakuasi korban dan kemampuan asessmen Kata Kunci: Banjir. Pengurangan Resiko Bencana. Masyarakat Abstract-The magnitude of the potential threat of flood disasters that can be repeated requires an awareness in understanding the risks of disasters that can occur. An attitude of preparedness and vigilance is needed by all levels of society, bearing in mind that losses in the form of casualties and material losses are quite large in every disaster. The main target in this service is to get a value for the level of ability to reduce disaster risk at all levels of society, awareness and how to behave in dealing with disasters. In addition, to find out how the implementation of disaster knowledge from each individual community living in disasterprone areas. The selection of targets for this activity is based on the needs of service partners where areas are prone to repeated floods from year to year which have a broad impact on the lives of the surrounding community if attitudes and habits are not immediately improved at all levels of society. This activity is carried out by first conducting a preliminary study to determine the condition of the knowledge and attitudes of each individual community what is known about disaster management. Then after the data is obtained then training is carried out to get to increase the level of ability in disaster risk reduction, especially flood The outputs obtained are in the form of skills in disaster management such as victim evacuation and field assessment skills. Keywords: Floods. Disaster Risk Reduction. Communities PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kejadian resiko bencana yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh posisi dan letak Indonesia berada di wilayah daerah iklim tropis dengan dua musim yaitu panas dan hujan dengan ciri-ciri adanya perubahan cuaca, suhu dan arah angin yang cukup ekstrim berimplikasi dapat menimbulkan beberapa akibat buruk bagi manusia seperti terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan kekeringan (BNPB, 2. Di Kabupaten Probolinggo angka kejadian bencana juga tergolong tinggi. Berdasarkan data kejadian bencana Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kabupaten Probolinggo terdapat 72 kejadian bencana periode 1 Januari 2021 hingga 31 Oktober 2021 (Pusdalops PB, 2. Pada tahun ini terdapat 70 kejadian bencana alam, 1 kejadian laka dan 1 bencana non alam. Kejadian bencana Widya Addiarto | https://journal. id/index. php/amma | Page 60 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 60-64 tanah longsor mendominasi yakni dengan 23 kali kejadian. Kemudian disusul dengan kejadian banjir sebanyak 22 kejadian, angin kencang 17 kejadian, karhutla 2 kejadian, gempa bumi, kekeringan dan laka 1 kejadian serta 4 kejadian Banjir ROB. Kemudian pada awal tahun sejak bulan maret tercatat 1 kejadian non alam yakni adanya pandemi Covid-19 (BPBD, 2. Banjir dan ROB menjadi bencana paling besar terjadi di Kabupaten Probolinggo, salah satu wilayah paling rawan terdampak luas dengan adanya banjir ini adalah Kecamatan Dringu (Pusdalops PB, 2. Data informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bahwa banjir pada 2 hari yaitu tanggal 27-28 Febuari 2021 di Kecamatan Dringu ada total 7. 072 jiwa dari 1. 768 KK terdampak bencana tersebut dan diungsikan ketempat yang lebih aman (BPBD, 2. Besarnya potensi ancaman bencana banjir yang dapat berulang maka diperlukan sebuah kesadaran dalam memahami resiko bencana yang dapat terjadi. Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui BPBD selama ini telah berupaya melaksanakan beberapa tindakan preventif dalam melaksanakan penatalaksanaan bencana yang terjadi baik melalui pendidikan kebencanaan, karang taruna dan program desa Tangguh bencana (Destan. namun belum maksimal dicapai. Hal ini dikarenakan banyak sekali factor yang mempengaruhi kesiapsiagaan bencana diantaranya adalah kesadaran diri dari masingmasing individu masyarakat. Sikap kesiapsiagaan atau kewaspadaan dan kesadaran sangat diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat mengingat bahwa kerugian dalam bentuk korban jiwa dan kehilangan materi yang cukup besar di setiap kejadian bencana (Addiarto & Yunita, 2. Masyarakat diharapkan tidak hanya pada tingkat usia dewasa, usia anak-anak juga harus memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap kejadian bencana. Hal tersebut dikarenakan anak-anak merupakan salah satu kelompok rentan yang paling berisiko terkena dampak bencana (Kusyairi & Addiarto, 2. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pentingnya pengetahuan dan kemampuan dalam pertolongan bencana secara mandiri tentang bencana dan pengurangan risiko bencana diberikan sejak dini untuk memberikan pemahaman dan pengarahan langkahlangkah yang harus dilakukan saat terjadi suatu ancaman yang ada di sekitarnya untuk mengurangi efek akibat bencana (Finali et al. , 2. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan melalui 3 tahap diantaranya meliputi: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Pada tahap awal yaitu tahap persiapan dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) melalui pemberdayaan masyarakat di daerah rawan bencana yang dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab serta praktik dalam mitigasi bencana di Hal pertama yang dipersiapkan adalah perizinan dari desa, kemudian tim pengabdi membuat undangan untuk karang taruna dan warga. Tim pengabdi juga mempersiapkan alat dan bahan untuk pelaksanaan kegiatan: LCD, banner kegiatan. PPT dan pemateri. Selanjutnya pada tahap pelaksanaan kegiatan pemateri pada tahap awal akan memberikan materi terlebih dahulu, tentang macam bencana, penyebab tingginya bencana, dampak bencana, upaya pencegahan dan pengurangan resiko bencana yang mungkin dapat dilakukan oleh masyarakat secara bersama-sama. Kemudian, fasilitator akan mensimulasikan kepada peserta kegiatan. Sedangkan pada tahap akhir, pesarta akan melakukan role play secara mandiri. Metode role play dilakukan dengan tehnik pemberian materi yang dilakukan bersamaan dengan praktik atau memberikan contoh secara langsung. Materi yang diberikan dibuat secara sederhana, ringkas dan mendalam dengan harapan akan mudah diserap oleh remaja. Materi dibuat dalam bentuk power point dan sekaligus dilakukan simulasi. Pada tahap akhir yaitu tahap evaluasi kegiatan meliputi sesi diskusi yang juga disertai evaluasi dari masing-masing kelompok dan difasilitasi oleh pemateri. Evaluasi tidak hanya dari kelompok-kelompok kecil, tetapi adanya evaluasi sebagai pernyataan kelayakan bahwa peserta dapat mempraktikkan dengan tepat oleh pemateri. Jika dari hasil evaluasi belum terpenuhi kriteria penilaian layak untuk lulus, maka akan diulangi Kriteria penilaian untuk pernyataan kelayakan untuk lulus/tidak lulus adalah dari Ceklist SOP. Penilaian ini akan dilakukan oleh pemateri/fasilitator saat kegiatan berlangsung. Setelah diskusi berakhir, maka pemateri akan menyimpulkan seluruh kegiatan dan memberikan piagam Widya Addiarto | https://journal. id/index. php/amma | Page 61 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 60-64 untuk peserta. Partisipasi mitra Karang Taruna Desa Dringu dan Kedungdalem berperan serta dalam pelaksanaan dengan menyediakan fasilitas seperti ruangan dan fasilitas lain yang mendukung pelaksanaan program. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang berjudul AuPelatihan program pengurangan risiko bencana (PRB) melalui pemberdayaan masyarakat di daerah rawan bencana Kecamatan Dringu Kabupaten ProbolinggoAy ini telah dilaksanakan di Kantor Desa Dringu pada hari Senin, 1 Agustus 2022 Jam 19. 00 dengan sasaran 70 warga Desa Dringu bersama mahasiswa dan Dosen penyelenggara kegiatan pengabdian masyarakat. Pemateri yang mengikuti: Ns. Widya Addiarto dan Ns. Achmad Kusyairi dan Tim BPBD Kabupaten Probolinggo yang ikut serta memberikan materi kebencanaan. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan di Desa Dringu ini mendapat antusiasme yang tinggi dari warga setempat. Kegiatan berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh 70 peserta yang terdiri dari Kepala Desa dan jajarannya. Tim BPBD kabupaten Probolinggo, warga masyarakat dan tim PkM. Kegiatan ini diawali dengan sambutan kepala desa Dringu Bpk. Kuryadi. SH tentang tujuan dan manfaat pelaksanaan kegiatan PkM untuk warga masyarakat. Selanjutnya diberikan kuesioner pretest pada seluruh warga yang hadir dilanjutkan dengan pemberian materi inti tentang peran warga pada penanggulangan banjir oleh bapak Ns. Widarto, dilanjutkan materi dari BPBD: bapak Aris tentang peran BPBD dalam penanggulangan bencana bersama dengan masyarakat. Diakhir sesi dilakukan tanya jawab dengan audien tentang materi yang telah disampaikan dan membagikan post tes kuesioner yang telah disiapkan sebelumnya. Diakhir sesi audien diminta untuk melakukan simulasi praktik penanganan banjir . ersiapan keluarga dalam menghadapi banji. sampai masing-masing individu memperagakan satu persatu. Fasilitator memantau dan mengevaluasi kemampuan masing-masing warga dalam melakukan penanggulangan banjir. Kegiatan pengabdian yang berbentuk pendidikan kesehatan . emberian mater. dan simulasi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga masyarakat di daerah rawan bencana benjir dalam melakukan kesiapsiagaan minimal dalam keluarganya masing-masing. Kegiatan ini diperlukan bagi seluruh warga tanpa terkecuali dengan tujuan untuk meningkatkan harapan hidup korban terdampak banjir yang biasa ditemui pada saat kejadian. Hasil kegiatan didapatkan bahwa peserta telah memiliki pengetahuan yang cukup sebagai first responder dalam melakukan penanggulangan bencana banjir untuk keluarga. Hal ini dibuktikan dari proses evaluasi menggunakan lembar observasi setelah diberikan materi dan praktik didapatkan bahwa 80% memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik, dan 20% memiliki pengetahuan serta kemampuan yang cukup dalam melakukan praktik kesiapsiagaan Kegiatan pengurangan resiko bencana merupakan salah satu upaya menyadarkan masyarakat di daerah rawan bencana untuk lebih waspada terhadap ancaman bencana yang semakin tinggi angka kejadiannya. Menurut penelitian Kusyairi dan Addiarto . upaya pengurangan resiko bencana bisa dimaksimalkan pada saat fase mitigasi, hal ini dikarenakan pada fase ini masyarakat dan pemerintah fokus dalam meningkatkan upaya-upaya preventif guna mencegah dampak bencana yang dapat meluas dalam kehidupan masyarakat (Sholihah et al. Upaya-upaya tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan dan terprogram sesuai dengan tingkat kerawanan daerah dan potensi bencana yang akan ditimbulkannya termasuk pada bencana banjir yang sering sekali melanda di berbagai wilayah di Indonesia. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan penanggulangan bencana akan berdampak pada jumlah resiko yang ditimbulkan oleh bencana itu sendiri. Semakin teredukasinya masyarakat sekitar dengan kejadian Widya Addiarto | https://journal. id/index. php/amma | Page 62 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 60-64 bencana, maka kesiapsiagaan akan meningkat sehingga semakin kecil dampak yang akan ditimbulkan (Wicaksono & Herdiansyah, 2. Gambar 1. Pembukaan Kegiatan PKM Kepala Desa Dringu. Tim BPBD dan Tim PKM STIKes Gambar 2. Pemaparan Materi Tim PKM Bekerjasama dengan BPBD Probolinggo Gambar 3. Evaluasi dan Foto Bersama Tim PKM. Pemateri. Kepala Desa Dringu. BPBD dan Peserta KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat maka dapat disimpulkan Berdasarkan hasil kegiatan, didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan praktik kesipsiagaan masyarakat dalam mitigasi bencana banjir. Saran dari pengabdian masyarakt ini yaitu Warga masyarakat terdampak banjir perlu melakukan simulasi Widya Addiarto | https://journal. id/index. php/amma | Page 63 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 60-64 dengan mengajak satuan BPBD beserta seluruh sektoral yang terlibat dalam bencana: Basarda. Polres. Kodim dan seluruh perangkat Desa, sehingga kesiapsiagaan bencana banjir dapat dilaksanakan sesuai dengan konsep yang benar dan petugas kesehatan perlu lebih aktif dalam melakukan sosialisasi mitigasi bencana banjir pada semua pihak terkait dan juga masyarakat Sehingga pendidikan bencana akan dapat diserap oleh semua lapisan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA