EKONOMI PEMBANGUNAN ^kcnomi ^SerLemba/tf Hal 105- 121 ANALISISTINGKAT PRODUKTIVITASINDUSTRI MANUFAKTUR Dl INDONESIA PERIODE1990-1998 Vincent Gaspersz Abstract This research used a data collection through a document study which is relevant with the research problem. The data about manufacture industry that becomes the research object were gotfrom BPS. Based on the empirical analysis, the researcherfound (I) the total productivity of em ployees on manufacture industry faces a negative growth, on average of 0. 23 percent per year during 1990 - 1998 period . the total material productivity of manufacture industry faces a negative growth, on average of0. 07 percent peryear during 1990 - 1998period . the total productivity ofenergy ofmanufacture industryface a positive growth, on average of 42 percent peryear during 1990 - 1998period, and . the index score ofproductivity per formance ofmanufacture industry in 1998 vary, in which there are three types ofmanufac- ture industry which has indexproductivity up on the average . p to . : code number 39 . core - 187. , code number 38. core =169. , code number 31, . core =146. , and six types of industry which has index productivity below average . code number 35 . core: 97,. , code number 33 . , code number 32 . core = 83. , code number 34 . , code number 37 . , except code number = 36 . core This research found that code number 37 gjves the biggest negative effect on the low level ofthe productivity growth ofmanufacture industry in Indonesia during 1990-1998 pe riod, therefore, it is suggestedfor the policy maker to pay more attention on the low produc tivity performance ofthis indusrty and try to develop in the future. Keywords. the level ofproductivity, indeks kinerja, manufacturing industry PENDAHULUAN Kesadaranmasyaiakat dunia akan perlunya peningkatan produktivitas tiap-tiapbangsa telah tumbiih dengan pesatnya dalam kumn waktu setengah abad teiakhir ini. Gerakan peningkatan produktivitas pada awalnya disebarluaskan oleh "The Anglo-American Council on Productivitf dan "The European Productivity Agenc/' sekitar tahun 1948-1952, yang kemudian diteruskan oleh OECD pada tahun Beberapa waktu kemudian, yaitu pada tahun 1955. Jepang mendirikan "Japan Productivity Centre (JPC) ". Produktivitas mempakan suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan JEPV0I6. N0. 2OOI bahwa kualitas kehidupan hari ini hams lebib balk daripada hari kemarin, dan hari esok hams lebih baik daripada hari ini. Pemyataan demikian mempakan pengertian positif dari produktivitas. Akan tetapi bila ditinjau dari sudut netral, maka pengertian teloiik dari produktivitas total adalah perbandingan jumlah yang dihasilkan . suatu unitkegiatan produktif terhadap jumlah keselumhan sumber-sumber daya . yang dipergunakan oleh unit tersebut. Deklarasi Bogor pada tahun 1995 yang mencanangkan liberalisasi perdagangan dan investasi serta menargetkan kawasan Asia Pasifik tahun 2020 akan menjadi kawasan Vincent Gaspersz,Analisis Tingkat ProdukMas IndusbiManufaklur. perdagangan bebas, menjadi ancaman serius bagi industri-industri Indonesia, terutama yang memiliki tingkat produktivitas yang rendah, apabila hal ini tidak diantisipasi secara tepat. Dengan berbagai peraturan perda gangan bebas di pasar global, dimulai dari perdagangan bebas ASEAN (AFTA) pada tahun 2003, kemudian perdagangan bebas kawasan Asia Pasifik (APEC) paling lambat pada tahun 2020, maka berbagai permasalahan akan muncul dalam industri Indonesia, terutama dalam hal rendahnya daya kompetisi industri Indonesia di pasar global. Berdasarkan kenyataan ini, masalah penelitian dalam tulisan ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana posisi industri- industri manufaktur Indonesia ditinjau dari tingkat produktivitas pada masing-masing industri manufaktur itu? Berapa indeks ting kat produktivitas pada masing-masing kelompok industri manufaktur di Indonesia? Berapa laju perkembangan produktivitas ISSN: 1410-2641 dalam memproduksi output . arang dan/atau Mali . dan Coelli, et. menyatakan bahwa produktivitas tidak sama dengan produksi, tetapi produksi, kineija kualitas, hasil-hasil, merupakan komponen dari usaha produktivitas. Dengan demikian, produktivitas merupakan suatu kombinasi dari efektivitas dan efisiensi, sehingga pro duktivitas dapat diukur berdasarkan pengukuran berikut: Outputyang dihasllkan Produktivitas = Input yangdipergunakan Pencapaian tujuan Penggunaan sumber-sumber daya Efektivitas pelaksanaan tugas Eflsiensi penggunaan sumber-sumber daya dari industri-industri manufaktur di Indonesia selama periode 1990-1998? Berbagai pertanyaan ini apabila diperoleh jawaban akan menjadi informasi yang berguna bagi industri manufaktur Indonesia, guna menghadapi persaingan di pasar global pada tahun 2003 dan seterusnya. Berdasarkan kenyataan ini, maka in dustri yang memiliki prospek di masa mendatang, serta akan memberikan nilai tambah kepada industri Indonesia, adalah industriindustri yang memiliki tingkat produktivitas yang tinggi. TBVJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIK Konsep Dasar Sistem Produktivitas Apabila ukuran keberhasilan produksi hanya memandang dari sisi output, maka produktivitas memandang dari dua sisi sekaligus, yaitu: sisi input dan sisi ou^uL Dengan demikian dapat dikatakan bahwa produktivitas berkaitan dengan eflsiensi penggunaan input Efektivitas Efisiensi Berdasarkan definisi produktivitas di atas, maka sistem produktivitas dalam industri dapat digambarkan dalam gambar 1. Sumanth . memperkenalkan suatu konsep formal yang disebut sebagai siklus produktivitas . roductivity cycl. untuk diper gunakan dalam peningkatan produktivitas terus-menerus. Pada dasamya konsep siklus produktivitas terdiri dari empat tahap utama, yaitu: . pengukuran produktivitas, . evaluasi produktivitas, . perencanaan produk tivitas, dan . peningkatan produktivitas. Konsep siklus produktivitas ini ditunjukkan dalam gambar 2. Dari gambar 2 tampak bahwa siklus produktivitas merupakan suatu proses yang kontinyu, yang melibatkan aspek-aspek: Pengukuran. Evaluasi. Peren canaan, dan Pengendalian Produktivitas (PEPP). Berdasarkan konsep siklus produk tivitas, maka secara formal program pening- JEPVol 6. No. Vincent Gaspersz. Analisis Tingkat Produktivitas Industri Manufaktur. ISSN: 1410-2641 katan produktivitas hams dimulai melalui pengulmran produktivitas dari sistem indus tri itu sendiri. Untuk keperluan ini berbagai teknik pengukuran dapat dipergunakan dan dikembangkan dari memilih indikator pengu kuran yang sederhana sampai yang lebih kompleks dan koraprehensif. Selanjutnya apabila produktivitas dari sistem industri itu telah dapat diukur, maka langkah berikut adalah mengevaluasi tingkat produktivitas aktual itu untuk diperbandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan. Kesenjangan yang terjadi antara tingkat produktivitas ak tual dan rencana . roductivity ga. mempakan masalah produktivitas yang hams dievaluasi dan dicari akar penyebab yang menimbulkan kesenjangan produktivitas itu. Berdasarkan evaluasi ini, selanjutnya dapat direncanakan kembali target produktivitas yang akan dicapai baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk mencapai target produktivitas yang telah direncanakan itu, berbagai program formal dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas terasmenems. Siklus produktivitas itu diulang kembali secara kontinu untuk mencapai peningkatan produktivitas tems-menems dalam sistem industri. Pengukuran produktivitas dan profitabilitas tems-menerus akan sangat bermanfaat, karena pengukuran produktivitas memberikan informasi tentang masalah-masalah internal dari sistem industri itu, sedangkan pengukuran profitabilitas memberikan in formasi tentang masalah-masalah ekstemal dari sistem industri itu. Berdasarkan pengukuran tems-menems terhadap produktivitas dan profitabilitas, maka kita dapat memposisikan suatu indus tri ke dalam salah satu dari empat kasus seperti ditunjukkan dalam tabel 1. LINGKUNGAN INPUT =^PROSES OUTPUT PRODUK TIVITAS A Tenaga kerja - Modal ' Material ' EnergI ' Tanah ' Informasi PROSES TRANSFORMASI NILAI TAMBAH PRODUK PRODUKTIVITAS (Barang SISTEM PRODUKSI dan/atau (OUTPUT/INPUT) Jas. ' Manajerial Umpan Ballk untuk Pengendalian Sistem Produksi y \gar Meningkatkan Produktivitay Terus-Menerus Gambar 1 Skema Sistem Produktivitas JEPVol 6. No. Vincent Gaspersz,AnaHsis TingkatPmduklivitas IndusbiManufaklur. ISSN: 1410-2641 TAHAP 1: PENGUKURAN PRODUKTIVITAS TAHAP 4: TAHAP 2: PENINGKATAN EVALUASI PRODUKTIVITAS PRODUKTIVITAS TAHAP 3: PERENCANAAN PRODUKTIVITAS Gambar 2 Siklus Produktivitas Tabell. HubunganAntara Produktivitas dan Profitabilitas MAKA: JIKA KASUS PROFITABILITAS PRODUKTIVITAS TinggI Tinggi APAAKAN TERJADI TINDAKAN Kondisi keuangan akansehat Pertahankan atautingkatkan produktivitas danprofitabilitas lebih lanjut dan stabil. Tinggi Rendah ProlitabHitas yang tinggi tidak akan berlanjut dalam jangka Dalam jangkapan- Tingkatkan produktivitas menggunakan siklus produktivitas. Terdapat masalah in ternal dalam sistem industri itu. jang, produkb'vit^ rendah akan menggerogoti keuntungan unit industri Rendah Tinggi Unit industri akan menghadapl kerugian danmungkin akan menuju kekebangkoitan. Rendah Rendah Unit Industri akan bangkrut Tingkatkan profitabilitas melalui perbaikan: strategi pasar, riset pasar, pelayanan pelanggan, promosi, penetapan harga, desain produk, dll. Terdapat masalah ekstemal dari sistem industri itu. Tingkatkan produktivitas dan profitabilitas melalui membangun kembali sistemindus tri yang memperhatikan secarasekaligus teitiadap aspek-aspek kuaTitas, efektlvitas pencapaian tujuan, danefisiensl penggunaan sumber-sumber daya Terdapat masalah internal dan ekstema! dari sistem industri Itu. SumbenGaspersz, 2000. JEPVoie. No. ISSN: 1410-2641 Vincent Gaspersz,Analisis Tingkat Produktivitas Industri Manufaktur. Metode Penyusunan Indeks Komposit Kinerja Produktivitas Industri Indeks komposit kineija produktivitas industri dapat disusun menggunakan analisis faktor (Gaspersz, 1. Untuk memu- Secara umum matriks ragamperagam S dapat ditentukan melalui: dahkan pembahasan secara teoritik, misalkan saja kita akan menyusun suatu indeks komposit kineija produktivitas industri yang terdiri atas tiga variabel kompetitif X|. X2, dan X3. Di dalam studi sesungguhnya, banyaknya variabel tergantung pada permasalahan dan tujuan dari studi itu. Indeks kompo sit kinerja produktivitas industri yang terdiri atas tiga variabel X|. X2, dan X3, dapat dituliskan sebagai berikut: S = I = K a,Xi 82X2 33X3 di mana: K adalah konstanta, serta ai, 33, -i. dan 83, merupakan koefisien dari Xi. X2, dan X3, yang merupakan koefisien-koefisien pembobot indeks komposit kinerja produk tivitas yang disusun. Jika penyusunan indeks komposit didasarkan pada data simpangan terhadap rata-rata, maka persamaan. dapat ditulisdalam bentuk: l = ai xi a2X2 a3X3 di mana: Xj = (Xj - Xbar-. >untuk i = 1, 2, 3. X bar-i = nilai rata-rata variabel Xi. Dalam menyusun indeks komposit kineija produktivitas industri menggunakan analisis faktor, perlu memperhatikan satuan pengukuran dari setiap variabel kompetitif. Jika satuan pengukuran dari semua variabel kompetitif yang digunakan adalah sama, maka model indeks komposit dapat dibangun berdasarkan data asli pengukuran itu, serta untuk itu analisis faktor diturunkan dari matriks ragam-peragam . anance-covariance matri. Matriks ragam-peragam adalah matriks yang memiliki unsur diagonal utama adalah nilai ragam dari variabel-variabel kompetitif yang digunakan dalam model, sedangkan unsur lainnya merupakan nilai peragam antarvariabel kompetitif dalam model. JEPVol 6. No. S11 S12 Stp S21 S22 S2p . Spl Spp Sp2 di mana: S(Xj-XbarH)(X. -Xbar-. n-1 j=1 Sik = di mana: I = 1,2 p serta k = 1, 2 yang menunjukkan indeks untuk variabel . anyak variabel adalah . , sedangkan n adalah ukuran contoh . ample siz. Jika satuan pengukuran dari variabel kompetitif yang digunakan dalam model penyusunan indeks komposit kineqa produktivitas industri adalah tidak sama, variabel-variabel kompetitif itu perlu dibakukan melalui variabel-variabel kompetitif itu (X) ke dalam variabel baku Z, serta untuk itu nantinya analisis faktor dilakukan berdasarkan matriks korelasi R. Apabila menggunakan matriks korelasi R, maka model indeks komposit kineija produktivitas industri, dapat ditulisk^ dalam bentuk: I= Cl Zl C2 Z2 C3 Z3 di mana: (X-Xbar^) : untuk I = 1,2 SiAi . alam kasus di atas p = . di mana: Zj = variabel baku ke-i dalam model indeks komposit kineija produktivitas industri Xi =variabel asli . ak bak. ke-i dalam model indeks komposit kineija produk tivitas industri Vincent Gaspersz,AnaJisis Tingkat Produktivitas Industri Manufaktur. Xbar-i = nilai rata-rata variabel asli . ak bak. ke-i dalam model indeks komposit kinerja produktivitas industri Si =simpangan baku . tandard deviatio. variabel asli . ak bak. ke-i, dapat dihitung melalui akar pangkat dua dari ragam . variabel asli . ak bak. ke-i Model indeks komposit kinerja produk tivitas industri dalam kasus tiga variabel seperti dalam persamaan . I = Cj Zj C2 Z2 C3 Z3. Seperti telah diketahui bahwa: Zj = Xj / si. di mana: Xj = (Xj Xbar-. serta Sj = simpangan baku variabel Xi, maka model persamaan . dapat ditransformasi kembali ke dalam bentuk variabel asli X, sebagai berikut: Xl - Xbaf-1 I =C1( X2- Xbar-2 ) C2( X3- Xbar-3 Oleh karena tujuan membangun model indeks komposit kineija adalah untuk mengukur penyimpangan terhadap nilai rata-rata produktivitas industri, serta harus memenuhi dua kriteria berikut: Jika nilai semua variabel dalam model indeks komposit adalah nol, maka skor dari indeks kineija produktivitas indus tri juga nol. Jika iai dari masing-masing variabel kompetitif dalam model indeks kompo sit merupakan nilai rata-rata dari varia bel itu, maka indeks komposit akan Untuk memenuhi dua kriteria di atas, maka model indeks komposit perlu dimodifikasi kembali melalui menggandakannya dengan suatu konstanta k. Konstanta k da pat ditentukan melalui: ISSN: 1410-2641 Dengan demikian pada akhimya akan diperoleh indeks komposit kineija produk tivitas industri yang siap dipergunakan se bagai ukuran penyimpangan atau kesenjangan terhadap skor rata-rata kinerja produk tivitas industri, sebagai berikut: X3 . Model persamaan indeks komposit kineija produktivitas industri . yang dipergunakan dalam studi penelitian ini. Analisis variasi atau keragaman terhadap kineija produktivi tas industri menggunakan pendekatan selang kepercayaan untuk distribusi khi-kuadrat, sebagai berikut: P{. 2a/zn. < ct2< . ^ 1attn-. } =1 - CT Apabila selang kepercayaan . mengandung nilai nol, maka disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan . - . , kineija produktivitas industri manufaktur di Indone sia dianggap tidak bervariasi. METODE PENGUMPULAN DATA Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui studi dokumen yang relevan dengan masalah penelitian. Data tentang industri manufaktur yang menjadi obyek studi diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statisti. Industri manufaktur yang digunakan sebagai obyek studi, adalah in dustri besar dan sedang, dengan perincian penggolongan, sebagai berikut: Kode 31: Industri makanan, minuman, dan Kode 32: Industri tekstil, pakaian jadi dan Xbar-i k{C. Xb9-2 Xbar-3 ^) = 100. Kode 33: Industri kayu dan barang-barang dari kayu, termasuk perabot rumah tangga JEPVcl 6. No. ISSN: 1410*2641 Vincent Gaspersz. An^i^ Tin^isi ProdiM^as Industri kfanufyktur. Kode 34: Industri kertas dan barang-barang dari kertas, percetakan dan pen* Kode 35: Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia, minyak bumi, batu bara, karet dan plastik Kode 36: Industri barang galian bukan logam, kecuali minyak bumi dan batu bara Kode 37: Industri logam dasar Kode 38: Industri barang dari logam, mesin dan peralatannya Kode 39: Industri pengolahan lainnya Data yang dikumpulkan adalah data yang berkaitan dengan output dan sumbersumber daya input tenaga keija, material, dan energi. HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja In dustri Manufaktur Hal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut adalah: rata-rata pertumbuhan produktivi tas tenaga keija sektor industri bemomor kode 37 . ndustri logam dasa. memberikan kontribusi negatif terbesar, karena menghasilkan laju peningkatan produktivitas tenaga keija yang negatif sebesar rata-rata 10. persen per tahun selama periode 1990 - 1998. Padahal, industri logam dasar . merupakan industri yang paling produktif pada tahim 1990, di mana setiap pengeluaran biaya tenaga keija sebesar satu rupiah mampu menghasilkan nilai output industri sebesar 96 rupiah, yang menurun secara dramatik pada tahun 1998, di mana setiap pengeluaran biaya tenaga keija sebesar satu rupiah dalam industri ini hanya mampu menghasilkan nilai output industri sebesar 18. 05 rupiah. Bagaimanapun, dari tabel 2 nampak bahwa sektor industri yang memiliki tingkat produktivitas tenaga keija tertinggi pada ta Produktivitas tenaga keija dalam industri hun 1998 adalah industri bemomor kode 31 manufaktur diukur berdasarkan rasio antara . ndustri makanan, minuman dan tembaka. yaitu sebesar 21. 42, yang dapat diinterpretasikan sebagai setiap pengeluaran biaya tenaga keija dalam ini sebesar satu rupiah akan mampu menghasilkan nilai output industri 42 rupiah. Jika industri ini dijadikan sebagai penentu indeks efisiensi penge luaran biaya tenaga keija industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 dan diberikan skor indeks 100, maka tampak bahwa indus tri bemomor kode 33 . ndustri kayu dan barang dari kayu, termasuk perabot mmah tangg. dan industri bemomor kode 39 . n dustri pengolahan lainny. merupakan industri-industri manufaktur yang paling rendah tingkat efisiensi pengeluaran biaya tenaga keija, karena hanya memiliki tingkat pro duktivitas tenaga keija masing-masing sebe sar: 8. 35 dan 9. Indeks tingkat efisiensi pengeluaran biaya tenaga keija dalam meng hasilkan output industri manufaktur di Indo nesia pada tahun 1998 ditunjukkan dalam nilai output menurut harga konstan 1983 terhadap pengeluaran upah untuk tenaga keija industri manufaktur menurut harga konstan Pengukuran produktivitas tenaga keija dari berbagai industri manufaktur di Indone sia dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat efisiensi pengeluaran biaya untuk tenaga keija yang ada dalam proses produksi industri itu. Informasi tentang produktivitas tenaga keija dari berbagai industri manufak tur di Indonesia pada tahun 1990 dan 1998 dapat dilihat dalam tabel 2. Dari tabel 2 tampak bahwa tingkat produktivitas tenaga keija total industri manufaktur pada tahun 1998 adalah sebesar 15. 02, yang dapat diinterpretasikan sebagai setiap pengeluaran biaya tenaga keija dalam industri manufaktur secara total sebesar satu rupiah akan meng-hasilkan nilai output total industri manufaktur sebesar 15. nq>iah. Produktivitas tenaga keija total industri manufaktur ini temyata menga-lami pertumbuhan negatif sebesar rata-rata 0. 23 persen per tahun selama periode 1990 - 1998. JEPV0I6. No. Vincent Gaspersz. Analisis Tingkal Produktivitas Industri Manufaktur. ISSN: 1410-2641 Dari tabel 3 nampak bahwa tingkat pro duktivitas tenaga kega dalam industri manu faktur di Indonesia pada tahun 1998 sangat bervariasi, dari yang tertinggi pada industri bemomor kode 31 . ndustri makanan, minuman dan tembaka. sampai yang terendah pada industribemomor kode 33 . ndustrikayu dan barang dari kayu, termasukperabotrumah tangg. , yang berarti pula tingkat efisiensi pengeluaran biaya tenaga kega yang sangat han a = 0. Selang kepercayaan variasi tingkat produktivitas tenaga keqa industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998, dilakukan sebagai berikut: Tingkat variasi d^ produktivitas . } =1-0. tenaga kega industri manufaktur ini temyata setelah diuji menggunakan pendekatan selang kepercayaan 99% dari distribusi khi-kuadrat P. P{. 2aftM) < ct2< . ^ioQin-. } =1 - a P{. / . < a2 < . = 0. ad^ah sangat signikan pada tingkat kesala- Tabel 2. Produktivitas Tenaga Kerja dari industri Manufaktur diIndonesia, 1990-1998 Kode ' Produktivitas Produktivitas Industri Tenaga Kerja 1990 Tenaga Kerja 1998 Rata-rata Laju Pening katan perTatiuni Ranking Tingkat Produktivitas Tenaga (%) Kerja 1998 Total ') dihitung berdasarkan rumus: r =e c// mana r adalah rata-rata laju peningkatan produktivitas. P-1990 tfan P-1998 adalah produktivitas pada tahun 1990 dan 1998, konstanta 8 adalah banyaknya tahun selarha periode 1990-1998 . , serta e adalah bllangan dasar logaritma natural. JEPVol 6. No. Vincent Gaspersz. Analisis Tingkat ProdukMas Industri Manufaktur. ISSN: 1410-2641 Tabel 3 Indeks Tingkat Efislens! Pengeluaran Blaya Tenaga Kerja dalam Industri Manufakturdi Indonesia pada Tahun 1998 Kode Industri Jenis Industri Produktivitas Indeks Efisiensi Tenaga Keija (Produktivitas Tenaga Kerja Tingkat inefisiensi Tertiadap Industri Berkode 31 Tert'nqqi = . (%) Makanan, minuman dan tembakau Barang dari logam, mesin dan perala- Loqam dasar Kimia dan barang-barang daribahan kimia, minyak bum!, batu bara, karet dan plastik Tekstil, pakaian lad! dan kulit Barang galian bukan logam, kecuali min yak bum! dan batu bara Kertas dan barang-barang dari kertas, percetakan dan penerbitan Pengolahan lainnya Kayu dan barang-barang dari kayu, terma- suk perabot rumah tangga *) Nilal Produktivltas Tinggi Menunjukkan Tingkat Efislens! yang Tinggi. Karena selang kepercayaan 99% dari nilai variasi . tingkat produktivltas tenaga keija dari industri manufaktur di In donesia pada tahun 1998 tidak mengandung nilai nol, maka disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 99%, kineija produk tivltas tenaga keija dari industri manufaktur di Indonesia dianggap bervariasi secara statistik pada tingkat signifikansi 1% . = duktivltas material total industri manufaktur pada tahun 1998 adalah sebesar 1. 79, yang dapat diinterpretasikan sebagai setiap penge luaran biaya material dalam industri manu Tingkat biaya untuk material yang ada dalam proses produksi industri itu. Informasi tentang pro duktivltas material dari berbagai industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1990 dan 1998 dapaf dilihat dalam tabel 4. Dari tabel 4 tampak bahwa tingkat pro Produktivltas Material Industri Manufaktur Produktivltas material dalam industri manufaktur diukur berdasarkan rasio antara nilai output menurut harga konstan 1983 terhadap pengeluaran biaya untuk material dalam industri manufaktur menurut harga Pengukuran produktivltas ma terial dari berbagai industri manufaktur di Indonesia dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat efisiensi pengeluaran JEPVol 6. No. faktur secara total sebesar satu rupiah akan menghasilkan nilai output total industri manufaktur sebesar 1. 79 rupiah. Produktivltas material total industri ini temyata mengalami pertumbuhan negatif sebesar rata-rata 07 persen per tahun selama periode 1990 1998. Hal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut adalah bahwa: rata-rata pertumbuhan produktivitas material sektor industri bemo- mor kode 37 . ndustri logam dasa. memberikan kontribusi negatif terbesar, karena menghasilkan laju peningkatan produktivitas Vincent Gaspersz. Analisis TlngkatProduklivitas Industn Manufaktur. material yang negatif sebesar rata-rata 3. persen per tahun selama periode 1990-1998. Pada tahun 1990, produktivitas material dari industri logam dasar . adalah 02, di mana setiap pengeluaran biaya material sebesar satu rupiah mampu menghasilkan nilai output industri sebesar 02 rupiah, yang menurun secara dramatik pada tahun 1998 . ata-rata penurunan per ta 10%), di mana setiap pengeluaran biaya material sebesar satu rupiah dalam in dustri logam dasar . hanya mampu menghasilkan nilai output industri sebesar 58 rupiah. Bagaimanapun, dari tabel 4 tampak bahwa sektor industri yang memiliki tingkat pro duktivitas material tertinggi pada tahun 1998 adalah industri bemomor kode 36 . ndustri barang galian bukan logam, kecuali minyak bumi dan batu bar. yaitu sebesar 3. 04, yang dapat diinterpretasikan sebagai setiap penge ISSN: 1410-2641 luaran biaya material dalam industri ini se besar satu rupiah akan mampu menghasilkan nilai ouQ)utindustri sebesar 3. 04 rupiah. Jika industri ini dijadikan sebagai penentu indeks eflsiensi pengeluaran biaya material dalam industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 dan diberikan skor indeks 100, maka nampak bahwa industri bemomor kode 37 . ndustri logam dasa. dan industri bemomor kode 35 . ndustri kimia dan barang-barang dari bahan kimia, minyak bumi, batu bara, karet dan plasti. menipakan industriindustri manufaktur yang paling rendah tingkat efisiensi pengeluaran biaya material, karena hanya memiliki tingkat produktivitas material masing-masing sebesar: 1. 57 dan Indeks tingkat efisiensi pengeluaran biaya material dalam menghasilkan output industri manufaktur di Indonesia pada tahim 1998 ditunjukkan dalam tabel 5. Tabel 4. Produktivitas Material dari Industri Manufaktur di Indonesia, 1990*1998 Ranking Tingkat Produktivitas Material 1990 Produktivitas Material 1998 Rata-rata Laju Pen ingkatan perTahuni Produktivitas Mate (%) Kode Industri Total *) dih'rtung berdasarkan rvmus: r=e in(P-i990P-i99B)/$ _ j. rf/ ujgpg /A g^alah rata-raia lajupeningkatan produktMtas. P-1990 dan P-1998 adalah produktivitas pada tahun 1990dan 1998, konstanta 8 adalah banyaknya tahun selama periode 1990-1998 . , seria e adalah bilangandasar logaritma natural. JEPVol 6. No. Vincent Gaspersz,Analisis Tingkat Produktivitas IndustriManufaktur. ISSN: 1410-2641 Tabel 5. Indeks Tingkat Efislensi Pengeluaran Biaya Material dalam Industri Manufakturdi Indonesia pada Tahun 1998 Jenis Industri Kode Barang galian bukan logam, kecuali min yak bumi dan batu bara Pengolahan lainnya Kertas dan bararig-barang dari kertas. Produktivitas Material (Produktivitas Tingkat Inefisiensi Terhadap Industri Material Berkode 36 indeks Efisiensi Tertinggi = . (%) 00 A Kimia dan barang-barang daribahan kimia, minyak bum!, batu bara, karet dan plastik Logam dasar percetakan dan penerbitan Barang dari logam, mesin dan peralatannya Kayu dan barang-barang dari kayu, terma- suk perabot rumah tangqa Tekstil, pakaian jadl dan kulit Makanan, mlnuman dan tembakau *) Nilai Produktivitas Tinggi Menunjukkan Tingkat Efisiensiyang Tinggi. Dari tabel 5 nampak bahwa tingkat pro duktivitas material dalam industri manufak tur di Indonesia pada tahun 1998 sangat bervariasi, dari yang tertinggi pada industri beraomor kode 36 . ndustri barang galian bukan logam, kecuali minyak bumi dan batu bar. sampai yang terendah pada industri bemomor kode 37 . ndustri logam dasa. , yang berarti pula tingkat efisiensi penge luaran biaya material yang sangat bervariasi. Tingkat variasi dari produktivitas material industri manufaktur ini temyata setelah diuji menggunakan pendekatan selang kepercayaan 99% dari distribusi khi-kuadrat adalah sangat signifikanpada tingkat kesalahan a = 0. lang kepercayaan variasi tingkat produktivi P{. < c2< . } =1-0. P{G. 07< ct2< 1. ,= 0. Karena selang kepercayaan 99% dari nilai variasi . tingkat produktivitas ma terial dalam industri manufaktur di Indone sia pada tahun 1998 tidak mengandung nilai nol, maka disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 99%, kinega produktivitas ma terial dari industri manufaktur di Indonesia dianggap bervariasi secara statistik pada ting kat signiflkansi 1% . = O. OI). Tingkat Produktivitas Energi dari Indus tri Manufaktur tas material industri manufaktur di Indonesia Produktivitas energi dalam industri ma pada tahun 1998, dilakukan sebagai berikut: nufaktur diukur berdasarkan rasio antara P{. sZ/. 2a/2. < a2< . o/2. } =1 - a nilai output menurut harga konstan 1983 terhadap pengeluaran biaya untuk energi dalam industri manufaktur menurut harga JEPVol 6. No. Vincent Gasperez. AnaJisis TJngkatProduktivitasIndustriManufaktur. ISSN: 1410-2641 Pengukuran produktivitas en- energi tertinggi pada tahun 1998 adalah in ergi dari berbagai industri manufaktur di In dustri bemomor kode 39 . ndustri pengola han lainny. yaitu sebesar 86. 00, yang da pat diinterpretasikan sebagai setiap penge luaran biaya energi dalam industri pengola han lainnya . omor kode . sebesar satii rupiah akan mampu menghasilkan nilai out put industri sebesar86. Jika ini di- donesia dimaksudkan untuk mengetahui se- jauh mana tingkat efisiensi pengeluaran biaya untuk energi yang ada dalam proses produksi industri itu. Informasi tentang produktivitas energi dari berbagai industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1990 dan 1998 dapat dilihat dalam tabel 6. Dari tabel 6 nampak bahwa tingkat pro duktivitas energi total industri manufaktur pada tahun 1998 adalah sebesar 37. 73, yang dapat diinterpretasikan sebagai setiap penge luaran biaya energi dalam industri manufak tur secara total sebesar satu rupiah akan menghasilkan nilai output total industri jadikan sebagai penentu indeks efisiensi pengeluaran biaya energi dalam industri manu faktur di Indonesia pada tahun 1998 dan diberikan skor indeks 100, maka nampak bahwa industri bemomor kode 37 . ndustri logamdasa. dan industri bemomorkode 36 . ndustri b^ang galianbukan logam, kecuali minyak bumi dan batu bar. ' merupakan in- Produk dustri-industri manufaktur yang paling ren- tivitas energi total industri manufaktur ini temyata mengalami pertumbuhan positif se besar rata-rata 4. 42 persen per tahun seiama dah tingkat efisiensi pengeluaran biaya en ergi, karena hanya memiliki tingkat produk tivitas energi masing-masing sebesar: 6. periode 1990-1998. Hal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut adalah rata-rata pertumbuhan produktivitas energi sektorindustri bemomor Indeks tingkat efisiensi penge luaran biaya energi dalam menghasilkan out manufaktur sebesar 37. 73 rupiah. put industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 ditunjukkan dalam tabel 7. Dari tabel 7 nampak bahwa tingkat pro duktivitas energi dalam industri manufaktur katan produktivitas energi yang positif sebe-A di Indonesia pada tahun 1998 sangat bervariasi, dari yang tertinggi pada industri bersar rata-rata 7. 92 persen per tahun selama pe riode 1990- 1998 industri ini juga mempakan nomor kode 39 . ndustri pengolahan lainny. kode 39 . ndustri pengolahan lainny. memberikan kontribusi positif yang signifikan, karena di samping menghasilkan laju pening- adalah sebesar 46. 75, di mana setiap penge sampai yang terendah pada industri bemo mor kode 36 . ndustri barang galian bukan logam, kecuali minyak bumi dan batu bar. , yang berarti pulai tingkat efisiensi penge luaran biaya energi yang sangat bervariasi. Tingkat variasi dariproduktivitas energi dalam biaya energi sebesar satu rupiah mampu menghasilkan nilai output industri industri manufaktur ini temyata setelah diuji menggunakan pendekatan selangkepercayaan industri yang memiliki tingkat produktivitas energi tertinggi . anking nomor . pada ta Pada tahun 1990, produktivitas energi dari industri pengolahan lainnya . 75 rupiah, yang meningkat secara 99% dari distribusi khi-kuadrat adalah sangat dramatik pada tahun 1998 . ata-rata peningkatan per tahun 7. 92%), di mana setiap pengeluaran biaya energisebesar satu rupiah dalam" industri pengolahan lainnya . pada tahun 1998 mampu menghasilkan nilai output industri sebesar 86. 00 rupiah. Dari tabel 6 nampak bahwa sektor in dustri yang memjliki tingkat produktivitas signifikanpada tingkat kesalahan a = 0. Selang kepercayaan variasi tingkat produk tivitas energi dalam industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998,. dilakukan sebagai P{. 2a/2. < (H - . / . ^ 1- a/2:n-. } =1 - a JEPVol 6. No. ISSN: 1410-2641 Vincent Gaspersz. Analisis Tingkat ProdukMas Indusiri Manufaktur. P{. < a2< . -1 ). } =1-0. P . 28 < a2< 4273. 31 ) = 0. produktivitas industri manufaktur di Indone sia, sebagai berikut: I = 0. 3230 Xi - 0. 7550 X2 2. 1575 X3 Karena selang kepercayaan 99% dari nilai variasi . tingkat produktivitas energi dalam industri manufakturdi Indonesia pada tahun 1998 tidak mengandung nilai nol, maka disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 99%, kineqa produktivitas energi dalam industri manufaktur dl Indonesia diang< gap bervariasi secara statistik pada tingkat signifikansi 1% . = 0. Indeks Kinerja Produktivitas Industri Manufaktur Indonesia Dalam studi penelitian ini dipilih tiga variabel produktivitas untuk dievaluasi kinega dari setiap industri manufaktur yang ada di Indonesia, kemudian disusun angka indeks kineija produktivitas industri manufaktur di Indonesia. Persamaan indeks kinega produk tivitas industri manufaktur di Indonesia, dibangun menggunakan analisis faktor. Ketiga variabel yang digunakan dalam menyusun indeks komposit kinega produk tivitas industri manufaktur di Indonesia. Xj = produktivitas tenaga kega dalam in dustri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 . iukur dalam satuan indeks produktivitas tenaga keg. Xj = produktivitas material dalam industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 . iukur dalam satuan indeks produktivitas materia. X3= produktivitas energi dalam industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 . iukur dalam satuan indeks produktivitas energ. Penyusunan persamaan indeks kompo sit kinega produktivitas industri manufaktur di Indonesia menggunakan analisis faktor. Berdasarkan proses iterasi . ihat Lampiran . di mana, = skor indeks komposit kinega produk tivitas industri manufaktur di Indone sia pada tahun 1998. Xj = produktivitas tenaga kega dalam in dustri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 . iukur dalam satuan indeks produktivitas tenaga keg. X2 = produktivitas material dalam industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 . iukur dalam satuan indeks produktivitas materia. X3= produktivitas energi dalam industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 . iukur dalam satuan indeks produktivitas energ. Skor indeks komposit kinega produk tivitas industri manufaktur di Indonesia da- pat dilihat dalam tabel 8. Dari tabel 8, nampak bahwa terdapat tiga jenis industri manufakto yang memiliki indeks produktivitas di atas rata-rata . , yaitu: industri pengolahan lainnya . omor kode 39, skor = 187. , industri barang dari logam, mesin dan peralatannya . omor kode 38, skor = 169. , dan industri makanan, minuman, dan tembakau . omor kode 31, skor = 146. Skor rata-rata kinega pro duktivitas industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 dibuat sama dengan 100. Tingkat variasi dari skor indeks kinega produktivitas industri manufaktur ini temyata setelah diuji menggunakan pendekatan se lang kepercayaan 99% dari distribusi khikuadrat adalah sangat signifikan pada tingkat kesalahan a = 0. Selang kepercayaan variasi skor indeks produktivitas industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998, dilakukan sebagai berikut: ditemukanpersamaanindeks kompositkineg'a JEPVol 6. No. Vincent Gaspersz. Analisis Tingkat ProduktMtas Industri Manufaktur. P{. -I)sV. ^a/2:n. < (X^i^:n-. } = 1 - CT . sV P{. < a^< . I). } =1-0. P . 15 < CT^< 26975. = 0. Karena selang kepercayaan 99% dari nilai variasi . skor indeks produktivitas industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 tidak mengandung nilai nol, maka disimpulkan bahwa pada tingkat ke percayaan 99%, skor indeks kinerja produktivitas Indonesia dianggap bervariasi secaia statistik pada ting kat signifikansi 1% . = 0. Model persamaan empirik dari indeks komposit kinega produktivitas industri manu faktur di Indonesia pada tahun 1998 telah mampu menerangkan keragaman total sebesar 97. 30 persen, yang ditunjukkan melalui besaran akar-ciri . igen-valu. sebesar X = Hal ini berarti bahwa ketiga variabel yang dimasukkan ke dalam model per samaan indeks komposit kinerja produktivi tas industri manufaktur pada tahun 1998, te lah mampu menerangkan keragaman total dari produktivitas dalam industri-industri manufaktur di Indonesia pada tahun 1998 30 persen, sedangkan sisanya se 70 persen diterangkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model. SIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan pengkajian secara empirik yang dilakukan melalui studi penelitian ini, diperoleh beberapa hasil sebagai berikut: Produktivitas tenaga keija total industri manufaktur mengalami pertumbuhan negatif sebesar rata-rata 0. 23 persen per tahun selama periode 1990 - 1998. Hal ini disebabkan karena rata-rata pertumbuhan produk tivitas tenaga ketja sektor industri bemomor kode 37 . ndustri logam dasa. memberikan kontribusi negatif terbesar, yaitu menghasilkan laju peningkatan produktivitas tenaga ISSN: 1410-2641 kega yang negatif sebesar rata-rata 10. persen per tahun selama periode 1990 1998, . Produktivitas material total industri manufaktur ini mengalami pertumbuhan negatif sebesar rata-rata 0. 07 persen per ta hun selama periode 1990 - 1998. Hal ini disebabkan karena rata-rata pertumbuhan produktivitas material sektor industri bernomor kode 37 . ndustri logam dasa. mem berikan kontribusi negatif terbesar, yaitu menghasilkan laju peningkatan produktivitas material yang negatif sebesar rata-rata 3. persen per tahun selama periode 1990 1998, . Produktivitas energi total industri manu faktur mengalami pertumbuhan positif sebe sar rata-rata 4. 42 persen per tahun selama periode 1990 - 1998. Hal ini disebabkan karena rata-rata pertumbuhan produktivitas energi sektor industri bemomor kode 39 . n dustri pengolahan lainny. memberikan kon tribusi positif yang signiflkan,. karena di samping menghasilkan laju peningkatan produktivitas energi yang positif sebesar rata-rata 7. 92 persen per tahun selama pe riode 1990 - 1998, juga merupakan industri yang memiliki tingkat produktivitas energi tertinggi . anking nomor . pada tahun 1998, dan . Skor indeks kinega produktivitas indus tri manufaktur pada t^un 1998 di Indonesia sangat bervariasi, di mana terdapat tiga jenis industri manufaktur yang memiliki indeks produktivitas di atas rata-rata . i atas skor . , yaitu: industri pengolahan lainnya . omor kode 39, skor = 187. , industri barang dari logam, mesin dan peralatannya . omor kode 38, skor = 169. , dan indus tri makanan, minuman, dan tembakau . o mor kode 31, skor= 146. , dan enam jenis industri yang memiliki indeks produktivitas di bawah rata-rata . i bawah skor . , yaitu: industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia, minyak bumi, batu bara, karet dan plastik . omor kode 35, skor = 97. JEPVol 6. No. 2,2001 Vincent Gaspersz. Analisis Tingkat Produktivitas Industri Manufaktur,. ISSN: 1410-2641 industri kayu dan barang-barang dari kayu, termasuk perabot rumah tangga . omor kode 33, skor = 96. , industri tekstil, pakaian jadi dan kulit . omor kode 32, skor = 83. , industri kertas dan barang-barang dari kertas, percetakan dan penerbitan . o mor kode 34, skor = 62. , industri logam dasar . omor kode 37, skor = 40. , dan industri barang galian bukan logam, kecuali minyajc bumi dan batu bara . omor kode 36, skor= 15. Studi penelitian ini menemukan bahwa industri logam dasar . omor kode . memberikan kontribusi negatif terbesar pada rendahnya tingkat pertumbuhan produktivitas industri manufaktur di Indonesia selama periode 1990-1998, sehingga disarankan kepada pembuat kebijakan dalam industri logam dasar agar memperhatikan secara serius tentang kinega produktivitas' yang rendah dalam industri logam dasar ini, dan berupaya memperbaikinya di masa raendatang. Tabel 6. Produktivitas Energi dari Industri Manufakturdi Indonesia, 1990-1998 Kode Industri Produktivitas Produktivitas Energi 1990 Ene^l 1998 Rata-rata Laju Peningkatan per Ranking Tingkat Tatiun*) Energi 1998 ProduklVltas {%) Total A) dibitung berdasarkan nimus: r=e hfp-'SMw-twflj/e _ i. rf/ . nana r adalab rata-fata laju peningkalan produktivitas. P-1990 dan P'1998 adalah produktivitas pada tabun 1990 dan 1998, konstanta 8 adalab banyaknya tahun selamaperiode 1990-1998 . , serta e adalah bilangan dasarlogantma natural. JEPVolB. No. 2,2001 Vincent Gaspersz. Analisis Tingkat Produktivitas Industri Manufaktur. ISSN: 1410-2641 Tabel 7 IndeksTingkatEfisiensi Pengeluaran BiayaEnergi dalam Industri Manufakturdl Indonesia pada Tahun 1998 Kode Industri Jenis Industri Produktivitas Indeks Efisiensi Tingkatine- Energi 1998T (Produkthritas EnergiTertinggi = . fislensi T^- hadap Industri Berkode 39 (%) Pengolahan lainnya Barangdari logam, mesin dan pera- Makanan, minuman dan tembakau Kayu dan barang-barang dari kayu, terniasuk perabot rumah tanqga Kimia dan barang-barang dari bahan kimia, minyak bum!, batu bara. Tekstii, pakaian jadi dan kulit Kertasdan barang-barangdari ker- tas, percetakan dan penerbitan Loqam dasar Baranggalian bukanlogam, kecuali karet dan plastlk minyak bum! dan batu bara *) Nilai Produktivitas flnggiMenunjukkan Tingkat Efisiensi yang Vnggi. Tabel 8. Skor Indeks Klnerja Produktivitasdari IndustriManufaktur dl Indonesia, 1998 Kode Industri X-bar Skor Indete Ranking Ai JEPVoia. No. ISSN: 1410-2641 Vincent Gaspersz, /\/iaffs/s Tlngkat PmduktMtas Industri Manufaktur. DAFTAR PUSTAKA