Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 562-569 Transformasi Keuangan UMKM melalui Digitalisasi : Pelatihan dan Pendampingan Aplikasi Pencatatan Keuangan pada Komunitas Preman Super Eny Zuhrotin Nasyiah*. Umi Nandiroh Universitas Islam Malang. Indonesia. *Corresponding Author. Email: eny_zu@unisma. Abstract: This community service activity aims to enhance digital financial literacy through the use of financial recording applications for the Preman Super MSME community in Malang City. The method consisted of five stages: needs assessment, basic financial management training, digital application training, intensive mentoring, and evaluation and reflection. Data collection was carried out through interviews, observations, and the distribution of questionnaires. The evaluation of the activity was conducted by analyzing the results of the questionnaires, comparing data before and after the activity. The instrument distributed focused on digital financial literacy knowledge. The results of this service activity showed a significant improvement in participants' understanding and skills in recording transactions, separating personal and business finances, and preparing simple cash flow reports using applications such as BukuKas and Lummo. PreAepost test evaluations and practical observations indicated that more than 80% of participants experienced an increase in financial literacy and began consistently applying digital financial recording. This activity had a tangible impact on the partner community and holds the potential to be replicated for other MSME communities facing similar challenges. Article History: Received: 01-06-2025 Reviewed: 05-07-2025 Accepted: 20-07-2025 Published: 25-08-2025 Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital melalui penggunaan aplikasi pencatatan keuangan bagi Komunitas UMKM Preman Super di Kota Malang. Metode yang digunakan meliputi lima tahapan: survei kebutuhan, pelatihan manajemen keuangan dasar, pelatihan aplikasi digital, pendampingan intensif, serta evaluasi dan refleksi. Adapun pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi, dan penyebaran angket. Evaluasi kegaiatan ini dilakukan dengan menganalisis hasil penyebaran instrument angket. Dengan membedakan data sebelum dan sesudah Instrument yang disebar memuat wawasan literasi digital keuanagn. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam mencatat transaksi, memisahkan keuangan, serta menyusun laporan arus kas sederhana menggunakan aplikasi seperti BukuKas dan Lummo. Evaluasi preAepost test serta observasi praktik menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan literasi keuangan dan mulai menerapkan pencatatan digital secara konsisten. Kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi mitra dan berpotensi direplikasi untuk komunitas UMKM lain yang menghadapi tantangan serupa. Sejarah Artikel: Diterima: 01-06-2025 Direview: 05-07-2025 Disetujui: 20-07-2025 Diterbitkan: 25-08-2025 Key Words: MSMEs. Financial Literacy. Digitalization. Training. Kata Kunci: UMKM. Literasi Finansial. Digitalisasi. Pelatihan. How to Cite: Eny Zuhrotin Nasyiah, & Nandiroh. Transformasi Keuangan UMKM melalui Digitalisasi : Pelatihan dan Pendampingan Aplikasi Pencatatan Keuangan pada Komunitas Preman Super. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 6. , 562-569. https://doi. org/10. 33394/jpu. https://doi. org/10. 33394/jpu. This is an open-access article under the CC-BY-SA License. Pendahuluan UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. di Indonesia memegang peranan strategis dalam menggerakkan ekonomi rakyat. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM . , lebih Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 562-569 dari 64 juta UMKM menyumbang sekitar 60,3% terhadap PDB nasional dan menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia (Sarfiah et al. , 2. Namun, tantangan utama yang masih dihadapi oleh UMKM adalah rendahnya kemampuan manajerial, terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital (Terenggana et al. , 2. Salah satu aspek krusial dalam manajemen usaha yang masih lemah adalah pencatatan dan pengelolaan keuangan yang akurat, transparan, dan berbasis digital (Januariyansah et al. , 2. Di era digital saat ini, literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan perangkat teknologi(SaAodiyah et al. , 2. , tetapi juga mencakup pemahaman dalam mengelola informasi dan aplikasi digital secara strategis, termasuk dalam bidang keuangan (Ehret & Rowsell, 2. Sayangnya, banyak pelaku UMKM belum mampu memanfaatkan perangkat digital, seperti aplikasi pencatatan keuangan atau platform pembayaran digital, secara optimal (Keuangan et al. , 2. Hal ini berdampak pada keterbatasan mereka dalam membuat keputusan finansial berbasis data, mengakses pembiayaan formal, hingga mengembangkan usahanya secara berkelanjutan (Yulia & Zuhriyah, 2. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Komunitas UMKM Preman Super, beralamatkan di Kota Malang. Komunitas UMKM ini memproduksi makanan dan minuman, fashion serta produk lainnya. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah ketidakteraturan dalam pencatatan keuangan, tidak adanya pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, serta rendahnya pemahaman terhadap fitur-fitur teknologi finansial yang relevan dengan kebutuhan UMKM. Kondisi ini menyebabkan kesulitan dalam evaluasi usaha dan pengambilan keputusan bisnis yang tepat. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pelaku UMKM dalam aspek pengelolaan keuangan melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi keuangan digital. Solusi yang ditawarkan mencakup pengenalan aplikasi pencatatan keuangan berbasis mobile . eperti BukuKas. Lummo, atau sejenisny. , edukasi manajemen kas sederhana, serta pelatihan penyusunan laporan keuangan dasar. Kegiatan ini dirancang agar pelaku UMKM mampu mengelola arus kas, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung keberlanjutan usahanya (Management & 2011, 2. Kegiatan pengabdian ini memiliki nilai orisinalitas karena mengintegrasikan literasi digital dengan edukasi finansial berbasis praktik langsung (Habib Auwal Abubakar, 2. , yang belum banyak diangkat dalam kegiatan pengabdian masyarakat serupa (Potrich et al. , 2. Dengan pendekatan partisipatif dan kontekstual sesuai kebutuhan mitra, diharapkan program ini dapat menjadi model pendampingan berkelanjutan untuk mendukung digitalisasi UMKM secara nyata. Metode Pengabdian Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dan praktik langsung . xperiential learnin. untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan mitra dalam mengelola keuangan secara digital (Wekke, 2. Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan selama 3 bulan Mulai Desember 2024- Februari 2025. Berikut tahapan kegiatan yang dilaksanakan. Table 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Tahap Kegiatan Survei awal & analisis kebutuhan Pelatihan literasi keuangan dasar Waktu Minggu ke-1 Minggu ke-2 Output Peta permasalahan keuangan & digitalisasi Pemahaman manajemen kas & Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Pelatihan penggunaan aplikasi keuangan digital (BukuWarung Pendampingan intensif Evaluasi & refleksi bersama Minggu ke-3Ae Bulan ke-2 & Akhir bulan Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 562-569 pemisahan dana Penguasaan penggunaan aplikasi dasar Laporan keuangan sederhana Umpan balik, peningkatan Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode demonstrasi langsung penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital, simulasi pencatatan transaksi harian, diskusi kelompok untuk berbagi pengalaman, serta pendampingan individual secara berkala (Anwar & Yulia, 2. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan mitra tidak hanya memahami secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan digital secara praktis dalam operasional usaha sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh berbagai alat dan sumber daya yang relevan, antara lain aplikasi pencatatan keuangan digital yaitu BukuWarung yang dapat dapat diunduh di Playstore melalui perangkat smartphone masing-masing mitra. Selain itu, tim pengabdian menyusun modul pelatihan berbasis infografis untuk memudahkan pemahaman materi. Kegiatan ini melibatkan tiga dosen dan dua mahasiswa sebagai fasilitator serta mitra lokal, yaitu koordinator komunitas UMKM Preman Super, yang berperan aktif dalam mobilisasi peserta dan kelancaran kegiatan. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui kombinasi kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan literasi keuangan digital mitra, observasi langsung selama praktik penggunaan aplikasi, serta analisis capaian output seperti kemampuan memisahkan keuangan pribadi dan usaha, konsistensi pencatatan transaksi, dan penyusunan laporan keuangan sederhana. Evaluasi ini bertujuan memastikan bahwa intervensi yang diberikan berdampak nyata terhadap peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan UMKM secara digital. Evaluasi ini dilakukan dengan membagikan instrumen angket sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian. Angket ini dikembangkan sesuai dengan pengetahuan dan ketrampilan digital. Dari angket ini tim pengabdian mncari validasi dengan melakukan kegiatan pengambilan data lanjutan, melalui wawancara mendalam. Dari data-data yang diperoleh, tim pengabdian menganalisis dan mereduksi data, lalu melakukan penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil Pengabdian dan Pembahasan Pada tahap survei awal, tim pengabdi melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan pengurus serta anggota Komunitas UMKM Preman Super. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha tidak memiliki sistem pencatatan keuangan yang baku, dan masih mencampur antara uang pribadi dan usaha. Selain itu, sebagian besar peserta belum pernah menggunakan aplikasi keuangan digital, bahkan tidak mengetahui fitur-fitur dasar seperti pencatatan transaksi atau laporan arus kas. Informasi ini menjadi dasar penyusunan modul pelatihan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mitra. Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 562-569 Gambar 1. Dokumen Survei Pada tahap pelatihan literasi keuangan dasar, peserta diperkenalkan terlebih dahulu pada konsep dasar manajemen keuangan mikro yang relevan dengan skala usaha mereka. Materi dimulai dari pemahaman mengenai pentingnya pencatatan arus kas masuk . enjualan, piutang, moda. dan kas keluar . iaya produksi, operasional, dan pengeluaran pribad. Febriansyah et al. , 2. Peserta diajak untuk mengidentifikasi jenis-jenis transaksi yang terjadi dalam usaha mereka masing-masing dan mencatatnya secara manual dalam format Selanjutnya, diberikan penekanan pada urgensi pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha, karena banyak peserta sebelumnya mencampur keduanya sehingga sulit melakukan evaluasi usaha secara objektif. Melalui simulasi kasus, peserta belajar membuat buku kas harian dan laporan arus kas mingguan secara manual dengan panduan lembar kerja yang disiapkan oleh tim pengabdian. Untuk mendukung pemahaman tersebut, pelatihan dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif yang mengangkat contoh kasus nyata dari pelaku UMKM dalam komunitas, termasuk kesalahan umum yang sering terjadi dalam pencatatan, seperti tidak mencatat pembelian bahan baku kecil atau mencampur dana belanja rumah tangga dengan uang usaha. Materi disampaikan dengan pendekatan kontekstual dan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh peserta dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Beberapa peserta juga diberi kesempatan mempresentasikan laporan keuangan sederhana versi mereka untuk dikoreksi dan diperbaiki bersama. Hasil Analisis Wawasan Digital Penggunaan Alat Digital Sebelum Ketrampilan digital Kebermanfaatan Sesudah Gambar 2. Bagan Hasil Analisis Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 562-569 Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis peserta dalam mengelola keuangan secara lebih terstruktur, yang menjadi dasar penting sebelum mereka memasuki tahap pelatihan digitalisasi keuangan. Gambar 3. Pelaksanaan Pelatihan Pada tahap pelatihan penggunaan aplikasi digital, peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung cara mengunduh, menginstal, dan mengoperasikan aplikasi pencatatan keuangan seperti BukuWarung pada perangkat smartphone masing-masing. Pelatihan ini dilakukan dalam bentuk sesi praktik bertahap yang difasilitasi oleh tim Materi awal mencakup pengenalan antarmuka aplikasi, pengaturan awal akun pengguna, serta penyesuaian kategori transaksi sesuai dengan jenis usaha peserta . penjualan makanan, pembelian bahan baku, ongkos produksi, dan beberapa kegiatan lainny. Peserta dibimbing untuk mencatat transaksi secara real-time, termasuk pencatatan penjualan tunai, piutang, pengeluaran harian, serta input saldo awal kas usaha. Selanjutnya, peserta diajarkan cara memanfaatkan fitur-fitur tambahan dalam aplikasi, seperti pencatatan utang-piutang pelanggan, pengelompokan transaksi berdasarkan tanggal atau kategori, serta cara membaca ringkasan laporan keuangan otomatis yang dihasilkan oleh aplikasi. Tim juga mengenalkan fitur pengingat pembayaran dan pencatatan stok barang jika tersedia dalam versi aplikasi yang digunakan. Untuk memperdalam pemahaman, setiap peserta diberikan tugas individu mencatat transaksi harian usahanya selama satu minggu menggunakan aplikasi, yang kemudian dievaluasi bersama dalam sesi Hambatan yang muncul, seperti kesulitan dalam mengoperasikan fitur tertentu atau ketidakterbiasaan dengan istilah keuangan digital, diselesaikan secara langsung melalui pendampingan intensif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa lebih percaya diri dalam mencatat transaksi secara digital dan mulai meninggalkan pencatatan manual yang selama ini tidak konsisten. Gambar 4. Kegiatan Pendampingan Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 562-569 Pada tahap pendampingan intensif, peserta dibimbing secara rutin dan personal untuk mengimplementasikan pencatatan keuangan digital dalam aktivitas usaha mereka sehari-hari. Pendampingan dilakukan secara berkala selama dua bulan melalui kunjungan lapangan dan sesi daring individual menggunakan aplikasi WhatsApp, tergantung kebutuhan dan ketersediaan peserta. Setiap peserta diminta untuk melakukan pencatatan transaksi usaha mereka secara konsisten menggunakan aplikasi yang telah dipelajari (BukuWarun. , mulai dari pemasukan, pengeluaran, hingga pencatatan utang-piutang. Tim pengabdian melakukan pemantauan mingguan terhadap penggunaan aplikasi, memberikan masukan teknis jika ditemukan kesalahan pencatatan, serta memberikan motivasi agar peserta menjaga konsistensi pencatatan. Selain bimbingan teknis, pendampingan juga berfungsi sebagai forum konsultasi manajerial sederhana, di mana peserta dapat berkonsultasi mengenai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan usaha sehari-hari, seperti pengaturan modal kerja, harga pokok penjualan, atau pengelolaan stok. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun kepercayaan dan kedekatan antara fasilitator dan peserta, sehingga proses belajar berlangsung lebih alami dan Beberapa peserta yang sebelumnya merasa ragu dalam menggunakan teknologi mulai menunjukkan peningkatan kemandirian dalam mencatat dan menganalisis keuangan Secara keseluruhan, tahap ini menjadi fase krusial dalam memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan benar-benar terinternalisasi dan diterapkan secara berkelanjutan dalam praktik bisnis masing-masing mitra. Tahap evaluasi dan refleksi akhir dilakukan untuk mengukur sejauh mana kegiatan pelatihan dan pendampingan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas mitra dalam pengelolaan keuangan berbasis digital. Evaluasi dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Secara kuantitatif, tim pengabdian menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar manajemen keuangan dan pengoperasian aplikasi digital. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata sebesar 32% dari hasil pre-test ke post-test, yang mencerminkan peningkatan signifikan dalam aspek literasi keuangan dan digital. Selain itu, observasi langsung terhadap hasil pencatatan di aplikasi menunjukkan bahwa 85% peserta sudah mencatat transaksi harian secara konsisten selama minimal empat minggu. Sementara itu, secara kualitatif, refleksi bersama dilakukan melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) di akhir program untuk menggali pengalaman, tantangan, dan perubahan sikap peserta terhadap pengelolaan keuangan usaha. Banyak peserta mengaku merasa lebih percaya diri dalam membuat keputusan finansial karena memiliki data keuangan yang lebih akurat dan mudah diakses. Beberapa peserta bahkan mulai menggunakan data laporan aplikasi untuk mempertimbangkan pengambilan kredit usaha rakyat (KUR) atau ekspansi usaha kecil mereka. Namun, beberapa kendala juga teridentifikasi, seperti keterbatasan perangkat . martphone dengan spesifikasi renda. dan kurangnya dukungan dari anggota keluarga dalam proses pencatatan. Hasil refleksi ini menjadi masukan penting untuk merancang program lanjutan dan penguatan kapasitas UMKM berbasis teknologi digital secara berkelanjutan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan partisipatif yang dikombinasikan dengan pendampingan intensif terbukti efektif dalam meningkatkan literasi keuangan digital bagi pelaku UMKM. Hal ini sejalan dengan Januariyansyah yang menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan kontekstual lebih mampu meningkatkan keterampilan fungsional pelaku usaha mikro dibanding pendekatan ceramah konvensional (Januariyansah et al. , 2. Peningkatan pemahaman peserta terhadap Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 562-569 pentingnya pencatatan keuangan dan penggunaan aplikasi digital menunjukkan bahwa solusi yang ditawarkan selaras dengan kebutuhan aktual mitra. Selain itu, keberhasilan sebagian besar peserta dalam memisahkan keuangan pribadi dan usaha menjadi indikator penting bahwa aspek edukasi manajerial sederhana juga berhasil diinternalisasi. Adopsi aplikasi seperti BukuWarung oleh para peserta menandakan terjadinya transformasi perilaku digital dalam pengelolaan usaha, yang merupakan komponen kunci dalam upaya digitalisasi UMKM. Penggunaan aplikasi ini tidak hanya mempermudah pencatatan transaksi, tetapi juga memungkinkan pelaku UMKM untuk memperoleh laporan keuangan secara otomatis, yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis berbasis data (Terenggana et al. , 2. Hasil refleksi menunjukkan bahwa ketika pelaku usaha memiliki akses terhadap informasi keuangan yang akurat dan real-time, mereka cenderung lebih percaya diri dalam merencanakan pengembangan usaha. Meskipun beberapa kendala teknis masih ditemukan, seperti keterbatasan perangkat dan literasi digital awal yang rendah, keberhasilan program ini membuktikan bahwa pendekatan yang tepat dapat menjembatani kesenjangan digital di kalangan UMKM lokal. Oleh karena itu, model (Januariyansah et al. pelatihan dan pendampingan seperti ini memiliki potensi untuk direplikasi dalam skala yang lebih luas, terutama pada komunitas UMKM dengan karakteristik serupa. Kesimpulan Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep dasar pengelolaan keuangan, mulai dari pencatatan transaksi, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, hingga penyusunan laporan arus kas sederhana. Capaian lainnya adalah meningkatnya kemampuan peserta dalam mengoperasikan aplikasi digital keuangan dan penerapan pencatatan secara konsisten dalam praktik usaha sehari-hari. Dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung, kegiatan ini berhasil memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas manajerial mitra dan dapat menjadi model pendampingan yang aplikatif untuk mendukung digitalisasi UMKM secara berkelanjutan. Saran Sebagai bentuk keberlanjutan dari kegiatan ini, disarankan agar pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital tidak hanya dilakukan sekali, melainkan dilanjutkan dengan sesi evaluasi berkala dan penguatan kapasitas lanjutan yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan anggota komunitas Preman Super. Kegiatan seperti ini bisa diinisiasi oleh pemerintah daerah di Jawa Timur secara rutin Selain itu, kolaborasi dengan lembaga keuangan, dinas koperasi, atau mitra teknologi lokal perlu dijajaki agar transformasi digital UMKM ini mendapatkan dukungan yang lebih luas dan berdampak jangka panjang dalam mendorong kemandirian ekonomi komunitas Daftar Pustaka