Jurnal Riset Media Keperawatan ISSN: 2527-368X (Prin. 2621-4385 (Onlin. Efektivitas Internet Cognitive Behavioral Theraphy Terhadap Kualitas Hidup Penyintas Kanker Payudara: Literature Review Cicirosnita Jayadi Idu1. Rizka Nurcahyani2. Rizki Fadilah3. Rifa Asmieza Al Haq4. Putri Sukma Dewi5. Satrio Nur Fadhilah6 1 ,2,3 Program Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Yatsi Madani. Tangerang. Indonesia *cicirosnita@uym. id, nurcahyanirizzka@gmail. *corresponding author Abstrak Kanker payudara adalah jenis kanker dengan prevalensi tertinggi menarik perhatian wanita dunia secara luas dan menimbulkan dampak psikososial jangka panjang, termasuk kecemasan, depresi, insomnia, serta penurunan kualitas hidup. Seiring meningkatnya jumlah penyintas, dibutuhkan intervensi psikologis yang efektif dan mudah diakses. Internet Cognitive Behavioral Therapy (ICBT) hadir dengan potensi besar sebagai solusi inovatif berbasis teknologi digital. Penelitian ini mengkaji efektivitas ICBT dalam meningkatkan kualitas hidup penyintas kanker payudara melalui kajian literatur berbasis bukti. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan sistematis. Data diperoleh dari PubMed. ScienceDirect, dan ResearchGate dengan rentang publikasi 2020Ae2025. Seleksi artikel dilakukan menggunakan kerangka PICOS, dengan kriteria inklusi studi eksperimental seperti RCT, quasi-eksperimen, pilot-RCT, dan studi feasibility. Kualitas metodologi dinilai menggunakan instrumen JBI. Hasil dari 249 artikel yang diidentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil menunjukkan ICBT efektif menurunkan gejala kecemasan, depresi, insomnia, dan distress, serta meningkatkan fungsi kognitif, kemampuan koping, dan kualitas hidup penyintas kanker payudara. Intervensi berbasis digital terbukti fleksibel, mudah diakses, dan diterima baik oleh pasien. Namun, tingkat efektivitas dapat bervariasi tergantung stadium kanker, jenis terapi medis, serta kondisi psikososial pasien. Kesimpulan yang didapatkan ICBT merupakan intervensi psikososial inovatif yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kualitas hidup penyintas kanker payudara. Penerapannya berpotensi besar untuk diintegrasikan dalam sistem pelayanan kesehatan modern di masa depan, dengan penyesuaian konten sesuai kebutuhan individual pasien. Kata kunci: ICBT. Kanker Payudara. Kualitas Hidup. Effectiveness of Internet-Based Cognitive Behavioral Therapy on Quality of Life Among Breast Cancer Survivors: Literature Review Abstract Breast cancer is the most malignancy among women worldwide and is associated with long-term psychosocial burdens such as anxiety, depression, insomnia, and impaired quality of life. Given the rising number of survivors, effective and accessible psychological interventions are essential. Internet Cognitive Behavioral Therapy (ICBT) emerged as a promising digital solution. Objective to evaluate the effectiveness of ICBT in improving quality of life among breast cancer survivors. A systematic literature review was conducted using PubMed. ScienceDirect, and ResearchGate, focusing on studies published between 2020Ae2025. Article selection followed the PICOS framework, including randomized controlled trials (RCT. , quasi-experiments, pilot RCTs, and feasibility studies. Methodological quality was assessed using Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tools. The Results: From 249 identified studies, 10 met inclusion criteria. Evidence demonstrated that ICBT greatly diminished signs of depression, anxiety, insomnia, and distress, while improving cognitive function, coping ability, and overall quality of life for people who have recovered from breast cancer. The interventions were found to be flexible, accessible, and well-accepted. However, variations in effectiveness were observed depending on cancer stage, ongoing treatments, and psychosocial conditions. Conclusion: ICBT is an effective and innovative psychosocial intervention that enhances quality of life in breast cancer survivors. Its integration into healthcare systems is highly recommended, with tailored content to meet individual patient Keywords: ICBT. Breast Cancer. Quality of Life. PENDAHULUAN Selama periode kanker terhadap wanita telah menjadi isu penting global, menarik perhatian dunia secara luas dan juga dianggap masalah serius dalam kesehatan global. Kasus data dari International Agency for Research on Cancer (IARC), didapatkan 18,1 juta kasus kanker seluruh dunia tahun 2018, dengan tingkat kematian sebesar 53 persen. Angka ini meningkat menjadi 20 juta dan 9,7 juta sekitar 48,5 persen tahun 2022. Tren ini diperkirakan akan terus meningkat secara signifikan, dengan estimasi mencapai 35 juta kasus kanker di seluruh dunia pada tahun 2050, yang mencerminkan lonjakan sekitar 57%. Dengan total 2,3 juta kasus di seluruh dunia, kanker payudara jenis kanker kedua paling umum terjadi (Amidi et al. , 2. Setiap tahunnya, terdapat 2,09 juta wanita terdiagnosis kanker payudara. Meskipun pengobatan intensif seperti pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi telah banyak menyelamatkan nyawa, fase pasca pengobatan masih minim mendapat dukungan psikososial. Padahal, antara 25% dan 52% penyintas kanker payudara mengalami tekanan yang signifikan secara klinis, termasuk kelelahan, depresi, kecemasan, dan gangguan kualitas hidup yang dapat berlangsung dalam jangka panjang (Akkol-Solakoglu et al. , 2. Pada Asia Tenggara, khususnya Indonesia, kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker dominan di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (Globoca. di tahun 2020, sebagai catatan yaitu 68. 858 kasus terbaru kanker payudara yang mewakili sekitar 16,6 persen dari 396. 914 kasus terjadi Indonesia (Almunawwarah et al. Menurut survey Riskesdas, data kasus tumor atau kanker terus terjadi lonjakan dari 1,4 seribu masyarakat tahun 2013 berubah 1,79 per seribu warga pada Provinsi dengan prevalensi kanker tertinggi di Indonesia adalah kawasan Yogyakarta, yaitu 4,86 seribu masyarakat. Posisi berikutnya ditempati Sumatera Barat 2,47 di 1. 000 warga, serta Gorontalo 2,44 dengan seribu masyarakat. Beragam risiko kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi protein serupa dengan daging merah yang terdapat hormon eksogen, penggunaan kontrasepsi oral, konsumsi alkohol, dan kebiasaan merokok turut berkontribusi terhadap prevalensi ini (Almunawwarah et al. , 2. Internet Cognitive Behavioral Therapy (ICBT) merupakan metode psikologis yang memadukan prinsip-prinsip terapi perilaku kognitif dengan teknologi digital, termasuk aplikasi dan situs web. ICBT membantu seseorang mengenali dan merubah pola pikir negatif, membangun keterampilan yang lebih efektif, serta meningkatkan respons mereka terhadap situasi yang memicu munculnya gejala. Berdasarkan penelitian Holtdirk tahun 2021, menunjukkan efektivitas Optimun, intervensi ICBT baru untuk penderita kanker payudara, dalam memfasilitasi peningkatan kualitas hidup dan kebiasaan Hasil penelitiannya intervensi optimune paling berdampak pada Quality of Life (QoL) psikologis (Holtdirk et al. Pada penelitian Akkol tahun 2021, efek jangka panjangnya pada pengurangan depresi dan peningkatan kualitas hidup pada pasien kanker payudara juga telah dibuktikan melalui uji RCT. dengan tindak lanjut 11 tahun. Sebuah intervensi ICBT mengajarkan keterampilan mengatasi adaptif untuk mengelola stres sehari-hari dan mendorong penggunaan sumber daya sosial mengurangi tingkat depresi di kalangan wanita dengan kanker payudara (Akkol-Solakoglu et al. , 2. Menurut hasil penelitian Haneczok tahun 2023, menunjukkan bahwa adanya perbedaan dari seluruh parameter yang diukur, hanya kelompok yang menggunakan aplikasi Vol. 8 No. 2 December 2025 | 215 berbasis penurunan kecemasan secara signifikan (Haneczok et al. , 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, kajian literatur mengenai efektivitas ICBT dalam meningkatkan kualitas hidup penyintas kanker payudara penting Hasilnya dapat menjadi dasar ilmiah untuk pengembangan kebijakan dan program intervensi psikososial berbasis teknologi digital, khususnya di Indonesia. BAHAN DAN METODE Penelitian ini memakai desain literature review. Ebidor & Ikhide . menjelaskan bahwa literature review merupakan proses analisis kritis terhadap berbagai sumber yang telah dipublikasikan terkait suatu topik tertentu. Tujuan utamanya adalah memberikan tinjauan menyeluruh sekaligus landasan rasional bagi suatu penelitian, sehingga dapat metodologi dan pemahaman yang utuh ilmiah terkini. Pada penelitian ini menerapkan pendekatan sistematis, dimana seleksi artikel yang dipilih berdasarkan desain studi eksperimental seperti Randomized Controlled Trial (RCT), pilot-RCT. Quasieksperimen. Study feasibility, dan Singlearm pilot study. Kajian ini memiliki sifat informasi sekunder peneliti terdahulu, kritis analitis, serta disusun secara mengintegrasikan temuan ilmiah yang relevan, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi praktik berbasis bukti . vidence-based penerapan Internet Cognitive Behavioral Therapy (ICBT) dalam meningkatkan kualitas hidup penyintas kanker payudara. Basis data sekunder inti penelitian berasal dari jurnal serta artikel relevan melaui topik yang dibahas, ditemukan melalui pencarian internet memakai tiga database, yakni PubMed. Science Direct, serta ResearchGate. Pencarian jurnal menggunakan Boolean Operator yaitu AND. OR. NOT, dan Keyword . ata kunc. Untuk pencarian di PubMed dan ResearchGate menggunakan kata kunci ("Breast Cancer" OR "breast cancer survivors") AND ("internet-delivered cognitive behaviour " OR "ICBT" OR "Webbased "cognitive behavioral therapy" OR "digital cognitive behavioral therapy" OR "Internet intervention") AND ("anxiety" OR "depression" OR "insomnia" OR "mental state" OR "quality of life"), sedangkan untuk pencarian di Science Direct kata kunci yang digunakan, yaitu "Breast AND ("internet-delivered cognitive behaviour " OR "ICBT" OR "Web-based cognitive-behavioral" OR "CBT-based mobile application" ) AND ("mental state" OR "anxiety" OR "insomnia" OR "quality of life". HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Hasil dan Analisis Artikel Penulis Metode (Desain. Sample/Subyek. Variabel. Instrumen. Analysi. Selin InternetAadeliv Desain: Randomised AkkolAaSola ered cognitive Controlled Trial Sample: 72 penyitas David kanker payudara Hevey Variabel: Distress and anxiety in (HADS-T). Depresi Volume 32, breast cancer (HADS-D). Kecemasan (HADS-A). Kualitas No 3 Results from Hidup (EORTC QLQ), 216 | Pages 214-223 Judul Hasil Penelitian Data Penelitian ini menunjukkan ICBT efektif menurunkan, terutama setelah 2 bulan. Meski perbedaan skor HADS belum signifikan saat akhir intervensi, pada pemantauan 2 bulan kemudian menjadi signifikan Penurunan skor HADS total . = Oe0,. PubMed a randomised Kekhawatiran dan Kekambuhan (CWC). Coping aktif dan menghindar (Brief COPE). Dukungan Sosial (MOS-. Instrumen: HADS untuk mengukur kecemasan dan depresi. EORTC QLQC30 untuk kualitas hidup. CWS untuk kekhawatiran kanker. Brief COPE untuk strategi koping, serta MOS-s untuk dukungan sosial. Analysis: Linear Mixed Model (LMM) dengan Intention-to-Treat. Chisquare, dan t-test. Desain: Mixed methods pilot and Feasibility single-arm dengan metode eksperimental Subyek: 27 penyintas kanker dewasa . % kanker payudar. , mayoritas perempuan rata-rata usia 56 tahun, dengan gejala depresi/kecemasan sedangAeberat. Variabel: Depresi (PHQ. , kecemasan (GAD-. , distress (K. , kualitas hidup (FACT-G), kepuasan terapi. Instrumen: Patient Health Questionnaire-9. Generalized Anxiety Disorder-7. Kessler Psychological Distress Scale. Functional Assessment of Cancer Therapy-General, wawancara kualitatif. Analysis: Uji t berpasangan, ukuran efek CohenAos d, dan analisis Desain: Randomised Murphy. Newby. Butow. Joubert. Kirsten. Shaw. Shepherd Andrews . Volume 30. No A mixed methods pilot and feasibility open trial of . CanADAPT Advance. for people with cancer with and/or anxiet Sheila N Randomized kecemasan . = Oe0,. , dan depresi . = Oe0,. Penurunan gejala pada ICBT tergolong sedang hingga besar, sementara TAU tidak Dukungan sosial meningkat signifikan pada ICBT . = 0,. aktif hampir signifikan . = 0,. Pemulihan reliabel: ICBT 55,6% . khir intervens. 61,1% . TAU 8,3% jadi 16,7%. Tidak ada peserta ICBT yang memburuk. Kepatuhan tinggi: 84,9% memulai, 52,8% menyelesaikan seluruh sesi Rata-rata 16 kali masuk, durasi total A4 jam 20 Hasil ini mendukung ICBT sebagai terapi Hasil ini menegaskan efektivitas ICBT sebagai alternatif terapi psikologis yang mudah diakses bagi penyintas kanker payudara (Akkol-Solakoglu & Hevey, 2. Dari hasil ditemukan PubMed terjadinya penurunan signifikan depresi . = 1,. , kecemasan . = 1,. , distress . = 1,. dari pre- ke post-intervensi. Kualitas hidup meningkat . = 0,. Penyelesaian modul 73% . ata-rata 6,3/8 modu. Kepuasan tinggi, peserta menyukai fleksibilitas & efektivitas, dengan saran peningkatan personalisasi konten (Murphy et al. , 2. Hasil menunjukkan CBTAcI PubMed Vol. 8 No. 2 December 2025 | 217 Garland. Joshua Tulk. Jos ye Savard . J Rash. So Browne. Robin Urquhart. Melanie Seal,John Thoms. Kara Laing Controlled Trial of Virtually Delivered Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia to Address Perceived CancerRelated Cognitive Impairment in Cancer Survivors . Volume 42. No Laura B. Oswald. Jennifer MoralesAcC ruz. Sarah Eisel. Jocelyn Del Rio. Aasha. Hoogland. Vanessa OrtizAcRosa do. Grace SotoAcLope. Edgar RodriguezAc Rivera. Josye Savard. Eida Castro. Heather S. Jim. Brian D. Gonzalez Volume Ali Amidi A,Cecilie Buskbjerg. Malene F. Damholdt. Jesper Dahlgaar. Frances P. Thorndike Pilot trial of eHealth cognitiveAcbeh therapy for SpanishAcspea king breast Changes in therapy for insomnia in 218 | Pages 214-223 Controlled Trial Subyek: 132 penyintas kanker rata-rata usia 60 tahun . % penderita kanker payudar. dengan insomnia & CancerRelated Cognitive Impairment (CRCI) atau gangguan kognitif terkait Variabel: Insomnia (ISI), perceived cognitive impairment (CRCI), cognitive abilities, kualitas hidup. Instrumen: ISI, pengukuran subjektif kognisi & QoL. Analysis: MixedAceffects models . justasi umur & pendidika. , intention-totreat, analisis mediasi. Desain: Pilot RCT Sample: 30 penyintas kanker payudara Variabel: Insomnia (ISI) dan gangguan tidur (PSQI). Instrumen: ISI untuk menilai keparahan insomnia. PSQI untuk kualitas tidur. TPQ untuk persepsi terhadap pengobatan, serta sleep diary untuk memantau pola tidur harian. Analysis: Deskriptif, ttest. Chi-square. CohenAos virtual menurunkan insomnia (Ae11,35 vs Ae2,67 poin, p < . dan meningkatkan kognisi subjektif . = 0,. , kemampuan kognitif . = 0,. , dan QoL . = 1,. dibanding kontrol. Efek bertahan hingga 6 bulan. Insomnia memediasi efek terhadap kognitif (S. Garland et al. , 2. Desain: Randimized Controlled trial (RCT) Subject: 131 wanita yang dirawat karena kanker payudara dengan gangguan tidur . Variabel: Internet Cognitive Behavioral Therapy . -CBT-I) dan Perubahan pola tidur Kualitas tidur dan tingkat Pubmed keparahan insomnia pada wanita penderita kanker payudara secara keseluruhan mengalami perbaikan jangka panjang setelah menggunakan terapi perilaku-kognitif via internet . -CBT-I). Perbaikan yang diamati dari ISI . ,8% ) dan . ,1% )untuk PSQI . Dari hasil didaptkan PubMed rekrutmen . %) & retensi . %) tinggi. semua ICBT hadir Ou 3 sesi. Kepuasan tinggi . ,56/. Efek sedangAe besar pada insomnia . = 1,. , gangguan tidur . = 1,. , efisiensi tidur . = 0,. Insomnia klinis turun dari 100% ke 60% di ICBT vs 83% di kontrol. Intervensi layak, diterima, dan efektif (Oswald et al. , 2. Dan Lee Ritterband FRobert Zacharias . Volume: treated for cancer: A 3year followup assessment Lynne I. Wagner. Janet A. Tooze. Daniel L. Hall Beverly J. Levine. Jennifer Beaumont. Jenna Duffecy. David Victorson. William Gradishar. Joseph Leach. Thomas Saphner. Keren Sturtz. Mary Lou Smith. Frank Penedo David C. Mohr. David Cella. Volume Franziska Holtdirk. Anja Mehnert. Mario Weiss. Johannes Mayer. Bjyrn Meyer. Peter Bryde. Targeted eHealth Intervention to Reduce Breast Cancer SurvivorsAo Fear of Recurrence: Results From the FoRtitude Randomized Trial Results of the Optimune trial: A novel Internet for breast Instrumen : Indeks Kualitas Tidur Puttsburg (PSQI), tingkat keparahan insomnia (ISI), wawancara Neuropsikiatri internasional mini. FacitFatigue ( FACIT-F). Back Depression Inventory (BDI-II) Analisys: uji-t, uji fisher, uji Chi Square, mixed linear models (MLM). ANNOVA, pearsonAos correlation Coefficient , dan model regresi Desain: (Randomized, full factorial tria. Subject: 196 penderita Penyakit Kanker Payudara Variabel: Tiga strategi terapi perilaku kognitif . elaksasi, restrukturisasi kognitif, praktik kekhawatira. dan telecoaching . awancara motivas. dan rasa takut kambuh (Fear of recurrence/FoR) Instrumen: FCRI untuk menilai ketakutan akan kekambuhan kanker. CARS 4-item subscale untuk mengevaluasi kekhawatiran terhadap kekambuhan, serta BCSE untuk mengukur efikasi diri pada penyintas kanker payudara. Analisys: Model efek campuran (Mixed Effects Model. , uji statistik 2 sisi, uji statistik deskriptif, uji T, dan uji Chi Square Namun masih menunjukkan gangguan tidur (Amidi et al. Desain: Randomized Controlled Trial (RCT). subjek : 363 penyintas kanker payudara wanita yang berusia 30-70 tahun Variabel: Intervensi berbasis internet yang disebut Optimune. Kualitas hidup (Quality of life/QoL),Kebiasaan diet (Dietary habit. Aktivitas fisik (Physical Analisis ITT menunjukkan PubMed efek yang signifikan terhadap kualitas hidup QoL . = 0,27, 95% CI: 0,07Ae0,. dan kebiasaan diet . = 0,36, 95% CI: 0,15Ae0,. Namun Efek intervensi pada aktivitas fisik tidak signifikan . = 0,30. 95% CI: 0,10Ae0,. Dengan demikian didapatkan hasil bahwa intervensi Optimune efektif dalam memfasilitasi Intervensi eHealth efektif dalam mengurangi ketakutan akan kekambuhan pada penderita kanker payudara, skor ketakutan akan kekambuhan menurun secara signifikan setelah intervensi Rata-rata skor kepatuhan pada kelompok pertama adalah 26,6 dengan simpangan baku 7,2, sedangkan pada kelompok kedua adalah 21,0 dengan simpangan baku 10,5. Perbedaan ini signifikan secara statistik (P<. menunjukkan bahwa skor kepatuhan pada kelompok pertama secara umum lebih tinggi daripada kelompok kedua (Wagner et al. , 2. Pubmed Vol. 8 No. 2 December 2025 | 219 Maren Claus, dan Carsten Watzl Volume 16, nomor Sheila Garl Joshua Tul Joshua Ras Melanie Se Sondria Br John Thom Kara Laing Robin Urq Josye Sava Volume : Effect Of Virtual Cognitive Behavioral Therapy For Insomnia On Perceived Cognitive Functioning Among Cancer Survivors Haneeczo. Wojtyna. Jarzab. Matkowski . SyskaBielak. KoCodziejc zyk. PaweCczak -Szastok. Kurasz. Krzyows ki. Ostrowski Volume The of a CBTbased mobile for the mental state of women with breast cancer 220 | Pages 214-223 Instrumen: Kualitas hidup diukur dengan WHOQOL-BREF, aktivitas fisik dengan IPAQ, serta kebiasaan diet dengan FQQ. Analisys: Intention-totreat (ITT) analisis. Analyses of Covariance (ANCOVA). Bonferroni adjustment. Analisis Sensitivitas. Perangkat Lunak Statistik Desain: Randomized Controlled Trial (RCT) Subjek: 122 penyintas kanker . % perempuan, 46% kanker payudar. dengan insomnia dan keluhan kognitif Variabel: (CBT-I) dan dampaknya terhadap insomnia, gangguan kognitif yang dirasakan (PCI), kemampuan kognitif yang dirasakan (PCA), serta kualitas hidup (QOL) Instrumen: Insomnia diukur dengan ISI, sedangkan fungsi kognitif dievaluasi menggunakan FACT-Cog. Analisis: Mixed ANOVA . kelompok x 3 wakt. Desain: Randomized Controlled Trial (RCT) Subjek: 78 wanita dengan kanker payudara baru terdiagnosis . kelompok aplikasi, 34 kelompok kontrol/SoC) Variabel: CBT berbasis aplikasi seluler (LivingWell ap. standard care Instrumen: Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) Analisis: Perbandingan skor kecemasan dengan depresi pada 4 kali pengukuran . aseline, minggu ke-6, ke-12, dan ke-. peningkatan kualitas hidup dan kebiasaan diet pada penyintas kanker payudara (Holtdirk et al. , 2. CBT-I virtual yang diberikan Researc pada penyintas kanker dengan h Gate insomnia terbukti menurunkan gejala secara Kelompok CBT-I mengalami rata-rata penurunan skor ISI sebesar . dibanding hanya (-2,. pada kelompok kontrol. Selain itu, terdapat perbaikan fungsi kognitif berupa penurunan PCI . ,7 vs 4,. dan peningkatan PCA . ,8 vs 1,. Dampak negatif fungsi kognitif terhadap kualitas hidup juga berkurang lebih besar pada kelompok CBT-I . ,9 vs 1,. Secara keseluruhan. CBT-I efektif tidak hanya memperbaiki kualitas tidur, namun juga meningkatkan fungsi kognitif dan kualitas hidup penyintas kanker (S. Garland et al. Kelompok aplikasi yang Science menggunakan Living Well Direct app mengalami penurunan kecemasan signifikan sejak minggu ke-6, sementara kelompok kontrol tetap berada pada tingkat kecemasan tinggi. Selain itu, rata-rata skor depresi pada kedua kelompok menurun, namun kelompok aplikasi secara konsisten memiliki skor depresi lebih rendah dibanding kontrol. Secara keseluruhan. CBT berbasis aplikasi seluler efektif dalam menurunkan kecemasan serta memperbaiki kondisi psikologis wanita dengan kanker payudara selama menjalani terapi onkologis (Haneczok et al. , 2. Maria I. Clara. Ana Allen Gomes. Annemiek e van Straten. Josye Savard. Maria C. Canavarro Volume Web-baseed therapy for insomnia in The OncoSleep Desain: Randomized Controlled Trial (RCT) Subjek : 154 penyintas kanker . ,1% penderita kanker payudar. dengan insomnia . ibagi 1:1, kelompok digital CBT-I vs kelompok kontrol Variabel: Digital CBT-I (OncoSlee. dukungan klinisi, insomnia severity, fungsi kognitif, kualitas hidup . isik & psikologi. , kelelahan, kecemasan, depresi, nyeri Instrumen: Insomnia Severity Index (ISI). Sleep diary. Patientreported outcome measures . ungsi kognitif, kualitas hidup, kelelahan, kecemasan, depresi. Analisis : Intention-totreat (ITT). Mixed-effects models, uji statistik 2 sisi Pada pembahasan penelitian yang telah di telaah terhadap sejumlah sepuluh jurnal yang dianalisis menunjukkan pola konsisten bahwa intervensi cognitive behavioral theraphy berbasis digital melalui internet, aplikasi seluler, maupun eHealth meningkatkan kondisi psikologis penyintas kanker payudara (Akkol-Solakoglu et al. Murphy et al. , 2021. Garland et al. , 2024. Oswald et al. , 2022. Amidi et , 2022. Wagner et al. , 2021. Garland et al. , 2023. Holtdirk et al. , 2021. Haneczok et al. , 2023. Clara et al. , 2. Mayoritas penelitian menggunakan desain RCT (Randomized Controlled Tria. maupun uji coba terbuka dengan pendekatan digital dengan hasil yang relative seragam , yaitu menunjukkan bahwa intervensi digital berbasis CBT dapat mengurangi gejala kecemasan, depresi, distress, dan insomnia, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup, fungsi kognitif, dan kemampuan Secara khusus, terapi berbasis CBT untuk insomnia (CBT-I) virtual terbukti mengurangi gangguan tidur sekaligus Hasil penelitian menunjukkan Science bahwa setelah 8 minggu. Direct kelompok intervensi yang menerima web-based CBT-I (OncoSlee. mengalami penurunan skor ISI rata-rata sebesar -11,0 poin, sedangkan kelompok kontrol hanya -1,4 poin . <0,. Selain itu, kelompok intervensi juga menunjukkan perbaikan signifikan pada fungsi kognitif . =0,. , kualitas hidup fisik . =1,. dan psikologis . =0,. , serta kelelahan . =1,. Perbaikan juga terlihat pada tingkat kecemasan . =0,. , depresi . =0,. , dan nyeri . =0,. dibandingkan kelompok control (Clara, van Straten, et , 2. memperbaiki fungsi kognitif (Clara, van Straten, et al. , 2025. Garland et al. Garland et al. , 2024. Oswald et al. , 2. , sedangkan aplikasi CBT berbasis ponsel meningkatkan persepsi penyakit dan kualitas hidup (Haneczok et , 2. Fakta ini menandakan bahwa intervensi digital bersifat layak, diterima dengan baik oleh peserta, dan dapat menjadi alternatif efektif bagi pasien yang sulit menjangkau terapi tatap muka. Mekanisme yang mendasari efektivitas ini dapat dijelaskan melalui beberapa hal. Pertama, fleksibilitas dan aksesibilitas teknologi digital yang memungkinkan pasien tetap terhubung dengan layanan psikologis tanpa hambatan mobilitas yang umum dialami setelah terapi kanker (Murphy et al. , 2021. Garland et al. Haneczok et al. , 2023. Garland et al. , 2024. Clara, van Straten, et al. Kedua, keterlibatan aktif peserta yang diperkuat dengan dukungan minimal dari klinisi, serta adanya personalisasi konten yang meningkatkan motivasi dan kepatuhan terapi (Oswald et al. , 2022. Garland et al. , 2024. Clara, van Straten, et al. , 2. Ketiga, berbagai metaVol. 8 No. 2 December 2025 | 221 analisis terkini menegaskan bahwa ICBT menghasilkan efek sedang hingga besar terhadap kecemasan, depresi, kelelahan, dan kualitas hidup penyintas kanker payudara seperti hasil penelitian Lin et al. Temuan ini juga memperkuat landasan teoretis CBT sebagaimana dikemukakan oleh Beck, yang menekankan pentingnya restrukturisasi kognitif dalam mengurangi pikiran irasional (Haneczok et al. , 2023. Akkol-Solakoglu & Hevey, 2023. Murphy et al. , 2. Prinsip CBT juga sejalan dengan teori sleep wake regulation yang menjelaskan perbaikan siklus tidur melalui modifikasi perilaku (Oswald et al. , 2022. Amidi et al. , 2022. Garland et al. , 2023. Garland et al. , 2024. Clara, van Straten, et al. , 2. Selain itu, kerangka Behavior Change Intervention (BCI) turut memberikan pemahaman bahwa intervensi digital dapat mendorong motivasi intrinsik dan meningkatkan efektivitas program (Clara. Hegarty, et al. , 2. Meskipun menunjukkan efek positif, beberapa penelitian menekankan bahwa tingkat efektivitas dapat bervariasi (Murphy et al. , seperti pada pasien kanker lanjut atau mereka yang sedang menjalani terapi hormonal (Amidi et al. , 2. , sehingga personalisasi konten terapi sesuai kondisi medis dan psikososial pasien menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan (S. Garland et al. , 2. Terlepas dari keterbatasan tersebut, fakta bahwa intervensi digital terbukti mampu menurunkan gejala psikologis sekaligus meningkatkan kualitas hidup memperlihatkan potensinya sebagai bagian integral dari perawatan psikososial modern (Akkol-Solakoglu et al. , 2021. Murphy et , 2021. Garland et al. , 2024. Oswald et al. , 2022. Amidi et al. , 2022. Wagner et al. , 2021. Garland et al. Holtdirk et al. , 2021. Haneczok et , 2023. Clara et al. , 2. Oleh karena itu. ICBT dan CBT-I digital dapat dipandang sebagai inovasi terapi yang efektif, efisien, serta berpotensi besar untuk diintegrasikan dalam sistem layanan 222 | Pages 214-223 kesehatan modern, khususnya pada perawatan psikososial penyintas kanker payudara di masa depan. SIMPULAN Berdasarkan hasil kajian literature, dapat disumpulkan bahwa intervensi internet (ICBT) khususnya yang berbasis digital, baik melalui internet, aplikasi seluler, maupun platform eHealth terbukti berguna dalam menekan indikasi psikologis seperti kecemasan berlebih, depresi, stres, dan gangguan tidur, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan aspek fisik, emosional, sosial, dan fungsi sehari-hari pasien. Selain itu, intervensi ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup, fungsi kognitif, serta Hal menunjukkan bahwa ICBT dapat menjadi salah satu alternatif intervensi psikososial yang inovatif, fleksibel, dan mudah diakses oleh penyintas kanker payudara. Efektivitas ICBT didukung oleh beberapa faktor, antara lain keterlibatan aktif pasien dalam mengikuti program, dukungan keluarga yang memfasilitasi motivasi dan konsistensi, serta ketersediaan akses teknologi yang Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas digital, rendahnya literasi teknologi pada sebagian pasien, keterbatasan jaringan internet di wilayah tertentu, serta belum optimalnya integrasi ICBT dalam sistem pelayanan kesehatan formal. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut agar ICBT dapat diimplementasikan secara lebih luas dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA