Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual ISSN : 2746-4814 Vol 6. No 1. Januari 2025 KALI KAMPWOLKER RIWAYATMU KINI: SUATU STUDI EKOTEOLOGI Kristensia Notanubun STFT GKI I. S Kijne Jayapura tettykristensia@gmail. Julion Nazario Taboka STFT GKI I. S Kijne Jayapura nazariojulion@gmail. ABSTRAK Kehidupan manusia tidak dapat terlepas dari keadaan lingkungan alam sekitar. Alam dan manusia menjadi dua sisi yang saling membutuhkan dan seharusnya saling menjaga satu dengan lainnya. Namun pertambahan penduduk dan kebutuhannya membuat manusia merusak lingkungan demi kepentingannya sendiri. Kali Kampwolker adalah salah satu korban kerakusan manusia yang tidak lagi menghargai dan menjagai alamnya Studi Ekoteologi digunakan oleh penulis untuk mengkaji hubungan antara iman. Tuhan dan Studi ini berfokus pada ajaran iman Kristen yang dapat berfungsi pada kesadaran ekologi dan tanggung jawab manusia terhadap alam. Tujuan penelitian adalah untuk melihat dampak dari kerusakan lingkungan di sekitar kali Kampwolker dan langkah-langkah konkrit yang dilakukan oleh gereja, pemerintah dan adat terhadap pelestarian lingkungan sekitar Kali Kampwolker. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas air, penurunan keanekaragaman hayati, erosi dan pendangkalan sungai, serta kesehatan masyarakat Langkah konkrit yang dilakukan gereja yaitu memberikan pendidikan ekoteologi, melakukan gerakan bersih sungai dan penguatan teologi. Pihak pemerintah dapat membuat program yaitu revitalisasi sungai, pemberian tong sampah dan melakukan edukasi. Pihak Adat melakukan kampanye pelestarian budaya dan alam. Untuk memelihara lingkungan dan kesadaran penduduk yang berdomisili di sekitar kali Kampwolker dibutuhkan pendampingan dari pihak gereja, pemerintah dan adat. Kata Kunci : Kali Kampwolker. Ekoteologi. Masyarakat. Gereja. Pemerintah. Adat. ABSTRACT Human life cannot be separated from the state of the natural environment. Nature and humans are two sides that need each other and should protect each other. However, population growth and its needs make humans damage the environment for their own interests. Kampwolker River is one of the victims of human greed who no longer respect and protect their own nature. Ecotheology Study is used by the author to examine the relationship between faith. God and the environment. This study focuses on the teachings of the Christian faith that can function on ecological awareness and human responsibility towards nature. The purpose of the study was to see the impact of environmental damage around the Kampwolker River and the concrete steps taken by the church, government and customs towards preserving the environment around the Kampwolker River. The approach used in this study is a descriptive qualitative approach. The results of the study showed that there was a decline in water quality, a decline in biodiversity, erosion and shallowing of the river, and public health was The concrete steps taken by the church were to provide ecotheology education, conduct a river clean-up movement and strengthen theology. The government can create a program, namely river revitalization, providing trash cans and providing education. The Customary Party carries out a campaign to preserve culture and nature. To maintain the environment and awareness of residents living around the Kampwolker River, assistance is needed from the church, government and traditional authorities. Keywords : Kampwolker River. Ecotheology. Community. Church. Government. Local Customs PENDAHULUAN Sumber daya alam merupakan salah satu ciptaan Tuhan yang memiliki peranan sangat penting dalam menjaga keseimbangan alam di bumi ini. Kehidupan manusia tidak dapat terlepas dari keadaan lingkungan alam sekitar. Keadaan lingkungan alam akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, dengan pengelolaan sumber daya alam untuk kebutuhan manusia. Pertumbuhan penduduk terus terjadi dari tahun ke tahun, sehingga pengelolaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan pokok, akan membutuhkan wilayah yang lebih luas baik untuk pertanian, industri, dll. Namun hal-hal ini berpengaruh kepada lingkungan. Manusia mengelola alam namun mereka juga telah merusaknya. Kerusakan lingkungan alam karena faktor internal dan Pertama, kerusakan karena faktor internal adalah kerusakan yang berasal dari dalam bumi/alam itu Kerusakan ini merupakan proses alami dari dalam bumi/alam itu sendiri yang sedang mencari keseimbangannya sendiri. 1 Kedua, kerusakan karena faktor internal yaitu seperti, kebakaran hutan karena proses alami pada musim kemarau panjang, banjir besar dan gelombang laut yang tinggi. Dampak kerusakan dari faktor internal ini biasanya disebut sebagai bencana alam. Kemudian akibat faktor external adalah kerusakan yang diakibatkan oleh ulah manusia dalam rangka meningkatkan kualitas dan kenyamanan hidupnya. Seperti banjir akibat penebangan hutan sembarangan. Kerusakan lingkungan juga telah terjadi di lingkungan Kali Kampwolker perumnas 3 Waena kota Jayapura. Rusaknya hutan dan kali adalah hasil dari aktivitas masyarakat yang tinggal di lingkungan kali Kampwolker. Hutan yang dulunya memiliki pohon-pohon besar baik di dataran rendah maupun bukit-bukit, kini sudah tidak ada. Air Kali yang dahulu selalu mengalir dengan deras kini telah menjadi kering dan terdapat banyak limbah masyarakat yang dibuang ke dalamnya. Warga yang bermukim di sekitar kali Kampwolker, jumlahnya semakin bertambah setiap tahun, dan adanya pemukimanpemukiman baru. Krisis lingkungan di Kali Kampwolker sangat memprihatinkan bagi keberlangsungan kehidupan penduduk setempat, sehingga penting untuk ditulis dan dikaji secara serius sebagai bagian dari upaya penyelamatan lingkungan hidup. Pencemaran air, penurunan kualitas ekosistem, serta ancaman terhadap kesehatan masyarakat menjadi dampak nyata yang dirasakan setiap hari. Kondisi ini tidak hanya mengganggu keseimbangan alam, tetapi juga mengancam keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak seperti gereja, pemerintah, dan lembaga adat dalam merespons masalah ini sangatlah krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kerusakan lingkungan di sekitar Kali Kampwolker sekaligus menggali langkah-langkah konkret yang telah dan dapat diambil oleh ketiga pilar tersebut dalam menjaga dan melestarikan lingkungan secara berkelanjutan. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di lingkungan sekitar kali Kampwolker. Perumnas 3 Waena. Kota Jayapura, tepatnya di wilayah pelayanan Jemaat GKI Eden Pokhouw. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas pelayan jemaat, majelis jemaat, beberapa anggota jemaat GKI Eden Pokhouw, serta masyarakat yang tinggal di sekitar Kali Kampwolker. Pelayan jemaat sebagai pemimpin dalam pelayanan GKI Eden Pokhouw, bersama majelis jemaat yang terdiri dari syamas dan penatua, menjadi subjek penelitian karena mereka dapat memberikan data dan tanggapan dari sisi pelayanan gereja, khususnya mengenai program-program yang telah dilakukan dan berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Anggota jemaat juga menjadi subjek penting dalam penelitian ini karena mereka merupakan bagian dari gereja yang dapat memberikan pandangan maupun pengalaman terkait keterlibatan jemaat dalam menjaga lingkungan. Sementara itu, masyarakat yang tinggal di sekitar kali Kampwolker memberikan kontribusi penting sebagai subjek penelitian dalam bentuk data dan pandangan yang mencerminkan kondisi nyata lingkungan dan respons sosial yang terjadi. Selain itu, pemerintah kampung dan lembaga adat turut menjadi subjek penelitian karena keduanya memiliki peran dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan berbasis kearifan lokal. HASIL DAN PEMBAHASAN Lingkungan Kali Kampwolker adalah wilayah yang didalamnya telah di huni oleh banyak orang sehingga flora dan fauna yang sekarang sudah berbeda dengan yang dahulu. Flora yang berada di Kampwolker antara Wisnu Arya Wardhana. Dampak Pencemaran Lingkungan. Andi. Yogyakarta, 2004, hal 15 lain matoa, nanas, pinang, kelapa, mangga, rambutan, sukun, nangka. Tanaman yang sekarang ada di sekitar Kampwolker ditanami oleh beberapa warga di halaman rumah mereka. Pada beberapa tahun lalu, tanaman asli yang tumbuh disini yaitu, pohon Bintanggur. Genemo dan Palam. Fauna yang terdapat di wilayah ini antara lain burung Beo, burung Yakob, burung Kakak Tua, dan burung Wiwik Kelabu. Sebelum masyarakat bermukim di sekitar Kali Kampwolker, kawasan ini juga merupakan habitat alami bagi berbagai jenis kupu-kupu dan ikan, seperti ikan lele, ikan gabus, dan ikan tawes. Namun, seiring dengan meningkatnya aktivitas pemukiman dan perubahan lingkungan, populasi fauna tersebut mulai Salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya debit air, terutama pada musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan di aliran sungai. Akibatnya, hanya tersisa sebagian kecil dari fauna yang dulu hidup di sekitar Kali Kampwolker. Demikianlah gambaran beberapa jenis flora dan fauna yang masih dapat ditemukan di kawasan Kampwolker. Perumnas 3 Waena. Wujud Kali Kampwolker Di Masa Lalu Dahulu Kali Kampwolker sangat indah dengan alamnya yang terjaga, dan masyarakat turut memelihara lingkungan sekitar Kampwolker. Ada rasa kebanggaan terhadap situasi Kampwolker saat itu yang mampu memberi keuntungan dan kenyamanan bagi mereka. Melalui penyampaian para informen, menunjukan betapa rasa senang mereka dengan Kali Kampwolker pada masa lampau karena masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi untuk memeliharannya. Keadaan lingkungan dan kali yang baik akan memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di dalam lingkungan Kampwolker. Ahli biologi Jerman. Ernst Haeckel pada tahun 1866, mengatakan bahwa Ekologi adalah cabang dari biologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme-organisme dan hubungan antara organisme-organisme itu dengan lingkungannya. 2 Dalam ilmu ekologi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup bergantung pada lingkungannya karena lingkungan yang baik dapat memberikan makanan dan minuman. Air dan tumbuhan menjadi kebutuhan pokok yang disediakan alam bagi makhluk hidup. Berdasarkan teori dari ahli di atas dapat dilihat betapa pentingnya hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya, lingkungan yang baik memberikan hidup kepada setiap organisme-organisme . akhluk hidu. di dalamnya. Memberi makanan dan tempat tinggal yang nyaman. Lingkungan di Kali Kampwolker pada 10 tahun kebelakang adalah merupakan kali yang indah, bersih dan rumah bagi ikanikan air tawar, air Kali juga masih jernih dan alami, dapat digunakan oleh masyarakat sekitaran kali untuk berbagai kebutuhan. Dari hasil wawancara dengan informen menunjukkan kekaguman mereka pada kali Kampwolker pada masa lampau. Lingkungan sekitar Kali Kampwolker yang dahulu masih alami pernah menjadi rumah yang sangat baik bagi banyak flora dan fauna, bahkan masyarakat yang mula-mula menempati tempat ini juga merasa nyaman tinggal disekitar Kampwolker. Dapat dibayangkan keindahan kali Kampwolker pada masa lampau dimana ada hubungan timbal balik yang baik antara organismeorganisme dan lingkungannya. Waktu itu, makhluk hidup ada di Kali Kampwolker dan sekitaranya, masih terjaga dengan baik kehidupannya. masyarakat juga dapat menikmati hasil alam itu untuk Terdapat hubungan timbal balik yang baik antara organisme-organisme, yang membuat ekologi kali Kampwolker dan lingkungan sekitarnya tetap terjaga kelestariannya. Ini menunjukkan bahwa tanggung jawab manusia, yakni masyarakat yang dahulu tinggal disekitar Kampwolker menjadi salah satu faktor keutuhan lingkungan hidup. Menurut Karel Phil Erari dengan perspektif baru ini yang disebut perspektif Konservasi, terdapat dua tanggung jawab utama yang saling terkait: mengusahakan, artinya memegang, mengelola dan yang satu lagi adalah memelihara. merawat dan menyembuhkan. 3 Kondisi memelihara dan menjaga alam yang baik dahulu di Kampwolker inilah yang memberikan sebuah kehidupan yang saling berdampingan antara alam dan makhluk hidup yang ada disekitarnya, manusia tidak melukai alam dan alam tidak melukai manusia. Teori ini sesuai dengan penyampaian dari para informan yang menjelaskan bagaimana kondisi alam dahulu yang permai dan alami karena kesadaran manusia yang menjaga alam di Kampwolker sebagai rumahnya termasuk dengan mengambil hasil alam namun tetap menjaga kelestariannya. Masyarakat berkebun tidak merusak pohon-pohon besar yang berfungsi menahan akar, dan tunas-tunas baru juga ditanami untuk tumbuh lagi. Kehidupan manusia dan lingkungan itu harusnya hidup berdampingan bukan saling mencelakakan. Namun dari semua ciptaan, hanya manusia sajalah diberikan akal untuk berpikir dan mengerti tentang berbagai hal, alam dan makhluk hidup lainnya tetap ada dan hidup, namun manusialah yang berperan penuh menjaga keseimbangan di alam. Alam yang baik memberikan dampak yang baik kepada semua makhluk hidup. Lorens Bagus Op. Karel Phill Erari op. Wujud Kali Kampwolker Masa Kini Kali Kampwolker saat ini sudah sangat tercemar. Kecemaran lingkungan dan kali disebabkan karena ulah manusia itu sendiri. Sikap masyarakat yang tidak bertanggung jawab kepada alam, telah membawa bencana kecemaran lingkungan di Kali Kampwolker. Jadi kejadian-kejadian alam yang terjadi di Kampwolker yang berbeda di masa lalu, adalah karena campur tangan manusia secara tidak bertanggung jawab karena mencari keuntungan semata dan mengeruk alam dengan membabi-buta. Sony Keraf berpendapat bahwa penyebab krisis ekologi adalah cara pandang manusia yang menilai alam hanya untuk kepentingan ekonomi semata, sehingga alam tidak memiliki nilai dirinya. 4 Pandangan di atas jika dilihat dalam perspektif Kali Kampwolker dan lingkungan sekitarnya, maka hal itu benar Aktivitas masyarakat yang tinggal disekitar Kali Kampwolker bukan hanya tinggal saja, namun juga bekerja dan mengelola sumber daya alam yang ada untuk memenuhi kebutuhannya. Pada mulanya masyarakat yang tidak sebanyak sekarang ini mengelola alam di Kali Kampwolker dengan bertanggung jawab, karena masyarakat juga tidak menebang pohon-pohon besar secara sembarangan, maka keamanan Kali tetap terjaga. Namun pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, dan juga perpindahan penduduk yang mulai menempati daerah sekitaran Kampwolker, membuat kebutuhan ekonomi semakin meningkat. Demikian halnya dengan membuka lahan baru, rea yang dahulunya terjaga dibabat tanpa bertanggung jawab, misalnya perkebunan dibuat di daerah strategis seperti di pinggiran gunung, hal ini tidak begitu baik karena berpotensi dapat menimbulkan longsor. Fenomena kerusakan alam terjadi karena sikap Kampwolker yang saat ini rusak adalah karena kehadiran manusia yang semakin banyak dan ketidaksadaran untuk menjaga lingkungan yang menyertainya. Kepedulian masyarakat hanyalah kenyamanan dan keuntungannya saja tetapi tidak kepada lingkungan dan kali. Padahal lingkungan itulah sumber kebutuhan dan kenyamanan bagi rumah mereka. Sikap arogan masyarakat terlihat juga dengan sesuka hati menebang pohon, membuang sampah di Kali dan merasa bahwa tindakan itu bukanlah hal yang salah. Sikap seperti ini jika masih terus ada dalam masyarakat bahkan generasi muda akan meneruskan sikap yang tidak bertanggung jawab ini, tidak heran jika dalam tahun-tahun yang akan datang. Kali Kampwolker akan semakin rusak, mungkin warna airnya juga akan berubah, bau, dan habitat ikan di dalamnya dapat punah. Kerusakan di daerah hutan yang semakin parah dan memberikan dampakdampak tertentu. Lingkungan tempat masyarakat tinggal akan semakin tercemar jika terus terjadinya pertambahan penduduk. Kampwolker saat ini yang telah tercemar setiap saatnya, terus mengalami pertumbuhan penduduk setiap tahunnya. Semakin banyak masyarakat yang tinggal tetapi kurang bertanggung jawab terhadap Kali Kampwolker bahkan membuat kerusakan di Kampwolker semakin Saat ini terus dilakukan pembangunan rumah-rumah warga, lahan-lahan baru dibuka atau dijual oleh pemilik tanah untuk dijual kepada masyarakat dari luar yang ingin masuk dan tinggal di Kampwolker. Hal ini dapat dibandingkan dengan kondisi Kampwolker pada masa lampau dimana hanya sedikit orang yang bermukim di sini, sehingga keperluan makan-minum dari alam tidaklah terlalu besar, artinya semakin banyaknya penduduk, semakin besar juga kebutuhan lahan untuk pembangunan, semakin besar juga limbah masyarakat yang dihasilkan dan semakin cepat Kali menjadi lebih tercemar, semakin cepat hutan-hutan dibabat secara illegal, dan kebutuhan air akan semakin meningkat. Pada intinya kelestarian atau kerusakan lingkungan itu bergantung kepada manusia sebagai pemegang kendali. Alam tidak mengeksploitasi dirinya dan merusak dirinya sendiri, namun jika alam dirusak oleh karena kerakusan manusia, maka keseimbangan di alam akan terganggu dan tentu saja akan memberikan dampak buruk dalam kehidupan makhluk hidup di masa kini dan masa yang akan datang. Dampak Rusaknya Lingkungan Sekitar Kali Kampwolker Terlihat bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar Kampwolker sebenarnya telah merasakan dampak dari kerusakan lingkungan dan sungai yang sebagian besar disebabkan oleh ulah mereka sendiri. Salah satu dampak yang paling nyata adalah terjadinya banjir, yang tidak hanya membawa air, tetapi juga material seperti batu, kerikil, pasir, dan sampah ke permukiman warga. Dampak dari kondisi ini tentu hanya berupa kerugian tanpa adanya manfaat yang dirasakan. Tidak ada hal positif yang muncul dari kerusakan lingkungan yang terus berlangsung dari hari ke hari. Oleh karena itu, bencana alam maupun krisis ekologi sesungguhnya berasal dari kerusakan alam itu sendiri. Ketika alam rusak, keseimbangan elemen-elemen di dalamnya turut terganggu, yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya bencana. Menurut pandangan Borrong, manusia dalam mengelola alam ini bersifat materialis dan serakah. Dengan mengatasnamakan ekonomi serta penggunaan teknologi sebagai alat kemajuan ilmu pengetahuan. Robert P. Borrong. Op. cit hal 182. sadar atau tidak manusia telah menimbulkan dampak terjadinya krisis ekologi. 5 Diuji dari pandangan Borrong, masyarakat yang tinggal di sekitaran Kampwolker saat ini mulai mengeksploitasi alam secara Maksud dari berlebihan yaitu pengrusakan di daerah-daerah yang seharusnya dilindungi. Saat ini, demi kebutuhan pokok, masyarakat membuat kebun-kebun mereka di daerah perbukitan, daerah dekat dengan mata air, dan membuang limbah rumah tangga dan ternak ke kali. Inilah usaha mengekplotasi alam secara berlebihan yang mengganggu keseimbangan alam. Dampaknya lingkungan menjadi tercemar. Dampak bencana yang paling sering yakni banjir. Curah hujan sedang, sudah cukup untuk membuat banjir di atas jalan raya dan halaman rumah warga. Keserakahan inilah yang menimbulkan bencana yang membawa kerugian semakin besar di masa yang akan datang. Contoh yang lain adalah hutan di sekitar Kampwolker untuk dijadikan lahan Perkebunan berpotensi menimbulkan bahaya longsor, karena perbandingan kekuatan akar pohon-pohon besar yang menahan derasnya air hujan dengan tanaman yang ditanami warga telah dibabat. Jika pohon ditebang maka debit air menurun, sampah yang dibuang di saluran air menyebabkan saluran tertutup dan pada saat hujan maka terjadi banjir. Jika hal ini diabaikan maka bencana yang lebih besar akan terjadi, misalnya kelangkaan air bersih, wilayah akan semakin panas. Oleh karena itu, kepedulian masyarakat yang menentukan bagaimaka keadaan alam nantinya. Jika semua orang yang tinggal di sekitar Kali Kampwolker menginsyafi bahwa perilaku mereka tidak terpuji terhadap alam dan mulai membangun kesadaran bersama unutk menjadi lingkungan Kali Kampwolker dari sekarang ini, misalnya tidak menebang pohon, berhenti mengotori lingkungan dan mulai menjaganya dengan baik, anak-anak diajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan maka dampak buruk ini bisa mulai diminimalisir sejak sekarang. Namun jika kesadaran bersama ini belum dibangun dan dikerjakan maka banjir, longsor, menurunnya debit air akan terus terjadi dan semakin parah di masa Usaha Preventif yang di Lakukan 1 Gereja Kristen Injili Eden Pokhouw Belum ada program khusus tingkat jemaat untuk menjawab masalah lingkungan di Kampwolker, namun wilayah pelayanan gereja . , sering melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan jalan-jalan pasca terjadinya banjir, karena banjir yang terjadi mengotori jalan-jalan raya dengan sampah-sampah dan material-material. Nampaknya gereja masih memfokuskan dirinya dalam pekabaran Injil dan pertumbuhan spiritualitas jemaat. Perlu adanya seminar untuk memberi pemahaman yag baik kepada seluruh masyarakat, kemudian pengelolaan alam diarahkan dengan baik agar jangan membawa bencana di kemudian hari. Bukankah ini juga menjadi pertanggunganjawaban manusia kepada Tuhannya? Berry menegaskan bahwa kita sedang memasuki abad ekologi, yang di dalamnya terjadi suatu proses pembebasan dalam relasi antara manusia dan alam, dan menuntut suatu revolusi atas pemahaman kita tentang Allah, dunia, sejarah manusia dan seluruh makhluk hidup lainnya. 6 Melihat dari belum adanya usaha serius yang dilakukan gereja maka teori diatas penting untuk diiplementasikan oleh gereja kepada anggota jemaatnya. Masa dimana manusia perlu memperhatikan alam itu sebagai subjek yang juga berperan dalam keseimbangan alam di bumi ini. Kampwolker perlu diperhatikan dengan lebih serius lagi demi mencegah rusaknya alam yang semakin parah. Pemahaman setiap orang akan ekologi adalah penting demi terjaganya alam. Pertama perlu adanya pemahaman dari sisi Alkitab bahwa alam adalah milik Allah yang diciptakan dengan sangat baik selama 6 hari lamanya. Kemudian alam diberikan untuk dijaga, dirawat dan disembuhkan. Gereja bertanggung jawab memberikan pengertian berdasarkan Alkitab tentang bagaimana perintah Allah untuk menjaga lingkungan sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia kepada Allah sebagai pemilik alam semesta. Menguasai dan merusak bukanlah menjalankan perintah Allah namun merusak ciptaan-Nya. Allah sendiri menganggap semua yang diciptakan-Nya baik. Manusia dapat mengambil sumber daya alam untuk kehidupannya tapi bukan mengeksploitasi dan merusak. Alam yang tidak dirusakkan menunjukan bahwa manusia telah menjalankan perintah Allah dengan baik, dan alam juga akan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa yang akan datang. Oleh karena sekarang alam sudah mulai rusak secara perlahan, maka penting menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam lingkungan Kampwolker. Dengan demikian gereja dapat mulai mengambil peran. Manusia dapat melihat alam sebagai rekan dalam keberlangsungan hidupnya. Robert P. Borrong. Op. cit hal 47-49. Berry Thomas dan Thomas Clark. Op. Keduanya hidup saling mendukung dan melindungi. Manusia adalah gambar Allah maka sudah seharusnya menjadi wakil Allah untuk menjaga alam semesta. 2 Pemerintah Sudah ada himbauan dari RT/RW kepada masyarakat untuk menghadiri rapat bersama, dengan agenda membahas masalah lingkungan yang terus terjadi, namun masyarakat tidak menghadiri pertemuan tersebut. Usaha-usaha yang sudah dilakukan adalah kerjasamanya dengan Pemerintah Kota Jayapura dengan menghadirkan truk sampah di pemukiman warga yang tinggal di sekitar Kali Kampwolker supaya masyarakat sadar dan membuang sampah rumah tangga ke truk sampah dan bukan ke bantaran Kali Kampwolker. Di samping itu, dinas kehutanan bersama dengan RT/RW telah melakukan program reboisasi di wilayah hutan Kampwolker pada tahun 2020. Namun masih saja masyarakat menebang pohon-pohon tersebut untuk digunakan maupun dijual. Sajogyo berpendapat Aubukan bumi yang membentuk manusia, tetapi manusialah yang membentuk bumiAy. 7 Dengan cara-cara negatif maupun positif manusia sering berhasil memperbaiki daya hasil tanah. Tetapi sering pula, karena tidak tahu/tamak, banyak kerusakan-kerusakan alam lingkungan yang sulit diperbaiki. Kali Kampwolker dan lingkungan yang mulai rusak tidak dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah. Setelah merasakan dampak seperti bencana alam dan menurunnya debit air, ada program reboisasi yang dibuat oleh beberapa instansi Pemerintah, hal itu dilakukan dengan skala yang luas di bagian hutan Kampwolker dengan tujuan mengembalikan hutan yang telah ditebang secara liar. Dari sini dapat dilihat usaha manusia memperbaiki alam. Dari pendapat Sajogyo memang benar bahwa manusia yang membentuk bumi seperti apa yang dia mau baik sengaja maupun tidak sengaja, namun setiap manusia memiliki pemahaman yang berbeda-beda. Di wilayah sekitar Kampwolker, tidak semua masyarakat memahami betul pengaruh besar kerusakan alam kepada kehidupan manusia. masyarakat sebagai pemilik yang menetap dan berinteraksi di alam, tidak menjaga lingkungan alam itu dengan baik sedangkan Pemerintah yang telah menyadari penurunan debit air dan bencana alam lainnya, mulai membuat program untuk memperbaiki alam kembali. Dua aktivitas oleh masyarakat dan Pemerintah ini tidak sejalan, akhirnya usaha untuk memperbaiki alam dan lingkungan menjadi sia-sia. Jadi dapat dikatakan bahwa masyarakat saat ini membentuk alam sesuai dengan kemauan atau ketidaktahuan mereka. Mereka sendiri yang merusak alam dan membiarkannya begitu saja. Padahal jika alam yang notabene adalah rumah manusia menjadi rusak maka sudah barang tentu manusia dan makhluk ciptaan lainnya yang akan merasakan dampak dari kerusakan alam akibat ulah manusia itu sendiri. Dengan demikian manusialah membentuk alam hingga modelnya menjadi seperti saat ini. 3 Adat Pihak Adat sudah sering mengingatkan masyarakat untuk tidak menebang pohon sembarangan dan membuang sampah di Kali, hal ini juga tidak dilaksanakan secara baik. Penebangan yang dilakukan di bagian hutan Kampolker dilakukan sesuka hati. Masyarakat merasa lebih memiliki alam itu dibandingkan mendengarkan arahan dari pihak Adat. Disamping itu pihak Adat sebagai pemilik hak-ulayat mengharapkan adanya kerjasama yang solid antara pihak Pemerintah. Adat dan Gereja agar bersama-sama menopang penyelesaian masalah lingkungan di Kampwolker saat ini. Jika masing-masing berjalan sendiri maka tidak akan ada penyelesaian yang efektif. Kerja sama untuk menciptakan persatuan akan melahirkan kesatuan untuk menjaga Kali Kampwolker dan sekitarnya kembali permai. Menurut Karel Phil Erari dengan perspektif baru ini yang disebut perspektif Konservasi, terdapat dua tanggung jawab utama yang saling terkait: mengusahakan, artinya memegang, mengelola dan yang satu lagi adalah memelihara. merawat dan menyembuhkan. 8 Pandangan ini menunjukan dengan baik tanggung jawab masyarakat yang seharusnya. Adat sebagai penguasa hak ulayat telah dengan baik berusaha menyembuhkan alam dan Kali Kampwolker yang sedang mengalami krisis ekologi. Pihak Adat menjalankan tanggung jawab untuk menjaga alam. Dan setelah terjadi bencana, pihak Adat juga berdiri untuk menyembuhkan masalah tersebut. Namun sayangnya karena faktor ekonomi, ada juga penduduk asli yang menjual tanah kepada masyarakat luar tanpa sepengetahuan pihak Adat, sehingga saat ini pihak Adat merasa kesulitan untuk dapat menegur Nengah Punia. Op. Karel Phill Erari. Op. masyarakat karena mereka juga merasa hak kepemilikan karena telah membeli tanah. Berdasarkan pendapat Karel Phil Erari memang tanggung jawab masyarakat yang telah menguasai tanah itu adalah mengusahakan dan memelihara. Masyarakan bebas untuk menggarap hasil alam secara berratnggung jawab dengan mengelola sedemikian dan mendapatkan kebaikkan dari dalamnya tetapi tetap harus dipelihara. Jika pohon itu diambil, maka biarkanlah tunas mudanya terus bertumbuh, jangan membiarkan zat-zat kimia masuk ke dalam tanah maupun Kali. Dan saat hutan atau lingkungan mengalami kerusakan maka disitulah tugas masyarakat menyembuhkan, memperbaiki bentuk hutan itu kembali seperti semula. Tanggung jawab ini tidak boleh dianggap remeh karena pengaruhnya sangat besar. Saat masyarakat mengelola alam dan tidak memeliharanya, semakin lama hasil yang dia dapatkan tidak baik dan dapat membawa kerugian bagi dirinya sendiri. Merusak alam saat ini sama saja dengan merusak kehidupan di masa depan. Dari awal penciptaan hingga saat ini semua yang ada di alam adalah milik Allah yang dimana semuanya hidup berdampingan dan saling membutuhkan. Pertama karena Allah yang menciptakan alam saja melihat semuanya itu baik . ej 1:1-. Allah menciptakan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Bumi yang masih kosong, gelap dan hanya dipenuhi air dibuat menjadi tempat yang indah dan nyaman dalam waktu enam hari. Allah yang Maha Tinggi menganggap semua ciptaan-Nya baik sehingga tidak ada alasan untuk merusak karya seni Allah ini. Yang kedua. Segala yang hidup dialam saling terhubung satu sama lain dan Allah menciptakan semua itu dengan tujuan kelangsungan hidup yang baik didalamnya, semua yang ada di alam baik benda-benda penerang, tumbuhan, hewan. Sungai. Laut, tanah dan manusia saling menopang dalam kehidupan contohnya seperti air Sungai yang baik akan memberikan manusia dan hewan air bersih untuk dikonsumsi. Meskipun semua ciptaan saling berhubungan namun manusia adalah sang pemegang kendali atas Allah sendiri memberikan mandat kepada menusia untuk berkuasa atas ciptaan-Nya yang lain dan memelihara. Kehadiran manusia menjadi penentu apakah alam itu akan tetap baik atau tidak. KESIMPULAN Jadi berdasarkan data hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa manusia bertanggung jawab untuk memelihara alam namun saat ini justru karena campur tangan manusia dalam alam yang menyebabkan alam menjadi rusak. Pertumbuhan penduduk yang terus terjadi membuat manusia membutuhkan lahan-lahan baru untuk diolah memenuhi kebutuhan mereka, mata air di Kali menjadi sumber air bagi manusia terkhususnya masyarakat di Kampwolker dan sekitarnya. Masyarakat mengelola alam dengan tidak memeliharanya, sampahsampah dibuang sembarangan dan di dalam Kali. Perkebunan di buat di daerah-daerah strategis yang berpotensi Masyarakat melakukan hal ini karena belum mengerti dengan baik dampak besarnya bagi mereka di masa yang akan datang, mereka belum memahami dengan baik bagaimana ajaran Kitab Suci tentang menjaga alam semesta. Beberapa pihak seperti Pemerintah telah melakukan usaha reboisasi yaitu dinas kehutanan. PDAM, dan kelurahan, namun tidak adanya dukungan yang baik dari masyarakat setempat dan akhirmya Kali dan wilayah Kampwolker semakin hari semakin rusak. Penanaman pohon oleh PDAM dilakukan hampir setiap tahun, namun Masyarakat yang tinggal disekitar situ juga secara sengaja menebang pohon-pohon yang sudah Adat dan Pemerintah pernah secara bersama-sama melakukan penanaman pohon di pesisir Kali Kampwolker untuk mencega erosi. Saat terjadi banjir, anggota-anggota jemaat secara mandiri melakukan kerja bakti untuk membersihkan sampah, namun belum terprogram oleh Gereja untuk menangani masalah ini secara Patut diingat bahwa menjaga alam adalah menjaga kehidupan dan merawat sesama adalah merawat hati. DAFTAR PUSTAKA