Perdana Habibi Juwito Putra JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI BISNIS KELAS XI Perdana Habibi Juwito Putra Universitas Negeri Surabaya Pos-el : Perdana. 20055@mhs. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar di sekolah terhadap hasil belajar peserta didik SMKN 2 Kota Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, di mana data dikumpulkan untuk menguji hipotesis serta menganalisis hubungan antar variabel secara numerik menggunakan analisis statistik. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 123 peserta didik dari kelas 11 di SMKN 2 Kota Kediri yang terdiri dari 4 kelas tiap kelas terdapat 25 peserta didik yang di ambil Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan software IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel fasilitas belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar. Variabel fasilitas belajar di sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap hasil Kedua variabel independen tersebut secara simultan berpengaruh terhadap hasil belajar. Kata Kunci : Fasilitas Belajar. Hasil Belajar dan Kuantitatif ABSTRACT The purpose of this study is to ascertain how the educational facilities at SMKN 2 Kediri City affect the learning results of the students. In order to test hypotheses and apply statistical analysis to numerically examine the relationship between variables, this study employs a descriptive method with a quantitative approach. 123 pupils from class 11 at SMKN 2 Kediri City, which included four classes, made up the study's sample. A sample of 25 students was taken from each class. Using IBM SPSS Statistics version 26, the Multiple Linear Regression analysis approach was employed as the data analysis method in this study. The study's findings demonstrate that learning outcomes are significantly impacted by the learning facility variable. The educational establishment variable at school has a significant effect on learning outcomes. These two independent variables simultaneously influence learning Keywords: Learning Facilities. Learning Results and Quantitative PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang pesat, seiring dengan perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Namun, tantangan yang dihadapi juga cukup kompleks. Landasan Hukum dan Kebijakan Pendidikan UUD 1945 Pasal 31 menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatur sistem pendidikan secara menyeluruh, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga tinggi. Program prioritas seperti merdeka belajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. meningkatkan kualitas pendidikan. Secara Pendidikan di Indonesia berada dalam masa transisi untuk menjadi lebih inklusif, merata, dan berkualitas. Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Perdana Habibi Juwito Putra JURNAL Edueco Universitas Balikpapan dengan berbagai inisiatif yang terus tantangan yang ada. Menurut HDI (Indeks Pendidika. Indonesia HDI 0,705, berada di kategori "menengah tinggi," tetapi masih di bawah rata-rata global dan negara tetangga seperti Malaysia . atau Singapura . Indeks ini mencerminkan kualitas pendidikan yang dipengaruhi oleh Tantangan Utama Fasilitas Pendidikan Indonesia Kesetaraan Akses. Ketimpangan antara kota besar dan daerah terpencil masih signifikan. Pemeliharaan Fasilitas, banyak sekolah menghadapi kesulitan dalam menjaga fasilitas tetap Teknologi Sebagian besar sekolah belum terintegrasi dengan teknologi pendidikan modern. Secara global, fasilitas pendidikan Indonesia masih berada pada kategori menengah ke bawah, jauh tertinggal dari negara-negara maju dan bahkan beberapa negara berkembang lainnya di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand. Namun, pemerintah terus berupaya memperbaiki situasi melalui berbagai program. Dengan komitmen jangka panjang dan investasi Indonesia meningkatkan peringkatnya dalam hal fasilitas pendidikan di masa depan. Hasil kemampuan atau keterampilan khusus yang diperoleh peserta didik setelah menyelesaikan proses belajar mengajar dan mencakup keterampilan kognitif, keterampilan emosional, dan keterampilan psikomotorik (Setyorini dan Wulandari. Pendapat dari Mustakim . hasil belajar adalah segala sesuatu yang dicapai oleh peserta didik dengan penilaian tertentu yang sudah ditetapkan oleh kurikulum lembaga pendidikan Dari beberapa pendapat di atas hasil belajar dapat diartikan sebagai hasil dari proses belajar mengajar baik kognitif, afektif, maupun psikomotor dengan penilaian yang sesuai dengan Hasil belajar berkaitan pemahaman, sikap dan tingkah laku dalam diri seseorang akibat pembelajaran yang dilakukannya, perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan bukan termasuk ke dalam hasil belajar (Lestari, 2. Fasilitas komponen yang bersumber pada alat pembelajaran seperti sarana-prasarana dan Gedung sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya fasilitas belajar yang mendukung dalam kegiatan belajar mengajar maka akan mempermudah peserta didik dalam Fasilitas belajar dapat membantu serta mendorong peserta didik dalam mencapai prestasi belajar yang maksimal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). AyFasilitas adalah sarana untuk melancarkan pelaksanaan fungsi atau kemudahanAy. Fasilitas belajar dapat menunjang peserta didik dalam kegiatan belajar dan dapat membantu peserta didik menemukan informasi baru untuk menambah wawasannya. Menurut Romadhina bahwa fasilitas belajar adalah suatu hal yang berguna untuk mempermudah proses fasilitas belajar memiliki peranan penting dalam mendukung proses belajar peserta didik karena fasilitas merupakan sarana dan prasarana dapat menunjang kegiatan belajar peserta didik baik di rumah maupun di sekolah. Menurut Barnawi dan Arifin: . fasilitas adalah hal-hal yang berguna atau bermanfaat, yang berfungsi untuk mempermudah suatu kegiatan. Berdasarkan hasil observasi yang berkaitan dengan fasilitas belajar di SMKN 2 Kota Kediri sudah cukup lengkap dilihat dari adanya alat pendukung proses kegiatan belajar, seperti: LCD, aula, dan Perpustakaan. Kelengkapan fasilitas belajar dapat memudahkan peserta didik dalam Kelengkapan fasilitas belajar akan membantu peserta Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Perdana Habibi Juwito Putra didik dalam belajar, dan kurangnya fasilitas belajar akan menghambat kemajuan belajarnya (Dalyono, 2. Pada sebuah kelas yang ideal di dalamnya harus terdapat sarana ataupun fasilitas pendukung kegiatan belajar-mengajar (Novan, 2. Artinya semakin lengkap fasilitas belajar maka proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan lebih berkualitas tinggi sehingga hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Oleh karena itu, supaya pembelajaran dapat berjalan dengan lancar maka perlunya kelengkapan fasilitas belajar. Akan tetapi terdapat banyaknya hasil belajar peserta didik di SMKN 2 Kota Kediri tidak mencukupi KKM yang telah ditetapkan. Sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut, apakah fasilitas belajar mempengaruhi hasil belajar. Disebutkan bahwa Faktor fasilitas belajar dapat mempengaruhi tinggi rendahnya nilai belajar peserta didik. Dengan melihat hasil belajar di SMKN 2 Kota Kediri yaitu : Menurut Barnawi dan Arifin: , fasilitas adalah hal -hal yang berguna atau bermanfaat, yang berfungsi untuk mempermudah suatu kegiatan. Kelengkapan fasilitas belajar akan membantu peserta didik dalam belajar, dan kurangnya fasilitas belajar akan (Dalyono, 2. Sehingga dari latar belakang di atas, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh antara fasilitas belajar di sekolah terhadap hasil belajar Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan judul yang hendak diteliti sebagai berikut Au Pengaruh Fasilitas Belajar DI Sekolah Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Bisnis Kelas XI Di SMKN 2 Kota Kediri Pada Tahun 2024Ay. Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan METODE PENELITIAN Peneliti kuantitatif untuk menguji efektifitas Salah satu metode kuantitatif yang digunakan adalah survei. Model survei ini dianggap sebagai metode yang paling efektif untuk mengumpulkan dan menjelaskan keadaan populasi (Sugiyono. Adapun tempat penelitian berada di SMKN 2 Kota Kediri yang beralamatkan di Jl. Veteran No. Mojoroto. Kota Kediri. Jawa Timur. Waktu penelitian ini dilaksanakan khususnya pada tahun ajaran 2024 pada semester genap untuk penyebaran angket dan pengambilan data sebagai pelengkap Adapun sumber penelitian berasal dari dua jenis sebagai data kualitatif dan kuantitatif (Sugiyono, 2014:. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI AKL 1. XI AKL 2. XI AKL 3, dan XI AKL 4 SMKN 2 Kota Kediri yang terdiri dari empat kelas. Peserta didik yang terdiri dari peserta didik Perempuan dan laki-laki yang berjumlah Teknik pengambilan sampel untuk menggunakan Proportional random Lalu dalam pemilihan sampel untuk setiap kelas peneliti menggunakan rumus Slovin dan tabel kretjie. Dengan rumus sebagai berikut : Keterangan : : Ukuran sampel N : Ukuran populasi Persen pengambilan sampel yang Perdana Habibi Juwito Putra JURNAL Edueco Universitas Balikpapan diinginkan sebesar 5% atau 0,05. Populasi didikdengan sampel 96 peserta didikdan untuk semua sampel menjadi 25 peserta didikper kelas. Dengan tabel sebagai berikut: Menurut pendapat saya, gedung sekolah telah dirawat dengan baik dalam hal kondisi fisik, kebersihan lingkungan, dan lainnya. Hasil dari pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa 123 peserta didik menjawab sangat setuju, 1 peserta didik menjawab sangat setuju, 17 peserta didik menjawab setuju, 67 peserta didik menjawab netral, 35 peserta didik menjawab tidak setuju, dan 3 peserta didik menjawab sangat tidak Ini menunjukkan bahwa banyak peserta didik menyatakan netral dalam pertanyaan. Tempat belajar saya . elas dan la. sangat tenang dan tidak bising, jadi saya dapat berkonsentrasi saat Hasil dari pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa 123 peserta didik menjawab sangat setuju, 4 peserta didik menjawab sangat setuju, 17 peserta didik menjawab setuju, 48 peserta didik menjawab netral, 49 peserta didik menjawab tidak setuju, dan 5 peserta didik menjawab tidak setuju. Menurut lingkungan kelas sangat nyaman untuk belajar. Hasil dari pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa 123 peserta didik menjawab tidak setuju, 0 peserta didik menjawab setuju, 60 peserta didik menjawab netral, 48 peserta didik menjawab tidak setuju, dan 7 peserta didik menjawab sangat tidak setuju. Ini menunjukkan banyak peserta didik 30bahwa 6,35% 60mengalami77,25% ketidaknyamanan 16,40% Saya merasa senang ketika berada di perpustakaan, karena suasananya nyaman dan tenang. antara 123 peserta didik, 20 menjawab sangat setuju, 66 menjawab setuju, 33 menjawab netral, 3 menjawab tidak setuju, dan 1 menjawab sangat tidak setuju. Pengajar selalu menggunakan media belajar yang menarik, seperti model, wallchart, dan proyektor, sehingga pelajaran menjadi lebih Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 No. Kelas XI AKL 1 XI AKL 2 XI AKL 3 XI AKL 4 Populasi Sampel Setelah Peneliti menggunakan rumus diatas maka dapat dipastikan bahwa untuk memilih sampel, peneliti menerapkan simple random sampling untuk pengambilan sampel. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi penyajian dari data responden dan dari data mengenai deskripsi jawaban kuesioner yang terdiri dari fasilitas belajar dan hasil belajar. Variabel Fasilitas Belajar (X) Tabel 4. 1 Fasilitas Belajar DISTRIBUSI FREKUENSI RENDAH SEDANG TINGGI JUMLAH Sumber : Data diolah peneliti . Perdana Habibi Juwito Putra JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Hasilnya menunjukkan bahwa guru selalu membuat pelajaran menarik dan mudah diterima peserta didik. peserta didik menjawab, 8 peserta didik menjawab sangat setuju, 44 peserta didik menjawab setuju, 63 peserta didik menjawab netral, dan 8 peserta didik menjawab tidak setuju. 0 peserta didik menjawab sangat tidak setuju. Hal ini mengartikan bahwa banyak peserta didik menyatakan bahwa guru selalu sehingga menarik dan peserta didik mudah menerima pembelajaran dari Penerangan serta ventilasi ruang belajar dan lab dirasa sangat baik kesulitan untuk membaca dan menulis serta tidak merasa pengap. berdasarkan pertanyaan tersebut diperoleh hasil di mana 123 peserta didik , sebanyak 3 peserta menjawab sangat setuju, sebanyak 41 peserta didik menjawab setuju, 54 peserta didik menjawab netral, 22 peserta didik menjawab tidak setuju, dan 3 peserta didik menjawab sangat tidak Hal ini mengartikan bahwa banyak peserta didik menyatakan bahwa peserta didik setuju dalam ruang belajar dan laboratorium sangat baik serta memudahkan peserta didik membaca dan menulis dan peserta didik tidak merasa Kondisi ruang belajar . elas dan la. tertata dengan sangat rapi sehingga tidak acak Ae acakan. berdasarkan pertanyaan tersebut diperoleh hasil di mana 123 peserta didik , sebanyak 2 peserta menjawab sangat setuju, sebanyak 30 peserta didik menjawab setuju, 68 peserta didik menjawab netral, 21 peserta didik menjawab tidak setuju, dan 2 peserta didik menjawab sangat tidak Hal ini mengartikan bahwa banyak peserta didik menyatakan setuju dan banyak peserta didik netral mengenai Kondisi ruang belajar . elas dan la. tertata dengan sangat rapi sehingga tidak acak Ae Menurut saya gedung sekolah sangat lengkap . eliputi jumlah ruang, keberadaan laboratorium dl. berdasarkan pertanyaan tersebut diperoleh hasil di mana 123 peserta didik , sebanyak 1 peserta menjawab sangat setuju, sebanyak 28 peserta didik menjawab setuju, 49 peserta didik menjawab netral, 41 peserta didik menjawab tidak setuju, dan 4 peserta didik menjawab sangat tidak Hal ini mengartikan bahwa banyak peserta didik menyatakan netral dan tidak setuju bahwa gedung sekolah sangat lengkap . eliputi jumlah ruang, keberadaan laboratorium dl. Dalam menerangkan materi, guru selalu menggunakan alat bantu seperti proyektor atau media gambar pertanyaan tersebut diperoleh hasil di mana 123 peserta didik , sebanyak 6 peserta menjawab sangat setuju, sebanyak 59 peserta didik menjawab setuju, 51 peserta didik menjawab netral, 6 peserta didik menjawab tidak setuju, dan 0 peserta didik menjawab sangat tidak Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Perdana Habibi Juwito Putra JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Hal ini mengartikan bahwa banyak peserta didik menyatakan setuju dan netral bahwa dalam menerangkan materi, guru selalu menggunakan alat bantu seperti proyektor atau media gambar dan sejenisnya sehingga mempermudah saya dalam menyerap materi. Menurut sehingga mempermudah saya dalam berdasarkan pertanyaan tersebut diperoleh hasil di mana 123 peserta didik , sebanyak 3 peserta menjawab sangat setuju, sebanyak 37 peserta didik menjawab setuju, 73 peserta didik menjawab netral, 8 peserta didik menjawab tidak setuju, dan 1 peserta didik menjawab sangat tidak setuju. Hal ini mengartikan bahwa banyak peserta didik bahwa koleksi di perpustakaan sangat lengkap, sehingga mempermudah saya dalam mencari bahan materi yang diperlukan. Kondisi ruangan belajar selalu bersih, rapi dan indah sehingga membuat saya merasa betah di dalam tersebut diperoleh hasil di mana 123 peserta didik sebanyak 1 peserta menjawab sangat setuju, sebanyak 17 peserta didik menjawab setuju, 61 peserta didik menjawab netral, 41 peserta didik menjawab tidak setuju, dan 2 peserta didik menjawab sangat tidak setuju. Hal ini mengartikan menyatakan netral dan tidak setuju terhadap kondisi ruangan belajar selalu bersih, rapi dan indah sehingga membuat saya merasa betah di dalam Menurut saya pihak sekolah selalu melengkapi serta mengganti prasarana yang rusak. pertanyaan tersebut diperoleh hasil di mana 123 peserta didik , sebanyak 3 peserta menjawab sangat setuju, sebanyak 7 peserta didik menjawab setuju, 43 peserta didik menjawab netral, 42 peserta didik menjawab tidak setuju, dan 26 peserta didik menjawab sangat tidak setuju. Hal ini mengartikan bahwa banyak peserta didik menyatakan netral dan tidak setuju bahkan terdapat banyak peserta didik sangat tidak setuju bahwa pihak sekolah selalu melengkapi serta mengganti prasarana yang rusak. Berdasarkan diperoleh dalam penelitian ini diketahui bahwa fasilitas belajar peserta didik di SMKN 2 Kota Kediri pada analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa fasilitas belajar berpengaruh terhadap hasil belajar. Berdasarkan persepsi pengambilan keputusan fasilitas belajar terhadap hasil belajar. Fasilitas belajar yang lengkap meningkat, dalam fasilitas belajar yang lengkap peserta didik bisa melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Saat peserta didik sekolah secara nyaman sehingga saat peserta didik merasa nyaman maka hasil belajar akan meningkat secara Penelitian sebelumnya oleh Wicaksono, . , yang dilakukan pada peserta didik Kelas X SMK Muhammadiyah Prambanan pada 2011/2012, digabungkan dengan penelitian ini. hasil belajar di SMK Muhammadiyah Prambanan Tahun Ajaran 2011/2012 sangat dipengaruhi oleh fasilitas Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Perdana Habibi Juwito Putra JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Setelah mengetahui adanya pengaruh, peserta didik dapat menggunakan fasilitas lebih banyak menghasilkan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Selain itu, memiliki efek yang sama, sesuai dengan penelitian ini, bahwa fasilitas belajar yang lebih baik meningkatkan nilai hasil belajar peserta didik. Karena peserta didik akan selalu belajar dengan baik dengan fasilitas yang baik. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kurniawan, . Bahwa Fasilitas Belajar berpengaruh secara signifikan Terhadap Hasil Belajar Peserta didik. Maka peserta didik dapat menggunakan fasilitas belajar di sekolah secara baik dan benar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar yang diraih sebelumnya. Sama dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa Fasilitas belajar yang lengkap juga berpengaruh terhadap hasil belajar, maka semakin banyak fasilitas belajar hasil belajar akan meningkat secara signifikan. Karena banyaknya fasilitas belajar memengaruhi hasil belajar yang diinginkan oleh peserta Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang diadakan oleh Jalal Rajeh Hanayshaa. Fayez Bassam Shriede hb. Mohammad InAoairat c. Dampak fasilitas universitas pada kinerja akademik. Maka peserta fasilitas universitas dengan baik dan benar sehingga didapatkan hasil belajar yang diinginkan. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa Fasilitas belajar yang lengkap juga berpengaruh terhadap hasil belajar. Semakin banyak fasilitas belajar maka semakin peserta didik ingin nilai hasil belajar yang tinggi sehingga terdapat pengaruh antara fasilitas belajar dan hasil belajar. Berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Yulieta dan Sutriyono, . Diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara fasilitas belajar dengan prestasi belajar matematika. Oleh karena itu penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti tidak sama dengan hasil penelitian tersebut signifikan sedangkan penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti memiliki hubungan yang signifikan. Ada ide untuk mengubah dan menambah hasil belajar peserta didik, yang berkaitan dengan teori belajar Jerome Burner. Dengan kata lain, guru tidak sepenuhnya membentuk peserta didik. sebaliknya, peserta sendiri dengan bimbingan atau petunjuk dari guru. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian ini karena di dalam norma subjektif terdapat dua aspek utama: Secara keseluruhan, fasilitas belajar di sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Karena saat peserta didik melakukan pembelajaran, mereka akan melihat, menganalisis, dan menyelesaikan hasil pembelajaran. Jika fasilitas lengkap dapat melakukan kemajuan besar dalam pembelajaran, hasil belajar akan lebih baik. Semakin aktif peserta didik maka semakin naik hasil belajarnya sehingga penelitian ini berpengaruh Saat memberikan keleluasaan berupa fasilitas belajar yang lengkap maka peserta didik akan lebih semangat Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Perdana Habibi Juwito Putra dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah sehingga dapat menaikkan nilai hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu semakin lengkap fasilitas belajar, guru dan peserta didik akan berkolaborasi sehingga menghasilkan nilai hasil belajar yang baik. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar di sekolah terhadap hasil belajar peserta didik SMKN 2 Kota Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, di mana data dikumpulkan menganalisis hubungan antar variabel secara numerik menggunakan analisis Sampel dalam penelitian ini sebanyak 123 peserta didik dari kelas 11 di SMKN 2 Kota Kediri yang terdiri dari 4 kelas tiap kelas terdapat 25 peserta didik yang di ambil sampelnya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis Regresi Linier Berganda menggunakan software IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel fasilitas belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar. Variabel fasilitas belajar di sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar. Kedua variabel independen tersebut secara simultan berpengaruh terhadap hasil DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Prosedur Penelitian : Suatu pendekatan praktik (Cet . PT. Rineka Cipta. Arikunto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Alfiantama. Ninghardjanti. Susantiningrum, . Pengaruh fasilitas Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar peserta didikpada mata pelajaran JIKAP (Jurnal Informasi Dan Komunikasi Administrasi Perkantora. , 8. , https://doi. org/10. 20961/jika Chayani. Pengaruh Fasilitas Sekolah Terhadap Hasil Belajar Peserta didikDi SMK Negeri 1 Pendopo Pali. In Jurnal Neraca (Vol. Issue . Dalyono. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Dalyono. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Bineka Cipta. Daryanto. M . Administrasi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Departemen Pendidikan Nasional Sekolah Pendidikan Indonesia. Dimyati dan Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Banat. Pierewan. , . Reading Litera 18 . , 485Ae497. Eliyawati. , & Meiyuntariningsih. Peran orang tua terhadap prestasi belajar anak. Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahapeserta didik, 1. , 2Ae4. Emzir, . Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif Kuantitatif. Pt. Rajagrafindo Persada. Jakarta. Oemar Hamalik . Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara 104 . Manajemen Belajar Di Perguruan Tinggi. Perdana Habibi Juwito Putra Bandung Sinar Baru Algensindo Hanaysha. Shriedeh. , & InAoairat. Impact of engagement and academic International Journal Information Management Data Insights, 3. https://doi. org/10. 1016/j. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Hardani. Metode penelitian kualitatif & kuantitatif (H. Abadi . )). Pustaka Ilmu.