Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 3 No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN: e 2776-785X Analisis Metode Caper. Membaca Permulaan Dalam Pendidikan Keaksaraan Dasar di Rumah Belajar Desa Pergulaan Ayu Iga Ardini1. Dea Anggriani Arda2. Dwi Ayu Chairinisa3A. Friska Indria Nora4. Sudirman5 1,2,3,4,5 Pendidikan Masyarakat. Universitas Negeri Medan Email : ardiniayuiga@gmail. Anggriani2@gmail. com2, chairinisa@gmail. friskaia@gmail. com4, sudirman5a@gmail. Article history: Received: 2022-11-01 Revised: 2023-04-16 Accepted: 2023-04-28 ABSTRACT Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalis metode pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran keaksaraan dasar di Rumah Belajar Desa Pergulaan Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik wawancara dengan pendidik rumah belajar dan observasi secara langsung di Desa Pergulaan. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara tidak terstruktur. Setelah menganalisis pembelajaran di rumah belajar desa pergulaan maka peneliti mendapatkan hasil bahwa pada rumah belajar di desa pergulaan menggunakan metode pembelajaran Caper (Membaca Permulaa. Hasil yang didapatkan dengan metode ini yaitu anakAeanak lebih tertarik dalam pembelajaran karena tidak merasa bosan dan dengan adanya metode caper ini dapat dilihat keefektifan dalam proses pembelajaran yaitu dari sekitar 12 orang warga belajar pada rumah belajar ini satu bulan setelah diajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran Caper( Membaca Permulaa. terdapat 5 orang warga belajar yang bisa membaca. Artinya dengan menggunakan metode pembelajaran caper ini cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca warga belajar. Kata Kunci: Pendidikan keaksaraan. Metode Caper. Warga Belajar ABSTRACT This study was conducted with the aim of analyzing the learning methods used for learning basic literacy in the Learning House of Pergulaan Village. Sei Rampah District. Serdang Bedagai Regency. In this study, the method used is a qualitative descriptive method. In collecting data the researchers used interview techniques with homeschool educators and direct observation in the Sugar Village. The interviews conducted were unstructured interviews. After analyzing the learning in the sugar village study house, the researchers got the result that the sugar village learning house used the Caper (Reading Beginnin. learning method. The results obtained with this method are that children are more interested in learning because they do not feel bored and with the caper method, it can be seen the effectiveness in the learning process, namely from about 12 residents studying in this learning house one month after being taught using the Caper learning method. (Beginning Readin. there are 5 learning residents who can read. This means that using the caper learning method is quite effective in improving the reading ability of learning citizens. Keywords: Literacy education. Caper method, learning citizen Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 3 No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN e 2776-785X PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap warga Negara dalam memperoleh yang sama pada akses pendidikan, meningkatkan wawasan dan pengetahuan (Sujatmoko, 2. Pendidikan merupakan upaya untuk mencapai kemerdekaan, pembebasan dan kesetaraan bagi setiap individu maupun kelompok yang terlibat dalam pendidikan Pendidikan keaksaraan di Indonesia terdiri atas dua jenis layanan, yaitu pendidikan keaksaraan dasar dan pendidikan keaksaraan lanjutan. Pendidikan keaksaraan dasar bertujuan untuk menumbuhkan kompetensi membaca, menulis, dan berhitung dalam bahasa Indonesia kepada masyarakat yang masih buta aksara. Sedangkan pendidikan keaksaraan lanjutan adalah layanan bagi lulusan pendidikan keaksaraan dasar dengan tujuan mengembangkan kompetensi keaksaraannya agar tetap lestari (Kemdikbud, 2. Pendidikan pertama yang harus dituntaskan oleh masyarakat Indonesia adalah pendidikan Karena kesuksesan pembangunan di bidang pendidikan ternyata juga tergantung pada kemampuan membaca dan minat baca yang ada pada masyarakat. Minat baca yang rendah akan mempengaruhi kemampuan seseorang dan secara tidak langsung akan berakibat pada rendahnya daya saing dirinya dalam percaturan internasional. UNESCO mendinifisikan kemampuan keaksaraan atau melek aksara sebagai kemampuan seorang untuk membaca dan menulis kalimat sederhana yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, keaksaraan merupakan prasayarat sebagai efektif function kelompok dan sebagi dasar bagi dirinya untuk meningkatkan kemampaun membaca, menulis dan berhitungnya sendiri (Jurnal cakrawala pendidikan,2. Banyak variasi metode yang dapat digunakan tutor dalam membelajarkan warga Ketepatan penggunaan beberapa metode dan teknik pembelajaran sangat bergantung pada kemampuan dasar yang sudah dimiliki warga belajar serta minat dan kebutuhan warga belajar. Oleh karena itu, keanekaragaman metode dapat digunakan sesuai dengan situasi, kondisi, minat dan kebutuhan warga belajar (MA. B, 2. Kusnadi, dkk . mengemukakan bahwa Pertama seorang dikatakan melek huruf bila orang tersebut tidak memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis sebuah kalimat yang pendek dalam kehidupan sehari-hari. keduaseorang yang melek huruf adalah orang yang mampu membaca dan menulis sebuah kalimat pendek dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan keaksaraan dasar adalah program yang bertujuan untuk pemberantasan buta huruf dan buta pendidikan dasar agar seseorang melek aksara atau memiliki literasi dalam segala bidang kehidupan, untuk menghadapi pesatnya perubahan sosial dan perkembangan masyarakat (Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 86 Tahun 2014 tentang pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Dasa. Mengacu kepada Permendikbud Nomor 86 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Dasar yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan, maka capaian hasil belajar bagi lulusan pendidikan keaksaraan dasar meliputi . ranah sikap, memiliki perilaku dan etika yang mencerminkan sikap orang beriman dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan lingkungan keluarga, masyarakat, dan alam dalam kehidupan sehari-hari. ranah pengetahuan, menguasai pengetahuan faktual, tentang cara berkomunikasi melalui bahasa Indonesia dan berhitung dalam hidup bermasyarakat. ranah keterampilan, memiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia dan keterampilan berhitung untuk melakukan aktivitas sehari-hari dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kompetensi dasar pendidikan keaksaraan dasar pada dimensi keterampilan meliputi . membaca suku kata dan kata yang terdiri atas huruf vokal dan konsonan berkaitan dengan kehidupan seharihari. membaca lancar teks minimal 3 . kalimat sederhana dan memahami isinya. menulis kata dan kalimat sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari. menulis teks personal tentang identitas diri. menulis teks deskripsi tentang penggambaran sebuah objek . enda, hewan, tumbuhan, atau oran. dalam bahasa Indonesia minimal tiga kalimat sederhana berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. menulis teks informasi dalam bentuk poster menggunakan bahasa Indonesia (Permendikbud No. 86 Tahun 2. Pendidikan keaksaraan tidak bermakna apabila berdiri sendiri. Pendidikan keaksaraan akan berdampak sangat luas dan menjadi lokomotif dalam perbaikan sosial, ekonomi, dan budaya. Pendidikan keaksaraan dapat menjadi instrumen penting dalam rangka perbaikan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan program pembelajaran yang tepat dengan melibatkan masyarakat sekitar agar timbul kesadaran, pemberdayaan, dan mandiri. Page 2 of 5 Analisis Metode Caper. Membaca Permulaan Dalam Pendidikan Keaksaraan Dasar di Rumah Belajar Desa Pergulaan Ayu Iga Ardini1. Dea Anggriani Arda2. Dwi Ayu Chairinisa3. Friska Indria Nora4. Sudirman5 Pendidikan keaksaraan merupakan suatu pendekatan untuk mengembangkan kemampuan warga belajar dalam menguasai dan menggunakan membaca, menulis, dan berhitung . , berpikir, mengamati, mendengar dan berbicara yang berorientasi pada kehidupan (Sudjana, 2. Tujuan pendidikan keaksaraan, yaitu mengupayakan kemampuan, pemahaman, serta penyesuaian diri guna mengatasi kondisi hidup dan pekerjaannya. Pendidikan keaksaraan tidak hanya membelajarkan kemampuan calistung tetapi pemanfaatan hasil belajar untuk kehidupan. Sasaran pembelajaran keaksaraan adalah warga masyarakat anak-anak atau remaja. Agar sasaran mampu belajar dengan baik dan efektif harus digunakan konsep pendekatan yang sesuai dengan karakteristik warga belajar. Ketepatan penggunaan metode dalam pemberian pembelajaran keaksaraan dasar sangat penting, karena dengan penggunaan metode yang tepat maka akan sangat memberikan manfaat kepada warga belajar. Penggunaan metode tidak lepas dari beberapa hal seperti tujuan yang ingin dicapai, karakteristik materi pembelajaran, kemampuan pendidik, waktu yang tersedia dan jumlah peserta (Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan, 2006:11-. Rumah belajar Desa Pergulaan menggunakan metode pembelajaran Caper ( Membaca Permulaa. Metode Caper ini hampir sama dengan Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. merupakan salah satu jenis metode yang biasa digunakan untuk proses pembelajaran membaca dan menulis permulaan bagi siswa pemula. Pembelajaran membaca dan menulis permulaan (MMP) dengan metode ini mengawali pelajarannya dengan menampilkan dan mengenalkan sebuah kalimat Metode Caper sangat sederhana penggunaannya karena konsepnya sederhana dan sangat cocok bagi individu yang masih pemula dalam belajar membaca dan menulis. Metode Caper ini sering digunakan pada awal pembelajaran karena pengenalan kata dengan proses pemenggalan yang akan membuat lebih mudah diingat oleh warga belajar. Dengan adanya penelitian ini maka dapat mengetahui tingkat pembelajaran warga belajar dengan menggunakan metode Caper. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalis permasalahan dalam proses pembelajaran serta solusi dengan penggunaan metode Caper yang digunakan untuk pembelajaran. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode kualitatif ini yang akan menjadi instrumen dalam penelitian dan analisis dilakukan secara terus menerus dari awal penelitian hingga analisis data. Pengamatan langsung pada obyek studi sesuai lingkup penelitian dan teori sebagai pendukung penelitian berdasarkan lingkup pembahasan. Menganalisis mengenai metode pembelajaran serta efektivitasnya untuk digunakan. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik wawancara dan observasi. Teknik pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara langsung dengan pendidik rumah belajar di Desa Pergulaan tentang objek observasi yang sedang diteliti. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara tidak terstruktur. Menurut Sugiyono . Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak mengunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Observasi yang dilakukan peneliti yaitu dengan observasi secara langsung untuk melihat proses pembelajaran yang dilakukan pada rumah belajar di desa pergulaan serta cara para peserta didik menerima metode yang dilakukan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan, maka peneliti dapat memberikan penjelasan bahwa keaksaraan merupakan suatu hal yang penting yang harus dikuasai oleh setiap manusia. Setelah menganalisis pembelajaran di rumah belajar desa pergulaan maka peneliti mendapatkan hasil bahwa pada rumah belajar di desa pergulaan menggunakan metode pembelajaran Caper ( Membaca Permulaa. Metode Caper ini hampir sama dengan Metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. merupakan salah satu jenis metode yang biasa digunakan untuk proses pembelajaran membaca dan menulis permulaan bagi siswa pemula. Pembelajaran membaca dan menulis permulaan (MMP) dengan metode ini mengawali pelajarannya dengan menampilkan dan mengenalkan sebuah kalimat Menurut Supriyadi ( 1996 : 334-. , metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. adalah suatu . Page Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 3 No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN e 2776-785X pendekatan cerita disertai dengan gambar yang di dalamnya terkandung unsur Struktural Analitik Sintetik. Pengertian di atas dapat disimpulkan bahwasannya metode SAS (Struktur Analitik Sinteti. adalah metode yang sesuai dengan proses pembelajaran di kelas untuk anak yang masih belajar membaca permulaan, karena metode SAS (Struktural Analitik Sinteti. menggunakan beberapa langkah-langkah yang menarik warga belajar untuk belajar membaca dan bisa menggunakan media kartu kata serta gambar untuk proses pembelajaran membaca permulaan di kelas. Belajar-mengajar adalah dua kegiatan yang satu mencerminkan yang lain, sehingga lebih baik menggunakan istilah "Metode Belajar Mengajar" daripada "Metode Mengajar" (Al-Rawi, 2013: . Pada umumnya pendidik menggunakan metod belajar mengajar secara tradisional hanya berfokus pada pendidik saja. Pada rumah belajar di desa pergulaan menggunakan metode Caper ( Memabaca Permulaa. yaitu dengan menggunakan origami yang dibentuk bulat ataupun segitiga lalu dituliskan huruf-huruf abjad. Pendidik menggunakan metode ini dengan origami tersebut yaitu karena agar anak-anak lebih tertarik dengan warna-warni dari kertas origami tersebut dan bentuk-bentuk dari kertas tersebut sehingga anak-anak akan menyukai proses pembelajaran dan tidak merasa bosan. Penggunaan origami tersebut pada awalnya digunakan dengan menuliskan huruf-huruf abjad. anakanak diminta satu persatu untuk memperhatikan dan mendengarkan ketika pendidik menjelaskan mengenai alfabet tersebut. Setelah itu warga belajar diminta untuk mengucapkan huruf-huruf tersebut sambil menunjuk ataupun mengambil kertas origami yang sesuai dengan huruf abjad tersebut. Setelah warga belajar ataupun peserta didik sudah mengenali setiap huruf abjad maka pada pertemuan berikutnya yaitu memulai dengan suku kata suku kata yang tidak terlalu panjang yaitu dengan menyatukan dua huruf menjadi satu. Pada rumah belajar ini pertemuan untuk proses pembelajaran dalam seminggunya dilakukan secara tiga kali yaitu pada hari Senin, selasa dan rabu. dengan metode pembelajaran Caper ini pendidik menganggap dan melihat hasil bahwasanya warga belajar ataupun peserta didik lebih mudah untuk mengetahui dan mengingat apa yang sudah dipelajari sehingga untuk membaca dan menulis peserta didik juga akan lebih mudah. setelah peserta didik sudah mampu mengenali huruf abjad tersebut dan sudah mampu menyusun suku kata suku kata dan mampu menuliskannya maka pendidik memulai dengan menyusun kalimat. Cara menyusun kalimatnya juga masih menggunakan metode Caper yaitu dengan membuat kata-kata di origami tersebut kemudian peserta didik menyusun kata-kata tersebut lalu membacanya setelah mampu membacanya peserta didik diminta untuk menuliskan di buku tulis mereka. Sebelum menggunakan metode Caper ini, pengajar menggunakan metode pembelajaran yang umum digunakan, yaitu dengan menggunakan buku bacaan sebagai media pembelajaran, karena dianggap hal ini tidak terlalu berdampak pada meningkatnya pembelajaran warga belajar, maka pengajar menggunakan metode Caper dengan memanfaatkan seperti origami kreatif. Dengan adanya metode ini sangat berdampak baik untuk perkembangan belajar warga belajar, sehingga hal ini dapat efektif untuk terus dilaksanakan pada rumah belajar di Desa Pergulaan. Dengan adanya metode caper ini dapat dilihat keefektifan dalam proses pembelajaran yaitu. Dari sekitar 12 orang warga belajar pada rumah belajar ini satu bulan setelah diajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran Caper( Membaca Permulaa. terdapat 5 orang warga belajar yang bisa membaca. Artinya dengan menggunakan metode pembelajaran caper ini cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca warga belajar. SIMPULAN Keaksaraan merupakan suatu hal yang penting yang harus dikuasai oleh setiap manusia. Pada rumah belajar di desa pergulaan tersebut menggunakan metode Caper (Membaca Permulaa. yaitu dengan menggunakan origami yang dibentuk bulat ataupun segitiga lalu dituliskan huruf-huruf abjad. Pendidik menggunakan metode ini dengan origami tersebut yaitu karena agar anak-anak lebih tertarik dengan warna-warni dari kertas origami tersebut dan bentuk-bentuk dari kertas tersebut sehingga anak-anak akan menyukai proses pembelajaran dan tidak merasa bosan. Dengan adanya metode ini sangat berdampak baik untuk perkembangan belajar warga belajar. Page 4 of 5 Analisis Metode Caper. Membaca Permulaan Dalam Pendidikan Keaksaraan Dasar di Rumah Belajar Desa Pergulaan Ayu Iga Ardini1. Dea Anggriani Arda2. Dwi Ayu Chairinisa3. Friska Indria Nora4. Sudirman5 REFERENSI