Islamika Granada, 5 . Januari . ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 51849/ig. Islamika Granada Available online https://penelitimuda. com/index. php/IG/index Pengaruh Konflik Keluarga Dan Konsep Diri Terhadap Kenakalan Remaja Di SMA Swasta APIPSU Medan The Influence of Family Conflict and Self-Concept on Juvenile Delinquency in APIPSU Medan Private High School Charasi Natal Kristian Ziliwu. *). Indah Sari Liza Lubis. & Amelia Alsa. Program Studi Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas Tjut Nyak Dhien. Indonesia Disubmit: 04 Oktober 2024. Direview: 24 Desember 2024. Diaccept: 27 Desember 2024. Dipublish: 01 Januari 2025 *Corresponding author: charasy25@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh konflik keluarga dan konsep diri terhadap kenakalan remaja di SMA Swasta APIPSU Medan. Penelitian ini di lakukan adalah pendekatan Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling atau sampel di ambil dari keseluruhan populasi yaitu sebanyak 58 siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik Uji Validitas Data dan Uji Reliabilitas berupa kuesioner dan Analisi Regresi Linear Berganda dengan Uji-F dan Uji-t untuk pembuktian Hipotesis. Berdasarkan dari Analisis rhitung yang diperoleh sebesar 65,694 sedangkan nilai rtabel dengan taraf signifikan 5% pada df-2=56 diperoleh 3,165. Hal ini menunjukan bahwa nilai thitung yang diperoleh dalam penelitian ini lebih besar dari pada nilai rtabel . ,864>3,. dan memperoleh nilai R-square sebesar 0,694. Hal ini berarti H0 ditolak dan Ha Kesimpulan dari hasil penelitian ini berdasarkan uji F dan uji-t yang menyatakan bahwa Ha diterima yang artinnya konflik keluarga dan konsep diri berpengaruh terhadap kenakalan remaja di SMA Swasta APIPSU Medan. Kata Kunci: Kenakalan Remaja. Konflik Keluarga. Konsep Diri. Abstract This study aims to identify the influence of family conflict and self-concept on juvenile delinquency in APIPSU Medan Private High School. This study was conducted using a quantitative approach. The sampling technique in this study used total sampling or samples taken from the entire population, which was 58 students. The data analysis technique used statistical techniques for Data Validity Testing and Reliability Testing in the form of questionnaires and Multiple Linear Regression Analysis with F-Test and t-Test to prove the Hypothesis. Based on the analysis, the r count obtained was 65. 694 while the r table value with a significance level of 5% at df-2 = 56 was 3. This shows that the t count value obtained in this study is greater than the r table value . 864> 3. and obtains an R-square value of 0. This means that H0 is rejected and Ha is accepted. The conclusion of the results of this study is based on the F test and t-test which states that Ha is accepted, which means that family conflict and self-concept have an influence on juvenile delinquency at APIPSU Medan Private High School. Keywords: Juvenile Delinquency. Family Conflict. Self Concept. How to Cite: Ziliwu. Lubis. & Alsa. Pengaruh Konflik Keluarga Dan Konsep Diri Terhadap Kenakalan Remaja Di SMA Swasta APIPSU Medan. Islamika Granada, 5 . : 65-72. ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. PENDAHULUAN Keluarga merupakan unit sosial terkecil dalam masyarakat yang dipimpin oleh kepala rumah tangga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ulfiah . menyatakan bahwa pengertian keluarga juga merupakan tonggak awal dalam memperkenalkan budaya sosial dimana anggota keluarga mempelajari kepribadian dan karakteristik orang lain di luar dirinya. Sebuah keluarga terdiri dari dua individu yang berasal dari keluarga yang berbeda dan memiliki latar belakang serta pengalaman hidup yang Perbedaan tersebut seringkali menimbulkan salah paham dan gejolak antar pasangan, dan bila tidak diselesaikan maka timbullah berbagai salah paham yang berujung pada perselisihan atau konflik dalam keluarga. Konflik dalam keluarga merupakan fenomena yang umum terjadi dalam keluarga dan bermula dari berbagai pengalaman hidup, sehingga dapat menimbulkan miskomunikasi atau perbedaan pendapat antar anggota keluarga. Situasi seperti ini sebaiknya dihindari karena dapat berdampak buruk bagi seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak. Konflik yang terjadi dalam keluarga, khususnya antara orang tua dan anak, mempunyai dampak yang cukup besar terhadap kepribadian dan perkembangan mental anak. Konflik antara orang tua dan remaja seringkali muncul akibat kesalahpahaman dalam komunikasi verbal, misalnya perselisihan pendapat yang berujung pada pertengkaran dan perselisihan dengan orang tua (Januarti, 2. Adam dan Laursen (Januarti, 2. menyatakan bahwa konflik antara orang tua dan remaja biasanya bersifat hierarkis dan berkaitan dengan kewajiban. Artinya, anak mempunyai kewajiban guna taat kepada orang tuanya karena kedudukan orang tuanya lebih tinggi, berbeda sekali dengan konflik dengan teman sebayanya. Pengaruh lain yang dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian remaja masa kini ialah rendahnya konsep diri. Menurut Hurlock (Hidayati, 2. , konsep diri juga dapat diartikan sebagai cara kita memandang diri sendiri. Biasanya, hal ini dilakukan dengan mengklasifikasikan karakteristik pribadi, karakteristik sifat sosial, dan peran sosial. Epstein . alam Wutsqo al, 2. juga menyatakan bahwa konsep diri ialah pendapat, perasaan, atau gambaran seseorang tentang dirinya, baik secara fisik maupun psikologis . osial, emosional, moral, dan kogniti. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa Masa remaja sangat penting bagi perkembangan kepribadian dan kemandirian. Selaras dengan Santrock dimana remaja dengan kata latin adolescence yang artinya individu telah tumbuh dan berkembang menjadi remaja. Sehingga perubahan emosi pada masa remaja merupakan bagian dari perjalanan anak menuju kedewasaan. Masa remaja di sekolah menengah atas mungkin merupakan tahap di mana seseorang paling berisiko mengalami masalah mental. Sebab, remaja perlu mengalami berbagai hal perubahan dan tantangan dalam waktu yang relatif singkat. Permasalahan yang dialami dapat mengarahkan remaja guna melakukan perilaku Karlina . menyatakan bahwa kenakalan remaja ialah kejahatan/ kenakalan yang dilakukan oleh remaja dan merupakan suatu gejala penyakit sosial https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. remaja yang disebabkan oleh suatu jenis pelayanan sosial sehingga menimbulkan bentuk-bentuk perilaku yang menyimpang. Berdasarkan pemikiran para ahli, peneliti menyimpulkan bahwa permasalahan seperti konflik keluarga dan konsep diri yang muncul antara orang tua dan antara orang tua dengan anak merupakan permasalahan yang dialami oleh remaja, dan hal tersebut dapat memicu terjadinya kenakalan pada anak. Permasalahan ini sering dijumpai di sekolah-sekolah terutama pada tingkat sekolah menengah atas, seperti lokasi yang dipilih peneliti. Berdasarkan uraian di atas maka tujuan riset yang dilakukan pada remaja SMA Swasta APIPSU Medan ialah guna mengetahui apakah konflik keluarga berpengaruh terhadap kenakalan remaja di SMA Swasta APIPSU Medan dan apakah konsep diri berpengaruh terhadap kenakalan remaja di SMA Swasta APIPSU Medan, serta guna mengetahui pengaruh konflik keluarga dan konsep diri terhadap kenakalan remaja di SMA Swasta APIPSU Medan. METODE Lokasi riset ini ialah SMA Swasta APIPSU Medan yang terletak di Jalan Gatot Subroto/Jalan Rasmi No. 28 Medan Helvetia. Kajian dilakukan sejak awal penyusunan proposal hingga selesai pada bulan Maret 2023. Populasi riset ini ialah siswa SMA Swasta APIPSU Medan yang berjumlah 58 orang. Sampel yang digunakan dalam riset ini ialah siswa SMA Swasta APIPSU Medan berjumlah 58 siswa yang dijadikan responden dalam riset ini. Jenis riset yang digunakan dalam riset ini ialah riset kuantitatif. Dalam riset ini variabel independennya ialah konflik keluarga (XCA) dan konsep diri (X. , serta variabel dependennya ialah kenakalan remaja (Y). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam riset ini ialah observasi dan angket. Skala Likert dimulai dengan skor dari 5 Ae 4 Ae 3 Ae 2 Ae 1. Jawabannya terdiri dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Dengan menggunakan skala Likert, variabel yang diukur diubah menjadi indikator, yang selanjutnya diubah menjadi sub-indikator yang dapat diukur. Alat riset yang digunakan ialah kuesioner. Kuesioner riset ini dibuat berdasarkan indikator-indikator variabel riset. Indikator-indikator tersebut dirinci dalam pertanyaan-pertanyaan dalam format kuesioner dan dibagikan kepada responden. Alat yang digunakan dalam riset ini ialah panduan observasi dan daftar pertanyaan/pernyataan. Teknik pengolahan data ialah teknik yang memanfaatkan perhitungan komputer dari program SPSS (Statistical Program for Social Science. , yaitu program komputer statistik yang dapat mengolah data statistik secara akurat dan cepat, sehingga memberikan berbagai keluaran yang diinginkan oleh pengambil keputusan. Analisis data dilakukan dengan tujuan guna menguji validitas, reliabilitas dan hipotesis guna menarik kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, identitas responden dikategorikan ke dalam kategori tertentu seperti usia, jenis kelamin, dan kelas. https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. Umur 14 Tahun 15 tahun 16 Tahun 17 Tahun 18 Tahun Total Tabel 1 Responden Berdasarkan Umur Frekuensi Persen 5,20% 20,70% 34,50% 25,90% 13,80% Berdasarkan tabel diatas, responden berusia 14 tahun sejumlah 3 orang . ,2%), usia 15 tahun sejumlah 12 orang . ,7%), usia 16 tahun sejumlah 20 orang . ,5%), usia 17 tahun sejumlah 15 orang . ,9%), dan usia di atas 18 tahun, terhitung 8 orang . ,8%). Jenis Kelamin laki-Laki Perempuan Total Kelas Kelas X Kelas XI Kelas XII Total Tabel 2 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Frekuensi Persen 53,40% 46,60% 100,00% Tabel 3 Responden Berdasarkan Kelas Frekuensi Persen 25,90% 34,50% 39,70% 100,00% Berdasarkan tabel diatas, respon pada kelas X sebanyak 15 orang dengan persentase 25,9%, kelas XI sebanyak 20 orang persentase 34,5%, dan kelas XII sebanyak 23 orang persentase 39,7%. Guna memverifikasi validitas, peneliti melakukan analisis menggunakan SPSS versi Tingkat validitas diuji signifikansinya dengan membandingkan nilai r hitung dan rtabel. degree off freedom . = n-2, dimana n ialah jumlah sampel. Dalam hal ini nilai df dapat dihitung sebesar 58-2 atau df=56 dengan menggunakan alpha 0,05 yang diperoleh dari rtabel 0,258. Jika rhitung . una tiap-tiap butir pernyataan dapat dilihat pada kolom corrected item pernyataan total correlatio. lebih besar dari rtabel dan nilai r bernilai positif, maka item pernyataan tersebut dinyatakan valid. Guna memperoleh reliabilitas data riset dilakukan pengujian dengan menggunakan SPSS 29. Jika nilai CronbachAos alpha lebih besar dari 0,60 maka reliabilitas dapat dikatakan baik. Jika nilai CronbachAos alpha kurang dari 0,60 maka kuesioner tidak dapat digunakan sebagai alat ukur riset. Uji normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov pada taraf signifikansi yu = 0,05 . %). Hasil pengujian Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parameters Most Extreme Differences Test Statistic Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative https://penelitimuda. com/index. php/IG/index Unstandardized Residual 0,0000000 23,36150190 0,108 0,108 -0,078 0,108 ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. Berdasarkan data pada tabel, data berdistribusi normal dengan nilai test statistic sebesar 0,108 karena nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 dimana angka ini di atas tingkat signifikansi 0,05 atau 5% atau nilai asymp. -taile. > 0,05 dengan demikian data berdistribusi normal. Tabel 5. Uji t Coefficientsa Model Unstandarized Coefficients Std. Error (Constan. 19,545 2,121 Konflik Keluarga (X. 0,423 0,025 Konsep Diri (X. 0,075 0,022 Dependent Variabel: Kenakalan Remaja (Y) Standardized Coefficient Beta 0,855 0,174 Tabel 6. Uji F Anovaa Model Sum of Squares Mean Square Regression 42818,838 21409,419 Residual 17924,365 325,898 Total 60743,204 Dependent Variable: KEnakalan Remaja (Y) Predictors: (Constan. Konsep Diri (X. Konflik Keluarga (X. Table 7. Uji R Model Summary Model R Square Adjustes R Square ,840a 0,705 0,694 Predictors: (Constan. Konsep Diri (X. Konflik Keluarga (X. 65,694 Sig. 9,216 17,152 3,500 0,000 0,000 0,001 Sig. <,001b Std. Error of the Estimate 18,053 Berdasarkan analisis statistik yang dilakukan guna masing-masing variabel riset, pengaruh konflik keluarga (XCA) terhadap kenakalan remaja (Y), nilai thitung yang dihasilkan pada variabel konflik keluarga (XCA) sebesar 17,152, nilai t tabel sebesar 2,004, nilai sighitung sebesar 0,000, dan nilai sigtabel sebesar 0,05. Ketentuan nilai thitung > ttabel dan nilai sighitung < sigtabel atau . ,152 > 2,. ,000 < 0,. hasil riset ini sejalan dengan riset Hasibuan . tentang pengaruh konflik keluarga terhadap akhlak remaja di Desa Mompang Kecamatan Barumun Kabupaten Padanglawas dapat dinyatakan bahwa konflik keluarga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian anak yang dapat menjadi penyebab terjadinya kenakalan dalam lingkungan sosial remaja saat ini. Riset ini menunjukkan bahwa konflik keluarga yang berkepanjangan dapat menurunkan kesejahteraan psikologis, termasuk peningkatan stres, kecemasan, dan depresi pada anggota keluarga. Hasil tersebut sejalan dengan hasil riset Lestari . yang menemukan bahwa konflik keluarga merupakan suatu peristiwa sosial yang melibatkan pertentangan atau perselisihan pendapat dimana anggota keluarga mempertahankan pendapatnya masingmasing, dan individu yang terlibat dalam konflik keluarga yang parah mengalami masalah dan penyebab emosional dan perubahan karakter. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa variabel konflik keluarga (XCA) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kenakalan remaja (Y) siswa SMA Swasta APIPSU Medan. Selain itu Pengaruh Konsep Diri (XCC) terhadap Kenakalan Remaja (Y) dengan hasil nilai thitung variabel Konsep Diri (XCC) ialah 3,500 dan nilai ttabel sebesar 2,004 dan nilai sighitung sebesar 0,000 serta https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. nilai sigtabel 0,05. Dengan ketentuan nilai thitung > ttabel dan nilai sighitung < sigtabel atau . ,500 > 2,. ,000 < 0,. Berdasarkan hasil riset Arianto . tentang hubungan konsep diri dengan kenakalan remaja pada siswa SMP Negeri 1 Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah dapat dinyatakan bahwa konsep diri negatif mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya kenakalan remaja. Riset ini menunjukkan bahwa remaja dengan konsep diri yang lebih rendah atau lebih labil cenderung lebih rentan terhadap perilaku nakal. Temuan ini sejalan dengan Fitss . alam Agustiani, 2. yang mengartikan konsep diri yang baik ialah konsep diri yang baik dimana individu mengenali dirinya sendiri, merespon dirinya sendiri, memberikan makna dan evaluasi, serta membentuk abstraksi tentang dirinya melalui kesadaran penuh . ang positi. Artinya remaja dengan konsep diri yang lebih negatif mempunyai kecenderungan lebih tinggi guna melakukan perilaku menyimpang seperti kenakalan. Selain itu, hasil riset ini mendukung temuan Preckel . alam Asri, 2. bahwa konsep diri positif berkorelasi dengan prestasi akademik. Siswa yang berprestasi menunjukkan perkembangan konsep diri yang lebih baik. Di sisi lain, konsep diri negatif yang dimiliki individu dikaitkan dengan berbagai gangguan perilaku dan emosional yang maladaptif. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa variabel konsep diri (X. siswa SMA Swasta APIPSU Medan berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel kenakalan remaja (Y). Pengaruh Konflik Keluarga dan Konsep Diri terhadap Kenakalan Remaja di SMA Swasta APIPSU Medan. Berdasarkan hasil pengolahan data juga diketahui nilai variabel Konflik Keluarga (XCA) dan Konsep Diri (XCC) ialah sebesar 65,694 dan nilai Ftabel sebesar 3,165 dengan ketentuan nilai Fhitung > Ftabel dan sighitung < sigtabel atau . ,694 > 3,. ,001 < 0,. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Konflik Keluarga (XCA) dan Konsep Diri (XCC) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kenakalan Remaja (Y) pada siswa di SMA Swasta APIPSU Medan. SIMPULAN Dengan melihat hasil riset yang telah dibahas, maka dapat ditarik Kesimpulan yakni Variabel Konflik keluarga (XCA) mempunyai pengaruh signifikat terhadap Kenakalan Remaja (Y) pada siswa di SMA Swasta APIPSU Medan. Variabel Konsep Diri (XCC) mempunyai pengaruh terhadap Kenakalan Remaja (Y). Variabel Konflik Keluarga dan Konsep Diri berpengaruh terhadap Kenakalan Remaja di SMA Swasta APIPSU Medan, dan Nilai Adjusted R-Square sebesar 0,694. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (Adjusted R Squar. sebesar 0,694 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas Konflik Keuarga dan Konsep Diri terhadap Kenakalan Remaja ialah sebesar 69,4%. Sedangkan 30,6% Kenakalan Remaja dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. DAFTAR PUSTAKA