Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 569 Ae 572 PENGARUH KEPEMIMPINAN. BUDAYA KERJA DAN TUNJANGAN KINERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI Oleh : Sri Sulistyowati *. Pompong B. Setiadi. Sri Rahayu *Magister Manajemen STIE Mahardika sris99354@gmail. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract This study aims to analyze the influence of leadership, work culture and performance benefits on employee performance. The research was aimed at employees of the logistics bureau of the East Java regional police. The research respondents totaled 54 people with the type of research sample selection, namely purposive sampling or determining the sample based on the research objectives. The research method applied was a survey using a questionnaire with reference to the Likert scale and the type of research was exploratory research. The data analysis method applies multiple linear regression, hypothesis testing and the coefficient of determination. The data processing stage uses the IBM Version 25 Statistical Application Solutions (SPSS). The results of the study show that the variables of work culture and employee performance have a partial effect, while the leadership variable has no partial effect on employee performance Keyword : Work Culture. Leadership. Employee Performance. Performance Benefits lingkungan kepolisian daerah Jawa Timur, pertama pemeliharaan fisik seperti fasilitas umum, ruang dan gedung, serta pengadaan materiil logistik sesuai perencanaan tahunan. Kedua perencana menyimpan, memelihara dan penata usahaan. Ketiga memperbaiki dan mendistribusikan materil logistik serta perbekalan umum. Keempat Inventaris seluruh aset Polri di lingkungan kerja kepolisian daerah Jawa Timur dan keenam penghapusannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, mengolah data serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan. Kepolisian Negara Republik Indonesia biasa disebut Polri merupakan lembaga yang sangat penting yang diharapkan menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang selalu dekat dan bersama-sama masyarakat, serta sebagai penegak hukum yang profesional dan proposional yang selalu menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak asasi manusia. Pemelihara keamanan dan ketertiban serta mewujudkan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera, sehingga kinerja unggul dari personil kepolisian sangat diperlukan terutama pada biro logistik PENDAHULUAN Kinerja merupakan output atau real value bagi instansi, sehingga dibutuhkan kompetensi tertentu untuk mencapai tujuan yang tertuang pada visi dan misi. Kompetensi tidak dapat secara langsung diartikan sebagai kinerja, perlu faktor lain seperti kepemimpinan, budaya kerja dan merupakan syarat untuk mencapai kinerja unggul (Maarif dan Kartika, 2021:. Aspek penting dalam manajemen kinerja suatu instansi adalah kinerja pegawai, sehingga untuk menilai kondisi kinerja pegawai perlu dilakukan penilaian yang meliputi dimensi akuntabilitas dan kinerja. Penilaian kinerja berbeda dengan evaluasi. Penilaian kinerja berkaitan dengan seberapa cakap pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh instansi, sedangkan evaluasi merupakan aktivitas dengan tujuan menilai seberapa besar harga dan manfaat pekerjaan terhadap instansi dengan tujuan menentukan kompensasi yang sesuai. Biro logistik Kepolisian Daerah Jawa Timur merupakan setuan kerja unsur pengawas dan pembantu pimpinan yang berada di bawah kepala kepolisian daerah, dengan tugas dan fungsi membina dan melaksanakan manajemen logistik di sebagai pendukung tugas satuan kerja dalam operasional kepolisian untuk menciptakan keamanan dan ketertiban serta terwujudnya pelayanan prima terhadap masyarakat. Sumber daya manusia yang tergabung pada satuan kerja Biro logistik Polda Jawa Timur berjumlah 85 orang tidak hanya dari anggota Polri, tetapi terdapat juga anggota yang berasal dari PNS dengan berbagai golongan jabatan struktural. Kinerja biro logistik cukup penting dan strategis dalam merencanakan, mempersiapkan dan menjalankan bidang operasional untuk mendukung tugas polri, sehingga pegawai biro logistik diharapkan memiliki kecakapakan diantaranya kepemimpinan yang dapat diartikan sebagai kemampuan dalam mempengaruhi perikalu orang lain agar bersedia diarahkan dalam mencapai tujuan tertentu (Thoha, 2. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh kelompok untuk mencapai visi dan misi institusi (Robbins, 2. Kepemimpinan adalah suatu proses kerjasama, kemauan dan kemampuan dalam memimpin untuk mencapai tujuan (Jacob dan Jacques, 2. , dalam mencapai tujuan kinerja optimal tidak hanya diperlukan kepemimpinan, tetapi juga harus didukung dengan budaya kerja yaitu nilai, asumsi, sikap dan norma perilaku yang terlah tersistem dalam institusi, selanjutnya terwujud dalam penampilan, sikap dan tindakan, sehingga menjadi identitas institusi tertentu (Trang, 2. Tunjangan kerja juga diharapkan menjadi penunjang kinerja optimal, karena tunjangan kinerja merupakan pemberian insentif atau imbalan lanngsung yang dibayarkan kepada pegawai atas prestasi kerja yang telah dilakukan, atau merupakan sistem upah langsung diluar gaji sebagai kompensasi tetap berdasar kinerja (Rivai dan Sagala, 2. Berdasarkan deskripsi tersebut kinerja optimal dapat didorong dengan kepemimpinan yang baik, budaya kerja terstruktur dan memiliki indentitas baik, juga didukung dengan tunjangan kinerja sebagai wujud apresiasi kinerja pegawai, sehingga penelitian ini fokus mengukur kepemimpinan, budaya kerja dan tunjangan kinerja terhadap kinerja biro logistik kepolisian daerah Jawa Timur. KAJIAN PUSTAKA Kepemimpinan Kepemimpinan kemampuan seseorang untuk memberikan pengaruh perilaku kepada orang lain untuk suatu tujuan tertentu, melalui kuasa pememimpin dapat memberikan pengaruh tindakan dan perilaku kepada stafnay. Kekuasaan dibagi menjadi lima, yaitu: . kekuasaan ahli . xpert powe. kekuasaan legitimasi . egitimate powe. kekuasaan referensi . eferent powe. kekuasaan penghargaan . eward powe. kekuasaan paksaan . oercive powe. Selain berkaitan dengan kekuasaan, kepemimpinan juga erat berhubungan dengan karakter. Banyak penelitian dilakukan untuk menguraikan karakter dari kepemimpinan, namun penelitian dengan kepemimpinan belum menemukan hasil dan identifikasi karakter yang membedakan pemimpin dan staf dan antara pemimpin yang berjiwa kepemimpinan efektif dan efisien, banyak yang Hasil yang paling dapat diterima adalah riset yang bertujuan hanya untuk melakukan identifikasi terhadap karakter-karakter yang dapat dikaitkan secara konsisten dengan kepemimpinan (Yudiaatmaja, 2. Budaya Kerja Budaya kerja sebagai perangkat sistem nilai keyakinan atau norma yang telah berlaku, disepakati dan diikuti oleh pegawai pada suatu instansi, sebagai pedoman perilaku dan pemecahan masalah organisasi (Sutrisno, 2. Budaya kerja merupakan cara hidup dan gaya hidup dari suatu organisasi yang merupakan pencerminan dari nilainilai atau kepercayaan yang selama ini dianut oleh anggota organisasi (Ermawan, 2. Budaya organisasi adalah Pola asumsi dasar diciptakan atau dikembangkan oleh kelompok tertentu saat mereka menyesuaikan diri dengan masalahmasalah eksternal dan integrasi internal yang telah bekerja cukup baik serta dianggap berharga, dan karena itu diajarkan pada anggota baru sebagai cara yang benar untuk menyadari, berpikir dan merasakan hubungan dengan masalah tersebut. (Fred Luthans, 2. Budaya itu adalah sistem makna dan keyakinan bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang menentukan, sebagian besar cara mereka bertindak satu terhadap yang lain dan terhadap orang luar. (Robbins. Budaya organisasi adalah pola kepercayaan, nilai, ritual, mitos para anggota suatu organisasi, yang mempengaruhi perilaku semua individu dan kelompok di dalam organisasinya. (Harrison dan Stokes, 1. Dari berbagai definisi yag telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi merupakan nilai, anggapan, asumsi, sikap dan norma perilaku yang telah melembaga kemudian mewujud dalam penampilan, sikap dan tindakan, sehingga menjadi identitas dari organisasi tertentu. Tunjangan Kinerja Menurut Subekhi dan Jauhar . bentuk kompensasi berupa tunjangan, yang pada umumnya tidak dikaitkan dengan prestasi kerja. Tunjangan lebih banyak dikaitkan dengan pemberian kesempatan kesejahteraan dan penciptaan kondisi kerja sehingga pekerja menjadi lebih merasa nyaman dan merasa mendapat perhatian atasan. unjangan Kinerja adalah tunjangan yang diberikan sebagai penghargaan atas prestasi yang telah diraih oleh pegawai di lingkungan Polri dalam melaksanakan tugas guna terwujudnya reformasi birokrasi. Pegawai di lingkungan Polri selain diberikan penghasilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan diberikan Tunjangan Kinerja setiap bulan. Tunjangan Kinerja diberikan kepada pegawai di lingkungan Polri yang bekerja secara penuh dengan memperhitungkan kinerja pegawai berdasarkan hasil penilaian kinerja. Hasil penilaian kinerja terdiri atas penilaian kinerja bagi: anggota Polri menggunakan Sistem Manajemen Kinerja (SMK). PNS menggunakan Penilaian Prestasi Kerja (PPK). pegawai lainnya dilakukan oleh Kasatker Kinerja Kinerja merupakan ukuran yang dapat digunakan untuk menetapkan perbandingan hasil pelaksanaan tugas, tanggung jawab yang diberikan oleh instansi pada periode tertentu dan relatif dapat digunakan untuk mengukur prestasi kerja atau kinerja organisasi. (Gibson et al. ,1. Kinerja atau prestasi kerja seorang pegawai pada dasarnya adalah hasil kerja seorang pegawai selama periode waktu tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalnya standar, target atau kriteria lain yang ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. (Soeprihanto, 2. Kinerja atau prestasi kerja adalah hasil kerja kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Mangkunegara. Berdasarkan dari beberapa definisi diatas, kinerja karyawan dapat disimpulkan sebagai otuput atau hasil kerja pegawai sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan METODE PENELITIAN Metode peneliatan ini adalah penelitian kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh langsung dari responden melalui Responden penelitian ini adalah pegawai biro logistik kepolisian daerah Jawa Timur yang berjumlah 54 Pegawai. Metode pengambilan sampel yang diterapkan pada penilitian ini adalah Purposive sampling atau menentukan sampel berdasar tujuan penelitian, sehingga tidak semua pegawai menjadi responden dengan tujuan menjaga keakuratan hasil penelitian. Kuesioner menjadi media dalam mengumpulkan data pada penelitian ini. Kuesioner berisi pernyataan yang tertuang pada formulir penelitian, yang selanjutnya dijawab oleh responden dengan tema terkait kepemimpinan, budaya kerja, tunjangan kinerja dan kinerja. Teknik dalam mengukur nilai hasil responden dalam mengisi formular penelitian, merupakan skala likert. Skala likert berfungsi untuk mengukur pendapat, persepsi ataupun sikap seseorang tentang fenomena sosial (Alimuddin dan Artiyany, 2. Model analisis regresi linear berganda diterapkan pada penelitian ini dengan persamaan matematis, sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 e Y merupakan variabel dependen atau terikat, yaitu terdiri dari variabel kinerja dan variabel independen atau variabel bebas terdiri dari variabel kepemimpinan, budaya kerja dan tunjangan kinerja. Tahapan dalam mengolah data dengan regresi linear berganda dengan menerapkan software aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) IBM Versi 25. Pertama yaitu, uji kualitas data dengan tujuan menguji kelayakan. Uji kualitas data terbagi menjadi uji validitas dengan tujuan menguji ketepatan instrumen dan uji reabilitas dengan tujuan menguji ketepatan pernyataan pada kuesioner untuk dapat dijadikan ukuran pada penelitian serupa. Tahap kedua, yaitu uji asumsi klasik dengan tujuan menguji keterkaitan variabel bebas terhadap variabel terikat. Tahap uji asumsi klasik terdiri dari, uji multikolinearitas untuk menguji data terhidar dari multikolinearitas, uji normalitas untuk menguji data terdistribusi dengan normal, uji heteroskedastisitas untuk menguji penyimpangan pada data. Tahap ketiga, yaitu uji analisis data dengan tujuan analisis dan intepretasi data atau sebagai langkah akhir dalam proses pengolahan data yang terdiri dari tahap analisis regresi liniear berganda yang diterapkan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, tahap berikutnya adalah uji F untuk mengetahui hubungan variabei bebas dan variabel terikat secara simultan, lalu uji t untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial, tahap terakhir adalah uji determinasi R2 dan uji korelasi R. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Regresi Liniear Berganda Tabel 1 menyajikan hasil regresi liniear berganda dengan persamaan matematis dalam penelitian sebagai berikut Y = 6,249 0,218 (X. 0,305 (X. 0,315 (X. Nilai konstanta sebesar 6,249, yaitu variabel kepemimpinan (X. , budaya kerja (X. , dan nilai positif 0,305 yaitu jika budaya kerja tunjangan kinerja (X. diasumsikan tetap, meningkat sebesar satu satuan dan variabel bebas sehingga kinerja biro logistik Kepolisian daeran lainnya dianggap tetap, maka kinerja biro logistik Jawa Timur akan meningkat sebesar 6,249. Kepolisian daeran Jawa Timur akan meningkat Nilai koefisien regresi untuk variabel sebesar 0,305. kepemimpinan (X. pada persamaan regresi Nilai koefisien regresi untuk variabel tunjangan menunjukkan nilai positif 0,218 yaitu jika kinerja (X. pada persamaan regresi menunjukkan kepemimpinan mengalami peningkatan sebesar nilai positif 0,315 yaitu jika tunjangan kinerja satu satuan dan variabel bebas lainnya dianggap meningkat sebesar satu satuan dan variabel bebas tetap, maka kinerja biro logistik Kepolisian daeran lainnya dianggap tetap, maka kinerja biro logistik Jawa Timur akan meningkat sebesar 0,218. Kepolisian daeran Jawa Timur akan meningkat Nilai koefisien regresi untuk variabel budaya sebesar 0,315. kerja (X. pada persamaan regresi menunjukkan Tabel 1. Hasil Uji Regresi Liniear Berganda Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients Model Std. Error Beta Constant 6,249 3,816 2,219 0,031 KP (X. 0,218 0,120 0,219 1,808 0,077 BK (X. 0,305 0,137 0,320 2,227 0,030 TK (X. 0,315 0,085 0,408 3,699 0,001 Sumber: Data Primer, 2022 Jawa Timur. Hasil uji t hitung untuk variabel budaya kerja (X. adalah 2,227 dengan hasil signifikansinya 0,030 < 0,05 dan berdasarkan perbandingan thitung dengan t-tabel . -tabel =0,05, df=. diperoleh thitung 2,227 lebih besar dari t-tabel 2,0086 . ,227 > 2,0. , maka hipotesis kedua (H. yang menyatakan adanya pengaruh budaya kerja secara parsial terhadap kinerja Biro Logistik Kepolisian Daerah Jawa Timur. Selanjutnya, perhitungan nilai t-hitung untuk variabel tunjangan kinerja (X. adalah 3,699 dengan hasil signifikansinya 0,001 < 0,05 dan berdasarkan perbandingan t-hitung dengan t-tabel . -tabel =0,05, df=. diperoleh t-hitung 3,699 lebih besar daripada t-tabel . ,699 > 2,0. , maka hipotesis ketiga (H. yang menyatakan terdapat pengaruh tunjangan kinerja secara parsial terhadap kinerja Biro Logistik Kepolisian Daerah Jawa Timur. Hasil Uji Hipotesis Uji t (Parsia. Uji t berfungsi untuk menguji pengaruh secara parsial dari masing-masing variabel independen. Kriteria pengambilan keputusan dalam uji t . sebagai berikut: . Jika nilai Sig < 0,05 maka variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Jika nilai Sig > 0,05 maka variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Hasil uji t . dalam penelitian ini tersaji pada Tabel 8. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, nilai t-hitung untuk variabel kepemimpinan (X. adalah 1,808 dengan hasil signifikansinya 0,077 > 0,05 dan berdasarkan perbandingan thitung dengan ttabel . -tabel =0,05, df=. didapat t-hitung 1,808 lebih kecil dari t-tabel 2,0086 . ,808 < 2,0. , maka hipotesis pertama (H. yang menyatakan tidak terdapat pengaruh kepemimpinan secara parsial terhadap kinerja Biro Logistik Kepolisian Daerah Koefisien Determinasi Tabel 2. Koefisien Determinasi (R. Model R Square Adjusted R-Square 0,859 0,738 0,722 Sumber: Data Primer, 2022 Tabel 2 menguraikan bahwa Adjusted R-Square sebesar 0,722 adalah proporsi pengaruh variabel X1 . , variabel X2 . udaya kerj. dan tunjangan kinerja (X. terhadap variabel kinerja (Y), sehingga dapat disimpulkan, kepemimpinan, budaya kerja dan tunjangan kinerja memiliki proporsi pengaruh terhadap kinerja sebesar 72,2%, sedangkan sebesar 27,8% merupakan proporsi pengaruh yang dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel terhadap kinerja pegawai biro logistik Kepolisian Daerah Jawa Timur diterima. Hasil penelitian sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Siregar. Marbun dan Syaputri . Manfaat dari penerapan suatu budaya kerja yang baik dalam suatu lingkungan organiasasi adalah meningkatkan jiwa gotong royong, meningkatkan kebersamaan, saling terbuka satu sama lain, meningkatkan jiwa kekeluargaan, meningkatkan rasa kekeluargaan, membangun komunikasi yang lebih baik, meningkatkan kinerja, juga atas dasar literatur penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Trigono . budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku sumber daya manusia yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. Juga mengacu pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Arianto . budaya kerja yang baik dapat menciptakan suasana kerja kondusif sehinga kuantitas dan kuliatas kerja dapat meningkan, budaya kerja juga merupakan faktor penting dalam mencapai kinerja optimal dalam suatu institusi dan kinerja institusi yang optimal menjadi indikator prestasi kerja pegawai dan institusi. Pembahasan/ Discussion Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Koefisien regresi variabel kepemimpinan (X. sebesar 0,218 menunjukkan hubungan positif atau searah dengan kinerja pegawai biro logistik Kepolisian Daerah Jawa Timur. Hasil uji t . menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan (X. memiliki hasil tidak signifikan, sehingga hipotesis pertama (H. , yaitu terdapat pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai biro logistik Kepolisian Daerah Jawa Timur ditolak. Hasil penelitian ini searah dengan referensi penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Marjaya dan Pasaribu . , yaitu pimpinan belum berhasil dalam menjalin hubungan kekeluargaan dan saling percaya kepada seluruh pegawai, tetapi hal ini bisa juga diakibatkan oleh ada kesan yang kurang baik dari pimpinan terhadap beberapa pegawai dan penelitian yang dilakukan oleh Rizal dan Radiman . Kurangnya kepercayaan pimpinan terhadap kinerja pegawai mengakibatkan pimpinan tidak mampu memotivasi pegawai agar tetap beraktivitas pada saat situasi sulit atau tidak Hal ini harus menjadi perhatian pimpinan untuk lebih meningkatkan rasa saling percaya antara pimpinan dan bawahan untuk meningkatkan motivasi pegawai bekerja sehingga akan meningkatkan disiplin kerja pegawai. Setiap pimpinan selalu berusaha agar para pegawai mempunyai disiplin yang baik. Seorang kepemimpinannya, jika pegawai berperilaku disiplin dan tertip. Teladan pimpinan sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan pegawai karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para pegawai. Pimpinan harus memberi contoh yang baik, berdisiplin baik, jujur, adil, serta ucapan sesuai dengan perbuatan, melalui teladan pimpinan yang baik, kedisiplinan pegawai akan ikut baik. (Hasibuan, 2. Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Koefisien regresi variabel budaya kerja (X. adalah sebesar 0,305 yang menunjukkan hubungan positif atau searah dengan kinerja pegawai biro logistik Kepolisian Daerah Jawa Timur. Hasil uji t . menunjukkan bahwa variabel budaya kerja (X. memiliki hasil signifikan, sehingga hipotesis kedua (H. , yaitu terdapat pengaruh budaya kerja secara parsial Pengaruh Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja Pegawai Koefisien tunjangan kinerja (X. sebesar 0,315 menunjukkan hubungan positif atau searah dengan kinerja pegawai biro logistik Kepolisian Daerah Jawa Timur. Hasil uji t . menunjukkan bahwa variabel tunjangan kinerja (X. memiliki hasil signifikan, sehingga hipotesis ketiga (H. , yaitu pengaruh tunjangan kinerja secara parsial positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai biro logistik Kepolisian Daerah Jawa Timur diterima. Hasil penelitian ini searah dengan referensi penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Tjahjono dan Riniarti . Pegawai berafiliasi dengan institusi agar mencapai kesejahteraan, jika kesejahteraan terpenuhi secara adil berkaitan dengan alokasi distribusi sehingga pegawai merasa nyaman dan puas, juga penelitian yang dilakukan oleh jika terjadi peningkatan tunjangan kinerja, maka akan mempengaruhi peningkatan efektivitas kerja pegawai juga akan meningkat. Literatur penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dahliah . juga sejalan dengan penelitian ini dengan uraian sebagai berikut Peningkatan variabel tunjangan kinerja ditentukan oleh besarnya peran indikator yang membentuknya yaitu . Pemberian tunjangan kinerja sesuai dengan tingkat kesesuaian kerja, . Tunjangan kinerja diberikan secara adil sesuai tingkat kehadiran, . Pemberian tunjangan kinerja pada masing-masing pegawai berdasarkan kedisiplinan Organisasi Dalam Perspektif Ekonomi dan Pengaruh signifikan tunjangan kinerja Bisnis. Alvabeta. Bandung terhadap efektivitas kerja. Berdasarkan indikatorFred Luthans. Perilaku Organisasi. Edisis tunjangan kinerja yang digunakan, ketiga indikator Kesepuluh. Penerbit: Andi Offset mendapat penilaian baik dari para pegawaiGibson. Ivancevich. Bonnelly. Organisasi Perilaku walaupun masih ada responden memberikan Struktur Proses. Jillid I. Jakarta: Bina Rupa Aksara jawaban tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwaGhozali. Imam. Aplikasi Analisis Multivariate tunjangan kinerja yang diberikan kepada pegawai dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas dapat mendorong pegawai untuk lebih termotivasi Diponegoro. Semarang. dengan memperlihatkan kinerja yang baik sesuaiHorrison R, and Stokes H. Diagnosing dengan tanggungjawabnya. Hal ini berarti Organizational Culture. San Fransisco: Josseyresponden merasa tunjangan kinerja yang diterima Bass-Preiffer sudah sesuai dengan pekerjaan Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara. Jacob and Jacques. The Relationship Among KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis, maka dapat Principal Leadership. School Culture, and Student disimpulan mengenai pengaruh kepemimpinan. Achievment in Missouri Midle Schools. University budaya kerja dan kinerja terhadap kinerja pegawai of Missouri-Columbia. Biro Logistik Kepolisian Daerah Jawa Timur. Maarif. , & Kartika, 1. Manajemen Secara parsial variabel budaya kerja dan variabel kinerja sumber daya manusia. PT Penerbit IPB tunjangan kinerja berpengaruh positif dan Press signifikan terhadap kinerja pegawai Biro Logistik Mangkunegara Anwar Prabu. Manajemen Kepolisian Daerah Jawa Timur, sedangkan Sumber Daya Manusia. Cetakan Pertama. Rosda. variabel kepemimpinan tidak berpengaruh secara Bandung. signifikan terhadap kinerja pegawai Biro Logistik Marjaya. , & Pasaribu. Pengaruh Kepolisian Daerah Jawa Timur, hal tersebut dapat Kepemimpinan. Motivasi. Dan Pelatihan Terhadap dikarenakan komunikasi dan kepercayaan antar Kinerja Pegawai. Maneggio: Jurnal Ilmiah pimpinan dan pegawai kurang optimal dan perlu Magister Manajemen, 2. , 129-147. Pimpinan dapat dikatakan efektif jika Thoha. Kepemimpinan dalam mampu memotivasi dan mendorong pegawa untuk mencapai kinerja optimal. Rizal. , & Radiman. Pengaruh Motivasi. Berdasarkan kesimpulan penelitian, sehingga Pengawasan, dan Kepemimpinan Terhadap saran yang dapat diuraikan diantaranya perlu Disiplin Kerja Pegawai. Maneggio: Jurnal Ilmiah diskusi terbuka dua arah antara pimpinan dan Magister Manajemen, 2. , 117-128. pegawai untuk menjabarkan visi misi, pembagian Robbins. Teori Organisasi: Struktur Desain tugas, peraturan, kritik dan saran untuk kemajuan dan Aplikasi. Ahli Bahasa: Yusuf Udaya. bersama, juga diperlukan kegiatan yang dapat Jakarta:Arcan. mendorong peningkatan kekompakan dan Robbins. Teori Organisasi: Struktur Desain kerjasama antara pegawai, juga dengan pimpinan. dan Aplikasi. Ahli Bahasa: Yusuf Udaya. Jakarta: Budaya kerja yang baik perlu dipertahankan Arcan. dengan pegawai selalu mematuhi perintah dan Siregar. Marbun. , & Syaputri. larangan yang menjadi kesepakatan institusi. Pengaruh Budaya Kerja Dan Jam Kerja Terhadap budaya kerja yang baik akan mendorong hasil Kinerja Karyawan Pada Pt. Latexindo Toba kinerja optimal dan berdampak pada prestasi kerja. Perkasa Binjai. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan sehingga dapat meningktkan perolehan tunjangan Bisnis (Jimb. , 1. , 101-110. Sugiyono . Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALfabe REFERENCES