Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Pengetahuan Sikap Dan Perilaku Masyarakat Terkait Mitigasi Bencana Tsunami Di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu Karmila*. Rahmawati Mahasiswa dan Dosen Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Palu *email: karmila. geografi@gmail. ABSTRACT This research focused on how well the people of Talise Village are prepared to deal with a tsunami. This research aimed to assess the general awareness of tsunami preparedness in Talise Village. Using a questionnaire based on field research findings, we could gauge how prepared the local community was to deal with the aftermath of a wave. Using the Slovin formula to determine the sample size, the researcher collected data through observation, interview, survey, and documentation techniques. The researcher then used a Likert scale and data from a modified questionnaire to analyze the collected information. The overall RW knowledge results showed that the community scored between 71% and 100% under the category "very knowing," between 31% and 70% on its attitude toward tsunami disaster mitigation, making it "moderately knowledgeable," and between 0% and 30% on its behavior toward tsunami disaster management or tsunami mitigation, making it "lowly " The findings suggest that the people of Talise Village in Mantikulore Sun-district have a strong understanding of tsunami preparedness concepts but could use additional instruction and guidance in managing emergencies of this nature. As a result, it's crucial to educate the public at large about catastrophe preparedness. addition, because of the precarious nature of their location, the local government must establish a warning system for tsunami catastrophes based on a consensus between officials and the community's conventional wisdom. Talise Village residents at Mantikulore Sub-district should continue educating themselves about things like the mitigation process to lessen the severity of disasters. Keywords: Community, disaster, knowledge, tsunami mitigation. Pendahuluan Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Negara Indonesia merupakan wilayah rawan bencana, baik bencana alam yang disebabkan oleh peristiwa alam, bencana non alam yang disebabkan oleh non alam maupun bencana sosial yang disebabkan oleh ulah Negara Indonesia terletak pada zona pertemuan tiga lempeng tektonik yang bergerak aktif yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia. Lempeng Eurasia dan Indo-Australia bertumbukan di lepas pantai barat Pulau Sumatera, lepas pantai selatan Pulau Jawa, lepas pantai selatan Kepulauan Nusa Tenggara, dan berbelok ke arah utara ke perairan Maluku sebelah selatan. Antara lempeng Australia dan Pasifik terjadi tumbukan di sekitar Pulau Papua. Sementara pertemuan ketiga lempeng itu terjadi di sekitar Sulawesi, itulah sebabnya mengapa di pulau-pulau sekitar pertemuan tiga lempeng itu sering terjadi gempa bumi,tsunami dan gunung api (Fulki, 2. Sulawesi atau Celebes terletak di bagian tengah wilayah kepulauan Indonesia dengan luas wilayah 174. 600 kmA. Bentuknya yang unik menyerupai huruf K dengan empat semenanjung, yang mengarah ke timur, timur laut, tenggara dan selatan. Sulawesi dan sekitarnya merupakan daerah yang kompleks karena merupakan tempat pertemuan tiga lempeng besar yaitu. lempeng Indo-Australia yang bergerak ke arah utara, lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat dan lempeng Eurasia yang bergerak ke arah selatantenggara serta lempeng yang lebih kecil yaitu lempeng Filipina. Kota Palu dengan jumlah penduduk 379. 539 jiwa Badan Pusat Statistik Kota Palu . , merupakan salah satu kawasan rawan bencana yang ada di Indonesia. Kota Palu secara geografis berada di sepanjang Pantai Teluk Palu dengan pusatkota terletak di bagian tengah dari lembah Palu. Patahan aktif Palu-Koro memanjang dengan arah utara-selatan membelah wilayah Kota Palu. Patahan Palu-Koro merupakan sesar aktif sehingga memiliki akivitas tektonik cukup tinggi. Pergeseran pada lempeng tektonik yang aktif menyebabkan tingkat kegempaan di wilayah ini cukup tinggi. Jika melihat sejarah gempa bumi di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu sejak abad ke-19 beberapa diantaranya menimbulkan gelombang Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Berdasarkan sejarah yang tercatat gempa yang menimbulkan tsunami bukan pertama kalinya terjadi di wilayah Kota Palu, namun bencana yang terjadi Pada 28 September 2018 termasuk salah satu bencana terparah di Indonesia sepanjang tahun 2018 dan menelan banyak korban jiwa. Gempa dengan magnitudo 7,4 memicu gelombang Tsunami yang cukup tinggi. Bencana lainnya selain gempa bumi dan tsunami adalah bencana likuifaksi yang memporak-porandakan wilayah lain seperti. Kelurahan Petobo. Kelurahan Balaroa. Desa Jono dan beberapa kawasan di Kabupaten Sigi. Kelurahan Talise merupakan salah satu kelurahan yang memiliki objek wisata utama di Kecamatan Mantikulore, pada saat terjadi bencana, tepatnya di anjungan Pantai Talise tengah di gelar AuPalu NomoniAy untuk menyambut ulang tahun Kota Palu, tentu saja bencana alam tersebut membuat sepanjang Pantai Talise menjadi porak-poranda. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2018 mencatat korban tewas akibat bencana gempa bumi dan tsunami mencapai 2. 113 orang tersebar di Provinsi Sulawesi Tengah. Sebaran korban tewas tersebut meliputi: Kota Palu 1. 703 orang. Donggala 171 orang. Sigi 223 orang. Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. Menurut data yang tercatat di Kelurahan Talise, ada 135 orang warga memjadi korban akibat gempa bumi dan tsunami, 179 KK . epala keluarg. kehilangan tempat tinggal dan sebanyak 281 KK . epala keluarg. mengungsi dan sebanyak 153 KK yang relokasi ke HUNTAP KONI dan sebagian masih kembali menempati rumah mereka. Kelurahan Talise merupakan salah satu daerah yang ada di Kota Palu yang terletak di kawasan pinggir pantai dan merupakan salah satu kawasan yang di terjang Tsunami, berdasarkan hasil survey Badan Meteorologi. Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ketinggian tsunami mencapai 2,2 meter sampai dengan 11,3 meter, tsunami tertinggi akibat gempa 7,4 SR ini terjadi di Desa Tondo. Bencana alam memang tidak bisa di hindari, tetapi bisa di tanggulangi secara bersama-sama, memperkecil dampak negatifnya, serta mengurangi kegiatan yang bisa memperbesar pengaruh bencana alam. Dampak yang di timbulkan dari bencana alam tsunami menyebabkan terganggunya aktivitas Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X sehari-hari masyarakat yang meliputi aspek fisik dan non fisik. Dilihat dari fenomena lapangan ditemukan bahwa saat terjadi tsunami masyarakat menyelamatkan dirinya masing-masing kedataran yang lebih tinggi untuk menghindari gelombang tsunami. Setelah menyelamatkan diri masing-masing baru mereka menyelamatkan keluarga mereka serta orang lain di sekitar Bencana menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat, yang di sebabkan baik oleh faktor alam atau faktor non alam maupun faktor manusia atau sosial, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Berdasarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), korban terbesar dari bencana adalah masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Masyarakat pula yang langsung menghadapi bencana. Menurut Zen. T, dkk. , lemahnya kapasitas warga menjadikan kerentanan semakin tinggi sehingga jika terjadi bencana sekecil apapun maka warga akan lebih mudah terperosok dalam ketidak berdayaan. Masyarakat diharapkan dapat memahami dan aktif dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, terutama dalam mitigasi bencana Hal ini dapat dilakukan melalui upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam tahap mitigasi bencana. Masyarakat juga harus siap dan waspada terhadap bencana, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana. II. Metode Penelitian Desain penelitian adalah suatu rancangan tentang cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data secara sistematis dan terarah agar penelitian dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif sesuai dengan tujuan penelitiannya (Tika, 2. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian yang lebih mengarah pada pengungkapan suatu masalah atau keadaan Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X sebagaimana adanya dan mengungkapkan fakta-fakta yang ada. Penelitian deskriptif perlu memanfaatkan atau menciptakan konsep-konsep ilmiah, sekaligus berfungsi dalam mengadakan suatu spesifikasi mengenai gejalagejala fisik maupun sosial yang dipersoalkan. Hasil penelitiannya difokuskan untuk memberikan gambaran keadaan yang ada di lapangan yang berhubungan dengan pemahaman masyarakat terhadap bencana Tsunami di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei. Metode penelitian ini digunakan untuk mendapatkan datadata pengamatan di lokasi penelitian. Penelitian survei dilakukan untuk mendapatkan data-data responden dengan menggunakan angket kuisioner. Pengambilan sampel responden dari suatu populasi yang dapat menggambarkan keseluruhan populasi (Singarimbun, 1. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya, adapun sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2. Masyarakat yang berada di Kelurahan Talise. Mantikulore. Palu yang berjumlah 16. 638 jiwa yang terdiri atas 6 RW (Rukun Warg. dan 33 RT (Rukun Tetangg. Sampel yang diberikan kepada responden berdasarkan jumlah perhitungan di atas, dimana N merupakan nilai yang didapatkan dari jumlah Kepala Keluarga (KK) yang ada di 6 Rukun Warga (RW) terdampak, e ditetapkan sebesar 10%. Maka dari hasil perhitungan di atas didapatkan jumlah sampel responden yang digunakan sebanyak 100 sampel. Pembagian responden dimasing-masing Rukun Warga (RW) ditentukan berdasarkan jumlah Kepala Keluarga (KK) sehingga akan diperoleh jumlah riil responden di wilayah masing-masing, dengan proporsional. Teknik pengumpulan data sebagai langkah utama dalam penelitian agar data yang diperoleh memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini digunakan tiga . teknik pengumpulan data, sebagai berikut: . Observasi. Wawancara (Intervie. Angket. Dokumentasi. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Teknik analisis data yang digunakan yaitu skala Likert. Hal ini dikarenakan, skala Likert merupakan skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi, seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala Likert, variable yang akan di ukur di jabarkan akan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut di jadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban setiap item instrument yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore khususnya 6 RW terdampak bencana tsunami 2018 silam mengenai pengetahuan masyarakat tentang mitigasi tsunami dengan jumlah responden sebanyak 100 KK, dapat diketahui bahwa dari 4 klaster dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang mitigasi tsunami. Pengetahuan Masyarakat Tentang Mitigasi Bencana Tsunami Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bagaimana pengetahuan masyarakat Kelurahan Talise mengenai bencana tsunami di 6 RW. Sebagai Tingkat pengetahuan kebencanaan oleh masyarakat Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore tentang pengertian bencana Pengetahuan masyarakat di RW I mengenai pengertian bencana. Data menunjukan banyaknya masyarakat mengetahui tentang pengertian bencana memiliki pengetahuan sangat baik tentang pengertian bencana. Dan pengetahuan masyarakat di RW II mengenai pengertian bencana, menunjukan bahwa penggetahuan masyarakat di RW II dalam kategori kurang mengetahui mengenai pengetahuan pengertian bencana. Di RW i mengenai kebencanaan atau pengertian bencana. Data menunjukan bahwa penggetahuan masyarakat di RW i dalam kategori sangat mengetahui pengetahuan tentang pengertian Dan pengetahuan masyarakat di RW IV mengenai pengertian Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Data menunjukan bahwa penggetahuan masyarakat di RW IV dalam kategori sudah mengetahui mengenai pengetahuan pengertian bencana. RW V mengenai pengertian bencana. Data menunjukan bahwa penggetahuan masyarakat di RW V dalam kategori mengetahui mengenai pengetahuan pengertian bencana. Dan di RW VI mengenai pengertian bencana. Data menunjukan bahwa penggetahuan masyarakat di RW VI dalam kategori kurang mengetahui mengenai pengetahuan pengertian bencana. Tingkat pengetahuan kebencanaan oleh masyarakat Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore tentang pengertian bencana alam Pengetahuan masyarakat di RW I mengenai pengertian bencana alam. Data di masyarakat RW I cukup baik dalam pengetahuan mereka tentang pengertian bencana alam dilihat dari dominan masyarakat yang lebih mengetahui dibanding tidak mengetahui. Pengetahuan masyarakat di RW II mengenai pengertian bencana alam. Data menunjukan banyaknya masyarakat masih lebih perlu lagi menambah pengetahuan mereka. masyarakat di RW i mengenai pengertian bencana alam. Data menunjukan banyaknya masyarakat mengetahui tentang pengertian bencana alam. Sehingga dalam hal ini masyarakat masih lebih perlu lagi menambah pengetahuan mereka. Di RW IV mengenai pengertian bencana alam. Data menunjukan banyaknya masyarakat di RW IV mengetahui tentang pengertian bencana Pengetahuan masyarakat di RW V mengenai pengertian bencana alam. Data menunjukan banyaknya masyarakat di RW V kurang mengetahui tentang pengertian bencana alam. Sehingga dalam hal ini masyarakat masih lebih perlu lagi menambah pengetahuan mereka tentang bencana tsunami. Dan pengetahuan masyarakat di RW VI mengenai pengertian bencana alam. Sehingga dalam hal ini masyarakat masih lebih perlu lagi menambah pengetahuan mereka. Tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore tentang serangkaian upaya mengurangi risiko bencana Pengetahuan masyarakat tentang serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana. Data menunjukan bahwa masyarakat RW I kurang baik dalam Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X pengetahuan mereka tentang serangkaian upaya mengurangi resiko bencana dilihat dari dominan masyarakat yang kurang mengetahui dibanding Untuk pengetahuan masyarakat tentang serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana. Di masyarakat RW II kurang baik dalam pengetahuan mereka tentang serangkaian upaya mengurangi resiko bencana dilihat dari dominan masyarakat yang kurang mengetahui dibanding Pengetahuan masyarakat di RW i tentang serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana. Masyarakat RW i sangat baik pengetahuan mereka tentang serangkaian upaya mengurangi resiko bencana dilihat dari dominan masyarakat yang kurang mengetahui dibanding Berkaitan dengan pengetahuan masyarakat tentang serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana. Data menunjukan bahwa masyarakat RW IV sangat baik pengetahuan mereka tentang serangkaian upaya mengurangi resiko bencana dilihat dari dominan masyarakat yang mengetahui dibanding tidak mengetahui. Pengetahuan masyarakat tentang serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana. Data menunjukan bahwa masyarakat RW V kurang baik dalam pengetahuan mereka tentang serangkaian upaya mengurangi resiko bencana dilihat dari dominan masyarakat yang kurang mengetahui dibanding mengetahui. Masyarakat di RW VI tentang serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana. Data menunjukan bahwa masyarakat RW VI sangat baik dalam pengetahuan mereka tentang serangkaian upaya mengurangi resiko bencana dilihat dari dominan masyarakat yang kurang mengetahui dibanding mengetahui. Tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore tentang upaya menghindari wilayah bencana tsunami Pengetahuan masyarakat RW I tentang upaya menghindari wilayah bencana tsunami. Data menunjukan bahwa masyarakat mengetahui upaya menghindari wilayah bencana dengan cara membangun menjauhi lokasi Untuk pengetahuan masyarakat di RW II tentang upaya menghindari wilayah bencana tsunami. Masyafakat mengetahui bahwa upaya Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X menghindari wilayah bencana dengan cara membangun menjauhi lokasi Kaitannya pengetahuan masyarakat di RW i tentang upaya menghindari wilayah bencana tsunami. Menunjukan bahwa masyarakat mengetahui bahwa upaya menghindari wilayah bencana dengan cara membangun menjauhi lokasi bencana. Masyarakat di RW IV tentang upaya menghindari wilayah bencana Data menunjukan bahwa upaya menghindari wilayah bencana dengan cara membangun menjauhi lokasi bencana. di RW V tentang upaya menghindari wilayah bencana tsunami. Masyarakat mengetahui bahwa upaya menghindari wilayah bencana dengan cara membangun menjauhi lokasi Pengetahuan masyarakat di RW VI tentang upaya menghindari wilayah bencana tsunami. Data menunjukan bahwa upaya menghindari wilayah bencana dengan cara membangun menjauhi lokasi bencana. Tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore tentang tsunami Pengetahuan masyarakat mengenai pengertian tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW I Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah sanngat baik. Pengetahuan masyarakat di RW II mengenai pengertian tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW II Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah sanngat baik. Masyarakat mengenai pengertian tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW i Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah sanngat baik. Beraitan pengetahuan masyarakat di RW IV mengenai pengertian Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW IV Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah sanngat baik. Pengetahuan masyarakat mengenai pengertian tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW V Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah sanngat baik. Pengetahuan masyarakat di RW VI mengenai pengertian Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW VI Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah sanngat baik. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore tentang pengertian singkat tentang tsunami Pengetahuan masyarakat di RW I mengenai pengertian singkat tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW I di Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah cukup baik. Masyarakat mengenai pengertian singkat tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW II di Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah cukup baik. Pengetahuan masyarakat mengenai pengertian singkat tentang tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW i di Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah cukup baik. Selain itu, pengetahuan masyarakat mengenai pengertian singkat Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW IV di Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah cukup baik. Masyarakat di RW V mengenai pengertian singkat tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW V di Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah cukup baik. Dan pengetahuan masyarakat mengenai pengertian singkat tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW VI di Kelurahan Talise mengenai tsunami sudah cukup baik. Tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore tentang ciri datangnya gelombang tsunami Data terkait pengetahuan masyarakat di RW I tentang ciri datangnya gelombang tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW I Kelurahan Talise mengenai ciri-ciri akan datangnya gelombang tsunami sudah cukup baik. masyarakat di RW II tentang ciri datangnya gelombang Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW II Kelurahan Talise mengenai ciri-ciri akan datangnya gelombang tsunami sudah Dan pengetahuan masyarakat di RW i tentang ciri datangnya gelombang tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW i Kelurahan Talise mengenai ciri-ciri akan datangnya gelombang tsunami sudah baik. Menunjukan pengetahuan masyarakat di RW IV tentang ciri datangnya gelombang tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X IV Kelurahan Talise mengenai ciri-ciri akan datangnya gelombang tsunami sudah baik. Mmasyarakat di RW V tentang ciri datangnya gelombang Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW V Kelurahan Talise mengenai ciri-ciri akan datangnya gelombang tsunami sudah baikDan pengetahuan masyarakat di RW VI tentang ciri datangnya gelombang Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW VI Kelurahan Talise mengenai ciri-ciri akan datangnya gelombang tsunami sudah Pengetahuan masyarakat Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore tentang informasi tentang Tsunami Masyarakat di RW I mengenai informasi tentang tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW I Kelurahan Talise mengenai informasi yang mereka dapatkan tentang bencana tsunami sudah cukup baik. Pengetahuan masyarakat di RW II mengenai informasi tentang Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW II Kelurahan Talise mengenai informasi yang mereka dapatkan tentang bencana tsunami sudah baik. Dan pengetahuan masyarakat di RW i mengenai informasi tentang tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW i Kelurahan Talise mengenai informasi yang mereka dapatkan tentang bencana tsunami sudah baik. Pengetahuan masyarakat di RW IV mengenai informasi tentang tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW IV Kelurahan Talise mengenai informasi yang mereka dapatkan tentang bencana tsunami sudah Masyarakat di RW V mengenai informasi tentang tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW V Kelurahan Talise mengenai informasi yang mereka dapatkan tentang bencana tsunami sudah Dan pengetahuan masyarakat di RW VI mengenai informasi tentang Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW VI Kelurahan Talise mengenai informasi yang mereka dapatkan tentang bencana tsunami sudah baik. Tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore tentang elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Pengetahuan masyarakat di RW I mengenai elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW I Kelurahan Talise mengenai pengetahuan mereka tentang elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami sangat baik. Menunjukan pengetahuan masyarakat di RW II mengenai elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW II Kelurahan Talise mengenai pengetahuan mereka tentang elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami sangat baik. Data menunjukan pengetahuan masyarakat di RW i mengenai elemen masyarakat yang rentan terhadap Hal ini menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW i Kelurahan Talise mengenai pengetahuan mereka tentang elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami sangat baik. Pengetahuan masyarakat di RW IV mengenai elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW IV Kelurahan Talise mengenai pengetahuan mereka tentang elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami sangat baik. Masyarakat di RW V mengenai elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami. Data menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW V Kelurahan Talise mengenai pengetahuan mereka tentang elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami cukup baik. Dan masyarakat di RW VI mengenai elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami. Hal ini menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di RW II Kelurahan Talise mengenai pengetahuan mereka tentang elemen masyarakat yang rentan terhadap tsunami sangat baik. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang tsunami yang pernah terjadi di Keluarahan Talise Pengetahuan masyarakat di RW I mengenai tsunami yang perna terjadi di Kelurahan Talise. Hal ini menujukan bahwa masyarakat di RW I Kelurahan Talise memiliki pengetahuan terhadap bencana tsunami yang perna terjadi sebelumnya sehingga menjadikan pengalaman bagi masyarakat kedepannya. Masyarakat di RW II mengenai tsunami yang perna terjadi di Kelurahan Talise. Data menujukan bahwa masyarakat di RW II Kelurahan Talise memiliki pengetahuan terhadap bencana tsunami yang perna terjadi Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X sebelumnya sehingga menjadikan pengalaman bagi masyarakat kedepannya. Dan pengetahuan masyarakat di RW i mengenai tsunami yang perna terjadi di Kelurahan Talise. Hal ini menujukan bahwa masyarakat di RW i Kelurahan Talise memiliki pengetahuan terhadap bencana tsunami yang perna terjadi sebelumnya sehingga menjadikan pengalaman bagi masyarakat Pengetahuan masyarakat di RW IV mengenai tsunami yang perna terjadi di Kelurahan Talise. Data menujukan bahwa masyarakat di RW IV Kelurahan Talise memiliki pengetahuan terhadap bencana tsunami yang perna terjadi sebelumnya sehingga menjadikan pengalaman bagi masyarakat kedepannya. Masyarakat di RW V mengenai tsunami yang perna terjadi di Kelurahan Talise. Hal ini menujukan bahwa masyarakat di RW V Kelurahan Talise memiliki pengetahuan terhadap bencana tsunami yang perna terjadi sebelumnya sehingga menjadikan pengalaman bagi masyarakat kedepannya. Dan masyarakat di RW VI mengenai tsunami yang perna terjadi di Kelurahan Talise. Hal ini menujukan bahwa masyarakat di RW VI Kelurahan Talise memiliki pengetahuan terhadap bencana tsunami yang perna terjadi sebelumnya sehingga menjadikan pengalaman bagi masyarakat kedepannya. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyebab terjadinya tsunami di Kelurahan Talise Pengetahuan masyarakat di RW I mengenai penyebab terjadinya tsunami di Kelurahan Talise. Data menunjukan disebabkan banyaknya masyarakat RW I merasakan getaran/goncangan yang hebat sebelum terjadinya tsunami. Masyarakat di RW II mengenai penyebab terjadinya tsunami di Kelurahan Talise. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat RW II merasakan getaran/goncangan yang hebat sebelum terjadinya tsunami. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat RW i merasakan getaran/goncangan yang hebat sebelum terjadinya tsunami. Dan pengetahuan masyarakat di RW IV mengenai penyebab terjadinya tsunami di Kelurahan Talise. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat RW IV merasakan getaran/goncangan yang hebat sebelum terjadinya tsunami. Dan pengetahuan masyarakat di RW V mengenai penyebab terjadinya Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X tsunami di Kelurahan Talise. Data menunjukan disebabkan banyaknya masyarakat RW V merasakan getaran/goncangan yang hebat sebelum terjadinya tsunami. Dan pengetahuan masyarakat di RW VI mengenai penyebab terjadinya tsunami di Kelurahan Talise. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat RW VI merasakan getaran/goncangan yang hebat sebelum terjadinya tsunami. Sikap Masyarakat dalam Melakukan Mitigasi Bencana Tsunami Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bagaimana sikap masyarakat dalam melakukan mitigasi bencana tsunami oleh masyarakat Kelurahan Talise. Tingkat pengetahuan sikap masyarakat Kelurahan Talise terhadap pencegahan efektif meminimalisir terjadinya gelombang tsunami yang Sikap masyarakat di RW I mengenai pencegahan yang paling efektif dan perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gelombang tsunami yang Data menunjukan sikap masyarakat Kelurahan Talise di RW I tentang pengetahuan sikap pencegahan gelombang tsunami sudah cukup baik. Sikap masyarakat di RW II mengenai pencegahan yang paling efektif dan perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gelombang tsunami yang besar. Hal ini menunjukan sikap masyarakat Kelurahan Talise di RW II tentang pengetahuan sikap pencegahan gelombang tsunami sudah cukup baik. Dan sikap masyarakat di RW i mengenai pencegahan yang paling efektif dan perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gelombang tsunami yang Hal ini menunjukan sikap masyarakat Kelurahan Talise di RW i tentang pengetahuan sikap pencegahan gelombang tsunami sudah cukup Terkait sikap masyarakat di RW IV mengenai pencegahan yang paling efektif dan perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gelombang tsunami yang besar. Hal ini menunjukan sikap masyarakat Kelurahan Talise di RW IV tentang pengetahuan sikap pencegahan gelombang tsunami sudah cukup baik. Dan sikap masyarakat di RW V mengenai pencegahan yang paling efektif dan perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gelombang Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X tsunami yang besar. Terkait sikap masyarakat Kelurahan Talise di RW V tentang pengetahuan sikap pencegahan gelombang tsunami sudah cukup Sikap masyarakat di RW VI mengenai pencegahan yang paling efektif dan perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gelombang tsunami yang Data menunjukan sikap masyarakat Kelurahan Talise di RW VI tentang pengetahuan sikap pencegahan gelombang tsunami sudah sangat baik. Tingkat pengetahuan sikap masyarakat terhadap pengaruh kehidupan setelah mengalami bencana tsunami Terkait sikap masyarakat di RW I mengenai pengaruh kehidupan setelah mengalami bencana tsunami. Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise di RW I mempunyai sikap yang kurang perduli dengan pengaruh ketika mengalami bencana tsunami. sikap masyarakat di RW II mengenai pengaruh kehidupan setelah mengalami bencana tsunami. Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise dapat mengetahui pengaruh dari ketika mengalami bencana tsunami. Dan sikap masyarakat di RW i mengenai pengaruh kehidupan setelah mengalami bencana tsunami. Data menunjukan masyarakat di RW i Kelurahan Talise dapat mengetahui pengaruh dari ketika mengalami bencana tsunami. Sikap masyarakat di RW IV mengenai pengaruh kehidupan setelah mengalami bencana tsunami. Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise dapat mengetahui pengaruh dari ketika mengalami bencana tsunami. Sikap masyarakat di RW V mengenai penyelamatan diri harus pergi ke tempat tinggi saat tsunami terjadi. Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise dapat mengetahui penyelamatan diri yang harus dilakukan saat terjadi Dan sikap masyarakat di RW VI mengenai pengaruh kehidupan setelah mengalami bencana tsunami. Data menunjukan masyarakat Kelurahan Talise dapat mengetahui pengaruh dari ketika mengalami bencana tsunami. Tingkat pengetahuan sikap masyarakat terhadap cara penyelamatan diri saat terjadi bencana tsunami Sikap masyarakat mengenai penyelamatan diri harus pergi ke tempat tinggi saat tsunami terjadi. Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise di RW I masih kurang mengetahui penyelamatan diri yang harus dilakukan Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X saat terjadi tsunami. Masyarakat di RW II mengenai penyelamatan diri harus pergi ke tempat tinggi saat tsunami terjadi. Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise dapat mengetahui penyelamatan diri yang harus dilakukan saat terjadi tsunami. Dan masyarakat di RW i mengenai penyelamatan diri harus pergi ke tempat tinggi saat tsunami terjadi. Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise dapat mengetahui penyelamatan diri yang harus dilakukan saat terjadi tsunami. Sikap masyarakat di RW IV mengenai penyelamatan diri harus pergi ke tempat tinggi saat tsunami terjadi. Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise dapat mengetahui penyelamatan diri yang harus dilakukan saat terjadi Masyarakat RW V mengenai perannya saat bencana tsunami terjadi. Data menunjukan masyarakat Kelurahan Talise di RW V sadar akan sikap dan perannya saat bencana tsunami terjadi. Dan sikap masyarakat di RW VI mengenai penyelamatan diri harus pergi ke tempat tinggi saat tsunami terjadi. Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise dapat mengetahui penyelamatan diri yang harus dilakukan saat terjadi tsunami. Tingkat pengetahuan sikap masyarakat terhadap perannya saat mengetahui bencana tsunami akan terjadi Sikap masyarakat di RW I mengenai perannya saat bencana tsunami Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise di RW I sadar akan sikap dan perannya saat bencana tsunami terjadi. Masyarakat RW II mengenai perannya saat bencana tsunami terjadi. Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise di RW II sadar akan sikap dan perannya saat bencana tsunami terjadi. Dan sikap masyarakat RW i mengenai perannya saat bencana tsunami terjadi. Data menunjukan masyarakat Kelurahan Talise di RW i sadar akan sikap dan perannya saat bencana tsunami terjadi. Masyarakat RW IV mengenai perannya saat bencana tsunami terjadi. Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise di RW i sadar akan sikap dan perannya saat bencana tsunami terjadi. Masyarakat RW V mengenai yang mereka lakukan saat terjadi tsunami. Hal ini menunjukan masyarakat RW V Kelurahan Talise sadar akan sikap saat bencana tsunami terjadi. Dan sikap masyarakat RW VI mengenai perannya saat bencana tsunami terjadi. Hal ini Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X menunjukan masyarakat Kelurahan Talise di RW VI sadar akan sikap dan perannya saat bencana tsunami terjadi. Tingkat pengetahuan sikap masyarakat ketika bencana tsunami terjadi Sikap masyarakat di RW I mengenai yang mereka lakukan saat terjadi Hal ini menunjukan masyarakat Kelurahan Talise di RW I sadar akan sikap saat bencana tsunami terjadi. Masyarakat RW II mengenai yang mereka lakukan saat terjadi tsunami. Hal ini menunjukan masyarakat RW II Kelurahan Talise sadar akan sikap saat bencana tsunami terjadi. Dan sikap masyarakat RW i mengenai yang mereka lakukan saat terjadi tsunami. Hal ini menunjukan masyarakat RW i Kelurahan Talise sadar akan sikap saat bencana tsunami terjadi. Masyarakat di RW IV mengenai yang mereka lakukan saat terjadi Hal ini menunjukan masyarakat RW IV Kelurahan Talise sadar akan sikap saat bencana tsunami terjadi. Sikap masyarakat di RW V mengenai langkah yang paling tepat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana Dalam hal ini masyarakat RW V sangat mengetahui mengenai langkah yang paling tepat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana Dan sikap masyarakat RW VI mengenai yang mereka lakukan saat terjadi tsunami. Hal ini menunjukan masyarakat RW VI Kelurahan Talise sadar akan sikap saat bencana tsunami terjadi. Tingkat pengetahuan sikap masyarakat Kelurrahan Talise Kecamatan Mantikulore terhadap langkah meminimalisir terjadinya bencana Sikap masyarakat di RW I mengenai langkah yang paling tepat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana tsunami. Hal ini di RW I masih kurang mengetahui mengenai langkah yang paling tepat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana tsunami. Masyarakat mengenai di RW II langkah yang paling tepat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana tsunami. Dalam hal ini masyarakat RW II sangat menngetahui mengenai langkah yang paling tepat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana tsunami. Dan sikap masyarakat mengenai langkah yang paling tepat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana tsunami. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Dalam hal ini masyarakat RW i sangat menngetahui mengenai langkah yang paling tepat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana tsunami. Masyarakat di RW IV mengenai langkah yang paling tepat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana tsunami. Dalam hal ini masyarakat RW IV sangat menngetahui mengenai langkah yang paling tepat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana tsunami. Masyarakat RW V dalam menghadapi bencana tsunami. Data menunjukan tidak adanya responden yang tidak mengetahui mengenai sikap dalam menghadapi bencana tsunami, dan hampir secara keseluruhan responden RW V mengetahui sikap dalam menghadapi bencana tsunami terlihat dari presentase 50% mengetahui dan 33,3% sangat mengetahui mengenai sikap dalam menghadapi bencana Dan sikap masyarakat RW VI dalam menghadapi bencana tsunami. Data menunjukan tidak adanya responden yang tidak mengetahui mengenai sikap dalam menghadapi bencana tsunami, dan hampir secara keseluruhan responden RW VI mengetahui sikap dalam menghadapi bencana tsunami terlihat dari presentase 50% mengetahui dan 25% sangat mengetahui mengenai sikap dalam menghadapi bencana tsunami. Perilaku/Peran Masyarakat Terhadap Mitigasi Bencana Stunami Hasil dari penelitian ini dapat diketahui perilaku/peran masyarakat terhadap mitigasi bencana tsunami oleh masyarakat Kelurahan Talise. Tingkat pengetahuan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mitigasi bencana tsunami Perilaku masyarakat dalam kegiatan mitigasi bencana tsunami yang dapat dilakukan. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat di RW I Kelurahan Talise mengetahui kegiatan yang dapat menanggulangi bencana tsunami. masyarakat di RW II dalam kegiatan mitigasi bencana tsunami yang dapat Hal ini menunjuklan bahwa masyarakat RW II Kelurahan Talise mengetahui kegiatan yang dapat menanggulangi bencana tsunami. Dan perilaku masyarakat di RW i dalam kegiatan mitigasi bencana tsunami yang dapat dilakukan. Hal ini menunjuklan bahwa masyarakat RW i Kelurahan Talise mengetahui kegiatan yang dapat menanggulangi bencana tsunami. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Perilaku masyarakat di RW IV dalam kegiatan mitigasi bencana tsunami yang dapat dilakukan. Hal ini menunjuklan bahwa masyarakat RW IV Kelurahan Talise mengetahui kegiatan yang dapat menanggulangi bencana Masyarakat di RW V dalam kegiatan mitigasi bencana tsunami yang dapat dilakukan. Hal ini menunjuklan bahwa masyarakat RW V Kelurahan Talise mengetahui kegiatan yang dapat menanggulangi bencana tsunami. Dan perilaku masyarakat di RW VI dalam kegiatan mitigasi bencana tsunami yang dapat dilakukan. Hal ini menunjuklan bahwa masyarakat RW VI Kelurahan Talise mengetahui kegiatan yang dapat menanggulangi bencana tsunami. Tingkat pengetahuan dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya bencana tsunami Perilaku masyarakat di RW I mengenai dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya bencana tsunami. Data menunjukan menjadikan perilaku masyarakat kelurahan talise mmenjadi faham akan akibat yang ditimbulkan bencana tsunami. Masyarakat di RW II mengenai dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya bencana tsunami. Sehingga menjadikan masyarakat kelurahan talise menjadi faham akan akibat yang ditimbulkan bencana Dan perilaku masyarakat di RW i mengenai dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya bencana tsunami. Sehingga menjadikan masyarakat kelurahan talise menjadi faham akan akibat yang ditimbulkan bencana tsunami. Masyarakat di RW IV mengenai dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya bencana tsunami. Sehingga menjadikan masyarakat kelurahan talise menjadi faham akan akibat yang ditimbulkan bencana tsunami. Dan perilaku masyarakat di RW V mengenai dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya bencana tsunami. Sehingga menjadikan masyarakat kelurahan talise menjadi faham akan akibat yang ditimbulkan bencana tsunami. Dan perilaku masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya bencana Sehingga menjadikan masyarakat kelurahan talise menjadi faham akan akibat yang ditimbulkan bencana tsunami. Tingkat pengetahuan langkah yang dilakukan ketika sesudah terjadi Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Perilaku masyarakat di RW I mengenai Langkah yang dilakukan ketika sesudah terjadi tsunami. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Kelurahan Talise di RW I tidak sepenuhnya berperilaku peduli akan bencana tsunami. Masyarakat di RW II mengenai Langkah yang dilakukan ketika sesudah terjadi tsunami. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Kelurahan Talise di RW II tidak sepenuhnya berperilaku peduli akan adanya bencana tsunami. Perilaku masyarakat mengenai Langkah yang dilakukan ketika sesudah terjadi Data menunjukan bahwa bahwa masyarakat Kelurahan Talise di RW i berperilaku peduli akan adanya bencana tsunami. Masyarakat di RW IV mengenai Langkah yang dilakukan ketika sesudah terjadi tsunami. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Kelurahan Talise di RW IV berperilaku peduli akan adanya bencana tsunami. Perilaku masyarakat mengenai Langkah yang dilakukan ketika sesudah terjadi tsunami. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Kelurahan Talise di RW V tidak sepenuhnya berperilaku peduli akan adanya bencana tsunami. Dan perilaku masyarakat di RW VI mengenai Langkah yang dilakukan ketika sesudah terjadi tsunami. Data menunjukan bahwa masyarakat Kelurahan Talise di RW VI berperilaku peduli akan adanya bencana tsunami. Tingkat pengetahuan aktivitas dan partisipasi masyarakat yang paling tepat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya bencana Tsunami Perilaku masyarakat di RW I mengenai aktivitas dan partisipasi masyarakat yang paling tepat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya bencana tsunami. Hal ini menjadi pengetahuan dasar mereka mengenai pengurangan resiko terjadinya bencana tsunami. Masyarakat RW II mengenai aktivitas dan partisipasi masyarakat yang paling tepat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya bencana tsunami. Hal ini menjadi pengetahuan dasar mereka mengenai pengurangan resiko terjadinya bencana tsunami. Dan perilaku masyarakat RW i mengenai aktivitas dan partisipasi masyarakat yang paling tepat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya bencana Hal ini menjadi pengetahuan dasar mereka mengenai pengurangan resiko terjadinya bencana tsunami. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Masyarakat di RW IV mengenai aktivitas dan partisipasi masyarakat yang paling tepat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya bencana Hal ini menjadi pengetahuan dasar mereka mengenai pengurangan resiko terjadinya bencana tsunami. Dan perilaku masyarakat RW V mengenai aktivitas dan partisipasi masyarakat yang paling tepat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya bencana tsunami. Hal ini menjadi pengetahuan dasar mereka mengenai pengurangan resiko terjadinya bencana tsunami. Dan perilaku masyarakat RW VI mengenai aktivitas dan partisipasi masyarakat yang paling tepat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya bencana Hal ini menjadi pengetahuan dasar mereka mengenai pengurangan resiko terjadinya bencana tsunami. Tingkat pengetahuan salah satu cara untuk menyelamatkan diri saat terjadi tsunami Perilaku masyarakat di RW I mengenai menyelamatkan diri saat terjadi bencana tsunami. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Kelurahan Talise RW I perlu mengetahui cara penyelamatan diri pertama kali saat terjadi tsunami yaitu dengan pergi mencari tempat yang berdataran tinggi. Masyarakat RW II mengenai menyelamatkan diri saat terjadi bencana tsunami. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat RW II Kelurahan Talise melakukan penyelamatan diri pertama saat terjadi tsunami yaitu dengan pergi mencari tempat yang berdataran tinggi. Masyarakat di RW i mengenai menyelamatkan diri saat terjadi bencana tsunami. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat RW i Kelurahan Talise melakukan penyelamatan diri pertama saat terjadi tsunami yaitu dengan pergi mencari tempat yang berdataran Masyarakat di RW IV mengenai menyelamatkan diri saat terjadi bencana Hal ini menunjukan bahwa masyarakat RW IV Kelurahan Talise melakukan penyelamatan diri pertama saat terjadi tsunami yaitu dengan pergi mencari tempat yang berdataran tinggi. Perilaku masyarakat di RW V mengenai menyelamatkan diri saat terjadi bencana tsunami. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat RW V Kelurahan Talise melakukan penyelamatan diri pertama saat terjadi tsunami yaitu dengan pergi mencari Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X tempat yang berdataran tinggi. Dan perilaku masyarakat RW VI mengenai menyelamatkan diri saat terjadi bencana tsunami. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat RW VI Kelurahan Talise melakukan penyelamatan diri pertama saat terjadi tsunami yaitu dengan pergi mencari tempat yang berdataran Tingkat pengetahuan adanya tradisi sebagai bentuk kebiasan atau kearifan lokal yang dilakukan untuk mengetahui akan terjadinya bencana tsunami Perilaku masyarakat di RW I mengenai tradisi bentuk kebiasaan atau kearifan lokal yang berkaitan dengan terjadinya tsunami. menunjukan bahwa masyarakat kelurahan talise sangat mengetahui bahwa adanya tradisi kebiasaan atau kearifan local yang berkaitan dengan terjadinya tsunami dengan presentase 36,4%. Masyarakat di RW II mengenai tradisi bentuk kebiasaan atau kearifan lokal yang berkaitan dengan terjadinya tsunami. Data ini menunjukan bahwa masyarakat RW II Kelurahan Talise sangat mengetahui bahwa adanya tradisi kebiasaan atau kearifan local yang berkaitan dengan terjadinya tsunami dengan presentase 34,8%. Dan perilaku masyarakat mengenai tradisi bentuk kebiasaan atau kearifan lokal yang berkaitan dengan terjadinya tsunami. Data ini menunjukan bahwa masyarakat RW i Kelurahan Talise mengetahui bahwa adanya tradisi kebiasaan atau kearifan lokal yang berkaitan dengan terjadinya tsunami dengan presentase 33,3%. Masyarakat di RW IV mengenai tradisi bentuk kebiasaan atau kearifan lokal yang berkaitan dengan terjadinya tsunami. Data ini menunjukan bahwa masyarakat RW IV Kelurahan Talise mengetahui bahwa adanya tradisi kebiasaan atau kearifan local yang berkaitan dengan terjadinya tsunami dengan presentase 53,3%. Masyarakat di RW V mengenai tradisi bentuk kebiasaan atau kearifan lokal yang berkaitan dengan terjadinya tsunami. Data ini menunjukan bahwa masyarakat RW V Kelurahan Talise mengetahui bahwa adanya tradisi kebiasaan atau kearifan local yang berkaitan dengan terjadinya tsunami dengan presentase 50%. Pembahasan Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore terhadap bencana tsunami dari hasil penelitian Pengetahuan dan sikap . nowledge, attitude and practic. kebencanaan sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana agar dapat meminimalkan risiko Individu/rumah tangga diharapkan lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, sebab pengetahuan dari pengalaman merupakan dasar dari kesadaran untuk melakukan mitigasi atau upaya mengurangi resiko dan pencegahan akan dampak yang ditimbulkan apabila terjadi bencana. Pengetahuan dan sikap tentang bencana tsunami mencakup informasi mengenai bencana stunami yang dapat mengancam kehidupan, gejala-gejala bencana tsunami serta perkiraan daerah jangkauan bencana tsunami, prosedur penyelamatan diri, tempat yang disarankan untuk mengungsi, dan informasi lain yang mungkin dibutuhkan masyarakat pada sebelum, saat dan pasca bencana itu terjadi yang dapat meminimalkan risiko bencana. Bencana gempa bumi tidak semua dapat menimbulkan tsunami, sebab hanya gempa bumi dengan skala besar dan terjadi di lautan yang tidak terlalu dalam yang dapat menyebabkan tsunami. Masyarakat di Kelurahan Talise menyatakan bahwa selama mereka tinggal di daerah ini (Kelurahan Talis. mereka sudah sering merasakan gempa namun tidak sampai menimbulkan tsunami, hanya pada tahun 2018 lalu gempa yang cukup dahsyat terjadi dan ternyata menimbulkan tsunami, diluar dari perkiraan masyarakat. Di era globalisasi ini, sebagian masyarakat masih berpendapat bahwa bencana tsunami akan terjadi setiap puluhan tahun sekali, mereka juga meyakini bahwa bencana alam, khususnya tsunami seperti yang terjadi pada tahun 2018 lalu sebagai akibat ulah manusia yang melanggar ketentuan dan hukum Allah taAoala sehingga diberikan peringatan dan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dalam kehidupan Sehingga hasil penelitian menggambarkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang bencana tsunami sangat minim. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Masyarakat Terkait Mitigasi Bencana Alam Tsunami di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Pengetahuan Bencana Tsunami Secara keseluruhan masyarakat kelurahan Talise Kecatamatan Mantikulore terbagi menjadi 6 RW dengan begitu diketahuilah tingkat pengetahuan masyarakat terkait mitigasi bencana tsunami untuk di RW I mengenai pengertian bencana tsunami, penyebab tsunami, resiko untuk mengurangi bencana tsunami dan kawasan yang rentan akan tsunami menunjukan pengetahuan masyarakat yang sangat mengetahui tentang bencna tsunami dengan indeks pengetahuan 95% dengan kriteria pengetahuan tinggi, namun ada pula masyrakat yang berada di RW I yang tidak mengetahui tentang bencana tsunami dengan indeks pengetahuan 23% kriteria pengetahuan rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan RW I sangat tinggi, akan tetapi saat berada di lapangan pengaplikasian pengetahuan masyarakat terhadap bencana tsunami masih rendah dengan menetapnya masyarakat di lokasi rawan bencana. Masyarakat RW II tingkat pemahan mereka mengenai pengertian bencana tsunami, penyebab tsunami, resiko untuk mengurangi bencana tsunami dan kawasan yang rentan akan tsunami menunjukan pengetahuan masyarakat yang sangat mengetahui tentang bencna tsunami dengan indeks pengetahuan 93% dengan kriteria pengetahuan tinggi, namun ada pula masyrakat yang berada di RW II yang tidak mengetahui tentang bencana tsunami dengan indeks pengetahuan 21% kriteria pengetahuan rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan RW II sangat tinggi, akan tetapi saat berada di lapangan pengaplikasian pengetahuan masyarakat terhadap bencana tsunami masih rendah dengan menetapnya masyarakat di lokasi rawan bencana. Masyarakat RW i untuk tingkat pemahaman mereka mengenai pengertian bencana tsunami, penyebab tsunami, resiko untuk mengurangi bencana tsunami dan kawasan yang rentan akan tsunami menunjukan pengetahuan masyarakat yang sangat mengetahui tentang bencna tsunami dengan indeks pengetahuan 100% dengan kriteria pengetahuan tinggi, namun Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X ada pula masyrakat yang berada di RW i yang tidak mengetahui tentang bencana tsunami dengan indeks pengetahuan 25% kriteria pengetahuan Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan RW i sangat tinggi, akan tetapi saat berada di lapangan pengaplikasian pengetahuan masyarakat terhadap bencana tsunami masih rendah dengan menetapnya masyarakat di lokasi rawan bencana. Masyarakat RW IV untuk tingkat pemahaman mereka mengenai pengertian bencana tsunami, penyebab tsunami, resiko untuk mengurangi bencana tsunami dan kawasan yang rentan akan tsunami menunjukan pengetahuan masyarakat yang sangat mengetahui tentang bencna tsunami dengan indeks pengetahuan 78% dengan kriteria pengetahuan tinggi, namun ada pula masyrakat yang berada di RW IV yang tidak mengetahui tentang bencana tsunami dengan indeks pengetahuan 9% kriteria pengetahuan Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan RW IV sangat tinggi, akan tetapi saat berada di lapangan pengaplikasian pengetahuan masyarakat terhadap bencana tsunami masih rendah dengan menetapnya masyarakat di lokasi rawan bencana. Masyarakat RW V untuk tingkat pemahaman mereka mengenai pengertian bencana tsunami, penyebab tsunami, resiko untuk mengurangi bencana tsunami dan kawasan yang rentan akan tsunami menunjukan pengetahuan masyarakat yang sangat mengetahui tentang bencna tsunami dengan indeks pengetahuan 54% dengan kriteria pengetahuan sedang dan ada masyrakat yang berada di RW V yang tidak mengetahui tentang bencana tsunami dengan indeks pengetahuan 15% kriteria pengetahuan rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan RW V masih dalam kategori sedang, sehingga terlihat jelas saat berada di lapangan pengaplikasian pengetahuan masyarakat terhadap bencana tsunami masih rendah dengan menetapnya masyarakat di lokasi rawan bencana. Masyarakat RW VI untuk tingkat pemahaman mereka mengenai pengertian bencana tsunami, penyebab tsunami, resiko untuk mengurangi bencana tsunami dan kawasan yang rentan akan tsunami menunjukan pengetahuan masyarakat yang mengetahui tentang bencana tsunami dengan Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X indeks pengetahuan 25% dengan kriteria pengetahuan rendah dan ada masyarakat yang berada di RW VI yang tidak mengetahui tentang bencana tsunami dengan indeks pengetahuan 1% kriteria pengetahuan rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan RW VI sedang, akan tetapi saat berada di lapangan pengaplikasian pengetahuan masyarakat terhadap bencana tsunami masih rendah dengan menetapnya masyarakat di lokasi rawan bencana. Sikap dan Perilaku Terhadap Mitigasi Bencana Tsunami Secara keseluruhan tentang pengetahuan sikap masyarakat Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore terbagi menjadi 6 RW. Masyarakat RW I untuk tingkat sikap mereka dalam upaya mitigasi tsunami masih mengetahui peran dalam sikap melakukan penanaman mangrove disepanjang bibir pantai, namun masih ada sikap masyarakat yang masih tinggal di kawasan yang rentan, menunjukan sikap masyarakat kurang mengetahui tentang sikap yang dapat menjauhkan diri dari bahaya bencana tsunami dengan indeks pengetahuan sikap 54% yang berarti pengetahuan sikap yang masih berada pada kriteria pengetahuan sedang dikarenakan kurangnya upaya dalam meminimalisir terjadinya gelombang tsunami. Sedangkan keseluruhan tentang perilaku masyarakat di RW I Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore menunjukan pengetahuan mereka berada pada indeks 46% mengetahui perannya dalam pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana tsunami dilihat pada cara masyarakat dalam menanggulangi bencana tsunami baik saat terjadi tsunami maupun sesudah terjadinya tsunami. Masyarakat RW II untuk tingkat pemahaman sikap mereka dalam upaya mitigasi tsunami masih mengetahui peran dalam sikap melakukan penanaman mangrove disepanjang bibir pantai, namun masih ada sikap masyarakat yang masih tinggal di kawasan yang rentan, menunjukan sikap masyarakat kurang mengetahui tentang sikap yang dapat menjauhkan diri dari bahaya bencana tsunami dengan indeks pengetahuan sikap 31% yang berarti pengetahuan sikap yang masih berada pada kriteria pengetahuan sedang dikarenakan kurangnya upaya dalam meminimalisir terjadinya gelombang tsunami. Sedangkan keseluruhan tentang perilaku masyarakat di RW II Kelurahan Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Talise Kecamatan Mantikulore menunjukan pengetahuan mereka berada pada indeks 55% mengetahui perannya dalam pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana tsunami dilihat pada cara masyarakat dalam menanggulangi bencana tsunami baik saat terjadi tsunami maupun sesudah terjadinya tsunami. Masyarakat RW i untuk tingkat pemahaman sikap mereka dalam upaya mitigasi tsunami masih mengetahui peran dalam sikap melakukan penanaman mangrove disepanjang bibir pantai, namun masih ada sikap masyarakat yang masih tinggal di kawasan yang rentan, menunjukan sikap masyarakat kurang mengetahui tentang sikap yang dapat menjauhkan diri dari bahaya bencana tsunami dengan indeks pengetahuan sikap 15% yang berarti pengetahuan sikap yang masih berada pada kriteria pengetahuan rendah dikarenakan kurangnya upaya dalam meminimalisir terjadinya gelombang tsunami. Sedangkan keseluruhan tentang perilaku masyarakat di RW i Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore menunjukan pengetahuan mereka berada pada indeks 50% sangat mengetahui perannya dalam pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana tsunami dilihat pada cara masyarakat dalam menanggulangi bencana tsunami baik saat terjadi tsunami maupun sesudah terjadinya tsunami. Masyarakat RW IV untuk tingkat pemahaman sikap mereka dalam upaya mitigasi tsunami masih mengetahui peran dalam sikap melakukan penanaman mangrove disepanjang bibir pantai, namun masih ada sikap masyarakat yang masih tinggal di kawasan yang rentan, menunjukan sikap masyarakat kurang mengetahui tentang sikap yang dapat menjauhkan diri dari bahaya bencana tsunami dengan indeks pengetahuan sikap 11% yang berarti pengetahuan sikap yang masih berada pada kriteria pengetahuan rendah dikarenakan kurangnya upaya dalam meminimalisir terjadinya gelombang tsunami. Sedangkan keseluruhan tentang perilaku masyarakat di RW IV Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore menunjukan pengetahuan mereka berada pada indeks 37% mengetahui perannya dalam pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana tsunami walaupun masih dalam kategori sedang dilihat pada cara masyarakat dalam menanggulangi Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X bencana tsunami baik saat terjadi tsunami maupun sesudah terjadinya Masyarakat RW V untuk tingkat pemahaman sikap mereka dalam upaya mitigasi tsunami masih mengetahui peran dalam sikap melakukan penanaman mangrove disepanjang bibir pantai, namun masih ada sikap masyarakat yang masih tinggal di kawasan yang rentan, menunjukan sikap masyarakat kurang mengetahui tentang sikap yang dapat menjauhkan diri dari bahaya bencana tsunami dengan indeks pengetahuan sikap 19% yang berarti pengetahuan sikap yang masih berada pada kriteria pengetahuan rendah dikarenakan kurangnya upaya dalam meminimalisir terjadinya gelombang tsunami. Sedangkan keseluruhan tentang perilaku masyarakat di RW V Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore menunjukan pengetahuan mereka berada pada indeks 36% mengetahui perannya dalam pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana tsunami walaupun masih dalam kategori sedang dilihat pada cara masyarakat dalam menanggulangi bencana tsunami baik saat terjadi tsunami maupun sesudah terjadinya tsunami. Masyarakat RW VI untuk tingkat pemahaman sikap mereka dalam upaya mitigasi tsunami masih mengetahui peran dalam sikap melakukan penanaman mangrove disepanjang bibir pantai, menunjukan sikap masyarakat mengetahui tentang sikap yang dapat menjauhkan diri dari bahaya bencana tsunami dengan indeks pengetahuan sikap 12% yang berarti pengetahuan sikap yang masih berada pada kriteria pengetahuan rendah dikarenakan kurangnya upaya dalam meminimalisir terjadinya gelombang tsunami disebabkan lokasi mereka yang jauh dari pantai. Sedangkan keseluruhan tentang perilaku masyarakat di RW VI Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore menunjukan pengetahuan mereka berada pada indeks 12% mengetahui perannya dalam pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana tsunami dilihat pada cara masyarakat dalam menanggulangi bencana tsunami baik saat terjadi tsunami maupun sesudah terjadinya tsunami. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Perbandingan Pengetahuan Mitigasi Bencana Tsunami Antara RW yang Berada di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Terdapat enam RW dengan masing-masing memiliki pengetahuan yang berbeda tentang mitigasi bencana tsunami yang tergambarkan dari pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat. Pengetahuan masyarakat RW 1. RW 2, dan RW 3 memiliki pengetahuan yang tinggi terhadap bencana tsunami namun pada RW 4 pengetahuan masyarakat pada kategori sedang dan untuk pengetahuan mitigasi bencana tsunami di RW 5 dan RW 6 sangat rendah disebabkan lokasi tempat mereka tinggal bukan berada pada lokasi yang rawan bencana tsunami. Terjadinya tsunami pada tahun 2018 silam telah memberikan pengetahuan bencana yang tidak akan terlupakan oleh masyarakat secara umum, terkhusus tentang gempa bumi dan tsunami. Dengan pengalaman tersebut, masyarakat telah mengenali ciri-ciri gempa besar/kuat dan mengetahui secara langsung dampak-dampak akibat gempa bumi yaitu bencana tsunami sehingga memahami dan mengetahui tindakan darurat yang akan dilakukan jika terjadi tsunami, yaitu mereka akan segera berlari menuju tempat tinggi/bukit. Karena secara spontanitas masyarakat akan berusaha mencari tempat yang aman dari tsunami seperti tempat terbuka sehingga mereka harus keluar rumah bila sementara berada didalam rumah. Keterkaitan Penelitian Terhadap Bidang Pendidikan Pendidikan Geografi masuk didunia pendidikan, mulai jenjang SD. SMP. SMA dalam sub materinya pun juga disisipkan mengenai mitigasi bencana. Pentingnya mitigasi bencana dikenalkan mulai dari sekolah, tidak lain dan tidak lebih karena negara kita yang letaknya yang berada pada pertemuan tiga lempeng dan rawan akan kebencanaan alam. Pemahaman tentang bencana sangat penting untuk terus diupayakan dari generasi ke generasi, hal ini tentunya tidak akan berjalan dengan sendirinya, dibutuhkan suatu proses yang terencana dan berkelanjutan. Disinilah peran penting pendidikan dalam proses transfer pemahaman tentang kebencanaan, baik itu melalui pendidikan formal . , nonformal . hingga informal . Sekolah merupakan salah satu Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X lembaga pendidikan dan elemen penting dalam proses kehidupan bermasyarakat sehingga akan mudah untuk melakukan proses transfer informasi, pengetahuan dan keterampilan tertentu, khususnya bencana. Siswa sebagai objek dalam pendidikan sedini mungkin untuk memahami tentang kebencanaan, karena anak-anak adalah kelompok yang paling rentan selama kejadian bencana, terutama yang sedang berada di sekolah pada saat berlangsungnya kejadian. Pada saat bencana, risiko hancurnya gedung sekolah, sangat fatal bisa mengurangi usia hidup murid sekolah dan guru yang sangat berharga dan terganggunya hak memperoleh pendidikan sebagai dampak bencana. Pendidikan kebencanaan merupakan salah satu keterampilan hidup . ife skill. yang sepatutnya dimiliki oleh setiap siswa khususnya mereka yang hidup di daerah rawan bencana, sehingga kesiapsiagaan haruslah menjadi bagian materi pelajaran yang diberikan dalam dunia pendidikan . Saat ini, materi kebencanaan tidaklah menjadi satu mata pelajaran khusus namun pendidikan siaga itu diselipkan dalam beberapa mata pelajaran. Namun hal yang perlu diketahui bahwa materi siaga tidak efektif dalam metode ceramah, penting untuk dilakukan simulasi maka pendidikan siaga utamanya dimasukkan dalam kegiatan ekstrakurikuler. IV. Kesimpulan Berdasarkan data yang diperoleh setelah melakukan penelitian mengenai pengetahuan masyarakat tentang mitigasi bencana pasca bencana 28 September 2018 di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore, diperoleh kesimpulan sebagai beriku: Pengetahuan masyarakat diberbagai RW yang ada di Kelurahan Talise berbeda-beda dengan pengetahuan masyarakat RW 1. RW 2, dan RW 3 memiliki pengetahuan yang tinggi terhadap bencana tsunami namun pada RW 4 pengetahuan masyarakat pada kategori sedang dan untuk pengetahuan mitigasi bencana tsunami di RW 5 dan RW 6 sangat rendah kurang mengetahui tentang mitigasi bencana tsunami. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Pengetahuan masyarakat tentang bencana tsunami hanya berdasar pada pengalaman semata tanpa diperkuat dengan pengetahuan yang lebih ilmiah sehingga secara alamiah seluruh masyarakat telah mengetahui apa yang harus dipersiapkan dan tindakan yang akan dilakukan apabila terjadi Selain itu sikap masyarakat yang menganggap bahwa bencana tsunami terjadi akibat ulah manusia dan mengabaikan resiko yang dialami setelah masa pemulihan yang sudah cukup lama mereka masih beraktivitas area lokasi bencana, terlihat pada perilaku mereka yang kurang ikut berpartisipasi dalam penanggulangan bencana tsunami. DAFTAR PUSTAKA