GAMBARAN HASIL KELULUSAN OSCE MAHASISWA TINGKAT II PRODI D3 KEBIDANAN BUKITTINGGI TAHUN 2024 Alyxia Gita Stellata1 Prodi D3 Kebidanan Bukittinggi. Poltekkes Kemenkes Padang. Sumatera Barat. Indonesia *Email Korespondensi: alyxiastell@gmail. ABSTRAK Objective Structured Clinical Examination (OSCE) memberikan pengalaman belajar yang inovatif bagi mahasiswa. Namun, tidak semua mahasiswa bisa lulus dalam setiap stase ketika ujian OSCE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil kelulusan OSCE pada mahasiswa D3 Kebidanan Bukittinggi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif. Sebanyak 76 responden terlibat dalam penelitian ini. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui rubrik penilaian OSCE terstandarisasi nasional. Data dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif untuk melihat gambaran frekuensi setiap variabel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua mahasiswa kelas IIA kompeten pada station 2 . ,7%) dan station 4 . ,7%). Sebagian besar responden juga kompeten pada station 1 . ,9%) dan station 3 . ,3%). Sebagian besar mahasiswa kelas IIB kompeten pada station 2 . ,5%), station 3 . ,9%) dan station 4 . ,8%). Namun, sebagian besar responden tidak kompeten pada station 1 . ,5%) yaitu stase pemeriksaan ANC (Leopol. Kesimpulan: Hampir sebagian besar responden lulus dalam ujian OSCE pada station 1-4. Untuk presentase kelulusan lebih besar kelas IIA daripada kelas IIB untuk keseluruhan perasat karena pada kelas IIB masih terdapat sebagian besar yang tidak lulus dalam stase. Maka, sebagai upaya preventif terhadap hasil kelulusan OSCE yang lebih baik perlu adanya peningkatan manajamen keterampilan hard skill dan soft skill pada mahasiswa dalam asuhan kebidanan terkhusus keterampilan pemeriksaan fisik kehamilan (Leopol. Kata kunci : Kebidanan. Leopold. OSCE ABSTRACT Objective Structured Clinical Examination (OSCE) provides an innovative learning experience for students. However, not all students can pass every stage during the OSCE This study aims to determine the description of OSCE results for Diploma 3 of Midwifery students in Bukittinggi. This study was a descriptive observational study. A total of 76 respondents were involved in this study. Sampling used the total sampling method. Data were collected through a national standardized OSCE assessment rubric. Data were analyzed using quantitative descriptive methods to see the frequency of each variable. Based on the results of the study, it showed that almost all class IIA students were competent at Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jbmc station 2 . 7%) and station 4 . 7%). Most respondents were also competent at station 1 . 9%) and station 3 . 3%). Most class IIB students were competent at station 2 . 5%), station 3 . 9%) and station 4 . 8%). However, most respondents were not competent at station 1 . 5%) which is the ANC examination stage (Leopol. Conclusion: Almost all respondents passed the OSCE exam at stations 1-4. For the percentage of passing, class IIA was greater than class IIB for the entire station because in class IIB there were still most who did not pass the station. Therefore, as a preventive effort for better OSCE graduation results, it is necessary to improve the management of hard skills and soft skills in students in midwifery care, especially physical examination skills for pregnancy (Leopol. Keywords: Midwifery. Leopold. OSCE PENDAHULUAN Dosen harus mampu mengetahui sejauh mana hasil belajar yang telah dilakukan, hasil dari proses pembelajaran dapat berupa kategori baik, tidak baik, bermanfaat, tidak bermanfaat dan lain-lain. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran yaitu mengevaluasi proses dan hasil belajar. Kemampuan mengevaluasi pembelajaran merupakan salah satu indikator yang harus dimiliki oleh seorang pendidik sebab kemampuan melakukan evaluasi pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang wajib dimiliki setiap pendidik maupun calon pendidik untuk menilai hasil belajar (Rahman & Nasyrah, 2. Penilaian merupakan serangkaian aktivitas untuk memperoleh informasi kualitatif dan kuantitatif baik ketika awal, sedang berlangsungnya proses, maupun di akhir pembelajaran. Serangkaian aktivitas tersebut bertujuan untuk mengevaluasi dan mendiagnosis kebutuhan yang harus diperbaiki sehingga dosen dan mahasiswa mampu meninjau, merencanakan, dan mengaplikasikan langkah-langkah yang harus ditempuh selanjutnya untuk mencapai tujuan pembelajaran (Kemendikbud, 2. Program Studi kebidanan menerapkan strategi pembelajaran dengan metode ceramah, diskusi, simulasi dll dengan memanfaatkan 40% pertemuan di kelas untuk teori dan 60% Metode simulasi merupakan metode pengajaran untuk menirukan keadaan sebenarnya ke dalam situasi buatan. Metode simulasi yang digunakan di dalam mengevaluasi kompetensi profesional tenaga kesehatan dikenal dengan metode OSCE (Objective Structured Clinical Examinatio. pada model uji ini peserta didik akan dinilai secara komprehensif yaitu Kognitif. Psikomotor, dan Afektif. Praktik dilakukan di laboratorium dan di lapangan, sebelum diaplikasikan langsung terhadap klien, mahasiswa melatih ketrampilan dengan tryout dan praktik mandiri baik dengan metode OSCE atau komprehensif. Praktik laboratorium mahasiswa dilakukan setelah mahasiswa mendapatkan pemahaman Asuhan Kebidanan secara teori terlebih dahulu (Najahah dkk, 2. OSCE adalah suatu metode untuk menguji kompetensi klinik secara objektif dan terstruktur dalam bentuk putaran station dengan waktu tertentu. Objektif karena semua mahasiswa diuji dengan ujian yang sama. Terstruktur karena yang diuji keterampilan klinik tertentu dengan menggunakan lembar penilaian tertentu. Dalam OSCE penilaian berdasar pada keputusan yang sifatnya menyeluruh dari berbagai komponen kompetensi. Setiap station mempunyai materi uji yang spesifik. Semua peserta diuji terhadap materi klinik yang sama. Lamanya waktu untuk masing-masing station terbatas dengan jumlah station tertentu (KATI. Metode OSCE diberikan dalam pendidikan kebidanan dengan harapan seorang bidan mampu memiliki kompetensi professional bidan dan secara sederhana dapat dikatakan merupakan kompetensi yang harus dimiliki bidan dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jbmc dalam memberikan asuhan kebidanan. Kompetensi profesional seorang bidan mencangkup aspek pengetahuan dan keterampilan di dalam memberikan Asuhan Kebidanan (Yanti, 2. OSCE menghasilkan umpan balik formatif bagi peserta didik dan program pengajaran. Umpan balik segera yang dikumpulkan dapat meningkatkan hasil kompetensi mahasiswa di stasiun berikutnya dan bahkan meningkatkan kualitas pengalaman belajar. Hal ini juga dapat menilai aspek penting lainnya dari keahlian klinis, seperti keterampilan fisik, keterampilan interpersonal, keterampilan teknis, kemampuan pemecahan masalah, kemampuan pengambilan keputusan dan keterampilan perawatan pasien (Najahah dkk, 2. Prodi Diploma 3 Kebidanan Bukittinggi melaksanakan OSCE setiap akhir semester ganjil dan genap untuk tingkat II dan i, sedangkan OSCE pada tingkat 1 mulai dilaksanakan pada semester genap karena pada semester ganjil mereka hanya menghadapi ujian praktikum saja (Non-OSCE). Berdasarkan survey pendahuluan secara langsung di lapangan, didapatkan bahwa masih banyak mahasiswa yang terkendala saat menghadapi ujian OSCE terlebih cemas yang berlebihan menyebabkan mereka gugup dan lupa tentang materi ujian yang sedang mereka hadapi. Hal ini kemudian berpengaruh terhadap performa dan perolehan nilai kompeten mereka saat ujian pada stase. Maka, berdasarkan masalah terebut peneliti tertarik untuk meneliti AuGambaran Hasil Kelulusan OSCE Mahasiswa Tingkat II di Prodi Kebidanan BukittinggiAy. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Sasaran penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Diploma Tiga Kebidanan Bukittinggi Tingkat II TA 2023/2024 dengan jumlah responden sebanyak 76 orang mahasiswa. Pengambilan data dilakukan di lab OSCE saat ujian berlangsung pada tanggal 7 Juni 2024 dengan menggunakan rubrik penilaian terstandarisi nasional. Data diambil dengan tehnik total sampling untuk kemudian dilakukan analisasis data menggunakan SPSS untuk melihat distribusi frekuensinya . HASIL PENELITIAN Mahasiswa kebidanan prodi D3 Kebidanan Bukittinggi mengikuti OSCE di akhir perkuliahan semester genap dan melewati 4 station yang meliputi station 1 dengan perasat palpasi dan auskultasi, station 2 dengan perasat penkes morning sickness. Station 3 dengan perasat pemasangan infus, dan station 4 dengan perasat pemasangan oksigen. Ada beberapa komponen pada rubrik penilaian yang diamati pada setiap station, seperti pengkajian data subjektif dan obyektif, interpretasi data, keterampilan prosedur klinis, perilaku profesional, dan pendidikan kesehatan, selain itu jugai ditambahkan satu komponen dalam pengamatan assesor yaitu global rating. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Hasil Kelulusan OSCE per station kelas II A Station 1 Kategori Frekuensi Presentase (%) Kompeten Tidak Kompeten Total Station 2 Kategori Frekuensi Presentase (%) Kompeten Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jbmc Tidak Kompeten Total Kategori Kompeten Tidak Kompeten Total Kategori Kompeten Tidak Kompeten Total Station 3 Frekuensi Station 4 Frekuensi Presentase (%) Presentase (%) Pada tabel 4. menunjukkan bahwa hampir semua mahasiswa kelas IIA kompeten pada station 2 . ,7%) dan station 4 . ,7%). Sebagian besar responden juga kompeten pada station 1 . ,9%) dan station 3 . ,3%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Hasil Kelulusan OSCE per station kelas II B Station 1 Kategori Frekuensi Presentase (%) Kompeten Tidak Kompeten Total Station 2 Kategori Frekuensi Presentase (%) Kompeten Tidak Kompeten Total Station 3 Kategori Frekuensi Presentase (%) Kompeten Tidak Kompeten Total Station 4 Kategori Frekuensi Presentase (%) Kompeten Tidak Kompeten Total Pada tabel 4. menunjukkan sebagian besar mahasiswa kelas IIB kompeten pada station 2 . ,5%), station 3 . ,9%) dan station 4 . ,8%). Namun, sebagian besar responden tidak kompeten pada station 1 . , 5%). Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jbmc PEMBAHASAN Hasil menunjukkan bahwa gambaran hasil kelulusan OSCE pada kelas IIA menunjukkan bahwa hampir semua mahasiswa kompeten pada station 2 dan station 4. Sebagian besar responden juga kompeten pada station 1 dan station 3. Sedangkan pada kelas II B menunjukkan sebagian besar mahasiswa kompeten pada station 2. Station 3 dan station 4. Namun, sebagian besar responden tidak kompeten pada station 1 yaitu pada perasat palpasi dan aukultasi yang merupakan bagian dari keterampilan ANC . Asuhan kehamilan . ntenatal car. adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. Tujuan Asuhan Antenatal yaitu memantau kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi serta mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi (Agustini dkk, 2. Sehingga hal ini menunjukkan sebagian besar skor kelulusan kelas IIA untuk station 1,2, dan 4 lebih unggul kecuali station 3 untuk kelas IIA sebasar 55,3% dan kelas IIB sebesar 57,9%. Adapun hambatan memperoleh hasil OSCE yang kompeten bisa disebabkan oleh soft skills yang dimiliki mahasiswa kurang baik. Penyebab mahasiswa masih memiliki soft skills yang kurang baik ialah: . Tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan klinik . Perbedaan presepsi antara pembimbing akademik di institusi dan lahan praktik (Clinical instructur. , . Mahasiswa belum mampu mengaplikasikan proses pembelajaran antara teori dan praktik. Sehingga mahasiswa harus mampu mengaplikasikan kemampuan mereka untuk membedakan perbedaan antara praktik klinik yang mereka dapat secara teoritis, praktik yang mereka saksikan dan praktik yang mereka lakukan secara mandiri dan dapat menjadi bidan yang bukan hanya mumpuni dalam hard skill tetapi juga menjadi bidan yang mahasiswa ahli dalam soft skils (Harningtyas dkk, 2. OSCE merupakan suatu metode penilaian performa atau kinerja mahasiswa kesehatan seperti kedokteran, keperawatan, dan kebidanan. Kegiatan ini merupakan penilaian kompetensi klinik secara terencana dan terstruktur sehingga didapat objektivitas dalam penilaian pendukung (Najahah dkk, 2. Salah satu penerapan belajar, keterampilan pemeriksaan kehamilan awal dan pemeriksaan Leopold, dapat menggunakan phantom di laboratorium, namum akan lebih maksimal bila melibatkan pasien langsung . bu hami. sebagai sumber belajar konkret. Adanya pasien langsung berupa ibu hamil memiliki peranan penting sebagai sarana pembelajaran praktik bagi mahasiswa kebidanan tidak dapat digantikan/ditiru dengan phantom secanggih apapun sehingga mahasiswa akan memiliki pengalaman belajar yang berbeda (Anita, 2. OSCE terkenal dengan desain materi yang cukup sulit, suasana yang sepi hanya ada penguji dan peserta dan beberapa tekanan lainnya yang membuat tingkat kecemasan tinggi ketika ujian berlangsung. Kecemasan menjadi suatu permasalahan besar yang menjadi penghalang keberhasilan mahasiswa untuk mencapai skor kompeten saat melakukan ujian OSCE (Magdalena & Siagian, 2. Kecemasan saat OSCE dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal berupa lingkungan, instrumen yang digunakan, peran penguji, motivasi dari keluarga. Sedangkan faktor internal salah satunya yaitu konsep diri Maka, kecemasan menjadi suatu permasalahan besar yang menjadi penghalang keberhasilan mahasiswa saat melakukan ujian OSCE (Stellata, 2. Sejalan dengan penelitian lain menyatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan self efficacy mahasiswa D3 kebidanan terhadap tingkat kecemasan dalam menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) (Magdalena & Siagian, 2. Dari hasil penelitian sebelumnya didapatkan beberapa masalah kecemasan akademik dari mahasiswa kebidanan berupa ujian penilaian evaluasi semester, tugas Kelas, kegiatan Praktikum laboratorium. Ujian praktek (OSCE). Praktik Klinik, tugas akhir. Uji Kompetensi Kebidanan. Sementara Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jbmc factor yang mempengaruhi kecemasan akademik pada mahasiswa kebidanan diantaranya beban akademik, tuntutan klinis, tantangan interpersonal dan ketidakpastian karir (Sari. Muthoharoh & Widiyawati, 2. Metode uji praktikum OSCE diberikan dalam pendidikan kebidanan dengan harapan seorang bidan mampu memiliki kompetensi profesional bidan dan secara sederhana bisa dikatakan merupakan kompetensi yang harus dimiliki bidan dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam memberikan asuhan kebidanan. Kompetensi profesional seorang bidan mencangkup aspek pengetahuan dan keterampilan di dalam memberikan Asuhan Kebidanan. Suatu penelitian menunjukan bahwa daya nilai tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil OSCE, harapan berpengaruh secara signifikan terhadap hasil OSCE, dan afektif berpengaruh secara signifikan terhadap hasil OSCE. Daya nilai, harapan dan afektif secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil OSCE dengan nilai p value 0,000 . < 0,. (Martini dkk, 2. Berdasarkan hasil penelitian lain tingkat kelulusan uji praktikum asuhan kehamilan dengan metode OSCE dan non OSCE menunjukkan uji paraktikum dengan metode OSCE diperoleh nilai rata Ae rata dan tingkat kelulusan lebih tinggi pada uji praktikum dengan metode OSCE. Adapun, dari hasil uji analisis menunjukkan ada perbedaan secara signifikan hal ini dimungkinkan metode ujian OSCE sangat efektif diterapkan untuk mahasiswa Prodi Kebidanan, dikarenakan pada uji praktikum dengan metode OSCE mahasiswa mempunyai waktu sekitar 10 menit untuk berfikir dan memahami kasus di stasi skenario pada setiap stasi sehingga mahasiswa dapat menyiapkan diri dalam melakukan tindakan. Maka penelitian ini menyatakan bahwa ada perbedaan hasil belajar praktikum dengan metode OSCE dan non OSCE dengan p value 0,046 (Latifah, 2. Uji ketrampilan non OSCE dilakukan penilaian ketrampilan secara langsung tidak membagi stasi ketrampilan atau bisa dikenal dengan ujian Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pembelajaran praktik di laboratorium kebidanan dengan hasil belajar pada Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Kehamilan (Anita, 2. Maka, sebagai upaya preventif terhadap hasil kelulusan OSCE yang semakin kompeten perlu adanya peningkatan manajamen keterampilan hard skill dan soft skill mahasiswa dalam asuhan kebidanan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil peneleitian diperoleh hasil bahwa gambaran hasil kelulusan osce mahasiswa tingkat II A Prodi D3 Kebidanan Bukittinggi Tahun 2024 menunjukkan bahwa hampir semua mahasiswa kelas IIA kompeten pada station 2 dan station 4. Sebagian besar responden juga kompeten pada station 1 dan station 3. Gambaran hasil kelulusan osce mahasiswa tingkat II B Prodi D3 Kebidanan Bukittinggi Tahun 2024 menunjukkan sebagian besar mahasiswa kelas IIB kompeten pada station 2, station 3 dan station 4. Namun, sebagian besar responden tidak kompeten pada station 1. Hampir sebagian besar responden lulus dalam ujian OSCE pada station 1-4. Untuk presentase kelulusan lebih besar kelas IIA daripada kelas IIB untuk keseluruhan perasat karena pada kelas IIB masih terdapat sebagian besar yang tidak lulus dalam stase. Mahasiswa kebidanan diharapkan dapat lebih mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mengenai OSCE karena menjadi bekal untuk praktik lapangan dan bekerja di industri serta sebagai syarat untuk bisa mengikuti UKOM saat tingkat i. DAFTAR PUSTAKA