EFFECTIVENESS OF TOMATO JUICE (Lycopersicum esculentum Mill. ) AT 50% AND 100% CONCENTRATIONS IN WHITENING COLOR CHANGES IN NANOHYBRID COMPOSITE RESIN Ni Nyoman Nurdeviyanti1*. PA Mahendri KusumawatiA. Ni Nyoman Septia Anggarini3 Conservative Departement Faculty of Dentistry Mahasaraswati Denpasar University Student of Faculty of Dentistry Mahasaraswati Denpasar University ABSTRACT Background: Nanohybrid composite resin is a filling material that has high aesthetic value, but easily experiences color change or discoloration. Treatment that can be used for cases of discoloration is bleaching. Bleaching can be done with natural ingredients, including fresh tomato juice (Lycopersicum esculentum Mill. Purpose: This study aims to compare the effectiveness of 50% and 100% concentration of fresh tomato juice in whitening nanohybrid composite resin that has experienced discoloration. Methods: The type of research used is pretest-posttest group design. The total number of samples in this study was 27 samples in the form of nanohybrid composite resin which were divided into three experimental groups, namely the group soaked in 50%, 100% concentration of tomato juice and sterile distilled water. Measurement using a spectrophotometer. Results: Parametric statistical tests with Oneway Anova showed that there were significant differences in each treatment group after treatment. The highest level of effectiveness was possessed by 100% concentration of fresh tomato juice seen from the mean difference value of the Post Hoc LSD test. Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that 50% and 100% concentration of fresh tomato juice is effective in whitening nanohybrid composite resin and 100% concentration of fresh tomato juice is more effective in whitening nanohybrid composite resin. Keywords: discoloration, fresh tomato juice (Lycopersicum esculentum Mill. ) 50% and 100% concentration, nanohybrid composite resin Corresponding: Ni Nyoman Septia Anggarini. Conservative Departement Faculty of Dentistry Mahasaraswati Denpasar University. Jln Kamboja no 11A. Denpasar-Bali. , email: nyomanseptia@gmail. PENDAHULUAN Resin komposit merupakan salah satu jenis bahan tumpatan yang memiliki keunggulan dalam bidang estetik karena memiliki karakteristik warna yang menyerupai gigi asli (Kewas. Wicaksono & Gunawan 2. Resin komposit digunakan untuk mengganti struktur gigi yang hilang, memodifikasi warna gigi dengan gigi yang ada serta dapat mengembalikan fungsi gigi (Kafalia. Firdausy, & Nurhapsari 2. Resin komposit nanohybrid memiliki kelebihan yaitu kehalusan permukaan dan kekuatan yang baik, serta pengerutan yang minimal. Kekurangan resin komposit yaitu perubahan warna yang terjadi secara intrinsik dan ekstrinsik (Budiono. Khoirunnisa & Faylina 2. Faktor intrinsik merupakan perubahan warna yang dikarenakan oleh material resin komposit itu sendiri, misalnya perubahan pada matriks resin komposit. Perubahan warna gigi karena faktor ekstrinsik dapat ditemukan pada permukaan luar gigi yang biasa disebabkan oleh noda/stain tembakau, minuman kopi dan berbagai faktor pencetus lain (Perdani. Oktarlina & Jausal Distribusi dan perubahan warna pada gigi ditentukan oleh tipe, jumlah dan lamanya kebiasaan mengonsumsi zat atau bahan yang memicu terjadinya perubahan warna tersebut (Ghalib & Ayuandyka 2. Pemutihan gigi atau bleaching merupakan suatu upaya memperbaiki gigi atau tumpatan komposit yang telah mengalami diskolorasi atau perubahan warna ekstrinsik maupun Penggunaan bahan kimia untuk memutihkan gigi dapat berdampak negatif seperti penurunan kekerasan email dan iritasi gingiva. Bahan alternatif yang dapat digunakan untuk memutihkan gigi yaitu dengan bahan alami antara lain jus tomat (Lycopersicon esculentum Mill. ) (Lumuhu. Kaseke & Parengkuan 2. Senyawa hidrogen peroksida yang dikenal sebagai bleaching agent yang dapat mereduksi stain pada permukaan gigi berhasil diidentifikasi dalam buah tomat (Perdani dkk. Para peneliti membuktikan bahwa senyawa ini mempunyai efek memutihkan gigi. Purnamita . menyatakan bahwa jus tomat konsentrasi 100% dan 50% dapat menjadi alternatif sebagai bahan pemutih gigi secara alami dengan harga yang lebih ekonomis dan juga mudah ditemukan di lingkungan sehari-hari. Penelitian sebelumnya oleh Ibrahim dkk . telah membuktikan adanya pengaruh pemberian jus buah tomat terhadap pembersihan stain ekstrinsik pada resin komposit. Hal tersebut mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian mengenai buah tomat dengan konsentrasi 50% dan 100% sebagai alternatif lain dalam perawatan bleaching khususnya pada komposit nanohybrid dengan harapan dapat membuktikan perubahan warna secara signifikan dan bermakna. TUJUAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas jus buah tomat konsentrasi 50% dan 100% terhadap pemutihan resin komposit nanohybrid yang telah mengalami diskolorasi. METODE Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental murni . rue experimen. dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakognosi dan Fitokimia Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan resin komposit nanoybrid dengan diameter 5 mm dan ketebalan 2 mm. Jumlah sampel minimal dihitung dengan rumus Federer, yaitu: > 15 n = jumlah sampel t = jumlah kelompok = 3 > 15 > 15 > 15 > 15 2 > 8,5 Dibulatkan menjadi 9. Sehingga sampel yang digunakan adalah 9 x 3 = 27 sampel resin komposit nanohybrid. Selanjutnya dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok pertama direndam dalam jus buah tomat 50%, kedua direndam dalam jus buah tomat 100%, ketiga direndam dalam aquadest sebagai kontrol negatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel ditentukan oleh peneliti berdasarkan kriteria sampel yang telah ditentukan. Identifikasi variable yakni variable bebas . us buah tomat (Lycopersicum escuelntum Mill. ) konsentrasi 50% dan 100%) dan variable terikat (Perubahan warna resin komposit nanohybrid setelah direndam jus buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill. ) konsentrasi 50% dan 100%). Kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut: resin komposit nanohybrid dengan diameter 5 mm dan ketebalan 2 mm resin komposit nanohybrid yang tidak memiliki permukaan halus dan rata. Instrumen penelitian Alat: Glass lab, plastic filling instrument, pinset dental, microbrush, lap putih Cetakan plastik diameter 5 mm dan tebal 2 mm, wadah cetak plastik, wadah Genesys 30 Spektrofotometer, inkubator Light cure, termometer Blender, timbangan Bahan: Resin komposit nanohybrid A3, vaseline Buah tomat varian biasa (Lycopersicum esculentum Mill, var. commune Baile. sebanyak 400 gram Bubuk kopi arabika Larutan aquadest steril, air mineral Pelaksanaan dan alur penelitian: Persiapkan resin komposit nanohybrid berukuran diameter 5 mm dan ketebalan 2 mm, larutan kopi arabika dengan suhu 50AC, serta jus buah tomat dengan konsentrasi 50% dan 100%. Rendam sampel dalam larutan kopi sebanyak 10ml dengan suhu 50AC, masukan ke dalam incubator yang bersuhu 37AC selama 1 minggu. Resin komposit nanohybrid dikeluarkan dari masing-masing wadah lalu dicuci dengan air dan lap hingga kering menggunakan tisu. Perubahan warna pada resin komposit nanohybrid diukur menggunakan Spektrofotometer. Bagi 27 sampel ke dalam 3 kelompok. Kelompok A berisi sampel nomor urut 19, kelompok B berisi sampel nomor urut 10-18, dan kelompok C berisi sampel dengan nomor urut 19-27. Kelompok A direndam dalam botol berisi jus buah tomat 50%, kelompok B direndam dalam jus buah tomat 100%, sedangkan kelompok C direndam dalam larutan aquadest steril, kemudian botol-botol tersebut ditutup rapat. Semua sampel tiap kelompok direndam selama 3 hari dengan jus buah tomat yang diganti setiap 24 jam sekali. Setelah 3 hari, perendaman dalam larutan jus buah tomat konsentrasi 50%, 100% dan aquadest selesai. Selanjutnya masing-masing sampel tiap kelompok diukur perubahan warnanya menggunakan Spektrofotometer. HASIL Tabel hasil penelitian Tabel menunjukan bahwa 27 sampel mengalami diskolorasi oleh kopi dengan warna hampir sama dan menunjukan adanya penurunan nilai dE*ab berarti warna resin komposit nanohybrid lebih putih dari sebelumnya. Tabel uji normalitas Tabel menunjukan bahwa data perubahan warna resin komposit nanohybrid merupakan data yang berdistribusi normal karena memiliki nilai signifikansi >0,05. Tabel Hasil Uji Post Hoc LSD Berdasarkan tabel dilihat dari signifikasi antara kelompok sampel yang direndam dengan jus buah tomat konsentrasi 50% dan jus buah tomat konsentrasi 100% menunjukan nilai 0,000 (<0,. sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan yang sangat Namun apabila ditinjau dari mean difference, jus buah tomat konsentrasi 100% memiliki nilai yang paling rendah sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat efektivitas jus buah tomat konsentrasi 100% paling tinggi dibandingkan dengan jus buah tomat konsentrasi 50% dan aquadest steril. PEMBAHASAN Perubahan warna yang terjadi pada resin komposit nanohybrid dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu ukuran sampel, mikroporositas sampel, dan lama kontak dengan bahan pewarna. Semakin luas ukuran sampel maka kontak dengan bahan pewarna lebih besar sehingga perubahan fisik dapat terjadi pada resin komposit. Mikroporositas dapat mempengaruhi penempelan partikel warna pada daerah yang porous dimana semakin banyak daerah yang porous maka akan terjadi akumulasi yang semakin banyak dari zat warna yang terabsorpsi melalui proses difusi. Lamanya kontak resin komposit dengan bahan pewarna berbanding lurus dengan perubahan warna yang akan terjadi (Annusavice 2. Resin komposit nanohybrid yang telah mengalami diskolorasi oleh kopi terjadi perubahan warna lebih cerah setelah direndam dalam jus buah tomat disebabkan oleh salah satu kandungan asam yang dimiliki oleh buah tomat yaitu asam askorbat. Asam askorbat pada buah tomat terdiri atas beberapa komponen seperti superoksida, hidrogen peroksida dan radikal bebas lainnya. Menurut Ibrahim . buah tomat mengandung salah satu material bahan bleaching secara alami yaitu hidrogen peroksida yang sudah terbukti mampu membersihkan stain ekstrinsik pada resin komposit. Teori tersebut didukung oleh penelitian Mala dkk . yang melaporkan bahwa asam askorbat yang terdapat dalam ekstrak buah tomat pada konsentrasi 30%, 70%, dan 100% efektif sebagai pemutih pada bidang kedokteran gigi dalam berbagai konsentrasi. Penggunaan buah tomat jenis biasa (Lycopersicum esculentum Mill, var commune Baile. karena kadar asam askorbat yang terkandung di dalamnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan buah tomat jenis lainnya. Asam askorbat yang terkandung dalam buah tomat jenis biasa sebanyak 40 gram (Astuti dkk 2. Buah tomat ceri (Licopersicum esculentum Mill, var. cerasiforme (Du. Ale. di dalamnya mengandung asam askorbat sebanyak 40 gram (Wati dkk 2. Pada penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas jus buah tomat konsentrasi 50% dengan konsentrasi 100% dalam pemutihan resin komposit Hasil tinjauan uji Post Hoc LSD jus buah tomat konsentrasi 100% memiliki nilai mean differance yang paling rendah sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat efektivitas jus buah tomat konsentrasi 100% paling tinggi dibanding dengan jus buah tomat konsentrasi 50% dan aquadest steril. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Arbawa dkk . yaitu jus buah tomat konsentrasi 100% memiliki efek pemutih dalam menghilangkan stain ekstrinsik pada resin komposit. Hal ini dikarenakan kandungan enzim peroksidase pada jus tomat yang membantu hidrogen peroksida dalam mempercepat proses pemutihan pada resin komposit. Semakin rendah konsentrasi tomat, tingkat hidrogen peroksida yang dihasilkan semakin kecil akibat aktivitas enzim glukosa oksidase yang lebih sedikit, sehingga proses pemutihan warna resin komposit semakin menurun. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh bahwa jus buah tomat konsentrasi 50% dan 100% dapat menjadi alternatif sebagai bahan pemutih resin komposit nanohybrid secara alami dengan harga yang ekonomis dan juga mudah ditemukan di lingkungan sehari-hari. Pemutihan resin komposit nanohybrid dengan jus buah tomat dapat efektif jika diaplikasikan dengan konsentrasi, suhu serta waktu perendaman yang tepat, sehingga hal tersebut membuktikan bahwa hipotesis yang telah disusun sebelumnya terbukti. KESIMPULAN Dalam penelitian ini jus buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill. ) konsentrasi 50% dan 100% dapat memutihkan resin komposit nanohybrid yang telah mengalami Jus buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill. ) konsentrasi 100% lebih efektif sebagai pemutih resin komposit nanohybrid dibanding jus buah tomat konsentrasi 50% yang ditandai dengan selisih nilai dE*ab pada jus buah tomat konsentrasi 100% lebih besar daripada jus buah tomat konsentrasi 50%. DAFTAR PUSTAKA