Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 p-ISSN : 2747-0725 e-ISSN : 2775-7838 Diterima : 17 November 2025 Direvisi : 21 Desember 2025 Disetujui : 7 Januari 2026 Diterbitkan : 28 Februari 2026 IMPLEMENTASI PROGRAM HARAJUKU FORJU SEBAGAI SARANA PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Nadiya Anisa Pratidina*. Ahmad Suriansyah. Arta Mulya Budi Harsono Universitas Lambung Mangkurat. Indonesia E-mail: 2210125320071@mhs. Abstrak: Program Harajuku Forju (Harian Jurnalku Empat Juma. dikembangkan sebagai strategi pendidikan karakter di Sekolah Dasar. Permasalahan yang dihadapi dalam pembentukan karakter siswa adalah kurangnya konsistensi dalam pembiasaan, keterbatasan pemanfaatan teknologi, serta variasi keterlibatan orang tua. Tujuan penelitian ini memuat tentang pelaksanaan program inovatif yang diterapkan sekolah yakni Harajuku Forju sebagai nilai-nilai karakter siswa di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan empat kegiatan utama: Jumat Bersih. Jumat Sehat. Jumat Berbagi, dan Jumat Taqwa, dengan perencanaan kolaboratif antar guru, integrasi dalam proses belajar, serta evaluasi berkelanjutan melalui jurnal harian siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya program Harajuku Forju melalui aplikasi 7 KAIH oleh SDN Sungai Andai 3 dapat mendukung tercapainya penanaman nilai-nilai karakter siswa, dengan adanya hal ini dapat menjadi solusi yang tepat untuk diterapkan di sekolah, karena bukan hanya untuk penanaman karakter siswa melainkan juga mempermudahkan guru dalam pengawasan terkait karakter siswa. Kata-kata Kunci: Dampak. Harajuku Forju. Strategi. Tantangan IMPLEMENTATION OF THE HARAJUKU FORJU PROGRAM AS A MEANS OF INSTILLING CHARACTER VALUES IN ELEMENTARY SCHOOLS Abstract: The Harajuku Forju Program (My Four Fridays Journa. was developed as a character education strategy in Elementary Schools. The problems faced in shaping students' character include a lack of consistency in habits, limited use of technology, and variations in parental involvement. The purpose of this study includes the implementation of an innovative program applied by the school, namely Harajuku Forju, to instill character values in elementary school students. This research uses a qualitative method with a case study approach, employing data collection techniques through interviews, observations, and documentation studies, with four main activities: Clean Friday. Healthy Friday. Sharing Friday, and Devout Friday, along with collaborative planning among teachers, integration into the learning process, and continuous evaluation through students' daily journals. The research results indicate that the Harajuku Forju program through the 7 KAIH application by SDN Sungai Andai 3 can support the achievement of instilling students' character values. This can serve as an appropriate solution to be implemented in schools, not only for instilling students' character but also for facilitating teachers in monitoring students' Keywords: Challenges. Harajuku Forju. Impact. Strategy PENDAHULUAN Pendidikan bagian penting dalam bentuk usaha menanamkan kebiasaan yang baik sehingga siswa mampu bersikap dan bertindak dengan nilai-nilai yang sudah diterapkan dalam kepribadian seseorang. Perlu pengelolaan terhadap kegiatan pendidikan siswa dalam menjadikan siswa yang memiliki karakter yang baik. Dalam pendidikan, pendidikan karakter pada siswa harus diajarkan, dijadikan kebiasaan, dilatih secara konsisten, dengan adanya pembiasaan sejak dini maka barulah karakter siswa dapat terbentuk (Mardiah et al. , 2. Selain penerapan dari sekolah, kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat juga sangat penting dalam karakter (Nurhayati et al. , 2. Anak akan mendapatkan stimulasi yang baik dari Anak dapat bertumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, jika bertumbuh pada lingkungan yang berkarakter. Siswa dari Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 keluarga menunjukkan perilaku yang lebih disiplin dan bertanggung jawab (Fauzah et al. , 2. Karakter merupakan suatu fondasi yang sangat penting dan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Pembentukan karakter yang positif dapat dikembangkan melalui pembiasaan nilai-nilai, baik nilai sosial maupun agama atau religius yang diinternalisasikan melalui interaksi sosial. Karakter yang telah terbentuk diharapkan kelak dapat mengakar kuat dan menjadi prinsip hidup dalam kehidupan anak (Hasibuan et al. , 2. Dengan demikian, pada jenjang sekolah dasar memerlukan sebuah program inovatif yang dapat mendukung tercapainya penanaman nilainilai karakter siswa. Berdasarkan hasil temuan studi pendahuluan. SDN Sungai Andai 3 telah menerapkan sebuah program inovatif yang dikenal dengan Harajuku Forju atau Harian Jurnalku 4 Jumat yakni Jumat bersih. Jumat sehat. Jumat berbagi, dan Jumat Taqwa. Bentuk dari jurnal harian ini berbentuk selembaran kertas yang berisikan aktivitas sehari-hari siswa dan di akhir adanya evaluasi dan tindak lanjut dari guru, yang berawal dari adanya peristiwa COVID-19, yang membuat sekolah menginginkan siswanya agar tetap pembelajaran jarak jauh. Seiring berjalannya waktu adanya program pemerintah yakni 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) dan juga perkembangan teknologi yang pesat, sekolah ingin memperbaiki kembali sistem harian jurnal tersebut dengan membuat aplikasi 7KAIH dan tetap dengan sistem yang sama adanya evaluasi dan juga tindak lanjut dari guru. Tujuan program ini adalah kedisiplinan, empati, dan religiusitas secara holistik melalui kegiatan rutin yang terintegrasi dalam pembelajaran dan aktivitas sehari-hari siswa. Guru menyebutkan banyak dampak positif yang diberikan dari program Harajuku Forju, akan tetapi juga adanya tantangan juga hambatan yang perlu penggunaan aplikasi 7KAIH masih terbilang baru di implementasikan. Sayangnya penelitian terdahulu hanya fokus untuk membahas penanaman nilai-nilai karakter siswa di sekolah dasar, dengan penggunaan metode konvensional dan belum ada yang mengkaji penanaman nilai karakter tersebut menggunakan sebuah program inovatif berupa Harajuku Forju. Penelitian yang terdahulu masih dalam ruang lingkup kecil pada kegiatan keagamaan (Sari. Sedangkan pada penelitian ini peneliti memperluas pembahasan dan aspek yang diteliti bukan hanya dari segi kegiatan keagamaan yang dapat dilakukan untuk nilai-nilai melainkan banyak hal seperti pembiasaan perilaku kebersihan, gaya hidup sehat siswa, nilai kepedulian sosial yang dimiliki oleh siswa, internalisasi nilai spiritual atau nilai Selain itu, penelitian yang terdahulu juga sangat kurang dalam membahas tentang bagaimana agar karakter siswa dapat tertanam dengan baik dan menjadi kepribadian yang konsisten pada siswa, penelitian yang lain hanya berfokus pada program-program yang dapat dilakukan agar meningkatkan atau bahkan menciptakan nilai-nilai karakter pada siswa (Cahyani et al. (Afiffah et al. , 2022. ) (Saputra et ,2. Namun sangat jarang ditemui penelitian yang membahas tentang bagaimana sekolah dapat menjaga konsisten siswa dalam menerapkan nilai-nilai karakter yang sudah Adanya menghadirkan program Harajuku Forju yang terintegrasi dengan aplikasi 7KAIH sebagai bentuk inovasi untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, empati, dan religiusitas secara holistik. Dengan demikian, penelitian ini menutup celah yang belum dikaji sebelumnya, yaitu pendidikan karakter berbasis program inovatif yang tidak hanya menekankan penerapan nilai tetapi juga Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 menjaga menginternalisasikan karakter tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya penelitian ini dalam dunia pendidikan karena dapat memberikan kontribusi yang besar dalam menambah pengetahuan dan wawasan guru maupun orang tua tentang pentingnya pendidikan karakter bagi anak sebagai generasi penerus Penelitian ini menunjukan bahwa Program Harajuku Forju merupakan jawaban dari kurangnya pengawasan dari guru dan orang tua, baik anak saat di sekolah maupun saat di rumah. Penelitian bukan hanya terfokus tentang bagaimana cara menerapkan nilai-nilai karakter pada siswa di sekolah dasar, namun juga membahas bagaimana hal yang sudah diterapkan ke siswa di sekolah baik pada kegiatan belajar mengajar juga kegiatan program sekolah, dapat diketahui dengan jelas bagaimana siswa untuk komitmen konsisten dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari hari hingga jangka Sekali lagi, pendidikan karakter mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendidikan moral, dikarenakan pendidikan karakter tidak hanya sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, akan tetapi bisa lebih dari itu (Hasibuan et al. , 2. Sehingga perlu penanaman di diri karakter yang baik tidak hanya diterapkan pada saat itu saja, melainkan hingga dewasa ataupun selama menjalani kehidupan. Berdasarkan temuan ini, peneliti ingin bagaimana strategi yang digunakan dalam pengimplementasian Program Harian Jurnal 4 (Empa. Jumat (Harajuku Forj. sebagaimana penunjang nilai-nilai karakter peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan melalui artikel bahwa dengan Harajuku Forju meningkatkan dalam pembentukan nilai-nilai karakter dalam diri setiap peserta didik. Peneliti juga mengharapkan dengan adanya penelitian ini sistem pendidikan terkait Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 perkembangan karakter pada siswa di sekolah dasar juga dapat diterapkan, dikarenakan program ini memiliki banyak dampak positif dan dalam pengimplementasiannya juga tergolong mudah untuk dijalankan. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali secara mendalam terkait implementasi program Harajuku Forju sebagai sarana penanaman nilai-nilai karakter. Studi kasus dinilai relevan pada penelitian ini, dikarenakan fokus penelitian yang ingin peneliti ingin mengetahui bagaimana cara implementasi dan strategi yang sekolah lakukan untuk menerapkan Harajuku Forju, serta setiap program yang dilaksanakan tentu adanya dampak yang dirasakan, tentu juga tidak luput dari tantangan dan hambatan yang didapatkan pada saat mengimplementasikan program tersebut. Studi kasus menjadi berguna apabila seorang peneliti ingin memahami suatu situasi tertentu secara mendalam dan dimana orang dapat mengidentifikasi kasus yang kaya informasi (Ilhami et al. ,2. Selaras dengan penelitian tersebut peneliti berkeinginan besar untuk mengetahui pengimplementasian program Harajuku Forju secara mendetail. Partisipan Lokasi penelitian bertempat di SDN Sungai Andai 3 dikarenakan sekolah tersebut memiliki siswa yang relatif banyak di kota Banjarmasin, sehingga peneliti tertarik dengan bagaimana cara tenaga pendidik mengatur serta mendidik siswa baik secara akademik maupun secara karakter personal siswa. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah. Guru sebagai koordinator program Harajuku Forju dan salah satu peserta didik di SDN Sungai Andai 3, yakni siswi kelas V C. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti melakukan observasi non partisipatif terhadap 4 Jumat yang dilaksanakan di sekolah setiap hari Jumat, yakni Jumat sehat. Jumat berbagi. Jumat takwa, dan Jumat bersih, serta pengisian Jurnal harian siswa. Fokus observasi pada penelitian ini dampak dari program Harajuku Forju pada karakter siswa yang memiliki perilaku kebersihan, gaya hidup sehat siswa, nilai kepedulian sosial yang dimiliki oleh siswa, internalisasi nilai Strategi program Harajuku Forju, dampak jurnal harian terhadap Nilai karakter siswa, tantangan dan hambatan dalam implementasi program Harajuku Forju, serta solusi yang diberikan dari tantangan dan hambatan yang terjadi, hal ini menjadi fokus utama dalam penelitian kali ini. Hasil penelitian ini diperkuat dengan wawancara mendalam, dengan Kepala Sekolah SDN Sungai Andai 3 selama kurang lebih dengan durasi selama 1 jam, lalu juga ada wawancara dengan Koordinator Program Harajuku Forju sebanyak 2 kali dengan durasi wawancara pertama selama kurang lebih 2 menit, lalu wawancara kedua dengan durasi selama kurang lebih 1 jam, dan narasumber terakhir yakni salah satu siswa kelas VC selama kurang lebih 20 menit. Studi dokumen juga sebagai pelengkap juga menjadi sumber yang kuat dan kontekstual dengan Aplikasi 7 KAIH, hasil jurnal harian siswa. Buku penghubung sebagai tindak lanjut dari guru wali kelas, dan juga hasil dari dokumentasi kegiatan. Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah Teknik Analisis Tematik yang mana metode analisis kualitatif yang mengidentifikasi, dan melaporkan guna mencari pola atau tema yang terkait dengan data yang diteliti (Adelliani et al. , 2. Pertama peneliti membaca secara keseluruhan tentang gambaran umum. Lalu melakukan proses coding yakni dengan memberikan kode pada potongan jawaban narasumber ataupun informan yang sesuai dengan fokus penelitian yakni strategi, dampak, tantangan, dan solusi yang dapat diberika. Kode yang memiliki kesamaan dikelompokkan menjadi Sehingga dapat teridentifikasi beberapa tema utama, antara lain Strategi. Dampak. Tantangan dan Solusi. Tema utama tersebut ditinjau kembali dengan mencocokan ke seluruh data agar dapat konsisten dalam Terakhir, menuangkan ke dalam sajian data berupa narasi pada laporan hasil analisis dengan merincikan tiap pembahasan pada tema dengan bukti pendukung seperti kutipan data pada artikel ataupun jurnal penelitian yang HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Strategi kepemimpinan kepala sekolah merupakan awal dari kesejahteraan dan kunci keberhasilan dalam lingkup pendidikan dari membentuk guru lalu dengan guru membentuk karakter siswa juga adanya strategi orang tua dan masyarakat untuk ikut serta dalam membentuk karakter siswa (Suriansyah, 2. Pembentukan karakter pada anak usia Sekolah Dasar (SD) memegang peranan yang sangat penting untuk menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara akademik namun juga memiliki nilai-nilai moral dan sosial yang kuat. Oleh karena itu. Pendidikan karakter di Sekolah Dasar (SD) harus menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap perkembangan kontribusinya terhadap Masyarakat. Karakter yang baik tidak hanya membentuk anak-anak dalam menghadapi tantangan hidup, tetapi juga mempengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka (Purwanti et al. , 2. Berdasarkan temuan peneliti pada penelitian yang bertempat di SDN Sungai Andai 3 terkait implementasi 7 kebiasaan anak indonesia sehat yang tertuang dalam program sekolah melalui strategi implementasi Harajuku Forju dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan utama yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 atau tindak lanjut. Pada tahap perencanaan, sekolah melibatkan berbagai pihak seperti kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan siswa. Proses dimulai dengan sosialisasi kepada orang tua mengenai tujuan dan mekanisme program, dilanjutkan dengan uji coba internal bersama guru, sebelum akhirnya diterapkan secara menyeluruh kepada siswa. Pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan manajemen pendidikan dan membantu pengambilan keputusan guru adalah trend pada era sekarang Sistem SDN Sungai Andai 3 dalam meningkatkan metode evaluasi dan pembinaan siswanya yang memanfaatkan fitur yang lebih canggih, yakni adanya Aplikasi 7KAIH oleh SDN Sungai Andai 3, hal ini juga termasuk dalam tahap perencanaan yang mencakup penyusunan jurnal harian berbasis aplikasi dan juga masih disediakan dalam bentuk lembaran kertas, yang dirancang untuk menanamkan karakter 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) serta kompetensi yang relevan. Pembuatan fitur yang baru seperti aplikasi ini perlu dipertimbangkan agar adopsi teknologi tersebut berhasil dan dapat berjalan dengan semestinya, dikarenakan dengan adanya segala pertimbangan dapat memastikan bahwa sistem tidak hanya mementingkan fungsinya akan tetapi juga mudah dan nyaman dipergunakan oleh guru ataupun siswa (Woo. , & Henriksen. Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 Gambar 1. Aplikasi 7KAIH Tahap kegiatan rutin setiap hari Jumat, yaitu Jumat Bersih. Jumat Sehat. Jumat Berbagi, dan Jumat Taqwa. Dalam kegiatan ini, siswa dilibatkan secara aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, berolahraga, berbagi makanan, dan memperkuat nilai-nilai keimanan. Guru berperan sebagai pembimbing dan motivator, sementara orang tua mendukung dari rumah melalui pengisian jurnal dan komunikasi di grup WhatsApp. Peningkatan yang terjadi disebabkan adanya peningkatan kualitas dilaksanakan oleh guru sehingga dapat berdampak pada peningkatan aktivitas siswa (Noorhapizah et al. , 2. Seperti program dan kegiatan ini yang dilaksanakan pada SDN Sungai Andai 3 juga diintegrasikan dalam pembelajaran melalui mata pelajaran seperti PPKn. PJOK, dan Pendidikan Agama. Dukungan kebijakan sekolah seperti KURAS LIBAS. Adiwiyata. TISUSAHA dan piket kebersihan turut memperkuat pelaksanaan Evaluasi dan tindak lanjut dilakukan melalui pemantauan isi jurnal harian siswa, pemberian umpan balik, reward, dan refleksi tertulis dan ditindak lanjuti pada buku penghubung siswa. Konsistensi dan kejujuran siswa menjadi tantangan utama, terutama pada jenjang kelas tinggi, sehingga diperlukan pendekatan pembinaan dan kolaborasi yang berkelanjutan antara guru dan orang tua. Dokumentasi kegiatan dilakukan dalam bentuk foto, buku penghubung, dan laporan presentasi yang disampaikan dalam rapat Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki pelaksanaan program dan memastikan keberlanjutan kegiatan di tengah memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu. Secara keseluruhan, program Harajuku Forju telah menjadi bagian integral dari kurikulum dan budaya sekolah dalam membentuk karakter siswa secara holistik. Gambar 2. Buku penghubung siswa Karakter seseorang dibentuk dari kebiasaan yang dipupuk sejak usia dini, di mana kebiasaan baik maupun buruk yang kanak-kanak cenderung bertahan hingga remaja dan Peran orang tua menjadi sangat signifikan dalam membentuk kebiasaan ini. Strategi pendidikan karakter di sekolah dapat melalui 4 cara, yaitu pembelajaran . , . , . , dan pembiasaan . yang dapat diterapkan (Firdaus et al. ,2. Keempat strategi inilah yang menentukan dampak yang dapat dirasakan dan diukur setelah diterapkannya kegiatan ataupun program yang diberikan. Menurut Lickona. Pikiran manusia, yang menjadi pusat kendali perilaku, terbentuk melalui pengalaman hidup yang menciptakan program-program dalam sistem kepercayaan seseorang. Ketika program tersebut selaras dengan prinsip universal seperti kebenaran dan keadilan, perilaku yang dihasilkan akan membawa ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, program yang bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran dapat mengarah padaperilaku destruktif yang memicu penderitaan. Dalam pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasme. meluncurkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada 27 Desember 2024, sebuah langkah strategis yang mengintegrasikan pola hidup sehat ke dalam kehidupan anak-anak Indonesia (Sinulingga, . Berdasarkan temuan peneliti, dampak program Harajuku Forju terhadap nilai karakter siswa sangat signifikan dan mencakup berbagai aspek perkembangan pribadi dan sosial. Salah satunya kegiatan Jumat Bersih, siswa belajar nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, baik secara pribadi maupun kolektif, meskipun masih ada tantangan seperti rasa enggan atau takut kotor yang secara bertahap diatasi melalui pembimbingan guru. Perlu kita ketahui kerusakan lingkungan tidak luput dari campur tangan manusia, lingkungan dan manusia ialah satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan, manusia bertahan hidup dengan Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 adanya dukungan dari lingkungan, begitupun lingkungan perlu adanya yang merawat dan menjaga yakni manusia. Lembaga pendidikan sekolah dasar menghendaki setiap sekolah memiliki kegiatan ataupun program khusus untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah (Setiawati et al. , 2. Pembiasaan karakter pada siswa dalam aksi peduli lingkungan melalui ruang lingkup yang kecil misalnya pada kelas, lalu lingkungan sekolah, sekitaran lingkungan sekolah, dan yang pasti pada kediaman siswa SDN Sungai Andai 3 tentu menghendaki sekolah yang bersih agar segala pembelajaran lebih nyaman sehingga dapat dirasakan oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan siswa agar terciptanya lingkungan yang bersih tidak hanya ada pada kegiatan di hari Jumat, perlu adanya pembiasaan kebersihan yang dilaksanakan setiap hari, yang mana sekolah juga menerapkan pembiasaan KURAS LIBAS atau Kurangi Sampah Lingkungan Barasih, yang mana program-program ini lah yang membuat sekolah menjadi sekolah yang nyaman bagi Berdasarkan temuan peneliti, dampak program Harajuku Forju terhadap nilai karakter siswa sangat signifikan dan mencakup berbagai aspek perkembangan pribadi dan sosial. Salah satunya kegiatan Jumat Bersih, siswa belajar nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, baik secara pribadi maupun kolektif, meskipun masih ada tantangan seperti rasa enggan atau takut kotor yang secara bertahap diatasi melalui pembimbingan guru. Selain itu dengan adanya kegiatan bersih-bersih dengan gotong royong, dapat meningkatkan kesempatan kerja sama yang setara di kelas dipengaruhi oleh luasnya ruang partisipasi yang diberikan kepada siswa (Pratiwi et al. ,2. Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 Gambar 3. Jumat bersih Lingkungan yang bersih dapat menciptakan lingkungan yang sehat. SDN Sungai Andai 3 juga mengadakan Kegiatan Jumat Sehat yang dapat mendorong siswa untuk menerapkan gaya hidup sehat, yang berdampak pada semangat belajar dan konsentrasi mereka di kelas. Anak-anak mulai memahami pentingnya olahraga dan pola makan sehat, serta menunjukkan perubahan perilaku seperti mulai membawa bekal bergizi dan berpartisipasi aktif dalam senam. Ini menumbuhkan karakter disiplin, semangat, dan tanggung jawab terhadap kesehatan diri. Dengan banyaknya siswa di SDN Sungai Andai 3 menjadikan kegiatan senam di sekolah dapat dilakukan secara bergilir per fase nya, sehingga adanya kegiatan yang menyehatkan di beberapa harinya dalam 1 Gambar 4. Jumat sehat Secara islam, menurut bahasa sedekah berasal dari kata sha-da-qa bermakna jujur, benar, memberi dengan ikhlas. Hal ini mengisyaratkan bahwa orang-orang yang bersedekah berarti telah berlaku jujur kepada dirinya sendiri mengenai kelebihan yang telah diberikan oleh Allah kepada dirinya. Sehingga orang yang memberikan sedekahnya dengan ikhlas ialah orang yang mengharapkan kehadiran Allah (Rafi, 2. Pada pembiasaan kegiatan Jumat Berbagi di SDN Sungai Andai 3 dengan artian bersedekah kepada sesama, hal ini dapat mengajarkan dan menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial dalam diri Di SDN Sungai Andai 3 siswa diajak untuk berbagi makanan atau bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan berbagi dapat membentuk karakter sosial siswa seperti solidaritas, keikhlasan, dan rasa hormat terhadap sesama. Guru berperan dalam mengarahkan agar kegiatan berbagi dilakukan secara adil dan bermakna, serta melibatkan orang tua untuk memperkuat nilai-nilai tersebut di rumah. Kegiatan berbagi ataupun bersedekah tidak ada batasan hanya dilakukan pada hari Jumat, melainkan dapat dilakukan di hari yang lain. Sementara itu. Jumat Taqwa memperkuat nilai spiritual dan moral siswa. Melalui kegiatan seperti membaca doAoa, surah keteladanan nabi, siswa menunjukkan peningkatan dalam sikap religius, keimanan, dan moralitas. Anak-anak yang sebelumnya kurang aktif dalam kegiatan keagamaan mulai menunjukkan minat dan kemampuan membaca Al-QurAoan di sekolah. Pendidikan karakter religius memiliki tujuan untuk menginternalisasi nilai-nilai agama, moralitas, etika, serta sikap positif yang berlandaskan pada ajaran agama yang dianut oleh siswa. Gambar 5. Jumat berbagi Karakter religius pada siswa sangat penting dalam menghadapi perubahan zaman dan degradasi moral yang sekarang sudah sangat sering ditemui (Inayati, et al. ,2. Sebelum menanamkan karakter religius pada siswa, tentunya siswa harus mengetahui terlebih dahulu arti pentingnya karakter religius tersebut melalui pembelajaran langsung atau diintegrasikan ke dalam mata pelajaran di kelas (Firdaus, et al. ,2. Seperti halnya selain pembiasaan keseharian seperti beribadah dan yang lainnya kegiatan keagamaan juga diintegrasikan dalam mata pelajaran seperti PAI. BTA, dll. Seperti kegiatan Jumat lainnya kegiatan karakter religius siswa tidak hanya dapat ditanamkan pada kegiatan Jumat Taqwa. Pada SDN Sungai Andai 3 juga memiliki program sekolah yang mendukung pendidikan karakter siswa religus yakni TISUSAHA atau Tiga Surah Setiap Hari, yang mana siswa dibiasakan mendengarkan bahkan mengikuti surah-surah yang dibacakan di setiap pagi sebagai murojaAoah. Pada hasil penelitian , jurnal harian siswa dapat disimpulkan bahwa memiliki peningkatan pembiasaan karakter religius, karakter disiplin, ataupun karakter dan disiplin secara bersama-sama (Kurniawan, 2. Dengan adanya Harian Jurnal untuk siswa di SDN Sungai Andai 3 secara keseluruhan, peneliti juga melihat dampak dari program ini dapat membentuk karakter siswa secara holistik yang meliputi aspek kebersihan, kesehatan, sosial, dan spiritual dan menjadi bagian integral dari budaya Nilai-nilai seperti tanggung jawab, empati, kejujuran, disiplin, dan religiusitas tumbuh melalui pengalaman langsung yang konsisten dan terarah. Implementasi dengan fitur pada kecanggihan teknologi dapat mengotomatisasi proses pencatatan jurnal harian dan memungkinkan pemantauan kedisiplinan juga termasuk keseharian siswa secara real-time. Digitalisasi yang digunakan dalam sistem pendidikan, yang melibatkan peralihan dari metode tradisional ke sistem berbasis digital, telah berkembang pesat di Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 berbagai bidang (Elma, 2. Transformasi dari sistem manual seperti mengisi dengan menggunakan selembaran kertas menjadi digital dalam bentuk aplikasi, memberikan fondasi yang kuat dalam meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi sekolah secara keseluruhan. (Al Afgani, et al. ,2. Gambar 6. Jumat Taqwa Diluncurkannya kebiasaan anak Indonesia hebat adalah untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat yang menjadi pondasi kesuksesan bangsa di masa mendatang. Meskipun program tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat telah dirancang sebagai strategi nasional untuk membentuk karakter anak, namun secara umum terdapat kesenjangan antara konsep ideal dan realitas implementasi di lapangan. Sebagai contoh di lingkungan keluarga, peran orang tua sebagai teladan terhambat oleh kesibukan pekerjaannya, kondisi ekonomi keluarga, di mana keterbatasan finansial dapat menghambat penyediaan makanan bergizi dan fasilitas pendukung lainnya. Berikutnya di sekolah, kurikulum yang padat dan kurangnya fasilitas seperti lapangan olahraga serta perpustakaan dapat menghambat integrasi kebiasaan positif (Jannah, et al. Dalam pelaksanaan program Harajuku Forju, berbagai tantangan dan hambatan penanganan secara berkelanjutan. Salah satu tantangan utama adalah konsistensi dan kejujuran siswa dalam mengisi jurnal harian. Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 terutama pada jenjang kelas tinggi. Banyak siswa yang lupa atau merasa terpaksa mengisi laporan, sehingga kejujuran menjadi isu pendekatan karakter. Selain itu, keterlibatan orang tua juga menjadi faktor penentu keberhasilan program, namun tidak semua orang tua dapat mendampingi anak secara rutin karena kesibukan masing-masing. Kesiapan perangkat teknologi seperti ponsel dan akses aplikasi juga menjadi kendala, karena tidak semua siswa memiliki perangkat yang mendukung, dan respon orang tua terhadap penggunaan aplikasi pun beragam. Motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan seperti Jumat Bersih dan Jumat Sehat juga tidak selalu tinggi. Beberapa siswa enggan berpartisipasi karena takut kotor atau kurang semangat berolahraga, sehingga guru perlu memberikan pembimbingan dan menjadikan siswa sebagai panutan. Di sisi lain, kolaborasi antar guru dalam pelaksanaan kegiatan harian masih perlu ditingkatkan agar program berjalan efektif dan konsisten. Evaluasi jurnal harian juga menuntut ketelitian dalam memberikan umpan balik dan refleksi, serta pengolahan data untuk mendukung pembelajaran karakter. Faktor terutama saat berbagi makanan di luar Untuk mengatasi tantangan ini, sekolah terus melakukan perbaikan melalui pelatihan, komunikasi intensif dengan orang tua, dan pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu pelaksanaan dan pelaporan kegiatan. Dengan pendekatan yang adaptif dan kolaboratif, hambatan-hambatan tersebut dapat diubah menjadi peluang untuk Untuk mengatasi berbagai tantangan dalam implementasi program Harajuku Forju, sejumlah solusi strategis dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan. Dalam hal konsistensi dan kejujuran siswa, sekolah dapat menyediakan waktu khusus untuk pengisian jurnal harian secara bersama-sama di kelas, serta mengintegrasikan kegiatan tersebut ke dalam pembelajaran karakter agar lebih Edukasi tentang pentingnya kejujuran juga perlu dilakukan secara rutin. Pengawasan dan bimbingan orang tua di rumah sangat penting dalam pengembangan kemandirian belajar siswa (Rahman et al. Termasuk dalam pengisian Aplikasi Jurnal 7KAIH oleh SDN Sungai Andai 3, yang mana banyak hal yang perlu dilakukan oleh siswa agar dapat menyesuaikan aspek pada aplikasi tersebut yang berhubungan dengan keseharian siswa, maka sangat diperlukan pengawasan dan bimbingan dari orang tua aplikasi ini tentu membuat siswa mengenal Untuk meningkatkan keterlibatan orang tua, sekolah dapat mengadakan pertemuan berkala, memberikan panduan penggunaan aplikasi, serta memberi apresiasi kepada orang tua yang aktif mendampingi Kendala akses teknologi dapat diatasi dengan menyediakan alternatif pengisian jurnal dalam bentuk lembaran kertas, menyederhanakan tampilan aplikasi agar lebih ramah anak, dan menjajaki kerja sama dengan pihak luar untuk mendukung perangkat siswa. Dalam meningkatkan motivasi siswa, guru dapat menjadikan siswa yang aktif sebagai panutan, mengemas kegiatan Jumat Bersih. Sehat. Berbagi, dan Taqwa secara menyenangkan, serta melibatkan siswa dalam perencanaan kegiatan agar mereka merasa memiliki tanggung jawab. Kolaborasi antar guru juga perlu diperkuat melalui koordinasi rutin, pembentukan tim pelaksana khusus, dan pelatihan internal terkait pendidikan karakter dan teknologi. Evaluasi jurnal harian penilaian berbasis indikator karakter, serta laporan perkembangan siswa yang dapat diakses oleh guru dan orang tua. Dokumentasi kegiatan melalui foto, video, dan laporan digital juga perlu dioptimalkan untuk mendukung akuntabilitas dan keberlanjutan Dengan penerapan solusi-solusi tersebut, program Harajuku Forju dapat berjalan lebih efektif, konsisten, dan berdampak nyata dalam membentuk karakter PENUTUP Simpulan Berdasarkan disimpulkan bahwa Program Harajuku Forju (Harian Jurnalku Empat Juma. terbukti menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa di Sekolah Dasar secara holistik. Melalui kegiatan Jumat Bersih. Jumat Sehat. Jumat Berbagi, dan Jumat Taqwa, siswa mengalami pembiasaan langsung terhadap nilai-nilai seperti tanggung jawab, kedisiplinan, empati, dan religiusitas. Strategi implementasi yang pelaksanaan terintegrasi dalam pembelajaran, serta evaluasi berkelanjutan melalui jurnal harian, memperkuat internalisasi karakter dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini juga menyoroti Kegiatan positif lainnya yang ada pada sekolah, sehingga siswa dapat aktif ikut serta melakukan Kegiatan tersebut, agar pengisian jurnal harian siswa juga meningkat. Selain penerapan Empat Jumat, juga adanya program Kuras Libas. Tisusaha, pensuksesan program adiwiyata sekolah. Yang mana hal ini tidak hanya siswa yang diuntungkan juga Masyarakat. Namun, penelitian ini terbatas penelitian ini terbatas yang mana tidak dapat mengikuti seluruh kegiatan yang ada, seperti pengambilan data pada sampel siswa tidak banyak dan menjadi satu kesatuan dalam sekali wawancara, sehingga hasil belum dapat digeneralisasi secara meluas. Saran Meski penelitian ini terbatas, peneliti tetap ingin memaksimalkan dengan teknik pengumpulan yang digunakan, akan tetapi Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 hasilnya Program Harajuku Forju tidak hanya menjadi program sekolah, tetapi juga bagian dari budaya pendidikan karakter yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan Penelitian diarahkan pada perluasan cakupan sekolah agar hasil lebih representatif, penggunaan metode campuran untuk memperkaya data, serta penerapan program dalam jangka waktu lebih panjang guna melihat dampak Fokus khusus pada nilai karakter tertentu akan memberi pemahaman lebih mendalam, sementara keterlibatan guru, orang tua, dan komunitas sekolah penting untuk mendukung keberhasilan. Integrasi teknologi pendidikan dapat meningkatkan efektivitas dan daya tarik program, serta studi komparatif dengan program lain akan membantu menilai keunggulan relatif Harajuku Forju dan menemukan praktik terbaik yang dapat diterapkan di berbagai konteks pendidikan. DAFTAR PUSTAKA