p-ISSN: 2776-3919 e-ISSN: 2776-2513 Vol. No. April 2022, page 19Ai48 http://jurnal. fib-unmul. id/index. php/mebang/article/view/22 Mamanda Kutai: Karakteristik Ladon pada Lirik dan Musik Karya Mamanda Panji Berseri Mamanda Kutai: Characteristics of Ladon in Lyrics and Music by Mamanda Panji Berseri Yofi Irvan Vivian*. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Mulawarman. yofiyochi@yahoo. Asril Gunawan. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Mulawarman. gunawanasril5@gmail. Fikri Yassaar Arrazaq. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Mulawarman. fikriya90@gmail. Received: 1 April 2022 Accepted: 10 May 2022 Published: 11 May 2022 Keywords: mamanda kutai, ladon, systemic functional linguistics, musical Kata kunci: mamanda kutai, ladon, linguistik fungsional sistemik (LFS), karakteristik musikal. Email: Email: Email: Abstract: Mamanda Kutai was a traditional theatre which owned by Kutai Kartanegara. Kalimantan Timur. Now. Kutai Kartanegara just has one group of Mamanda Kutai, namely Mamanda Panji Berseri. Typically of Mamanda Kutai, there is Ladon . antun that we hummin. first of the show. This research aims to know the characterization text . heme-rheme ) musically from Ladon. The study used a qualitative approach analysis descriptive. This research uses Linguistic Functional Systemic (LFS) approach and musicology. Pantun that made become lyrics. Ladon have Theme and rheme. The Pantun have four-line and every line have four words. Ladon was sung by adding some words to follow the central melody. The structure or arrangement of the word sung (Lado. is different from the original Pantun. In structure, musical use the musicology approach to variable or characteristic melody. Abstrak: Mamanda Kutai merupakan teater tradisional yang dimiliki oleh Kutai Kartanegara. Kalimantan Timur. Saat ini. Kutai Kartanegara tinggal memiliki satu kelompok Mamanda Kutai, yaitu Mamanda Panji Berseri. Ciri khas Mamanda Kutai, yaitu adanya Ladon . antun yang disenandungka. pada awal pertunjukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik teks . ema-rem. dan musikal pada Ladon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik (LFS) dan Musikologi. Pantun yang dijadikan lirik Ladon memiliki tema dan rema. Pantun tersebut memiliki empat baris dan setiap barisnya memiliki empat kata. Ladon dinyanyikan dengan menambahkan beberapa kata mengikuti melodi utama. Struktur atau urutan kata dinyanyikan (Lado. berbeda dengan bentuk pantun aslinya. Secara struktur musikal menggunakan pendekatan Musikologi mengenai variabel atau karakteristik nada. Citation: Vivian. Gunawan. , & Arrazaq. Mamanda Kutai: Karakteristik Ladon pada Lirik dan Musik Karya Mamanda Panji Berseri. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik Pendidikan Musik, 2. , https://doi. org/10. 30872/mebang. Creative Commons License Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Mamanda Kutai: Karakteristik Ladon pada Lirik dan Musik Karya Mamanda Panji Berseri Pendahuluan Kutai Kartanegara memiliki kesenian teater tradisional yang disebut Mamanda Kutai. Ciri khas Mamanda Kutai adalah adanya pertunjukan pembuka yang disebut Ladon. Menurut Ahmad Rusli selaku ketua dari kelompok Mamanda Panji Berseri tanggal 5 Mei 2021, menuturkan bahwa ciri khas Mamanda Kutai diawali dengan Beladon, tanpa adanya Ladon maka akan menjadi sandiwara biasa. Ladon merupakan salah satu bentuk kesenian yang beralih wahana. Alih wahana merupakan perkembangan sastra Indonesia yang merupakan proses pengalihan dari jenis kendaraan atau karya ke jenis kendaraan atau karya lainnya (Ardiansyah et al. , 2020. Damono, 2. Ladon merupakan pantun yang dinyanyikan atau disenandungkan dan diiringi oleh alat musik (Gong. Piul atau Biola, dan Gendang atau Babo. Saiful Anwar selaku pemusik di kelompok Mamanda Panji Berseri pada 6 Juni 2021, menuturkan bahwa fungsi musik pada Mamanda Kutai sangat diperlukan untuk menunjang pertunjukan agar lebih menarik . idak kosong hanya dialog dari para aktor saj. Pada penyajian teater, musik digunakan untuk menciptakan keseimbangan pertunjukan (Najamudin & Riadi, 2019, hal. Pertunjukan musik tradisi Kutai sering ditampilkan untuk menunjang isi cerita Mamanda Kutai, salah satu contohnya adalah Tingkilan. Kesenian tradisi Kutai sebagai penunjang pada Mamanda Kutai selalu berbeda-beda. Hal ini dikarenakan kesenian penunjang mengikuti isi dari cerita yang dimainkan. Kesenian yang tidak pernah berubah adalah Ladon. Menurut Ahmad Rusli pada tanggal 17 Mei 2021 menuturkan bahwa dari kakeknya menampilkan Mamanda Kutai untuk orang kesultanan Kutai (Keresmenan Aj. lalu dilanjutkan oleh ayahnya mementaskan . i luar kesultana. dan sampai saat ini, bentuk Ladon tidak pernah berubah. Secara eksplisit dapat dilihat bahwa Mamanda Kutai awal mulanya adalah teater istana atau Salah satu fungsi dari teater keraton adalah menjadi sebuah hiburan yang menekankan pada sebuah estetika yang tinggi (Sumardjo, 1992, hal. Estetika Mamanda Kutai terlihat pada pertunjukan pendukung dengan menghadirkan kesenian tradisi Kutai pada Mamanda Kutai. Hal ini bertujuan untuk membedakan Mamanda Kutai dengan Mamanda dari Kalimantan Selatan. Mamanda merupakan seni teater tradisional dari Kalimantan Selatan dan mulai dikenal pada awal abad kedua puluh dengan nama Badamuluk (Dewi et al. , 2019, hal. Sulistyowati, 2016, hal. Wulandari, 2017, hal. Keberadaan Mamanda di Kutai tidak lepas dari Kesultanan Banjar dan Kutai. Kartodirjo dalam Sahriansyah menjelaskan bahwa pada tahun 1636. Kutai merupakan salah satu daerah yang dikuasai Kesultanan Banjarmasin . 5, hal. Pertunjukan pendukung inilah yang menjadi ciri khas dari Mamanda Kutai. Estetika lainnya adalah Ladon yang mampu dipertahankan sampai saat ini. Ladon memiliki dua pola yang menjadi ciri khasnya, yaitu Potong Panjang dan Potong Pendek. Pantun yang digunakan pada Ladon bisa berubah-ubah, tetapi karakteristik dan kedua polanya (Potong Panjang dan Potong Pende. tetap sama. Bahasa dalam pantun yang disenandungkan pada Ladon memiliki bentuk dan ekspresi lain. Saragih dalam Adisapura menjelaskan bahwa dalam Linguistik Fungsional Sistemik (LFS), bahasa merupakan sistem arti dan sistem lain . entuk dan ekspres. untuk merealisasikan arti tersebut . 8, hal. Pertunjukan Mamanda Kutai dan Ladon menggunakan Bahasa Melayu. Rene Daillie menjelaskan bahwa pantun merupakan suatu sarana untuk mengungkapkan sesuatu dalam kehidupan masyarakat melayu (Wiana, 2004, hal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik teks . ema-rem. dan musikal pada Ladon. Karakteristik pantun pada Ladon dibedah menggunakan pendekatan Yofi Irvan Vivian. Asril Gunawan, & Fikri Yassaar Arrazaq Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) karya Halliday. Halliday menjelaskan bahwa sistem tema pada makna tekstual bahasa . direpresentasikan sebagai struktur tematik pada klausa yang terdiri dari dua unsur, yaitu tema dan rema (Wiana, 2. Kridalaksana . alam Wiana, 2010, p. mengatakan bahwa tema adalah bagian ujaran yang memberi informasi tentang Auapa yang diujarkanAy, sedangkan rema memberi informasi mengenai Auapa yang dikatakan tentang tema. Ay Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Erikson menjelaskan bahwa penelitian kualitatif berusaha untuk menemukan dan menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampak dari tindakan yang dilakukan terhadap kehidupan (Anggito & Setiawan, 2018, hal. Penelitian kualitatif terfokus pada penggunaan deskripsi lewat kata-kata (Endraswara, 2006, hal. Pada penelitian mengenai karakteristik Ladon pada Mamanda Kutai, penulis menggunakan pendekatan Etnomusikologi. Penelitian Etnomusikolog dibagi menjadi dua pekerjaan, yaitu kerja lapangan . ield wor. atau disiplin lapangan dan kerja meja . esk wor. atau disiplin laboratorium (Nettl, 2012. Supanggah. Peneliti menggunakan kerja lapangan . ield wor. guna pencarian data langsung . kepada narasumber atau pemilik budaya guna mengetahui karakteristik Ladon . antun atau lirik dan musika. Pengumpulan data dilakukan Januari Ae Oktober 2021. Data yang sudah didapat, diolah dan dikaji dengan beberapa buku, jurnal, dan tulisan yang mendukung pada penelitian ini . esk wor. Lokasi penelitian berada pada kelompok Mamanda Panji Berseri yang beralamat di Jalan Lai. Kelurahan Pai. Kecamatan Tenggarong dan Kediaman Saiful Anwar selaku seniman Mamanda Kutai Jalan D. Panjaitan. Gang Taqwa. Kelurahan Loa Ipuh. Kecamatan Tenggarong. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah Teknik non tes. Teknik non tes, yaitu tidak memberikan soal atau tugas kepada subjek yang diperlukan datanya, melainkan menggunakan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen (Mamik, 2015, hal. Pembahasan Pada sub bab mengenai Hasil dan Pembahasan, penulis membagi karakteristik Ladon ke dalam dua domain, yaitu bentuk lirik . dan musikal karya Mamanda Panji Berseri. Bentuk pantun yang dijadikan lirik Ladon memiliki bentuk tema dan rema. Pengelompokan tema mengikuti pembagian dari fungsi tema yang digunakan. Bentuk musikal Ladon dilihat dari karakteristik atau variabel nada. 1 Karakteristik Lirik Ladon Pada Mamanda Kutai Karya Mamanda Panji Berseri Lirik pada Ladon merupakan pantun diubah menjadi sebuah senandung. Pantun merupakan bentuk puisi lama yang memiliki ciri terdiri dari 4 baris, baris 1 dan 2 adalah sampiran dan baris 2 dan 4 adalah isi (Suhardi, 2021, hal. Salah satu bentuk puisi yang dijadikan lirik pada Ladon sebagai berikut. Mamanda Kutai: Karakteristik Ladon pada Lirik dan Musik Karya Mamanda Panji Berseri Tebu salah serai serampun Atas pagar mendedai kain Kalau tersalah meminta ampun Baru belajar karena kami Bagian sampiran adalah AuTebu salah serai serampunAy . dan AuAtas pagar mendedai kainAy . Bagian isi adalah AuJika tersalah meminta ampunAy . dan AuBaru belajar karena kamiAy . Pantun tersebut bersajak a-b-a-b dan setiap barisnya memiliki 4 kata. Pada pantun di atas, terdapat struktur Bahasa yang terwujud dari tema dan rema. Tema-rema merupakan hubungan antara pengalaman lama . nsur pertam. dengan pengalaman baru (Adisaputra, 2. Pada pantun yang dijadikan lirik Ladon, tema . engalaman lama atau unsur pertam. dapat dilihat dari kata awal, sedangkan rema merupakan tiga kata di belakang Tema pada baris 1 dan 2, yaitu AutebuAy dan AuatasAy. Kedua tema ini masuk ke dalam tema topikal partisipan. Tema topikal merupakan elemen pertama yang menyatakan representasi pengalaman dan dapat ditandai oleh peran pelaku, partisipan, proses, dan sirkumestan (Nugraha, 2017, hal. Wiana, 2. Pada baris 1 dan 2, rema yang digunakan adalah Ausalah serai serampunAy dan Aupagar mendedai kainAy. Pada baris 3, tema yang digunakan adalah AukalauAy masuk ke dalam tema tekstual konjungsi. Tema tekstual konjungsi merupakan bagian pertama tema berupa kata sambung yang berfungsi menggabungkan dua klausa (Wiana. Rema pada baris 3 adalah Autersalah meminta ampunAy. Tema pada baris 4 adalah AubaruAy yang masuk ke dalam tema interpersonal keterangan penegas. Tema interpersonal keterangan penegas berfungsi untuk memberikan keterangan, pernyataan, atau gambaran tingkah laku penutur terhadap pesan (Wiana, 2. Rema pada baris 4 adalah Autersalah meminta ampunAy. Tabel 1. Karakteristik Teks pada Ladon Tema Tebu Atas Kalau Baru Jenis Tema Partisipan Ae Topikal Partisipan Ae Topikal Konjugsi Ae Tekstual Keterangan Penegas (Adjunc. - Interpersonal Rema salah serai serampun pagar mendedai kain tersalah meminta ampun belajar karena kami Pengubahan Bahasa asli pada pantun Ladon (Bahasa Melay. ke Bahasa Indonesia, mengubah sistem sajaknya . idak lagi a-b-a-. , dan pada baris ke-3 memiliki 5 kata. Pantun yang dijadikan lirik Ladon diubah menjadi Bahasa Indonesia, menjadi: Tebu salah serai sepohon Atas pagar menjemur kain Kalau ada salah meminta ampun Soalnya kami baru belajar Lirik lagu memiliki pesan yang akan disampaikan oleh komposernya kepada orang lain (Rizal, 2021, hal. Pesan pantun yang disenandungkan (Lado. tersebut adalah ingin meminta maaf jika dalam proses pertunjukan Mamanda Kutai terjadi kesalahan karena pengarang lagu baru belajar. Saiful Anwar selaku pemusik di kelompok Mamanda Panji Berseri pada 6 Juni 2021, menuturkan bahwa dalam setiap kegiatan orang Kutai, mereka meminta Yofi Irvan Vivian. Asril Gunawan, & Fikri Yassaar Arrazaq maaf terlebih dahulu, hal ini diterapkan pada Mamanda Kutai pada saat Beladon . elakukan Lado. Menurut Chepi dalam Rizal, menjelaskan bahwa lirik lagu merupakan ekspresi emosional manusia (Rizal, 2. Ladon merupakan ekspresi emosional berupa pantun yang diadaptasi dari kebiasaan orang Kutai . eminta maaf sebelum berkegiata. dan diaplikasikan ke dalam pertunjukan Mamanda Kutai. 2 Karakteristik Musikal Ladon Pada Mamanda Kutai Karya Mamanda Panji Berseri Pada musik pembuka . , terdapat 7 birama yang dimainkan oleh 3 instrumen. Pada sub bab ini, penulis melihat karakteristik musikal dengan pendekatan musikologi dengan mengkorelasikan nada yang dimainkan pada intro Ladon. Terdapat empat variabel atau karakteristik dari nada, yaitu timbre, picth, duration, dan Intesity (Egido, 2021, hal. Vivian, 2019, hal. Pada sub bab ini, penulis membahas mengenai musik pembuka dan vokalnya. 1 Musik Pembuka Ladon Pada awal Ladon terdapat musik pembuka atau intro yang dimainkan oleh tiga instrumen. Musik pembuka dimainkan ulang setelah pembacaan setiap baris pada lirik Ladon. Musik pembuka ini memiliki 7 birama. Musik pembuka . pada Ladon sebagai berikut. Gambar 1. Notasi Musik Pembuka (Intr. Ladon Pada notasi di atas (Gambar . , dapat terlihat komposisi tersebut dimainkan dari nada dasar do in D. Pada notasi Babon atau Gendang terdapat keterangan, yaitu . K: ket. T: tak. t: tung. Variabel atau karakteristik pertama adalah timbre. Timbre adalah warna suara yang dapat dibedakan dengan ragam alat (Banoe, 2003, hal. , yaitu Piul atau Biola. Babon atau Gendang, dan Gong. Berdasarkan cara memainkannya. Babon atau Mamanda Kutai: Karakteristik Ladon pada Lirik dan Musik Karya Mamanda Panji Berseri Gendang dan Gong merupakan alat musik pukul, sedangkan Piul atau Biola alat musik gesek. Cara memainkan alat musik pukul menggunakan dua cara, yaitu dengan alat pukul . dan tangan (Vivian, 2. Instrumen Gong dimainkan dengan cara dipukul (Yulinanda et al. 2021, hal. menggunakan alat pukul . abuh gon. dan Babon atau Gendang menggunakan Variabel atau karakteristik kedua, adalah picth. Penulisan interval oktaf digunakan untuk menentukan picth. Picth tertinggi . ada Piul atau Biol. adalah nada a1 (Oktaf Garis . dan terendah adalah nada a . ktaf keci. Variabel atau karakteristik ketiga adalah duration, yang dapat dilihat dari nilai ketukan yang digunakan, yaitu A dan 4 ketuk (Piul atau Biol. - A -1 ketuk (Babon atau Gendan. dan 4 ketuk (Gon. Variabel atau karakteristik keempat adalah intensity yang merupakan keras lembutnya nada. Menurut Ahmad Rusli pada tanggal 6 Juni 2021 menurutkan bahwa intensity pada intro Ladon biasanya keras karena sebagai musik pembuka pertunjukan Mamanda Kutai. Musik pembuka Ladon memiliki satu kalimat yang memiliki dua frase. Biasanya kalimat musik memiliki dua anak kalimat, yaitu frase antecedens . dan consequens . (Prier, 1996, hal. Frase antecedens terdapat pada birama pertama sampai birama empat . Hal ini dikarenakan nada pada birama empat . berada pada nada e1 (Oktaf Garis . dan memiliki chord kuint . hord A Mayo. Frase consequens terdapat pada birama empat . sampai birama tujuh. Anak kalimat ini dikatakan sebagai frase consequens karena nada terakhir . irama tuju. berada pada nada a (Oktaf Keci. Nada a membentuk chord tonika, yaitu D Ae F# Ae A . hord D Mayo. Kalimat jawaban berhenti pada dengan titik atau chord tonika (Prier, 1. 2 Bentuk Vokal Ladon Pada karakteristik vokal Ladon. Menurut Ahmad Rusli pada tanggal 6 Juni 2021 menurutkan bahwa Ladon dapat dinyanyikan minimal dengan dua orang (Peladon atau orang yang menyenandungkan Ladon/pesuara agar tanya-jawabnya mudah. Pada pantun aslinya, setiap baris memiliki 4 kata, tetapi saat disenandungkan terdapat penambahan kata untuk menyesuaikan melodinya. Susunan lirik dan penambahan katanya sebagai berikut. Lirik Ladon Musik Serai serampun saudaraku dengarkan Salah tebulahnya salah Musik Serai serampun saudaraku dengarkan Salah tebulahnya salah Musik Serai serampun Potong pendek saudaraku Ae Melainkan benar sekali saudaraku (Dialo. Musik Mendedai kain saudaraku dengarkan Pagar ataslahnya pagar Musik Mendedai kain saudaraku dengarkan Pagar ataslahnya pagar Yofi Irvan Vivian. Asril Gunawan, & Fikri Yassaar Arrazaq Kalau tersalah Potong Panjang (Dialo. Musik Meminta ampun Potong pendek saudaraku Ae Melainkan benar sekali saudaraku (Dialo. Musik Karena kami saudaraku dengarkan Belajar barulah belajar Musik Karena kami saudaraku dengarkan Belajar barulah belajar Pada susunan lagu di atas, terdapat keterangan AuMusikAy, maksudnya adalah musik pembuka dimainkan kembali pada bagian tersebut . ebanyak tujuh biram. Pada baris pertama dinyanyikan dan diulang dua kali. Kata ke-3 . dan ke-4 . dinyanyikan terlebih dahulu. Terdapat lirik tambahan, yaitu AuSaudaraku dengarkanAy. Lirik disambung pada kata ke-2 . dan ke-1 . , lalu kembali lagi ke kata ke-2 . Terdapat penambahan kata, yaitu Au-lahAy dan Au-nyaAy pada kata ke-1. Peladon menyanyikan kembali kata-kata ke-3 . dan ke-4 . pada baris pertama sebagai tanda AuPotong PendekAy. Pada baris kedua dinyanyikan diulang dua kali. Kata ke-3 . dan ke-4 . dinyanyikan terlebih dahulu. Terdapat lirik tambahan, yaitu AuSaudaraku dengarkanAy. Lirik disambung pada kata ke-2 . dan ke-1 . , lalu kembali lagi ke kata ke-2 . Terdapat penambahan kata, yaitu Au-lahAy dan Au-nyaAy pada kata ke-1. Peladon menyanyikan kembali kata-kata ke-3 . dan ke-4 . pada baris pertama sebagai tanda AuPotong PendekAy. Pada baris ketiga, dinyanyikan kata ke-1 . dan ke-2 . sebagai tanda AuPotong PanjangAy guna menuju baris ke-3 dan ke-4 . si atau lampira. Kata ke-3 . dan ke-4 . dinyanyikan sebagai bentuk AuPotong PendekAy karena dinyanyikan tidak utuh. Pada baris ketiga, tidak ada kata tambahan. Pada baris keempat dinyanyikan diulang dua kali. Kata ke-3 . dan ke-4 . dinyanyikan terlebih dahulu. Terdapat lirik tambahan, yaitu AuSaudaraku dengarkanAy. Lirik disambung pada kata ke-2 . dan ke-1 . , lalu kembali lagi ke kata ke-2 . Terdapat penambahan kata Au-lahAy pada kata ke-1. Hal ini dapat terlihat bahwa Ladon memiliki karakteristik, yaitu kata ke-3 dan 4 pada setiap baris liriknya dinyanyikan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan kata ke-2, 1, dan 2. Setiap dua kata di setiap baris yang dinyanyikan terdapat penambahan kata untuk mengikuti melodi Pola Potong Pendek, yaitu lirik dinyanyikan hanya dua kata . ata ke-3 dan 4 pada baris pertama dan ketig. Pola Potong Panjang . ata ke-1 dan 2 pada baris ke-. menjadi tanda bahwa lirik berada pada baris ke-3 . asuk bagian is. Bentuk notasi pada Ladon karya Mamanda Panji Berseri, sebagai berikut. Mamanda Kutai: Karakteristik Ladon pada Lirik dan Musik Karya Mamanda Panji Berseri Yofi Irvan Vivian. Asril Gunawan, & Fikri Yassaar Arrazaq Mamanda Kutai: Karakteristik Ladon pada Lirik dan Musik Karya Mamanda Panji Berseri Gambar 2. Notasi Ladon Pada notasi Ladon, dapat diketahui bahwa komposisi merupakan lagu 1 bagian. Beberapa dialog yang dituturkan oleh Peladon menjadi bagian transisi. Transisi merupakan bagian penghubung untuk menghantarkan bagian atau tema yang satu ke bagian atau tema berikutnya (Stein, 1979, hal. Melodi yang digunakan pada setiap barisnya memiliki banyak Pada notasi tersebut, dapat diketahui mengenai melodi utamanya sebagai berikut. Gambar 3. Notasi Melodi Utama Ladon Yofi Irvan Vivian. Asril Gunawan, & Fikri Yassaar Arrazaq Melodi utama Ladon dapat diketahui bahwa terdapat dua anak kalimat, yaitu . birama 1 sampai birama 4 . ampai ketukan ke-. birama 3 . sampai birama 7. Kedua anak kalimat tersebut merupakan frase consequens. Hal ini dikarenakan notasi akhir pada setiap anak kalimat, berada di nada d1 (Oktaf Garis . yang membentuk chord tonika. Pitch berada pada nada a . ktaf keci. Ae c2. ktaf garis . Duration yang digunakan, yaitu notasi 1/8 ketuk Ae 2 ketuk. Intensity pada Ladon, yaitu keras . dikarenakan sebagai musik pembuka. Timbre pada Ladon, yaitu suara vokal tenor. Penutup Kutai Kartanegara memiliki kesenian teater tradisional yang disebut Mamanda Kutai. Ciri khas Mamanda Kutai diawali dengan Beladon, tanpa adanya Ladon maka akan menjadi sandiwara biasa. Fungsi musik pada Mamanda Kutai sangat diperlukan untuk menunjang pertunjukan agar lebih menarik . idak kosong hanya dialog dari para aktor saj. Kesenian . tradisi Kutai yang digunakan beragam, mengikuti isi cerita yang dibawakan sehingga setiap penampilannya mengalami perbedaan. Kesenian yang tetap tidak mengalami perubahan dari dulu hingga sekarang, yaitu Ladon. Bentuk Ladon dari lirik bisa berubah, tetapi melodinya tetap dipertahankan. Lirik Ladon merupakan alih wahana dari pantun yang memiliki empat baris. Setiap barisnya memiliki empat kata. Pada saat disenandungkan terdapat beberapa kata yang ditambahkan untuk mengikuti melodi utamanya. Secara Linguistik Fungsional Sistemik (LFS), lirik pada Ladon memiliki tema dan rema. Tema pada baris 1 dan 2, yaitu AutebuAy dan AuatasAy. Kedua tema ini masuk ke dalam tema topikal partisipan. Pada baris 1 dan 2, rema yang digunakan adalah Ausalah serai serampunAy dan Aupagar mendedai kainAy. Pada baris 3, tema yang digunakan adalah AukalauAy masuk ke dalam tema tekstual konjungsi. Rema pada baris 3 adalah Autersalah meminta ampunAy. Tema pada baris 4 adalah AubaruAy yang masuk ke dalam tema interpersonal keterangan penegas. Rema pada baris 4 adalah Autersalah meminta ampunAy. Pada bagian musik pembuka, variabel atau karakteristik pertama adalah timbre, yaitu Piul atau Biola. Babon atau Gendang, dan Gong. Variabel atau karakteristik kedua, adalah picth tertinggi . ada Piul atau Biol. adalah nada a1 (Oktaf Garis . dan terendah adalah nada a . ktaf keci. Variabel atau karakteristik ketiga adalah duration, yang dapat dilihat dari nilai ketukan yang digunakan, yaitu A dan 4 ketuk (Piul atau Biol. A - A -1 ketuk (Babon atau Gendan. dan 4 ketuk (Gon. Variabel atau karakteristik keempat adalah intensity pada intro Ladon biasanya keras karena sebagai musik pembuka pertunjukan Mamanda Kutai. Frase antecedens terdapat pada birama pertama sampai birama empat . Hal ini dikarenakan nada pada birama empat . berada pada nada e1 (Oktaf Garis . dan memiliki chord kuint . hord A Mayo. Frase consequens terdapat pada birama empat . sampai birama tujuh. Anak kalimat ini dikatakan sebagai frase consequens karena nada terakhir . irama tuju. berada pada nada a (Oktaf Keci. Nada a membentuk chord tonika, yaitu D Ae F# Ae A . hord D Mayo. Melodi utama Ladon dapat diketahui bahwa terdapat dua anak kalimat, yaitu . birama 1 sampai birama 4 . ampai ketukan ke-. birama 3 . sampai birama 7. Kedua anak kalimat tersebut merupakan frase consequens. Hal ini dikarenakan notasi akhir pada setiap anak kalimat, berada di nada d1 (Oktaf Garis . yang membentuk chord tonika. Pitch berada pada nada a . ktaf keci. Ae c2 . ktaf garis . Duration yang digunakan, yaitu notasi 1/8 ketuk Mamanda Kutai: Karakteristik Ladon pada Lirik dan Musik Karya Mamanda Panji Berseri sampai dengan 2 ketuk. Intensity pada Ladon, yaitu keras . dikarenakan sebagai musik Timbre pada Ladon, yaitu suara vokal tenor. Daftar Pustaka