Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 11. Nomor 2, 2024 pp. P-ISSN: 2355-6633 E-ISSN : 2548-5490 Open Access: https://jurnal. id/index. php/Deiksis/index The Effectiveness of the Culturally Responsive Teaching Approach on the Structure of Observation Report Texts in Indonesian Language Learning in Class Vi C of SMP Negeri 1 Kota Cirebon 1Opi Sopiah Fakultas Pendidikan dan Sains. Universitas Swadaya Gunung Jati sopiah@gmail. ARTIKEL INFO A B S T R A CT Article history: Received 23 Mei 2024 Accepted 28 Juni 2024 Published 20 Juli 2024 This study aims to evaluate the effectiveness of the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach in enhancing students' understanding of the structure of observation report texts by integrating elements of local culture and studentsAo personal experiences into the learning process. This research employed a quantitative pre-experimental design, conducted through two stages of data collection: a pre-test and a post-test. The sample consisted of 49 eighth-grade students from Class Vi C at SMP Negeri 1 Kota Cirebon. The data collected focused on cognitive learning outcomes. In this study, a normalized gain (N-Gai. test was used to determine the improvement in studentsAo average pre-test and post-test scores. The results showed an N-Gain score of 0. 72, indicating that students fell into the AuhighAy category and achieved significantly better cognitive learning outcomes. Keywords: Culturally Responsive Indonesian Language. Observation Report Text. Teaching Approach DOI: 10. 33603/dj. PENDAHULUAN Pembelajaran adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik dan guru di Setiawan . menyatakan bahwa AuPembelajaran merupakan proses perubahan atas hasil pembelajaran yang mencakup segala aspek kehidupan untuk mencapai suatu tujuan Pembelajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas yaitu belajar dan mengajar, aktivitas belajar secara metodologis cenderung lebih dominan pada peserta didik sementara mengajar secara instruksional dilakukan oleh guru. Menurut Suyono & Hariyanto . pembelajaran identik dengan pengajaran yaitu suatu kegiatan dimana guru mengajar atau membimbing anak-anak menuju proses pendewasaan diri. Seseorang yang mengalami proses pembelajaran tentunya menyadari bahwa dirinya mengalami suatu perubahan sebagai hasil dari proses belajar dan perubahan tersebut dapat terlihat dengan suatu kemampuan yang diperolehnya. Selain itu, belajar merujuk kepada suatu proses perubahan perilaku atau pribadi atau perubahan struktur kognitif seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu hasil interaksi aktifnya dengan lingkungan dan Opi Sopiah1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. sumber-sumber pembelajaran yang ada di sekitarnya. Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa pembelajaran erat kaitannya dengan pengajaran. Mengutip dari laman Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan pada Kurikulum Merdeka pemerintah lebih menekankan pada pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam paradigma baru Pendidikan Indonesia. AuPendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam MasyarakatAy. Salah satu pendekatan yang menekankan peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Menurut Gay . pendekatan culturally responsive teaching (CRT) merupakan pendekatan dalam proses pembelajaran yang memberikan persamaan hak pada setiap peserta didik untuk mendapatkan pengajaran tanpa membedakan latar belakang budaya peserta didik. Dalam konteks pendidikan, keberagaman budaya di Indonesia memerlukan pendekatan pengajaran yang sensitif dan responsif terhadap latar belakang budaya peserta Culturally Responsive Teaching (CRT) atau pengajaran yang responsif terhadap budaya merupakan pendekatan yang dirancang untuk mengakomodasi keanekaragaman budaya peserta didik dan memanfaatkan kekayaan budaya sebagai bagian integral dalam proses Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik, memperkaya pengalaman belajar, dan mendorong prestasi akademik yang lebih baik. Dengan adanya pendekatan pembelajaran Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat memungkinkan peserta didik terlibat aktif berkomunikasi dan berkolaborasi dengan teman-temannya sehingga dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terkait materi yang diajarkan. Berdasarkan hasil awal, peneliti belum menemukan guru yang menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada proses pembelajaran di kelas dan terdapat peserta didik yang berasal dari luar daerah Cirebon. Oleh karena itu peneliti menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk diintegrasikan pada pembelajaran, sehingga pembelajaran dengan menerapkan Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat menumbuhkan sikap cinta budaya peserta didik dan meningkatkan hasil belajar. Selain itu CRT dapat memperkenalkan budaya Cirebon kepada peserta didik yang berasal dari daerah yang berbeda, sehingga rasa saling menghargai antara budaya yang satu dengan yang lainnya tumbuh dalam diri peserta didik. Salah satu materi yang menarik dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu struktur teks laporan observasi. Struktur teks laporan hasil observasi adalah salah satu komponen penting dalam kurikulum bahasa Indonesia yang mengajarkan peserta didik untuk menyusun informasi hasil observasi secara Opi Sopiah12 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. sistematis dan jelas. Materi ini memerlukan pemahaman yang mendalam serta kemampuan untuk mengorganisasi dan menyajikan data dengan cara yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi struktur teks laporan hasil observasi. Dengan mengintegrasikan aspek-aspek budaya lokal dan pengalaman pribadi peserta didik dalam proses pembelajaran, diharapkan pendekatan ini dapat membuat materi lebih relevan dan menarik bagi peserta didik. Penelitian ini juga akan menganalisis bagaimana pendekatan ini dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan keterampilan menulis dan berpikir kritis yang diperlukan dalam menyusun laporan hasil observasi. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh wawasan yang lebih baik tentang manfaat dan tantangan penerapan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia, serta memberikan rekomendasi yang berguna bagi pendidik dalam mengimplementasikan pendekatan ini di kelas. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pencapaian akademik peserta didik di SMPN 1 Kota Cirebon. METODE Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Kota Cirebon pada bulan April 2024. Jenis penelitan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Kuantitatif merupakan suatu pendekatan dalam penelitian yang sistematis, terencana, dan terstruktur dari awal hingga pembuatan desain penelitian (Marliani, 2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampel jenuh atau total sampling yang merupakan teknik penentuan sampel dengan menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas Vi C di SMPN 1 Kota Cirebon yang berjumlah 46 peserta didik yang terdiri dari 19 peserta didik laki-laki dan 27 peserta didik perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pra-eksperimental. Sugiyono . menyatakan bahwa. AuPenelitian pra-eksperimental hasilnya merupakan variabel dependen bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independenAy. Oleh karena itu, dalam penelitian ini hanya menggunakan satu kelas saja, yaitu kelas eksperimen dan desain penelitian yang akan penulis gunakan pada penelitian ini adalah Rancangan PretestPosttest Kelompok Tunggal (One Group Pretest-Posttest Desig. Kelompok tunggal artinya pengujian dalam penelitian ini dilakukan hanya pada satu kelas. Prates dan pascates berfungsi p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Opi Sopiah1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. untuk mengukur keberhasilan penelitian (Sugiyono, 2. Oleh karena itu, tidak ada kelompok kontrol atau kelompok pembanding yang dijadikan pengukuran. Data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu data hasil belajar aspek kognitif. Penilaian hasil pascates dan prates peserta didik digunakan uji normalitas gain. Uji normalitas gain digunakan untuk mengetahui efektivitas perlakuan yang Rumus yang digunakan untuk menghitung hasil evaluasi normalitas gain menurut Meltzer adalah sebagai berikut: Gain = ycycyycuycycOeycycyycyce ycycoycaycoycOeycycyycyce Keterangan : Spost = Skor posttest Spre = Skor pretest Smaks = Skor maksimal Adapun kriteria keefektifan yang terinterpretasi dari nilai normalitas gain, menurut Meltzer dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Klasifikasi Nilai Normalitas Gain Nilai Gain 0,70 O n O 1,00 0,30 O n O 0,70 0,00 O n O 0,30 Kriteria Tinggi Sedang Rendah Sumber: Karinaningsih . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilaksanakan di kelas Vi C SMP Negeri 1 Kota Cirebon, semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Prayitno . menyatakan dalam proses belajar ada tiga ranah yang perlu dijangkau, yakni kognitif, psikomotorik, dan apektif. Dalam hal ini penelitian berfokus pada ranah kognitif karena menyesuaikan dengan tujuan penelitian yaitu melihat efektivitas pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada hasil belajar. Pembelajaran mengintegrasikan kebudayaan Cirebon berupa makanan khas yaitu AuNasi JamblangAy pada materi struktur teks laporan hasil observasi. Pengintegrasian budaya ke akan membuat pembelajaran tersebut menjadi lebih bermakna. Peserta didik menjadi lebih mudah dalam mempelajari materi karena materi tersebut dikaitkan dengan suatu peristiwa yang bersifat kontekstual. Hasil penelitian meliputi hasil belajar dari 46 peserta didik pada Opi Sopiah12 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. aspek kognitif selama proses pembelajaran. Berdasarkan penelitian, diperoleh data hasil belajar peserta didik aspek kognitif yang disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Aspek Kognitif Data Nilai Tertinggi Nilai Rerendah Rata-Rata Peserta didik yang Tuntas Peserta didik yang Belum Tuntas Pretest 74, 78 Postest Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa terdapat peningkatan nilai hasil belajar peserta didik dari pretest dan posttest. Penilaian hasil pascates dan prates menggunakan uji normalitas gain. Uji normalitas gain digunakan untuk mengetahui efektivitas perlakuan yang diberikan. Rumus yang digunakan untuk menghitung normalitas gain menurut Meltzer adalah sebagai berikut: Gain = ycycyycuycycOeycycyycyce ycycoycaycoycOeycycyycyce Keterangan : Spost = Skor posttest Spre = Skor pretest Smak = Skor maksimal Gain = ycycyycuycyc Oe ycycyycyce ycycoycaycoyc Oe ycycyycyce Gain = 93,0 Ae 74,78 100 Ae 74,78 Gain = 18,22 25,22 = 0,72 Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa uji coba dengan prates dan pascates yang dilakukan pada peserta didik kelas Vi C SMP Negeri 1 Kota Cirebon Tahun Ajaran 2024/2025 pada semester 1 dengan nilai rata rata prates adalah sebesar 74,78 dan nilai ratarata pascates adalah 93,0 dan setelah dianalisis melalui normalitas gain menurut Meltzer menghasilkan N Gain sebesar 0,72. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) memengaruhi hasil belajar pada aspek kognitif p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Opi Sopiah1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. peserta didik kelas Vi C SMP Negeri 1 Kota Cirebon Tahun Ajaran 2024/2025 pada semester 1 dengan kriteria AuTinggiAy. Pembahasan Buchori . menyatakan bahwa pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) ialah pembelajaran yang mengakui dan merangkul keragaman budaya yang ada di dalam Keragaman budaya diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah dan menciptakan hubungan yang bermakna dengan budaya di masyarakat. Sejalan dengan itu pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik, mengembangkan keterampilan kritis, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menghargai keragaman budaya. Dengan kata lain penerapan Culturally Responsive Teaching pada pembelajaran struktur teks laporan hasil observasi tidak hanya membantu peserta didik dalam memahami struktur teks secara lebih baik, tetapi juga memperkenalkan pembelajaran yang lebih relevan dan inklusif. Pada penelitian ini, uji normalitas gain dirancang untuk mengetahui peningkatan rata-rata skor prates dan rata-rata skor pascates. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh N Gain sebesar 0,72. Artinya peserta didik yang berada pada kategori AutinggiAy mencapai hasil belajar kognitif atau pengetahuan yang lebih baik. Dengan kata lain, rata-rata nilai pascates mengalami peningkatan dibandingkan dengan rata-rata nilai prates. Dengan demikian, pendekatan Culturally Responsive Teaching atau pembelajaran yang responsive secara budaya terhadap pembelajaran materi struktur teks laporan hasil observasi adalah Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Khasanah. Indah Milati, dkk pada tahun 2023 dengan judul AuEfektivitas Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II Sekolah DasarAy yaitu hasil belajar aspek kognitif prates dan pascates yang peneliti lakukan pada siswa kelas II SD Negeri di Kota Semarang setelah dianalisis melalui normalitas gain menurut Meltzer menghasilkan kriteria AuTinggiAy. Pembelajaran dengan pemanfaatan budaya berupa makanan khas dari latar belakang siswa sebagai sumber belajar memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadikan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada kelas Vi C SMPN 1 Kota Opi Sopiah12 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Cirebon dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar dari pembelajaran sebelum adanya perlakuan dan sesudah adanya perlakuan. Dengan demikian, guru dapat mengoptimalkan budaya sebagai alternatif belajar materi struktur teks laporan hasil observasi dan dapat menerapkan pembelajaran dengan mengintegrasikan budaya sebagai sumber belajar pada materi lain yang UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta didik kelas Vi C SMPN 1 Kota Cirebon yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para guru dan pihak sekolah yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam pelaksanaan pembelajarannya. REFERENSI